You are on page 1of 12

MAKALAH PENGENALAN PROGRAM STUDI MAHASISWA

2014
IODOMETRI

JURUSAN ANALIS KESEHATAN

DISUSUN OLEH :

NAMA : RAHMIATI PUTRI TIYANESAH

JURUSAN : ANALIS KESEHATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN PALEMBANG

2014-2015

E0= 0. 1 BAB II IODIMETRI / IODOMETRI .08 v I2 + 2 e ↔ 2 I.+ 14H+ + 6e → Cr3+ + 7H2O E0=1. kemudian I2 dititrasi dengan Tio menggunakan indikator kanji dari warna biru menjadi tak berwarna Oksidator (analat) + I2 ↔ Reduksi (analat) + I2 I2 + 2 Na2S2O3 ↔ Na2S4O6 + 2 NaI ½ reaksinya sebagai berikut: S4O6 2. Dalam metoda ini analat berbentuk oksidator dimana dalam reaksinya analat selalu direduksi oleh KI sehingga melapas I2.atau SO4 2- Misal: Cr2O72. kemudian akan berubah menjadi SO3 2.535 v Dimana daya reduksi I cukup besar. reaksi berjalan cepat dan sempurna.+ 2 e ↔ 2 S2O3 2.sebagai oksidator.53v I2 + 2e ↔ 2I.E0=0. dimana Cr2O7 2. karena oksidator lain tak dapat merubah S2O3 2-menjadi S4O6 2-.→ I2.dalam hal ini akan mengoksidasi I. sehingga Yodometri ∞ Oksidimetri. BAB I PENDAHULUAN Titrasi iodometri termasuk kedalam titrasi tidak langsung dengan larutan penitarnya adalah Tio (Na2S2O3) dimana Ion iodida digunakan sebagai pereaksi reduksi. maka Cr2O7 2.E0= 0.535v E0 Cr2O7 2-˃ E0 I2.

sebagai contoh. dan aplikasi dari proses iodometrik cukup banyak. arsenik(III). Iodimetri adalah penyelidikan untuk mengetahui kadar suatu zat dengan menggunakan larutan standar iodium. Iodimetri dan iodometri termasuk titrasi reduksi oksidasi dimana dalam reaksi redoks ini terjadi tranfer elektron dari pasangan pereduksi ke pasangan pengoksidasi yang pada umumnya ditulis sebagai berikut : red oks + ne dimana : red menunjukan bentuk tereduksi. lebih kuat. . Dilain pihak ion iodida adalah agen pereduksi yang termasuk kuat. sedangkan iodometri adalah titrasi terhadap iodium yang dibebaskan dari suatu reaksi kimia. timah(II). Hiopidit ini sangat tidak stabil dan dengan segera dapat berubah menjadi iodidat. iodium dapat bereaksi dengan ion hidorksil membentuk hipoiodit dan iodida. n adalah jumlah dan e adalah elektron. senyawa serium(IV). dan kalium dikromat. Iodium merupakan oksidator yang relatif lemah. banyak agen pereduksi yang cukup kuat untuk bereaksi dengan ion iodida. iodine dipergunakan sebagai sebuah agen pereduksi (iodometri). Dalam keadaan demikian oksidasi potensial dari reduktor tersebut menjadi minimal sedangakan kekuatan mereduksinya menjadi maksimal. Reaksi-reaksi yang terjadi meliputi perubahan bilangan oksidasi atau perpindahan elektron- elektron dari zat-zat yang bereaksi. ion Fe(II). Pada persamaan reaksi diatas terlihat bahwa oksidasi adalah suatu proses dimana zat kehilangan elektron dan reduksi adalah proses dimana suatu zat memperoleh elektron. Prinsip dari iodi/iodometri adalah reaksi reduksi oksidasi. Namun demikian. sulfida. PEMBAHASAN Iodin adalah sebuah agen pengoksidasi yang jauh lebih lemah dari pada kalium permanganat. oks adalah bentuk terosidasi. Sebab pada iodimetri iodium yang ada merupakan reagen yang diberikan dalam reaksi tersebut. sedangkan pada iodometri iodium yang terbentuk merupakan hasil reaksi. dan ferosianida. sulfit. Beberapa kimiawan lebih suka menghindari istilah iodi/iodometri. IODIMETRIK LANGSUNG (IODIMETRI) Subtansi-subtasi penting yang cukup kuat sebagai unsur-unsur reduksi untuk dititrasi langsung dengan iodin adalah tiosulfat.dan sebagai gantinya mengatakan proses-proses iodometrik langsung dan tak langsung.A. Dalam proses-proses analitis. 2 B. I2 dapat bereaksi secara kuntitaif dengan reduktor kuat dan reduktor lemah. Dalam suasana basa. antimony(III).

