Penilaian

 Ujian (UTS + UAS) = 50%
 Tugas = 10 %
 Quiz = 10%
Stuktur atom  Praktikum = 30%

dan SPU
Oleh :
Tim Dosen Kimia Dasar FTP
2012

Materi
1. Struktur atom dan Sistem periodik unsur
2. Ikatan Kimia
3. Stoikiometri
4. Konsep Larutan dan koloid
Sebelum
UTS Life is Chemistry
5. Teori Asam Basa
6. Redoks dan elektrokimia
7. Analisis spektrofotometri There is no life without
8. Larutan penyangga chemistry ^_*
9. Analisis Kimia
10. Kesetimbangan kimia Setelah
UTS
11. Termokimia
12. Kinetika reaksi

Tim dosen KD FTP UB

ilmu kimia MATERI
 Ilmukimia adalah ilmu yang mempelajari  Materiadalah sesuatu yang menempati
mengenai komposisi, struktur, dan sifat zat ruang dan mempunyai massa. Materi
atau materi dari skala atom hingga molekul dapat berupa benda padat, cair,
serta perubahan atau transformasi dan maupun gas.
interaksi mereka untuk membentuk materi.

Kimia Analitik
Kimia Lingkungan
Kimia Fisik
Kimia Material
Kimia Kimia Organik
Kimia Nuklir
Kimia Anorganik
Kimia Pangan
Biokimia

Tim dosen KD FTP UB Tim dosen KD FTP UB

 Ciri campuran homogen:  Ketika gula dicampurkan dengan air. akan tampak heterogen.tidak ada bidang batas antar komponen terbentuk larutan gula (campuran gula dan penyusunnya air). cat. Tim dosen KD FTP UB Tim dosen KD FTP UB Campuran Larutan  Campuran  dua atau lebih zat yang masih  Larutan adalah campuran homogen mempunyai sifat asalnya. Unsur Senyawa  Unsur  tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain dengan reaksi kimia biasa.  Senyawa kimia adalah zat kimia yang  Unsur : terdiri dari dua atau beberapa unsur yang dapat dipecah-pecah lagi menjadi 1. koloid.  Ex : H2O. 1. NH3  Partikel terkecil dari unsur adalah atom  inti atom (nukleus) dikelilingi oleh elektron. Campuran ini masih mempunyai sifat gula (yaitu manis) dan sifat air. Tim dosen KD FTP UB Tim dosen KD FTP UB Suspensi Koloid  Suspensi adalah campuran heterogen yang  Koloid adalah campuran heterogen yang merupakan campuran zat padat dan zat terdiri dari dua zat atau lebih dimana partikel cair.  Batas antar komponen dapat dibedakan tetapi jika diamati dengan mikroskop ultra tanpa perlu menggunakan mikroskop. koloid (zat terdispersi) tersebar merata dalam media pendispersi. dan periode dalam SPU.  Unsur  dibedakan oleh jumlah proton dan elektron  Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur  Sifat unsur  diklasifikasikan dalam golongan penyusunnya. Logam unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi 2.  Ukuran partikel lebih dari 1 mm  Secara makroskopis koloid tampak homogen.  Contoh: santan. kimia.  Contoh: campuran kapur dan air Tim dosen KD FTP UB Tim dosen KD FTP UB . Homogen : larutan 2. susu. Heterogen : suspensi. non-logam. .komposisi di seluruh bagian adalah sama  Campuran :  Komponen larutan  pelarut (solven) dan zat terlarut (solut). akan . Suspensi tampak keruh dan zat yang tersuspensi lambat laun terpisah karena  Ukuran partikel : 1 – 100 nm gravitasi.

