You are on page 1of 20

LAPORAN MUM

BAB I
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1. Sejarah Singkat Perusahaan
CV. Wahana Inovasi Utama didirikan pada tanggal 7 Oktober 1996, yang didirikan oleh Ir.
Felix Kristanto, perusahan ini merupkan perusahan yang bekerja dalam bidang kontraktor,
supplier, leveransir, yang dimana didalamnya bekerja memperbaiki dan memelihara mesin yang
terlebih khusus dynamo (listrik). Perusahan ini juga bekerja sama dengan PLTD yang berada
dalam kawasan Kepulauan Maluku, seperti ; Pulau Banda, Pulau Seram, dan Pulau Ambon.
Diamana Perusahan ini bertugas memperbaiki dynamo (generator) yang mengalami kerusakan.

2. Lokasi Perusahaan
CV. Wahana Inovasi Utama, berlokasi di Jln. Sultan Babullah No. 42 ambon.

3. Visi dan Misi Perusahan

‘Menjadi mitra terbaik dari setiap pelanggan’

Kami ingin menjadi mitra yang terbaik dan turut menjadi bagian kesuksesan dari
pelanggan kami dengan menyediakan servis terbaik.

‘Memberikan dan menyediakan yang terbaik untuk pelanggan’

Memberikan servis / rewinding secara optimal, kepuasan pelanggan akan kualitas
pekerjaan dengan material terbaik dan waktu servis yang sesuai dengan jangka waktu yang di
tentukan.

4. Struktur Organisasi

DIREKTUR
Ir. FELIX CRISTANTO

TEKNISI ADMINISTRASI TEKNISI
PETRUS TALAPESSY TINA TALAWAY ALFARIS HITIJAUBESSY

TEKNISI TEKNISI
JOHANIS LESILOLO LA HAIS

Tabel 1. Bagan Struktur Organisasi CV. Wahana Inovasi Utama

4.1. Komposisi dan jumlah karyawan
1. Direktur = 1 orang
2. Karyawan = 5 orang

Ir. Ir. FELIX CRISTANTO 10 Kamis/25 – 08 – 16 Melepaskan kipas pada mesin Dir. FELIX CRISTANTO 7 Senin/22 – 08 – 16 Libur P. Ir. FELIX pompa CRISTANTO 11 Jumat/26 – 08 – 16 Memperbaiki sistem kelistrikan Dir.08 – 16 Lapor dan pengenalan Perusahaan Memasang bantalan bearing pada Dir.08 – 16 Libur 4 Kamis/18 . FELIX CRISTANTO 14 Selasa/30 – 08 – 16 Perbaiakan dynamo pada kapal Tim landen ADRY (TNI – AL) . Ir. Talapessy 8 Selasa/23 – 08 – 16 Pemasangan pompa air Dir. FELIX CRISTANTO 9 Rabu/24 – 08 – 16 Pembongkaran dan pemasangan plat kopling g enerator Dir. Ir. FELIX CRISTANTO 3 Rabu/17 . Realisasi Kegiatan Kegiatan – kegiatan yang dilaksanakan di CV. FELIX berkapasitas 3 kw CRISTANTO 13 Senin/29 – 08 – 16 Pengelasan pangkuan lemari Dir. BAB II AGENDA KERJA PRAKTEK KERJA LAPANGAN 1. Ir. Wahana Inovasi Utama adalah sebagai berikut : Bentuk dan jenis kegiatan PKL dapat dilihat pada tabel agenda kegiatan PKL di Bawah ini NO HARI/TANGGAL DESCRIPTION PIC 1 Senin/15 . Ir. FELIX dynamo pompa air CRISTANTO 6 Sabtu/20 – 08 – 16 Memperbaiki dynamo Dir.16 Pemasangan pompa air Dir. FELIX mesin alkon CRISTANTO 5 Jumat/19 – 08 – 16 Pasang lilitan tembaga pada Dir.08 . Ir. Ir. Rencana Kegiatan Rencana kegiatan dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan ini dimulai dari tanggal 15 agustus 2016 – 27 september 2016 2.08 – 16 Melepaskan motor stater pada Dir. Ir. Ir. FELIX pada dynamo CRISTANTO 12 Sabtu/27 – 08 – 16 Penglilitan tembaga dynamo Dir. FELIX CRISTANTO poros dynamo 2 Selasa /16 .

