You are on page 1of 14

TUGAS

MANAJEMEN PEMASARAN JASA PERPUSTAKAAN
“PERAN PUSTAKAWAN DALAM PEMBENTUKAN CITRA
PERPUSTAKAAN”

Oleh :
MEI ZAQI HILDAYANA
07540021

PRODI ILMU PERPUSTAKAAN DAN INFORMASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
2010

aktual dan akurat. Perpustakaan seharusnya tidak lagi berorientasi pada pengelolaan bahan pustaka saja tetapi lebih dari itu yaitu berorientasi pada penggunanya. Pesatnya perkembangan jasa layanan informasi yang menggunakan teknologi informasi menuntut lembaga perpustakaan untuk dapat terus bertahan atau survive bahkan diharapkan mampu bersaing. Perpustakaan yang berorientasi pada layanan pengguna akan membuat . Sebuah lembaga perpustakaan dapat dikatakan baik. Untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi maka diperlukan peningkatan kualitas layanan informasi di perpustakaan. tenaga atau SDM yang berkualitas dan professional. dan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai. jika perpustakaan tersebut memenuhi beberapa criteria diantaranya adalah koleksi yang relevan. sistem pelayanan yang cepat dan tepat. Perpustakaan juga dapat dikatakan berhasil jika keberadaan perpustakaan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penggunanya. BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG Perpustakaan sebagai sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang jasa layanan informasi perlu menyadari bahwa kondisi di era kompetisi saat ini akan sangat berpengaruh terhadap keberadaannya.

Perpustakaan sebagai lembaga pelayanan mempunyai pengguna tersendiri yang membutuhkan layanan yang baik dan memuaskan. Kualitas pelayanan berhubungan dengan sikap petugas yang profesional. prosedur atau tata cara yang mudah serta suasana perpustakaan yang menyenangkan.produk yang disediakan selalu up date. Kepuasan pengguna akan mempengaruhi perilakunya terhadap produk yang disediakan oleh perpustakaan. Untuk itu diperlukan upaya pengoptimalan layanan yang ada baik secara kualitas maupun kuantitasnya. Pengguna akan merasa puas jika kebutuhan informasi yang diperlukan terpenuhi. Pustakawan selaku penyaji dari koleksi atau informasi yang dikelola sebuah perpustakaan sudah barang tentu harus mengedepankan kepentinggan pengguna (user oriented). Pustakawan dituntut untuk bisa menterjemahkan keinginan pengguna perpustakaan akan bentuk informasi yang diinginkannya. . SDM yang ada bekerja secara profesional serta memberikan pelayanan terbaik bagi penggunanya. Dengan demikian perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan bahan pustaka dan layanan peminjaman tetapi menjadi sumber layanan informasi yang dibutuhkan masyarakat. pustakwan harus bersikap proaktif dalam menyikapi perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pengguna akan informasi. Segi kuantitas pelayanan meliputi jenis dan banyaknya pelayanan yang dapat diberikan kepada penggunanya.

Sedangkan kemampuan fungsional antara lain meliputi kontak dengan pengguna yaitu. hubungan internal pustakawan/staff dan hubungan eksternal pada lembaga lain. sikap. PERMASALAHAN Mencermati kondisi pustakwan dalam memberikan layanan informasi di perpustakaan. menurut sebagaian besar masyarakat bahwa citra pustakawan dan perpustakaan kurang menggembirakan.B. perilaku. Menurut mereka banyak pustakawan belum memiliki kemampuan di bidang teknis dan fungsional. . baik dilihat dari kualitas teknis maupun kualitas fungsional. manajerial. sehingga apa yang dilihat dan dirasakan oleh pengguna atau masyarakat belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan informasi mereka Dari keterangan diatas dapat diambil garis besar permasalahan yang ada yaitu Bagaimana Perilaku Pustakawan Dalam Menjalankan Tugasnya Melayani Pengguna apakah sudah menjalankan tugasnya dalam melayani pengguna sehingga pengguna bisa puas dalam pelayannya. kemapuan teknis antara lain berkomunikasi. Dan masih rendahnya kualitas SDM pustakwan. penguasaan teknologi informasi dan berbahasa.

bermoral Pancasila. mempunyai tanggung jawab social dan kesetiakawanan. berwawasan luas. fasilitas dan pelayanan. terampil. kreatif. berorientasi ke depan. Pustakawan Indonesia yang ideal telah memenuhi persyaratan yaitu dari segi aspek profesional maupun aspek kepribadian dan perilaku. mampu menyerap ilmu lain. memiliki etos kerja tinggi dan lain-lain. BAB II PEMBAHASAN Perpustakaan yang berkualitas akan diminati dan dikunjungi oleh penggunanya karena mampu memberikan pelayanan yang memuaskan. Sedangkan aspek kepribadian dan perilaku meliputi bertaqwa kepada Tuhan YME. Pustakawan atau Sumber Daya Manusia Pustakawan adalah seorang yang melaksanakan kegiatan perpustakaan dengan jalan memberikan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan tugas lembaga induknya berdasarkan ilmu pengetahuan. Aspek profesional artinya bahwa pustakawan Indonesia memiliki pendidikan formal ilmu pengetahuan. Selain itu juga dituntut gemar membaca. tanggap. Dengan memiliki latar belakang pendidikan di bidang . dokumentasi dan informasi yang dimilikinya melalui pendidikan. Untuk mewujudkan hal itu perlu diperhatikan tiga faktor utama yang mempengaruhinya yaitu pustakawan. cerdas. objektif dan lain-lain. A.

