You are on page 1of 14

BAB I

PENDAHULUAN

1. LATAR BELAKANG
Skizofrenia adalah satu istilah untuk beberapa gangguan yang ditandai dengan
kekacauan kepribadian, distorsi terhadap realitas, ketidakmampuan untuk berfungsi
dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan dikendalikan oleh kekuatan dari luar dirinya,
waham/delusi dan gangguan persepsi. Umumnya gangguan ini muncul pada usia yang
sangat muda, dan memuncak pada usia antara 25-35 tahun. Gangguan yang muncul dapat
terjadi secara lambat atau datang secara tiba-tiba pada penderita yang cenderung suka
menyendiri yang mengalami stress. Skizofrenia hebefrenik disebut disorganized type
atau “kacau balau” yang ditandai dengan inkoherensi, afek inappropriate, prilaku dan
tertawa kekanak-kanakan, yang terpecah-pecah, dan prilaku aneh seperti menyeringai
sendiri, menunjukan gerakan-gerakan aneh, mengucap berulang-ulang dan
kecenderungan untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial.

. Dibawah ini etiologi yang sering ditemukan:  Faktor Predisposisi Beberapa faktor predisposisi yang berkontribusi pada munculnya respon beurobiologi seperti pada harga diri rendah antara lain: a. fungsi sosial. Faktor genetis b. mereka akan mengatakan “orang ini tidak sperti yang dulu”. sikap dan prilaku. Gejala-gejala pemicu seperti kondisi kesehatan. ETIOLOGI Etiologi Skizofrenia Hebefrenik pada umumnya sama sperti etiologi skizofrenia lainnya. Semakin lama fase prodromal semakin buruk prognosisnya. BAB II PEMBAHASAN 1. lingkungan. Berlebihnya proses inflamasi pada sistem saraf yang menerima dan memproses informasi di thalamus dan frontal otak. Teori virus e. bulan ataupun lebih dari satu tahun sebelum onset psikotik menjadi jelas. c. TANDA DAN GEJALA Perjalan penyakit Skizofrenia dapat dibagi menjadi 3 fase yaitu fase prodromal. fase aktif. Psikologis  Faktor Prespitasi Faktor-faktor pencetus respon neurobiologis meliputi: a. Studi neurotransmiter d. 2. b. Pada Fase Prodromal biasanya timbul gejala-gejala non-spesifik yang lamanya bisa berminggu-minggu. Perubahan-perubahan ini akan mengganggu individu serta membuat resah keluarga dan teman. Faktor neurologis c. Gejala tersebut meliputi: hendaya fungsi pekerjaan. dan fase residual. fungsi penggunaan waktu luang dan fungsi perawatan diri. Mekanisme oenghantaran listrik di saraf terganggu.

bila tidak mendapat pengobatan gejala-gejala tersebut dapat hilang spontan suatu saat mengalami eksaserbasi atau terus bertahan.  Prilaku dan tertawa kekanak-kanakan. penderita Skizofrenia juga mengalami gangguan kognitif berupa gangguan berbicara spontan. pengucapan kalimat yang diulang-ulang dan cenderung untuk menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial. kewaspadaan dan eksekutif ( atensi. konsentrasi. berkelakar.  Alam perasaan yang datar tanpa ekspresi serta tidak serasi atau ketolol-tololan. Pada Fase Aktif gejala positif atau psikotik menjadi jelas seperti tingkah laku katatonik. Beberapa tanda dan gejala yang paling sering ditemukan pada pasien-pasien Skizofrenia Hebefrenik adalah. inkoherensi.  Waham  Halusinasi  Siar pikiran . hubungan sosial ). Pada Skizofrenia Hebefrenik kita dapat melihat tanda dan gejala yang khas. menunjukkan gerkan-gerakan aneh. tidak dapat dimengerti apa maksudnya. Fase aktif akan diikuti oleh Fase Residual dimana gejala-gejalanya sama dengan fase prodromal tetapi gejala positif atau psikotiknya sudah berkurang.  Waham yang tidak jelaas dan tidak sistematik tidak terorganisir sebagai suatu kesatuan.  Prilaku aneh. senyum yang menunjukan rasa puas diri atau senyum yang hanya dihayati sendiri.  Halusinasi yang terpecah-pecah yang isi temanya tidak terorganisir sebagai satu kesatuan. mengurutkan peristiwa. Hampir semua individu datang berobat pada fase ini. misalnya menyeringai sendiri. halusinasi disertai gangguan afek.  Geangguan proses berfikir. Disamping gejala- gejala yang tejadi pada ketiga fase diatas. waham. antara lain:  Inkoherensi yaitu jalan pikiran yang kacau.