membentuk campuran. Kadar biasanya  Atom adalah bagian terkecil dari unsur yang tidak dinyatakan dalam: mungkin dibagi lagi. Teori atom Dalton  Komposisi campuran tidak tetap. ikatan. oleh karena itu sususan zat dalam campuran  Setiap materi terdiri atas partikel yang sangat kecil dinyatakan dalam kadar zat yang disebut atom.  Dua atom / lebih dapat bergabung membentuk molekul dengan perbandingan tertentu  Hk perbandingan tetap : perbandingan massa unsur yang menyusun zat adalah tetap  Atom tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan dan tidak dapat diubah menjadi atom lain melalui reaksi kimia.  Hk Kekekalan massa : jumlah massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama  Kelemahan : tidak menjelaskan sifat listrik materi. reaksi nuklir Tim dosen KD FTP UB Tim dosen KD FTP UB Hukum Perbandingan Tetap Hukum Perbandingan Tetap (Joseph Proust) (Joseph Proust) Dalam senyawa FeS2 Dalam senyawa FeS massa Fe (g) massa S (g) Massa Fe : massa S massa Fe (g) massa S (g) Massa Fe : massa S 56 32 7:4 56 64 7:8 28 16 7:4 28 32 7:8 14 8 7:4 14 16 7:8 massa Fe : massa S = selalu tetap 7:4 massa Fe : massa S = selalu tetap 7:8 (1 x Ar Fe) + (1 x Ar S) = (1 x 56) : (1 x 32) (1 x Ar Fe) + (2 x Ar S) = (1 x 56) : (2 x 32) =7:4 =7:8 15 16 Tim dosen KD FTP UB Tim dosen KD FTP UB Hk Kekekalan Massa Model atom Thomson C2H5OH + O2 → CO2 + H2O  Atom tersusun dari elektron yang tersebar massa C2H5OH + massa O2 = massa CO2 + massa H2O merata dalam bola bermuatan positif  roti kismis CaCO3 → CaO + CO2  Atom bersifat netral massa CaCO3 = massa CaO + massa CO2  Kelemahan: tidak dapat menjelaskan posisi muatan positif dan negatif Fe + 2 S → FeS2 massa Fe + massa S = massa FeS2 Tim dosen KD FTP UB .

Heisenberg  momentum dan kedudukan elektron tidak dapat ditentukan  Isotop : unsur yang memiliki nomor atom bersamaan. dan sebaliknya  Kelemahan : tidak dapat menerangkan  Kelemahan : hanya menjelaskan spektrum dari mengapa elektron tidak jatuh ke inti atom akibat gaya elektrostatik atom / ion yang mengandung satu elektron. Pengisian elektron dimulai dari kulit bagian  Cara pengisian elektron : dalam  aturan Aufbau 1.  sifat kimia unsur banyak lebih elektron yang memiliki energi sama. Tim dosen KD FTP UB . p. f) orbital s. dst)  Aturan Hund tentang multiplisitas berlaku untuk 2. tetapi jumlah neutron sama. dan tidak dapat menjelaskan pembentukan molekul Model atom Modern Struktur atom Nomor massa A  Teoriini dikembangkan berdasarkan Nomor atom Z X mekanika kuantum : Z= jumlah proton = jumlah elektron 1. de Broglie  . d.ateri bersifat dualisme. mempunyai sifat yang mirip. Cara per kulit ( K. ditentukan oleh elektron valensinya. elektron bermuatan negatif dengan lintasan  Massa atom terkonsentrasi pada inti atom tertentu dan tingkat energi tertentu  Elektron dapat berpindah dari tingkat energi  Atom bersifat netral karena jumlah muatan positif dan negatif sama rendah ke tingkat energi tinggi dengan menyerap energi. N.  Nomor Massa adalah jumlah Proton dan sebagai materi dan gelombang Netron (dilambangkan dengan A) 2. menempati ruang tertentu dalam atom yang disebut orbital  Isobar : unsur yang memiliki nomor atom berbeda tetapi nomor massa sama Tim dosen KD FTP UB Konfigurasi elektron Konfigurasi elektron  Aturan pengisian elektron :  Konfigurasi elektron : pengisian atau persebaran 1. Unsur yang Sehingga satu orbital hanya dapat ditempati oleh dua elektron dengan spin yang berlawanan mempunyai elektron valensi sama. M. p. Schrodinger  kedudukan elektron dalam  Isoton : unsur yang memiliki nomor atom atom merupakan kebolehjadian untuk berbeda. Jumlah maksimum elektron pada kulit : 2n2 elektron pada kulit atom 2. L. Model atom Rutherford Model atom Bohr  Atom terdiri dari inti bermuatan positif yang  Atom td inti bermuata positif yang dikelilingi dikelililngi elektron. Cara per sub kulit ((s. yang dapat ditentukan adalah sama tetapi neutron berbeda kebolehjadian menemukan elektron 3. Jumlah maksimum elekton kulit terluar : 8 3.d dan f  Elektron valensi adalah elektron yang terdapat  Larangan Pauli menyatakan tidak ada 2 atau pada kulit terluar.

