You are on page 1of 19

PROPOSAL MAGANG

DI PERUSAHAAN UMUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL


JAWA TENGAH KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN
PEKALONGAN TIMUR

DISUSUN OLEH:

1. RESMAN SIMBOLON/D1D014019
2. NURKHOTIMAH/D1D014025
3. NICO G NAPITUPULU/D1D014065
4. IBNU MUBARAK/D1D014067

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS JAMBI

2017
i
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan atas kehadiran Tuhan Yang Maha Esa
dengan segala limpahan rahmat dan hidayah_Nya penulis dapat menyelesaikan
penyusunan proposal magang ini dengan baik, dan tak lupa pula sholawat
beriring salam penulis haturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW.
Penyusunan proposal magang ini bertujuan untuk mengajukan magang di
Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, Jawa Tengah. Dalam pembuatan dan
penyusunan proposal ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak baik
yang memberikan saran maupun kritik. Untuk itu penulis menyampaikan banyak
terima kasih kepada kedua orang tua yang selalu memberi nasihat dan
semangat, selanjutnya kepada ibu Suci Ratna Puri, SP.,M.Si sebagai pembimbing
magang atas bimbingan, kritik, dan saran yang telah diberikan. Ucapan yang
sama juga disampaikan kepada komisi magang Fakultas Kehutanan Universitas
Jambi. Dan yang terakhir, terimakasih penulis sampaikan kepada teman-teman
angakatan 2014 Fakultas Kehutanan Universitas Jambi yang selalu memberikan
semangat dan dukunganya.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan proposal ini masih terdapat
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena
itu dengan senang hati penulis menerima segala saran dan kritik dari semua
pihak agar penulis dapat memperbaiki proposal ini. Semoga proposal ini dapat
memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan bagi siapapun umumnya.

Jambi, April 2017

Penulis

ii
DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................. i

KATA PENGANTAR ......................................................................... ii

DAFTAR ISI ..................................................................................... iii

I. PENDAHULIAN

1.1. Latar Belakang ....................................................................................... 1

1.2. Tujuan .................................................................................................... 2

1.3. Manfaat ................................................................................................. 3

II. METODE PELAKSANAAN MAGANG

2.1. Waktu Dan Tempat ................................................................................. 5

2.2. Metode Pengumpulan Data .................................................................... 5

2.3 Ruang Lingkup .......................................................................................... 6

III. JADWAL RENCANA KEGIATAN .................................................. 14

DAFTAR PUSTAKA

iii
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Mata kuliah magang/ Praktek Kerja Lapangan (PKL) adalah salah satu
mata kuliah wajib yang ada di Fakultas Kehutanan Universitas Jambi yang
merupakan salah satu bagian dari proses pembinaan bagi mahasiswa agar menjadi
tenaga yang siap dan terserap dalam lingkungan pekerjaan baik di perusahaan atau
instansi maupun memiliki kontribusi dalam perbaikan masyarakat. Dengan
mengikuti Magang/Praktek Kerja Lapangan (PKL) maka mahasiswa akan
mendapatkan pengalaman, ilmu dan jejaring yang merupakan aspek penting
dalam membangun landasan untuk kesuksesan karir di kemudian hari. Kegiatan
magang/Praktek Kerja Lapangan (PKL) Fakultas Kehutanan dilakukan di
perusahaan, instansi pemerintahan, lembaga swadaya masyarakat, dan atau
badan/lembaga lain-lain yang bergerak di bidang kehutanan dan Perhutani
merupakan salah satu perusahaan berbasis kehutanan.
Magang dinilai sangat perlu karena karena melihat dan mencermati
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi yang cepat berubah dan berkembang.
Magang merupakan kegiatan mahasiswa yang dilakukan untuk mendapatkan
pengalaman dan pemahaman lebih mengenai dunia kerja. Pelaksanaan
Magang/Praktek Kerja Lapangan akan membawa mahasiswa pada sebuah
pengalaman nyata, yakni dunia kerja dengan profesi yang hendak di tempuh di
bidang kehutanan. Proses Magang yang dilakukan dengan terjun langsung
kedalam perusahaan, akan menciptakan suatu deskripsi pemikiran baru, karena
disini teori akan diimplementasikan dan dengan mudahnya mahasiswa akan cepat
memahami dan belajar. Sehingga pada saat mahasiswa berada di dunia kerja akan
dengan mudah beradaptasi.
Perum Perhutani adalah perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan
(khususnya di Pulau Jawa dan Madura) dan mengemban tugas serta wewenang
untuk menyelenggarakan kegiatan pengelolaan sumber daya hutan dengan
memperhatikan aspek produksi/ekonomi, aspek sosial dan aspek lingkungan.
Dalam operasionalnya, Perum Perhutani berada di bawah koordinasi Kementerian
BUMN dengan bimbingan teknis dari Departemen Kehutanan. Perusahaan umum
(perum) Perhutani terbagi menjadi tiga unit kerja, yaitu : perum Perhutani Unit I

