You are on page 1of 52

1.

HUKUM COULOMB
Hukum Coulomb, kadang-kadang disebut hukum Coulomb, adalah satu persamaan yang
menggambarkan kekuatan elektrostatik antara muatan elektrik yang terpisahkan jarak
tertentu, degan nilai muatan dan jarak pisah keduanya. Dikembangkan pada 1780-an oleh ahli
ilmu fisika Perancis Charles Augustin de Coulomb yang merupakan orang penting pada
pengembangan teori keelektromagnetan. Hukum Coulomb dapat dinyatakan sebagai berikut:

Dimana r adalah jarak antara kedua titik dan adalah konstanta Coulomb, gaya tarik
menarik akan terjadi jika kedua muatan (q1 dan q2) berbeda jenis dan akan tolak-menolak jika
kedua muatan sama.

Kontanta Coulomb dapat dijabarkan sebagai berikut:

=

=

=

=

Dalam satuan SI, kelajuan cahaya di dalam ruang hampa, c0 didefinisikan sebagai 299,792,458 m · s-1,
dan konstanta magnetik (µ0), didefinisikan sebagai 4π × 10-7 H · m-1, mengacu definisi untuk

ketetapan elektrik (ε 0) dengan ε0 = =≈ 8.854 187 817 × 10−12 F · m−1. Pada aturan cgs,
konstanta Coulomb ditetapkan adalah 1.

Hukum Coulomb adalah hukyang menjelaskan hubungan antara gaya yang timbul antara dua
titik muatan, yang terpisahkan jarak tertentu.
Dirumuskan:

Keterangan:
F : Gaya Coulomb (N)

k : Konstanta Coulomb =

q1 : besar muatan pertama (C)
q2 : besar muatan kedua (C)
r : jarak antar muatan (m)

Hukum ini menyatakan apabila terdapat dua buah titik muatan maka akan timbul gaya di
antara keduanya, yang besarnya sebanding dengan perkalian nilai kedua muatan dan
berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antar keduanya.

Gaya yang timbul dapat membuat kedua titik muatan saling tarik-menarik atau saling tolak-
menolak, tergantung nilai dari masing-masing muatan. Muatan sejenis (bertanda sama) akan
tolak-menolak. Sedangkan muatan yang berbeda jenis akan tarik menarik

Dalam notasi vektor, Hukum Coulomb dapat dituliskan sebagai:

MEDAN LISTRIK
Medan listrik adalah efek yang ditimbulkan oleh keberadaan muatan listrik.
Satuan listrik memiliki satuan N/C atau Newton/Coulomb.

Jika dalam sebuah sistem terdapat banyak muatan, maka medan
listrik di sebuah titik sama dengan jumlah vektor medan listrik dari masing-masing muatan
pada titik tersebut.

MUATAN
 ada dua jenis muatan, positif dan negatif
 Muatan yang sama saling menolak, Muatan yang berbeda saling tarik menarik
 Bermuatan positif karena memiliki proton yang lebih banyak dari elektron;
Bermuatan negatif karena memiliki elektron yang lebih banyak dari proton.
 muatan terkuantisasi, dapat diartikan bahwa muatan berasal dari kelipatan integer dari
muatan dasar e (notasi muatan).
 Muatan adalah kekal.

Mungkin hampir semua orang sudah terbiasa dengan tiga konsep yang pertama mengenai
muatan, tetapi apakah yang dimaksud dengan muatan yang terkuantisasi? muatan berasal dari
kelipatan unit berupa muatan yang terpisah-pisah, direpresentasikan oleh huruf e. Dengan
kata lain, muatan berasal dari kelipatan dari muatan berupa elektron atau proton. Keduanya
memiliki muatan berukuran yang sama tetapi memiliki tanda yang berbeda. Sebuah proton
memiliki muatan + e, sedangkan elektron memiliki muatan -e.

Elektron dan proton bukanlah satu-satunya hal yang membawa muatan. Partikel lain
(positron, misalnya) juga membawa muatan dalam kelipatan pada muatan listrik. Namun
pada kuliah ini tidak ditujukan pada pembahasan Positron.

"muatan terkuantisasi" dijelaskan dalam bentuk persamaan, yang ditulis sebagai berikut :

q=ne

q adalah simbol yang digunakan untuk mewakili muatan sedangkan n adalah bilangan bulat
positif atau negatif, dan e adalah muatan elektron, 1,60 x 10-19 coulomb.

HUKUM KEKEKALAN MUATAN
Hukum kekekalan menyatakan bahwa muatan total dari sebuah sistem yang terisolasi adalah
tetap konstan.

Apabila dalam suatu sistem dimulai dengan memiliki jumlah nilai yang sama antara muatan
positif dan negatif, tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menciptakan/memberikan lagi
lebih dari satu jenis muatan di dalam sistem tersebut atau bahkan jika kita harus membawa
muatan dari luar sistem (atau menghapus beberapa muatan dari sistem) . Demikian juga, jika
suatu sistem dimulai dengan muatan bersih tertentu, misalnya +100 e, itu akan selalu
memiliki e +100 terkecuali jika terjadi suatu interaksi dengan sesuatu yang berada diluar hal
tersebut.

muatan dapat diciptakan dan dihancurkan, tetapi hanya dalam segi positif-negatif kedua
pasangan tersebut.

Tabel massa partikel dasar dan muatan:

Arus Elektrostatis.

Kekuatan antara dua objek yang bermuatan listrik dapat menjadi sangat besar. Sebagian besar
objek memiliki muatan listrik netral (memiliki perbandingan proton dan elektron yang
seimbang), mereka memiliki jumlah yang sama untuk muatan positif dan negatif. Jika hal ini
tidak terjadi, dunia dimana kita tinggal akan menjadi tempat yang sangat aneh. Karena hal
tersebut kita menjadi memiliki banyak kontrol atas bagaimana suatu objek dapat dilewati
muatan. Kita dapat memilih bahan yang sesuai untuk dapat digunakan dalam situasi tertentu.

Logam merupakan konduktor yang baik untuk arus listrik, sementara plastik, kayu, dan karet
tidak. Mereka disebut isolator. Muatan hampir tidak dapat mengalir melalui isolator seperti
halnya melalui konduktor, itulah sebabnya mengapa kita memasang kabel ke soket dinding
dengan ditutupi lapisan karet pelindung. Muatan mengalir sepanjang kawat, tapi tidak melalui
pelapis untuk sampai kepada Anda.

Bahan dibagi menjadi tiga kategori, tergantung pada seberapa mudah mereka akan
memungkinkan muatan (yaitu, elektron) mengalir di sepanjang bahan tersebut. Antara lain:

 konduktor - logam, misalnya
 semi-konduktor - silikon adalah contoh yang baik
 isolator - karet, kayu, plastik misalnya

Kebanyakan bahan dapat berupa konduktor atau isolator. Perbedaan antara mereka adalah
bahwa dalam konduktor, elektron terluar dalam atom terikat sangat longgar pada atom
mereka sehingga mereka bebas untuk bergerak diseluruh bagian material. Pada isolator, di
sisi lain, elektron jauh lebih erat terikat pada atom, dan tidak bebas mengalir. Semi-konduktor
merupakan kelompok peralihan sehingga menjadi sangat berguna, tidak konduktif seperti
logam tetapi jauh lebih konduktif dari isolator. Dengan menambahkan kotoran tertentu untuk
semi-konduktor dalam konsentrasi yang tepat konduktivitas dapat dikendalikan dengan baik.

MEDAN LISTRIK
Sebuah muatan listrik dikatakan memiliki medan listrik di sekitarnya. Medan listrik adalah
daerah di sekitar benda bermuatan listrik yang masih mengalami gaya listrik. Jika muatan lain
berada di dalam medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik, muatan tersebut akan
mengalami gaya listrik berupa gaya tarik atau gaya tolak.
Arah medan listrik dari suatu benda bermuatan listrik dapat digambarkan menggunakan
garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif memiliki garis gaya listrik dengan arah keluar
dari muatan tersebut. Adapun, sebuah muatan negatif memiliki garis gaya listrik dengan arah
masuk ke muatan tersebut.
Gambar
Besar medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik dinamakan kuat medan
listrik. Jika sebuah muatan uji q’ diletakkan di dalam medan listrik dari sebuah benda
bermuatan, kuat medan listrik E benda tersebut adalah besar gaya listrik F yang timbul di
antara keduanya dibagi besar muatan uji. Jadi, dituliskan

dan F = E q’
Adapun kuat medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik q di suatu titik yang
berjarak r dari benda tersebut dapat dituliskan sebagai berikut

Di sini kuat medan listrik dituliskan dalam satuan N/C.
Kuat medan listrik juga merupakan besaran vektor karena memiliki arah, maka penjumlahan
antara dua medan listrik atau lebih harus menggunakan penjumlahan vektor. Arah medan
listrik dari sebuah muatan positif di suatu titik adalah keluar atau meninggalkan muatan
tersebut. Adapun, arah medan listrik dari sebuah muatan negatif di suatu titik adalah masuk
atau menuju ke muatan tersebut.
Gambar
Dua plat sejajar yang bermuatan listrik dapat menyimpan energi listrik karena medan
listrik timbul di antara dua plat tersebut. Kuat medan listrik di dalam dua plat sejajar yang
bermuatan listrik adalah