kebesaran. Terlepas dari perbuatan dan sikapnya yang berhubungan dengan wahamnya. suara atau ide yang datang mengancam apabila diikuti prilaki klien dapat bersifat merusak atau dapat timbul prilaku suicide. PSIKOFISIOLOGI 1. d. klien biasanhya mengkonpensasi stresornya dengan koping imajinasi sehingga merasa senang dan gterhindar dari ancaman. Isi waham dan waktu timbulnya sering dihubungkan dengan situasi kehidupan individu. cemburu. klien berusaha memerangi suara yang timbul tetapi suara tersebut terus menerus mengikuti. klien merasa takut apabila orang lain ikut mendengarkan apa yang dia rasakan sehingga timbul prilaku menarik diri ( withdrawal ). cemas biasanya makin meninggi selanjutnya klien merasa mendengarkan sesuatu. a. Tahap Condeming Timbul kecemasan moderat. c. . hipokondrik. Apabila suara tersebut hilang klien merasa sangat kesepian atau sedih. Tahap Conquering Klien merasa panik. sehingga menyebabkan klien susah berhubungan dengan orang lain. merasa dirinya bau dan homosesks. afek dan pembicaraan dan prilaku orang tersebut adalah normal. Waham ini minimal telah menetap selama tiga bulan. misalnya waham kejaran pada kelompok minoritas. Onset biasanya pada usia pertengahan. Tahap Controling Timbul kecemasan berat. Tidak dijumpai gangguan lain.3. hanya depresi bisa terjadi secara intermitten. tubuhnya dibentuk secara abnormal. Waham dapat berupa waham kejaran. Waham Kelompok ini ditandai secara khas oleh berkembangnya waham yang umumnya menetap dan kadang-kadang bertahan seumur hidup. Tahapan halusinasi dan delusi yang biasa menyertai gangguan jiwa. tetapi kadang-kadang yang berkaitan dengan bentuk tubuh yang salah dijumpai pada usia muda. perasaan berdosa. b. Tahap Comforting Timbul kecemasan ringan disertai gejala kesepian. 2.

. yaitu prilaku tanpa tujuan ( aimless ) dan tanpa maksud ( empety of purpose ). sehingga prilaku penderita memperlihatkan ciri khas. keluhan hipokondrial. atau oleh sikap tinggi hati ( lofty manner ). mannirisme. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri ( solitary ). sering disertai cekikikan ( giggling ) atau perasaan puas diri (self-satisfied ). ( self-absorbed smilling ). Menurut DSM-IV Skizofrenia disebut sevagai Skizofrenia tipe terdisorganisasi.4. untuk memastikan bahwa gambaran yang khas berikut ini memang benar bertahan : prilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. senyum sendiri. DIAGNOSIS Memenuhi kriteria umum diagnosis Skizofrenia berdasarkan PPDGJ III:  Diagnosis Skizofrenia Hebefrenik untuk pertama kalinya hanya ditegakkan pada usia remaja atau dewasa muda ( onset biasanya mulai 15-25 tahun ). dan prilaku menunjukan hampa tujuan dan hampa perasaan. serta gangguan proses pikir umumnya menonjol. tertawa menyeringai ( grimaces ). filsafat dan tema abstrak lainnya. Halusinasi dan waham mungkin tetapi biasanya tidak menonjol ( fleeting and fragmentary delusions and hallucinations ). mengibuli secara bersenda gurau ( pranks ).  Proses pikir mengalami disorganisasi dan pembicaraan tak menentu ( rambling ) serta inkoheren.  Adanya suatu preokupasi yang dangkal dan bersifat dibuat-buat terhadap agama.  Kepribadian premorbid menunjukan ciri khas: pemalu dan senang menyendiri ( solitary ).  Dorongan kehendak ( drive ) dan yang bertujuan (determination ) hilang serta sasaran ditinggalkannya. namun tidak harus demikian untuk menetukan diagnosis. serta mannerisme. makin mempersukar orang memahami jalan pikiran pasien. dan ungkapan kata yang diulang-ulang ( reiterated phrases ).  Afek pasien yang dangkal ( shallow ) dan tidak wajar ( inappropriate ). Untuk diagnosis Skizofrenia Hebefrenik yang meyakinkan umunya diperlukan pengamatan kontinyu selama 2 atau 3 bulan lamanya. Gangguan afektif dan dorongan kehendak.