1
Jawa Tengah, Unit II Jawa Timur dan Unit III Jawa Barat dan Banten. Dalam
mengemban tugas dan tanggung jawab tersebut, dibentuk 13 seksi perencanaan
hutan (SPH) yang terdiri dari 4 SPH di Unit I Jawa Tengah, 5 SPH di Unit II Jawa
Timur dan 4 SPH di Unit III Jawa Barat dan Banten.
KPH Pekalongan Timur termasuk ke dalam salah satu devisi regional Jawa
Tengah merupakan salah satu lokasi magang yang disediakan oleh Fakultas
Kehutanan Universitas Jambi. KPH Pekalongan Timur memiliki Luas wilayah
52.793.67 Ha terbagi menjadi 7 (tujuh) BKPH yaitu BKPH Randudongkal, BKPH
Kesesi, BKPH Paninggaran, BKPH Karanganyer, BKPH Doro, BKPH Bandar,
dan BKPH Bawang dengan 28 RPH/KRPH. kawasan hutan KPH Pekalongan
Timur berada di Propinsi Jawa Tengah yang berada pada tiga kabupaten yaitu
Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang serta Kabupaten Pemalang . Luas
hutan yang terdiri dari 6.761,52 Ha (12,8 %) Hutan Lindung, 22.476,10 Ha (42,6
%) Kawasan Perlindungan, dan 22.714,10 Ha (43 %) Kawasan Produksi. Di
dalam kawasan produksi, terdapat 16.356,35 Ha (72 %) Hutan Produktif dalam
kawasan Kelas Perusahaan, 2.617,45 Ha (11,5 %) Hutan Tidak Produktif dalam
kawasan Kelas Perusahaan, Hutan Produktif dalam kawasan bukan Kelas
Produksi 3.384,70 Ha (14,9 %), dan Hutan Tak Produktif dalam kawasan bukan
Kelas Perusahaan 355,60 Ha (1,6 %). Adapun kawasan untuk pengguna lain
841,95 Ha (1,6 %). Kawasan hutan KPH Pekalongan Timur memiliki tiga Bagian
Hutan, yaitu: Hutan Randudongkal, Hutan Paninggaran, dan Hutan Bandar.
Berdasarkan kondisi yang di uraikan diatas maka KPH Pekalongan Timur
menjadi acuan untuk mendalami teori yang telah dipelajari oleh mahasiswa
kehutanan sebagai tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL).
1.2 Tujuan
Pelaksanaan kegiatan magang/ Praktik Kerja Lapangan (PKL) berujuan
untuk :
1. Mempelajari keadaan umum dan sistem menejemen perum Perhutani divisi I
regional Jawa Tengah KPH Pekalongan Timur meliputi perencanaan hutan
seperti penataan batas, penentuan areal kerja, pembagian fungsi hutan,
kegiatan rencana pengelolaan sumber daya, pengaturan hasil, sistem