Dimana
σ adalah rapat muatan dari plat yang memiliki satuan C/m2
ε0 adalah permitivitas ruang hampa
(gambar)(gambar)
Kita juga dapat menghitung kuat medan listrik dari sebuah bola konduktor berongga
yang bermuatan listrik, yaitu sebagai berikut.
Di dalam bola (r < R), E = 0

selalu ada gaya yang bertumpu (beraksi) pada muatan tersebut. misalnya Q1. muatan kedua ini menunjukkan adanya medan gaya.kita tulis MEDAN AKIBAT DISTRIBUSI MUATAN VOLUME MALAR Jika sekarang kita pandang suatu daerah ruang yang diisi dengan sekali muatan yang jaraknya sangat berdekatan. Dengan mendahului besaran dimensi baru. dengan kata lain. misalnya seperti ruang antara kisi kontrol dan katoda dalam sebuah pemancar elektron dalam tabung sinar katoda yang bekerja dengan muatan ruang. kita mendapatkan bahwa dimnapun muatan kedua ini ditempatkan.m/C). yang sama dengan (J/C) atau newton –meter coulomb (N. kita lihat bahwa kita dapat menukar distribusi partikel kecil ini dengan suatu distribusi yang malar (kontinu) yang dinyatakan dengan kerapatan muatan volume (muatan ruang). kita akan mengukur intensitas madan listrik dalam listrik dalam satuan praktis volt per meter (V/m). yaitu volt (V). dan menggerakkan muatan kedua dengan lambat mengelilinginya. Kita nyatakan kerapatan muatan volume dengan ƿ_v yang memiliki satuan coulomb per meter kubik (C/m^3) Sejumlah kecil muatan ΔQ dalam volume kecil Δv adalah . Sebutlah muatan kedua itu dengan muatan uji Qt gaya yang bertumpu padanya dapat dinyatakan dengan hukum coulomb Bila kita tulis gaya yang bertumpu pada satu Intensitas medan listrik harus di ukur dalam satuan newton per coulomb – gaya per satuan muatan. atau kita tidak meninjau bahwa massa air sebenarnya bertambah dengan langkah kecil tetapi berhingga bila molekul baru ti tambahkan. serupa dengan air yang mempunyai kerapatan 1 g/〖cm〗^3 walaupun sebenarnya air terdiri dari partikel berukuran atom dan molekul. Kita dapat melakukan hal ini hanya jika kita tidak memperdulikan ketakteraturan yang kecil ( atau riak) dalam medan ketika kita bergerak dari satu elektron ke elektron lainnya. Dengan memakai huruf besar E untuk intensitas medan listrik.INTENSITAS MEDAN LISTRIK Jika kita sedang meninjau suatu muatan dalam kedudukan tetap.

Dan kita dapat mendefinisikan ƿ secara matematis dengan mengambil limit dari Muatan total dalam volume berhingga didapatkan dengan melakukan integrasi ke seluruh volume tersebut gambar muatan total di dalam tabung lingkaran di dapat dengan menghitung .

3) Gaya Coulomb yang bekerja pada muatan titik q2 adalah : (2. Vektor intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh suatu muatan listrik statis pada suatu titik yang berjarak r dari muatan tersebut didefinisikan sebagai vektor gaya Coulomb per satuan muatan listrik di titik tersebut.3) dan (2. y1.6) . y2. q2 di titik P1 adalah sama dengan gaya Coulomb pada titik q1 dibagi dengan muatan titik q1. maka vektor gaya Coulomb yang bekerja pada muatan titik q1 adalah (2. z1) dan muatan titik q2 di P2 (x2. Jika kita misalkan bahwa muatan titik q1 terletak di titik P1 (x1. y2.4) Dari persamaan (2. Sifat berlawanan arah inilah yang menyebabkan q1 dan q2 akan saling tarik menarik apabila keduanya memiliki muatan yang tidak sejenis akan tolak menolak bila q1 dan q2 sejenis. Bila muatan titik q1 berada di titik P1 (x1. y1. maka vektor intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan titik q1 di titik P2 adalah sama dengan gaya Coulomb pada titik q2 dibagi dengan muatan titik q2 : (2. z2). z1) dan muatan titik q2 terletak di titik P2 (x2.4) dapat dilihat dari gaya Coulomb yang bekerja pada muatan q1 dan muatan q2 berlawanan. yaitu (2. z2).5) Vektor intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan titik.

Sebagai contohnya adalah muatan garis yang terdistribusi merata di sepanjang kawat lurus atau kawat berbentuk lingkaran atau muatan bidang yang terdistribusi merata pada permukaan bidang datar tertentu. .7) Contoh vektor intensitas medan listrik E yang ditimbulkan oleh muatan garis  C/m yang terdistribusi merata di sepanjang kawat lurus yang berimpit dengan sumbu-z diperlihatkan pada Gambar 2. Vektor intensitas medan listrik yang ditimbulkan oleh muatan kontinu diperoleh melalui proses integrasi.1. Umumnya vektor intensitas medan listrik oleh muatan kontinu ditulis sebagai (2.

Kawat lurus bermuatan garis terdistribusi merata dan intensitas medan yang timbul (2. yaitu sumbu-z. dimana  adalah sudut antara sumbu-z dan r Dengan mensubsitusi cos  = kita peroleh (2.9) Di pusat lingkaran dimana z = 0. yaitu sumbu-z. yang ditimbulkan oleh kawat lingkaran berjari-jari R dan bermuatan garis  C/m yang terdistribusi merata sepanjang kawat lingkaran adalah Vektor intensitas medan listrik di sepanjang sumbu lingkaran. Gambar 2.1.8) Intensitas medan listrik pada sumbu lingkaran. maka Ez = |Er| cos  az. dengan vektor satuan di sepanjang sumbu-z positif adalah az. maka Ez = 0 .

8) maka Di atas bidang XOY. . vektor Ez bernilai positif. Vektor intensitas medan listrik oleh muatan bidang qs C/m2 yang terdistribusi merata pada suatu permukaan datar dapat diturunkan sebagai berikut. Gambar 2.2.2. Perhatikan permukaan datar XOY dengan muatan bidang qs yang terdistribusi merata atau homogen seperti dijelaskan oleh Gambar 2. Bidang datar XOY dengan muatan bidang qs C/m2 Muatan garis pada bidang XOY yang sejajar sumbu-y berjarak x dari sumbu-y adalah qsdx =  Sesuai dengan persamaan (2.

intensitas medan yang dihasilkan oleh muatan bidang bukan fungsi jarak ke bidang. (2. vektor Ez bernilai negatif. (2.11) Jadi.10) Ke arah bawah bidang XOY. .

Beda potensial adalah banyaknya energi listrik yang diperlukan untuk memindahkan sejumlah muatan listrik. Jika energi tiap muatan habis akibat penggunaan. Beda potensial dirumuskan: V = W/Q W = energi listrik ( J ) Q = muatan listrik ( C ) V = beda potensial ( V) MENGUKUR BEDA POTENSIAL Beda potensial atau disebut juga tegangan dapat diukur dengan Voltmeter. 2. Adanya beda potensial pada ujung ujung sumber tegangan. Pengukuran Beda potensial lampu Contoh Soal: Untuk memindahkan 40 C muatan listrik dalam sebuah penghantar dari titik A ke titik B. Voltmeter selalu dipasang Paralel terhadap komponen yang akan diukur beda potensialnya. maka haruslah ada beda potensial/beda tegangan di kedua ujung rangkaian. dan lain sebagainya tidak akan dapat berfungsi sebagaimana mestinya. menyebabkan lampu dalam rangkaian tertutup tersebut dapat menyala. Beda potensial listrik adalah energi tiap satu satuan muatan. Perhatikanlah gambar berikut. POTENSIAL KAPASITANSI Beda potensial BEDA POTENSIAL (TEGANGAN) Agar terjadi aliran muatan (arus listrik) dalam suatu rangkaian tertutup. diperlukan energi sebanyak 120 Joule. Pada lampu terjadi perubahan energi listrik menjadi energi kalor dan cahaya. Berapa beda potensial antara titik A dengan titik B ? . trafo. Gambar 1. maka di kedua ujung rangkaian tidak akan ada beda potensial (beda potensial bernilai nol). Akibatnya komponen-komponen elektronika seperti lampu.

.... Untuk menentukan besarnya potensial listrik yang ditimbulkan oleh muatan q di titik (1) dan (2) adalah: V12 = V2 – V1 = kq = Dengan V1 menyatan potensial mutlak di titik (1) dan V2 menyatakan potensial mutlak di titik (2).............(4....1...12) dengan V12 menyatakan beda potensial oleh sebuah muatan q antara jarak r1 dan r1........................(4.... Secara umum................. Potensial listrik adalah besaran skalar........... Potensial yang ditimbulkan oleh beberapa muatan sumber cukup dihitung dengan penjumlahan aljabar biasa................14) Dengan n adalah banyak muatan sumber...............Penyelesaian: Diketahui : Q = 40 C W = 120 J Ditanya : V (AB) = … ? Jawab : V (AB) = W/Q = 120 J/40C = 3 Volt Potensial Listrik Potensial listrik didefinisikan sebagai energi potensial listrik per satuan muatan sehingga beda potensial listrik antara dua titik 1 dan 2 adalah: V12 = kq ....... potensial sebuah titik berjarak r dari muatan q adalah: V= .....13) Potensial listrik di suatu titik pada medan listrik adalah besarnya usaha yang diperlukan untuk memindahkan satu satuan muatan listrik dari tak hingga ke titik tersebut.... V= V= ....1.... ..1.............(4..

