You are on page 1of 13

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Masuki era globalisasi yang ditandai dengan persaingan dalam berbagai aspek,
diperlukan sumber daya manusia ( SDM) yang berkualitias tinggi agar mampu bersaing
dengan negara lain. Kesehatan dan gizi merupakan faktor penting karena secara
langsung berpengaruh terhadap kualitas SDM di suatu negara.Tenaga SDM yang
berkualitas tinggi hanya dapat dicapai oleh tingakat kesehatan dan status gizi yang baik.
Untuk itu diperlukan upaya perbaikan gizi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi
masyarakat melalui upaya perbaikan gizi di dalam keluarga dan pelayanan gizi pada
individu yang karena kondisi kesehatannya harus dirawat di suatu sarana pelayanan
kesehatan misalnya rumah sakit.
Masalah gizi di Rumah Sakit dinilai sesuai kondisi perorangan yang secara
langsung maupun tidak langsung mempengaruhi proses penyembuhan. Kecenderungan
peningkatan kasus yang terkait gizi pada semua kelompok rentan mulai dari ibu hamil,
bayi, anak, remaja, hinga lanjut usai ( lansia ), memerlukan penatalaksanan gizi secara
khusus. Oleh karena itu dibutuhkan pelayanan gizi yang bermutu untuk mencapai dan
mempertahankan status gizi yang optimal dan mempercepat penyembuhan.
Pelaksanan pelayanan gizi di rumah sakit memerlukan sebuah pedoman sebagi
acuan untuk pelayanan bermutu yang dapat mempercepat proses penyembuhan pasien,
memperpendek lama rawatan, dan menghemat biaya perawatan. Pedoman pelayanan ini
telah sesuaikan dengan perkembangan peraturuan perundang - undangan ,ilmu
pengetahuan dan teknologi ( IPTEK ) di bidang gizi, kedokteran , kesehatan dan standar
akreditasi rumah sakit 2012 untuk menjamin keselamatan pasien. Sejalan dengan
dilaksakannya program akreditasi pelayanan gizi rumah sakit , diharapakan pedoman ini
dapat mendapat acuan bagi rumah sakit untuk melaksanakan kegiatan pelaksanan yang
berkualitas.

B. Tujuan
a. Tujuan Umum
b. Tujuan Khusus
C. Batasan Operasional

Batasan Operasional ini merupakan batasan istilah, sesuai dengan kerangka. konsep
pelayanan gizi di rumah sakit yang tertuang didalam pedoman pelayanan gizi
1. Pelayanan Gizi Rumah Sakit : adalah kegiatan pelayanan gizi di rumah sakit untuk
memenuhi kebutuhan gizi masyarakat rumah sakit baik rawat inap maupun rawat
jalan, untuk keperluan metabolisme tubuh, peningkatan kesehatan, maupun
mengoreksi kelainan metabolisme, dalam rangka upaya preventif, kuratif,
rehabilitatif,
dan promotif.
2. Pelayanan Gizi adalah rangkaian kegiatan terapi gizi medis yang dilakukan di
institusi kesehatan (rumah sakit), puskesmas dan institusi kesehatan lain
untuk memenuhi kebutuhan gizi klien/ pasien. Pelayanan gizi merupakan upaya
promotif,preventif, kuratif dan rehabilitatif dalam rangka meningkatkan
kesehatan klien/pasien.
3. Tim Asuhan Gizi : adalah sekelompok petugas rumah sakit yang terkait
dengan pelayanan gizi terdiri dari dokter/ dokter spesialis, nutrisionst/dietisien,
dan perawat dari setiap unit pelayanan bertugas menyelenggarakan asuhan gizi
( nutrition care) untuk mencapai pelayanan paripurna yang bermutu.
4. Terapi Gizi Medis : adalah pelayanan gizi khusus untuk peyembuhan
penyakit baik akut maupun kronis atau kondisi luka- luka, serta merupakan suatu
penilaian terhadap kondisi klien/ pasien sesuai dengan intervensi yang telah
diberikan,agar klien/pasien serta keluarganya dapat menerapkan rencana diet
yang telah
disusun.
5. Terapi Gizi : adalah pelayanan gizi yang diberikan kepada klien/pasien untuk
penyembuhan penyakit sesuai dengan hasil diagnosis, termasuk konseling, baik
sebelum perawatan dalam dan sesudah perawatan.
6 Terapi Diet : adalah pelayanan dietetic yang merupakan bagian dari terapi gizi.
7. Preskripsi Diet atau Rencana Diet : adalah kebutuhan zat gizi klien/ pasien yang
dihitung berdasarkan status gizi, degenerasi penyakit dan kondisi kesehatannya.
Preskripsi diet dibuat oleh dokter sedangkan Rencana diet dibuat oleh
nutrisionis/dietisien.
8. Konseling Gizi : adalah serangkaian kegiatan sebagai proses komunikasi 2 (dua)
arah untuk menanamkan dan meningkatkan pengertian, sikap, dan perilaku
sehingga membantu klien/ pasien mengenali dan mengatasi masalah gizi,
dilaksanakan oleh nutrisionis/dietisien.
9. Nutrisionis : seseorang yang diberi tugas, tanggung jawab dan wewenang secara
penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional di bidang
pelayanan gizi, makanan, dan dietetik, baik di masyarakat maupun rumah sakit, dan
unit pelaksana kesehatan lainnya, berpendidikan dasar akademi gizi.
10. Dietisien : adalah seorang nutrisionis yang telah mendalami pengetahuan dan
keterampilan dietetik, baik melalui lembaga pendidikan formal maupunpengalaman
bekerja dengan masa kerja minimal satu tahun, atau yang mendapat sertifikasi dari
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), dan bekerja di unit pelayanan yang
menyelenggarakan terapi dietetik.

