You are on page 1of 2

Kuliahnya Mahal Tapi Gaji Perawat di

Bawah UMR

Perawat selama ini memang banyak menjadi bahan perbincangan. Jumlah kampus dan mahasiswa
keperawatan memang semakin bertambah namun lulusannya semakin galau karena gaji di RSUD,
RS Swasta dan lain sebagainya masih belum sesuai harapan. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua
Dewan Pimpinan Cabang Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (DPC SARBUMUSI) Kota
Sukabumi, Surya Adam. Menurut data yang ia miliki, gaji perawat di bawah UMR masih menjadi
dilema di wilayah Sukabumi.

Surya menjelaskan, perawat yang ada di Kota Sukabumi menurut data yang Ia punya, selain masih
banyaknya gaji di bawah Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK), juga banyak kontrak kerjanya
yang kurang jelas. “Jadi bagaimana pelayanan bisa bagus, pekerja rumah sakitnya saja masih digaji
di bawah standar,” ujarnya dilansir Pojoksatu.id.

Namun ketika ditanya persoalan data rumah sakit mana saja yang memberi gaji perawat di bawah
UMR, Surya mengatakan jika hal ini belum waktunya ia buka karena persoalan hajat hidup orang
lain.

“Ada anggota kami di salah satu rumah sakit itu, jadi kami akan kuatkan dulu di basis
keanggotaannya baru nanti menyusun Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Karena jika tidak ada
PKB, biasanya pekerja banyak dicurangi,” tuturnya.

Surya berharap, pihak Dinas Tenaga Kerja pun ikut memantau persoalan pekerja yang ada di RS
di Kota Sukabumi.

“Sudah kuliahnya mahal-mahal menjadi perawat, kasian kan jika gajinya masih di bawah UMR,”
ucapnya.

Sedangkan menurut Kepala Bidang (Kabid) Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi,
Didin Sarifudin mengatakan, memang perawat itu adalah buruh.

Namun menurut pantauannya selama ini, RSUD tidak ada yang gaji di bawah UMR. “Malah
mereka itu mendapatkan tunjangan-tunjangan, tapi saya kurang tahu untuk rumas sakit
swastanya,” ungkapnya.

Didin mengatakan, jika perawat yang ada di RSUD itu tidak masuk serikat buruh dan UMR-nya
tidak disamakan dengan UMR yang diterapkan ke pekerja lain.

Menurutnya, perawat yang ada di RSUD itu telah diatur langsung oleh pemerintah termasuk
gajinya. “Perawat di RSUD itu masuk kepada kategori Aparatur Sipil Negara (ASN) dan mereka
ada kemungkinan untuk menjadi Pegawai Negri Sipil (PNS),” pungkasnya.
Source: Pojoksatu.id