You are on page 1of 8

MAKALAH

MASA PEMERINTAHAN ORDE BARU

Oleh:
Fadian Rizkyandini
XII - IPA

kami berharap bagi para pembaca berkenan untuk memberikan kritik dan sarannya. oleh karena itu dengan penuh kerendahan hati. Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kekurangan. KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kemudahan. khususnya sejarah Indonesia pada Masa Orde Baru diharapkan makalah ini dapat menambahkan pengetahuan kita semua. Semoga Allah SWT selalu mencurahkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. Makalah ini berisikan tentang sejarah bangsa Indonesia. serta shalawat dan salam kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW sehingga kami dapat menyalesaikan makalah yang berjudul “Masa Pemerintahan Orde Baru” dari tugas Sejarah ini dengan tepat pada waktunya. Akhir kata kami ucapkan terima kasih. bagaimana kehidupan masyarakat dan system pemerintahan pada masa itu. .

Selain itu. Terlebih lagi karena adanya peristiwa pemberontakan G30S/PKI.ekonomi Indonesia berkembang pesat meskipun hal ini terjadi bersamaan dengan praktik korupsi yang merajalela di negara ini. . Hal ini menyebabkan presiden Soekarno memberikan mandat kepada Soeharto untuk melaksanakan kegiatan pengamanan di Indonesia melalui surat perintah sebelas maret atau Supersemar. XXXIII/1967 MPRS mencabut kekuasaan pemerintahan negara dan menarik kembali mandat MPRS dari Presiden Sukarno. Dengan Tap MPRS No. 12 Maret 1967 Jendral Soeharto dilantik sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia.1 Latar Belakang Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Orde Baru menggantikan Orde Lama yang merujuk kepada era pemerintahan Soekarno. Dalam jangka waktu tersebut. Kekuasan Soekarno beralih ke Soeharto ditandai dengan keluarnya Surat Perintah SebelasMaret (SUPERSEMAR) 1966. kesenjangan antara rakyat yang kaya dan miskin juga semakin melebar. Orde Baru hadir dengan semangat "koreksi total" atas penyimpangan yang dilakukan oleh Soekarno pada masa Orde Lama. Setelah dikeluarkan Supersemar maka mulailah dilakukan penataan pada kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Dikeluarkannya Supersemar berdampak semakin besarnya kepercayaan rakya kepada pemerintah karena Soeharto berhasil memulihkan keamanan dan membubarkan PKI. 1. Pada tanggal 23 Februari 1967. Peristiwa ini menandai berakhirnya kekuasaan Orde Lama dan dimulainya kekuasaan Orde Baru.  Bagi Penulis = Sebagai moment latihan dalam membuat makalah.Salah satu penyebab yang melatarbelakangi runtuhnya orde lama dan lahirnya orde baru adalah keadaan keamanan dalam negeri yang tidak kondusif pada masa Orde Lama. Penataan dilakukan di dalam lingkungan lembaga tertinggi negara dan pemerintahan. Orde Baru berlangsung dari tahun 1966 hingga 1998. MPRS menyelenggarakan sidang istimewa untuk mengukuhkan pengunduran diri Presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden RI.2 Manfaat Penulisan Adapun manfaat penulisan yang dapat diperoleh bagi penulis dan pembaca yaitu:  Bagi Pembaca = Dapat menambah wawasan tentang masa pemerintahan orde baru dan perkembang serta kebijakan pada masa itu. BAB I PENDAHULUAN 1.

9. . Kesatuan aksi (KAMI. Salah satu penyebab yang melatarbelakangi runtuhnya orde lama dan lahirnya orde baru adalah keadaan keamanan dalam negri yang tidak kondusif pada masa orde lama. Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : ü Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya ü Pembersihan Kabinet Dwikora ü Penurunan Harga-harga barang. 7. 4.1 Latar Belakang Lahirnya Orde Baru Lahirnya era orde baru dilatarbelakangi oleh runtuhnya orde lama. 2.KAPI. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan. 5.KASI. Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat. Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama. Hal ini menyebabkan presiden Soekarno memberikan mandat kepada Soeharto untuk melaksanakan kegiatan pengamanan di indonesia melalui surat perintah sebelas maret atau Supersemar. Tepatnya pada saat runtuhnya kekuasaan Soekarno yang lalu digantikan oleh Soeharto.KAPPI. BAB II PEMBAHASAN 2. Latar belakang lahirnya Orde Baru lainnya ialah: 1. Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar- besaran yang dilakukan oleh PKI. 8. Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. 3. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili. Terlebih lagi karena adanya peristiwa pemberontakan G30S PKI. Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965. 6. Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk. Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub).dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965.

