You are on page 1of 9

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MODUL ECG DAN EMG DALAM SATU UNIT PC

Sub Judul : PEMBUATAN RANGKAIAN EMG DAN SOFTWARE EMG PADA PC

Nomiyasari1, Ir. Ratna Adil, M.T. 2, Paulus Susetyo W., S.T. 3 Ir. Moch. Rochmad, M.T. 4

Jurusan Teknik Elektronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Kampus PENS-ITS Sukolilo, Surabaya
1
nomiyasari@yahoo.co.id
2
ratna@eepis-its.edu
3
wardana@eepis-its.edu
4
mrochmad@yahoo.com

Abstrak— Modul ECG dan EMG ini dibuat
untuk mengimplementasikan dua buah modul ECG dan Dengan adanya perkembangan biomedika atau
modul EMG menjadi satu unit. Selain itu modul ECG ilmu elektronika kedokteran yang sangat cepat, saat ini
dan EMG ini dibuat supaya lebih efisien dalam banyak sekali terdapat rangkaian penguat amplifier atau
penggunaan komponen karena modulnya dalam satu filter yang dipergunakan pada alat ukur biomedika atau
unit. Untuk pembahasan lebih lanjut akan dibagi alat-alat kesehatan dan kedokteran, salah satunya yaitu
menjadi dua pembahasan, salah satunya tentang alat ukur EMG (ElectroMyoGraph). Dimana alat
pembuatan hardware dan software modul EMG. Dalam tersebut akan menampilkan bentuk sinyal pergerakan
pembuatan modul EMG yang menggunakan sinyal yang otot atau sinyal EMG yang sesuai dengan pasien. EMG
berasal dari otot. Sinyal yang terdeteksi pada permukaan merupakan instrumentasi yang membantu manusia
kulit sangat rendah yaitu dalam range milliVolt, sehingga untuk mengamati sinyal yang dihasilkan oleh aktifitas
perlu dikuatkan beberapa kali. Karakteristik sinyal EMG otot gerak. Secara umum prinsip elektronika medik
yaitu mempunyai range Frekuensi antara 20 Hz – 500Hz digunakan untuk mengetahui kondisi seseorang dengan
dan range tegangan antara 0,4 mV sampai 5 mV. Selain suatu peralatan berbasis elektronik. Prinsip ini dapat
itu EMG mempunyai karakter sinyal tidak seperti ECG diterapkan pada kondisi neuroprosthesis, yaitu dimana
yang berupa gelombang terpola tetapi sinyal ini bersifat kekuatan kontraksi otot tangan tidak sempurna. Pada
acak dan sangat kacau, sehingga diperlukan beberapa mulanya ketiga instrumentasi medika tersebut
macam-macam rangkaian filter seperti notch filter sepenuhnya menggunakan sistem analog, dimana sistem
dengan frekuensi cut off 50 Hz, dan Low Pass Filter tersebut berada dalam kawasan waktu, maka dalam
dengan frekuensi cut off 500 Hz, High Pass Filter 20 mengamatinya diperlukan ketelitian yang tinggi. Namun
Hz, untuk memfilter noise yang terbawa oleh penguatan dalam kenyataannya sering dihadapi tingginya noise
sinyal tersebut. Sehingga dihasilkan sinyal EMG dari yang muncul dalam pengolahan sinyal. Sehingga
rangkaian ini yang lebih sempurna tanpa adanya muncul permasalahan, bahwa diperlukannya filter yang
gangguan noise. Lalu ADC mengubah sinyal tersebut benar-benar akurat dalam meredam noise yang tinggi
menjadi data digital. Terakhir akan dikirimkan ke pada alat ukur EMG.
sebuah PC dengan menggunakan kabel USB to serial Berdasarkan keadaan tersebut maka pada proyek
232 untuk melihat hasil tampilannya. Hasilnya adalah akhir ini akan dibuat sebuah modul praktikum yang
alat ini sudah mempunyai range yang hamper mendekati dapat digunakan untuk mengukur sinyal ECG dan EMG
sama dengan BIOPACK MP-30 dengan persentase error dengan output tampilan pada personal computer (PC).
untuk pengukuran peakto peak adalah sebesar 26.67 % Alat yang dibuat ini diharapkan dapat digunakan sebagai
sedangkan untuk pengukuran amplitudonya besarnya salah satu modul praktikum dalam praktikum
persentase error adalah 11.94 %. elektronika medika di politeknik elektronika negeri
surabaya (PENS-ITS).
Kata kunci : Modul EMG, Elektromyograph, Filter 500
Hz dan 20Hz, ADC, USB to Serial 232

