You are on page 1of 13

 

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Kegunaan Penentuan Golongan Darah A, B, AB, O

Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya
perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah
merah.

Informasi tentang golongan darah A, B, O seseorang mutlak diperlukan
dalam keadaan yang berhubungan dengan transfusi darah, baik sebagai donor,
maupun sebagai resipien. Oleh karena itu, sepatutnya seseorang mengetahui
dengan pasti akan golongan darahnya sendiri, yang dapat dilakukannya dengan
memeriksakan darahnya ke laboratorium. Golongan darah juga berfungsi sebagai
salah satu petanda ( marker ) genetik, yang ikut menjadi bagian dari identitas
seseorang.

2.2. Sifat Umum Darah
Secara umum fungsi darah ialah sebagai berikut :
1. Alat transpor makanan, yang diserap dari saluran cerna dan diedarkan ke
seluruh tubuh.
2. Alat transpor O2 , yang diambil dari paru-paru atau insang untuk dibawa ke
seluruh tubuh.
3. Alat transpor bahan buangan dari jaringan ke alat-alat ekskresi seperti paru-
paru (gas), ginjal dan kulit (bahan terlarut dalam air) dan hati untuk diteruskan
ke empedu dan saluran cerna sebagai tinja (untuk bahan yang sukar larut
dalam air). Http://www. Wordpress.com diakses tanggal 3 januari 2010
Darah adalah cairan berwarna merah pekat. Warnanya merah cerah di dalam
arteri dan berwarna ungu gelap di dalam vena, setelah melepas sebagian oksigen
ke jaringan ( menyebabkan perubahan warna ) dan menerima produk sisa dari
jaringan.Pembentukan sel darah berlangsung di dalam sumsum tulang dan sel-sel
yang matang ( matur ) akan dilepas ke dalam aliran darah. Terbentuk 8 macam sel

Universitas Sumatera Utara

misalnya darah sebagai lambang kehidupan. sel – sel tersebut keluar dari sumsum tulang dan masuk ke dalam darah dan berada di tempat ini dalam jumlah yang berbeda dan menjalankan fungsi yang berbeda – beda pula. Indikasi juga tidak jelas. Sel – sel darah terdiri atas Sel darah merah. Setelah matang. seperti yang telah diuraikan terdiri atas 5 jenis sel dengan morfologi berbeda. Ketiga macam sel ini berasal sel – sel asal yang sama disumsum tulang. seperti akibat kecelakaan. Penggunaan darah yang berasal dari individu lain dan diberikan secara langsung ke dalam pembuluh darah juga sudah lama pula dilakukan. peperangan. Sel – sel darah merupakan bagian figuratif atau berbentuk sehingga dapat dilihat oleh mata. Darah selalu dihubungkan dengan kehidupan. Eritrosit (sel darah merah ) dan trombosit dibentuk dari garis keturunannya masing-masing. 6    yang berbeda dan semua dihasilkan dari satu jenis sel batang pluripoten yang akan menurunkan 5 garis keturunan sel yang berbeda. meskipun dengan bantuan alat mikroskop. Lebih sering hal ini dilakukan untuk tujuan seperti peremajaan jaringan ( rejuvenilisasi ). Tindakan ini lebih banyak dilakukan atas dasar yang lebih bersifat kepercayaan. bukan terutama untuk mengobati penyakit atau memperbaiki keadaan karena perdarahan. Universitas Sumatera Utara . Pada mulanya. dan trombosit. baik berdasarkan kepercayaan saja maupun atas dasar bukti pengamatan. Mohamad Sadikin (2010) Sejak 100 tahun yang lalu ahli-ahli telah berpendapat. paling tidak sejak abad pertengahan. Garis mieloblas menghasilkan tiga jenis sel granulosit. tidak mempunyai indikasi yang jelas dan dilakukan secara sembarang saja. Sel – sel asal di sumsum tulang tersebut selanjutnya berdiferensiasi sehingga mengambil bentuk yang berbeda – beda. sedangkan garis monoblas dan limfoblas menghasilkan sel agranulosit. bahwa penderita- penderita yang kekurangan darah seperti orang-orang yang mengalami perdarahan yang hebat. lekosit. Bahkan lekosit. pemberian darah seperti ini dan yang kini dikenal sebagai transfusi tidak dilakukan dengan landasan ilmiah. persalinan ataupun penyakit- penyakit pendarahan dapat ditolong dengan penambahan darah kedalam tubuh penderita tersebut. ternyata juga mempunyai peran yang berbeda – beda pula.