2
pemanenan dan pemasaran hasil serta perlindungan dan pengamanan hutan
yang dilakukan oleh pihak perum Perhutani Pekalongan Timur.
2. Membandingkan teknik-teknik penanaman dan pemeliharaan terhadap
tanaman yang dilakukan oleh KPH Pekalongan Timur dengan melihat teori
teori yang telah dipelajari selama perkuliahan.
3. Mengamati dan mengkaji bentuk-bentuk dan tahap-tahap kegiatan yang
dilakukan dalam upaya perlindungan sumberdaya hutan.
4. Mengeksplorasi dan menganalisis kegiatan konservasi sumber daya hutan
meliputi flora dan fauna yang dilakukan di areal KPH Pekalongan Timur.
5. Mengamati dan meninjau pengelolaan potensi ekowisata pada kawasan hutan
perum Perhutani Pekalongan Timur.
6. Mempelajari bentuk kegiatan pengelolaan hutan berbasis masyarakat
(PHBM).
7. Mahasiswa diharapkan mampu menyesuaikan diri dengan dunia kerja yang
sesungguhnya sehingga tantangan berupa kualitas, kuantitas dan kinerja yang
berasal dari dunia pendidikan dapat dijawab dan dipenuhi.
8. Memberikan pengalaman kerja di dunia kerja kepada mahasiswa dalam
rangka menerapkan dan membandingkan teori dan pengetahuan yang telah
diterima dalam perkuliahan atau praktikum dengan situasi nyata ditempat
kerja praktek.
9. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang
berkualitas professional.
10. Meningkatkan hubungan kerjasama antara perguruan tinggi dan dunia kerja.
2.3 Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini
adalah sebagai berikut:
Manfaat Bagi Mahasiswa

Manfaat bagi mahasiswa melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) antara


lain:

1. Menambah wawasan dan pengetahuan untuk mempersiapkan diri secara


teoritis maupun praktis khususnya dibidang kehutanan.

3
2. Mahasiswa mendapat bentuk pengalaman nyata serta permasalahan yang
dihadapi dunia kerja.
3. Membangun mental mahasiswa terhadap Lapangan Pekerjaan yang
sesungguhnya baik kesiapan dalam menghadapi tugas yang diberikan
perusahaan maupun kesiapan dalam membina hubungan dilingkungan
perusahaan.
4. Mahasiswa dapat memperbaiki sikap terutama cara berkomunikasi,
penampilan, etika, maupun sopan santun sebagaimana yang terdapat dalam
suasana kerja yang sebenarnya.
5. Untuk menerapkan teori dan pengetahuan yang didapat selama perkuliahan.
6. Mengetahui tata cara dan prosedur pelaksanaan kegiatan di dunia kerja.
Manfaat Bagi Fakultas Kehutanan Universitas Jambi
Adapun manfaat Praktek Kerja Lapangan (PKL) bagi Fakultas Kehutanan
Universitas Jambi antara lain:
1. Dapat meningkatkan kerja sama antara Perum Perhutani KPH Pekalongan
Timur dengan Fakultas Kehutanan Universitas Jambi.
2. Untuk memperkenalkan sumber daya Fakultas Kehutanan Universitas Jambi.
3. Membuka interaksi antara Fakultas Kehutanan Universitas Jambi dengan
instansi yang bersangkutan yaitu Perhutani KPH Pekalongan Timur
4. Membantu dunia pendidikan agar dapat menciptakan mahasiswa yang
professional berkualitas dan berdisiplin tinggi.
Manfaat Bagi Instansi
Adapun manfaat bagi instansi yang telah menerima mahasiswa Praktik
Kerja Lapangan adalah sebagai berikut:
1. Sebagai sarana untuk meningkatkan hubungan antara Perhutani KPH
Pekalongan Timur dengan Fakultas Kehutanan Universitas Jambi.
2. Membantu instansi dalam menyelesaikan pekerjaan sehari-hari selama PKL.
3. Untuk menambah ide dan gagasan untuk perbaikan sistem kerja instasi.

