You are on page 1of 10

ORGANISASI DAN PENGELOLAAN PEKERJA PENGEMBANGAN
MASYARAKAT DI KELURAHAN GUNUNG AGUNG OLEH LKM
AGUNG ABADI
(Laporan Responsi Pengembangan Masyarakat)

Oleh :
Kelompok 7

Christanty T Saragih 1414071019
Eva Eka Purnama 1414071033
Galih Eko Nugroho 1414071039
Rendi Rismawa 1414071077

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2017
I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang dinamis, ketidakterbatasan kebutuhan manusia
dan keterbatasan kemampuannya untuk memenuhi kebutuhanya telah
menghadapkan manusia untuk hidup berorganisasi. hal ini didukung pula dengan
karakteristik manusia sebagai makhluk sosial yang tidak memungkinkan hidup
wajar tanpa berorganisasi. Organisasi telah dibentuk sejak manusia pertama hidup
di muka bumi, sekelompok manusia yang mempunyai orientasi dan tujuan yang
relatif sama berhimpun dan berusaha untuk mencapai tujuan tersebut.

Pada suatu pola pengorganisasian warga komunitas dalam kerangka
pengembangan masyarakat ada tiga, yaitu pengembangan komunitas lokal yang
memberikan penekanan pada proses, dengan memandang komunitas sebagai
ikatan tradisional yang dipimpin oleh kelompok kecil pemimpin-pemimpin
konvensional. Perencanaan sosial yang berorientasi kepada kategori tujuan
dengan memberi penekanan pada tujuan yang berorientasi pada penyelesaian
tugas. Dan pola yang ketiga adalah aksi sosial, yaitu pendekatan yang mengarah
pada task goal dan process goal yang menunjukkan komunitas sebagai hirarki
dari privilege dan kekuasaan.

Peran kerja komunitas memiliki peran penting dalam pengembangan
masyarakat,ada empat kategori peran pekerja komunitas dalam pengembangan
masyarakat, yaitu facilitative roles, educational roles, representational roles,
technical roles. Suatu program pengembangan masyarakat akan berjalan efektif
dan efisien dengan dibentuknya suatu badan atau organisasi pengembangan
masyarakat. Untuk lebih memahami tentang organisasi dan pengelolaan pekerja
pengembangan masyarakat maka dilakukan kunjungan ke kelurahan Gunung
Agung yang di bawah penanggungjawaban dari LKM Agung Abadi.
1.2 Tujuan

Tujuan dari kunjungan lapang ini adalah sebagai berikut :

1. Mahasiswa dapat mengetahui organisasi pengembangan masyarakat yang
terdapat di Kelurahan Gunung Agung.
2. Mahasiswa dapat mengetahui pengelolaan pengembangan masyarakat di
Kelurahan Gunung Agung.
3. Mahasiswa dapat mengetahui efektivitas organisasi pengembangan
masyarakat di Kelurahaan Gunung Agung.
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Organisasi

Dikatakan organisasi jika ada aktifitas/kegiatan yang dikerjakan secara bersama-
sama untuk mencapai tujuan bersama dan dilakukan oleh dua orang atau lebih dan
bukan satu orang. Karena jika kegiatan itu dilakukan oleh satu orang bukan
dikatakan organisasi.1[1] Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa
Yunani yang berarti alat. Untuk memahami organisasi secara baik, maka perlu
kiranya kita berangkat dari berapa defenisi yang ada untuk mewakili pemahaman
setiap orang di antaranya :
1. James D. Mooney (1974)
Mengutarakan bahwa organisasi adalah setiap bentuk kerja sama manusia untuk
mencapai tujuan bersama.
2. Ralp Currier Davis (1951)
Berpendapat bahwa organisasi adalah suatu kelompok orang-orang yang sedang
bekerja kearah tujuan bersama dibawah satu kepemimpinan.
3. Herbert A. Simon (1958)
Mengatakan bahwa organisasi adalah suatu rencana mengenai usaha kerjasama
yang mana setiap peserta mempunyai peranan yang diakui untuk dijalankan dan
kewajiban-kewajiban atau tugas-tugas untuk dilaksanakan.2[2]
4. Drs. Dydiet Hardjito, M.Sc
Organisasi adalah kesatuan sosial yang di koordinasikan secara sadar yang
memungkinkan anggota mencapai tujuan yang tidak dapat dicapai melalui
individu secara terpisah.
5. Menurut Maringan (2004)
Pengertian organisasi dapat dibedakan pada dua macam, yaitu :
a. Organisasi sebagai alat dari manajemen artinya organisasi sebagai
wadah/tempat manajemen sehingga memberikan bentuk manajemen yang
memungkinkan manajemen bergerak atau dapat dikaitkan.
b. Organisasi sebagai fungsi manajemen artinya organisasi dalam arti
dinamis (bergerak) yaitu organisasi yang memberikan kemungkinan tempat
manajemen dapat bergerak dalam batas-batas tertentu. Dinamis berarti baa
organisasi itu bergerak mengadakan pembagian pekerjaan. Misalnya pimpinan
harus ditempatkan di bagian yang strategis

