You are on page 1of 12

PERBANDINGAN PENGGUNAAN SUPERPLASTICIZER X DAN Y

TERHADAP WORKABILITY PADA BETON MUTU TINGGI

Yunita Dwi Setyastuti1), Trias Rahardianto2), Sugiharti3)
1)
Mahasiswa Program Studi Manajemen Rekayasa Konstruksi Jurusan Teknik Sipil
2,3)
Dosen Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Malang
1)
yunitadwis.30@gmail.com, 2)trias.polinema@gmail.com, 3)sugisas@yahoo.com

Abstract
An admixture needed in high-strength concrete mix design is superplasticizer functions to reduce water. The
objective of the study is to find out the other functions of admixture and compare the workability and compressive
strength of X and Y admixture.
Experimental method was implemented in the research to obtain the required data from 7 trials of mix design
of different functions. X and Y Superplaticizer were used in K-700 of concrete quality, 12 specimens of 15x15x15 cm
cube were made in each trial and compressive strength was applied on the specimens at the age of 3,7,14, and 28
days.
The experiments result in a higher retarding function of X with 255 minutes initial setting and 330 minutes
final setting compared to 345 minutes and 300 minutes of Y; in a slump test 1% X has 2.70 plasticity compared to 1%
Y at 23.0; 0.77% X has 8.0 and 0.85 Y has 6.0; a compressive streghth test to early age concrete results in the
followings: at trials 1,2, and 5 X and Y reached 395 kg/cm2 and 387 kg/cm2 respectively; 514 kg/cm2 and 483 kg/cm2
respeectively at trials 1,3, and 6; 376 kg/cm2 and 372 kg/cm2 respectively trials 1,4, and 7. It means that X has higher
water reduction function compared to Y. Out of all parameters, X has higher performance than Y and the most
economical price is of IDR 941.491,52 at 0,77 % additional X.

Key words: admixture X, admixture Y, workability, compressive strength, high-strength concrete, most economical

PENDAHULUAN standar tersebut (Mulyono, 2006:19,20). Semen
Beton dikatakan sebagai beton mutu tinggi jika yang digunakan pada penelitian ini adalah semen
kekuatan tekannya diatas 50 MPa dan diatas 80 MPa type 1.
adalah beton mutu sangat tinggi. Banyak parameter 2. Air
yang mempengaruhi kekuatan tekan beton, diantaranya Air diperlukan pada pembuatan beton untuk
adalah kualitas bahan-bahan penyusunnya, rasio air memicu proses kimiawi semen, membasahi
semen yang rendah, dan kepadatan yang tinggi pula. agregat, dan memberikan kemudahan dalam
Beton segar yang dihasilkan dengan memerhatikan pekerjaan beton. Air yang mengandung senyawa-
parameter tersebut biasanya sangat kaku, sehingga sulit senyawa yang berbahaya, yang tercemar garam,
dibentuk atau dikerjakan terutama pada pengerjaan minyak, gula, atau bahan kimia lainnya, bila
pemadatan. Dengan semakin banyaknya pabrikan yang dipakai dalam campuran beton akan menurunkan
menghasilkan bahan admixture sebagai bahan kualitas beton, bahkan dapat mengubah sifat-sifat
pengencer dari beton yang berefek mecairkan beton beton yang dihasilkan. (Mulyono, 2006:51)
tanpa menambah campuran air dalam beton, maka hal 3. Agregat
ini tidak menjadi masalah. (Mulyono, 2006:295) Batasan ukuran antara agregat kasar dan agregat
Material utama yang digunakan dalam pembuatan halus yaitu 4.80 mm (British Standard) atau 4.75
campuran beton adalah sebagai berikut: mm (Standat ASTM). Agregat kasar adaah batuan
1. Semen yang ukuran butirannya lebih besar dari 4.80 mm
Pada umumnya, beton mengandung rongga udara (4.75 mm) dan agregat halus adalah batuan yang
sekitar 1% - 2%, pasta semen (semen dan air) lebih kecil dari 4.80 mm (4.75 mm). Agregat
sekitar 25 – 40%, dan agregat (agregat halus dan dengan ukuran lebih besar dari 4.80 mm dibagi
agregat kasar) sekitar 60% - 75%. Semen portland lagi menjadi 2: yang berdiameter antara 4.80 – 40
adalah bahan konstruksi yang paling banyak mm disebut kerikil beton dan yang lebih dari 40
digunakan dalam pekerjaan beton. Semen mm disebut kerikil kasar.
portland yang digunakan di Indonesia harus Agregat yang digunakan dalam campuran beton
memenuhi syarat SII.0013-81 atau Standar Uji biasanya berukuran lebih kecil dari 40 mm.
Bahan Bangunan Indonesia 1986, dan harus Agregat yang ukurannya lebih besar dari 40 mm
memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam digunakan untuk pekerjaan sipil lainnya. Dalam