dan terkadang kondisi ini dipergunakan dalam mendeteksi titik akhir dari titrasi. As2O3 paling sering dipergunakan. Iodin juga memberikan warna ungu atau violet yang intes untuk zat-zat pelarut seperti karbontetraklorida dan klorofrom. Dalam penentuan timah dan sulfit. seperti asam borat dutambahkan sebagai bahan pengawet. Jika konsentarasi ion hidrogen diturunkan. dantitrsai akan memberikan hasil-hasil yang sempurna. . Standarisasi terhadap sebuah standar primer. menggunakan natriun bikarbonat. Indiakator Kanji Iodin dapat bertindak sebagai indikator bagi dirinya sendiri. larutan yang sedang dititrasi harus dilindungi dari oksidasi oleh udara. Titrasi dengan arsenic(III) membutuhkan sebuah larutan yang sedikit alkalin. reaksi dipaksa bergeser ke kanan dan dapat dibuat cukup lengkap sehingga bisa digunakan untuk titrasi.Pembuatan larutan iodin Iodine hanya larut dalam sedikt air (0. Laruta-larutan kanji dengan mudah didekomposisinya oleh bakteri dan biasanya sebuah subtansi. sehingga boraks atau natrium karbonat seringkali ditambah sebagai bahan pengawet. Suatu kelebihan kalium iodide ditambahka untuk meningkatkan kelarutan dan untuk menurunkan keatsirian iodin. Standarisasai Larutan-larutan iodin standard dapat dibuat melalui penimbangan langsung iodin murni dan pengenceran dalam sebuah labu volumetrik. C. Na2S2O3. IODOMETRIK TAK LANGSUNG (IODOMETRI) Banyak agen pengoksidasi yang membutuhkan suatu larutan asam untuk bereaksi dengan iodin. Titrasi hidrogen sulfida sering kali dipergunakan untuk menentukan belerang didalam besi atau baja. natrium thiosulfat biasanya dipergunakan sebagai titrannya. Warna birugelap dari kompleks iodin-kanji bertindak sebagai tes yang amat sensitif untuk iodin. Biasanya larutan dinaggap apda pH sedikit diatas 8.00134 mol/liter pada 25ºC) namun larut dalam cukup banyak larutan-larutan yang mengandung ion iodida. Beberapa penentuaan yang dapat dilakukan melalui titrasi langsung dengan sebuah larutan iodin standar. Natrium Thiosulfat 3 Natrium thiosulfat umumnya dibeli sebagai penhidrat. dan larutan-larutan tersebut tidak stabil pada jangka waktu yang lama. 5H2O.

