You are on page 1of 8

7

KONSEP CORPORATE PLANNING DAN
STRATEGIC MANAGEMENT

PENDAHULUAN

Rencana strategis perusahaan adalah suatu rencana jangka panjang yang
bersifat menyeluruh, memberikan rumusan ke mana perusahaan akan
diarahkan, dan bagaimana sumberdaya dialokasikan untuk mencapai tujuan
selama jangka waktu tertentu dalam berbagai kemungkinan keadaan
lingkungan.

TAHAP PERKEMBANGAN KONSEP

Tahap 1 : Anggaran dan pengawasan keuangan. Tahap ini menggunakan
anggaran sebagai alat perencanaan dan pengendalian. Tindakan
manajerial didasarkan pada proyeksi jangka pendek dan
berorientasi pada fungsi bisnis, dengan asumsi lingkungan stabil.
Tahap 2 : Perencanaan jangka panjang.
Tahap 3 : Perencanaan strategi bisnis. Perhatian manajemen beralih dari
fungsi internal perusahaan (fungsi produksi) ke lingkungan
eksternal perusahaan (fungsi pemasaran). Akibatnya berkembang
diversifikasi usaha, ada segmentasi usaha, unit usaha otonom
yang disebut satuan strategis bisnis (strategic business unit,
SBU).
Tahap 4 : Perencanaan strategis perusahaan. Ini diperlukan untuk
mengurangi konflik internal. Perencanaan strategis yang terpadu
ini bersifat administratif.
Tahap 5 : Manajemen strategis. Perencanaan strategis diintegrasikan bukan
hanya dalam sub-sistem administrasi semata, melainkan pula
berbagai sub-sistem dalam proses manajemen lainnya, seperti
struktur organisasi, informasi, SDM yang membentuk budaya
perusahaan secara menyeluruh. Penyatuan berbagai subsistem
infrastruktur manajerial dan pembentukan budaya perusahaan
inilah yang disusun, dikembangkan dan diarahkan dalam
manajemen strategis.

 Menjaga fleksibilitas dan stabilitas operasi. Pendekatan Klasik Pendekatan klasik diperkenalkan oleh Porter untuk membedakan umum dengan pendekatannya sendiri. Kedua hal itu merupakan dasar penyusunan prioritas tindakan dan kebijakan perusahaan dalam menghadapi perubahan lingkungan. PENDEKATAN ATAU METODE PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS Pendekatan ini dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok berdasarkan lingkup dan titik bahasan di satu pihak dan penekanan pada proses atau hasil di lain pihak.  Memudahkan penyusunan rencana kegiatan dan anggaran tahunan. atau komunikasi timbal-balik. baik yang langsung maupun tidak langsung.  Mengarahkan dan membentuk kultur perusahaan. 1. 8 MANFAAT DAN PERANAN RENCANA STRATEGIS  Menentukan batasan usaha/bisnis. . pada kelompok kedua terdapat pendekatan keperilakuan berhadapan dengan pendekatan administratif. menurut Porter. Kemudian. Memilih fokus bidang usaha yang akan dikembangkan yang didasarkan pada semua lapisan manajemen. Dalam analisis lingkungan dimasukkan semua faktor lingkungan usaha. sehingga bersifat global. Menentuan batasan usaha dan arah perusahaan merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama yang mendasari atau dihasilkan.  Memberikan arah perusahaan. terdapat pendekatan klasik berhadapan dengan pendekatan non- klasik. tawar-menawar. Rencana strategis menunjang pengarahan dan pembentukan budaya perusahaan lewat proses interaksi. Pada pengelompokan pertama.  Menjaga kebijakan yang taat asas dan sesuai.

kesepakatan. Pendekatan Keperilakuan Bertentangan dengan pendekatan administratif.  Penentuan arah. Pendekatan ini kurang memperhatikan faktor komitmen dan berbagai tingkat dan bidang manajemen. sehingga hanya lingkungan langsung perusahaan yang relevan. kelemahan. Hasilnya spesifik tentang strategi perusahaan yang dipilih. melainkan pada komitmen. . 4. sasaran dan strategi.  Analisis keunggulan. Pendekatan Administratif Fokus pendekatan ini adalah dokumen resmi rencana strategis yang memenuhi syarat yang berisi arah dan strategi perusahaan. 9 Pendekatan ini relatif mudah karena dua hal: informasi yang disyaratkan bersifat global dan teknik yang digunakan sederhana.  Identifikasi program dan proyeksi keuangan. Pendekatan ini mensyaratkan informasi yang cukup tentang pihak dalam lingkungan persaingan tersebut. Pendekatan Non-Klasik Pendekatan non-klasik atau pendekatan Porter ini menitikberatkan pada analisis posisi persaingan. 2. tingkah laku yang dihasilkan dari proses penyusunan dokumen. kesempatan dan ancaman (SWOT). TAHAP DAN KERANGKA PENYUSUNAN RENCANA STRATEGIS  Perumusan misi perusahaan. Penekanan pendekatan ini adalah manfaat utama dari suatu rencana strategis bukan pada hasil berupa dokumen resmi. 3.