1

 Dapat mereduksi air mencapai 30% dengan dosis Tabel 1 Rancangan Trial Mix admixture X sebanyak 1%. sehingga dapat dijadikan dasar ke dalam campuran beton pada saat atau selama menentukan produk mana yang harus digunakan dalam pencampuran berlangsung. Fungsi dari bahan ini jalur proses produksinya. Kegunaan dari jenis campuran beton mutu tinggi dan rancangan Trial superplasticizer ini adalah : Mix. Jenis Reducing Admixture). Data produktivitas. dari kedua admixture tersebeut dapat diketahui perbedaan workability. Ada banyak jenis hasil yang menegaskan mengenai keterkaitan antara admixure yang digunakan dalam pembuatan beton. (Mulyono. sehingga Beton + Admixture X 1% Untuk mempengaruhi kekuatan tinggi di umur awal.85% 3 3 3 3 12 b. Trial Mix Jenis Umur Total Benda Uji Karakteristik dan keuntungan dari jenis 3 7 14 28 superplasticizer ini adalah dengan dilihat dari Trial 1 Beton Tanpa Admixture 3 3 3 3 12 Trial 2 Beton + Admixture X 1% 3 3 3 3 12 fungsinya yaitu dapat mereduksi air. Admixture X adalah: Admixture X adalah jenis superplasticizer generasi 1. Fungsi umum dari admixture adalah untuk percobaan membuat benda uji yang bisa didapat suatu meningkatkan kinerja beton. Bahan Tambah membagikan informasi kepada PT. variabel yang diselidiki. analisa material. Admixture Y TOTAL 84 Admixture Y adalah jenis superplasticizer yang digunakan untuk industri beton precast / prestress.77% 3 3 3 3 12 pengerjaan. mengurangi penyusutan. ekonomis. pengujian agregat yang digunakan pasta PC. meningkatkan berdasarkan referensi-referensi yang ada. Trial 7 Beton + Admixture Y 0. Data utama yang dibutuhkan dalam superplasticizer yang sangat cocok untuk produksi penelitian ini adalah perhitungan komposisi beton pracetak. Jenis superplasticizer yang dipakai yaitu Data Pendukung X dan Y. 2. tetapi FAS tetap dan kuat tekan beton dari dan kuat tekan beton. tegangan hancur rata-rata. Trial 3 3 3 3 3 12 Slump Sesuai Rencana mengurangi permeabilitas. dan pendukung yang dapat membantu penelitian ini. Material dan Benda Uji yang Digunakan pencapaian kekuatan di umur awal. (Mulyono. mempermudah Trial 4 Beton + Admixture X 0. Variabel yang diselidiki dan Salah satunya yang saat ini sering digunakan adalah dijadikan sebagi acuan adalah variabel yang didapat jenis Superplaticizer atau Tipe F (High Range Water dari benda uji yang akan diuji di laboratorium. Admixture X adalah jenis lapangan. 