Ir. Selasa/13 – 09 – 16 Perbaikan pompa celub Angkasa P. FELIX 16 generator dan ukuran kawat pada CRISTANTO setiap dynamo 20 Senin/05 – 09 – 16 Memperbaiki dynamo ramdoor ferry gabus (stator) Dir. Minggu /11 – 09 – Pemahaman tentang ukuran kawat 16 pada dynamo dan tegangan Dir. Talapessy beban 18 Sabtu/03 – 09 – 16 Pengenalan lebih dalam proses lilitan kumparan pada dynamo Dir. Ir. FELIX ferry gabus (stator) CRISTANTO 22 Rabu/07 – 09 – 16 Pengenalan lebih dalam proses Dir. FELIX CRISTANTO 21 Selasa/06–09–16 Memperbaiki dynamo ramdoor Dir. FELIX lilitan kumparan pada (stator) CRISTANTO dynamo ramdoor ferry gabus 23. Kamis/08 – 09 – 16 Pemasangan rotor dan kumparan (stator) pada dynamo di kapal Tim ADRY (TNI – AL) 24. Ir. Talapessy . pelepasan rotor dan keren 15 Rabu/04 – 31 – 16 Memperbaiki mesin generator Dir. FELIX generator dan ukuran kawat pada CRISTANTO setiap dynamo 19 Minggu/04 – 09 – Pengenalan lebih dalam proses lilitan kumparan pada dynamo Dir. Jummat/09 – 09 – Pembersihan lokasi perusahan Tim 16 25. Ir. Sabtu/10 – 09 – 16 Pemahaman tentang ukuran kawat pada dynamo dan tegangan Dir. FELIX (mengganti katub masuk dan CRISTANTO katub buang) 17 Jumat/02 – 09 – 16 Memperbaiki winci pengangkut P. FELIX masing-masing dynamo yang CRISTANTO digunakan 28. Ir.Ir. Ir. FELIX KUBOTA CRISTANTO (mengganti katub masuk dan katub buang) 16 Kamis/01 – 09 – 16 Memperbaiki mesin generator KUBOTA Dir. Senin/12 – 09 – 16 Pemahaman tentang ukuran kawat pada dynamo dan tegangan Dir. Ir. FELIX masing-masing dynamo yang CRISTANTO digunakan 27. Ir. Tan Bun Ping masing-masing dynamo yang digunakan 26. Ir.

Daftar Kegiatan Magang . Talapessy dan perawatan 36. Senin/19 – 09 – 16 Mengganti Ampere pada dynamo Dir. Talapessy Pura 30. Talapessy Pura 31. Ir. Pura 29. Rabu/21 – 09 – 16 Pemeliharaan alat kerja perusahan P. FELIX 16 dan perawatan CRISTANTO Tabel 2. Talapessy 16 dan perawatan 32. Talapessy dan perawatan 38. Selasa/20 – 09 – 16 Pemeliharaan alat kerja perusahan P. FELIX ramdoor ferry gabus CRISTANTO 35. Rabu/14 – 09 – 16 Perbaikan pompa celub Angkasa P. Sabtu/17 – 09 – 16 Pemeliharaan alat kerja perusahan P. Talapessy dan perawatan 34. Kamis/15 – 09 – 16 Perbaikan pompa celub Angkasa P. jummat/23 – 09 – Penutupan praktek kerja lapangan Dir. Ir. Minggu/18– 09 – 16 Pemeliharaan alat kerja perusahan P. Talapessy dan perawatan 37. Kamis/22 – 09 – 16 Pemeliharaan alat kerja perusahan P. Talapessy dan perawatan 33. Jummat/ 16– 09 – Pemeliharaan alat kerja perusahan P.