maka transfusi mulai berkembang dan banyak yang tertolong orang-orang yang kehilangan darah atau orang yang kekurangan darah. Sebenarnya transfusi itu sangat penting dan seharusnya merupakan program nasional. tetapi ternyata banyak menimbulkan bahaya atau kematian. Karena sel ini mengandung senyawa yang berwarna merah. sehingga sempat dilarang melakukan transfusi itu. 7    Morfologi sel darah merah adalah sel yang terbanyak di dalam darah. Disini jumlah CC darah penderita sama saja dengan orang biasa.3. bila seseorang kehilangan darah yang banyak harus diganti dengan darah atau bila seseorang kekurangan darah harus ditambah dengan darah. Universitas Sumatera Utara .1 Manfaat Transfusi Darah a. tetapi kalau darahnya ada 5 liter. Ahli-ahli yang terdahulu sudah berpendapat. 2. kecelakaan. yang darahnya berkurang karena sesuatu sebab misalnya operasi atau perdarahan sewaktu melahirkan. misalnya untuk penyakit-penyakit dimana sel-sel darahnya tidak berfungsi dengan baik.3. yaitu hemoglobin. Menambah kemampuan darah dalam badan si sakit untuk membawa zat asam atau O2. agar organ-organ tubuh berfungsi normal. Menambah jumlah darah yang beredar dalam badan orang yang sakit. yang berfungsi baik hanya 3 liter. Transfusi Darah Transfusi darah adalah suatu proses pekerjaan memindahkan darah atau pemberian darah dari orang yang sehat kepada orang yang sakit. 2. maka dengan sendirinya darah berwarna merah. Kira-kira 100 tahun yang lalu sudah mulai dicoba melakukan transfusi. Tetapi pada tahun 1900 setelah Dr.Karl Landsteiner menemukan golongan darah dan setelah ditemukan sel darah dapat diperpanjang hidupnya dalam larutan gula dan juga setelah ditemukannya anticoagulant. b. sehingga sel-sel darah itu cepat pecah dalam badan sendiri dan kemampuan darah untuk mengolah zat asam jadi berkurang. tetapi sesuai dengan kondisi dan kemampuan negara hal ini belum merupakan masalah yang begitu dipikirkan.