Gamba 1 Gambar 2 Konsep energi potensial listrik. Vektor kuat medan listrik E= F/q’. Jika mengangkat sebuah benda melawan gaya gravitasi bumi. dan sebagai akibatnya energi potensial gravitasi benda bertambah ( gambar 1) Konsep energi juga berguna dalam listrik. Untuk menggerakkan muatan uji menjauhi muatan negatif. kita harus melakukan usaha pada muatan uji. Energi Potensial Listrik Konsep energi sangat berguna dalam mekanika. Untuk itu kita akan menurunkan rumus Energi Potensial Listrik sebagai berikut : . Hukum kekekalan energi memungkinkan kita memecahkan persoalan-persoalan tanpa perlu mengetahui gaya secara rinsi. mirip dengan konsep energi potensial garavitasi. Sebagai akibatnya energi potensial listrik muatan uji bertambah (gambar 2). Baik gaya gravitasi Fg maupun kuat medan gravitasi (percepatan gravitasi=g) berarah vertikal ke bawah. itu berarti kita melakukan usaha pada benda. Gaya listrik F yang dikerjakan pada suatu muatan Uji positif q’ oleh suatu muatan negatif adalah mengarah ke muatan negatif. juga mengarah ke muatan negatif. Sebagai contoh gaya gravitasi menarik suatu benda menuju ke permukaan bumi.

r= jarak (m) Q + muatan sumber.sehingga r2= ˜ dan 1/r2=0 maka Energi Potensial Listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: Energi Potensial Listrik dari dua muatan Q dan q’ adalah : Ep = k Q.Fw . berada di jauh tak terhingga. Kesimpulan : Energi Potensial Listrik adalah usaha yang dilakukan gaya Coulomb. Usaha yang dilakukan gaya (Fw). Jika titik Q. dari titik P ke Titik Q adalah W =. gaya F diberi tanda (-) negatif karena gaya Coulomb berlawanan arah dengan arah perpindahah Fw=Fq = gaya Coulomb.q'(1/r2-1/r1) W = k Q.q'(1/r1 – 1/r2)= k Q.q'(1/r2-1/r1) = Δ EP = EP2 – EP1 Jadi usaha yang dilakukan W= pertambahan energi Potensial. EP termasuk besaran skalar E= Energi Potensial Listrik satuannya Joule k = Konstanta = 9.q’/r1. untuk memindahkan muatan uji +q’ dari suatu titik ke titik lainnya. W = -k. q’= muatan uji (Coulomb) .q’/r.r2 (r2-r1) W = -k Q.109 N C-2 m2.Δr=-F.Q q’/r1 2 x (r2-r1) = – kQ.(r2-r1) W adalah besaran skalar. S = -Fw. untuk memindahkan muatan penguji +q’.

Potensial Listrik (V) Potensial listrik adalah energi potensial per satuan muatan penguji .2. Ketika tegangan pada nilai tertentu ada dalam sebuah rangkaian listrik. Jumlah arus dalam rangkaian tergantung pada nilai tegangan yang tersedia untuk menggerakkan elektron-elektron bebas. dan juga nilai tahanan dalam rangkaian yang melawan aliran elektron. . rumus potensial listrik sebagai berikut : V = Ep /q’ atau seperti pada gambar berikut Potensial listrik di titik P dirumuskan : V = k Q/r V = Potensial Listrik (Volt) k = Konstanta Listrik = 9. Pergerakan kontinu elektron-elektron bebas yang melalui konduktor pada rangkaian disebut arus. Elektron-elektron bebas yang bergerak melalui konduktor cenderung mengalami gesekan atau perlawanan gerakan. Gaya yang menggerakkan elektron-elektron bebas agar mengalir dalam rangkaian disebut tegangan. Perlawanan gerakan lebih tepat disebut tahanan (resisitansi). Sama seperti tegangan.109 NC-2 m2 Q = Muatan sumber (Coulomb) r = jarak dari muatan sampai titik P hubungan v dan e Bagaimana Hubungan antara Tegangan. tahanan adalah nilai relatif antara dua titik. maka hal ini menunjukkan pada ukuran seberapa besar energi potensial yang ada untuk menggerakkan elektron dari satu titik ke titik yang lain dalam rangkaian tersebut. Arus dan Tahanan Suatu rangkaian listrik terbentuk bila jalan konduktif terhubung sehingga dapat melalukan elektron bebas untuk bergerak secara kontinu. Dengan demikian tanpa menunjukkan dua titik tertentu istilah tegangan tidak memiliki arti. Tegangan adalah ukuran tertentu dari energi potensial yang selalu berhubungan dengan dua titik. dan sering disebut dengan istilah “aliran”. seperti aliran air yang melalui pipa yang bolong.

000 elektron. akan tetapi ketika tegangan puncak dari sambaran petir pada waktu yang singkat mengenai saluran transmisi. sedangkan “V” menunjukkan tegangan yang melewati sesuatu selain sumber. Berikut ini satuan ukuran standard untuk arus listrik. maka perlu adanya penjelasan tentang besaran dan satuan yang digunakan seperti besaran pada massa. huruf “i” menunjukkan arus sesaat dalam waktu. tetapi I untuk arus terlihat sedikit berbeda. maka tegangan puncak ini disimbolkan dengan huruf kecil “e” (atau “v”) untuk menentukan nilai tegangan terhadap waktu. dan simbol lain yang berbeda untuk tegangan adalah E menunjukkan “elektromotive force”. Tabel 1 Besaran dan ukuran listrik Simbol yang diberikan untuk setiap besaran adalah huruf alphabet standar yang digunakan untuk mewakili besaran dalam persamaan aljabar. dapat digunakan satuan seperti “Kilogram” atau “Gram”. Simbol “E” dan “V” dapat dibedakan dari segi penggunaan yaitu. simbol “E” menunjukkan tegangan yang melewati sumber (seperti baterai atau generator). Amp diambil dari nama seorang berkebangsaan Prancis Andre M. Sebagian besar ukuran arus searah (DC) yang stabil sepanjang waktu disimbolkan dengan huruf kapital. I menunjukkan Intensitas (aliran elektron). Ampere. Agar dapat memahami tentang parameter yang ada dalam rangkaian. tegangan dan tahanan. dan Ohm diambil dari nama seorang berkebangsaan Jerman George Simon Ohm. Seluruh simbol tersebut dinyatakan menggunakan huruf kapital. volum. Kasus yang sama juga terjadi pada arus. Huruf yang standar seperti ini dikenal dalam disiplin ilmu fisika dan teknik. Setiap satuan ukuran dinamakan seperti nama penemunya. panjang atau besaran fisika lainnya.000. Singkatan satuan untuk setiap besaran mewakili simbol alphabet yang digunakan sebagai notasi pendek untuk satuan ukuran tertentu. R untuk tahanan (resistance) dan V untuk tegangan (voltage) keduanya dapat dijelaskan sesuai dengan namanya. Satuan untuk aliran elektron. yang mana stabil sepanjang periode waktu yang panjang. Pada kenyataannya ada perbedaan tentang arti “I”. tegangan baterai.000. suhu dengan satuan derajat Fahrenheit atau derajat Celsius. Simbol besaran muatan listrik adalah huruf kapital Q dengan satuan Coulomb disingkat dengan huruf kapital C. dan secara internasional.000. kecuali dalam kasus di mana besaran (khususnya tegangan atau arus) dipengaruhi oleh periode waktu yang singkat (disebut nilai sesaat). Untuk massa. Volt diambil dari nama seorang berkebagsaan Italia Alessandro Volta. maka nilai tegangan dan tahanan sering dinyatakan sebagai “antara” atau “ melalui” dua titik dalam rangkaian.Berdasarkan hal ini.250. Muatan satu Coulomb sama dengan 6.000. Sebagai contoh. suhu. akan disimbolkan dengan huruf kapital “E”. Simbol matematis untuk setiap besaran sangat penting. ampere sama dengan 1 Coulomb dari elektron yang .

1 Volt sama dengan 1 Joule energi potensial listrik dibagi dengan 1 Coulomb muatan. maka harus dapat dipahami bagaimana mengukur besaran yang sebut dengan energi potensial. Untuk menganalisis hubungan antara arus. maka dapat dilihat pada Gambar 1 berikut : . dengan menyelesaikan I dan R. Sebelum didefinisikan apa itu “Volt”. Umumnya diperlukan energi 1 Joule untuk mengangkat ¾ pound berat setinggi 1 kaki dari tanah. kita dapat memanipulasi persamaan ini ke dalam dua variasi. Dengan menggunakan teknik aljabar. Satuan dan simbol besaran listrik sangat penting untuk diketahui agar memudahkan dalam memahami hubungan antara besaran listrik tersebut dalam rangkaian. tegangan (E) sama dengan arus (I) dikalikan dengan tahanan (R). tegangan dan tahanan digunakan Hukum Ohm yang ditemukan oleh Georg Simon Ohm dan diterbitkan dalam tahun 1827 dalam tulisannya yang berjudul Galvanic Circuit Investigated Mathematically. pada suhu yang diberikan. Sebagaimana dinyatakan sebelumnya. tegangan adalah ukuran dari energi potensial per satuan muatan yang tersedia untuk menggerakkan elektron dari satu titik ke titik yang lain. Prinsip hukum Ohm adalah nilai arus listrik yang melalui konduktor logam dalam suatu rangkaian sebanding dengan tegangan yang melewati rangkaian tersebut. Satuan umum metrik untuk energi adalah Joule. Dalam masalah kelistrikan. arus dan tahanan : Dalam persamaan aljabar . Dalam satuan Inggris. untuk memindahkan benda sejauh 1 kaki digunakan gaya kurang dari ¾ pound. secara berturut-turut : Untuk melihat bagaimana persamaan tersebut bekerja dalam membantu menganalisis rangkaian. sama dengan sejumlah kerja yang dilakukan oleh gaya 1 Newton untuk memindahkan benda sejauh 1 meter (dalam arah yang sama). Ohm menyatakan penemuannya dalam bentuk persamaan sederhana. Dengan demikian sebuah baterai 9 volt melepaskan 9 joule energi untuk setiap Coulomb elektron yang bergerak melalui rangkaian.mengalir pada melewati satu titik tertentu dalam rangkaian dalam waktu satu sekon. Oleh karena itu arus dapat didefinisikan sebagai laju pergerakan elektron melalui konduktor. yang menjelaskan bagaimana hubungan tegangan.

pada sisi kiri) dan hanya ada satu sumber tahanan terhadap arus (lampu pada sisi kanan). hanya ada satu sumber tegangan (baterai. dapat dihitung besaran arus (I) dalam rangkaian. Hal ini mempermudah untuk menerapkan Hukum Ohm. Dalam contoh pertama. arus dan tahanan) dalam rangkaian. Jika diketahui dua nilai dari tiga besaran (tegangan. untuk nilai tegangan (E) dan tahanan (R) yang diberikan : Gambar 2 Sumber tegangan dan tahanan rangkaian diketahui Berapa nilai arus (I) dalam rangkaian ini ? . Gambar 1 Rangkaian listrik dengan satu sumber tegangan dan satu sumber tahanan Dalam rangkaian di atas. kita dapat menggunakan hukum Ohm untuk menentukan yang besaran yang lain.

