Artikel Asli

Terapi Leukemia Mieloblastik Akut Anak:
Protokol Ara-C, Doxorubycine dan Etoposide
$'(

anthracycline L eukemia akut adalah keganasan tersering Alamat korespondensi: pada anak. sedangkan semua pasien yang menggunakan protokol ADE meninggal sebelum 1. Sp. 1. Yogyakarta Latar belakang.or.005). dan 5 (4%) pasien diobati dengan protokol lain. Kesehatan No. Pudjo Hagung Widjajanto Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RSUP Dr.3%). (0274) 551342.A. Telp. pasien sesudah 4 tahun dengan protokol m-NOPHO (3. 14. 1 Yogyakarta. Pengobatan leukemia mieloblastik akut (LMA) telah banyak mengalami kemajuan. 46 (32%) dengan protokol ADE. Analisis survival dilakukan terhadap pasien yang diberi pengobatan dengan protokol ADE atau m-NOPHO. Tingkat keberhasilan pengobatan LMA di RS Dr.supriyadi@idai.id. Kata kunci: leukemia. Enampuluh delapan mendapat kemoterapi. Metode. Hasil. 6. Di negara maju. Sari Pediatri 2013. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas sepertiga dari keganasan pada anak. sementara di Indonesia diperkirakan masih di bawah 10%. 91 (64%) dengan protokol m-NOPHO. E-mail: e. event free survival (EFS).14(6):345-50.7% ± 2. Event Free Survival (EFS) setelah lima tahun pada pasien yang mendapat kemoterapi adalah 2. Sardjito masih sangat rendah. ybavoe@yahoo. cytarabine. Dilakukan analisis terhadap catatan medis pasien LMA yang dirawat di bangsal anak Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta pada tahun 1999-2011. No. Diagnosis ditetapkan berdasarkan analisis morfologi dan sitokimia terhadap apus sumsum tulang dan atau darah tepi. Ignatius Purwanto. Tujuan.com yaitu leukemia limfoblastik akut (LLA) dan leukemia Sari Pediatri. April 2013 345 . 2 Kedokteran Universitas Gadjah Mada/ RSUP Dr. Pengobatan dengan protokol m-NOPHO mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih baik dibandingkan protokol ADE. Sardjito. Vol. Sardjito. Eddy Supriyadi.4%.YV0RGLÀNDVLNordic Society of Pediatric Hematology and Oncology (m-NOPHO) Eddy Supriyadi.5 tahun pengamatan (p=0. Angka kejadiannya mencapai Dr. keberhasilan pengobatan sudah mencapai 65%. Mengetahui profil LMA mengevaluasi keberhasilan pengobatan. didapatkan 210 pasien berumur 0–17 tahun yang didiagnosis LMA. Terdapat dua kelompok besar leukemia akut. l. Kesimpulan.

Vol. Klasifikasi dari World Health dengan mengukur minimal residual disease (MRD) Organization (WHO) 2008 memasukkan unsur yang bisa dilakukan dengan teknik polymerase chain biologi.1 per satu juta populasi. temuan klinis. No. pengobatan juga dianalisis. 14. Maret 1999 sampai dengan September 2011. Kriteria eksklusi adalah pasien kurun waktu antara 1988 -1997 insiden leukemia akut LMA yang sudah mendapat pengobatan sebelumnya. Di Jerman Barat. proporsi LMA 13. Kriteria Sedangkan proporsi LMA sebesar 15%-20% dengan inklusi adalah pasien anak umur kurang dari 15 tahun insiden 7.1% sedangkan Pasien yang menggunakan protokol selain ADE atau di Amerika Serikat 15. insiden NOPHO tidak diikutkan dalam analisis. Diagnosis dan klasifikasi LMA Berbeda dengan LLA. darah tepi. sitogenetik dan reaction (PCR) maupun flow cytometer.000. Data dan Cancer and Leukemia group B (CALGB): cytarabine diambil secara retrospektif dari catatan medik pasien dan anthracycline.13. and Oncology yang di modifikasi (m-NOPHO). Faktor yang mempengaruhi atau menghambat keberhasilan pengobatan LMA Selama periode penelitian (1999 . 