You are on page 1of 21

BAB 2

GAMBAR UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah Singkat Perusahaan
Pada tahun 1886 Medan menetapkan menjadi ibu kota daerah Sumatera Utara
dengan jumlah Penduduk yang bertambah pesat dari tahun ke tahun. Satu hal yang
makin lama semakin dibutuhkan adalah air minum, air untuk keperluan rumah
tangga dan air untuk pemadaman kebakaran. Medan kekurangan air yang ada
hanya sedikit itupun tidak dapat dikatakan bersih menurut standar kesehatan.
PDAM Tirtanadi di bangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda yang pada
tanggal 8 Desember 1905 yang diberi nama NV Waterleiding Maatschappij Ajer
Beresih. Pembangunan ini dilakukan oleh Hendrik Cornelius Van Den Honert
selaku Direktur Deli Maatschappij, Pieter Kolff selaku Direktur Deli Stenkolen
Maatschappij dan Charles Marie Hernkenrath selaku Direktur Deli Spoorweg
Maatschappij. Kantor pusat dari perusahaan ini berada di Amsterdam Belanda.
Pada saat itu air yang diambil dari sumber utama mata air Rumah Sumbul di
Sibolangit dengan kapasitas 3000 m3/hari. Air tersebut di transmisikan ke
Reservior Menara yang memiliki kapasitas 1200 m3/hari yang terletak di Jl.
Kapitan (Sekarang Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara).
Reservior ini terbuat dari besi dengan diameter 14 meter yang memiliki
ketinggian 42 meter dari permukaan tanah. Setelah kemerdekaan Indonesia,
perusahaan ini diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui
Pemerintah Indonesia.
Berdasarkan Perda Sumatera Utara No. 11 Tahun 1979, status perusahaan
diubah menjadi PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sejak Tahun 1991
PDAM Tirtanadi ditunjuk sebagai operator sistem pengolahan air limbah kota
Medan.
Dalam rangka pengembangan cakupan pelayanan air minum bagi masyarakat
Sumatera Utara, PDAM Tirtanadi melaksanakan kerjasama operasi dengan
sembilan PDAM di beberapa kabupaten di Sumatera Utara yaitu Simalungun,

6

Deli Serdang, Toba Samosir, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Mandailing
Natal, Nias, Nias Selatan, dan Samosir. Pada Februari 2009, PDAM Tirtanadi
Cabang Nias dikembalikan ke Pemerintahan Kabupaten Nias dengan
pertimbangan bahwa Pemkab Nias dan PDAM Tirtanadi Umbu telah memiliki
kemampuan didalam pengolahan PDAM di Gunung Sitoli.
Pada tanggal 10 September 2009, telah ditandatangani Peraturan Daerah
Provinsi Sumatera Utara No. 10 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirtanadi
yang menyatakan bahwa tujuan pokok PDAM Tirtanadi adalah untuk mengelola
dan menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan
kesehatan dan untuk mengembangkan perekonomian daerah, meningkatkan
pendapatan daerah, serta meningkatkan kualitas lingkungan dengan memberikan
pelayanan pengumpulan dan penyaluran air limbah melalui sistem perpipaan
dalam rangka untuk mencapai kesejahteraan masyarakat pada umumnya.
Memperluas daerah pelayanan PDAM Tirtanadi, baik di kota Medan dan
sekitarnya maupun di daerah KSO/KSM, jumlah penduduk yang dilayani juga
mengalami peningkatan yang cukup pesat. Sebagai gambaran bahwa pada tahun
2004 PDAM Tirtanadi Medan mempunyai 335,339 pelanggan yang melayani ±
53.4% penduduk didaerah pelayanan, terdiri dari 294,821 pelanggan di kota
Medan dan sekitarnya, serta 40,518 pelanggan di daerah pelayanan KSO/KSM.
Khusus wilayah kota Medan dan sekitarnya, PDAM Tirtanadi sudah melayani ±
79,5% dari jumlah penduduk yang ada.