2006:65) Hasil dari pembahasan ini ditujukan untuk 4. Z adalah salah satu perusahaan yang bergerak admixture Y untuk benda uji kubus dengan ukuran di bidang industri beton pracetak yang juga 15x15x15 cm. penelitian ini. ketahanan yang tinggi terhadap segregasi. dan referensi penggunaan dua produk admixture dengan harapan pustaka atau literatur. seperti spesifikasi admixture. Data Sekunder data yang didapat dengan cara Fungsi dari Admixture Y adalah mempengaruhi menghubungi instansi – instansi yang terkait dan kekuatan tinggi di umur awal beton. Benda Uji  Mempengaruhi kekuatan beton di umur awal. adalah untuk mengubah sifat-sifat dari beton agar menjadi lebih cocok untuk pekerjaan tertentu atau METODOLOGI PENELITIAN untuk menghemat biaya. MSDS admixture. Data Primer adalah data yang diperoleh dengan cara ketiga untuk beton dan mortar yang berfungsi untuk mengadakan peninjauan atau survey langsung di mereduksi air. Z tentang kinerja Admixture adalah bahan-bahan yang ditambahkan kedua superplasticizer. dan biaya pembuatan beton yang paling yaitu dengan menggunakan standart ASTM. 2006:117) Jenis Penelitian Penggunaan admixture dalam perencanaan Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan komposisi beton sangat diperlukan untuk beton mutu metode eksperimen. menggunakan superplasticizer dalam setiap jalur produksinya. dalam penelitian seperti pada Tabel 1. Rancangan trial mix yang akan dilakukan  Tingkat workability yang sangat baik. yaitu dengan melakukan tinggi. dan tidak Trial 5 Beton + Admixture Y 1% 3 3 3 3 12 Beton + Admixture Y 1% Untuk mengandung klorida sehingga cocok untuk beton Trial 6 Slump Sesuai Rencana 3 3 3 3 12 bertulang dan prategang. Tujuannya adalah untuk variabel yang ditentukan dalam penelitian ini adalah mengurangi air pencampur dan meningkatkan tingkat workability dengan melihat perbedaan nilai workability sehingga dapat meningkatkan kepadatan slump. masing-masing admixtures. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini a. waktu ikat dengan Bahan-bahan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 2 . yaitu admixture X dan PT. Topik ini akan membahas tentang perbedaan harga material. kemampuan dispersi yang tinggi.

