Human Papilloma Virus

Related Anogenital Warts in
HIV Person
Lita Setyowatie

Topic
•  Epidemiology
•  HPV : structure, life cycle
•  Clinical Manifesta;on
•  Diagnosis
•  Pa;ent Management
•  Preven;on

nggi à mencapai 57% Heterosexual men •  Prevalensi infeksi HPV anogenital à 53% •  Prevalensi infeksi HPV anal à 12% . Epidemiology HPV - MSM/Heterosexual MSM •  Prevalensi infeksi HPV anogenital à 1.9% •  MSM memiliki prevalensi HPV anal ter.3% - 72.

ve men had at least one high-risk HPV type. compared to 64% of HIV-nega.ve MSM •  Heterosexual –  74% of HIV-posi.ve MSM have at least one HPV type. Epidemiology HPV – HIV – MSM/Heterosexual •  MSM –  93% of HIV-posi. compared to 37 % of HIV-nega.ve men .

•  HPV is responsible for about 5% of cancers worldwide. Anal cancer is one of the most common cancers for man living with HIV –  MSM : about 20 :mes more likely than heterosexual men to develop anal cancer –  HIV-posi:ve MSM : up to 100 :mes more than the general community •  Rates increase with age. and more than 95% of anal cancers occur in people over 35 years of age . Epidemiology HPV – HIV – MSM/Heterosexual - Cancer •  The associa:on between HIV infec:on and HPV-associated neoplasia was first recognized among homosexual.

. HPV HPV : highly species-specifics & strictly epitheliotropic •  HPV SPESIFIK-PEJAMU à HPV yang berasal dari satu spesies . •  Virus DNA yang EPITELIOTROPIK à virus yang bermul.plikasi di dalam nuklues sel epitel yang terinfeksi. sehingga HPV hanya menginfeksi manusia.dak menginduksi HPV pada spesies heterolog lain.

80% of total viral protein) and L2 (70 kDa) . Structure of The Virus •  Small virus •  Non-enveloped double-stranded DNA viruses •  Diameter of 52–55 nm •  The capsid contains two structural proteins — late (L)1 (55 kDa in size.

40 sub:pe menginfeksi traktus anogenitalis à bersifat onkogenik. High risk berhubungan dengan keganasan anogenital sedangkan low risk berhubungan dengan ku:l anogenital atau low-grade cervical intraepithelial neoplasia. dengan derajat onkogenik berbeda-beda yaitu high risk dan low risk.4.1. Sub :pe HPV yang paling sering menyebabkan ku:l anogenital adalah sub :pe 6 dan 11.10 .Fitzpatrick 8ed HPV Type > 100 sub:pe HPV yang telah diketahui.

Virion HPV bergerak ke lapisan epidermis yang lebih atas (lebih diferensiasi). 15 Agar dapat menimbulkan infeksi. Sesudah itu virus akan terlepas bersama sel epitel yang deskuamasi dan menginfeksi sel basal lainnya. sehingga mikroabrasi memungkinkan virion dari pasangan seksual yang terinfeksi masuk ke lapisan sel basal pasangan yang tidak terinfeksi. 15 Ekspresi ini menghasilkan kapsid protein dan kumpulan partikel virus. HPV harus mencapai sel yang berdiferensiasi (sel epitel skuamosa). 15 Permukaan mukosa yang tipis susceptible untuk inokulasi virus daripada kulit berkeratin tebal.The Life Cycle of HPV Sel basal merupakan tempat pertama infeksi HPV.15 . sedangkan sel basal relatif undiferensiasi.

an pembelahan sel pada fase G1 dan . early region dan late region.12 Seiring waktu.dak terjadi perbaikan DNA dan proses apoptosis yang .Role of HPV In Pathogenesis of Anogenital Cancer Gen HPV terdiri dari upstream regulatory region (URR). E4. E7. Pengikatan pRB oleh protein E7 HPV menyebabkan pelepasan E2F yang mens.1. dalam hubungannya dengan faktor-faktor lain yang menyebabkan host mengalami perubahan gene. Early region terdiri dari protein E1. Late region mensandi protein L1 (protein mayor/kapsid virus utama) dan L2 (protein minor/ kapsid virus minor). akibatnya . perkembangan kanker invasif dapat terjadi. Protein E6 virus mengikat gen p53 sehingga fungsi p53 terganggu.dak terjadi penghen. Protein E7 HPV mengikat gen pRB sel tubuh manusia. Protein E6 dan E7 virus mengikat gen p53 dan pRB sel tubuh manusia. Gen pRB yang terak. Pada sel yang terinfeksi HPV terjadi interaksi protein E6 dan E7 HPV dengan gen p53 dan pRB sel tubuh manusia.dak berlangsung terus-menerus menyebabkan keganasan. E2.dak terinfeksi virus mempunyai gen p53 dalam jumlah kecil. E5.fasi mengikat E2F dan menghambat ekspresi gen yang diperlukan untuk fase G1 siklus pembelahan sel. Early region mensandi replikasi dan mengontrol transkripsi DNA virus.mulasi perkembangan siklus sel yang terinfeksi HPV. URR merupakan area noncoding yang mengandung elemen promotor untuk replikasi dan transkripsi DNA virus. Pada sel normal yang .k. . E6. termasuk kondisi imunosupresi. dan proses ini pen. dan terjadi peningkatan gen p53 apabila terjadi kerusakan DNA.ng dalam proliferasi virus.