Dalam contoh yang terakhir. kita akan menghitung nilai tegangan yang tersedia pada baterai. kita akan menghitung nilai tegangan yang tersedia pada baterai. dengan arus dan tahanan yang diberikan : Gambar 4 Arus yang mengalir dan tahanan rangkaian diketahui Berapa nilai tegangan yang disediakan oleh baterai ? . dengan arus dan tahanan yang diberikan : Gambar 3 Sumber tegangan dan arus yang mengalir diketahui Berapa nilai tahanan (R) yang diberikan lampu ? Dalam contoh yang terakhir.

atau G.4853365(21) kJ/mol. muatan cenderung bocor. nanofarad (nF). dan pikofarad (pf). dan fisika partikel. Botol Leyden menjadi dasar dari penelitian-penelitian listrik selama 50 tahun berikutnya. KAPASITOR Pada awal penyelidikan listrik tidak ada cara untuk dapat menyimpan muatan listrik dalam waktu yang lama. yaitu energi yang akan dihasilkan oleh satu mol muatan (6. Kapasitor Kertas . 1. namun ukuran kapasitas kapasitor yang sering digunakan dinyatakan dalam microfarad (µF). nilai yang direkomendasikan) Satuan elektronvolt diterima (tetapi tidak dianjurkan) untuk digunakan dalam SI. Satu elektronvolt adalah sejumlah energi yang kecil: 1 eV = 1. misalnya udara atau kertas.Jenis Kapasitor a. yaitu suatu peralatan yang dapat menyimpan muatan dan energy listrik. Satuan SI dari kapasitas adalah farad(F). Mengenal Kapasitor Sebuah Kapasitor terdiri atas dua keeping konsuktor yang ruang di antaranya diisi oleh dielektrik (penyekat). Pieter Van Musschenbroek (1692-1761) mencoba menyimoan sejumlah besar muatan listrik. (Sumber: CODATA 2002. 1 pF = 10-2 F 2. Bahkan ketika benda bermuatan diletakkan pada tempat berisolasi pun.60217653(14)×10−19 J. sering terdapat persamaan molar. Satuan energi electron volt Elektronvolt (simbol eV) adalah sebuah satuan energi yang merupakan jumlah energi kinetik yang didapatkan oleh sebuah elektron tunggal yang tak terikat ketika elektron tersebut melalui sebuah perbedaan potensial elektrostatik satu volt. Satuan ini banyak digunakan dalam fisika benda-padat. 1 nF = 10-9 F . Pada tahun 1746 di Universitas Leyden. M. fisika atom. Botol Leyden adalah sebuah botol kaca dengan dinding dalam dan luarnya dilapisi oleh daun logam. Ini sama dengan 96. Dalam kimia. seringkali dengan awalan SI m. Kemampuan kapasitor untuk menyimpan muatan listrik dinyatakan oleh besaran kapasitas (atau kapasitansi). Hasilnya adalah suatu peralatan yang secara luas dikenal sebagai botol Leyden. Botol Leyden adalah “condenser” pertama atau yang sekarang kita sebut kapasitor. 1 µF = 10-6 F . Jenis. fisika nuklir. k.02214129(27)×1023) yang melewati perbedaan potensial satu volt. dalam vakum.

Kapasitansi Kapasitansi didefenisikan sebagai kemampuan dari suatu kapasitor untuk dapat menampung muatan elektron. kapasitansi dihitung dengan mengetahui luas area plat metal (A).25 x 1018 elektron. Kapasitor Variabel Kapasitor Variabel adalah kapasitor dengan nilai kapasitas dapat diubah-ubah. Coulombs pada abad 18 menghitung bahwa 1 coulomb = 6. Kapasitor Elektrolit Pada kapaitor elektrolit. dengan demikian. Kertas berfungsi sebagai bahan penyekat diantara kedua pelat.000 pF. yaitu sampai dengan 100. jarak (t) antara kedua plat metal (tebal dielektrik) dan konstanta (k) bahan dielektrik. Formulasi Kapasitas Kapasitor Keping Sejajar Untuk menghitung kapasitas kapasitor. E. dengan rapat muatan σ = q/A. Dengan rumusan dapat ditulis sebagai berikut : C = (8. Kapasitor jenis ini memiliki kapasitas 0. kemudian kita hitung V dan E. bahan penyekatnya adalah aluminium oksida..0005 µF) 3. Penyekatnya adalah udara. dalam ruang antara kedua keeping. Dengan rumus dapat ditulis : q = CV ……………. c. Kuat medan listrik. kita tentukan dahulu kuat medan listrik homogen.. dengan nilai maksimum kapasitasnya sampai dengan 500 pF (0.85 x 10-12) (k A/t) . dalam ruang antarkeping sejajar adalah E = σ/є0. . E. Kapasitor elektrolit memiliki kapasitas paling besar.(1) q : muatan elektron dalam C (coulombs) C : nilai kapasitansi dalam F (farads) V : besar tegangan dalam V (volt) 1 F = 1 coulumb/volt Dalam praktek pembuatan kapasitor. sehingga digunakan untuk memilih frekuensi gelombang pada radio penerima.1 µF b.(2) 4. Kemudian Michael Faraday membuat postulat bahwa sebuah kapasitor akan memiliki kapasitansi sebesar 1 farad jika dengan tegangan 1 volt dapat memuat muatan elektron sebanyak 1 coulombs.

maka ketika disisipkan dielektrik. prinsip yang harus kita pegang adalah : beda potensial antarkeping adalah tetap. Pengaruh Dielektrik untuk Baterai Tetap Dihubungkan Karena kedua keping dihubungkan secara tetap dengan baterai. CD. Kapasitas kapasitor dalam dielektrik. beda . Pengaruh Dielektrik untuk Baterai Tidak Dihubungkan Karena hubungan dengan baterai diputuskan. Berarti. kaca. Kapasitas Kapasitor Keping ε0 : permitivitas vakum/udara = 8. seperti kertas. Prinsip untuk kasus ini : muatan yang tersimpan dalam kapasitor adalah tetap. kapasitas kapasitor akan meningkat. Berarti muatan sesudah penyisipan dielektrik (qD) sama dengan muatan sebelum penyisipan dielektrik (q0). a. Ketika sebuah dielektrik disisipkan dalam ruang antara keeping-keping sebuah kapasitor. Pada kasus ini. maka beda potensial antarkeping tidak berubah. a. adalah Primitivitas Relatif dielektrik adalah perbandingan antara kapasitas kapasitor dalam dielektrik dengan kapasitas kapasitor dalam vakum (tanpa dielektrik). beda potensial antarkeping diperbolehkan berubah.85 x 10-12 dalam SI A : luas tiap keeping d : jarak pisah antarkeping 5. Penyisipan dielektrik dalam ruang antara kedua keeping menyebabkan kapasitas kapasitor meningkat. yaitu sama dengan beda potensial baterai. atau plastik. maka beda potensial antarkeping setelah disisipi dielektrik akan berkurang (VD > V0). Pengaruh Dielektrikum terhadap Kapasitas Kapasitor Dielektrik adalah suatu bahan isolasi. qD = q0 Karena єr > 1. karet.

potensial sesudah penyisipan dielektrik (VD) sama dengan beda potensial sebelum penyisipan dielektrik (V0). yang memiliki muatan yang sama dengan muatan kapasitor yang digantikannya. . Pada rangkaian kapasitor seri. dari susunan paralel didefinisikan sebagai kapasitas dari sebuah kapasitor tunggal. Beda potensial tiap kapasitor umumnya tidak sama. ketika diberi beda potensial V yang sama. yaitu q. Cek. 6.  Susunan Paralel Kapasitor Kapasitas ekivalen. maka muatan pada keping setelah disisipi dielektrik mengalami kenaikan (qD > q0). Susuan seri digunakan jika diinginkan kapasitas yang lebih kecil dan susunan parallel digunakan jika diinginkan kapasitas yang lebih besar.  Susunan Seri Kapasitor Kapasitas ekivalen. Cek dari susunan seri didefinisikan sebagai kapasitas dari sebuah kapasitor tunggal. Analisis Rangkaian Kapasitor Susunan kapasitor yang paling sederhana yaitu susunan seri dan susunan parallel. VD = V0 qD = єr q0 Karena єr > 1. berlaku rumus: tegangan total : V = V1 + V2 + … + Vn Muatan Total : Q = Q1 = Q2 = Qn Kapasitas ekivalen seri Kebalikan dari kapasitor ekivalen dari susunan seri kapasitor sama dengan jumlah kebalikan dari tiap-tiap kapasitas.