10 3. berjumlah 12 buah. yaitu 6. 6. dengan komposisi semen 300 gram. dan c) Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat penambahan X sebanyak 3 cc. terlebih dahulu perlu 25 penetrasi (mm) adanya pengujian/ pemeriksaan material-material 20 penyusun beton.T-15-1990-03 15 (dalam buku Mulyono). Tujuannya adalah untuk mengetahui 15 karakteristik dari masing-masing material yang 10 nantinya dibutuhkan dalam perencanaan pembuatan 5 beton. 2. 0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 195 210 225 240 255 270 285 300 315 330 345 waktu (menit) 4. material untuk dilihat biaya yang paling ekonomis Hasil pengujian waktu pengikatan semen portland antara rancangan komposisi beton tanpa admixture. Pengujian Waktu Pengikatan Semen Portland komposisi per m3 dikalikan dengan harga satuan dengan Admixture X.Semen Gresik d) Pemeriksaan Kadar Air Agregat. Semen Portland type 1 produksi PT. Agregat halus yang digunakan yaitu pasir yang f) Pemeriksaan Berat Volume Agregat. Uji Waktu Ikat Pasta PC didapat setting awal pada penurunan jarum penetrasi 25 Uji waktu ikat untuk menentukan waktu ikat awal mm adalah 157 menit (2 jam 37’) dan setting akhir pada dan akhir dari masing-masing pasta PC yang penurunan jarum penetrasi 0 mm adalah 195 menit (3 dicampur dengan X dan Y. 25 penetrasi (mm) 2. Z. 40 35 HASIL DAN PEMBAHASAN 30 Pemeriksaan Material Penyusun beton Sebelum membuat beton. Adapun langkah- langkahnya sebagai berikut: 40 1. Uji Slump Beton 5 Uji Slump dilakukan untuk mengetahui tingkat 0 workability pada masing-masing trial mix.1. b) Pemeriksaan Berat Jenis dan Penyerapan Agregat Berdasarkan Gambar 2 menunjukkan bahwa Kasar. 0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 195 210 225 240 255 270 285 300 315 330 345 waktu (menit) Berikut jenis-jenis pemeriksaan agregat: Gambar 2 Grafik Cement Setting Time Test with X a) Pemeriksaan Susunan Gradasi Agregat. g) Pemeriksaan Berat Jenis Semen. Agregat kasar yang digunakan yaitu batu belah yang berasal dari daerah Pasuruan. air 84 cc. dan dengan Y. Benda uji berbentuk kubus 15x15x15 cm dengan dengan melihat perbandingan waktu pengikatan awal jumlah 84 buah. Analisa Biaya Analisa biaya dihitung berdasarkan rancangan 2. jam 15’). Uji Kuat Tekan Beton Uji Kuat Tekan Beton dilakukan untuk menghitung Gambar 1 Grafik Cement Setting Time Test kekuatan tekan beton tiap trial mix dan tegangan Berdasarkan Gambar 1 menunjukkan bahwa hancur rata-rata. dengan admixture X dapat dilihat pada Gambar 2. Perencanaan Campuran Beton 20 Perhitungan perencanaan campuran beton dengan menggunakan Metode SK. masing-masing admixtures terhadap pasta semen.SNI. dilakukan pengolahan data. Yang diutamakan dalam pemeriksaan penyusun 0 beton ini adalah pemeriksaan agregat kasar dan halus. Air yang digunakan dalam penelitian ini yaitu air Dalam pengujian waktu ikat ini. yaitu X 5. 3. Superplasticizer yang digunakan dalam penelitian dan Y. berasal dari daerah Lumajang. dengan X. termasuk admixture. Persiapan Material 35 Mempersiapkan material yang akan digunakan 30 untuk pengujian. pasta semen akan bersih yang terdapat dalam laboratorium PT. masing-masing 7 kali pengujian dan akhir dari kedua admixtures tersebut. Pengujian Waktu Pengikatan Semen Portland Tanpa Admixture Pengolahan Data Hasil pengujian waktu pengikatan semen portland Dari data-data yang telah dikumpulkan dan tanpa admixture dapat dilihat pada Gambar 1. dengan komposisi semen 300 gram dan air 84 cc. e) Pemeriksaan Kadar Lumpur Agregat. 5. Tujuannya adalah untuk mengetahui reaksi ini menggunakan X dan Y. kemasan 40 kg. 1. penurunan jarum penetrasi 25 mm adalah 255 menit (4 3 . didapat setting awal pada Halus. dicampur dengan masing-masing admixtures. Pengujian Waktu Pengikatan Semen Portland 4.