Antipsikotik bekkerja mengontrol halusinasi. Terdapat 2 kategori obat antipsikotik yang dikenal saat ini. antipsikotik konvensional sering menimbulkan efek samping yang serius. Biasanya para ahli merekomendasikan untuk meneruskan pemakaian antipsikotik konvensional.5. Pada pasien yang sudah mengalami perbaikan ( kemajuan ) yang pesat menggunakan antipsikotik konvensional tanpa efek samping yang berarti. Contoh obat antipsikotik konvensional antara lain:  Haldol ( haloperidol )  Mellaril ( thioridazine )  Navane ( thiothixene )  Proxilin ( fluphenazine )  Stelazine ( trifluoperazine )  Thorazine ( chlorpromazine )  Trilafon ( perphenazine ) Akibat berbagai efek samping yang dapat ditimbulkan oleh antipskotik konvensional. Ada 2 pengecualian ( harus dengan antipsikotik konvensional ) : 1. Proloxin dan Haldol injeksi dapat diberikan dalam jangka waktu yang . yaitu : antipsikotik konvensional dan newer atypical antipsycotics.lama ( long acting ) dengan interval 2-4 minggu ( disebut juga depot formulations ). banyak ahli lebih merekomendasikan penggunaan newer atypical antipsycotic. Antipsikotik Konvensional Obajt antipsikotik yang paling lama penggunaanya disebut antipsikotik konvensional. a. Bila pasien mengalami kesulitan minum pil secara reguler. 2. delusi dan perubahan pola fikir yang terjadi pada Skizofrenia. PENATALAKSANAAN  Terapi Somatik ( Medikamentosa ) Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati Skizofrenia disebut antipsikotik.dengan . Walaupun sangat efektif.

Para ahli merekomendasikan penggunaan Clozaril bila paling sedikit dari obat antipsikotik yang lebih aman tidak berhasil. Beberapa contoh newer atypical antipsicotic yang tersedia. perbedaan terutama pada efek samping sekunder.  Apabila obat antipsikosis tertentu tidakmemberikan respon klinis dalam dosis yang sudah optimal setelah jangka waktu yang memadai. Newer Atypical Antipsycotic Obat-obat yang tergolong kelompok ini disebut atipikal karena prinsip kerjanya tidak spesifik bekerja pada reseptor Dopamine dan juga bekerja pada neurotransmiter lain. Ini artinya. Pergantian obat disesuaikan dengan dosis ekuivalen. serta sedikit menimbulkan efek samping bila dibandingkan dengan antipsikotik konvensional. dapat diganti dengan obat psikosis lain ( sebaiknya dari golongan yang tidak . merupakan antipsikotik atipikal yang pertama.  Cara Penggunaan  Pada dasarnya semua antipsikotik mempunyai efek primer ( efek klinis ) yang sama pada dosis ekuivalen. Clozaril memiliki efek samping yang jarang tapi sangat serius dimana pada kasus-kasus yang jarang ( 1% ). Clozaril Clozaril mulai diperkenalkan tahun 1990. obat dapt disimpan terlebih dahulu di dalam tubuh lalu dilepaskan secara perlahan-lahan.  Pemilihan jenis obat antipsikosis mempertimbangkan gejala psikosis yang dominan dan efek samping obat. c. depot formulations . b. antara lain :  Risperidal ( Risperidone )  Seroquel ( Quetiapine )  Zyprexa ( Olanzopine ) Para ahli banyak merekomendasikan obat-obat ini untuk menangani pasien- pasien dengan Skizofrenia. Sangat disayangkan. Clozaril dapat merupakan jumlah sel darah putih yang berguna untuk melawan infeksi. pasien yang mendapat Clozaril harus memeriksakan kadar sel darah putihnya tiap bulan.