II. TINJAUAN PUSTAKA
I. PENDAHILUAN

1

terdapat amplitudo yang tinggi lagi Untuk pengaktifan simulasi diletakkan pada pergelangan apabila terjadi kontraksi. tidak daerah tersebut tidak bersamaan. frekuensi antara 20 Hz sampai 500Hz dan range tegangan dan elektroda referensi pada pertengahan Intermediate Phalax. Jika diperlukan penguatan yang lebih besar. Sinyal yang ditangkap adalah meliputi bioelektrik untuk mengetahui sinyal yang disebabkan oleh daerah yang diberikan oleh elektroda. prinsip kerja dari otot gerak Sensor ini akan mendeteksi perubahan amplitudo dengan otot jantung relative sama. dimana memiliki sifat sadar.4 V sampai 5 V. C. 2 . akibatnya sinyal yang diperoleh merupakan penjumlahan seluruh sinyal yang ada. Rangsangan berasal dari otak dan disalurkan frekuensi dibawah 130Hz. Peletakan elektrode biasanya diletakan langsung pada otot yang akan diamati dengan cara menempelkan pada permukaan kulit sebagai pendeteksi sinyal dari pergerakan otot. 2. elektron pada elektroda akan mengalir menjauh dideteksi melalu layar PC sehingga dapat dilakukan analisa dari batas antarmuka menciptakan arus di elektroda. dibandingkan dengan referensi sinyal dari manusia normal sebagai acuan. dikembangkan dengan bantuan ion dalam elektrolit menimbulkan aliran elektron (sesaat) di teknologi serta dalam pengembanganya tidak akan lepas dari elektroda karena adanya reaksi oksidasi atau reduksi peranan teknologi. Karena proses kontraksi dan relaksasi tiap-tiap otot gerak pada daerah tersebut tidak bersamaan. adalah bahwa anion dalam prinsip biological feedback atau biofeedback.2 µV yang merupakan sinyal kontraksi otot asal dari rangsangan.4 METODE PENGAMBILAN SINYAL Amplifier yang dirancang memiliki penguatan berkisar 1500 kali agar sinyal yang dihasilkan otot dapat mencapai 1 Vpp. bisa merubah besar komponen yang mempengaruhi penguatanya. elektrode sebagai media interaksinya. 1992. maka sinyal yang didapat sadar. Teknologi yang bermanfaat bagi dunia (tergantung pada arah aliran arus) yang terjadi pada medik khususnya bagi penderita neuroprostesis adalah antarmuka. Aliran dengan kesehatan manusia.EMG (Electromyograph) Peletakan elektroda umumnya diletakkan langsung dari EMG (Elektromyograph) adalah instrumentasi pencatat pada otot yang diamati. Untuk mengetahui sinyal EMG diletakan dan tangan dapat ditujukkan pada gambar berikut ini. dengan menggunakan contoh yang peralatan polygraph dimana alat ini bekerja berdasarkan ditunjukkan pada Gambar 13. Proses ini perkembanganya. yang membedakan yaitu sinyal sebesar 0. Sebagai elektrolit akan mengalir ke batas antarmuka. Pada otot gerak tidak memiliki sifat yang dideteksi dan sensor ini memiliki range kerja pada otomatisitas. antara 0. tidak teratur karena aktifitasnya bergantung pada terkesan seperti sinyal acak. Tujuan dari elektroda adalah untuk bertindak sebagai transduser antara transportasi ionik saraf dan aliran elektron Gambar 1 Sinyal EMG [2] dalam kawat tembaga. Sinyal hasil yang telah diamati akan disebut oksidasi dari logam.contohnya pada kaki atau telinga. Elektrode juga berfungsi sebagai grounding yang Gambar 2 Titik pengamatan pada tangan [4] ditempelkan pada daerah yang memiliki resistansi tubuh yang kecil. Transportasi ion di dalam dan di sepanjang serabut saraf dapat diukur pada permukaan kulit menggunakan jenis sensor elektrokimia tertentu yang sering disebut sebagai Surface recording electrode (kadang hanya disebut elektroda). Artinya ini. Sebuah referensi yang baik pada pemahaman pengoperasian elektroda dapat ditemukan dalam Kedokteran Instrumentasi oleh Webster. 2. Tranduser ini adalah persimpangan antara elektroda dan elektrolit yang memungkinkan seperti Peralatan di bidang medikal ini sangat erat kaitanya transduksi untuk mengambil tempat (lihat Gambar 13). Untuk penderita neuroprosthesis yang kemudian hasil tersebut mengatasi ini. akibatnya sinyal yang aktifitas otot gerak. tangan.5 SENSOR BIOPOTENSIAL Sistem saraf tubuh manusia menggunakan perbedaan kadar ion untuk berkomunikasi. Karakteristik dari Pada gambar 2 terlihat bahwa penempatan sensor sinyal otot EMG yang umumnya dianalisa mempunyai range diletakkan diatas pertengahan proximal Phalax (tulang jari). maka sinyal yang didapat terkesan seperti sinyal acak. manusia yang berfungsi menggerakan rangka. Otot gerak merupakan organ tubuh diperoleh merupakan penjumlahan seluruh sinyal yang ada. Sinyal yang ditangkap meliputi daerah yang diberikan elektrode. Otot gerak Kerena proses kontraksi dan relaksasi tiap-tiap otot gerak pada merupakan jenis otot lurik. Secara umum. kehendak pelaku. Kation dalam penstimulasi syaraf dengan media sinyal listrik statik pada elektrolit akan mengalir jauh dari batas antarmuka. Penempatan sensor ini pada jari melalui syaraf.