Secara lengkap. Kapasitor digunakan sebagai penyimpan energy karena ia dapat dimuati dan melepas muatannya dengan sangat cepat.” 7. yaitu sama dengan beda potensial kapasitor ekivalennya. prinsip yang harus kita pegang adalah sebagai berikut. Dalam keadaan tunak. c. Beda potensial tiap kapasitor dalam susunan parallel adalah sama. namun muatan kapasitor umumnya tidak sama. persamaan energi yang tersimpan dalam kapasitor (energi potensial) adalah 8. maka energi potensialnya semakin besar selama muatan itu berpindah. Jika salah satu muatannya dibebaskan mulai dari keadaan diam dari saru keping ke keping lainnya. seperti memilih frekuensi pada radio . Kapasitor juga memainkan peran yang penting dalam rangkaian elektronika lainnya. Kapasitor digunakan salah satunya yaitu pada blitz. berlaku rumus: Tegangan tiap kapasitor sama besar V1 = V2 =V3 = Vn Muatan Total :Q = Q1 + Q2 + Q3 + Qn Kapasitor Ekivalen Paralel Cek = C1 + C2 + C3+… Kapasitas ekivalen dari susunan parallel sama dengan jumlah dari tiap-tiap kapasitas. Analisis Rangkaian Listrik yang Mengandung Kapasitor Jika pada rangkaian listrik arus searah rangkaian listriknya mengandung kapasitor . Energi Potensial Kapasitor Sebuah kapasitor yang bermuatan memiliki potensial yang tersimpan di dalamnya. Penggunaan Kapasitor Energy maksimum yang dapat disimpan dalam sebuah kapasitor besar kira-kira hanya 10 J. cabang yang mengandung kapasitor adalah terbuka (open) sehingga arus dalam cabang ini sama dengan nol. q = CekV hasil ini dapat diperluas untuk sejumlah kapasitor yang disusun parallel Pada rangkaian kapasitor paralel. “Kapasitor dianggap dalam kondisi tunak atau stabilm yaitu kapasitor telah penuh terisi muatan.

Kerja harus dilakukan untuk memisahkan dua muatan yang sama besar dan berlawanan tandanya. menghilangkan bunga api pada system pengapian mobil. yaitu mempunyai nilai sama di semua titik. maka titik-titik tersebut dapat dipikirkan sebagai tempat tersimpannya energi yang besarnya persatuan volume adalah: ½ εoE2 . yaitu jika sebuah medan listrik E terdapat pada setiap titik di dalam ruang hampa udara. dengan mengabaikan pinggiran. Dari hubungan C = εoA/d dan E= U/d. Energi ini disimpan dalam sistem dan dapat diperoleh kembali jika muatan-muatan tersebut mendapat kesempatan lagi untuk berkumpul bersama. Jika suatu penambahan muatan ekstra dq’ dipindahkan. Biasanya kerja untuk memuati dilakukan oleh baterai atau akumulator. kapasitor menyimpan muatan berukuran sangat besar secara perlahan dimuati dan kemudian secara cepat dilepaskan muatannya ketika diperlukan. menghemat daya listrik dalam rangkaian lampu TL. yang juga harus uniform. Misalkan pada waktu t sebuah muatan q’(t) telah dipindahkan dari sebuah plat ke plat lain. dan sebagai catu daya cadangan ketika suplai listrik dari PLN terputus. Beda potensialnya menjadi U(t) = q’(t)/C. dengan memanfaatkan energi kimia dalam baterai tersebut. Marilah kita tinjau proses pengisian dan pengosongan pada kapasitor. Untuk menjaga pembebanan lebih dari jaringan transmisi dalam suatu area pelayanan. dapat ditulis: Dengan Ad adalah volume di antara plat-plat. kapasitor yang dimuati telah menyimpan energi potensial yang sama besarnya dengan kerja yang diperlukan untuk memuati kapasitor tersbut. sebagai filter pada rangkaian catu daya. maka sejumlah kecil kerja tambahan yang diperlukan adalah: dW =Udq = (q’/C)dq’. Jika proses ini diteruskan sampai muatan total q dipindahkan maka kerja totalnya adalah: Dari persamaan q=CU. menghilangkan loncatan api dalam rangkaian saklar. medan listrik di antara plat-platnya bersifat uniform. maka persamaan di atas dapat dituliskan sebagai : u = ½ εoE2 Persamaan di atas berlaku umum. didapat: W= U = ½ CU2 Di dalam sebuah kapasitor plat sejajar. Energi Yang Tersimpan Dalam Kapasitor Semua konfigurasi muatan mempunyai suatu energi potensial listrik U yang spesifik.penerima. yang pada mulanya dianggap berjarak tak hingga satu sama lain dan berada dalam keadaan diam. Energi ini besarnya sama dengan kerja W yang harus dilakukan untuk mengumpulkan muatan- muatan tersebut dari masing-masing komponennya. Energi ini bisa digunakan kembali jika kapasitor tersebut diberi kesempatan untuk mengosongkan muatannya. Maka kerapatan energinya. Dengan cara yang serupa. memisahkan arus bolak-balik dari arus searah.

21 Fenomena Energi Tersimpan dalam Kapasitor . dalam volt Gambar 3. Gambar 3. dalam coulomb C = kapasitas kapasitor. dalam joule q = muatan pada kapasitor.21 memperlihatkan rangkaian percobaan sederhana untuk membuktikan fenomena energi yang tersimpan dalam kapasitor.Energi yang tersimpan dalam kapasitor ( W ) dinyatakan dengan persamaan: Keterangan: W = energi yang tersimpan dalam kapasitor. dalam farad U = beda potensial.

misalnya baterai. Untuk aliran yang kontinu (steady). 1 Coulomb sendiri setara dengan 6.242 × 1018 elektron yang mengalir per detik. Aliran elektron inilah yang disebut sebagai aliran listrik. Arus Hambatan dan Hukum Ohm ARUS Definisi Arus listrik merupakan aliran muatan listrik. Arus konvensional didefinisikan sebagai aliran muatan positif. . maka elektron akan mengalir melalui kabel penghantar dari kutub negatif menuju kutub positif baterai. Konduktor yang paling banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah kabel logam. Satuan (unit) Satuan untuk besaran arus listrik dalam system (SI) adalah Ampere (A) atau Coulomb/sekon. Aliran ini harus melalui media penghantar listrik yang biasa disebut sebagai konduktor. t = waktu (sekon). Ketika dua ujung kabel disambungkan pada sumber tegangan. Arus listrik didefinisikan sebagai jumlah muatan listrik (elektron) yang mengalir melalui konduktor dalam tiap satuan waktu. sekalipun kita sekarang tahu bahwa arus listrik itu dihasilkan dari aliran elektron yang bermuatan negatif ke arah yang sebaliknya. I = Q/T Pada zaman dulu. Aliran ini berupa aliran elektron atau aliran ion. Muatan listrik bisa mengalir melalui kabel atau penghantar listrik lainnya. arus listrik dirumuskan dalam persamaan berikut: Dimana I = arus listrik (Ampere) . 3. Q = jumlah muatan listrik yag mengalir (Coulomb). Simbol (rumus) Arus listrik adalah banyaknya muatan listrik yang mengalir tiap satuan waktu. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A).

Kutub positif berada pada bagian batang baterai. sedangkan baterai isi ulang disebut dengan baterai sekunder. karena menggunakan reaksi kimia yang bersifat tidak bisa dibalik (irreversible reaction). yaitu baterai yang dapat diisi ulang. kedua-duanya bersifat mengubah energi kimia menjadi energi listrik. seperti yang biasa terdapat pada telepon genggam. arus listrik bermuatan positif dan negatif mengalir secara terpisah melalui kabel (kawat tembaga) menuju ke alat. Baterai mengalirkan arus listrik secara langsung. Arus listrik bermuatan positif dialirkan melalui ujung knob bagian atas baterai (kutub positif baterai). Baterai adalah alat listrik-kimiawi yang menyimpan energi dan mengeluarkan tenaganya dalam bentuk listrik. batang karbon sebagai anoda (kutub positif baterai) 2. HAMBATAN Hambatan adalah penahanan atau perlawanan yang diterima oleh elektron-elektron yang mengalir pada sebuah penghantar oleh molekul-molekul yang ada di dalamnya. yaitu kutub positif dan kutub negatif. Penahanan tersebut disebabkan oleh: a. Tiap-tiap atom menahan perpindahan elektron yang terjadi pada perlawanan terhadap elektron ke arah luarnya. Benturan seperti yang dimaksud di atas menimbulkan adanya tahanan yang mengakibatkan panas bertambah pada penghantar. seng (Zn) sebagai katoda (kutub negatif baterai) 3. Sedangkan baterai sekunder dapat diisi ulang karena reaksi kimianya bersifat bisa dibalik (reversible reaction). Tahanan diukur dengan satuan Ohm. b. Setiap penghantar memberikan penahanan aliran arus listrik. pasta sebagai elektrolit (penghantar) Baterai yang biasa dijual (disposable/sekali pakai) mempunyai tegangan listrik 1. Selanjutnya. Ada pun arus listrik bermuatan negatif dialirkan melalui pelapis bagian bawah baterai (kutub negatif baterai). yaitu: 1. Benturan elektron-elektron dan atom tidak terhitung pada sebuah penghantar.5 volt. Baterai ada yang berbentuk tabung atau kotak. Ada juga yang dinamakan rechargeable battery. Sedangkan.BATERAI Pengertian Baterai: Apa itu Baterai? | Baterai adalah perangkat yang mengubah energi kimia menjadi energi listrik. kutub negatif baterai berada pada bagian bawah baterai. Pada baterai terdapat dua kutub. Satuan Ohm adalah . Baik baterai primer maupun baterai sekunder. Baterai primer hanya bisa dipakai sekali. Baterai sekali pakai disebut juga dengan baterai primer. Reaksi kimia yang terjadi di dalam baterai menimbulkanarus listrik bermuatan positif dan negatif. Sebuah baterai biasanya terdiri dari tiga komponen penting.