Kemampuan lain yang harus dimiliki oleh pustakawan di era informasi ini antara lain : 1. Menyadari dan menghormati hak dan kewajiban pihak lain. Mengembangkan teknik dan prosedur kerja dalam bidangnya. Pustakawan juga harus berusaha untuk : . lebih banyak berorientasi ke masa kini dan akan datang 5. 3. perpustakaan dan informasi. 4. Senantiasa siap untuk menerima perubahan 3. Berkomunikasi yang baik sehingga dapat mengidentifikasikan keperluan informasi pengguna. Dapat berbahasa asing khususnya Bahasa Inggris sehingga mempermudah hubungan atau komunikasi internasional. Yakin adanya potensi dalam dirinya 6. Mampu melaksanakan penelitian di bidang perpustakaan untuk menentukan inovasi baru sebagai alternatif pemecahan masalah. pustakawan minimal dapat mengimbangi kebutuhan pengguna yang bergerak dalam berbagai bidang didisplin ilmu. Bersikap terbuka terhadap pengalaman dan penemuan baru 2. Selain itu pustakawan perlu mempunyai kemampuan : 1. Tidak pasrah pada nasib dan peka terhadap perencanaan 7. Kemampuan pustakawan yang profesional selain cermat juga harus aktif dan proaktif dalam menunjang program-program yang dilakukan oleh perpustakaan. 2. Memiliki kepekaan yang baik terhadap lingkungan kerja maupun dirinya 4.

2. 4. Menarik simpati pengguna baru agar mau berkunjung ke perpustakaan 3. Memberikan layanan yang lebih pribadi 4. Meningkatkan kinerja seluruh staf perpustakaan untuk memenuhi kebutuhan pengguna sehingga memperoleh feed back yang positif. Perkembangan informasi dan teknologi yang berakibat pada peningkatan kebutuhan dan perilaku pengguna perpustakaan harus dapat diimbangi oleh pustakawan dengan peningkatan kualitas layanan dan bentuk informasi yang disajikan. Menjaga agar pengguna kembali berkunjung ke perpustakaan. image dan layanan perpustakaan. Hal-hal tersebut akan memungkinkan perpustakaan : 1. Pustakawan harus mampu menjadi manajer di . Menjaga arus pengguna supaya tetap atau bahkan meningkat 3. Berkomunikasi efektif dan terhormat 5.1. Pimpinan perpustakaan juga harus mampu mengembangkan perilaku positif diantara staf perpustakaan. Menghilangkan pandangan yang keliru tentang prosedur. Mampu membiayai operasional layanan yang berkualias. 5. Komitmen tersebut hanya dapat dilakukan dengan melibatkan seluruh staf dalam perencanaan program-program perpustakaan. Mengubah keluhan menjadi kepuasan pengguna 6. Mendapatkan informasi tentang pilihan atas layanan dan minat pengguna terhadap layanan yang diberikan oleh perpustakaan. Menciptakan suasana welcoming bagi pengguna 2.

Rela Berkorban 4. artinya suatu bentuk kepribadian yang didambakan banyak orang karena outputnya selalu berorientasi pada perbaikan-perbaikan kualitas kehidupan. Percaya Diri 3. Adapun karakter kepribadian superior meliputi : 1. Seorang pustakawan harus dapat menciptakan kredibilitas pengguna. Kepribadian tersebut adalah kepribadian yang superior. Maka tepatlah jika pustakawan harus memiliki kepribadian superior ini. Inovatif B. Dalam rangka menjalankan profesinya seorang pustakawan harus memiliki kepribadian. Pelayanan Pengertian pelayanan bahwa layanan merupakan suatu aktifitas yang tidak berwujud dan yang memberikan suatu tingkat kepuasan bagi pemakai jasa tersebut tetapi tidak dapat disimpan atau dipindahkan. Semakin tinggi kualitas pustakawan. Kepuasan pengguna merupakan respon setelah pengguna membandingkan pelayanan yang dirasakan dengan pelayanan yang . Tepat Janji 7.mana ia menjalankan fungsi keprofesionalannya. Pertahanan Ego 2. Idealistik 6. semakin tinggi pula tingkat kepercayaan pengguna. Kesabaran 5.