Penentuan pasien yang akan diberi transfusi darah harus tepat dan diyakini benar-benar bahwa transfusi darah akan menolong sisakit. yaitu darah tidak diberikan secara keseluruhan kepada orang sakit. hanya menyebutkan apa yang dilihat. beredar dalam suatu sistem tertutup yang dinamakan sebagai Universitas Sumatera Utara . Jadi dapat terjadi kelebihan zat besi di dalam tubuhnya. Suatu Kekhususan dari transfusi darah adalah sumber untuk darah itu terbatas. Batasan yang tepat bahwa defenisi Darah adalah jaringan tubuh yang berbeda dengan jaringan tubuh lain. yang bersifat menguraikan secara analitis tetapi ringkas tentang hakikat sesuatu yang didefinisikan tersebut. yang memerlukan pengobatan tersendiri (Haemosiderosis). Sumber darah adalah tubuh manusia sendiri. misalnya untuk penderita Thalasemia tadi. dari pada bersifat definitif. sehingga pada umur tertentu terjadi kekurangan darah. Satu liter darah mengandung 50 mg zat besi. Pada saat sekarang telah dipikirkan efisiensi penggunaan darah.berada dalam konsistensi cair. dan darah tidak dapat dibuat secara synthetis. berwarna merah dan tidak transparan serta berada dalam suatu ruang tertutup yang dinamai sebagai sistem pembuluh darah. untuk ini harus diberi transfusi darah sesuai dengan kebutuhannya. Ukuran orang-orang yang menderita Thalasemia. Uraian yang demikian tentang darah lebih bersifat deskriptif. Darah umumnya dipandang sebagai cairan tubuh yang kental. ialah terjadinya penimbunan zat besi. maka yang diberi hanya sel darah merahnya saja. Tubuh kita hanya mampu mengeluarkan kelebihan itu sebanyak 1 mg perhari. Biasanya penderita ini akan meninggal pada usia muda / sebelum berusia 10 tahun. Transfusi darah bukanlah pekerjaan yang tanpa resiko. dan tidak semua orang bisa menjadi donor. tetapi apa yang dibutuhkan saja. 8    Transfusi darah adalah suatu cara membantu pengobatan dan transfusi darah tidak bisa berdiri sendiri. yaitu penyakit darah dimana sel-sel darahnya tidak bisa hidup sepanjang waktu yang normal. Bahaya transfusi darah diberikan kepada orang yang tidak kehilangan darah. jadi membantu cara pengobatan yang sudah ada. penghancuran sel darahnya lebih cepat. Misalnya apabila yang dibutuhkan hanya sel darah merah. sedangkan tubuh tidak bisa mengikuti pembuatan sel darah lebih cepat.

2. Kedua sifat utama ini. adalah suatu cairan tubuh yang kental dan berwarna merah. Sel-sel bulat. Warna merah. Bagian kedua adalah unsur tidak berbentuk atau non-figuratif. yang dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. yang terlarut di dalam darah. Kehadiran unsur ini hanya dapat diketahui secara kimia. 9    pembuluh darah dan menjalankan fungsi transpor berbagai bahan serta fungsi homeostasis. yaitu sekelompok sel atau beberapa jenis sel. berbeda dengan jaringan lain.sel-sel yang terdapat dalam darah dan dinamai sebagai sel-sel darah tidaklah terikat satu sama lain membentuk suatu struktur yang bernama organ. yaitu warna merah dan kental. Hanya saja. seperti yang telah didefinisikan dan yang dapat dilihat. tidak berinti dan berwarna merah kebiruan homogen. melainkan berada dalam keadaan suspensi dalam suatu cairan.3 SEL-SEL DARAH Apabila setetes darah diletakkan di atas kaca objek yang bersih dan kering kemudian dibuat sediaan hapus dan diwarnai dengan pewarnaan May Grunwald- Giemsa. darah dapat dibagi 2 bagian besar. jumlahnya sangat banyak di seluruh lapangan pandangan.R (1995) Penggolongan darah sebagai suatu jaringan didasarkan atas defenisi jaringan.Gandasoebrata. 2.2 SIFAT FISIKOKIMIA DARAH Darah. Dinamakan demikian karna bagian ini tidak dapat dilihat secara kasat mata dengan bantuan alat apapun. secara garis besar akan tampak sel-sel yang dapat dibagi dalam 3 kelompok besar : 1. dari yang kecil sampai yang besar seperti protein. Dengan demikian dapatlah dikatakan.bahwa bagian ini terdiri atas berbagai bahan yang terlarut di dalam cairan darah. Kekentalan ini disebabkan oleh banyaknya senyawa dengan berbagai macam berat molekul. membedakan darah dari cairan tubuh yang lain. disebabkan oleh adanya senyawa yang berwarna merah dalam sel-sel darah merah yang tersuspensi dalam darah. Dengan demikian.3. yang mempunyai bentuk yang sama dan menjalankan fungsi tertentu. Bagian pertama adalah unsur yang berbentuk atau figuratif. yang memberi ciri yang sangat khas bagi darah.3. Sel-sel inilah yang memberi Universitas Sumatera Utara .