4 Di Eropa.000 sedangkan LMA sebesar didapat kemudian dianalisis secara deskriptif dan EFS 8/1.. 10-12 immunofenotyping dalam diagnosis leukemia akut termasuk LMA. Akan tetapi. Penelitian dilakukan di RSUP Dr. dan mengevaluasi keberhasilan pengobatannya Protokol di RSUP Dr. Doxorubycine dan Etoposide Yogyakarta.onkologi anak. Sardjito. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil LMA. dilanjutkan fase rumatan mulai minggu 13 sampai termasuk LMA anak untuk Provinsi Daerah Istimewa minggu ke 110. Sardjito. Pengelompokan LMA di rumah sakit ini dilakukan Respon awal ini diukur dengan respon sumsum tulang sesuai dengan klasifikasi dari French-American- setelah pemberian kemoterapi tahap awal dan atau British/FAB (Tabel 1). hanya karena pemberian kemoterapi saja. morfologi.6 per satu juta dengan proporsi LMA 15%. klasifikasi ini belum secara rutin diterapkan mengingat berbagai perbedaan dan Metode keterbatasan sarana diagnostik pada masing-masing pusat hematologi . Namun demikian.2011). sebesar 22. sehingga diharapkan akan memberi LMA di RSUP Dr. 9 Keberhasilan tersebut bukan Sudan Black-B (SBB) dan Periodic Acid-Schiff (PAS). Sardjito sampai dengan tahun 2006. Data yang LLA sebesar 20.000. kurang dari 10%. Ara-C. Leukemia limfoblastik akut LMA anak yang dirawat di RSUP Dr. Yogyakarta yang merupakan rumah sakit terdiri dari: 6-mercaptopurin. 6.000. metothrexate dan L-asparaginase. sitogenetik dan respon awal terhadap pengobatan. 6 Di Yogyakarta. LMA lebih sulit diobati. yaitu Nordic Society of Pediatric Hematology dengan LMA. selain pemeriksaan juga dipengaruhi oleh membaiknya supportive care dan tersebut juga dilakukan immunophenotyping untuk klasifikasi LMA yang didasarkan pada pemeriksaan penegakkan diagnosis leukemia. Sardjito antara (LLA) adalah leukemia tersering terjadi pada anak. Eddy Supriyadi dkk: Terapi leukemia mieloblastik akut anak: protokol ADE vs m-NOPHO mieloblastik akut (LMA). Pengecatan sumsum tulang dan atau preparat baik pada anak maupun dewasa yang meningkat pada darah tepi dilakukan dengan May-Grunwald-Giemsa.5 pasien yang terdiagnosis dengan mixed leukemia. cytarabine. Angka tersebut menghasilkan proporsi dihitung dengan menggunakan program SPSS v. dalam yang terdiagnosis LMA. pengobatan diagnosis LMA ditegakkan hanya berdasar pada LMA mengalami kemajuan dari waktu ke waktu morfologi dan sitokimia dari sumsum tulang dan atau yang berdampak pada membaiknya prognosis LMA.3. April 2013 . Protokol Mada. Provinsi Jawa Tengah bagian Selatan dan (ADE). 346 Sari Pediatri.8/1. protokol ini memiliki lama terapi 12 minggu sebagaian Provinsi Jawa Timur bagian Barat Daya. memiliki lama terapi 16 minggu. Rumah sakit ini juga merupakan rumah sakit diberikan selama 12 minggu fase intensifikasi dan rujukan utama kasus kasus keganasaan pada anak. Di negara maju.8. etoposide. angka harapan hidup Pemeriksaan sitokimia dilakukan dengan pengecatan LMA mencapai 65%.7 Proporsi ini cukup tinggi apabila dibandingkan dengan negara barat. dekade terakhir. Sardjito menggunakan 3 macam kontribusi dalam peningkatan pengobatan anak anak protokol. pendidikan Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah anthracycline.6%. Pada tahun 60-an overall survival di negara maju Di RSUP Dr. akan tetapi Sejak pertengahan tahun 2006.7%. LMA terhadap leukemia akut sebesar 27.