Huruf T Huruf T menyerupai pipa logo PDAM Tirtanadi menggambarkan lingkup tugas PDAM Tirtanadi yang sebagian besar berhubungan dengan masalah perpipaan. Selain itu juga PDAM Tirtanadi menyediakan sarana pelayanan air limbah.1 Logo PDAM Tirtanadi Setiap bagian dalam logo PDAM Tirtanadi memiliki makna dan ukuran standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan sesuai dengan surat Keputusan tentang makna dan ukuran logo PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara.2 Makna Logo PDAM Tirtanadi Gambar 2. 1. Tebal garis lingkaran dalam 2 mm 2. Garis tengah lingkaran dalam 74 mm b. 7 2. Lingkaran diterapkan berwarna biru dan memiliki ukuran sebagai berikut : a. Lingkaran Menggambarkan ruang lingkup dan tugas-tugas PDAM Tirtanadi yaitu melayani dan menyediakan sarana berupa air bersih secara berkesinambungan dan merata bagi masyarakat kota Medan dan sekitarnya. Disamping itu huruf T juga mengandung makna huruf awal .

Memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat Sumatera Utara dengan kualitas.3 Visi Dan Misi PDAM Tirtanadi Visi 1. Panjang tengah 70 mm c. Tebal gelombang 3 mm 4. Huruf ini ditetapkan warna biru dan memiliki ukuran sebagai berikut : a. 2. Panjang bawah 68 mm d. 8 Tirtanadi yang berarti : Tirta=Air dan Nadi=Hidup. Warna Biru Warna biru yang ada pada logo PDAM Tirtanadi bermaksud menyatakan suasana yang ditimbulkan oleh air. Menjadi salah satu perusahaan air minum unggulan di Asia Tenggara. . Tebal huruf 10 mm 3. Gelombang air ini berwarna biru dan memiliki ukuran sebagai berikut : a. Menggambarkan air siap minum secara berkesinambungan. 2. Tinggi huruf T 62 mm b. Misi 1. Meminimalkan keluhan pelanggan dengan mengutamakan pelayanan prima. Tiga Buah Gelombang Air Gelombang air berjumlah tiga buah pada logo PDAM Tirtanadi menggambarkan pelayanan air minum yang diberikan PDAM Tirtanadi kepada masyarakat secara continue melayani pelanggan air minum secara merata selama 24 jam perhari. Panjang atas 68 mm b. 3. Memperlakukan karyawan sebagai asset strategi dan mengembangkannya secara optimal. 4. konstitusi dan kualitas yang memenuhi persyaratan.

Menjadikan perusahaan sebagai salah satu sumber pendapatan Air Daerah Sumatera Utara. 9 5. Menjalankan pengelolaan air limbah kepada masyarakat Sumatera Utara dan mengembangkannya dimasa yang akan datang. 6. 6. efektifitas dan produktifitas untuk menghasilkan profit yang optimum. 3. transparan.4 Kebijakan Mutu Manajemen dan seluruh pegawai kantor pusat berkomitmen mendukung cabang. Melaksanakan seluruh aktivitas perusahaan yang berwawasan lingkungan. akuntabilitas dan responsibilitas sebagai bentuk pelaksanaan “Good Corporate Governance”. Meningkatkan efesiensi. manajemen dan seluruh pegawai kantor pusat bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajiban dengan : 1. 8. IPA dan Unit Kerja Terkait dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Untuk mencapainya kebijakan mutu tersebut. . kualitas air. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia. kuantitas air dan kontinuitas air untuk memuaskan pelanggan PDAM Tirtanadi dan stake holders dalam rangka mencapai visi perusahaan menjadi salah satu perusahaan air minum unggulan di Asia Tenggara. 5. Mengelola perusahaan dengan menerapkan prinsip kewajaran. Menyediakan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan dan kemampuan perusahaan. Untuk itu PDAM Tirtanadi menyediakan air bersih yang memenuhi standar kesehatan dan mengelola air limbah dengan tingkat kualitas pelayanan prima yang dapat dijangkau masyarakat guna mewujudkan lingkungan yang sehat sehingga menjadi PDAM Tirtanadi di Indonesia. Mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku. 4. 2. 7. 2. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik. Menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2000 dengan melakukan peningkatan terus menerus.