dan padat serta larutanya amat stabil. seperduabelas dari berat molekulnya atau 32. sebuah iodometrik. Berat ekivalen dari kalium dikromat adalah seperenam dari berat molekulnya. reaksi ini juga hanya membutuhkan sedikit ion hidrogen untuk menyelesaikan reaksi. Kerugian utama dari kedua garam ini sebagai standar primer adalah bahwa barat ekivalen mereka kecil.+ S4O62- Jika pH dari larutan diatas 9.49.+ 2SO42. namun kecepatanya dapat ditingkatkan dengan menaikan konsentrasi ion hidrogen. Biasanya sebuah amonium molibdat ditambah sebagai katalis. tidak higroskipik. Reaksi bromat berjalan lebih lamabat. 2I. Untuk memperoleh hasil terbaik. Senyawa ini mempunyai berat ekivalen yang cukup tinggi.Iodin mengoksidasi tiosulfat menjadi ion tetrationat : I2 + 2S2O32. tiosulfat teroksidasi secara parsial menjadi sulfat : 4I2 + S2O32.+ 5H2O 8I.67 dan KBrO3 adalah 27. KIO3. Kalium iodidat dan Kalium Bromat Kedua garam ini mengoksidasi iodida secara kuantitaif menjadi iodin dalam larutan asam. Bereat equivalen adalah seperenam dari berat molekular. Telah ditemukan bahwa iodin ditahan oleh adsorpsi pada . Reaksi iodatnya berjalan cukup cepat. HIO3.84.+ 10H+ Standarisasi larutan-larutan tiosulfat Iodin murni adalah stnadar yang paling jelas namun jarang dipergunakan karena kesulitannya dalam penanganan dan penimbangan yang lebih sering dipergunakan adalah stanadar yang terbuat dari suatu agen pengoksidasi kuat yang akan membaskan ion iodin dari iodida. dimana berat ekivalen KIO3 adalah 35. 4 Tembaga Tembaga murni dapat dipergunakan sebgai standar primer untuk natrium tiosulfat dan disarankan untuk dipakai ketika tiosulfatnya akan dipergunakan untuk menentukan tembaga. Garamkalium asam iodidat. seposi kecil natrium bikarbonat atau es kering ditambahkan kelabu titrasi. dapat juga dipergunakan sebagai standar primer namun berat ekivalenya juga kecil. Kalium Dikromat Senyawa ini bisa didapat dengan tingkat kemurnian yang tinggi.

Larutan mengandung alkaohol. Penentuan-penentuan Ioometrik Penentuan iodometrik tembaga banyak dipergunakan baik untuk bijih maupun paduannya. Kepekaan warna indikator akan menurun apabila : 1. Mudah didapat 3. MENENTUKAN TITIK AKHIR TITRASI Larutan iodium dalam air yang mengandung iodida berwarna kuning sampai coklat tergantung kadarnya. Suhu dinaikan 2. maka digunakan indikator amilum. Iodium dapat berlaku sebagai indikator sendiri tapi penglihatan kurang dapat menagkap perubahan warnanya. pada konsentrasi alkohol >50% menjadi tidak berwarna Keuntungan menggunakan indikator amilum : 1. Dalam lingkungan asam kuat amilum tidak dapat digunakan sebagai indikator karena amilum akan terhidrolisa. Kalium tiosianat biasanya ditambahkan sesaat sebelum titik akhir titrasi tercapai untuk menyingkirkan iodin yang diadsorbsi. Harganya murah 2. Dalam suasana asam kuat akan terhidrolisa .permukaan dari endapan tembaga(I) iodida dan harus dipindahkan untuk mendapatkan hasil-hasil yang benar. D. Metoda ini memberika hasil-hasil yang sempurna dan lebih cepat daripada penentuan elektrolotik tembaga. Tidak stabil mudah terhidolisa menjadi dekstrin 3. Sukar larut dalam air dingin 5 2. Perubahan warna pada titik akhirtitrasi jelas Kerugian/keburukan menggunakan indikator amlilum : 1.