1.…dst)  Nilai n besar Semakin besar nilai n. Atom Sub kulit atom Atom  Orbital  menyatakan kedudukan (tk energi.2. bentuk serta orbital)  4 bilangan kuantum Kulit  Bilangan kuantum Utama (n)  Bilangan kuantum Azimuth (l)  Bilangan kuantum Magnetik (m) Sub kulit  Bilangan kuantum spin (s) Orbital  nilainya ganjil Bilangan kuantum Bil kuantum utama (n) Bil kuantum utama (n)  Menyatakan ukuran dan tingkat energi orbital  Jenis kulit-kulit  K. semakin besar Jenis Kulit Nilai n ukuran orbital (semakin besar jarak rata-rata elektron dalam orbital dari inti atom)  Energi K 1 makin besar L 2  Nilai n  menunjukkan kulit atom M 3 N 4 Bil kuantum azimut (l) Bil kuantum azimut (l)  Menyatakan subkulit tempat elektron berada dan bentuk orbital serta menentukan besarnya momentum sudut Kulit Nilai n Nilai l subkulit elektron terhadap inti.1. Maksimal nilai l = n – 1 . M. N.3 4s 4p 4d 4f mungkin sama atau lebih besar dari bilangan kuantum utamanya.  Memiliki nilai bilangan bulat positif (1. dst. L.1 2s 2p sampai n-1 M 3 0.. K 1 0 1s  Nilai bilangan kuantum azimut yg diijinkan yaitu semua bilangan bulat mulai dr 0 L 2 0.3.2.2 3s 3p 3d  Jadi nilai bilangan kuantum azimut tidak N 4 0.

3p5 orbital yang ditempati 2. -1. Bil kuantum magnetik (m) Bil kuantum spin(s)  Bilangan kuantum magnetik  letak orbital yang ditempati e. +1.dalam subkulit. +3 Contoh  Pertanyaan:  Bagaimana menyatakan keempat bilangan kuantum dari elektron 3s1 ?  Jawab:  Keempat bilangan kuantum dari kedudukan elektron 3s1 dapat dinyatakan sebagai. 0. +1. l = 0 . +2 3 -3. +1 2 -2. +2.½ dan dalam 0 0 orbital dituliskan dengan tanda panah ke bawah) 1 -1. -1. n= 3 . 0. Bilangan kuantum  menunjukkan arah perputaran elektron pada magnetik (m) mempunyai harga (-l) sampai harga sumbunya (+l)  arah rotasi : searah jarum jam (nilai s = + ½ dan dalam orbital dituliskan dengan tanda panah ke Nilai l Nilai m atas  berlawanan arah jarum jam (nilai s = . 0. m = 0 . atau -1/2 Soal Konfigurasi elektron  Konfigurasi elektron menggambarkan  Bilangan kuantum dari : lokasi semua elektron menurut orbital- 1. s = +1/2 . Urutan tingkat energi : 1s 2s 2p 3s 3p 4s 3d . 4s2 3. -2. 4f8  Prinsip Aufbau: Elektron akan mengisi orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih rendah dahulu baru orbital atom yang tingkat energi relatifnya lebih tinggi .