Cabang Deli Tua 6. Cabang-cabang ini turut membantu pusat untuk saling bekerjasama dalam meningkatkan produktivitas Sumber Daya Alam. Cabang-cabang PDAM Tirtanadi adalah : Zona 1 Meliputi : 1. Cabang Tuasan 8. Tapanuli Tengah 5. Adapun cabang-cabang yang berdiri dan dikelola untuk memberikan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat setempat. 10 Dalam pelaksanaan menyediakan air minum PDAM Tirtanadi memiliki cabang-cabang yang turut mengembang tugas dalam melaksanakan dan mewujudkan visi dan misi perusahaan. Cabang Padang Bulan 7. Yamin Zona 2 (Cabang KSO) meliputi : 1. Medan Kota 2. Toba Samosir . Sei Agul 3. Cabang Berastagi 11. Cabang Sunggal 10. Cabang Belawan 5. Cabang HM. Medan Denai 4. Cabang Deli Tua 3. Tapanuli Selatan 4. Cabang Amplas 9. KSO (Kerja Sama Operasional) 2.

Struktur tersebut juga harus memungkinkan pekerjaan semua bagian terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik. Struktur organisasi perusahaan yang disusun dengan baik dan jelas akan mencerminkan sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan digerakkan untuk mencapai suatu tujuan dari perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Struktur organisasi yang baik harus berfungsi sebagai alat pengatur maupun pengawasan usaha pelaksanaan mencapai tujuan perusahaan. Adapun organisasi tersebut adalah sebagai berikut : . Struktur organisasi harus sederhana dari sudut pandang ekonomis dan harus fleksibel sehingga apabila ada perluasan tidak mengganggu secara serius susunan- susunan bagian yang telah ada. Struktur Organisasi merupakan hasil dari proses pengorganisasian. garis komando dan informasi yang dihubungkan bagian organisasi tersebut. Melalui struktur organisasi maka tugas-tugas. sehingga usaha- usaha yang dilakukan dapat berjalan secara efisien dan efektif. 11 2.5 Struktur Organisasi PDAM Tirtanadi Pihak-pihak yang mengelola perusahaan diatur sedemikian rupa dalam suatu struktur organisasi. wewenang dan tanggung jawab setiap penjabat dapat diketahui dengan jelas dan tegas. Untuk perubahan mencapai keberhasilan yang diharapkan memperhatikan struktur organisasi perusahaan. Sehingga diharapkan setiap satuan-satuan organisasi dapat bekerja bersama-sama secara harmonis. yang merupakan salah satu unsur yang menentukan sukses tidaknya perusahaan mencapai tujuan yang diharapkan. jenjang dari masing-masing bagian. Dari bagian organisasi juga dengan mudah dapat dilihat banyak organisasi. Struktur Organisasi merupakan suatu kerangka dasar tertentu yang menunjukkan hubungan satuan organisasi.

ST Bambang Hermawan. Utama KABAG UMUM & PERSONALIA ASS I GUDANG ASS I KEUANGAN ASS I PENGAWASAN ASS I JARINGAN ASS I HUBLANG ASS II PEMASARAN Drs.2 Struktur Organisasi PDAM Tirtanadi . Armein H Siregar Nisfusa Faisal M. Armein H Siregar KABAG UMUM & PERSONALIA KABAG KEUANGAN KABAG PENGAWASAN KABAG JARINGAN KABAG HUBLANG KABAG PEMASARAN Drs. SE PEGAWAI TEKNIS ASS I KEUANGAN ASS I PENGAWASAN ASS II HUBLANG PEGAWAI PEGAWAI PEGAWAI PEGAWAI Samsul Bahri Siregar Zuhrina Imatama Rosana Sari N. 12 STRUKTUR ORGANISASI PDAM TIRTANADI CABANG PADANG BULAN KEPALA CABANG Drs. Armein H Siregar Ramli Alimuddin Siregar Gusnaedi Nazer Elfin Azwar. SE Ferdinand Din Aswan Amran. Rusli Amru Halomoan Harahap Ngalemisyah Syafril. SE Amru Halomoan Harahap Munawar Khalid Ramli Syamsir Nona Murni Darwin Edi Sumendra Syafruddin Irwansyah Putra. SE Ihutan ASS II KEUANGAN PEGAWAI PENGAWASAN Pardamean H ASS II HUBLANG Malia Harahap Ahmad Bahren Darus Daniel Sembiring Anita Meilina G HONOR KONTRAK SATPAM HONOR KONTRAK Intan Mustika Sari Nst Kurnia Danru Risnawan SPY PEGAWAI BAG PEGAWAI KONTRAK 7 Honor Kontrak ASS II HUBLANG/CS KEUANGAN Nursid Antonius Hasnida S Operator Lolita Imada Hasibuan SATPAM 10 Orang PEGAWAI HUBLANG Cheriyanto PEGAWAI HUBLANG/CS Tetty Pebriyany HONOR KONTRAK Nurul Hikmah Nst PEGAWAI PENCATAT METER 12 Orang 16 Orang Honor Kontrak Pegawai Pencatat Meter Gambar 2. SE Ir.