9 Alasan utama 68 (32%) pasien yang tidak mendapat.4% EFS setelah empat tahun pada anak dengan LMA: Leukemia Mieloblastik Akut.3 142 (68%) pasien yang mendapatkan kemoterapi. M1 84 40 kan kemoterapi adalah masalah ekonomi. April 2013 347 .4 Mixed 2 1 protokol CALGB. Eddy Supriyadi dkk: Terapi leukemia mieloblastik akut anak: protokol ADE vs m-NOPHO Hasil Tabel 2. M0 4 1. >16 7 3. 1999 – 2011 Sari Pediatri.1 16 pasien dengan jumlah tertinggi pada tahun 2010 Usia saat diagnosis (tahun) sebanyak 27 pasien (Gambar 1). Klasifikasi FAB untuk LMA 20 Jumlah M0 LMA dengan diferensiasi minimal M1 LMA tanpa maturasi 24 27 22 M2 LMA dengan maturasai 10 19 19 16 17 M3 Leukemia promielositik akut 13 13 15 10 M4 Leukemia mielomonositik akut 6 9 M5 Leukemia monoblastik akut 0 M6 Leukemia eritroblastik akut 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Jumlah pasien AML per tahun M7 Leukemia megakarioblastik akut Gambar 1. LMA: Leukemia Mieloblastik Akut DR. LMA-M1 merupakan 13–15 26 12. Sardjito. didapatkan semua pasien yang menggunakan protokol ADE meninggal sebelum 1. Dari M4 28 13. meninggal 36 m-NOPHO 91 64.4 pasien drop out 43 (49%). Karakteristik subjek LMA n=210 % Dari bulan Maret 1999 sampai dengan September Jenis kelamin 2011 terdapat 210 pasien baru LMA yang didiagnosis Laki laki 109 51.8 protokol m-NOPHO. Histogram pasien LMA yang didiagnosis di RS FAB: French-American British.5 tahun pengamatan.005 (Gambar 2. dan 132 pasien dianalisis. relaps 4 (4%).4 diagnosis yang paling sering dijumpai (40%). 46 M5 14 6.3%.9 di RSUP Dr. Vol. ADE 46 32.7 (32%) dengan protokol ADE. Protokol Ara-C. Lain 5 3. FAB: French-American British.6 Luaran pasien LMA selama masa penelitian tertera Tidak 68 32. 6–12 87 41. p=0. Alasan M2 26 12. dan sisanya menggunakan M7 24 11. 10 pasien dieksklusi. Sardjito.5 2.4 Dari 142 pasien yang mendapat protokol kemo- Kemoterapi terapi.2 seperti pengobatan herbal atau pergi ke dukun. 28 (64%) pasien drop out. meninggal 14 (32%) dan tidak Protokol (n=142) ada pasien yang survived.4 Berdasarkan klasifikasi FAB.1 (41%) dan survived 5 (6%) pasien. Karakteristik dasar 0–5 90 42. Sedangkan EFS pasien yang menggunakan protokol m-NOPHO sebesar 30 3. relaps 2 (4%) . Tidak ada data 5 2. Secara keseluruhan. Doxorubycie dan Etoposide. Pada protokol m-NOPHO. Pada protokol ADE. m-NOPHO: Nordic Society Sedangkan apabila dibandingkan antara dua protokol of Pediatric Hematology and Oncology yang dimodifikasi yaitu ADE dan m-NOPHO.3 sedangkan mixed leukemia didapatkan pada 2 (1%) FAB pasien.9 pasien tertera pada Tabel 2. Tabel 1. 6. Tidak semua pasien mendapatkan kemoterapi. Rerata jumlah per tahun adalah Perempuan 101 48.). ADE: LMA di RS sardjito yang mendapat kemoterapi adalah. Ya 142 67. No. 14. 91 (64%) pasien dengan M6 10 4.4 lainnya adalah menghendaki pengobatan alternatif M3 13 6.4 pada Gambar 3.7%±2.