Pola pewarisan ini disebut Kodominan. Membran sel darah merah mengandung banyak protein dan karbohidrat berbeda yang mampu memicu pembentukan antibodi. komposisi kimiawi molekul sudah diketahui. 10    warna merah kepada darah. sehingga dinamai sebagai sel darah merah atau eritrosit. yang dapat dijumpai disana sini dalam lapangan pandangan. atau karbohidrat pada kerangka lemak atau protein seperti substansi golongan darah ABH. Saat ini terdapat 26 sistem golongan darah. Namun. Sel-sel yang berinti. sel-sel ini dinamakan sebagai sel darah putih atau lekosit. Muncul bukti bahwa beberapa kelainan pada antigen sel darah merah berkaitan dengan predisposisi penyakit tertentu. untuk sebagian kecil lain. dan konfigurasi tiga dimensinya. Sebagian substansi golongan darah. Oleh karena sel-sel ini tidak memberi warna merah kepada darah. struktur. ukuran molekul. Ii. antigen sel darah merah mungkin berupa protein seperti substansi golongan darah Rh. dengan bentuk inti dan ukuran sitoplasma bermacam- macam. tersebar di seluruh jaringan tubuh. Aspek paling praktis dari antigen-antigen pada sel darah merah ini adalah kemampuannya memicu pembentukan antibodi apabila ditransfusikan kepada resipien. fungsi. dan N. Secara kimiawi. 2. dan P. Untuk sebagian kecil antigen. peran biologiknya sudah diketahui. seperti antigen Lewis. yang terdiri dari 194 antigen yang merupakan produk dari 27 gen. gen-gen yang menentukan antigen sel darah merah tampaknya mengikuti hukum-hukum pewarisan mendelian. dan untuk sebagian besar lainnya. dan penyebab imunogenisitasnya masih merupakan misteri.4 GOLONGAN DARAH Universitas Sumatera Utara . 2. antigen-antigen ini biasanya mengekspresikan diri pada sel darah merah ( fenotipe ). Lewis. Apabila individu memiliki suatu pola genetik spesifik ( genotipe ). Yang lain lebih terbatas di sel darah merah seperti antigen Rh dan substansi golongan darah Kell. Antigenisitas berbagai senyawa ini dipengaruhi oleh sifat biologi dan kimiawi. M.

protein. golongan darah dapat bermanfaat untuk kepentingan forensik dan penentuan ayah sebagai metode penentu paling sederhana. khususnya untuk Transfusi Darah. Selain itu.4. dan menimbulkan aglutinasi ( si penerima darah terlihat syok dan ikterik / kuning ). SISTEM GOLONGAN DARAH ABO Golongan darah adalah hasil dari pengelompokkan darah berdasarkan ada atau tidaknya substansi antigen pada permukaan sel darah merah ( eritrosit ). Universitas Sumatera Utara . 11    2.1. Darah perlu digolongkan untuk banyak kepentingan. yang disebut juga sebagai aglutinogen. Transfusi dengan darah yang inkompatibel antara donor dan resipien ( penerima ) dapat berakibat fatal. Berikut Tabel dari Golongan Darah dalam sistem ABO Golongan darah sistem ABO dibagi berdasarkan struktur antigen permukaan eritrosit. Karl Landsteiner menemukan. bahwa darah manusia yang ditransfusikan ke manusia lain dapat inkompatibel. glikoprotein. Antigen tersebut dapat berupa karbohidrat. atau glikolipid. dan sangat tergantung pada golongan darah kedua orang tua manusia yang bersangkutan. Golongan darah manusia bersifat herediter.

dimana antigen ini tersusun dari molekul N- asetil galaktosamin digantikan oleh 1 molekul galaktosa. 1 molekul N-asetil galaktosamin. dan 1 molekul N-asetil glukosamin. 2 molekul galaktosa. D-galactose 2. yaitu: 1. Antigen B ini sedikit berbeda dengan antigen A. 2. L-fucose Harper H. Golongan darah B memiliki antigen permukaan B. N-acetylgalactosamine 3. (1971) 1. N-acetylglucosamine 4. B B Universitas Sumatera Utara . 12    Molekul sebagai penentu golongan darah dalam sistem ABO ada 4 macam. Antigen A tersusun dari 1 molekul fukosa. Golongan darah A memiliki antigen permukaan A.