9. Kepala Bagian Keuangan 6. 6. 5. Kepala Bagian Pengawasan 4. 10. Menyampaikan data dan informasi kegiatan cabang kekantor pusat melalui perangkat sistem informasi atau sarana lain secepatnya. reduksi pemakaian air dan penyelesaian kasus. Melakukan koordinasi dengan unit kerja yang terkait. 7. 2. merawat sarana dan prasarana yang ada di cabang. Memelihara. Kepala Bagian Umum 2. Kepala Bagian Hubungan Pelanggan a. Kepala Bagian Jaringan dan Perpipaan 3. Mengupayakan semaksimal mungkin menurunkan tingkat kehilangan air. Tugas-tugas Kepala Cabang adalah sebagai berikut : 1.6 Pembagian Tugas. Memimpin dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan di cabang. b. Wewenang Dan Tanggung Jawab Berdasarkan struktur organisasi diatas dapat diuraikan tugas masing-masing sebagai berikut : 2.6. 13 2. 11. Memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggan air bersih atau air limbah. 8. Merencanakan dan melaksanakan program kerja cabang. Kepala Bagian Pemasaran 5. 4. Wewenang Kepala Cabang adalah sebagai berikut : .1 Kepala Cabang Membawahi : 1. Membuat dan menyusun anggaran tahunan cabang setelah berkoordinasi dengan unit kerja penyusun anggaran. 3. Memelihara hubungan kerja yang baik dengan sesama pihak yang berhubungan dengan cabang baik internal maupun eksternal. Mengusulkan kepada Kepala Divisi melalui Bidang Hubungan Langganan atas penurunan golongan tarif. Membuat dan menyampaikan laporan bulanan perkembangan cabang dilengkapi dengan evaluasinya.

Tanggung Jawab Kepala Cabang adalah sebagai berikut : 1. 4. . 6. memberikan sanksi sesuai kewenangannya. 2. Mengendalikan saldo rekening Koran pada jumlah yang telah ditetapkan dalam ketentuan. Tugas-tugas Kepala Bagian Umum / Personalia adalah sebagai berikut : 1. Merencanakan dan melaksanakan program kerja bagian Umum / Personalia. 4. Mengelola dana kerja sesuai dengan peruntukan yang telah ditetapkan. 6. 4. Melakukan koordinasi antar bagian yang ada dicabangnya. gudang. 5. 3. administrasi kepegawaian. Memproses dan melaksanakan pengadaan atau pembelian barang untuk kebetuhan cabang sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. 2.6. 2.2 Kepala Bagian Umum / Personalia Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang a. Melaksanakan semua tugas dalam cabang dan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala Divisi. 3. Membimbing. Membuat penilaian atas prestasi kerja. 5. Mengadakan barang-barang tertentu yang dibutuhkan sesuai dengan peraturan. 3. 2. Melakukan mutasi internal. Memberikan persetujuan setiap penggunaan dana kerja. 14 1. Memenuhi target-target yang telah di tetapkan dalam anggaran tahunan. Merekrut mitra kerja dan memberikan penilaian tas kinerjanya sesuai dengan kewenangan yang diberikan. c. Mengurus segala hal yang berkaitan dengan ketatausahaan. Memelihara dan merawat seluruh sarana dan fasilitas yang ada di cabangnya. Melakukan perbaikan atas kerusakan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan Bidang Sistem Jaringan apabila diperlukan. mengatur dan memberdayakan pegawai untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya. rumah tangga dan angkutan.