19-22 Pengobatan mutakhir LMA terdiri atas kemoterapi Gambar 2. sebagian besar pasien meninggal karena infeksi yang dialaminya. Hal tersebut kan protokol ini. Hal tersebut mengakibatkan terbatasnya informasi yang didapat sehingga data lain yang mempengaruhi survival seperti status sosial-ekonomi pasien. Sardjito masih sa. 14. Sardjito ngat rendah. Angka tersebut masih digunakan dua protokol yang berbasis pada cytarabine sangat jauh dari yang diharapkan. Perbedaannya adalah penggunaan kan dengan negara maju yang sudah mencapai 6-mercaptopurin.8.10. status gizi. Data pasien yang kurang lengkap pada catatan medis merupakan masalah tersering terjadi di negara berkembang. Event Free Survival pasien LMA yang diterapi yang berbasis pada cytarabine dan anthracycline yang dengan protokol m-NOPHO (garis putus) dan protokol diberikan secara intensif. pertama. Protokol ADE pengamatan. Semua pasien yang menggunakan protokol ini mencapai 1. Dengan berbagai macam pertimbangan samping dari penggunaan kemoterapi (toxic-related sejak pertengahan tahun 2005. dan anthracycline. Penyebab kematian meninggal dengan waktu pengamatan paling lama tahun pertama tersebut bisa terjadi karena efek 1. semua pasien meninggal sebelum 2005. 8. dan lama pengobatannya.4%±1. penyebab kematian tidak didapatkan untuk semua subjek penelitian. survival pasien anak LMA yang melakukan transplantasi sumsum tulang pada remisi mendapat kemoterapi di RSUP Dr.23 Pengobatan LMA di RS Dr. Keberhasilan yang dicapai ADE (garis utuh) dengan protokol tersebut menyebabkan sebagian Gambar 3. Hal tersebut terjadi karena infrastruktur di negara berkembang masih sangat terbatas. April 2013 . sejak tahun 1999 sampai pertengahan protokol ADE. dan L-asparaginase pada 65%. methotrexate.4 tahun. Luaran klinis protokol ADE dan m-NOPHO Pembahasan besar grup LMA di Eropa memilih untuk tidak Secara keseluruhan. bahkan kelompok yang menggunakan yang digunakan.14-18 Pada penelitian kami. yaitu 2. Sembilanpuluh satu pasien mengguna- penyakitnya sendiri (disease-related death). No. Vol. Pengamatan yang dilakukan selama sangat berkaitan erat dengan kualitas dari pelayanan hampir 5 tahun terhadap 88 pasien yang masuk kriteria 348 Sari Pediatri.5%. mulai diterapkan death) ataupun kematian yang berhubungan dengan m-NOPHO. apabila dibanding.5 tahun pengamatan. 13 Apabila dianalisis lebih jauh didapatkan protokol yang didaptasi dari protokol NOPHO yang sebagian besar pasien meninggal dalam tahun pertama dimodifikasi. 6. Salah satu kelemahan penelitian kami adalah pengumpulan data dilakukan secara retrospek- tif. Eddy Supriyadi dkk: Terapi leukemia mieloblastik akut anak: protokol ADE vs m-NOPHO pendukung (supportive care) termasuk pengendalian infeksi (infection control).

Shah M. Incidence of childhood leukemia 18. Pediatr Blood leukemia. Radich JP. Lehrnbecher T.75:831-7. Indonesia. Purwanto I. outcomes for children with cancer in low-income miology and etiology. acute myeloid leukemia: analysis of the multicenter 545-89. Arceci RJ. Cancer 2006. Improving 6. van der Does-van den Berg A. 12. Reinhardt D. 11. Brady HJ. et al.22:4384-93.13:1-9. Schoch C. Princples M. Robinson LL. 13.h. Agarwal B. 10. Leukemia 2009. de Vries E. Kaiser J. Combination of 1. Zwaan CM. Widjajanto PH. 6. Pediatric acute myeloid 19. Poplack DG. Hiddemann Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak untuk W. Leukemia 2004. penyunting. Oncogene 2004. Sari Pediatri. 14. Smith FO.102:2387-94. Cloos J. terdapat perbedaan yang bermakna di antara 9.42:2019-36. No. Howard SC. Stary J. Pounds S. Crews KR. Greaves MF. FLT3 internal tandem duplication in 234 children with acute myeloid leukemia: prognostic significance and relation to cellular Daftar pustaka drug resistance.40:192-9. Supriyadi E. on cytomorphology. Philadelphia: Lippincott. Leukaemia Causes of death--other than progressive leukemia--in incidence and survival in children and adolescents in childhood acute lymphoblastic (ALL) and myeloid Europe during 1978-1997. Golub TR.7%. Bacher U. related mortality in children undergoing therapy for Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins. Chowdhury T. Acute Lympho. 