:ngkat pendidikan 1.16 pasangan sexual .  Jumlah pasangan seksual •  Salah satu dari faktor tersebut 3.  Kontak kelamin à faktor risiko –  Perokok utama 2. Faktor Risiko •  HPV dan HIV ditularkan mayoritas secara seksual à keduanya berkaitan dengan faktor risiko : –  Perilaku seksual –  Infeksi dengan patogen lain yang ditularkan secara seksual –  Variabel ekonomisos : kemiskinan.  Riwayat pernah terkena IMS/ anogenital terkait HPV.  Gagal menggunakan kondom p e r k e m b a n g a n k e g a n a s a n 5.  Hubungan seks pada usia dini b e r k o n t r i b u s i p a d a 4.

•  Terkadang : rasa seper. gatal. nyeri atau perdarahan. Manifestasi Klinis •  Pasien dengan ku. .dak normal di kelaminnya.l anogenital jarang mengeluhkan gejala selain merasakan kemunculan pertumbuhan . terbakar.

Ku.l anogenital •  Pasien HIV à lebih ekstensif.l juga dapat tumbuh menjadi berukuran sangat besar dan pada kondisi tertentu dapat menjadi invasif namun pdu bersifat lokal. lebih subur dan lebih ramai – sering bercampur dengan kelainan lain.l anogenital ditemukan pada 5-30% pasien dengan HIV •  MSM yang menderita HIV à 40% mengalami ku. destruk. jumlah lebih banyak.f dan non-metastasis •  Anal kondiloma pada pasien HIV à hampir 61% mengalami proses neoplasia •  Kanker anal meningkat 50x dan kanker penis meningkat 5x pada pasien HIV . Kutil Anogenital di HIV •  Ku.

l anogenital ke bayi lahir (penularan perinatal).17 –  Autoinokulasi. oral-genital. oral-anal maupun anal-genital.17.4.kal dari ibu hamil dengan ku. Transmisi •  Penularan : –  Kontak seksual à genital-genital. 4.17.23 –  Transmisi ver.23 .

lidah atau palatum . meatus urethra. labium majus dan minus. perineum. cervix. skrotum. Area Predileksi Kutil anogenital sering ditemukan di area yang lembap dan oklusif serta sesuai dengan situs gesekan koital terbesar Penis. paha atas. lipatan paha. perianal Introitus vagina. di dinding vagina Pubis. vulva. bibir. area perianal.

hiperkeratosis.  Epidermis : akanto:k dengan http://www.br/img/revistas/rboto/v71n4/en_a19fig01.scielo.1 .  Pembuluh kapiler dermal nampak jelas. 2. 5. 4.Fitzpatrick 8ed Histopatologi 1.  Kera:nosit besar dengan suatu nukleus pikno:k yang eksentrik d i k e l i l i n g i o l e h s u a t u h a l o perinuklear (sel koilosito:k atau koilosit) merupakan ciri papiloma yang disebabkan HPV. 3.  Berbagai sel mononuklear dapat muncul.gif papilomatosis. parakeratosis.  Penonjolan dari dalam epidermis ke arah dermis (rete ridges) seringkali menunjuk ke pusat sebuah ku:l.