9. 8. Wewenang Kepala Bagian Umum / Personalia adalah sebagai berikut : 1. 2. 10. Memberikan rekomendasi kepada Kepala Cabang atas hal-hal yang berkaitan dengan mutasi. Menyusun dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pembinaan mental atau spiritual dan kesejahteraan pegawai. pembinaan. 6. bangunan dan taman sesuai dengan ketentuan. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Cabang sesuai dengan tugasnya. Tanggung Jawab Kepala Bagian Umum / personalia adalah sebagai berikut : 1. 7. pekerjaan mekanikal dan elektrikal. Mengarsipkan dan mengamankan surat-surat berharga dan dokumen perusahaan penting lainnya. Memproses penertiban surat perintah mulai kerja atau kontrak atau perjanjian untuk pengadaan. c. b. Mengurus dan mengelola barang-barang inventaris dan peralatan kerja. 3. Membimbing. pengembangan kualitas sumber daya manusia. mengatur dan memberdayakan pegawai untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya. Mendata hal-hal yang berkaitan dengan disiplin kepegawaian di cabangnya. 2. Menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan kerja dan senantiasa melakukan koordinasi dengan Kepala Satuan Pengawasan dalam hal pengaturan petugas Satuan Pengamanan. disiplin dan hak-hak pegawai. Membantu dan menyelenggarakan persiapan yang menyangkut acara rapat intern maupun seremonial. Mengatur dan mengendalikan persediaan barang-barang gudang. 15 5. .

Senantiasa melakukan pemeriksaan jaringan perpipaan dan mengambil tindakan guna menjaga kualitas air yang didistribusikan. Memproses penertiban surat perintah mulai kerja / kontrak / perjanjian sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Tugas-tugas Kepala Bagian Jaringan Perpipaan adalah sebagai berikut : 1. . Tanggung Jawab Kepala Bagian Jaringan Perpipaan adalah sebagai berikut : 1. 3. 6. Wewenang Kepala Bagian Jaringan Perpipaan adalah sebagai berikut : 1. 7. 16 2. 5. Merekomendasikan kepada Kepala Cabang tentang kelayakan pengembangan maupun permohonan sambungan baru. Mengkoordinasikan dan melaksanakan pekerjaan perbaikan/rehab pipa distribusi dan mengatasi serta mencari penyebab terjadinya gangguan air pada pelanggan. 4. 8. Mengambil langkah-langkah dalam hal pengendalian kehilangan air. wash out dan kebersihan pipa pada saat pemasangan pipa. b. Melaksanakan perawatan dan pembacaan meter-meter loop yang ada di cabangnya dan mengambil tindakan guna mengurangi tingkat kehilangan air. Membimbing. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Cabang sesuai dengan tugasnya. 2.3 Kepala Bagian Jaringan Perpipaan Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang a. 2. c.6. mengatur dan memberdayakan pegawai untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya. 2. Melakukan koordinasi antar bagian yang ada di cabangnya. Melaksanakan pemasangan pemeliharaan dan pemeriksaan rutin pipa distribusi beserta assesoris sesuai dengan perencanaan dan gambar kerja. Menjaga kualitas air dalam pipa distribusi dan melakukan pencucian pipa. Merencanakan dan melaksanakan program kerja bagian jaringan perpipaan.

.4 Kepala Bagian Pengawasan Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang a. pemasangan pipa. Melakukan pemeriksaan atas pelaksanaan pekerjaan sipil / bagunan. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Cabang sesuai dengan tugasnya. 5. 17 2. 3. Membuat laporan berkala atas pelaksanaan tugas pengawasan di cabang kepada satuan pengawas intern dengan diketahui oleh Kepala Cabang. 10.6. Bersama Kepala Cabang untuk melakukan sosialisasi dicabangnya atas surat edaran. nota dinas dan ketentuan-ketentuan lainnya yang ditetapkan. surat keterangan. Merencanakan dan membuat program pengawasan fungsional di bagian pengawasan. 6. 9. Melakukan monitoring dan menyampaikan informasi adanya penyimpangan kerja dari standar. Tugas-tugas Kepala Bagian Pengawasan adalah sebagai berikut : 1. 8. Membuat dan menyampaikan laporan bulanan perkembangan bagian pengawasan dilengkapi dengan evaluasinya. Melakukan koordinasi antar bagian yang ada dicabangnya. 7. Mengelola fungsi pengawasan dicabangnya dan senantiasa melakukan koordinasi dengan SPI. 11. 2. Membantu Kepala Cabang dalam pengawasan bidang administrasi dan teknik baik pekerjaan sipil. khususnya dalam pembinaan tugas-tugas pengawasan. Mengelola fungsi pengawasan dan senantiasa melakukan koordinasi dengan satuan pengawas intern khususnya dalam tugas-tugas pengawasan. prosedur maupun ketentuan-ketentuan yang berlaku sebagai pedoman kerja baik yang dilakukan bagian lain maupun oleh pihak ketiga. perpipaan maupun mekanikal dan elektrikal. 4. pencatatan meter air masyarakat yang berkaitan dengan pelayanan oleh cabangnya.