manusia. 3. Tangibles ( bentuk fasilitas fisik) Penampilan dan kemampuan sarana prasarana fisik harus dapat diandalkan. proses dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.diharapkan. sehingga menimbulkan kepercayaan dan keyakinan pengguna. Jaminan Pengetahuan dan kemampuan pustakawan serta keramahan dalam melaksanakan tugas dapat menjamin pelayanan yang baik. Responsivitas (tanggapan) Keinginan pustakawan untuk membantu pengguna dan memberikan pelayanan dengan cepat serta mampu mengatasi masalah yang timbul secara profesional. Kualitas pelayanan dapat dibagi menjadi lima dimensi yaitu : 1. Kualitas layanan merupakan persepsi pelanggan terhadap keunggulan suatu layanan. . Empati Memberikan perhatian yang bersifat individual kepada pengguna dan berusaha untuk memahami keinginan dan kebutuhan pemakai. jasa. Sedangkan kualitas layanan yaitu kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk. 4. 2. Reliabilitas (kehandalan) Kemampuan memberikan pelayanan sesuai dengan yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. 5.

sehingga pelayanan tidak dapat dikatakan prima jika salah satu unsur tidak terpenuhi. C. kebenaran 3. kecepatan 2. kenyamanan Keempat unsur tersebut merupakan suatu kesatuan layanan yang terintegrasi.Secara garis besar pelayanan prima mengandung empat unsur pokok yaitu : 1. Layanan yang baik merupakan aset penting dalam dunia pelayanan perpustakaan. Selain itu juga kualitas perabot dan perlengkapan serta ketersediaan perangkat teknologi informasi maupun kemutakhiran koleksi yang dimiliki perpustakaan. Layanan Prima atau berkualitas merupakan suatu hal yang prinsip karena keberhasilan pelayanan merupakan salah satu indikator keberhasilan perpustakaan dalam menjalankan fungsi dan tugas kelembagaannya. Perpustakaan juga harus menyediakan informasi berbentuk digital serta mengembangkan catalog on line untuk memudahkan dalam temu . Fasilitas Fasilitas perpustakaan akan diamati dari luas dan kenyamanan ruang atau gedung serta kelengkapannya. keramahan 4. Pelayanan prima adalah suatu sikap atau cara petugas perpustakaan dalam melayani customer secara memuaskan.

Informasi yang berkualitas memiliki beberapa syarat antara lain : 1. Perpustakaan digital adalah perpustakaan yang sebagian besar koleksinya dalam bentuk digital. 4. Keandalan Informasi harus diperoleh dari sumber-sumber yang dapat diandalkan kebenarannya. Tepat waktu Informasi yang tersedia tepat pada waktunya 5. Akurat Informasi harus jelas. Ketersediaan Tersedianya informasi merupakan syarat mendasar dan mudah diperoleh bagi pengguna. Konsep koleksi digital tersebut berlawanan dengan koleksi perpustakaan sebelumnya yang hanya mengenai materi . 6. Relevan Informasi yang diperlukan adalah benar-benar relevan dengan permasalahan misi dan tujuan organisasi. bersih dari kesalahan serta akurat mencerminkan makna yang terkandung dari data pendukungnya. 2. kembali informasi. Bermanfaat Informasi harus bermanfaat bagi pengguna baik perorangan maupun organisasi. 3.

Persiapan ke arah otomasi perpustakaan 3. Pengembangan perpustakaan digital 5.tercetak kemudian menyusul materi dalam bentuk mikro dan akhirnya bentuk audio visual. Pengorganisasian koleksi perpustakaan 2. Penerimaan materi digital yang dapat diakses dari internet 4. Upaya menjembatani kesenjangan digital . Konsep pengembangan ke arah perpustakaan digital meliputi langkah-langkah antara lain : 1.

Persepsi pengguna ini harus diketahui oleh perpustakaan untuk bahan dasar evaluasi terhadap fasilitas dan pelayanan yang dilakukan. . Kualitas jasa pelayanan dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya sikap petugas. Setiap orang. kompak dan mengutamakan kepentingan lembaga dalam rangka menyajikan yang terbaik kepada pengguna perpustakaan. sehingga menimbulkan suatu sikap tertentu dari pengguna terhadap perpustakaan. Kualitas pelayanan selalu diperhatikan dan dirasakan oleh pengguna. sumber daya fisik dan material informasi. Apakah telah memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna ataupun belum. Oleh karena itu akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi. komunikasi. diamanapun ia bertugas merupakan anggota tim kerja (teamwork) yang solid. BAB III PENUTUP Semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa perubahan pada masyarakat dan individu.

Siti Rr. 2007. 2006 . Sutarno. DAFTAR PUSTAKA . Jakarta : Ikatan Pustakawan Indonesia Pengurus Daerah DKI Jakarta. 1992. Buletin Perpustakaan Universitas Airlangga : Meningkatakan Kualitas Pustakawan di Era Teknologi Informasi. Kepustakawanan Indonesia: potensi dan tantangan. . “Pustakawan dan Penelitian di Bidang Perpustakaan”.Dwijati. . Zultanawar. Jakarta : Kesaint Blanc. Aksentuasi Perpustakaan dan Pustakawan : Perpustakaan Masa Depan.