BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA

RSD MADANI PALU – FAKULTAS KEDOKTERAN DAN
ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS TADULAKO

REFLEKSI KASUS PSIKIATRI

DISUSUN OLEH :

Jeane Adelia
N 111 16 112

PEMBIMBING:
dr. Patmawati, Sp.KJ

KEPANITERAAN KLINIK
BAGIAN ILMU KEDOKTERAN JIWA
RSD MADANI PALU –FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU
KESEHATAN
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2017

1

membanting pintu. merusak barang-barang. 2 . Deskripsi Kasus Pasien laki-laki umur 29 tahun datang di RSJ Madani diantar keluarga karena mengamuk. REFLEKSI KASUS Nama : Tn. Ferdiansyah Umur : 29 Tahun Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Ds Tulo kecamatan Sigi Pekerjaan : wiraswasta Agama : Islam Status perkawinan : Menikah Pendidikan : SMA Tanggal pemeriksaan : 29 Maret 2017 Tempat pemeriksaan : Ruangan Srikaya RSJ Mandani A. Pasien merasa gelisah dan mengamuk karena pasien merasa hidupnya susah dan tidak punya uang. Pasien juga mengatakan bahwa berhenti minum obat karena setelah minum obat pasien merasa lemah dan tidak bisa beraktivitas serta pasien tidak tidur dan tidak makan. dan pasien juga mengaku bahwa dipaksa oleh oleh bapak dan omnya datang kerumah sakit. Pasien juga gelisah.

Pengalaman Buruk Pemeriksa selalu waspada karena kemungkinan pasien akan lari 3 . pasien mengacam istrinya dan orang tuanya. pasien merasa punya mobil tetapi mobil itu sebenarnya milik tetangganya. Pasien juga mengaku sering berdiskusi dengan orang-orang yang sudah meninggal. pasien mulai mengalami hal seperti ini saat pasien dirumahkan karena sebelum itu pasien bekerja diperkantoran sebagai supir. Pasien juga pernah dirawat d RSJ Madani pada tanggal 3 Februari 2017. Keluarga pasien juga mengaku bahwa pasien sering membentak istrinya. Semenjak saat itu pasien mulai mengurung diri. Menurut istri pasien. Pengalaman Baik Pasien merasa nyaman dan saling percaya dengan pemeriksa serta merespon dengan baik pertanyaan pemeriksa b. Pasien juga pernah menggunakan obat THD 2 tahun yang lalu karena bertengkar dengan istri. Emosi yang Terlibat Kasus ini menarik untuk dibahas karena pasien kooperatif dan juga ini baru yang kedua kali pasien masuk RSJ sehingga perlu digali lebih lanjut mengenai kehidupannya dan masalah yang selama ini pasien rasakan C. B. tidak mau kerja dan tidak melakukan aktivitas apapun serta pasien mulai sering menganggap kalau mobil baru yang lewat depan rumah pasien adalah miliknya. Pasien juga sering merasa bahwa telah mempunyai motor di Dealer dan belum di antar. tidak mau makan. Evaluasi a. pasien juga sering bicara tidak jelas. Pasien mengaku bahwa pasien sering mendengar bisikkan dan pasien juga dapat melihat orang-orang yang sudah meninggal dunia. Selain meminum obat pasien juga pernah meminum alkohol pada saat SMA. Pasien merasa bahwa mobil itu dipinjam oleh tetangganya sehingga membuat pasien mengamuk karena ingin mobil itu dikembalikan. Tetapi minum obatnya hanya sekali. Menurut keluarga pasien. pasien sering berbicara sendiri.

1. karena gejala sasaran obat untuk menghilangkan gejala psikotik. thought broadcasting). Pada pasien dengan skizofrenia. arus pikiran terputus.D.dan afek menyempit yaitu ekspresi pasien sangat sedikit dan terbatas. gangguan persepsi seperti halusinasi. didapatkan gangguan persepsi. irelevan atau neologisme.3 Pada pasien ini. hal ini disebabkan karena memenuhi kriteria skizofrenia dan dapat digolongkan pada tipe paranoid karena dilihat dari adanya waham (waham kebesaran) dan halusinasi yang menonjol pasien sehingga didiagnosis kedalam Skizofrenia Paranoid (F20. dapat diklasifikasikan dalam Skizofrenia Paranoid. thought insertion. 4 . atau gangguan isi piker seperti waham (delusi). dan gejala negative seperti apatis. dimana pasien selalu mendengarkan bisikan dan pasien bisa melihat dan berdikskusi dengan orang yang telah lama meninggal. Gangguan emosi berupa mood disforia. derealisasi. yang bekerja secara tipikal atau spesifik pada reseptor dopamine di otak. respon emosional tumpul dan tidak wajar. thought withdrawal. kasus ini merupakan pasien dengan skizofrenia.Psikofarmaka yaitu dengan memberikan obat psikotropik antipsikotik. ataupun gangguan akibat penyalahgunaan NAPZA.suatu neurotransmitter yang bertanggungjawab pada mood. Hal ini dapat dijelaskan dari terpenuhinya criteria diagnostic berdasarkan PPDGJ III yaitu terdapat setidaknya 1 dari gejala psikotik berikut: adanya gangguan pikiran (thought of echo. Pasien tidak digolongkan kedalam gangguan mental organic.0). pekerjaan dsb. yaitu halusinasi auditorik dan visual. Adapun untuk tipe skizofrenia. terapi yang diberikan yaitu psikofarmaka dan non-psikofarmaka. atau setidaknya 2 dari gejala berikut: halusinasi panca indera apa saja yang menetap. ilusi. karena berdasarkan riwayat pasien tidak pernah sebelumnya/tidak sedang menderita penyakit fisik tertentu. bicara jarang. depersonalisasi. perilaku katatonik. Adapun yang diberikan yaitu jenis tipikal: haloperidol Obat ini merupakan obat golongan butirofenon. dimana gejala telah berlangsung selama >1 bulan dan harus ada perubahan hidup pasien dalam halperilaku. Analisis Berdasarkan deskripsi kasus diatas.

Panduan Praktis Penggunaan Klinis Obat Psikotropik (Psychotropic Medication). Pasien ini juga diberikan obat Diazepam injeksi ampul 10mg/2cc karena gelisah. baik gejala positif atau gejala negative. 2013. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkas dari PPDGJ-III. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya. Jakarta. dengan pemilihan obat pertama yaitu haloperidol dosis rendah. DAFTAR PUSTAKA 1. Pasien skizorenia diterapi dengan pemberian antipsikosis.4Pada pasien ini diberikan dosis inisial dengan tablet 5 mg 2x2 .tingkah laku. Gangguan skizofrenia dapat ditegakkan berdasarkan adanya gejala psikotik oleh pasien. Obat ini merupakan relaxan otot. Skizofrenia tipe paranoid ditandai dengan adanya halusinasi dan waham yang menonjol . psikoterapi edukatif. Untuk terapi non-psikofarmaka. Jakarta. Hadisukanto G. Elvira S.5 mg. Maslim R. dapat dibedakan atas psikoterapi suportif. 2001. Kesimpulan . berdasarkan tujuannya. Jakarta. tablet 1. psikoterapi rekonstruktif. Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atma Jaya.5 dan tablet 5 mg.3 E. Buku Ajar Psikiatri Edisi Kedua. 3. 2. 2007. dapat dilakukan psikoterapi. Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 0. 5 . seperti PPDGJ III . Maslim R. yang memenuhi pedoman diagnostic.