2 Permaslaan Dari latar belakang di atas masalah yang penulis dapat adalah terjadinya kerusakan/keausan bearing. oleh karena itu. penulis menganalisis bawah apabila bantalan atau bearing tidak melakuakan perawatan khusus sehinga di kemudian hari mengalami kerusakan atau keausan maka. Berdasarkan latar belakang ini penulis akan melakukan penelitian dengan judul PENGARUH KERUSAKAN BEARING PADA POROS. Seperti telah kita ketahui. Dapat mengetahui secara umum tentang bearing 2. elemen-elemen mesin yanng lain tidak bekerja.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dari tahun ketahun semakin meningkat pesat.4 Manfaat Penulisan Manfaat yang didapat dari hasil kajian tentang kerusakan bearing pada poros dalam penulisan loporan ini adalah : 1. Suatu mesin tidak dapat berjalan dengan lancar apabila salah satu komponen pendukungnya tidak ada atau mengalami kerusakan. Padahal bearing harus benar-benar dijaga dan dirawat agar umur pemakaiannya bisa berlangsung lebih lama. Maka. akan mengakibatkan pengaru putaran poros 1. kelancaran suatu mesin untuk melakukan suatu proses tidak dapat berjalan lancar apabila bearing mengalami kerusakan. Ball bearing merupakan salah satu bagian dari elemen yang memegang peranan cukup penting karena fungsi dari ball bearing yaitu untuk mengatasi pergerakan geser dari plain bearing menjadi pergerakan putar dengan jalan menambahkan elemen yang bisa berputar diantara cincin/silinder bagian luar dan bagian dalam bearing. bearing adalah suatu bagian dari element mesin yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Lebih mengetahui klasifikasi bearing . LAPORAN KHUSUS BAB I PENDAHULUAN 1. Bearing sangat berperan penuh pada mesin. khususnya teknologi pengujian komponen-komponen permesinan. Dapat mengetahui prinsip kerja bearing 1. 1. Banyak peneliti yang telah menemukan berbagai alat uji komponen dengan karakteristik dan sifat-sifat yang berbeda-beda. salah satunya bantalan (bearing).3 Tujuan Penulisan Tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan ini mencakup apa yang menjadi sasaran dan harapan dari penulis yaitu untuk : 1.

gabungan dari beban radial dan beban aksial. Rolling Bearing Bearing ini terjadi gelinding antara bagian yang berputar dengan yang diam .panas dan keausan .2. Apabila ada dua buah logam yang bersinggungan satu dengan lainnya saling bergeseran maka akan timbul gesekan . BAB II TINJUAN PUSTAKA A. Untuk itu pada kedua benda diberi suatu bearing yang dapat mengurangi gesekan panas dan keausan. Sehingga. Gesekan Bearing terhadap poros: 1. Klasifikasi Bearing a. kehalusan dari inner surface dan outer surface untuk melawan gelindingan dari balls tersebut. B. yaitu: kehalusan dari metal balls. bearing itu sendiri kebanyakan digunakan pada aplikasi-aplikasi yang melibatkan putaran. Kemampuan bearing dalam menurunkan gesekan tergantung dari beberapa faktor. dan beban aksial saja. dalam mempelajari prinsip- prinsip dari bearing. Bearing Tujuan sebuah Bearing adalah untuk menumpu suatu beban. Sliding Bearing Bearing ini terjadi gesekan luncur antara poros dan bearing karena permukaan poros ditumpu oleh permukaan bearing dengan perantara lapisan pelumas. tetapi tetap memberikan keleluasaan gerak relatif antara dua elemen dalam sebuah mesin. kontak langsung antara dua benda tersebut dapat dihindari. Jenis beban yang dapat ditahan yaitu beban radial saja. Memberi masukan kepada calon sarjana S1 teknik mesin. serta untuk memperbaiki kinerjanya ditambahkan pelumasan atau gris. sehingga gerak berputar atau gerakan bolak balik dapat berlangsung dengan halus. aman dan komponen tersebut dapat tahan lama. 2.

