PEMBANGKIT LISTRIK ENERGI

GELOMBANG LAUT

Di susun oleh :
Agus Surachman (14525011)
Faqi Hudin (14525058)

TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2016/2017

BAB I
PENDAHULUAN
1.Latar Belakang
Seiring dengan pertumbuhan penduduk, pengembangan wilayah dan
pembangunan dari tahun ke tahun, kebutuhan akan pemenuhan energi listrik dan
juga bahan bakar secara nasional pun semakin besar. Selama ini kebutuhan energi
di dunia di penuhi oleh sumber daya tak terbaharukan seperti bahan bakar fosil.
Namun tidak selamanya bahan bakar tersebut dapat memenuhi seluruh kebutuhan
manusia dalam jangka waktu yang panjang mengingat cadangan energi yang
semakin lama semakin meipis, dan juga proses produksinya yang membutuhkan
waktu jutaan tahun. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu sumber energi yang
tebaharukan sebagai energi alternatif untuk mencukupi kebutuhan energi yang di
butuhkan oleh manusia.
Sudah banyak energi-energi terbbarukan yang muncul. Bahkan sudah ada
juga energi yang dihasilkan dari kotoran makluk hidup. Hal ini mendorong untuk
mencari inovasi-inovasi terbaru dan yang penting sangat bersahabat dengan
lingkungan, karena sudah banyak di masa saat ini yang menceritakan mengenai
global warming, dengan banyaknya berita mengenai global warming maka
mendorong dunia untuk gencar mencari solusi dan ide mengenai teknologi yang
ramah lingkungan, dan salah satu energi alternatif juga berasal dari laut.
BAB II
PEMBAHASAN

Selain panas laut dan pasang surut, masih terdapat satu lagi energi
samudera yaitu energi gelombang. Energi gelobang laut adalah energi yang di
hasilkan dari gerakan gelombang laut menuju daratan atau sebaliknya yang
kemudian dimanfaatkan sebagai suber energi dengan mengkonversi atau
mengubah energi kinetik dari pergerakan gelombang laut menjadi energi
potensial mengunakan suatu alat conversi untuk dijadikan salah satu sumber
energi listrik.

1.Potensi gelombang laut di indonesia
Indonesia adalah negara kepulauan yang sebagian besar dari nagara
indonesia adalah lautan, maka dari itu indonesia cukup berpotensi untuk membuat
energi terbarukan dari energi gelombang laut, Berdasarkan survei yang dilakukan
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan Pemerintah Norwegia
sejak tahun 1987, terlihat bahwa banyak daerah-daerah pantai yang berpotensi
sebagai pembangkit listrik bertenaga ombak. Ombak di sepanjang Pantai Selatan
Pulau Jawa, di atas Kepala Burung Irian Jaya, dan sebelah barat Pulau Sumatera
sangat sesuai untuk menyuplai energi listrik. Kondisi ombak seperti itu tentu
sangat menguntungkan, sebab tinggi ombak yang bisa dianggap potensial untuk
membangkitkan energi listrik adalah sekitar 1,5 hingga 2 meter, dan gelombang
ini tidak pecah hingga sampai di pantai.
2.Konversi Energi Gelombang Laut
Ada 2 cara untuk mengkonversi energi gelombang laut menjadi listrik,
yaitu dengan sistem off-shore (lepas pantai) atau on-shore (pantai).
1. .Sistem off-shore dirancang pada kedalaman 40 meter dengan
mekanisme kumparan yang memanfaatkan pergerakan gelombang
untuk memompa energi. Listrik dihasilkan dari gerakan relatif antara
pembungkus luar (external hull) dan bandul dalam (internal pendulum).
Naik-turunnya pipa pengapung di permukaan yang mengikuti gerakan
gelombang berpengaruh pada pipa penghubung yang selanjutnya
menggerakkan rotasi turbin bawah laut. Cara lain untuk menangkap
energi gelombang laut dengan sistem off-shore adalah dengan
membangun sistem tabung dan memanfaatkan gerak gelombang yang
masuk ke dalam ruang bawah pelampung sehingga timbul perpindahan
udara ke bagian atas pelampung. Gerakan perpindahan udara inilah
yang menggerakkan turbin.
2. Sedangkan pada sistem on-shore, ada 3 metode yang dapat digunakan,
yaitu channel system, float system, dan oscillating water column
system. Secara umum, pada prinsipnya, energi mekanik yang tercipta
dari sistem-sistem ini mengaktifkan generator secara langsung dengan
mentransfer gelombang fluida (air atau udara penggerak) yang
kemudian mengaktifkan turbin generator.