penyambungan kembali. Melayani proses permohonan sambungan baru. agar sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam SPK / Kontrak. Memproses penerbitan surat perintah mulai kerja untuk pemasangan sambungan baru. Melakukan kegiatan tugas pemasaran dan pelayanan kepada pelanggan dan calon pelanggan. penggantian meter dan lain-lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Memeriksa rekomendasi kualitas dan volume pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga. Wewenang Kepala Bagian Pengawasan adalah sebagai berikut : 1. Tugas-tugas Kepala Bagian Pemasaran adalah sebagai berikut : 1. 2. c. 18 b. nota dinas dan ketentuan-ketentuan lainnya yang ditetapkan.5 Kepala Bagian Pemasaran Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang a. Memberikan rekomendasi kepada Kepala Cabang atas pelaksanaan tugas- tugas yang dilakukan oleh masing-masing bagian termasuk pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga. Melaksanakan pengawasan atas pelaksanaan surat edaran. 2. surat keterangan. Membimbing. Melakukan koordinasi antar seksi yang ada di cabangnya. . penggantian meter air dan lain-lain yang berhubungan dengan pelayanan pelanggan. Memberikan laporan kepada Kepala Cabang atas adanya penyimpangan dalam pelaksanaan tugas baik yang dilakukan oleh unit kerja di cabangnya maupun oleh pihak ketiga. Merencanakan dan melaksanakan program kerja bagian pemasaran. 2. Tanggung Jawab Kepala Bagian Pengawasan adalah sebagai berikut : 1. 4. mengatur dan memberdayakan pegawai untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya.6. 3. 2. 3. 5.

Mengambil tindakan dalam hal perbuatan illegal oleh pelanggan dan memproses tindak lanjut penyelesaian sesuai dengan ketentuan. mengatur dan memberdayak pegawai untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya. 2.6 Kepala Bagian Keuangan Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang a. . arsip dan gambar jaringan pipa serta menghitung biaya pekerjaan sambungan baru. 5. 3. Merekomendasikan kepada Kepala Cabang tentang kelayakan permohonan sambungan baru. 7. meter air dan lain-lain yang berkaitan dengan permohonan pelanggan. pemasangan pipa distribusi sesuai dengan ketentuan. Merencanakan dan melaksanakan program kerja bagian keuangan. 2.6. Wewenang Kepala Bagian Pemasaran adalah sebagai berikut : 1. 19 6. 4. 2. Mengelola buku kas / bank dan buku kas dana kerja sesuai ketentuan yang berlaku. Melakukan survey perencanaan. 2. Mengupayakan dan mempercepat penagihan tunggakan rekening air guna meminimumkan saldo tunggakan rekening. c. Melakukan koordinasi antar bagian yang ada di cabangnya. penyambungan kembali. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Cabang sesuai dengan tugasnya. Tugas-tugas Kepala Bagian Keuangan adalah sebagai berikut : 1. 3. Mengambil langkah-langkah dalam hal pengendalian kehilangan air. Membimbing. Terlaksananya sambungan baru. Mengatur penyimpangan uang dalam batas tertentu sesuai dengan ketentuan. b. Tanggung Jawab Kepala Bagian Pemasaran adalah sebagai berikut : 1. penggantian pipa dinas / distribusi.