semakin kecil tahanan. semakin besar tahanan dan semakin kecil hambat jenis. Hambatan listrik dapat dirumuskan sebagai berikut: R = V/I atau di mana V adalah tegangan dan I adalah arus. b. Satuan SI untuk Hambatan adalah Ohm (R).besarnya tahanan yang mengalirkan 1 ampere dengan tegangan sebesar 1 volt. . Hambatan listrik adalah perbandingan antara tegangan listrik dari suatu komponen elektronik (misalnya resistor) dengan arus listrik yang melewatinya. semakin kecil nilai tahanan. Suhu Penghantar Semakin kecil suhu (panas) yang muncul. maka besar tahanan / perlawanannya. Panjang Penghantar Semakin panjang penghantar / kawat. Besar kecilnya tahanan yang ada pada sebuah penghantar ditentukan oleh: a. Tetapi semakin panas akan semakin besar tahanan sebuah penghantar. c. Penampang Penghantar Semakin besar penampang kawat (diameter kawat). d. Jenis Penghantar Semakin besar hambat jenis. semakin kecil perlawanannya.

Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854) pada tahun 1825. . Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini : V=IxR I=V/R R=V/I Dimana : V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V)) I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A)) R = Resistance (Hambatan atau Resistansi yang satuan unitnya adalah Ohm (Ω)) Dalam aplikasinya. Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan. yaitu Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I). Bunyi Hukum Ohm Pada dasarnya. Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Arus listrik. Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s Laws”.HUKUM OHM – Dalam Ilmu Elektronika. Secara Matematis. Hukum dasar Elektronika yang wajib dipelajari dan dimengerti oleh setiap Engineer Elektronika ataupun penghobi Elektronika adalah Hukum Ohm. Georg Simon Ohm mempublikasikan Hukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827. bunyi dari Hukum Ohm adalah : “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”. Tegangan (V) dan Hambatan (R).

Menghitung Arus Listrik (I) Rumus yang dapat kita gunakan untuk menghitung Arus Listrik adalah I = V / R Contoh Kasus 1 : Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V. Berapakah nilai Arus Listrik (I) ? . Voltmeter. Ampere dan Ohm terlebih dahulu untuk mempermudahkan perhitungan dan juga untuk mendapatkan hasil yang benar. kita dapat melakukan Praktikum dengan sebuah Rangkaian Elektronika Sederhana seperti dibawah ini : Kita memerlukan sebuah DC Generator (Power Supply). miliampere. satuan unit yang dipakai adalah Volt. Dari Rangkaian Elektronika yang sederhana diatas kita dapat membandingkan Teori Hukum Ohm dengan hasil yang didapatkan dari Praktikum dalam hal menghitung Arus Listrik (I). Jika kita menggunakan unit lainnya seperti milivolt. maka kita perlu melakukan konversi ke unit Volt. Ampere dan Ohm. Contoh Kasus dalam Praktikum Hukum Ohm Untuk lebih jelas mengenai Hukum Ohm. megaohm ataupun kiloohm.Hal yang perlu diingat dalam perhitungan rumus Hukum Ohm. kemudian atur Nilai Potensiometer ke 10 Ohm. Tegangan (V) dan Resistansi/Hambatan (R). dan sebuah Potensiometer sesuai dengan nilai yang dibutuhkan. Amperemeter. kilovolt.

Masukan nilai Resistansi Potensiometer 500 Ohm dan nilai Arus Listrik 0. Masukan nilai Tegangan 10V dan nilai Resistansi dari Potensiometer 1000 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini : I=V/R I = 10 / 1000 I = 0. Berapakah nilai Arus Listrik (I)? Konversi dulu nilai resistansi 1 kiloOhm ke satuan unit Ohm.01 Ampere.01 Ampere ke Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini : V=IxR V = 0. Contoh Kasus 2 : Setting DC Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V.Masukan nilai Tegangan yaitu 10V dan Nilai Resistansi dari Potensiometer yaitu 10 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini : I=V/R I = 10 / 10 I = 1 Ampere Maka hasilnya adalah 1 Ampere.01 x 500 V = 5 Volt Maka nilainya adalah 5Volt.01 Ampere atau 10 miliAmpere Maka hasilnya adalah 10mA Menghitung Tegangan (V) Rumus yang akan kita gunakan untuk menghitung Tegangan atau Beda Potensial adalah V = I x R. 1 kiloOhm = 1000 Ohm. kemudian atur DC Generator (Power supply) hingga mendapatkan Arus Listrik (I) 10mA. Berapakah Tegangannya (V) ? Konversikan dulu unit Arus Listrik (I) yang masih satu miliAmpere menjadi satuan unit Ampere yaitu : 10mA = 0. kemudian atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. . Contoh Kasus : Atur nilai resistansi atau hambatan (R) Potensiometer ke 500 Ohm.

5A.5 R = 24 Ohm Maka nilai Resistansinya adalah 24 Ohm PENGUKURAN HAMBATAN Dalam Amperemeter Hambatan dalam sebuah amperemeter dapat diukur atau dicari nilainya dengan dua cara. tetapi volmeter pada cara pertama itu diganti dengan sebuah hambatan yang sudah diketahui nilainya. Cara pertama adalah dengan menganggap dan memperlakukan amperemeter sebagai sebuah hambatan beban yang kemudian diberi arus dari sebuah ggl dan kemudian diukur tegangannya seperti pada gambar 8. seperti pada gambar 8.Menghitung Resistansi / Hambatan (R) Rumus yang akan kita gunakan untuk menghitung Nilai Resistansi adalah R = V / I Contoh Kasus : Jika di nilai Tegangan di Voltmeter (V) adalah 12V dan nilai Arus Listrik (I) di Amperemeter adalah 0.11.12. Untuk rangkaian pada gambar 8. cara kedua serupa dengan cara pertama.5A kedalam Rumus Ohm seperti dibawah ini : R=V/I R = 12 /0. . Berapakah nilai Resistansi pada Potensiometer ? Masukan nilai Tegangan 12V dan Arus Listrik 0.11. nilai hambatan dalam amperemeter dapat dicari dengan persamaan.

nilai hambatan dalam amperemeter dapat dicari dengan persamaan.13.13. tetapi amperemeter pada cara pertama itu diganti dengan sebuah hambatan yang sudah diketahui nilainya. 𝑉 𝑅𝑉 = 𝐼 Dengan V adalah tegangan yang terbaca pada voltmeter. nilai hambatan dalam voltmeter dapat dicari dengan persamaan. Untuk rangkaian pada 8. cara kedua serupa dengan cara pertama. 𝐼1 − 𝐼2 𝑅𝐴 = 𝑅 𝐼2 Dengan 𝑖1 adalah kuat arus yang terbaca pada amperemeter sebelum R dipasang dan 𝑖2 adalah kuat arus yang terbaca pada amperemeter setelah R dipasang. . Untuk rangkaian pada gambar 8. Dalam Voltmeter Hambatan dalam sebuah voltmeter dapat diukur dengan dua cara. seperti pada gambar 8.14.14. dan i adalah kuat arus yang terbaca pada amperemeter. Untuk rangkaian pada 8. nilai hambatan dalam voltmeter dapat dicari dengan persamaan. Cara pertama adalah dengan menganggap atau memperlakukan voltmeter sebagai sebuah hambatan beban yang kemudian diberi arus dari sebuah ggl dan kemudian diukur kuat arusnya seperti pada gambar 8. 𝑉 𝑅𝐴 = 𝐼 Dengan V adalah tegangan yang terbaca pada voltmeter. dan i adalah kuat arus yang terbaca pada amperemeter.12.

sumber daya listrik (battery/accu). Resistivitas terukur umumnya dinyatakan dalam satuan Ohm-meter (Ωm). dengan metode geofisika ini kemudian dapat disediliki bagaimana kondisi geologis bawah permukaan. atau air). Resistivitas bertolak belakang dengan konduktivitas. Oleh karena itu. yaitu dengan menginjeksikan/menghantarkan arus listrik I ke dalam tanah (tanah/bumi sebagai medium hantar berhambatanR) melalui sepasang elektroda arus. Batuan. RESISTIVITAS adalah sifat/kemampuan suatu bahan untuk menghambat arus listrik yang melaluinya. Mengacu pada Hukum Ohm. dilengkapi oleh beberapa perangkat penunjang seperti batang-batang elektroda. Suatu bahan yang memiliki resistivitas yang semakin besar akan menjadikan arus listrik semakin sulit untuk mengalir. begitu pula sebaliknya. 𝑉1 − 𝑉2 𝑅𝐴 = 𝑅 𝑉 Dengan 𝑉1adalah beda potensial yang terbaca pada amperemeter sebelum R dipasang dan 𝑉2 adalah beda potensial yang terbaca pada voltmeter setelah R dipasang. Rentang nilai resistivitas beberapa medium. Variasi resistivitas batuan tersebut tergantung pada jenis batuan dan mineral. dll. gas. dimana bila resistivitas besar maka konduktivitas akan kecil. kandungan fluida dalam pori-pori batuan (dapat berupa minyak bumi. kabel-kabel penghubung.R. V=I. dengan memanfaatkan perbedaan-perbedaan sifat resistivitas batuan tersebut. Pengukuran resistivitas dilakukan dengan instrumen berupa Resistivitymeter sebagai unit utamanya. dan mengukur beda potensial V yang timbul melalui sepasang elektroda potensial pada jarak tertentu dari elektroda arus. sebagai suatu medium juga memiliki sifat resistivitas. porositas batuan. Prinsip pengukuran geolistrik resistivitas ini pada dasarnya cukup sederhana. yang beragam sesuai dengan jenis-jenis batuan. .