005. menahan beban murni atau gabungan beban radial dan aksial. putaran pada rolling bearing dibatasi oleh gaya sentrifugal yang timbul pada elemen gelinding tersebut. Rolling bearing lebih cocok untuk beban kecil. Nilai nilai ini hanya berlaku untuk elemen elemen gelinding itu sendiri dan . rolling bearing lebih mahal dari sliding bearing. Radial Bearing apabila gaya reaksi atau arah beban jauh lebih banyak mengarah tegak lurus pada garis sumbu poros. bola-bola memungkinkan putaran poros yang halus dengan gaya gesek yang kecil atau rendah. Rolling bearing merupakan jenis bearing yang paling umum digunakan untuk menumpu sebuah poros yang berputar .bola. kemudian bola-bola berputar diantara cincin luar dan cincin dalam. 2. Umumnya koefisien gesek untuk rolling bearing kira-kira 0. dan akhirnya sampai kerumah mesin. Cincin dalam dipasang ketat ke poros yang berputar sehingga berputar bersama poros. b. cincin luar dan elemen elemen gelinding. Beban diteruskan dari poros ke cincin dalam. apabila ditinjau dari segi biaya. melalui elemen gelinding seperti bola (ball bearing). komponen komponen sebuah rolling bearing adalah cincin dalam. Kebanyakan bearing digunakan dalam banyak aplikasi yang berkaitan dengan gerakan berputar. ke bola. Arah Beban terhadap Poros: 1.001 hingga 0. kemudian ke cincin luar. C. Aksial Bearing arah beban atau gaya reaksi jauh lebih banyak mengarah sepanjang garis sumbu poros. Biasanya cincin luar tidak bergerak dan ditahan oleh rumah mesin. Rolling bearing Istilah Rolling Bearing mengacu pada berbagai jenis bearing yang menggunakan elemen elemen gelinding berbentuk bola bundar atau beberapa jenis rol lainnya antara bagian bagian mesin yang diam dan yang bergerak.

atau pembebanan yang berlebihan akan meningkatkan nilai tersebut. Untuk beban kejut bearing lebih cepat rusak. 2. Gerakan awal jauh lebih kecil. Cincin dalam (Inner race): Cincin baja yang dikeraskan dengan diberi alur untuk . Pemakaian pelumas sederhana. Lebih sensitive terhadap debu dan kelembaban. Kelebihan dan Kelemahan Rolling Bearing a) Kelebihan Rolling Bearing 1. 2. 3. penahannya dalam bearing. 4. Lebih mahal. 3. Gambar. Perapat. b) Kelemahan Rolling Bearing 1.1 Rolling bearing D. E. Kemampuan dukung yang lebih besar setiap lebar bearing. Komponen Rolling Bearing 1. pelumas yang berlebihan. Gesekan kerja relatif kecil sehingga penimbulan panas rendah.

3. bola atau rol akan membuat gerakan gelinding sehingga gesekan yang ada diantaranya akan jauh lebih kecil.Untuk bola . dipasang diantara cincin luar dan cincin dalam. Elemen gelinding bola atau rol (Ball or roller): Diantara cincin dalam dan cincin luar ada komponen yang berfungsi mengurangi gesekan yang dilakukan oleh bola atau roller terbuat dari baja yang dikeraskan. dipasang pada shaft yang berputar sebagai penyangga bearing. bola bergerak bebas diantara cincin dalam dan cincin luar. Dengan memutar salah satu cincin tersebut. 4. 2. Penahan atau sangkar (Cage): letak sangkar antara cincin dalam dan cincin luar digunakan untuk menjaga jarak bola yang satu dengan yang lainnya. Cincin luar adalah cincin baja yang dikeraskan dengan alur untuk pergerakan bola dibagian dalam. pergerakan bola dibagian luarnya.Elemen gelinding seperti bola atau rol. Cincin luar (Outer race): Hampir sama dengan Cincin dalam. Gambar. 2 Ball bearig Gambar.3 Rolling bearing F. Jenis-jenis Rolling Bearing Rolling Bearing mempunyai banyak keuntungan yang ditimbulkan dari gesekan gelinding yang sangat kecil dibandingkan dengan sliding bearing .

Karena luas bidang kontak antara bola dan rol dengan cincinnya sangat kecil maka besarnya beban per satuan luas atau tekanannya menjadi sangat tinggi. Gambar. tetapi. ketelitian harus tinggi dalam bentuk dan ukuran yang mana itu merupakan suatu keharusan atau kewajiban.4 Deep Groove Ball Bearing . dari mesin hingga peralatan rumah tangga.[5] 1. Deep Groove Ball Bearing Jenis Bearing yang paling umum digunakan dibanyak aplikasi teknis. 1978) . hanya dipakai untuk aplikasi yang bebannya tidak terlalu berat. maka kontak antara cincin dalam dan cincin luar sangat minim sehingga putarannya sangat lembut.atau rol. Dengan demikian bahan yang harus dipakai harus mempunyai ketahanan serta kekerasan yang tinggi ( Sularso. Sehingga menjadi bearing yang paling banyak dipakai karena bisa menghandle baik beban radial atau beban aksial. karena bentuk bola (peluru) adalah bulat.