7. Memeriksa kelengkapan administrasi atas penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga sesuai dengan ketentuan. 20 6. Membuat laporan harian dan bulanan atas penerimaan atau pendapatan cabang. Membuat dan menyampaikan laporan bulanan perkembangan bagian keuangan dilengkapi dengan evaluasinya. 2. Melaksanakan pencatatan administrasi atas penggunaan dana kerja sesuai dengan peruntukan yang ditetapkan. 8. 2. Wewenang Kepala Bagian Keuangan adalah sebagai berikut : 1. Membimbing. Meneliti kebenaran atas pembayaran dari pelanggan yang menggunakan cek. giro atau surat berharga lainnya. Meneliti dan memeriksa alat pembayaran yang dilakukan pelanggan. . Memberikan peringatan dan melakukan pemutusan sambungan air bersih / air limbah yang mempunyai tunggakan rekening sesuai ketentuan. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan Kepala Cabang sesuai dengan tugasnya. c. Tanggung Jawab Kepala Bagian Keuangan adalah sebagai berikut : 1. b. Melakukan pembayaran atas penagihan yang dilakukan oleh pihak ketiga. 10. Mengamankan dan menjaga tunggakan rekening yang tersimpan dan belum tertagih dan menghitung kesesuaiannya. 9. 3. 3. mengatur dan memberdayakan pegawai untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya.

Wewenang Kepala Bagian Hubungan Pelanggan adalah sebagai berikut : 1. 8. 2. 4. kadaluarsa. 3. 6. balik nama. Melakukan koordinasi antar bagian yang ada dicabangnya. Mencatat. 5. Melakukan evaluasi terhadap kondisi dan akurasi meter air pelanggan. Melakukan evaluasi dan melaporkan kemungkinan hal-hal yang merugikan perusahaan seperti by pass. 9. Tugas-tugas Kepala Bagian Hubungan Pelanggan adalah sebagai berikut : 1. . mngatur dan memberdayakan pegawai untuk kepentingan pelaksanaan tugasnya. penyambungan kembali dan lain-lain setelah mendapat persetujuan divisi. penempelan magnet dan tindakan illegal lainnya. Melaksanakan proses permohonan reduksi. Menghimpun. Membuat dan menyampaikan laporan bulanan perkembangan Bagian Hubungan Pelanggan dilengkapi dengan evaluasinya. ragu. b. 11.7 Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Bertanggung jawab kepada Kepala Cabang a. rusak dan lain-lain). memasukkan dan mengolah data internal untuk diteruskan ke sistem informasi manajemen kantor pusat dalam kurun waktu yang ditentukan. 10. Merencanakan dan melaksanakan program kerja bagian hubungan pelanggan. Melakukan pembaan / pencatatan kubikasi air yang dipakai pelanggan sesuai jadwal pembacaan. Membimbing. meneruskan dan memonitor laporan masyarakat yang berkaitan dengan pelanggan dengan menggunakan sistem informasi. Membuat dan melaksanakan bon pekerjaan penggantian meter (meter mati. perubahan golongan tariff.6. 7. 21 2. Pemeliharaan dan penyimpanan kartu pembacaan meter dan formulir daftar stan meter langganan.

2. 22 c. Melaksanakan segala usaha kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan pembuangan air limbah dalam suatu sistem yang memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan. Tanggung Jawab Kepala Bagian Hubungan Pelanggan adalah sebagai berikut : 1. tertib dan teratur. c. pemakaian bulan sebelumnya dan faktor lain yang menjadi pertimbangan. b. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud diatas. meningkatkan kualitas lingkungan sehat dan mengembangkan perekonomian Daerah melalui setoran pendapatan asli daerah. Melaksanakan tugas-tugas yang ditentukan dan tugas yang diberikan Kepala Cabang. PDAM Tirtanadi menyelenggarakan kegiatan : a. Pengelolaan kegiatan dimaksud dilakukan dengan berpegang pada prinsip- prinsip ekonomi perusahaan dengan tidak melupakan fungsi sosial. Mengelola penditribusian pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan kepada masyarakat secara merata.7 Jaringan Usaha/Kegiatan PDAM Tirtanadi mempunyai tugas menyelenggarakan pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan. Melaporkan jika terdapat gangguan meter air yang tidak dapat dicatat agar segera diganti dan bertanggung jawab atas penaksiran pemakaian air pelanggan yang tidak dapat dibaca meter airnya dengan mempedomani factor- faktor jumlah penghuni. 2. . mengelola pelayanan air limbah.