dimana arus listrik I yang menembus permukaan bola berongga dengan luas A. Sedangkan penerapan Hukum Ohm untuk arus listrik tunggal di permukaan (medium tak berhingga setengah bola). akan menghasilkan besar arus I : atau besar beda potensial V : . tebal dr. Dalam penerapannya secara sederhana terhadap benda silinder berhambatan-jenis ρ. metode ini digunakan dalam eksplorasi di beberapa bidang. arus listrik I akan berbanding lurus dengan luas penampang A dan beda potensial antara ujung-ujungnya ΔV. Umumnya dimanfaatkan untuk mengetahui struktur bawah permukaan dan stratigrafi. serta berbanding terbalik dengan panjangnya L. dan bahkan untuk mengetahui keberadaan candi terpendam. TEORI METODE GEOLISTRIK RESISTIVITAS Hukum yang mendasari metode ini adalah Hukum Ohm.Dalam penerapannya. untuk mengetahui reservoar geothermal. dan beda potensial dVantara bagian luar dan dalam. untuk mengetahui akumulasi minyak bumi di lapisan dangkal dan kontak fluida antara minyak dan air. Penerapan hukum Ohm untuk arus listrik tunggal (homogen) yang di kedalaman (simetris bola). untuk mengetahui lapisan akuifer dan muka air tanah. untuk mengetahui sebaran endapan mineral tambang.

bumi sebagai medium hantar listrik tidaklah homogen. . Pada kenyataannya. Resistivitas semu yang terukur dapat berbeda sesuai dengan konfigurasi elektroda yang digunakan dalam pengukuran. Persamaan turunan dari Hukum Ohm di atas menggunakan asumsi bahwa arus listrik melalui medium homogen. Untuk jarak antar elektroda yang besar. ρa yang diperoleh akan mewakili nilai r batuan yang lebih dalam. dan beda potensial akan diperoleh/terukur pada elektroda potensial M dan N. sehingga nilai resistivitas yang terukur (dengan konfigurasi elektroda apapun) akan memberikan nilai yang sama sebagai resistivitas medium sebenarnya (true resistivity). begitu pula sebaliknya. Untuk dua titik arus di permukaan medium setengah tak berhingga. yang sekaligus menentukan resolusi kedalaman bawah permukaan yang dapat diukur. sehingga resistivitas yang terukur merupakan resistivitas semu (apparent resistivity). maka beda potensial di antara dua titik adalah : dimana arus listrik dilewatkan pada elektroda arus A dan B. Nilai resistivitas semu ρa merupakan fungsi jarak antar elektroda arus.

10-2 – 106 Dacite 2. Resistivitas semu : a) medium homogen semi tak berhingga. b) medium 2 lapis (ρ2>ρ1).103(wet) – 105(dry) Marble 102 – 2.5.107 Basalt 10 – 1. Harga tahanan jenis beberapa jenis batuan Resistivity Range Tipe Batuan (ohm.104(wet) – Andecite 1.107 Tuff 2. ρ3<ρ2) Tabel 2.104(wet) 4. c) medium lapis (ρ2<ρ1).3.7.108(dry) Soil (lapukan batuan kompak) 10 – 2.m) Granite 3.102(dry) Diabas 20 – 5.103 Clay (lempung) 1 – 100 Alluvial dan pasir 10 – 800 Limestone (batu gamping) 50 – 107 . dan d) medium 3 lapis (ρ2>ρ1.5.

5 – 104 Surface water (pada batuan sedimen) 10 – 100 Air payau (3%) 0 -15 Air laut 0–2 .Konglomerat 2.

Watt adalah sama dengan satu joule per detik (Watt = Joule / detik) Satuan turunan Watt yang sering dijumpai diantaranya adalah seperti dibawah ini : 1 miliWatt = 0.000. 4. Sumber Energi seperti Tegangan listrik akan menghasilkan daya listrik sedangkan beban yang terhubung dengannya akan menyerap daya listrik tersebut. perumusan daya listrik adalah seperti dibawah ini : P=E/t Dimana : P = Daya Listrik E = Energi dengan satuan Joule t = waktu dengan satuan detik Dalam rumus perhitungan. Berdasarkan definisi tersebut. Daya Listrik biasanya dilambangkan dengan huruf “P” yang merupakan singkatan dari Power. Daya Listrik Daya Listrik atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Electrical Power adalah jumlah energi yang diserap atau dihasilkan dalam sebuah sirkuit/rangkaian. Semakin tinggi nilai Watt-nya semakin tinggi pula daya listrik yang dikonsumsinya.000 Watt Rumus Daya Listrik Rumus umum yang digunakan untuk menghitung Daya Listrik dalam sebuah Rangkaian Listrik adalah sebagai berikut : P=VxI Atau P = I2 R P = V2/R Dimana : .001 Watt 1 kiloWatt = 1. Dengan kata lain. yang dimaksud dengan daya listrik adalah besarnya usaha dalam memindahkan muatan per satuan waktu atau lebih singkatnya adalah Jumlah Energi Listrik yang digunakan tiap detik. Kita mengambil contoh Lampu Pijar dan Heater (Pemanas).000 Watt 1 MegaWatt = 1. Daya listrik adalah tingkat konsumsi energi dalam sebuah sirkuit atau rangkaian listrik. Lampu pijar menyerap daya listrik yang diterimanya dan mengubahnya menjadi cahaya sedangkan Heater mengubah serapan daya listrik tersebut menjadi panas. Sedangkan berdasarkan konsep usaha. Sedangkan Satuan Internasional (SI) Daya Listrik adalah Watt yang disingkat dengan W.

P = Daya Listrik dengan satuan Watt (W) V = Tegangan Listrik dengan Satuan Volt (V) I = Arus Listrik dengan satuan Ampere (A) R = Hambatan dengan satuan Ohm (Ω) Contoh-contoh Kasus Perhitungan Daya Listrik Contoh Kasus I : Sebuah Televisi LCD memerlukan Tegangan 220V dan Arus Listrik sebesar 1. Contoh Kasus II : Seperti yang terlihat pada rangkaian dibawah ini hitunglah Daya Listrik yang dikonsumsi oleh Lampu Pijar tersebut.2A P=? Jawaban : P=VxI P = 220V x 1.2A P = 264 Watt Jadi Televisi LCD tersebut akan mengkonsumsi daya listrik sebesar 264 Watt. Berapakah Daya Listrik yang dikonsumsinya ? Penyelesaiannya Diketahui : V = 220V I = 1.2A untuk mengaktifkannya. Yang diketahui dalam rangkain dibawah ini hanya Tegangan dan Hambatan. Penyelesaiannya .

Misalnya andi mendorong buku sehingga buku berpindah tempat. jadi kita tidak dapat menggunakan Rumus dasar daya listrik yaitu P=VI. P=VxI P = V x (V / R) P = V2 / R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik Pengertian Usaha Dalam kehidupan sehari-hari usaha selalu dikaikan dengan aktvitas atau kegiatan yang dilakukan manusia. Dalam fisika usaha dikaitkan dengan gaya yangdiberikan pada benda sehingga menyebabkan perpindahan benda.Diketahui : V = 24V R = 3Ω P=? Jawaban : P = V2/R P = 242 / 3 P = 576 / 3 P = 192W Jadi daya listrik yang dikonsumsi adalah 192W. Misalnya : Anto berusaha keras untuk mendapat nilai 100. namun kita dapat menggunakan persamaan berdasarkan konsep Hukum Ohm untuk mempermudah perhitungannya. jika yang diketahui hanya Arus Listrik (I) dan Hambatan (R) saja. variabel yang diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum Ohm : V=IxR Jadi. Persamaan untuk mencari usaha : W=Fxs W = usaha (j) F = gaya (N) S = perpindahan (m) Jika gaya yang diberikan tidak searah dengan perpindahan maka digunakan persamaan : . P=VxI P = (I x R) x I P = I2R –> dapat menggunakan rumus ini untuk mencari daya listrik Sedangkan penjabaran rumus jika diketahui hanya Tegangan (V) dan Hambatan (R) saja. Persamaan Rumus Daya Listrik Dalam contoh kasus II.