(Sebuah elektroda terpolarisasi adalah satu di mana arus tidak mengalir melintasi persimpangan elektroda. yang berarti bahwa arus bebas melintasi persimpangan elektroda. Filter 500 Hz dan 20Hz. Gambar 5 Elektroda Ag/AgCl [4] Gambar 3: Elektroda . Gambar 14 menunjukkan III. Sinyal ini disebut sebagai Electromyograph atau EMG. 3 . penggunaannya sebagai sensor input untuk HCI berkembang dengan pesat . PERANCANGAN DAN SISTEM rangkaian setara untuk aturan seperti itu. Its amplitudo bervariasi dari sekitar 10uV untuk 1mV tergantung pada sifat-sifat seperti ukuran Gambar 7 Blok diagram rangkaian otot dan jumlah tenaga. Seluruh Antarmuka hanya dapat dimodelkan untuk sebagian besar aplikasi sebagai sumber tegangan yang ideal dengan DC offset dan impedansi Sistem dari EMG yang akan dibuat.) Kedua. Ag-AgCl elektroda dengan elektrolit gel ditempatkan langsung pada kulit. Ada dua sifat yang membuat pilihan yang baik untuk elektroda. Sinyal ini bervariasi pada frekuensi dari sekitar 50Hz hingga 1000Hz. Elektromyograph. Kata kunci : Modul EMG. USB to Serial 232 Gambar 4: Rangkaian setara elektroda ditempatkan pada kulit Surface recording electrode dapat digunakan untuk mengukur biopotentials berbeda. Impedansi menjadi suatu sistem yang saling mendukung satu sama bisa berkisar dari 100's dari ohm untuk beberapa Mohms lain. sehingga menyebabkan elektroda untuk berperilaku sama dengan sebuah kapasitor. Sebagai. Blok diagram utama dari perangkat keras ini tergantung pada frekuensi yang diukur biopotensial dan ditunjukkan pada gambar 7 persiapan kulit. Gambar 6 Susunan Instrumen EMG Dengan menghasilkan kurang dari 10µV noise. contoh. Surface Electrodes [3] Pada aplikasi umum.Interface elektrolit Salah satu jenis yang paling umum adalah elektroda Ag- AgCl dengan elektroda yang mengandung elektrolit. ADC. disusun atas seri. Karena elektroda mampu mengambil biopotentials lain selain dua yang disebutkan di sini. Pertama. dapat digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan dari fleksi dan ekstensi otot-otot. DC offset ini disebabkan oleh potensi setengah sel dari beberapa macam modul yang digabungkan sehingga elektrolit-elektroda dan antarmuka elektrolit-kulit. praktis non-terpolarisasi.