4
II. METODE PELAKSANAAN MAGANG
2.1 Waktu Dan Tempat
Kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) akan dilaksanakan di Perum
Perhutani KPH Pekalongan Timur. Pelaksanaan kegiatan magang berlangsung
selama 10 minggu, dimulai dari 1 Juni 2017 hingga 26 Agustus 2017. Kegiatan
yang diikuti dari pelaksanaan magang adalah seluruh kegiatan yang berlangsung
di perhutani KPH Pekalongan Timur. Kegiatan tersebut meliputi aspek
manajemen hutan, silvikultur, teknologi hasil hutan, serta konservasi hutan.

2.2 Metode Pengumpulan Data


Pada pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) kali ini, dilakukan pengumpulan
data yang bertujuan untuk mencari data yang akan dihimpun sehingga
memperoleh informasi. metode pengumpulan data dapat dilakukan secara
langsung dan tidak langsung.
1. Pengumpulan data secara langsung
a. Metode Praktik langsung

Pengumpulan data dengan dengan praktek lapangan langsung, yang


dibimbing dengan pembimbing lapangan dari tenaga teknis/karyawan dari
perusahaan.

b. Metode Wawancara

Pengumpulan data dengan metode wawancara yaitu dengan mewawancarai


langsung atau tanya jawab dengan pembimbing praktek lapangan dan
karyawan yang bersangkutan yang bertujuan untuk memperoleh keterangan
dalam pengumpulan data magang yang diperlukan dengan bantuan
pertanyaan yang sesuai dengan tujuan dari kegiatan magang ini.

2. Pengumpulan data secara tidak langsung

Pengumpulan data secara tidak langsung dengan memperoleh dari


dokumen-dokumen atau artikel-artikel serta memperoleh dari data sekunder
lainnya yang berkaitan tentang kegiatan selama Praktek Kerja Lapangan (PKL)
diperusahaan.

5
Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dilakukan secara langsung
selama kegiatan magang berlangsung. Data yang dikumpulkan ada 2 (dua) jenis,
yaitu data primer dan data sekunder.

1. Data Primer

Data primer merupakan data yang diambil secara langsung di lapangan


yang diperoleh dengan melakukan pengamatan-pengamatan dalam kegiatan yang
telah dilakukan selama kegiatan magang berlangsung. Adapun data primer yang
akan dikumpulkan yaitu penataan batas, penentuan areal kerja, pembagian fungsi
hutan, pengelolaan sumber daya, pembibitan, penanaman, pemeliharaan,
pengelolaan dan perlindungan satwa yang ada.

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan data yang telah ada dari sumber lainnya, yaitu
pengumpulan data dari perusahaan yang bersumber dari laporan manajemen, baik
laporan tahunan, semesteran, ataupun bulanan. Data sekunder juga didapat dari
perpustakaan, pengumpulan data dari pustaka dilakukan guna menganalisis
temuan yang ada dilapangan, dan dari jurnal penelitian.

2.3 Ruang Lingkup


Berdasarkan uraian latar belakang diatas, Perhutani KPH Pekalongan
Timur mempunyai kegiatan-kegiatan yang menopang kelangsungan dari
perusahaan. Kegiatan-kegiatan umum yang dilakukan meliputi perencanaan hutan,
pembukaan wilayah hutan, pembibitan, penanaman, pemanenan hasil hutan, dan
pemasaran produk serta pengelolaan lingkungan. Selain dari itu, penentuan
kualitas kayu dilaksanakan oleh perusahaan.
Selain kegiatan-kegiatan umum yang dilakukan oleh perusahaan, adanya
masyarakat disekitar hutan merupakan termasuk tanggung jawab oleh perusahaan,
sehingga dalam melaksanakan kegiatan tersebut, pemberdayaan masyarakat
sekitar hutan merupakan hal yang terpenting dalam kemajuan perusahaan.
Pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan untuk mensejahterakan masyarakat
sekitar hutan.