sehingga penambahanya tidak perlu mendekat t. untuk mempertinggi larutannya maka iodium dilarutkan dalam larutan KI sehingga terbentuk tri ioda.a. yaitu: a.t kadar larutan + CCl4/CS2/CHCl3yang akan turu ke dasar labu titrasi dengan warna merah violet karena I2 terlarut didalamnya. dan CS2 (tidak dapat bercampur dengan air) pada saat mendekati t.t 5. Tidak higroskopis 2. Larutan amilum dengan iodium menjadi kompleks yang sukar larut maka pemberian amilum mendekati t. Mengatasi keburukan-keburukan tersebut. Reaksi ini dikatalisir oleh cahaya. dengan jalan menggunakan tepung Natrium glikolat (sebagai pengganti amilum) yang sifatnya lebih baik dari pada amilum : 1. Jika larutanya sangat encera kan terjadi pergeseran titik akhir titrasi. CHCl3. Pada larutan yang encer. makin besar kelarutan I2 didalamnya. 5.4.t Na-glikolat dengan larutan iodium pekat berwarna hijau dan bila kadar iodium turun berubah menjadi biru. Dimana I2 diikat oleh KI sehingga menpunyai tekanan uap yang lebih rendah dari pada air murni dan hasrat penguapannya berkurang.a. Pada penggunaan larutan Iodium sebagai titran ada kesealahan yang perlu diperhatikan. Kemudian titrasi dilanjutkan sambil dikocok keras samapai warna merah hilang. tidak terjadi pergeseran t. Dengan iodium tidak membentuk kompleks yang sukar larut. Penurunan kadar larutan selama penyimpanan disebabkan oleh reaksi Iodium dengan air 6 c. E. Zat-zat organik seperti CCl4.t. Makin besar kadar KI. Mudah larut dalam air 3. tambah pula iodida yang ada dalam larutan dapat dioksidasi oleh oksigen dari udara menjadi iodium .a. Hilanganya Iodium karena mudah menguap pada suhu kamar b. LARUTAN STANDAR LARUTAN STANDAR PRIMER Iodium sukar larut dalam air. Lebih stabil 4.a.

Proses Iodimetri jarang di lakukan karena kesukaran dalam penanganan dan penimbangannya. . 5H2O mempunyai kemurnian yang tinggi tetapi kadar airnya tidak tetap. 7 Proses Iodimetri biasanya digunakan untuk menentukan unsur-unsur separti : 1 Antimon . tetapi reaksi ini lebih lambat dari pada reaksi S2O3= denga iodium. Adanya CO2 dalam air yang digunakan untuk membuat larutan satandar dan juga karbon dioksida dari udara sehingga terjadi pengendapan dari sulfur. Kehilangan Iod yang disebabkan oleh sifatnya yang mudah menguap cukup besar mempengaruhi hasil penitaran. Ditmbah pengawet 3 tetes CHCl3 atau 10 mg HgI2/liter larutan c. thioparus Maka untuk menjaga kesetabilan larutan thiosulfat (supaya tahan lama). Larutan tiosulfat mudah diuraikan oleh bakteri. Larutan dibuat dengan aquadest yang venas carbón dioksida b. misalnya thibacilus. dilakukan tidakan-tindakan sebagai berikut : a. sehingga titrasi masih dapat dilakukan dalam suasana asam b. Kekeruhan terjadi akibat endapan dari belerang.LARUTAN SEKUNDER Larutan standar tiosulfat Na2S2O3 . larutan standar tiosulfat disebabkan oleh : a. Karena itu dapat digunakan sebagai larutan primer . Lindungi larutan dari cahaya. Hal ini disebabkan karena Larutan Iodida dapat dioksidasi oleh oksigan dari udara saat suasana asam. Oleh karena itu orang-orang lebih suka menggunakan proses yodometri karena hanya menambahkan KI dalam suasana asam Iod Iodida yang berlebih di titrasi oleh Tio dan penanganannyapun relative mudah di banding Iodimetri.