3 . Hasil 3.4 Treatment Gambar 4 Grafik Perbandingan Beton Normal.2.003375 x 12 x 1.0 4.32 - 15 Trial 3 31.67 45. perencanaan dengan cara DOE ini sudah pengujian dan grafik perbandingan nilai slump dipakai sebagai standar perencanaan oleh Departemen ditunjukkan pada Tabel 4 dan Gambar 4. penetrasi 0 mm adalah 330 menit (5 jam 30’).23 6. Pekerjaan Umum dan dimuat dalam standar SK-SNI T.0 paling sederhana dan menghasilkan hasil yang akurat. dan Sebelum beton segar dimasukkan ke dalam cetakan.99 .jam 15’) dan setting akhir pada penurunan jarum cm sebanyak 12 buah untuk masing-masing trial.0 (Saturated Surface Dry) tanpa harus keadaan kering Beton + Admixture Y 1% Untuk Slump oven.30 .32 Trial 7 24. = 0.67 46.3 32.05 27. kekurangan.61 6.73 29. pedoman DOE (Department of Environment) yang uji slump menunjukkan apakah campuran beton berasal dari The British Mix Design Methode.2 52.19 - 10 Trial 5 31. Beton Rancangan Komposisi Trial Mix X. Material Satuan Non.047 m3 35 30 Tabel 3 Proporsi Campuran Tiap Trial 25 Jenis PC Split Pasir Air X Y penetrasi (mm) Trial 1 31. didapat setting awal pada terlebih dahulu diuji.23 6. 4.5 Sesuai Rencana admixture.85% 6.81 0. Masing-masing trial tersebut akan dihitung banyaknya kebutuhan bahan beton per 12 benda uji. air 84 cc.03 6. 6 Trial 6 7. Untuk itu. 2 Trial 2 Beton + Admixture X 1% 27.15 = 0. Alasan menggunakan pedoman DOE No Trial Mix Jenis Slump dikarenakan pedoman ini merupakan metode yang 1 Trial 1 Beton Tanpa Admixture 3.0 dengan admixture Y disajikan dalam Tabel 2.0 yaitu diantaranya seperti pada penggunaan rumus dan 3 Trial 3 Beton + Admixture X 1% Untuk Slump 10. Pengujian beton segar ini salah penurunan jarum penetrasi 25 mm adalah 245 menit (4 satunya adalah slump test. 0. Komposisi per m3 untuk campuran beton non.30 0.0 5 Trial 5 Beton + Admixture Y 1% 23. 0. Di tersebut kelebihan. Hasil pengujian waktu pengikatan semen portland Volume Kubus = 0. Berdasarkan Gambar 3 menunjukkan bahwa langkah selanjutnya adalah membuat beton segar.82 .32 - Trial 4 24.99 0.5) (trial mix) dengan benda uji kubus berukuran 15x15x15 4 .02 6.2 52. 25 23 X Y Admixture 20 normal Slump 1 PC kg 680 520 520 15 X 2 Split kg 967.15 dengan admixture Y dapat dilihat pada Gambar 3.15 x 0.61 6.32 5 Trial 6 31.23 6.73 29.0 grafik material dan pada waktu pencampuran beton. Sesuai Rencana kondisi material yang dilihat yaitu pada kondisi SSD 4 Trial 4 Beton + Admixture X 0. jam 5’) dan setting akhir pada penurunan jarum Tujuan dari uji slump ini adalah untuk mengetahui penetrasi 0 mm adalah 300 menit (5 jam). atau cukup air. Hasil Indonesia.05 27. - 20 Trial 2 31.73 29. Tabel 2 Komposisi per m3 Perbandingan Nilai Slump 30 Komposisi 27 No. Pengujian Waktu Pengikatan Semen Portland perhitungan proporsi campuran beton per 12 benda uji dengan Admixture Y untuk masing-masing trial seperti pada Tabel 3.003375 m3 40 Volume yang dibutuhkan = 0.67 46. tingkat workability dan menentukan konsistensi dari Perencanaan Campuran Beton (Mix Design) beton segar.77% 8.67 45. dan beton 7 Trial 7 Beton + Admixture Y 0.3 32.2 1122 1122 10 Y 3 Pasir kg 592. beton dengan admixture X. Tabel 4 Nilai Slump Masing-masing Trial 15-1990.8 688 687 5 3 4 Air ltr 190 146 146 0 5 Admixture ltr .21 0 0 15 30 45 60 75 90 105 120 135 150 165 180 195 210 225 240 255 270 285 300 315 330 345 waktu (menit) Pengujian Slump Beton Gambar 3 Grafik Cement Setting Time Test with Y Setelah menghitung masing-masing komposisi campuran beton 12 benda uji dari masing-masing trial. dan Beton Y Terhadap Tingkat Workability dengan Dalam penelitian ini dilakukan 7 kali pengujian Dosis Admixture 1% (Trial 1. Konsistensi menunjukkan berapa banyak Perencanaan campuran beton ini menggunakan air yang digunakan dalam campuran beton.15 x 0. dengan komposisi semen 300 gram. 0. penambahan Y sebanyak 3 cc.67 46.