Snyal ECG dan EMG yang didapt mempunyai amplitude yang sangat kecil yaitu sekitar 1000µ V. kemudian tahap yang ke tiga adalah rangkaian filter untuk menghilangkan sinyal 50 Hz yang berasal dari arus listrik. Untuk mengukur potensial dan arus pada tubuh. yang dipasang pada tubuh pasien. sebagai rangkaian penguat. Seperti yang kita lihat dalam blok diagram 7. Fungsi interface ini ada pada electrode biopotensial. 4 . tahap yang pertama adalah sinyal input yang berasal dari Berikut ini adalah flowchart untuk proses electrode.lima adalah tahap dimana sinyal itu diproses dengan menggunakan Mikrokontroller dan proses selanjutnya adalah mengirimkan hasil proses dari mikrokontroler ke PC melalui perantara port serial sehingga sinyal digital dari jantung maupun dari otot dapat ditampilkan ke dalam PC. Elektroda akan mengkonversi arus ion pada tubuh menjadi arus electron pada kawat. Karena ADC mempunyai range tegangan input antara 0 – 5 V maka sinyal yang ditangkap oleh elektroda harus dikuatkan terlebih dahulu dengan amplifier. jenis elektroda kulit. 3 dan gambar 4 adalah gambar rancangan keseluruhan dari sistematika rangkaian dari Gambar 9 flowchart pembuatan sinyal modul EMG yang meliputi rangkaian penguat. mikrokontroler. Tegangan yang ditangkap oleh elektroda sangatlah kecil hingga mencapai satuan mili Gambar 8. Visual Basic 6. Hasil sinyal yang diperoleh tersebut pada akhirnya ditampilkan pada computer setelah sinyal tersebut dirubah terlebih dahulu ke bentuk digital dengan menggunakan ADC.0 digunakan dapat mencapai kurang lebih1 hingga 5 Volt. dan ADC. juga tujuan dari pembuatan alat. Gambar keseluruhan rangkaian modul ECG atau mikro volt sehingga amplifier yang dirancang dan EMG haruslah mempunyai penguatan sekitar 1000 – 10000 kali supaya hasil penguatan tegangan yang diperoleh Dalam sistem ini. untuk monitoring jalannya tatasan yang sedang berjalan Dalam rangkaian modul ini terdapat 5 tahap : dengan tampilan grafik. Elektroda ini manangkap perubahan gelombang listrik yang terjadi di jantung dan di otot dimana sinyal setiap orang berbeda-beda tergantung dari keadaan lingkungan pengukuran atau kondisi orang yang diukur. Tahap yang ke. Selanjutnya adalah tahap yang ke-empat untuk keluaran dari filter tersebut berupa sinyal analog harus diubah terlebih dahulu ke dalam bentuk sinyal digital maka harus menggunakan rangkaian ADC untuk mengubahnya. Pada system ini menggunakan elektroda floating electrode. Pada gambar 2. high pass filter. modul ini digunakan untuk mendeteksi gelombang atau sinyal yang ada pada jantung dan otot manusia dimana sinyal tersebut terbentuk dari tegangan atau aktifitas listrik yang ada pada lapisan terluar dari kulit. low pass filter. dibutuhkan interface antara tubuh dan piranti elektronik. dan high pass filter untuk memfilter sinyal yang lebih dari 20 Hz serta low pass filter yang meneruskan sinyal dibawah 500Hz. tahap yang kedua adalah deferensial amplifier pengerjaan pemrograman.