Dosis pagi dan malam dapat berbeda untuk mengurangi dampak efek samping ( dosis pagi kecil. diberikan tiap 2-4 minggu. Apabila hal ini terjadi. Terkadang penderita berhenti minum obat karena efek samping yang ditimbulkan oleh obat tersebut. dengan dosis ekuivalennya diimana profil efek samping belum tentu sama.  PemilihaN Obat Untuk Episode ( Serangan ) Pertama Newer atypical antipsycotic merupakan terapi pilihan untuk penderita Skizofrenia episode pertama karena efek samping yang ditimbulkan minimal dan resiko untuk terkena terdive dyskinesia lebih rendah. dapat dipilih kembali untuk pemakaian sekarang. sama ). para ahli biasanya akan mencoba memberikan obat selama 6 minggu ( 2 kali lebih lama pada Clozaril ). Onset efek primer ( efek klinis ) : sekitar 2-4 minggu .  Dalam pengaturan dosis perlu dipertimbangkan : .  Pemilihan Obat Untuk Keadaan Relaps ( Kambuh ) Biasanya timbul bila penderita berhenti meminum obat. Hal ini merupakan alasan yang tepat untuk menggantinya dengan obat yang lain.  Apabila dalam riwayat penggunaan obat anti psikosis sebelumnya jenis obat antipsikosis tertentu yang sudah terbukti efektif dan ditolerir dengan baik efek sampingnya. misalnya antipsikosis konvensional dapat diganti . atau mengganti dengan obat lain yang efek sampingnya lebih rendah. dokter dapat menurunkan dosis menambah obat untuk efek sampingnya. Onset efek sekunder ( efek samping ) : sekitar 2-6 jam . Pemberian obat dengan injeksi lebih simpel dalam penerapannya. Terkadang pasien dapat kambuh walaupun sudah mengkonsumsi obat sesuai anjuran. diosis malam lebih besar ) sehingga tidak begitu mengganggu kualitas hidup pasien. untuk itu sangat penting untuk mengetahui alasan mengapa penderita berhenti minum obat. Apabila penderita berhenti minum obat karena alasan lain. dokter dapat mengganti obat oral dengan injeksi yang bersifat long acting . Biasanya obat antipsikosis membutuhkan waktu beberapa saat juntuk mulai bekerja. Sebelum diputuskan pemberian salah satu obat gagal dan giganti dengan obat lain. Waktu paruh 12-24 jam ( pemberian 1-2 kali perhari ) .

protruding tongue. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tardrive dyskinesia dimana terjadi pergerakan mulut yang tidak dapat dikontrol. dan akhirnya mereka tidak dapat beristirahat. Obat-obat untuk Skizofrenia juga dapat menyebabkan gangguan fungsi seksual. Peningkatamn berat badan juga sering terjadi pada penderita Skizofrenia yang meminum obat.  Efek Samping Obat-obat Antipsikotik Karena penderita Skizofrenia memakan obat dalam jangka waktu yang lama. Hal ini sering terjadi pada penderita yang menggunakan obat antipsikotik atipikal. Diet dan olah raga dapat membantu mengatasi masalah ini. Kadang-kadang dokter dapat memberikan obat antikolinergik ( biasanya sulfas atropin ) bersamaan dengan obat antipsikosis untuk mencegah atau mengobati efek samping ini. Dalam hal ini pergerakan menjadi lebih lambat dan kaku. sehingga agar tidak kaku penderita harus bergerak ( berjalan ) setiap waktu.dan facial grimace. Untuk mengatasinya biasanya dokter akan menggunakan dosis efektif terendah atau menggantidengan newer atypical antipsycotic yang efek samping lebih sedikit. dokter biasanya akan mengganti antipsikotik konvensional dengan antipsikotik atipikal. dengan newer atypical antipsycotik atau diganti denagn antipsikotik atipikal lainnya. sangat penting untuk menghindari dan mengatur efek samping yang timbul. Apabila penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional mengalami tardive dyskinesia. Clozapine dapat menjadi cadangan yang dapat bekerja bila terapi dengan obat-obatan diatas gagal. sehingga banyak penderita yang menghentikan sendiri pemakaian obat-obatan tersebut.1 . Kemungkinana terjadinya efek samping ini dapat dapat dikurangi dengan menggunakan dosis efektif terndah dari obat antipsikotik. Efek samping lain yang dapat timbul adalah tremor pada tangan dan kaki. Mungkin masalah terbesar dan tersering bagi penderita yang menggunakan antipsikotik konvensional yaitu gangguan ( kekakuan ) pergerakan otot-otot yang juga disebut Efek samping Ekstra Piramidal ( EEP ).