W = F cos α x s α adalah sudut yang dibentuk oleh gaya dengan perpindahan. maka besar usaha sama dengan luas dibawah grafik. Misalnya Andi mendorong kereta api tetapi kereta api tidak berpindah maka usaha yang dilakuka Andi terhadap kereta sama dengan nol. Usaha akan bernilai nol jika benda yang diberikan usaha tdak berpindah. Jika ada grafik hubungan antara gaya (F) dan perpindahan (s). .

dan sekon disingkat menjadi MKS. Besaran turunan adalah besaran yang diturunkan dan diperoleh besaran-besaran pokok. Digunakan untuk mengkonversi dari satu keasatuan ikuran ke satuan ukuran yang lain.m2/s3 watt Tekanan Gaya / luas Kg.(m. seperti centimeter ke meter.461 x 10^15 m Konversi Massa . m/s2. sekon ).0936 yard = 3. CGS ( centimeter. gram.s2) pascal Muatan listrik Kuat arus X waktu Ampere.FAKTOR KONVERSI Faktor konversi adalah cara untuk pindah dari suatu satuan kesatuan lain tanpa mempengaruhi nilai dari satuan tersebut melalui suatu rasio ( perbandingan ). newton Usaha & energy Gaya X perpindahan Kg.54 cm 1 kaki = 12 inci = 30.m2. joule Daya Usaha / waktu Kg.48 cm 1 yard = 3 kaki = 91. kilogram.s2.6215 mil 1 mil = 1. Sistem satuan yang bisa digunakan pada besaran paokok dalam besaran turunan adalah system international ( SI ) atau dikenal sebagai seistem metric yaitu meter. tahun = 9. Besaran satuan Rumus Satuan Volume Panjang X lebar X tinggi m2. pound. m3. Massa jenis Massa / volume Kg / m3 Percepatan Kecepatan / waktu M / s2 Gaya Massa X percepatan Kg. coulomb.44 cm 1 tahun cahaya = 1 c . Daftar Konversi Satuan Konversi Panjang 1 km = 0. sekon ) dan FPS ( foot.37 inci 1 inci = 2. liter.609 km 1 m = 1.281 kaki = 39.

56 Ms Konversi Luas 1 m^2 = 1064 cm^2 1 km^2 = 0.4470 m/s = 1.549 rev/menit Konversi Massa Jenis 1 g/cm^3 = 1000 kg/m^3 = 1 kg/L (1 g/cm^3)g = 62.30^o 1^o = 1.6 ks 1 hari = 24 jam = 1440 menit = 86.1047 rad/s 1 rad/s = 9.76 kaki^2 1 are = 43.467 kaki/s Konversi Sudut dan Kecepatan Sudut n (phi) rad = 180^o 1 rad = 57.32 L = 2.4516 cm^2 1 kaki^2 = 9.560 kaki^2 1 mil^2 = 640 are = 2.29 x 10^-2 m^2 1 m^2 = 10.59 kg 1 kg = 6.852 x 10^-2 slug 1 u = 931.6606 x 10^-27 kg 1 kg = 6.590 km^2 Konversi Volume 1 m^3 = 10^6 cm^3 1 L = 1000 cm^3 = 10^-3 m^3 1 gal = 3.50 MeV/c^2 Konversi Waktu 1 jam = 60 menit = 3.1 kg = 1000 g 1 ton = 1000 kg = 1 Mg 1 u = 1.1 are inci^2 = 6.786 L 1 gal = 4 qt = 8 pt = 128 oz = 231 inci^3 1 inci^3 = 16.745 x 10^-2 rad 1 rev/menit = 0.4 pon/kaki^3 Konversi Gaya .609 km/jam 1 mil/jam = 1.39 cm^3 1 kaki^3 = 1728 inci^3 = 28.2778 m/s = 0.3861 mil^2 = 247.832 x 10^4 cm^3 Konversi Kelajuan 1 km/jam = 0.022 x 10^23 u 1 slug = 14.6215 mil/jam 1 mil/jam = 0.4 ks 1 tahun = 365.24 hari = 31.

pon = 1.F^o 1 Btu.c^2 = 931.35 J 1 eV = 1.atm = 24.325 J 1 L.kaki^2.F^o = 0.217 kal 1 Btu = 778 kaki.K .h = 3.8 kakiH2O 1 pon/inci^2 = 6.1 N = 0.341 x 10^-3 daya kuda = 0.602 x 10^-19 J 1 u.32 Pa 1 bar = 100 kPa Konversi Energi 1 kW.286 x 10^-3 Btu 1 L.938 Btu.50 MeV 1 erg = 10^-7 J Konversi Daya 1 daya kuda = 550 kaki.9 inciHg = 33.K = 6.pon = 252 kal = 1054.inci/jam.6 MJ 1 kal = 4.inci/jam.4482 N (1 kg)g = 2.1840 J 1 kaki.2248 pon = 10^5 dyne 1 pon = 4.895 kPa 1 torr = 1 mmHg = 133.2046 pon Konversi Tekanan 1 Pa = 1N/m^2 1 atm = 101.kaki^2.7 W 1 Btu/menit = 17.1441 W/m.325 kPa = 1.356 J = 1.7376 kaki.01325 bar 1 atm = 14.pon/s Konversi Medan Magnet 1 G = 10^-4 T 1 T = 10^4 G Konversi Konduktivitas Termal 1 W/m.atm = 101.7 pon/inci^2 = 760 mmHg = 29.pon/s = 745.58 W 1 W = 1.

Salah satu nilai resistor yang diperlukannya adalah 4 Mega Ohm. Rumus dari Rangkaian Seri Resistor adalah : Rtotal = R1 + R2 + R3 + …. 5. HAMBATAN KEKUATAN & RANGKAIAN SEDERHANA Rangkaian Seri Resistor Rangkaian Seri Resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih Resistor yang disusun secara sejajar atau berbentuk Seri.. + Rn Dimana : Rtotal = Total Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1 R2 = Resistor ke-2 R3 = Resistor ke-3 Rn = Resistor ke-n Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Seri : Contoh Kasus untuk menghitung Rangkaian Seri Resistor Seorang Engineer ingin membuat sebuah peralatan Elektronik. . tetapi Engineer tidak dapat menemukan Resistor dengan nilai 4 Mega Ohm di pasaran sehingga dia harus menggunakan rangkaian seri Resistor untuk mendapatkan penggantinya. Dengan Rangkaian Seri ini kita bisa mendapatkan nilai Resistor Pengganti yang kita inginkan.

900.Penyelesaian : Ada beberapa kombinasi Nilai Resistor yang dapat dipergunakannya.000 atau sama dengan 4 Mega Ohm. Karena arus (I) adalah sama maka Rangkaian Paralel Resistor Rangkaian Paralel Resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih Resistor yang disusun secara berderet atau berbentuk Paralel.9 Mega Ohm 1 buah Resistor dengan nilai 100 Kilo Ohm Rtotal = R1 + R2 3. Besarnya resistor total (R) dalam rangkaian seri resistor diatas dapat dirumuskan besarnya nilai resistansi (R) tersebut sebagai berikut : Seperti terlihat dari gambar rangkaian resistor seri diatas terlihat bahwa semua resistor dialiri arus listrik dengan nilai yang sama. Jika arus yang mengalir tersebut (I) adalah sama maka dapat ditentukan besarnya tegangan total berdasarkan hukun OHM sebgai berikut. Atau 4 buah Resistor dengan nilai 1 Mega Ohm Rtotal = R1 + R2 + R3 + R4 1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm + 1 MOhm = 4 Mega Ohm Nilai resistansi total (R) pada rangkaian resistor seri akan lebih besar dan nilainya adalah penjumlahan semua resistor yang dirangkai seri tersebut. antara lain : 1 buah Resistor dengan nilai 3. Tegangan pada rangkaian resistor seri adalah berbeda tegangtung nilai resistor yang dipasang. Sama seperti dengan Rangkaian .000 + 100.000.000 = 4.

+ 1/Rn Dimana : Rtotal = Total Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1 R2 = Resistor ke-2 R3 = Resistor ke-3 Rn = Resistor ke-n Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Paralel : Contoh Kasus untuk Menghitung Rangkaian Paralel Resistor Terdapat 3 Resistor dengan nilai-nilai Resistornya adalah sebagai berikut : R1 = 100 Ohm R2 = 200 Ohm R3 = 47 Ohm Berapakah nilai hambatan yang didapatkan jika memakai Rangkaian Paralel Resistor? Penyelesaiannya : 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 1/Rtotal = 1/100 + 1/200 + 1/47 1/Rtotal = 94/9400 + 47/9400 + 200/9400 .Seri. Rangkaian Paralel juga dapat digunakan untuk mendapatkan nilai hambatan pengganti.. Rumus dari Rangkaian Seri Resistor adalah : 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + …. Perhitungan Rangkaian Paralel sedikit lebih rumit dari Rangkaian Seri.

56 Jadi Nilai Hambatan Resistor pengganti untuk ketiga Resistor tersebut adalah 27. Pada rangkaian resistor paralel nilai resistansi total (R) adalah lebih kecil dari salah resistor yang digunakan.1/Rtotal = 341 x Rtotal = 1 x 9400 (→ Hasil kali silang) Rtotal = 9400/341 Rtotal = 27. Pada Kondisi tertentu. Karena tegangan (V) adalah sama maka . Hal yang perlu diingat bahwa Nilai Hambatan Resistor (Ohm) akan bertambah jika menggunakan Rangkaian Seri Resistor sedangkan Nilai Hambatan Resistor (Ohm) akan berkurang jika menggunakan Rangkaian Paralel Resistor. Areus yang mengalir pada tiap resistor dapat dirumuskan sebgai berikut. Pada rangkaian resistor paralel besarnya tegangan pada setiap resistor adalah sama. Untuk rangkaian resistor paralel nilai resistansi total (R) dapat dirumuskan sebagai berikut : \ Pada rangkaian resistor paralel arus yang mengalir pada tiap resistor berbeda sesuai dengan nilai resistansi yang terpasang.56 Ohm. kita juga dapat menggunakan Rangkaian Gabungan antara Rangkaian Seri dan Rangkaian Paralel Resistor.