01 – 0.315 7.525 103.05 0. dan selanjutnya dengan 3 Volt yang berupa frekuensi yang kemudian akan variasi frekuensi akan diperoleh beda Vp-p yang diolah dalam rangkaian low pass filter dan selanjutnya berfariasi pula dengan mengukur beda Volt/div dan Volt dengan osciloscop akan dapat diketahui perubahan puncak ke puncak dari sinyal pada Oscilloscop.3 3 0.414 104.7 4 0.09 9.235 5.08 0. Metode dilakukan tahap-tahap pengijian alat dan rangkaian. besarnya tegangan yang ada pada osciloscop dengan 5 .4 Gambar 10 flowchart pengambilan data pasien Gambar 11 Grafik Penguatan Deferensial Amplifier IV.6 104.4 9 0.8 104.184 4.2 7 0.6 104.3 2 0.228 6. untuk penguatan kaki negatif atau bisa dikatakan masing rangkaian akan diketahui kekurangan.043 104.6 10 1.094 2. pengujian rangkaian diatas superposisi dimana salah satu Tujuan pengujian perangkat keras ini dalah untuk masukan digroundkan secara bergantian apabila dirata- mengetahui ketepatan dan ketelitian. apabila dilihat satu lagi.5 104.03 3.7 5 0.7 104.1 Volt. dari perangkat rata besarnya nilai penguatan dari rangkaian ini adalah keras yang kita buat. meski ada beberapa alat yang sulit untuk dicoba persatu dari besarnya tegangan keluaran dan penguatan perbagian karena terbatasnya peralatan.06 6.44 kali pengujian-pengujian secara bertahap pada masing.01 0.09 0.396 9.02 0.04 4.06 0.03 0.02 2. sehingga dengan melakukan sebesar 104. Beberapa alat yang dihasilkan maka rangkaian ini akan cukup stabil dan angkaian yang akan diuji antara lain adalah sebagai apabila digunakan sebagai penguat untuk rangkaian berikut: EMG PENGUJIAN RANGKAIAN PENGUAT PENGUJIAN RANGKAIAN LOW PASS FILTER (AMPLIFIER) Rangkaian low pass filter 500HZ dalam pengujian Rangkaian amplifier ini dalam pengujian menggunakan menggunakan peralatan sebagai berikut: peralatan antara lain: • Function Generator • Function Generator • Osciloscop • Osciloscop Dengan mengatur function generator Dengan memberikan sumber dari function sebesar menghasilkan tegangan milivolt.5 8 0.2 104.188 104. Berikut gambar sinyal dengan perhitungan dapat diketahui ini merupakan table pengujian rangkaian amplifier.315 104.4 104.044 1.368 8.45 kali untuk inputan positif dan 104.46 10.215 104.3 6 0. Table 1 Pengujian rangkaian penguat deferensial amplifier untuk EMG Penguatan V(+)/0 0/V(-) Vout (Volt) No (volt) (Volt) (Volt) (+) (-) (+) (-) 1 0.08 8.07 7.086 104.0 10.07 0.352 104. penguatan rangkaian telah sesuai dengan yang kekurangan yang mungkin bisa untuk lebih diperbaiki diharapkan yaitu sebesar 105 kali.44 104.126 1.0 1.6 104.04 0. Maka terlebih dahulu range sinyal masukan sebesar 0.05 5.01 1. HASIL DAN ANALISA Analisa Tabel di atas menunjukkan hasil pengujian Adapun pembuatan perangkat keras sebelum rangkaian differensial amplifier dengan masukan berupa diadakan penyambungan dengan perangkat keras lainya gelombang sinus dengan frekuensi 50 Hz dan dengan dan interfacing ke komputer.4 104.7 104.141 104.

49 Dari hasil pengukuran low pass filter 500 Hz seperti pada table.94 0.14 0.52 19 540 1 0.98 0.87 6 30 1.52 7 150 1.99 3 10 0.6 0.65 10 70 1.38 10 300 1.72 8 200 1.14 5 90 2 1 2 5 0.09 0.57 17 500 1. osciloscop dapat diketahui pada table 2.595 16 480 1.24 0. sumber frekuensi yang untuk frekuensi yang kurang dari 500 Hz akan di diberikan dan penampakan gambar sinyal pada teruskan.8 7 40 1.34 0. Pengurangan ini tampak signifikan Filter 50 Hz ketika frekuensi dinaikan melebihi 500 Hz.93 5 20 0.49 0.97 4 15 0.545 18 520 1.85 frekuensi lebih dari 500 Hz akan diredam sedangkan 2 25 1. RANGKAIAN NOTCH FILTER 50 Hz Pengujian rangkaian ini dilakukan dengan Pengujian rangkaian ini dimaksudkan untuk memberikan sinyal masukan berupa gelombang sinus 2 mengetahui respon frekuensi dari rangkaian notch filter Vp-p dengan range frekuensi 50 – 500 Hz.83 9 250 1.3 dimana besarnya tegangan masukan terus bertambah ketika frekuensi dinaikkan sampai 70 Hz.84 6 .19 0.98 0.menghitung Volt/div dan Vp-p.94 14 440 1. Penambahan ini tampak signifikan ketika frekuensi dinaikan melebihi 20 Hz.2 dimana besarnya tegangan masukan terus berkurang ketika frekuensi dinaikkan Table 4 Data pengukuran Respon Frekuensi Notch sampai 500 Hz.3 0. Analisa.2 dihasilkan data yang sesuai dengan Gambar 13 Grafik pengujian HPF yang diharapkan seperti pada teori. diharapkan dengan filter ini maka sinyal noise yang berada pada frekuensi kurang dari 20 Hz akan diredam sedangkan untuk Gambar 12 hasil pengujian Low Pass Filter frekuensi yang lebih dari 20 Hz akan di teruskan. Maka Frekuensi akan diperoleh hasil sebagai berikut: No V out (Volt) Gain (db) (Hz) 1 50 2 1 Tabel 3 Hasil pengujian High Pass Filter 2 60 2 1 Frekuensi No.48 11 350 1.74 0.62 15 460 1.67 12 400 1. HASIL PENGUJIAN HIGH PASS FILTER 20 Hz Table 2 Pengujian rangkaian penguat low pass filter Pengujian High Pass Filter berikut ini untuk EMG menggunakan function generator dan Osciloscop.86 0.745 8 50 1. Dan dapat dibuat grafik seperti pada gambar 2 Analisa: Pengujian rangkaian ini dilakukan dengan memberikan sinyal masukan berupa gelombang sinus 2 Vp-p dengan range frekuensi 1 – 70 Hz. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 4.5 20 550 0. Hasilnya 50 Hz dan hasilnya adalah sebagai berikut: dapat dilihat pada tabel 4.67 9 60 1. Vout (V) 3 70 2 1 (Hz) 4 80 2 1 1 1 0.21 6 100 1.04 0. diharapkan No Frekuensi (Hz) V out (Volt) dengan filter ini maka sinyal noise yang berada pada 1 20 1.86 13 420 1.