tampaknya paling membantu bagi pasien Skizofrenia. c. dimana pasien Skizofrenia kembali seringkali mendapatkan manfaat dari terapi keluarga yang singkat namun intensif ( setiap hari ). dan hubungan dalam kehidupan nyata. dan komunikasi interpersonal. Terapi Perilaku Terapi perilaku menggunakan hadiah ekonomi dan latihan keterampilan sosial untuk meningkatkan kemampuan sosial. berbicara sendirian di masyarakat. anggota keluarga. Terapi Psikososial a. terorientasi secara psikodinamika atau tilikan. dan meningkatkan tes realitas bagi pasien Skizofrenia. latihan praktis. kemampuan memenuhi diri sendiri. khususnya lama dan kecepatannya. Terapi Kelompok Terapi kelompok bagi Skizofrenia biasanya memusatkan pada rencana. Kelompok mungkin terorientasi secara prilaku. . Ahli terapi harus membantu keluarga dan pasien mengerti Skizofrenia tanpa menjadi terlalumengecilkan hati. Terapi kelompok efektif dalam menurunkan isolasi sosial. Terapi Berorientasi Keluarga Terapi ini sangat berguna karena pasien Skizofrenia seringkali dipulangkan dalam keadaan remisi parsial. Perilaku akdaptif adalah didorong dengan pujian atau hadiah yang dapat ditebus untuk hal-hal yang diharapkan. topik penting yang dibahas didalam terapi keluarga adalah proses pemulihan. bukannya dalam cara interpretatif. Dengan demikian. Setelah periode pemulangan segera. Seringkali. Kelompok yang memimpin dengan cara suportif. frekuensi perilaku maladaptif atau menyimpang seperti berbicara lantang. dan postur tubuuh aneh dapat diturunkan. b. didalam cara yang jelas mendorong sanak saudaranya yang terkena Skizofrenia untuk melakukan aktifitas teratur terlalu cepat. Rencana yang terlalu optimistik tersebut berasal dari ketidaktahuan tenatang sifat Skizofrenia dan dari penyangkalan tentang keparaahan penyakitnya. masalah. seperti hak istimewa. atau suportif. Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa terapi keluarga adalah efektif dalam menurunkan relaps. meningkatkan rasa persatuan.

pasien Skizofrenia seringkali kesepian dan menolak terhadap keakraban dan kepercayaan dan kemungkinan sikap curiga. dan keikhlasan ahli terapi seperti yang diinterpretasikan oleh pasien. . Menegakkan hubungan sering sekali sulit dilakukan. kesabaran. ketulusan hati. dan kepekaan terhadap kaidah sosial adalah lebih disukai daripada informalittas yang prematur dan penggunaan nama pertama yang merendahkan diri. Pengalaman tersebut dipengaruhi oleh dapat dipercayanya ahli terapi. perintah sederhana. bermusuhan. Pengamatan yang cermat dari jauh dan rahasia. manipulasi. cemas. Psikoterapi Individual Ppenelitian yang paling baik tentang efek psikoterapu individual dalam pengobatan Skizofrenia telah memberikan data bahwa terapi akan membantu dan menambah efek terapi farmakologis. atau teregresi jika seseorang mendekati. Kehangatan atau profesi persahabatan yang berlebihan adalah tidak tepat dan kemungkinan dirasakan sebagai usaha untuk suapan. atau eksploitasi. Hubungan antar dokter dengan pasien adalah berbeda dari yang ditemukan didalam pengobatan pasien nonpsikotik.d. Suatu konsep penting didalam psikoterpi bagi pasien Skizofrenia adalah perkembangan suatu hubungan terapetik yang dialami pasien. jarak emosional antara ahli terapi dan pasien.