dan 2 molekul galaktosa. B 4. yang merupakan kombinasi dari antigen A dan antigen B. Orang dengan golongan darah AB memiliki dua macam antigen permukaan. Golongan darah O semula dianggap tidak memiliki antigen permukaan. 13    3. O Universitas Sumatera Utara . namun terbukti bahwa golongan darah O masih memiliki ikatan karbohidrat pada permukaan eritrositnya yang terdiri atas 1 molekul fukosa. sehingga anggapan golongan darah O tidak memiliki antigen permukaan masih bisa diterima. Gugus ini tidak bersifat imunogenik. 1 molekul N-asetil glukosamin.

dan kelebihan D-galactose menjadi golongan B. Sel-sel yang hanya memiliki konfigurasi monomer karbohidrat aktif-H tidak memiliki aktivitas A atau B dan disebut golongan O. Gen H terletak di luar lokus ABO dan ditemukan di kromosom 19. Sebelum D-galaktosa dapat menerima monomer karbohidrat yang menentukan aktivitas A atau B. dan mereka dengan golongan B hanya memiliki anti-A. dan hampir semua orang memiliki substansi H pada sel darah mereka. Glikosiltransferase yang ditentukan oleh gen A dan B bergantung pada adanya substansi H prekursor untuk pengaktifannya. Karena orang dengan dua gen h tidak dapat menghasilkan enzim yang diperlukan untuk melekatkan fukosa. Beberapa orang bersifat homozigot untuk suatu gen inaktif di tempat itu. asalkan antigennya bukan ”konstituen diri” dari sel darah merah individu yang bersangkutan.2. sel-sel darah mereka tidak memiliki aktivitas H. Pajanan lingkungan yang terus menerus terhadap antigen-antigen yang tersebar luas ini memicu pembentukan antibodi pada individu yang mampu mengembangkan imun. sedangkan individu AB tidak memiliki kedua antibodi tersebut. rangsangan bagi terbentuknya Anti-A dan Anti-B bukanlah pajanan ke sel darah merah. Gen H sangat sering dijumpai. Ikatan galaktosa dengan N- asetilgalaktosamin yang sama atau galaktosa yang menjadi ciri glikosfingolipid sel darah merah juga dijumpai di dinding sel bakteri. Suatu gugus D-galaktosa yang sudah mengikat fukosa. Orang dengan golongan A hanya membentuk anti-B. Perlekatan fukosa diperantarai oleh enzim lain. yang disebut h. 2. Antibodi dalam sistem ABO Walaupun anti-A dan anti-B bereaksi secara kuat dan spesifik dengan antigen sel darah merah yang sesuai. Orang dengan golongan O memiliki anti-A dan anti-B. tetapi tanpa N- asetilgalaktosamin aktif-A atau D-galaktosa aktif B. memiliki aktivitas antigenik yang disebut H. Universitas Sumatera Utara . molekul ini harus sudah mengikat monomer karbohidrat fukosa. yang keberadaannya ditentukan oleh gen H.4. fukosa-transferase. 14    Yang kelebihan N-acetylgalactosamine akan menjadi golongan A. Perlekatan fukosa ke D- galaktosa menyediakan prekursor ini.