b menunjukkan bahwa pada jenis Pengujian Kuat Tekan Beton trial 1. 0 7 14 21 28 Umur 2.4. Untuk umur 14 hari.4.2.3.7) Beton Berdasarkan Gambar 4 menunjukkan bahwa Pada Gambar 6. nilai kuat tekan beton tidak Y. Untuk 750 700 758 umur 3 dan 28 hari.7.7) 8 8 800 7 750 756 744 6 758 6 700 674 669 650 σ (tegangan) 5 normal Slump 664 600 4 X 576 Normal 3 550 560 3 Y 568 X 500 2 Y 450 1 400 0 372 376 350 386 Treatment 0 7 14 21 28 Umur Gambar 5 Grafik Perbandingan Beton Normal. dan 28 Begitupun juga pada Gambar 5 bahwa penambahan X hari. Grafik Perbandingan Peningkatan Kekuatan dengan penambahan admixture 1% untuk slump sesuai Tekan Beton rencana). trial 1. nilai kuat tekan beton tidak berbeda jauh pada 387 350 386 tiap umur. Grafik Perbandingan Tegangan Hancur Rata- (a) Rata Grafik perbandingan tegangan hancur rata-rata PERBANDINGAN PENINGKATAN KEKUATAN TEKAN terhadap 3 kelompok trial dan keseluruhan kelompok BETON (TRIAL 1. nilai kuat tekan beton X lebih tinggi daripada Grafik perbandingan peningkatan kekuatan tekan beton tanpa admixture dan beton Y pada semua umur. kuat tekan beton Y lebih tinggi daripada beton 568 X 500 tanpa admixture dan beton X.4. Perbandingan Nilai Slump PERBANDINGAN PENINGKATAN KEKUATAN TEKAN 9 BETON (TRIAL 1. beton X lebih tinggi daripada beton tanpa admixture admixture.5) σ (tegangan) 750 722 965 988 969 887 702 758 1000 767 768 Normal 874 875 650 664 754 777 758 760 X 800 tegangan (kg/cm2) 550 514 568 Y 483 600 450 normal 350 400 386 X 0 7 14 21 28 Umur Y 200 (b) 0 3 7 14 28 Umur (a) 5 . Beton X.c menunjukkan bahwa pada jenis dapat dilihat pada Gambar 6. dan beton Y. pada beberapa umur beton terhadap 3 kelompok trial Pada Gambar 6. dan 7 (beton tanpa admixture dan beton PERBANDINGAN PENINGKATAN KEKUATAN TEKAN BETON dengan penambahan admixture sesuai rencana). Dari ketiga jenis beton 450 Y 400 395 tersebut. yaitu bisa dilihat pada umur 3. nilai slump X lebih tinggi daripada Y.a menunjukkan bahwa pada jenis tingkat keplastisan admixture X lebih tinggi daripada trial 1.3. nilai (TRIAL 1. berbeda jauh pada tiap umur. Penambahan admixture X dan Y sebanyak dengan penambahan admixture 1%).5) kuat tekan beton X pada umur 7 hari lebih tinggi 800 760 768 daripada beton tanpa admixture dan beton Y. kuat tekan beton Y lebih 0. Untuk umur σ (tegangan) 664 600 550 569 576 Normal 14 hari. dan 5 (beton tanpa admixture dan beton admixture Y. Pada Gambar 6. dan 6 (beton tanpa admixture dan beton 1. nilai slump X lebih tinggi daripada ketiga jenis beton tersebut. nilai kuat tekan 1% terhadap komposisi campuran beton non.85% terhadap campuran beton sesuai tinggi daripada beton tanpa admixture dan beton X Dari yang direncanakan. 950 952 925 850 850 PERBANDINGAN TEGANGAN HANCUR RATA-RATA (TRIAL 807 1.6) trial dapat dilihat pada Gambar 7 dan Gambar 8. dan Beton Y Terhadap Tingkat Workability dengan (c) Dosis Admixture Sesuai Rekomendasi Pabrik (Trial Gambar 6 Perbandingan Peningkatan Kekuatan Tekan 1.2.2. kuat tekan beton tanpa admixture 684 675 650 lebih tinggi daripada beton X dan beton Y.77% dan Y 0.