11. Food Model : adalah bahan makanan atau contoh makanan yang terbuat dari bahan
sintetis atau asli yang diawetkan, dengan ukuran dan satuan tertentu sesuai dengan
kebutuhan, yang digunakan untuk konseling gizi, kepada pasien rawat inap maupun
pengunjung rawat jalan Klien : adalah pengunjung poliklinik rumah sakit, dan atau
pasien rumah sakit yang sudah berstatus rawat jalan.

13. Nutrition related disease : penyakit - penyakit yang berhubungan dengan masalah
gizi dan dalam tindakan serta pengobatan memerlukan terapi gizi.

D. LANDASAN HUKUM

Sebagai acuan dan dasar pertimbangan dalam penyelenggaraan pelayanan gizi di
rumah sakit diperlukan perundang- undangan pendukung (legal aspect). Beberapa
ketentuan perundang - undangan yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Undang – Undang No. 23 tahun 1992 tentang Kesehatan
2. Undang- Undang No. 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
3. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1333 tahun 1999 tentang Standar Pelayanan
Rumah Sakit
4. Keputusan Menteri Penertiban Aparatur Negara nomor 23/Kep/ M.
PAN/4/2001 tentang Jabatan Fungsional Nutrisionis .

BAB II
GAMBARAN UMUM

A. Sejarah

rumah sakit Naili DBS berdiri atas niat almarhum bapak naili DBS ( datuk buang sati )
yang ingin mendirikan rumah sakit yang berkualitas dan professional dalam mendirikan
pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kota Padang pada khususnya dan Sumatera
Barat pada umum nya.

Bapak Naili DBS meninggal dunia pada tanggal 26 Oktober 2013, niat almarhum
mendirikan Rumah sakit Naili DBS dilanjutkan oleh anak-anak beliau dalam naungan
badan usaha PT. Ananda Naili Prima.

B. Tugas Pokok dan Fungsi RS Naili DBS

C. Kegiatan Pelayanan

Ruang lingkup kegiatan pokok pelayanan gizi di rumah sakit terdiri dari :

1. Asuhan gizi pasien rawat jalan

2. Asuhan gizi pasien rawat inap

3. Penyelenggaraan makanan

4. Penelitian dan pengembangan gizi (Depkes, 2006a)

BAB III
ORGANISASI
A. Visi, Misi, Landasan Nilai dan Tujuan RS NAILI DBS

Visi Rumah Sakit :
Menjadai Rumah Sakit pilihan yang terdepan dalam Peleyanan Kesehatan di Sumatra
Tahun 2020.