kecuali ion tartrat ditambahkan untuk pembentukan konpleks antimony dan menghindari pengendapan garam seperti SbOCl. Iodium merupakan pereaksi oksidasi jauh lebih lemah daripada kalium permanganate . penetapan secara Iodimetri adalah lebih sedikit di banding penetapan Iodometri.2 Arsen 3 Belerang 4 Sulfit 5 Timah Putih 6 Ferosianida Penentuan animon sama dengan yang untuk arsen. Reaksi antara iodium dan tio berjalan sempurna. jika larutan di netralisasikan. iodium digunakan sebagai pereaksi oksidasi dan ion iodide digunakan sebagai pereaksi reduksi. dan kalium dikromat. Dalam penentuan timah putih. Dalam proses analitik. ion iodide merupakan suatu pereduksi yang cukup kuat. Karena itu. larutan harus dilindungi dari oksigen dari udara. Titrasi sulfit sering di gunakan untuk penentuan belerang dalam besi atau baja. senyawa serium (IV).Sebaliknya. dan sulfat. 8 . Zat utama dalam suatu larutan Iodium dan KI adalah ion triodida.titrasi dilakukan dalam suatu buffer pH 8. lebih kuat dari ion Fe (II). Relatif beberapa zat merupakan pereaksi reduksi yang cukup kuat untuk di titrasi oleh iodium.

Karena apabila di tambahkan di awal penitaran I2 akan terarbsorpsi oleh kanji yang nantinya akan sulit untuk di lepas kembali. alasan kedua adalah biasanya iodometri dilakukan pada media asam kuat sehingga akan menghindari terjadinya hidrolisis amilum. warna tersebut cukup jelas karena konsentrasinya 5x10-6 M Iod masih dapat terlihat oleh mata. 9 . Sebagai titran digunakan larutan tio (Na2S2O3). indikator (kanji) ditambahkan saat mendekati TA. kuning muda dan seterusnya hingga warna larutan hilang. dimana hal ini ditandai dengan warna larutan menjadi kuning muda (dari oranye sampai coklat akibat terdapatnya I2 dalam jumlah banyak).Titrasi dilakukan dalam suasana asam dengan sampel bersifat oksidator dan titrannya bersifat reduktor. pengamatan titrasi memungkinkan menghemat larutan titrasi hanya 1 tetes Iod 0. kemudian berubah menjadi kuning muda. Indikator Penitaran pada yodometri sebenarnya dapat dilakukan tanpa penambahan indikator dari luar karena warna yang di titrasi I2 yang dititar oleh natrium tio sulfat lenyap setelah titik akhir (TA) tercapai. Pada saat penitaran berlangsung.05M. Indikator yang digunakan dalam titrasi ini adalah amylum atau kanji. namun lebih baik di tambahkan pati atau kanji yang banyak mengandung amilopektin. Warna tersebut mula-mula cokelat tua lalu berubah menjadi coklat muda. Bila di amati. C. alasannya kompleks amilum I2 terdisosiasi sangat lambat akibatnya maka banyak I2 yang akan terabsorbsi oleh amilum jika amilum ditambahkan pada awal titrasi. Penambahan amilum sebaiknya dilakukan saat menjelang akhir titrasi.

4.Berikut kelemahan-kelemahan kanji: 1. sehingga kanji tidak boleh ditambahkan terlalu dini dalam titrasi. Tidak dapat larut dalam air dingin 2. Kadang-kadang terdapat titik akhir yang hanyut yang mencolok bila larutan encer. Pada saat penitaran berlangsung. Dengan iod memberi suatu kompleks yang tak larut dalam air. Titrasi dilakukan dalam suasana netral atau sedikit basa dengan sampel bersifat reduktor dan titrannya bersifat oksidator. indikator kanji ditambahkan di awal penitaran. BAB III KESIMPULAN Titrasi iodimetri adalah salah satu titrasi redoks dimana titrasinya merupakan titrasi langsung. 10 . Sebagai titran digunakan larutan I2. Pada penetapan iodometri maupun iodimetri digunakan kanji sebagai indicator. Ketidakstabilan suspense dalam air 3.

google. . 2013. DAFTAR PUSTAKA www. Buku Pedoman Karya Tulis Ilmiah.com Tim Teknis KTI. Palembang: Akper Sapta Karya Palembang.