terutama dari ke.luarganya. 4. Jangan membeda-beakan antara orang yang mengalami Skizofrenia dengan orang yang normal. karena orang yang mengalami gangguan Skizofrenia mudah tersinggung. Sekitar 25% pasien dapat kembali pulih dari episode aal dan fungsinya dapat kembali pada tingkat prodromal ( sebelum munculnya gangguan tersebut ). Namun pasien Skizofrenia perlu diberi obet Risperidone serta Clozapine. Pengobatan Obat memiliki dua kekurangan utam. PROGNOSIS Prognosis untuk Skizofrenia Hebefrenik sama dengan Skizofrenia tipe lainnya. Pertama hanya sebagian kecil pasien ( kemungkinan 25% ) cukup tertolong untuk mendapatkan kembali jumlah fungsi mental yang cukup normal. orang yang bereaksi terhadap obat lebih bagus perkembangan kesembuhan dari pada orang yang tidak bereaksi terhadap pemberian obat. 3. prognosisnya pada umumnya kurang begitu menggembirakan.6. Faktor-faktor yang mempengaruhi prognosis Skizofrenia: 1. Reaksi Pengobatan Dalam proses penyembuhan Skizofrenia. Keluarga Pasien membutuhkan perhatian dari masyarakat. Sekitar 50% berada diantaranya. . Kedua antagonis reseptor dopamine disertai dengan efek merugikan yang mengganggu dan serius. Sekitar 25% tidak akan pernah pulih dan perjalanan penyakitnya cenderung memburuk. ditendai dengan kekambuhan periodik dan ketidakmampuan berfungsi dengan efektif kecuali unttuk waktu yang singkat. 2. Inteligensi Pada umunya pasien Skizofrenia yang mempunyai Inteligensi yang tinggi akan lebih mudah sembuh dibandingkan dengan orang yang itelegensinya rendah.

BAB III PENUTUP KESIMPULAN Skizofrenia Hebefrenik adalah suatu bentuk Skizofrenia dengan perubahan perilaku yang tidak bertanggung jawab dan tak dapat diramalkan. afek yang tidak sesuai. senang menyendiri. psikologik dan sosial budaya. ada kecenderungan untuk selalu menyendiri. proses pikir mengalami disorganisassi dan pembicaraan tidak menentu serta adanya penurunan perawatan diri pada individu dan merupakan suatu gangguan yang ditandai dengan regresi dan primitif. Gangguan jiwa Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang berat dan gawat yang dapat dialami manusia sejak muda dan dapat berlanjut menjadi kronis dan lebih gawat ketika muncul pada lanjut usia ( lansia ) karena menyangkut perubahan pada segi fisik. . dan ungkapan kata yang di ulang-ulang. dan perilaku menunjukan hampa perilaku dan hampa perasaan. serta menarik diri secara ekstrim dari hubungan sosial.

1-295. 2001. Skizofrenia dan Diagnosis Banding. 2007. Jakarta. Skizofrenia . 100-102. Jakarta. Tasman A Schiizophrenia and Other Psychotic Disorders In: Clinical Guide To The Diagnosis And Treatment Of Mental Disorders. Maslim. Pp. 10th Edition. Rusdi dr. 2006 John Wiley & Sons. Schizophrenia ( DSM-IV-TR 295.B. Number 2.3. The Decline of Hebepherenic Schizophrenia In: Orthomolecular Psychiatry. . 2AA7. HI.90 ) Donald I. First M.295. Volume 11. Balai Penerbit FK UI. DAFTAR PUSTAKA Kaplan. Templer.p 219-221. Sinaga Banhard Rudyanto. Anonymous. 1982. Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Rujukan Ringkasan dari PPDGJ III Bagian Ilmu Kedokteran Jiwa FK Unika Atmajaya. In : Synopsis of Psychiatry : Behavioral Sciences/Clinical Psychiatry. Sadock BJ.