14.77 1032. 744 800 754 766 758 756 Hal ini menunjukkan bahwa dengan penambahan tegangan (kg/cm2) 600 admixture 1% dan ada penahanan air di dalam normal pembuatan beton.7. Pada Gambar 7. Tabel 5 merupakan hasil nilai pembobotan dan beton Y. dan 5 (beton tanpa admixture dan beton Tujuan dibuat matriks adalah untuk menentukan dengan penambahan admixture 1%). Parameter Umur Normal Sika Mighty dengan penambahan admixture 1% untuk slump sesuai 1.Trial 1.491. dan 6 (beton tanpa admixture dan beton No. nilai tegangan Y 200 hancur rata-rata X lebih tinggi daripada Y.46 tegangan (kg/cm2) 837.35 1400 1286 1000 1209 1111 852.Dosis 1% tiap admixture .4.2.77% yaiu senilai Rp 941.27 1200 1080 966 952 800 tegangan (kg/cm2) 965 917 925 1000 874 754 758 600 800 normal 400 600 X 200 400 Y 200 0 Trial 1 Trial 2 Trial 3 Trial 4 Trial 5 Trial 6 Trial 7 0 3 7 14 28 Jenis Trial Umur Gambar 8 Perbandingan Tegangan Hancur Rata-Rata (b) Seluruh Trial PERBANDINGAN TEGANGAN HANCUR RATA-RATA (TRIAL 1.3.14. yaitu melalui sebuah penilaian pada tiap tinggi/ lebih besar dibandingkan beton tanpa admixture parameter. nilai tegangan hancur rata-ratanya 400 X menjadi tinggi.Sesuai perhitungan dosis admixture 1 1 3 3 2 2 beton Y. dan 7.Trial 1. 3 2 6 4 7 2 6 4 Pada Gambar 7.7.6) 1200 1078.2.3. nilai tegangan hancur rata-rata 940 965 929 1000 886 874 862 760 trial 3 dan 6 lebih tinggi dibanding trial 1. dan 28 hari lebih bagus. tegangan hancur rata-rata beton 2 Workability tanpa admixture lebih tinggi daripada beton X dan . dan 28 hari lebih tinggi daripada 2 jenis beton 3 7 2 2 6 6 4 4 Trial 1.12 828. SUB TOTAL 2 6 4 3 Analisa Biaya . dan 28 hari lebih rendah SUB TOTAL 8 22 18 dari beton dengan menggunakan admixture.61 845. nilai tegangan hancur keseluruhan parameter tiap jenis beton.6 3 1 2 .14. PERBANDINGAN TEGANGAN HANCUR RATA_RATA PERBANDINGAN TEGANGAN HANCUR RATA-RATA (TRIAL SELURUH TRIAL 1. didapat biaya pembuatan beton yang paling ekonomis adalah beton dengan penambahan X Gambar 7 Perbandingan Tegangan Hancur Rata-Rata sebanyak 0. Kuat Tekan Beton rencana). Dalam hal ini juga.7 1 3 2 SUB TOTAL 7 5 6 TOTAL NILAI 43 73 58 Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa setelah adanya pembobotan dari analisa biaya. tegangan hancur rata-rata X pada umur .52. tegangan hancur rata-rata ketiga jenis beton Trial 1.7) Pada Gambar 8.5 3 1 2 . dan 7 (beton tanpa admixture dan beton SUB TOTAL 28 2 8 6 24 4 16 dengan penambahan admixture sesuai rekomendasi 3 6 4 2 7 4 6 2 pabrik).3.7. Pada umur 28 hari.Umur Awal & Tegangan Hancur Rata-Rata 3. rata-rata dari ketiga jenis beton tersebut tidak berbeda jauh.5 yang lainnya dan tegangan hancur rata-rata beton tanpa 14 2 4 6 28 2 6 4 admixture pada umur 3.74 832. Pada umur 3 hari.b menunjukkan bahwa pada jenis Tiap Jenis Beton trial 1.4. dan 28 28 6 2 4 SUB TOTAL 18 16 14 hari.c menunjukkan bahwa pada jenis Trial 1.5. nilai beton X 6 .4.4.7 14 2 4 6 tersebut tidak berbeda jauh pada umur 3. Tabel 5 Nilai Pembobotan Keseluruhan Parameter Pada Gambar 7.2.a menunjukkan bahwa pada jenis Matriks Nilai Parameter Pada Tiap Jenis Beton trial 1. tegangan hancur dan mengetahui jenis beton yang performanya lebih rata-rata beton X pada umur 3.3. 0 3 7 14 28 Analisa Biaya Umur Berdasarkan perhitungan biaya dari masing- (c) masing trial.2.7.6 14 2 6 4 trial 1.4.Trial 1.

