You are on page 1of 2

BAB 1

PEMBAHASAN

1.1 Definisi
AIDS adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus human immunodeficiency
(HIV), yang dilaporkan pertama kali oleh Centre for Disease Control pada tahun 1981. HIV
adalah virus RNA yang menginfeksi limfosit CD4+ T, sel-sel glia otak, dan makrofag. Virus ini
terkandung dalam darah, air mata, saliva, ASI, dan cairan tubuh serta jaringan lain dari orang
yang terinfeksi. Penyebarannya dominan melalui kontak seksual, darah atau produk darah, atau
perinatal. Infeksi terjadi melalui paparan oleh virus akibat berbagi jarum suntik selama
penyalahgunaan obat, hubungan seks yang tidak terlindung, menerima darah atau produk darah
yang terinfeksi, atau secara tidak sengaja terpapar bahan yang terinfeksi.
Pada sebagian besar kasus, gejala seperti flu akan berkembang dalam waktu 2-6 minggu
setelah infeksi. Selanjutnya akan terjadi limfadenopati menyeluruh yang persisten, diikuti dengan
fase laten. Pada awalnya fase laten ini tidak bergejala. Nantinya akan timbul limfadenopati,
infeksi pernafasan, penurunan berat badan, demam, diare kronis, lelah, alergi kulit, kandidiasis
rongga mulut, hairy leukoplakia, pembesaran parotis, dan infeksi herpes rekuren. AIDS
didefinisikan sebagai defisiensi imun yang disebabkan oleh infeksi HIV dengan hitung sel-T
CD4+ menurun menjadi kurang dari 200 sel/mm3 atau jika satu dari 30 infeksi oportunitik atau
bentuk kanker tertentu sudah berkembang.

1.2 Epidemiologi
Populasi yang mempunyai risiko tinggi tertular AIDS diantaranya :
1. Pria homoseksual
2. Heteroseksual
3. Wanita tuna susila
4. Pengguna obat suntikan
5. Penerima transfusi darah
6. Penerima transplantasi jaringan
7. Penderita hemofilia
8. Bayi yang lahir dari ibu yang menderita AIDS atau resiko tinggi

9. Petugas kesehatan yang berhubungan dengan alat atau instrumen yang kemungkinan besar terjadi trauma atau jejas .