2002. clinical trials AML-BFM 93 and AML-BFM 98. penyunting. Report from the Automated leukemia (AML): the Dutch Childhood Oncology Childhood Cancer Information System project. Rubnitz JE. role of epidemiology. Steuber CP. Gibson B. p=0. Infections and immune factors in cancer: the 93.92:1519-32. Haferlach T.19:537-44. Oncol 2004. Veerman AJ. Kaspers GJ. Perawatan suportif termasuk di dalamnya pe. Curr leukemia: international progress and future directions. Eur J Group experience. Cancer 2007. 1999. Hematol Oncol Clin North Am 2010. Kern W. interphase fluorescence in situ ngendalian infeksi mempunyai pengaruh yang cukup hybridization. Kinlen L. Hematology/Oncology (MISPHO)-Part I. Cambridge: Cambridge University meetings of the Monza International School of Pediatric Press.005. Poplack DG.106:839-47. Williams in pediatric acute myeloid leukemia: analysis of the & Wilkins. Cancer kemoterapinya sendiri yang idealnya disesuaikan 2006. disamping up in patients with acute myeloid leukemia. Edisi ke-5. Kaspers GJ. Margolin JF. Creutzig U. Opin Pediatr 2001. Vol.h. Haematologica 2007. Reinhardt D. Recent advances in management 2 protokol yang diterapkan. Bhatia S. Acute Myelogenous Leukemia. Dworzak Dalam: Pizzo PA. Secara statistik Leukemia 2005. Infectious complications oncology. Blood 2003. 15. Usmani GN. of acute myeloid leukemia (AML). Pediatric acute myeloid Kesimpulan leukemia: towards high-quality cure of all patients. Zwaan CM. Insights from clinical studies cladribine and cytarabine is effective for childhood acute into the role of the MLL gene in infant and childhood myeloid leukemia: results of the St Jude AML97 trial. and immunophenotyping during follow- besar dalam keberhasilan pengobatan LMA. Acute myeloid in Yogyakarta. Zimmermann M. 1605-16. Evaluation of complete disease remission mewujudkan tingkat keberhasilan pengobatan yang in acute myeloid leukemia: a prospective study based tinggi. 38-49. 17. Dalam: Pui CH. 14. Epub ahead of print.19:2025-9. prospective multi-institutional clinical trial AML-BFM 4. Creutzig U. Sutaryo S. 2. leukemia. Principles and practice of pediatric Klingebiel T. Egeler RM. Epide. Ross JA. h. Leukemia 2005. Blood Cells Mol Dis 2008.2002. Eddy Supriyadi dkk: Terapi leukemia mieloblastik akut anak: protokol ADE vs m-NOPHO inklusi menghasilkan EFS sebesar 3. countries in Latin America: a report on the recent Childhood Leukemias. April 2013 349 . blastic Leukemia. penyunting. Coebergh JW.23:1410-16. Rubnitz JE. Schnittger S. Creutzig U. 8. Varwig D. J Clin 3.57:588-93. Reedijk AM. Castillo L. 5. Edisi ke-4. Pediatr Blood 7.18:72-7. Meshinchi S. 1998-2009.24:35- Cancer 2011. 16. Indian J Pediatr 2008. dengan karakteristik populasi kita. Early deaths and treatment- and Practice of Pediatric Oncology. Marinoni M. Slats AM. Lehrnbecher T. Dalam: Pizzo PA. Keberhasilan pengobatan LMA masih sangat rendah.48:364-9.23:6341-8. Pediatric oncology in the third world. 63. Poplack DG.

Leukaemia and lymphoma in Kenya. Childhood 8. Hann IM. 350 Sari Pediatri. Cancer epidemiology of childhood cancers in Bangalore. Metzger ML. April 2013 . 2008. Nandakumar A. Treatment strategy 21. Appaji L. Howard SC.7:405-10. Leukemia 2005. Gibson BE. No. 14. India. Vol. Descriptive cancer epidemiology in low-income countries.9:747-52. consecutive UK AML trials. 23. Wilimas JA. Kasili EG.112:461-72. Anantha N.19:2130- 22. 6. Leuk Res and long-term results in paediatric patients treated in 1985. Eddy Supriyadi dkk: Terapi leukemia mieloblastik akut anak: protokol ADE vs m-NOPHO 20. Wheatley K. Cancer Causes Control 1996.