6
Kegiatan-kegiatan yang ada di KPH Pekalongan Timur harus diikuti
untuk mempelajari dan memperoleh data pengamatan, dimana data yang akan
diperoleh diantaranya :
1. Keadaan umum perusahaan
a. Sejarah berdirinya perusahaan adalah sejarah pada awal terbentuknya dan
berdirinya perusahaan yang dikelola.
b. Latar Belakang berdirinya perusahaan adalah masalah yang menjadikan
perusahaan terbentuk serta memiliki tujuan tertentu.
c. Visi dan Misi perusahaan adalah tujuan dan usaha menggapai tujuan yang
diinginkan oleh perusahaan.
d. Lokasi Perusahaan meliputi letaknya perusahaan, dimana adanya kantor
perusahaan daerah konsesi perusahaan, serta lokasi-lokasi lainnya yang
menyangkut perusahaan.
e. Lingkungan sekitar perusahaan meliputi keadaaan lingkungan disekitar
perusahaan baik lingkungan sekitar konsesi ataupun lingkungan sekitar
wilayah perusahaan lainnya.
2. Sistem manajemen perusahaan
a. Struktur organisasi perusahaan adalah keberadaan dan tingkatan suatu
jabatan yang dimiliki seseorang yang mempunyai masing-masing tugas
dan tanggung jawab.
b. Hak, kewajiban, dan tanggung jawab perusahaan adalah sesuatu hal yang
seharusnya diterima, dilaksanakan, dan dikerjakan oleh perusahaan.
c. Sumber daya manusia meliputi tenaga pekerja berupa karyawan
perusahaan yang bekerja untuk perusahaan, proses rekrutmen calon tenaga
kerja dalam memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, serta bagaimana
upaya perusahaan untuk mempertahankan sumberdaya manusia atau
meningkatkannya.
3. Perencanaan hutan
a. Rencana kerja perusahaan meliputi rencana kerja yang dibuat oleh
perusahaan dalam waktu tahunan, lima tahunan, ataupun jangka waktu
panjang.

7
b. Pengaturan kelestarian dengan melakukan perhitungan etat secara lestari,
melakukan reboisasi dan rehabilitasi hutan, perlindungan hutan,
pemeliharaan tegakan hutan, dan pemanenan.
c. Identifikasi keberadaan HCVF dan pengelolaanya
d. Pembentukan tata batas meliputi kegiatan dan tahapan yang dilakukan
dalam menentukan tata batas areal perusahaan, dan kegiatan pengukuhan
dan penetapan aspek kawasan hutan.
e. Penentuan areal kerja meliputi kegiatan pembagian areal kerja yang
dilakukan dengan membagi beberapa bagian atau blok-blok kerja dalam
penentuan areal kerja.
f. Pengaturan kelestarian dengan melakukan perhitungan etat secara lestari,
melakukan reboisasi dan rehabilitasi hutan, perlindungan hutan,
pemeliharaan tegakan hutan, dan pemanenan.
4. Pembukaan wilayah hutan
a. Pembukaan jalan utama adalah kegiatan yang dilakukan dalam membuka
jalan utama sebagai lokasi pengangkutan hasil hutan dari Tpn. Jalan yang
mengakut kayu dari TPn keluar dari wilayah hutan atau masuk ke TPk.
b. Pembukaan jalan sarad adalah kegiatan membuka jalan yang digunakan
untuk mengangkut hasil hutan dari hutan menuju tempat pengumpulan
sementara atau TPn. Penyaradan yang tidak merusak fisik tanah.
c. Pembuatan Camp sementara merupakan kegiatan pembuatan lokasi tempat
tinggal sementara dalam menunjang pekerjaan pada lokasi usaha
perusahaan.
d. Pembuatan Persemaian sementara adalah kegiatan pembuatan lokasi untuk
tempat menumbuhkan benih atau biji menjadi bibit tanaman yang siap
untuk dipindahkan ke lapangan.
e. Pembuatan TPn merupakan pembuatan lokasi pengumpulan semestara dari
hasil hutan untuk diangkut menuju tempat pengumpulan akhir.
5. Pembibitan
a. Lokasi pembibitan merupakan lokasi yang sudah ditentukan dalam
penyediaan bibit tanaman utama maupun tanaman sampingan yang akan di
tanam.