Angular Contact Ball Bearing Salah satu sisi dari tiap cincin dalam angular contact ball bearing dibuat lebih tinggi. Double Row Deep Groove Ball Bearing Dengan menambah satu baris bola-bola kedua dapat meningkatkan kemampuan pemikulan beban radial dibandingkan jenis alur dalam tunggal. Gambar. agar dapat menerima beban aksial yang lebih besar dibanding dengan bearing alur dalam tunggal.2.5 Double Row Deep Groove Ball Bearing 3.Beban yang lebih besar dapat dipikul dalam jarak ruang yang sama dan dalam jarak ruang yang lebih kecil. Gambar.6 Angular Contact Ball Bearing . Lebar yang lebih besar dari Double Row Deep Groove Ball Bearing sering berpengaruh negatif terhadap kemampuan ketidak lurusan.

Gambar 7 Cylindrical Roller Bearing 5. akan memberikan kapasitas beban radial yang besar.8 Tapered Roller Bearing . Pola persinggungan antara rol dan cincinnya secara teori berbentuk garis. Cylindrical Roller Bearing Dengan mengganti bola-bola bundar dengan rol-rol silinder dan perubahan dalam rancangan cincin. Tapered Roller Bearing Tapered Roller Bearing pada dasarnya dirancang untuk menerima beban aksial yang disertai dengan beban radial yang besar. bearing ini sering digunakan sebagai bearing roda untuk kendaraan-kendaraan dan peralatan dorong dan dalam mesin mesin beban berat yang biasanya memikul beban aksial yang besar. dan akan mengubah menjadi empat persegi panjang ketika rol mengalami deformasi akibat beban. dengan tingkat yang sangat baik untuk keduanya. Gambar.4.

Pembacaan Kode Bearing Mengenai pembacaan kode Bearing biasanya kode bearing dapat dibaca di lingkaran bearing. Kode kedua (Seri Bearing) Jika kode pertama adalah angka maka bearing tersebut adalah bearing metric seperti contoh di atas (6203ZZ). b. Kode Pertama (Jenis Bearing) Dalam kode bearing 6203ZZ seperti contoh di atas. kode pertama adalah angka 6 yang menyatakan bahwa tipe bearing tersebut adalah bearing peluru beralur satu larik.  8 = Extra thin section  9 = Very thin section . maka kode pertama ( R) yang menandakan bahwa bearing tersebut merupakan bearing berkode satuan inchi. G. Seri penomoran adalah mulai dari ketahanan paling ringan sampai paling berat. jika kode bearing seperti R8-2RS. kode di atas untuk menyatakan pengkodean bearing dalam satuan metric. Contoh: Kode bearing = 6203ZZ kode bearing di atas terdiri dari beberapa komponen yang dapat dibagi-bagi antara lain: 6 = Kode pertama melambangkanTipe/jenis bearing 2 = Kode kedua melambangkan seri bearing 03 =Kode ketiga dan keempat melambangkan diameter bore (lubang dalam bearing) zz = Kode yang terakhir melambangkan jenis bahan penutup bearing a. maka kode kedua menyatakan seri bearing untuk menyatakan ketahanan dari bearing tersebut.

(Z )Single shielded ( bearing ditutupi plat tunggal) 2. maka diameter bore bearing adalah sebagai berikut :  00 = diameter dalam 10mm  01= diameter dalam 12mm  02= diameter dalam 15mm  03= diameter dalam 17mm Selain kode nomor 0 sampai 3. maka bearing tersebut adalah bearing Inchi seperti contoh (R8-2RS ) maka kode kedua ( angka 8 ) menyatakan besar diameter dalam bearing di bagi 1/16 inchi atau = 8/16 Inchi. (V) Single non-contact seal (VV) Double non-contact seal . d. c. 5 dan seterusnya maka diameter bore bearing dikalikan dengan angka 5 misal 04 maka diameter bore bearing = 20 mm. Kode yang terakhir (jenis bahan penutup bearing) Pengkodean ini menyatakan tipe jenis penutup bearing atau bahan bearing. (2RS) Double sealed (bearing ditutupi seal karet ganda ) 5. Kode ketiga dan keempat ( Diameter dalam bore Bearing) Untuk kode 0 sampai dengan 3.  0 = Extra light  1 = Extra light thrust  2 = Light  3 = Medium  4 = Heavy Jika kode pertama adalah huruf. (ZZ) Double shielded ( bearing ditutupi plat ganda ) 3. 1. misalnya 4. (RS) Single sealed (bearing ditutupi seal karet) 4.