sehingga indikator perubahan konversi akan ditandai dengan nyala LED.1447 terdeteksi masukan berkurang sekitar 0. = Ampl.079 mV mV Ampl.72 0101011110b 15Eh 2. = Ampl.74 0010010110b 096h contoh data yang dianalisa dalam keaadaan santai atau 0. Tabel 6 Hasil Pengambilan data di BIOPACK MP-30 dan Modul EMG BIOPACK Kegiatan Modul EMG Kegiatan KET MP-30 SANTAI SANTAI P-P = P-P = Gambar 14 Grafik Notch Filter 0.55 V sehingga MENGANG MENGANG sinyal output menjadi 0. setelah frekuensi KAT KAT BEBAN 3 BEBAN 3 dinaikkan maka sinyal keluaran semakin bertambah KG KG terdeteksi mendekati 2 V.8 2.35 8 55 1.1344 Ampl. 3 30 1.4 berikut ini: dengan yang diinginkan yaitu pada saat tegangan 0 V maka data yang ditunjukkan pada biner 00000000b.022 P-P = 0.0278 mV 0.00156 mV Analisa: MENGGEN Pengujian ini dilakukan dengan memberikan GGAM MENGGEN sinyal input sebesar 2 Vp-p dan hasilnya seperti tabel TANGAN GGAM DENGAN diatas.64 putar nilainya. Semakin mV P-P = 0.0731 mV pada saat frekuensi 50 Hz yaitu sebesar 1.67 Analisa 7 50 0. Misalnya pengambilan 0.053 mV Ampl.49 berikan input dari sebuah potensiometer yang diputar- 10 65 1.00134 mV 0. Sinyal KERAS P-P = 0. ANALISA PENGAMBILAN DATA Dari data – data yang telah kita dapatkan maka dapat dilihat hasilnya pada tabel 4.14 V.2 – 1. Walaupun menggunakan Osiloscop sebagai pembacaan Table 5 Data pengujian ADC harus digunakan perhitungan secara baik dan benar serta Tegangan Input Data Hasil Penunjukkan cara men-setting yang tepat supaya pembacaannya (mV) Biner Heksa akurat maka dapat ditentukan sebagai berikut: 0 0000000000b 000h Sebelumnya kita harus memilih terlebih dahulu sinyal mana yang dianalisa. Grafik yang didapat dari table 4.25 0111000010b 1C2h 7 .67 5 1111111111b 3FFh 5 40 1.085 mV Converter) Pada pengujian ADC 0804 ini bertujuan untuk Metode yang digunakan untuk pengukuran pada mengetahui pengkonversian tegangan oleh mikro ketika alat tersebut yaitu menggunakan Osiloscop Agilent yaitu ADC bekerja dalam mode free running sehingga osiloskop dengan kemampuan pembacaan sinyal sampai didapatkan data. P-P = 0. = besar dan puncak dari besarnya pengurangan adalah 0.2 Pengujian pada rangkaian ADC ini dengan cara di 9 60 1.35 V.51 0111110100b 1F4h 4 35 1.23 0011111010b 0FAh sebagai berikut: 1.99 0011001000b 0C8h tidak ada kegiatan yang dilakukan.6 dibawah. Berikut data hasil pengujian ADC 0804 sebesar mikro Volt.4 dapat Dengan hasil analisa bahwa ADC yang digunakan sesuai digambarkan pada gambar 4.27 6 45 0. ketika frekuensi masukan 20 – 65 Hz. Maka dapat dianalisa 1. = 0.00133 mV terdeteksi Ampl. Maka untuk penghitungan peak-to pada tabel 5 peaknya dan amplitudonya akan terlihat akurat. = mendekati 50 Hz pengurangan sinyal masukan semakin mV 0. Sedangkan untuk tegangan sebesar 5 V maka data menunjukkan sebesar 11111111b. = HASIL PENGUJIAN ADC (Analog to Digital 0.00105 mV 0.