8
b. Kebun benih merupakan suatu areal penyediaan tanaman benih klon atau
bibit dari biji pohon pilihan biasanya dengan kualitas genetik yang sudah
terjamin kawasan yang dibuat sebagai penyedia benih untuk tanaman
utama.
c. Teknik perbanyakan benih merupakan teknik yang digunakan untuk
memperbanyak dan menyediakan benih. Teknik dalam perbanyakan benih
ada 2 yaitu perbanyakan secara generatif dan perbanyakan secara vegetatif.
d. Media tanam merupakan media yang digunakan dalam melakukan
penanaman. Kriteria media tanam ditentukan oleh perusahaan.
e. Penyiraman bibit meliputi kegiatan penyiraman yang dilakukan pada
pembibitan untuk menjaga kelembaban dari bibit tersebut. Bagaimana
penggunaan dan frekuensi penyiraman dilakukan.
f. Pemeliharaan bibit merupakan kegiatan yang dilakukan dalam memelihara
kesehatan bibit dan ketersedian unsur hara dan mineral bibit.
g. Kriteria bibit siap tanam meliputi kegiatan penentuan kriteria bibit siap
tanam yang telah ditetapkan oleh perusahaan untuk ditanam.
h. Pengangkutan bibit merupakan kegiatan pemindahan bibit yang siap tanam
dari pembibitan menuju lokasi penanaman.
6. Persiapan lahan
a. Pembersihan lahan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan
pembabadan dan pembersihan sisa-sisa vegetasi yang ada untuk
mempersiapkan lahan sebagai tempat ditanamannya tanaman utama.
b. Penataan lahan merupakan kegiatan pembagian-pembagian lahan
berdasarkan kegunaannya. Bagaimana pembagian lahan dilakukan serta
pemanfaatannya untuk apa saja.
c. Pengelolaan tanah merupakan kegiatan yang dilakukan dalam mengelola
tanah agar dapat dimanfaatkan dalam penanaman tanaman.
d. Pembuatan lubang tanam adalah kegiatan membuat lubang tanam untuk
tanaman utama yang diusahakan, pengukuran jarak tanam dan kedalaman
lubang tanam. Ukuran dalam pembuatan lubang tanam ditentukan oleh
perusahaan.
7. Penanaman dan pemeliharaan