2.1. Float System

Alat ini akan membangkitkan listrik dari hasil gerakan vertikal dan
rotasional pelampung dan dapat ditambatkan pada untaian rakit yang
mengambang atau alat yang tertambat di dasar laut dan dihubungkan
dengan engsel Cockerell. Gerakan pelampung ini menimbulkan
tekanan hidrolik yang kemudian diubah menjadi listrik. Menurut
penelitian, deretan rakit sepanjang 1000 km akan mampu
membangkitkan energi listrik yang setara dengan 25000 MW.

2.2. Oscillating Water Column System

Alat ini membangkitkan listrik dari naik turunnya air akibat gelombang
dalam sebuah pipa silindris yang berlubang. Naik turunnya kolom air
ini akan mengakibatkan keluar masuknya udara di lubang bagian atas
pipa dan menggerakkan turbin. Sederhananya, OWC merupakan salah
satu sistem dan peralatan yang dapat mengubah energi gelombang laut
menjadi energi listrik dengan menggunakan kolom osilasi. Alat OWC
ini akan menangkap energi gelombang yang mengenai lubang pintu
OWC, sehingga terjadi fluktuasi atau osilasi gerakan air dalam ruang
OWC, kemudian tekanan udara ini akan menggerakkan baling-baling
turbin yang dihubungkan dengan generator listrik sehingga
menghasilkan listrik.
2.3. Channel System (Wave Surge atau Focusing Devices)
Peralatan ini biasa juga disebut sebagai tapered channel atau kanal
meruncing atau sistem tapchan, dipasang pada sebuah struktur kanal
yang dibangun di pantai untuk mengkonsentrasikan gelombang dan
menyalurkannya melalui saluran ke dalam bangunan penjebak seperti
kolam buatan (lagoon) yang ditinggikan. Air yang mengalir keluar dari
kolam penampung ini yang digunakan untuk membangkitkan listrik
dengan menggunakan teknologi standar hydropower.
3.Kekurangan dan kelebihan energi laut
3.1 Kekurangan
Kekurangan dari energi arus laut adalah output-nya mengikuti grafik
sinusoidal sesuai dengan respons pasang surut akibat gerakan interaksi Bumi-
Bulan-Matahari. Pada saat pasang purnama, kecepatan arus akan deras sekali,
saat pasang perbani, kecepatan arus akan berkurang kira-kira setengah dari
pasang purnama.
Kekurangan lainnya adalah biaya instalasi dan pemeliharaannya yang
cukup besar. Kendati begitu bila turbin arus laut dirancang dengan kondisi pasang
perbani, yakni saat di mana kecepatan arus paling kecil, dan dirancang untuk
bekerja secara terus-menerus tanpa reparasi selama lima tahun, maka kekurangan
ini dapat diminimalkan dan keuntungan ekonomisnya sangat besar. Hal yang
terakhir ini merupakan tantangan teknis tersendiri untuk para insinyur dalam
desain sistem turbin, sistem roda gigi, dan sistem generator yang dapat bekerja
secara terus-menerus selama lebih kurang lima tahun.
3.2 Kelebihan
Keuntungan penggunaan energi arus laut adalah selain ramah lingkungan,
energi ini juga mempunyai intensitas energi kinetik yang besar dibandingkan
dengan energi terbarukan yang lain. Hal ini disebabkan densitas air laut 830 kali
lipat densitas udara sehingga dengan kapasitas yang sama, turbin arus laut akan
jauh lebih kecil dibandingkan dengan turbin angin.
Keuntungan lainnya adalah tidak perlu perancangan struktur yang
kekuatannya berlebihan seperti turbin angin yang dirancang dengan
memperhitungkan adanya angin topan karena kondisi fisik pada kedalaman
tertentu cenderung tenang dan dapat diperkirakan. Energi ombak adalah energi
yang bisa didapat setiap hari, tidak akan pernah habis dan tidak menimbulkan
polusi karena tidak ada limbahnya. Di samping nilai ekonomis yang cukup
menjanjikan ada hal-hal lain yang dapat memberikan keuntungan di bidang
lingkungan hidup. Energi ini lebih ramah Iingkungan, tidak menimbulkan polusi
suara, emisi C02, maupun polusi visual dan sekaligus mampu memberikan ruang
kepada kehidupan laut untuk membentuk koloni terumbu karang di sepanjang
jangkar yang ditanam di dasar laut. Pada kasus-kasus seperti ini biasanya lebih
menguntungkan karena ikan dan binatang laut selalu lebih banyak berkumpul.
BAB III
DAFTAR PUSTAKA
 http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20249047-R031022.pdf
 https://rupaka.wordpress.com/2016/10/14/potensi-ombak-di-wilayah-
indonesia-sebagai-pembangkit-listrik/
 https://rendyafriansyah132.wordpress.com/divisi-elektron/pembangkit-
listrik-tenaga-gelombang-laut-pltgl/
 http://rekanfurqon.blogspot.co.id/2013/05/pembangkit-listrik-tenaga-
gelombang-laut.html#gsc.tab=0