Misi Rumah Sakit :
a. Menyelenggaran pelayanan kesehatan yang unggul, prima dan mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran terkini dan berwawasan
lingkungan.
b. Memperhatikan nilai – nilai kemanusiaan dan menjujung tinggi nilai kepuasan
pelanggan.
c. Meningkatklan mutu tenaga kesehatan dan karyawan secara berkesinambungan.
d. Menjadi mitra yang handal dan terpercaya.

Landasan Nilai Rumah Sakit :
a. Ramah
b. Adil
c. Profesional
d. Ikhlas
e. Hormat
f. Peduli
g. Kebersamaan
h. Jujur
i. Integritas

Tujuan Rumah Sakit :
a. Memberikan pelayanan kesehatan perorangan kepada masyarakat dengan standard
yang tinggi.
b. Meningkatkan kemampuan sebagai pusat rujuakan di wilayah Padang dan sekitarnya.
c. Meningkatkan citra sebagai Rumah Sakit berpenampilan prima serta menjadi tujuan
pengobatan bagi masyarakat.
d. Mengembangkan diri sehingga menjadi Rumah Sakit yang mandiri dan berprestasi.

B. Filosofi

C. Pengertian, Falsafah , Tugas, Fungsi dan Tujuan
pengertian

Falsafah

JURU MASAK/
Tugas

Fungsi

Tujuan

D. Struktur Organisasi Unit Gizi RS NAILI DBS PADANG

DIREKTUR

( dr. Susi Rahmawati . MARS)

WADIR PELAYANAN WADIR KEUANGAN

( dr. Try Wulan Sari ) ( Eriyanti)
KABID YANMED

( dr. silvi Yanti Raflis )

KA. Unit Gizi

( )

SUB Unit Gizi

( )

PRAMUSAJI
PANTRY TENAGA MASAK

E. Uraian Tugas dan Jabatan Ahli Gizi
Uraian Tugas Ka Unit Gizi
1. Menyusun perencanaan pelayanan gizi
2. Menyusun rencana evaluasi pelayanan gizi
3. Melaksanakan pemantauan pelayanan gizi
4. Melaksanakan pengkajian status gizi
5. Melaksanakan penelitian dan pengembangan.

Uraian Tugas Sub Unit atau Koordinator Unit Gizi
1. Perencanaan dan evaluasi pelayanan gizi
2. Pengawasan dan pengendalian dalam penyelenggaraan pelayanan gizi
3. Pemantauan Proses pelayanan
4. Pengkajian status gizi
5. Penelitian dan pengembangan
F. Tata Hubungan Kerja
BAB IV

SUMBER DAYA MANUSIA

A. Kualifikasi SDM
B. Pola ketenagaan dan Kualifikasi
C. Rekrutmen dan Seleksi Tenaga
D. Pengembangan SDM
E. Penilaian Kinerja SDM
F. Dasar Perhitungan Ketenagaan

BAB V
RAPAT

A. Pengertian
Pertemuan atau kumpulan dalam suatu organisasi, perusahaan, instansi pemerintah baik
dalam situasi formal maupun nonformal untuk membicarakan, merundingkan dan
memutuskan suatu masalah berdasarkan hasil kesepakatan bersama.
B. Tujuan
1. Untuk memecahkan atau mencari jalan keluar suatu masalah
2. Untuk menyampaikan informasi, perintah atau pernyataan
3. Sebagai alat koordinasi antar intern atau antar ekstern
4. Agarpeserta rapat dapat ikut berpartisipasi kepada masalah – masalah yang
sedang terjadi
5. Mempersiapkan suatu acara atau kegiatan
6. Menampung semua permasalahan dari arus bawah (para peserta rapat)
C. Kegiatan

BAB VI

PELAPORAN

A. Pengertian
Bentuk penyajian fakta tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta
yang disajikanitu berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskanbkepada sipelapor.
B. Jenis Laporan
1. Laporan Ilmiah
Laporan yang disusun melalui tahapan berdasarkan teori tertentu dan
menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan.
2. Laporan teknis

Laporan tentang hal teknis penyelenggaraan kegiatan suatu

BAB VI

PENUTUP