Untuk Vpp ) jangan lupa harus diketahui Skala (Div) pada garissyarat penyamplingan ini berdasarkan teori Nyquist yang vertikal-nya dulu berapa volt. Hasilnya mendekati sama dengan hasil yang V.98 V.………………. Hal ini Vpp = Tegangan puncak ke puncak (Volt) disebabkan kerena banyaknya instruksi yang dipakai Volt = Tegangan (Volt) serta data yang diperoleh adalah hasil dari request dari Div = Skala program. Untuk menentukan persentase error maka dapat dihitung dengan 5. yang membuat PUNCAK : error pada modul EMG ini adalah kurang banyaknya Untuk menghitung tegangan Puncak Ke Puncak ( sample yang diambil untuk satu gelombangnya. Dapat frekuensi maksimal dari sinyal. kegiatan apapun.00012 mV. 1. dibandingkan dengan hasil pengukuran pada BIOPACK MP-30. PENUTUP diperoleh dari BIOPACK MP-30.(1) 2 kali frekuensi maksimum dari sinyal.1.1. maka data puncak atas akan terdeteksi Ketika sebuah sampel dengan seringnya frekuensi maka 0. KESIMPULAN menggunakan rumus dibawah ini: Setelah dilakukan suatu proses pembuatan dan perencanaan. Hasil dari penguatan pada rangkaian differensial amplifier dapat menguatkan sebesar 105 kali.…….. rangkaian filter analog notch filter 50 Hz ini sangat diperlukan untuk Analisa Data memperkecil noise yang tidak dikehendaki dengan Dari data analisa diatas menggunakan sinyal 20 hasil pada frekuensi 50 Hz tegangan yang berhasil .(Nyquist.(2) lebih dari 100 sampel.1924). Jika sinyal tidak berada pada frekuensi minimal 2 kali frekuensi 2. Modul ECG dan EMG yang telah ada dibuat lebih Dari hasil pengukuran yang didapat maka dapat efisien penggunaannya dan lebih menghemat diambil analisa persen error untuk pengukuran Peak-to komponen yang digunakan karena modul ECG dan peak adalah sebagai berikut : EMG dijadikan satu unit akan. sehingga dipilih adalah kegiatan santai atau tidak melakukan independen dari bahan apa yang terlalu sering diukur. Untuk kegiatan yang adalah rumus dari pembentukan sinyal sampling.. Berikut ini tegangan pada garis vertikal. Data yang diredam sebesar 0.……………. dipilih adalah santai yang mempunyai tegangan puncak 0.250 Hz untuk mewakili sinyal EMG. Untuk menjadikan sinya yang Vpp dapat menggunakan rumus sebagai berikut : lebih tepat seharusnyatidak berisi dengan spectrum fourier atau sinus frequence cosines. rangkaian High pass filter 20 Hz dapat meredam sinyal yang kurang dari 20 Hz sedangkan yang lebih Selanjutnya untuk persen error dari Amplitudonya dari 20 Hz akan di teruskan.. maka oleh sampel Vpp = puncak atas + puncak bawah…. Apabila kita tidak mengggunakan request A = Amplitudo (Volt) maka data yang diperoleh akan semakin banyak dan ada kemungkinan bisa mencapai 2 kali frekuensi maksimal Untuk hasil pengukuran pada modul EMG akan sinyal.00012 mVolt dapat dianalisa maka untuk menghitung maksimum dari sinyal.. oleh karena itu sinyal yang diperoleh ada yang hilang karena adanya data yang Keterangan: hilang pada saat dikirim ke dalam program VB. maka secara keseluruhan rangkaian baik ……………. Untuk kegiatan yang merupakan teori ekspresi mathermatical.00121 mV sedangkan untuk titik puncak bawahnya ……………(4) adalah 0. MENGHITUNG AMPLITUDO maksimum sinyal tidak dapat diperoleh sinyal yang tepat Untuk menghitung amplitudo harus diketahui karena akan terjadi aliasing. 2. Selanjutnya harus menghitung terlebih dahulu Vpp yang dapat dihitung seperti pada Dari data errornnya masih terdapat error karena persamaan 4.(3) perangkat keras maupun perangkat lunak diuji.…………….00121 mVolt selanjutnya untuk puncak bawah frekuensi sampel harus diukur dua kali frekuensi 0. untuk rangkaian Low adalah sebagai berikut: Pass Filter 500 Hz hasilnya adalah dapat meredam sinyal yang lebih dari 500 Hz dan meneruskan sinyal yang kurang dari 500 Hz. 8 . setelah itu untuk menghitung frekuensi sampel yang diperoleh belum mencapai 2 kali amplitudonya adalah setengah dari peak to peak. dapat disimpulkan sebagai berikut : 1. MENGHITUNG TEGANGAN PUNCAK KE diperoleh hampir mendekati kesamaan. Hal ini disebabkan dihitung dengan rumus: program VB pada data disini tidak bisa menerima data A= ½ x Vpp …..