60% per tahun. Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja yang bermutu dan tepat. misalnya dengan Pemko Pakanbaru. Walapun ada beberapa rencana dari PDAM Tirtanadi untuk bekerjasama dengan beberapa Pemerintah Kabupaten – Pemerintah Kota dalam penyediaan air bersih.8 Kinerja Usaha Terkini Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan sesuai dengan tujuan perusahaan. dan lain-lain.432 jiwa dengan kenaikan rata-rata dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2003 sebesar 1.990. butuh waktu untuk mencapai semua itu. disiplin dan loyalitas dalam bekerja. yaitu daerah pelayanan 1 (kota Medan dan sekitarnya) serta daerah pelayanan 2 (daerah pelayanan di luar kota Medan). Diperkirakan kenaikan penduduk rata-rata kota Medan dari tahun 2003 sampai . proyeksi sambungan pelanggan. Proyeksi Penduduk Proyeksi penduduk dibuat berdasarkan data penduduk tahun 2003. Pengelolaan kegiatan dimaksud dilakukan dengan berpegang pada prinsip-prinsip ekonomi perusahaan dengan tidak melupakan fungsi sosial. Pemkab Karo. Melaksanakan segala usaha kegiatan yang berkaitan dengan pengelolaan pembuangan air limbah dalam suatu sistem yang memenuhi persyaratan kesehatan lingkungan. Proyeksi Kebutuhan Dan Kapasitas Produksi Air Daerah Pelayanan Daerah pelayanan PDAM sampa dengan tahun 2010 di proyeksikan sama dengan daerah administrasi pelayanan saat ini. tertib dan teratur. Jumlah penduduk kota Medan pada tahun 2003 adalah 1. pendistribusian pelayanan air minum yang memenuhi persyaratan kesehatan kepada masyarakat secara merata. Kinerja usaha terkini yang dijalankan perusahaan adalah menyelenggarakan program mengelola. kebutuhan air bersih maupun kapasitas produksinya tidak diperhitungkan dalam penyusunan Corporate Plan ini. 23 2. begitu juga pada PDAM Tirtanadi Medan. Tidak mudah dalam mewujudkan semua itu karena membutuhkan kerja keras yang tinggi. perusahaan terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh perusahaan dapat terwujud.

000 pelanggan. Wilayah Pelayanan 2 (Daerah Pelayanan KSO) Penambahan sambungan pelanggan baru pada tahun 2006 diproyeksikan sebanyak 3. diproyeksikan penambahan pelanggan tahun 2006 sebesar 20. Kebutuhan air maksimum. Dengan adanya penambahan kapasitas produksi air bersih dari Hamparan Perak sebesar 200l/dt yang memulai dioperasikan bulan September 2005 serta rencana pengoperasian instalasi pengolahan air Belumai 2 sebesar 500l/dt pada pertengahan 2006. Sedangkan kenaikan penduduk untuk daerah KSO dibuat berdasarkan kenaikan rata-rata penduduk tahun 2000 sampai dengan tahun 2003. Proyeksi penduduk Kota Medan dan daerah KSO. existing .40% per tahun. Dengan asumsi kenaikan rata-rata 0. maka proyeksi kebutuhan air pada tahun 2006 untuk seluruh daerag pelayanan KSO adalah 613 1/dt dan pada tahun 2010 menjadi 834 1/dtk.345 sambungan pelanggan.170 unit. Dan pada tahun 2010 meningkat menjadi 3.000 unit.870 sambungan pelanggan baru. 24 dengan tahun 2010 adalah 1. Rata-rata pemakaian air/sambungan tiap bulan dan persentase kehilangan air di setiap daerah pelayanan KSO berbeda satu dengan lainnya. Proyeksi Kebutuhan Air Dan Kapasitas Produksi Wilayah Pelayanan 1 (Kota Medan Dan Sekitarnya) Penambahan jumlah sambungan pelanggan dari tahun 2000 sampai dengan tahun 2004 adalah antara 10. Penambahan pelanggan pada tahun 2005 diperkirakan hanya 9. Kebutuhan air dan kapasitas produksi air yang dibutuhkan untuk seluruh daerah pelayanan 2 (daerah pelayanan KSO).200 pelanggan setiap tahun. dan ini disebabkan karena penambahan pelanggan dibatasi akibat air bersih yang tersedia sudah termanfaatkan oleh pelanggan yang ada. Dengan demikian jumlah pelanggan pada tahun 2010 diproyeksikan menjadi 60.500 sampai dengan 12.25 m3/sambungan/pelanggan dan persentase kehilangan air pada tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 sama dengan persentase kehilangan air pada tahun 2005.

. 25 kapasitas produksi air serta kebutuhan penambahan kapasitas produksi dari tiap daerah pelayanan 2.