Namun. Dalam sirkulasi. Dengan demikian. dan antibodi dari kelas ini melekat ke permukaan sel tanpa langsung mempengaruhi viabilitas. atau darah donor yang tidak tepat. Universitas Sumatera Utara . atau seseorang dengan golongan A mungkin memperoleh B dan menjadi golongan AB. Namun anti-H jarang dijumpai karena hampir semua sel darah merah memiliki antigen H dalam jumlah yang berkisar dari sedikit sampai bermakna. satu-satunya cara sel yang tidak cocok golongan ABO nya masuk ke dalam sirkulasi adalah melalui transfusi yang salah identifikasinya. yang menghasilkan aglutinasi cepat dan / atau hemolisis. Anti-A atau anti-B kelas IgG mudah melewati plasenta dan dapat menyebabkan penyakit hemolitik pada neonatus. yang mudah dibuktikan di laboratorium. Penyakit hemolitik ABO pada bayi baru lahir hampir seluruhnya mengenai bayi yang lahir dari ibu dengan golongan O. Identifikasi pasien. Jouvenceaux (1978) Perubahan dalam Tipe ABO pada berbagai penyakit Melemahnya antigen A dapat terjadi pada beberapa orang yang mengidap leukemia akut atau pada penyakit mieloproliferatif kronis dengan evolusi leukemik. sampel darah. Kecuali untuk beberapa sel janin yang masuk ke aliran darah ibunya selama kehamilan dan persalinan. merupakan penyebab tersering reaksi transfusi inkompatibel-ABO hemolitik. Sebagian besar aktivitas anti-A dan anti-B terletak pada kelas IgM imunoglobulin. atau pencatatan yang salah. B didapat juga dapat terjadi pada infeksi gram-negatif tertentu dan obstruksi usus. keduanya menyebabkan destruksi cepat melalui perantaraan komplemen terhadap semua sel yang tidak sesuai yang kebetulan masih ke aliran darah. 15    Bakteri di lingkungan juga memiliki ikatan galaktosa-fukosa yang memperlihatkan aktivitas H. Kanker tertentu. Orang dengan golongan O lebih sering memiliki IgG anti-A dan Anti-B dibandingkan orang dengan golongan A atau B. Anti-A dan anti-B merupakan aglutinin kuat. sebagian aktivitas adalah IgG. pada penyakit ini kadang-kadang pasien dari fenotipe golongan O mungkin memperoleh B dan tampak sebagai golongan B. mungkin berkaitan dengan akuisisi antigen B yang disebut B didapat. terutama kanker kolon.

kemudian dicampur dengan buffer phosphate. O. dapat mengubah golongan darah B menjadi O. B.maka individu tersebut tidak memiliki aglutinogen (golongan darah O). sodium chloride. AB ini terdapat dari Invitro culture supernatants dari immunoglobulin sel tikus. BCSH. Yang membedakan sel darah merah golongan B dari O adalah adanya kelebihan satu molekul D-galactose dalam sel darah merah golongan darah B. Antiserum B berwarna kuning. suatu enzim yang disarikan dari kopi. individu tersebut memiliki aglutinogen tipe B (golongan darah B) c. Jika serum anti-A menyebabkan aglutinasi pada tetes darah. New York. Beberapa kemungkinan tersebut yaitu: a. yang menemukan bahwa Alpha galactosidase. 2009) Universitas Sumatera Utara . Adapun isi dari reagen golongan darah A. Enzim galactosidase dimanfaatkan untuk melepaskan satu molekul D-galactose yang berlebih tadi sehingga susunan molekulnya sama dengan sel darah merah golongan O. (1990) Setelah darah ditetesi serum maka akan terjadi beberapa kemungkinan yang akan menunjukkan golongan darah tersebut.dimana terjadi Anti serum A berwarna biru. Jika kedua serum anti-A dan anti-B tidak mengakibatkan aglutinasi. Antiserum AB tidak berwarna. (Wijaya.maka individu tersebut memiliki aglutinogen tipe A (golongan darah A) b. 16    Berdasarkan penelitian dari Lindsey Kinball Institute. Clin Lab Haem. Jika serum anti-B menyebabkan aglutinasi. Jika kedua serum anti-A dan anti-B menyebabkan aglutinasi induvidu tersebut memiliki aglutinogen tipe A dan tipe B (golongan darah AB) d.

17    Struktur ABO Antigen Universitas Sumatera Utara .