52. Tujuannya untuk mengetahui jumlah air dan jumlah admixture yang akan digunakan. sebaiknya asumsi dalam trial tetap mengacu pada campuran dasar. dan Y. Cara Uji Slump sebagai berikut: Beton. ternyata X menunjukkan fungsi “retarding” Mulyono. SNI peningkatan performa beton minimal 134% 03-2834-2000. Metode KESIMPULAN DAN SARAN Pengujian Waktu Ikat Awal Semen Portland dengan Kesimpulan Menggunakan Alat Vicat Untuk Pekerjaan Sipil. terutama jika ada penambahan admixture jenis Superplasticizer. Dilihat dari waktu setting time antara admixture X Pekerjaan Umum. 6. Jakarta: Departemen Pekerjaan dibandingkan beton normal. Jakarta: Departemen Pekerjaan perbandingan penggunaan superplasticizer X dan Y Umum. Dalam hal ini admixture. 2003. Di dalam pembuatan campuran beton (mix desain). kedua admixture tersebut menunjukkan Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal. 2008. Jadi untuk 1% admixture dapat mereduksi air sebanyak berapa persen. Tata Cara demikian. Pada analisa biaya. sehingga perbedaan 7 . Teknologi Beton. Jakarta: Departemen 1. Jika digunakan untuk kegiatan penelitian selanjutnya. 2. Yogyakarta: Andi. sehingga menghasilkan tingkat workability yang tinggi. yang tinggi dibanding Y. Namun Badan Standardisasi Nasional. menunjukkan bahwa dari keseluruhan performa total berdasarkan kelompok trial. perlu diperhatikan dalam menentukan dosisnya. Berdasarkan hasil penelitian tentang SNI 03-6827-2002. pada beton mutu tinggi. 4. SNI-1972-2008. admixture X menunjukkan fungsi superplasticizer yang lebih baik.491. dimana tingkat keplastisannya yang tinggi. pengaruh fungsi mereduksi air admixture X yang menyebabkan kekuatan tinggi di umur awal lebih tinggi dibanding admixture Y. biaya pembuatan beton yang paling ekonomis untuk dosis admixture sesuai rekomendasi pabrik adalah beton dengan penambahan X sebanyak 0. Badan Standardisasi Nasional. 2. 3. dapat disimpulkan hal-hal Badan Standardisasi Nasional.77% yaitu senilai Rp 941. Umum. Pada pengujian tegangan hancur rata-rata. X mempunyai performa DAFTAR PUSTAKA yang lebih tinggi dibandingkan dengan Y.tetap lebih tinggi. 2002. yaitu dengan nilai 73 dibanding beton trial dapat dilihat pada perbedaan variasi prosentase non-admixture dan beton Y. Pada pengujian kuat tekan beton dengan melihat umur awal (pada umur 3 hari). saran yang dapat disampaikan oleh peneliti adalah sebagai berikut: 1. nilai tegangan hancur rata-rata admixture X lebih tinggi daripada admixture Y dan menunjukkan performa X lebih bagus dibanding Y. Pada pengujian slump. Dari keseluruhan parameter yang telah disimpulkan di atas menunjukkan bahwa X mempunyai performa yang lebih tinggi dan biaya yang lebih ekonomis dibanding Y. 2000. Saran Dari hasil penelitian tentang perbandingan penggunaan admixture X dan Y pada beton mutu tinggi. Hal utama yang harus diperhatikan adalah batasan dosis penggunaan tiap jenis admixture. Biaya beton X lebih murah dibanding beton Y. 5.

8 .

9 .

10 .

11 .

12 .