Uji HPV pada Sub:pe HPV dapat terdeteksi melalui PCR atau uji DNA. sehingga uji DNA yang tersedia saat ini hanya mendeteksi HPV high risk sensitivitas ± 90%8 . Uji untuk HPV low risk yang :dak menyebabkan kanker serviks :dak memiliki manfaat klinis.

dilengkapi dengan : –  Pemeriksaan anuskopi resolusi . Uji HPV pada •  TIDAK ADA pengujian HPV melalui PCR yang dilakukan kepada pria. •  Pengujian risiko Anal Intraepitelial Neoplasia à –  Anal Papanicolaou (Pap test) telah diusulkan sebagai alat skrining pada pria HIV dan LSL.nggi dan –  Biopsi .

kenyamanan dan keinginan –  Klinisi : pengalaman dan ketersediaan fasilitas –  Lesi : ukuran.hivguidelines. lokasi.org .  Klinisi diharapkan menggunakan modalitas terapi yang sama untuk mengoba: HPV baik pada Pasien H I V m a u p u n n o n . Pedoman Terapi 1.H I V . B e b e r a p a f a k t o r per:mbangan pemilihan modalitas terapi tergantung : –  Pasien : :ngkat emosional. progresifitas dan jumlah ku:l –  Efek samping terapi yang dipilih –  Status imun –  Tingkat resiko penularan ke orang lain New York State Department of Health AIDS Institute: www. fisik.

  Klinisi harus merujuk pasien dengan lesi yang resisten. 3.org .  Klinisi harus merujuk pasien HIV dengan kanker serviks/ vulva/anal ke onkologis New York State Department of Health AIDS Institute: www.hivguidelines. Atau dilengkapi pemeriksaan biopsi untuk mengekslusi kemungkinan keganasan. 4. lesi yang berubah dalam penampilan.  Klinisi diharapkan merubah atau menggan: modalitas terapi apabila ku:l :dak ada perbaikan setelah 3 bulan terapi adekuat. Pedoman Terapi 2. lesi dengan ulserasi atau bentuk :dak teratur ke dokter yang lebih berpengalaman.

Terapi •  Tujuan pengobatan ku.l anogenital25: –  Menghilangkan gejala klinis yang tampak. bukan mengeradikasi virus à angka kekambuhan cukup .nggi •  Tidak ada cara pengobatan yang memuaskan Pedoman Nasional Tatalaksana IMS 2015 .

–  Interferon bedah eksisi) –  Imiquimod –  Bahan sitotoksik –  Levamisol (trichloro ace8c acid. podofilin. bedah cryo. podofilotoksin.dll. –  Isoprinosin.f –  Vaksinasi (kauterisasi. 5-fluorouracil) PENGOBATAN TERHADAP PASANGAN SEKSUAL ! . Terapi •  Modalitas terapi •  Modalitas terapi konvensional10 : terbaru26 : –  Terapi abla.

Follow-up •  Pemeriksaan lanjutan pascaterapi adekuat pada pasien imunokompeten à TIDAK DIPERLUKAN à kontrol setelah 3 bulan pascaterapi. berguna untuk17 : –  Mengiden.fikasi kekambuhan –  Konseling pasien dan pasangan seksual •  K e k a m b u h a n L E B I H S E R I N G p a d a p a s i e n imunokompromais à sistem imun yang terganggu17 –  Memerlukan evaluasi berulang dalam jangka waktu yang panjang –  Kekambuhan terjadi pada ± 25% kasus. dengan interval bervariasi dari 2 bulan - 23 tahun .

fitas respon imun seluler dan humoral berperan pada regresi ku.dak dapat dideteksi –  10-20% :infeksi persisten dan terjadi rekurensi . Follow-up •  Diduga ak.l anogenital27 –  ± 80-90% :dapat bebas dari infeksi dimana virus .

8 •  Tidak jelas apakah pemulihan imunitas yang dimediasi menghilangkan infeksi atau menidurkan. 8 . Follow-up •  ± 90% orang yang terinfeksi HPV high risk atau low risk dapat membersihkan infeksi HPV : ± 1-2 tahun à waktu rata-rata setelah terapi adekuat : ± 6 bulan. 8 •  Minoritas kecil yang gagal untuk membersihkan infeksi kemungkinan risiko berkembang menjadi keganasan.

  Vaksin à pembahasan tersendiri di sesi 3 .  Kondom –  Tingkat perlindungan mendeka.  Gel mikrobisida vagina : 1% vaginal gel formula. Pencegahan 1. 87% 3.on of tenofovir –  Mampu mengurangi penularan HIV 39% secara keseluruhan dan 54% pada perempuan dengan kepatuhan pemakaian gel yang .  Sirkumsisi pria –  Mengurangi antara 38% - 66% 2.nggi 4.

on •  HPV INCREASES suscep. Summary •  HIV infec.on INCREASE the risk of HPV infec.on •  HPV is more difficult to treat and more likely to recur with increased immunosuppression .bility to HIV infec.

Terimakasih .