FLV SPU Blok  SPU disusun berdasarkan kenaikan nomor atom dan kemiripan sifat Selain dalam bentuk golongan / periode. 4. Blok f  gol lantanida dan aktinida transisi/peralihan (transisi dalam) . Atom 55Cs mempunyai energy sama. Blok p  gol IIIA sampai VIIIA  Golongan A disebut Golongan Utama 3. Aufbau Konfigurasi elektron  Azas Larangan Pauli :“Tidak boleh ada dua elektron dalam satu atom yang memiliki ke empat bilangan  Tuliskan konfigurasi elektron dari : kuantum yang sama”. baru kemudian berpasangan. Blok s  gol IA dan IIA  Golongan dibagi atas: 2.  Periode disusun menurut nomor atom dibagi dalam bentuk blok :  Golongan disusun menurut kemiripan sifat 1. Ion Mg2+ spin yang paralel. Atom 35Br  Aturan Hund : pengisian elektron pada orbital yang 2. Ion Cl- video\scandium. 1. Blok d  gol IIIB sampai IIB (transisi)  Golongan B disebut golongan 4. mula-mula elektron menempati orbital secara sendiri-sendiri dengan 3.

tetapi senyawa. Kr  Keelektronegatifan :Kemampuan suatu atom untuk : pengisi lampu fluoresensi menarik elektron dari atom lain. melepaskan elektron terluar suatu atom  Berada di alam dalam bentuk monoatomik (dinyatakan dalam satuan kJ mol–1)  Kegunaan : He : pengisi balon udara. Ar : pengisi lampu pijar. IIIA ns2np1 Boron bereaksi hebat dengan air IVA Ns2np2 Karbon  Mudah larut dalam air VA Ns2np3 Nitrogen VIA Ns2np4 Oksigen VIIA Ns2np5 Halogen VIIIA Ns2np6 Gas mulia Golongan IIA Golongan VIIA  Golongan II A (Logam Alkali Tanah)   Golongan VII A (Halogen) membentuk basa. Br : merah.valensi membentuk basa yang larutdalam air. Ne : lampu reklame. mudah terbakar. Cl : hijau muda. tapi lebih rendah  Disebut halogen karena pembentuk garam dibandingkan logam alkali  Semua unsur halogen beracun dan  Mempunyai eV 2 berwarna  F : kuning muda.  Periode  letak sub kulit (n)  Semua logam alkali tergolong lunak dan Golongan Elektron valensi Nama golongan ringan IA ns1 Alkali  Mempunyai 1 elektron valensi yg mudah IIA ns2 Alkali tanah dilepas  paling aktif.  Sifatnya reaktif. I : ungu Golongan VIIIA SPU  Jari jari atom : jarak dari inti atom sampai kulit  Golongan VIII A (Gas Mulia) gas yang terluar sangat stabil (inert)  kulit terluarnya terisi penuh  Energi ionisasi : Energi yang diperlukan untuk  Sangat sukar bereaksi dengan unsur lain.  Afinitas elektron : Energi yang dibebaskan apabila suatu atom menerima elektron. Golongan Golongan IA  Golongan I A (Logam Alkali)   Golongan  jumlah e. .  Unsur non-logam yang sangat reaktif  senyawanya kurang larut dalam air mudah menerima 1 elektron  Umumnya ditemukan dalam bentuk  Membentuk ion (garam) dengan tk oksidasi senyawa endapan dalam tanah -1.

SPU be smart and Jari-jari Makin besar Good luck ^_* Keelektronegatifan makin kecil Energi ionisasi makin kecil Afinitas elektron makin kecil .