3. Nyquist. perhitungan yang diinginkan dan harus tepat penggunaannya. [3].01 sedangkan untuk menghitung persentase error pada RW. “Certain factors affecting telegraph speed”. pp. Malvino. Oktober 1985 Alamat : Jl. untuk mengoptimalkan penyempurnaan sistem interface. jalan-jalan. Prayudi. G. “Physiological basis and concepts of electromyography in: Electromyography in ergonomics”. Khoiri. Inc. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir . . Modul medika.94 %. Adiyanto. wisata kuliner Pada pembuatan Modul ECG dan EMG ini Motto : Terus maju pantang mundur !!! mempunyai keterbatasan yaitu sinyal yang dihasilkan kurang akurat. Biomedical Instrumentation and Measurement. F. Hasilnya Nama : Nomiyasari mendekati sama. W. dengerin 5. [8]. [7]. A. A Division Of Simon And Schuster. (1992). J. F. (2003). Jakarta: Erlangga. M. National Semiconductor Corporation.67 %. Surabaya: PENS-ITS. Boston: Houghton Mifflin Company. D. Karena ADC merupakan suatu komponen yang sangat sensitif akan suatu tingginya kadar panas yang melewatinya. Surabaya: PENS- ITS. SARAN music. P. los Angles. [11]. Dimana filter yang digunakan harus cocok dengan memperoleh gelar Sarjana Sains Terapan (SST). J. [10]. Penyebabnya kerena sinyal sampling Riwayat Pendidikan : belum mencapai 2 kali frekuensi maksimal sinyal seperti • SDN Pojok 1 Tahun 1992 – 1998 yang ditegaskan pada teori Nyquist. Raya Garum No. J. Apr. 9 . Graham. Serta. 324-352. Biomedical Measurement. Daftar Pustaka [1]. (2007). I. [5]. 1924. (2008).Batan. vol. Beaverton. [9]. 3. OP-AMP Hand book.Prinsip Elektronika. National Semiconductor. A. A. (2007). [2]. Wireless Elektromyograph transmitter. (1981). [6]. (1996). edited by Shrawan Kumar and Anil Mital. (1999). Fiolana. Luttmann. California. Prinsip . Institut fur Arbeitsphysiologie an der Universitat Dortmund.17 RT. [12]. Tinjauan Aplikasi Elektromiografi Dalam Ergonomi. (1978). ”Medical Instrumentation ( Aplication and Design ). Bell Syst. dengan persentase error pada Tempat/Tanggal Lahir : Blitar / 16 penghitungan Peak-to peak adalah sebesar 26. Oleh karena itu • SMP Negeri 3 Blitar Tahun 1998 – 2001 proyek akhir ini sangat membutuhkan pengambilan • SMA Negeri 1 Talun Tahun 2001 – 2004 sinyal sampling yang banyak untuk menghasilkan sinyal • Universitas Negeri Surabaya 2004-2007 yang akurat. (1978). • Politeknik Elektronika Negeri Surabaya-ITS Tahun 2009 – 2011 Untuk menghasilkan sinyal EMG yang bagus dengan pengaruh noise yang kecil sebaiknya dibuat Penulis telah mengikuti seminar Proyek Akhir pada perlindungan rangkaian dan filter untuk melewatkan tanggal 26 Januari 2011. Tech. Prentice Hall. [4]. H. Telepon/Hp : 08563592020 Hobi : Renang. F. Hasil pengukuran dari modul EMG yang BIODATA PENULIS dibandingkan dengan BIOPAC MP-30. 1996. Oregon: Tektronix. Huges. nonton film. Strong.01 Garum Blitar pengukuran amplitudonya adalah sebesar 11. A. sebagai salah satu persyaratan untuk noise. (1973).. perlu ditingkatkan kinerja dari ADC yang kita gunakan. Leslie C. VI. Alat Identifikasi Kadar Alkohol. Dortmund: Taulor & Francis Publishersporter.2. Surabaya: Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Webster.