atau sebagai koreksi terhadap penyelewengan-penyelewengan yang terjadi di masa lampau. Setelah peristiwa G30S/PKI. Penyerahan kekuasaan dari Presiden Soekarno kepada Soeharto dikukuhkan di dalam Sidang Istimewa MPRS. maka dimulailah babak baru yaitu sejarahOrdeBaru. yang mendorong dan mempercepat pembangunan. MPRS dalam Ketetapannya No. Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto. Dengan adanya Ketetapan MPRS itu. Pada tanggal 3 Februari 1967 DPR-GR menyampaikan resolusi dan memorandum yang berisi anjuran kepada Ketua Presidium Kabinet Ampera agar diselenggarakansidangIstimewaMPRS. Untuk mencapai stabilitas nasional diperlukan proses yang baik dan wajar. namun kristalisasi Orde Baru belum selesai. . agar dapat dicapai stabilitas yang dinamis. kelompok yang saling bertentangan. Proses ini dimulai dari penataan kembali kehidupan politik yang berlandaskan kepada Pancasila dan UUD 1945.Selanjutnya terjadilah situasi konflik yang membahayakan persatuan dan keutuhan bangsa.2. XXXIII/MPRS/1967 mencabut kekuasaan pemerintahan negara dari Presiden Soekarno dan mengangkat Soeharto sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia.2 Perkembangan kekuasaan Orde Baru Dengan Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) Soeharto mengatasi keadaan yang serba tidak menentu dan sulit terkendali. Melihat situasi konflik antara pendukung Orde Lama dengan Orde Baru semakin bertambah gawat. partai-partai politik terpecah belah dalam kelompok . Negara Republik Indonesia dilanda instabilitas politik akibat tidak tegasnya kepemimpinan Presiden Soekarno dalam mengambil keputusan atas peristiwa itu. antara Penentang dan pendukung kebijakan Presiden Soekarno. Pada tanggal 20 Februari 1967. DPR-GR berpendapat bahwa situasi konflik harus segera diselesaikan secara konstitusional. Pada hakikatnya. bangsa dan Negara yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 . Sekalipun situasi konflik berhasil diatasi. Orde Baru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat. Di samping itu juga berupaya menyusun kembali kekuatan bangsa untuk menumbuhkan st abilitas nasional guna mempercepat pembangunan bangsa. dengan adanya peralihan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto sebagai pemegang tampuk pemerintahan di Indonesia. Sementara itu. situasi konflik yang merupakan sumber instabilitas politik telah berakhirsecarakonstitusional.

 Pelurusan kembali tertib konstitusional berdasarkan Pancasila dan tertib hukum dengan Tap MPRS No. IV/MPRS/1966 dan Ketetapan MPRS No.  Pelarangan faham dan ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme di Indonesia dengan Tap MPRS No. dan Perti. dan lain-lain tergabung dalam kelompok golongan karya. organisasi tani dan nelayan. Penyegaran ini bertujuan menumbuhkan hak-hak demokrasi dan mencerminkan kekuatan-kekuatan yang ada di dalam masyarakat. dicetuskan dalam tuntutannya yang dikenal dengan sebutan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura). Hasilnya lahirlah tiga kelompok di DPR yaitu:  Kelompok Demokrasi Pembangunan yang terdiri dari partai . XXV/MPRS/1966. Partai Muslimin Indonesia. dan kekaryaan dengan cara pengelompokkan partai-partai politik dan golongan karya.partai PNI.  Kelompok Organisasi Profesi seperti organisasi buruh.  Kelompok Persatuan Pembangunan yang terdiri dari partai-partai NU. Jawaban dari tuntutan itu terdapat dalam ketetapan sebagai berikut :  Pengukuhan tindakan Pengemban Surat Perintah Sebelas Maret yang membubarkan PKI beserta organisasi massanya pada sidang MPRS dengan Ketetapan MPRS No. organisai pemuda. Perjuangan dalam rangka meluruskan kembali jalan yang telah diselewengkan. IX/MPRS/1966. . Pada hakikatnya tuntutan itu mengungkapkan keinginan-keinginan rakyat yang mendalam untuk melaksanakan kehidupan bernegara sesuai dengan aspirasi kehidupan dalam situasi kongkret. keormasan. Parkindo. Katolik IPKI. Usaha penataan kembali kehidupan politik ini dimulai pada awal tahun 1968 dengan penyegaran DPR-GR. Usaha ini dimulai tahun 1970 dengan mengadakan serangkaian konsultasi dengan pimpinan partai-partai politik. organisasi seniman. serta Murba. Komposisi anggota DPR terdiri dari wakil-wakil partai politik dan golongan karya. PSII. Taha selanjutnya adalah penyederhanaan kehidupan kepartaian. XX/MPRS/1966.

Jadi saran kami yaitu kepada setiap pemimpin janganlah cuma mementingkan kebutuhan pribadi saja.  Adanya penyerahan kekuasaan pemerintahan dari presiden Soekarno kepada presiden Soeharto yang dimana setelah itu mulai terjadinya system pemerintahan orde baru.  Munculnya surat perintah 11 maret 1966 yang sering disebut dengan istilah (SUPERSEMAR) dari presiden Soekarno kepada Letnan Jendral Soeharto. BAB III PENUTUP 3. tapi cobalah berfikir untuk mengambil gagasan yang sifatnya bisa merubah dan membuat orang yang dipimpin menjadi lebih maju dan sejahtera. 3. Soekarno yang lalu digantikan oleh Soeharto.1 Kesimpulan Orde Baru adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soeharto di Indonesia. Danlahirnya era Orde Baru dilatar belakangi oleh runtuhnya Orde Lama.2 Saran Maju mundurnya suatu negara tergantung bagaimana pemimpinnya. tepatnya pada saat runtuhnya kekuasaan Ir. . yang kemudian dapat membuat PKI dapat di tumpas dan di bubarkan. Untuk kronologinya dimulai dari :  Terjadinya pemberontakan yang di lakukan oleh pertai komunis Indonesia pada 30 September yang sering disebut dengan sebutan G 30 S/PKI yang terjadi mulai tanggal 30 september 1965.

indonesiaindonesia.wordpress.com/2010/06/16/kondisi-ekonomi-indonesia-pada-masa-orde-baru/ http://anisamaulina.blog.org/wiki/Soeharto http://www. DAFTAR PUSTAKA http://rinahistory.com/f/2390-indonesia-era-orde-baru/ http://adypato.blogspot.com/2010/03/30/perkembangan-bidang-ekonomi-pada-masa-orde-baru/ .kompasiana.friendster.com/2008/11/indonesia-masa-orde-baru/ http://id.wikipedia.com/2012/03/kebijakan-ekonomi-pada-masa-orde-baru.com/2012/01/26/mengenang-trilogi-pembangunan/ http://24bit.wordpress.html http://politik.