You are on page 1of 2

ESWL adalah metode non-operatif dengan sebuah mesin berteknologi tinggi yang dapat

memecahkan batu pada saluran kemih dengan mengkonsentrasikan gelombang kejut (shock
wave) pada lokasi batu dari luar tubuh. Efek samping yang jauh lebih sedikit dibandingkan
dengan operasi.

Faktor Resiko Menderita Batu Saluran Kemih :

Kurang minum
Diet banyak mengadung kalsium atau oksalat.
Kadar asam urat darah yang tinggi.
Sumbatan pada saluran kemih.
Riwayat infeksi saluran kemih.
Riwayat keluarga menderita batu saluran kemih.
Pekerjaan banyak duduk/kurang aktifitas.
Faktor lingkungan.
Batu ginjal sering menimbulkan rasa sakit perut hilang timbul yang sangat hebat. Kadang
kadang dalam air seni terdapat darah dan kencing terasa sakit. Jika ada infeksi sering demam,
mual, muntah, dan nafsu makan berkurang. Gejala lainnya yaitu :

Pegal-pegal / nyeri pada pinggang yang dapat menjalar keperut bagian depan, lipat paha
hingga kemaluan
Buang air kecil berdarah
Buang air kecil berpasir
Nyeri pada saat buang air kecil
Kadang-kadang disertai demam
Keuntungan Kerugian
Ongkos mahal ( tetapi lebih
murah dari PCNL/ PerCutaneus
NephroLitothripsi atau URS/
Tidak invasif (kulit utuh) ureterorenoskopi secara
Rasa nyeri kalau ada hanya keseuruhan)
sedikit sekali, sering tak perlu Harus dikerjakan 2-3 x pada
anestesi batu dengan ukuran > 1cm
Lamanya perawatan pendek atau Sukar dilakukan pada batu
tak perlu dirawat ureter karena gerakan
Pada residif dapat diulang lagi peristaltik
tanpa kesukaran Kalau batu susah dilihat (lusen/
Dapat digunakan pada semua semilusen) perlu tindakan RPG
usia (pemasangan ureter kateter)
Indikasi Kontraindikasi
Kehamilan
Ukuran batu antara 1-3 cm atau 5-10 Koagulopati (gangguan
mm dengan gejala yang mengganggu. pembekuan darah)
Lokasi batu di ginjal atau ureter Hipertensi tak terkontrol
Tidak adanya obstruksi ginjal distal Obstruksi saluran kemih
dari batu distal
Kondisi kesehatan pasien memenuhi Ginjal sudah tidak
syarat (lihat kontraindikasi ESWL) berfungsi
Adanya infeksi aktif
Komplikasi yang dapat terjadi setelah dilakukan ESWL
Steinstrasse atau pecahan batu yang tertahan di saluran kemih sehingga menyumbat aliran
kemih. Pecahan ini nantinya dapat keluar sendiri atau dibutuhkan tindakan operatif
tambahan untuk menjaga jangan sampai pecahan batu besar menyumbat aliran urine
dengan memasang double J atau tindakan untuk mengeluarkannya.
Hematom (perdarahan) ringan perirenal.
Hematuri (kencing berdarah) akibat pecahan batu yang melukai saluran kemih saat mau
dikeluarkan dari tubuh; biasanya 1 sampai 2 kali sesudah penembakan.
Urosepsis atau infeksi sistemik.
Persiapan yang harus dilakukan sebelum tindakan ESWL
Pemeriksaan laboratorium baik darah maupun urin untuk melihat fungsi ginjal.
Kesiapan fisik anda.
Pemeriksaan yang paling penting adalah rontgen atau USG untuk menentukan lokasi batu
dan kemungkinan jenisnya.
Anda mungkin harus meminum antibiotik untuk mencegah infeksi.
Puasa minimal 6 jam sebelumnya.
Anda dapat meminta sedasi bila anda cemas menunggu saat proses ESWL dilakukan.
Hal yang paling penting adalah hidrasi yang baik untuk memperlancar keluarnya batu yaitu
minimal 2 liter air sehari.