.dan untuk beberapa bearing yang lebih ringan dan terpapar pada lingkungan yang korosif menggunakan unsur-unsur baja tahan karat AISI 440C. (M) Brass cage Berdasarkan pengkodean tipe jenis penutup bearing ataupun bahan bearing.baja perkakas M50 berfungsi sebagai menahan tegangan kontak yang tinggi. mangan 0. ditambah chromium 1. (NR) Snap ring and groove 8.60%. Material Bearing Bahan bearing yang paling banyak digunakan adalah baja AISI 52100 yang memiliki dasar karbon sangat tinggi yaitu 0.10%. 6203ZZ masuk kedalam kategori dengan tipe ditutupi plat ganda.1 Perbandingan Jenis-jenis Rolling Bearing kemampuan kapasitas beban kapasitas beban jenis menjaga radial aksial ketidaklurusan Bola alur dalam Baik Cukup Cukup tunggal Bola alur dalam Sangat baik Baik Cukup ganda Kontak sudut Baik Sangat baik Buruk Rol silindris Sangat baik Buruk Cukup Jarum Sangat baik Buruk Buruk Rol bundar Sangat baik Cukup/baik Sangat baik Rol kerucut Sangat baik Sangat baik Buruk I. (DDU) Double contact seals 7. 6.25%-0.30% dan unsur unsur logam paduan lainnya dengan jumlah rendah namun terkendali. Perbandingan Jenis Rolling Bearing Tabel 2.45%.30%-1.95%-1. [12] H. silikon 0.20%-0. Elemen-elemen gelinding dan komponen lainnya juga dapat dibuat dari bahan bahan keramik seperti silikon nitrida (Si3N4).

2 Material Rolling Bearing Material Baja tahan Baja Silicon Baja AISI karat perkakas Nitrida 52100 AISI440C M50 Harga kekerasan pada Tk (HRC) 78 62 60 64 Mod.operasi maks (0C) 1200oC 180 oC 260 oC 320 oC Massa jenis (kg/m3) 3200 7800 7800 7600 J. Tabel 2. Tabel 2.2 .0 jika Cincin luar yang berputar 1.Elastisitas pada Tk 45x106psi 30x106psi 29x106psi 28x106psi Temp.3 Faktor Putaran Bearing Radial Faktor Putaran fp Jika Cincin dalam yang berputar 1. Faktor Putaran Bearing Radial Besarnya faktor putaran untuk sebuah bearing radial ditunjukan pada tabel berikut.

3 Studi Pustaka Metode pengumpulan data ini dilaksanakan dengan mempelajari reverensi internet. Waktu penelitian dimulai pada tanggal 15 agustus 2016 sampai dengan 27 september 2016 selama mengikuti Praktek Kerja Lapangan 2. 42 ambon 2 Interview Dilaksanakan dengan tanya jawab secara langsung dengan pembimbing lapangan serta karyawan-karyawn bagian lapangan 3. Wahana Inovasi Utama yang berlokasi di Jln.1 Waktu dan Lokasi Penelitian 1. Penulisan dalam Laporan Praktek kerja Lapangan ini mengunakan metode-metode sebagai berikut : 1. 3. Wahana Inovasi Utama yang berlokasi di Jln. Sultan Babullah No.2 Metode Pengumpulan Data 1. Sultan Babullah No. 42 ambon. serta sumber lain yang dapat membantu penyusunan laporan ini . Observasi Metode pengumpulan data ini dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan dan pelaksanaan kerja secara langsung di CV. Tempat penelitian praktek kerja lapangan dilaksanakan di CV. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.