· 6. Hakekat Oragnisasi menurut Edgar H. Shein dalam bukunya the Psykologi of
Organization (1982)
Organisasi adalah Koordinasi yang direncanakan mengenai kegiatan-kegiatan
sejumlah orang untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian kerja dan
fungsi berdasarkan tingkatan otoritas (kewenangan) dan tanggungjawab. Dengan
definisi ini, pada hakekatnya dalam sebuah organisasi diperlukan sejumlah
pesyaratan atau gagasan, antara lain:
a. Bahwa Organisasi memerlukan pengembangan dan pemeliharaan
koordinasi.
b. Bahwa didalam organisasi terdapat tujuan bersama yang pencapaianya
harus di upayakan semaksimal mungkin.
c. Di dalam Organisasi tedapat pembagian kerja (division of labor)
d. Seluruh kegiatan dalam organisasi harus menciptakan keterpaduan
(integration), menekankan bahwa objek koordinasi pada dasarnya bukan
orang tetapi kegiatan atau pekerjaan.
2.1 Pengelolaan Pekerja Pengembangan Masyarakat

Suatu komunitas memiliki suatu ruang publik dimana arus informasi berlalu-
lalang dengan cepat. Berbagai masalah menjadi hal pembicaraan. Isu politik
setempat, gosip-gosip Desa, bahkan sampai tertangkapnya Ketua MK. Selain
memiliki ruang publik, komunitas memiliki arena. Domain dari kesanggupan
komunitas tersebut untuk mengelola dirinya sendiri maupun lingkungannya.
Menjadi pengelolaan komunitas dan lingkungan yang ideal bila kekurangan
kesanggupan tersebut ditutupi oleh pihak lain yaitu pekerja pengembangan
masyarakat dan pihak stakeholder agar pengembangan masyarakat berjalan secara
sustain. Maka dari itu, pengorganisasian komunitas menjadi penting sebagai
evaluasi dan penyempurna metode pengembangan masyarakat yang semula
dianut. Sesuai dengan orientasi dari pengembangan masyarakat, partisipasi yang
berujung pada pemberdayaan menjadi tujuan mutlak dari pengorganisasian ini.

Ada dua kecenderungan dalam pengorganisasian komunitas. Yaitu task-oriented
dan process-oriented. Sesuai dengan nama masing-masing, kecenderungan
tersebut menentukan perlakuan pada komunitas dan hal yang ingin dicapai serta
didasarkan pada masalah yang melatarbelakanginya. Task-oriented mengarahkan
pada pemecahan masalah dan hasil-hasil yang sudah dirancang sebelumnya.
Dalam kecenderungan ini, sistem sosial yang telah terbentuk menjadi terganggu
dengan lebih dominannya pihak diluar komunitas yang melakukan pembangunan
dan pengembangan. Process-oriented mengarahkan pada penguatan sistem sosial
dengan dominannya pemberdayaan. Membangun dan memantapkan relasi dengan
pihak dari luar komunitas terkait dengan program pengembangan. Dari kedua
kecenderungan tersebut sama-sama menuju kepada pengintegrasian pihak-pihak
pengembang masyarakat.
III. PEMBAHASAN

3.1 Rangkuman Artikel
Kegiatan kunjungan lapang dilakukan pada Selasa,10 Mei 2017 ke Kelurahan
Gunung Agung yang bertempat di Kecamatan Langkapura Bandar Lampung
Provinsi Lampung, Indonesia. Pada Kelurahan ini terdapat LKM AGUNG
ABADI sebagai organisasi yang bergerak untuk melaksanakan program
KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) . Program KOTAKU ini merupakan
program dari pemerintahan Bandar lampung. Pada wawancara kali ini kami
mewawancari bapak Samsudin sebagai ketua LKM AGUNG ABADI ini. Kendala
yang dihadapi di desa ini adalah tentang terhambatnya system drainase atau
irigasi atau pengairan pada sungai di kelurahan Gunung Agung . Dari kendala
pengairan ini jadi sering terjadi kebanjiran di RT 05 LK 1 dan di RT 03 LK 2.
LKM AGUG ABADI juga menyediakan pengendalian air bersih dan pembuatan
sumur bor di setiap titik di kelurahan itu karena sering terjadi banjir jadi
masyarakat penduudk sulit menemukan air bersih.

3.2 Pembahasan Artikel
DAFTAR PUSTAKA

Mesiono, Manajemen dan Organisasi, Bandung : Citapustaka Media Perintis, 2010.
Nasrul Syakur Chaniago, Manajemen Organisasi, Bandung : citapustaka Media
Perintis, 2011
LAMPIRAN