Dengan demikian. evaluasi. tetapi dengan penekanan yang lebih besar pada aspek lingkungan dan strategi. implementasi. dengan memperkirakan keadaan masa depan untuk waktu yang lebih lama. DAN PERENCANAAN STRATEGIS Menurut Wheelen dan Hunger (1987) manajemen strategis adalah himpunan dari putusan dan tindakan manajerial yang menentukan performansi badan usaha dalam jangka panjang. Dalam hal ini. . studi mengenai manajemen strategi menitikberatkan pada kegiatan untuk memantau dan mengevaluasi peluang dan kendala lingkungan. Dengan demikian. MS mencakup perumusan. ada empat fase evolusi manajemen strategis: Tahap I : Basic Financial Planning: mengupayakan pengendalian operasional dan manajerial yang baik dengan menggunakan anggaran sebagai instrumennya. di samping kekuatan dan kelemahan perusahaan. KEBIJAKAN BISNIS. perencanaan strategis merupakan bagian dari MS. karena tidak mencakup implementasi. 10 KONSEP PERENCANAAN STRATEGIS MANAJEMEN STRATEGIS. dalam manajemen strategis tercakup juga kebijakan bisnis. melainkan hanya mencakup perumusan strategi. kebijakan bisnis merupakan studi yang sifatnya integratif dan komprehensif karena lebih cenderung melihat ke dalam perusahaan. Kaufman dan Walleck (1982). dan pengendalian strategi. Di pihak lain. Jadi. EVOLUSI DARI MANAJEMEN STRATEGI Menurut Gluck. dengan menitikberatkan pada masalah efisiensi atas utilitas sumber daya yang dimiliki perusahaan. kebijakan bisnis memfokuskan pada perumusan pedoman umum yang memungkinkan pencapaian yang lebih baik atas misi dan tujuan perusahaan. dan evaluasi atau pengendalian strategi. Tahap II : Forecast-based planning: mengupayakan sistem perencanaan yang lebih efektif untuk mencapai pertumbuhan perusahaan.

11 Tahap III : Externally oriented planning: mengupayakan peningkatan kepekaan terhadap pasar dan persaingan dengan cara mencoba untuk berpikir strategis.  Penentuan dan evaluasi program kerja khusus fungsional. Bugeting and financial control dengan anggaran sebagai instrumen. Corporate Strategic Planning:  Visi badan usaha. Strategic management. Business Strategic Planning:  Misi unit usaha. III.  Konsolidasi atas strategi unit usaha dan strategi fungsional.  Postur strategis dan pedoman perencanaan.  Misi unit usaha.  Alokasi sumberdaya dan pengukuran kinerja untuk pengendalian manajemen. Businees strategic planning.  Perumusan strategi dan program kerja menyeluruh. Corporate strategic planning: perencanaan jangka panjang terpadu.  Perumusan dan evaluasi program khusus. Tahap IV : Strategic management: mengupayakan untuk mengatur semua sumberdaya yang ada untuk mengembangkan daya saing dan membantuk menciptakan masa depan. yaitu tingkat unit usaha (business) dan badan usaha (corporate). Long range planning.  Penganggaran tingkat unit usaha. IV.  Perumusan strategi usaha dan program menyeluruh. Hax dan Majluf (1984).  Perumusan strategi fungsional.  Pengesahan penganggaran dari dana strategis dan operasional.  Penentuan dan evaluasi program kerja khusus unit usaha. II. . MODEL PROSES MANAJEMEN STRATEGIS Hax dan Majluf (1984) membedakan dua macam proses manajemen strategis. evolusi manajemen strategis terdiri dari lima tingkatan: I. V.

 Annual objectives  Functional strategies.  Company profile.  Company mission.  Konsolisasi penganggaran dan pengesahan dana strategis dan operasional. 12  Alokasi sumberdaya dan penentuan pengukuran kinerja. Model perencanaan strategis menurut Pearce II dan Robinson (1988) tidak membedakan antara perencanaan strategis untuk unit usaha dan badan usaha.  Penganggaran tingkat unit usaha.  Policies .  Penganggaran tingkat fungsional.  Strategic analysis and choice.  External environment.  Long term objective  Grand strategy (rencana kegiatan utama dan komprehensif).

PROSES DAN PERALATAAN ANALISIS 1. c. pemerintah pembeli terbesar. nusantara) f. e. 13 ANALISIS SWOT OVERALL TUJUAN ANALISIS Untuk memberikan gambaran hasil analisis keunggulan. nilai yang beruang). distribusi pendapatan. data dan informasi yang diperoleh dari hasil survai atau pengamatan. Analisis Lingkungan: a. alur hidup produk/layanan. Ekstern: data sekunder. Intern: data perusahaan dan data dan informasi yang dikumpulkan perusahaan 2. kelemahan. dan perubahan teknologi). Pasar/saingan (perubahan struktur kependudukan. kemudahan akses masuk. subsidi. Geographies (lokasi. Teknologi (bahan baku. inflasi dan deflasi. peluang dan ancaman perusahaan secara menyeluruh yang digunakan sebagai dasar atau landasan penyusunan objective dan strategi perusahaan dalam corporate planning. kebijakan moneter. kebijakan pemerintah). Pemerintah/perundang-undangan (pusat dan daerah. cost of labor. sub-assemblies. RUANG LINGKUP  Lingkungan  Keadaan intern perusahaan  Peramalan JENIS DAN SUMBER INFORMASI 1. neraca pembayaran. Sosial budaya (cita rasa. Ekonomi (business cycle. . perlindungan industri. b. d. rintangan masuk).

Sarana/fasilitas dan teknologi yang dimiliki. Organisasi (misi. d. Peralatan Analisis: Peramalan a. e. b. 3. maksud. . dan tujuan. Teknik dan metode peramalan. Arti dan peranan peramalan (REPO: rasional. Ruang lingkup peramalan. 14 2. Analisis Keadaan Intern Perusahaan: a. c. keuangan. Fungsi perusahaan (produksi. preparasi. Sistem dan prosedur kerja). b. personalia – SDM). pemasaran. dan operasional). estimate. Langkah peramalan. Contoh peramalan.