9
a. Waktu penanaman tanaman utama merupakan penentuan waktu yang tepat
untuk melakukan penanaman tanaman utama. Dalam penentuan waktu
penanaman bergantung pada jenis dan umur bibit yang ditentukan oleh
perusahaan
b. Teknik penanaman merupakan teknik yang digunakan untuk melakukan
penanaman tanaman utama/diusahakan.
c. Penyiangan merupakan kegiatan pembersihan lahan dari gulma yang
mengganggu pertumbuhan tanaman utama /diusahakan. Penyiangan
d. Penyulaman merupakan kegiatan penanaman ulang ditempat-tempat bibit
tanaman yang tidak tumbuh atau mati yang disebabkan oleh serangan
hama dan penyakit.
e. Pemupukan merupakan kegiatan untuk meningkatkan kesuburan tanah
agar pertumbuhan dan perkembangan tanaman semakin baik. Jenis pupuk,
dosis dan waktu sangat penting dilakukan.
f. Pemangkasan (Prunning) meliputi kegiatan memotong cabang untuk
membentuk batang yang lurus dan bebas cabang. Pemangkasan juga
kegiatan pengurangan jumlah dahan dan daun untuk mengurangi
penguapan atau menurunkan jumlah mata kayu.
g. Penjarangan merupakan kegiatan penebangan terhadap sejumlah kecil
pohon agar tegakan tinggal mempunyai ruang yang optimal untuk
pertumbuhan tanaman utama/diusahakan.
h. Pengayaan merupakan kegiatan menanam anakan pohon untuk menambah
kerapatan tegakan. Penanaman pengayaaan bergantung pada sifat-sifat
silvikultur jenis tanaman utama dan tanaman pengayaan.
8. Perlindungan dan pengamanan hutan
a. Pengendalian hama dan penyakit merupakan kegiatan melindungi tanaman
utama dari serangan hama dan penyakit dilokasi persemaian maupun
dilapangan. Dalam kegiatan ini, teknik dan cara pengendalian hama dan
penyakit dilakukan terhadap tanaman yang diusahakan ditentukan oleh
perusahaan.

10
b. Pengendalian gulma meliputi kegiatan pengendalian dari tumbuhan-
tumbuhan pengganggu dengan cara konvesional atau dengan bahan
herbisida (kimia).
c. Kebakaran hutan meliputi kegiatan yang dilakukan apabila terjadinya
kebakaran pada lahan KPH Pekalongan Timur serta bagaimana
pengendalian dan pencegahan yang dilakukan.
d. Pencurian kayu atau ilegal logging merupakan pengambilan tanpa izin
kayu-kayu perusahaan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
Bagaimana cara penanggulangannya dan tindakan yang dilakukan.
e. Perambahan hutan merupakan kegiatan pengambilan serta pembersihan
lahan tanpa izin pada kawasan hutan atau konsesi perusahaan. Bagaimana
penanganannya serta penanggulangannya.
f. Perlindungan terhadap kawasan-kawasan konservasi merupakan kegiatan
untuk melindungi kawasan perlindungan dari berbagai kegiatan yang dapat
merusak kawasan konservasi.
g. Perlindungan fungsi lingkungan, berupa reboisasi dan rehabilitasi hutan,
perbaikan jenis pada KPS, pengendalian pola tanam dan perlindungan
hutan.
9. Pemanenan hasil hutan
a. Perhitungan etat merupakan kegiatan menghitung jumlah tebangan kayu
yang boleh dilakukan untuk menjamin terwujudnya asa kelestarian.
Ukuran tebangan dinyatakan dengan volume dan luas.
b. Waktu pemanenan merupakan waktu yang dilakukan dalam pemanenan
sesuai dengan kriteria tanaman yang siap untuk dipanen.
c. Teknik pemanenan merupakan teknik dan cara yang dilakukan selama
memanen berdasarkan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan.
d. Alat pemanenan yang digunakan dalam kegiatan pemanenan yaitu jenis-
jenis alat dalam melaksanakan pemanenan baik alat berat maupun alat
konvesional yang digunakan selama pemanenan.
e. Pengangkutan kayu merupakan kegiatan mengangkut log dari tempat
pengumpulan sementara menuju tempat pengumpulan akhir menggunakan

11
alat-alat berat. Pengangkatan, penyaradan, pemuatan dan pengangkutan
yang dilakukan ditentukan oleh perusahaan
f. Produktivitas pemanenan merupakan perhitungan hasil yang dapat
maksimal dicapai dengan memanfaatkan sumber daya yang ada.
g. Penentuan kualitas kayu adalah penentuan kualitas kayu hasil panen pada
tempat pengumpulan akhir. Bagaimana menentukan kualitas kayu yang
akan olah sehingga layak untuk dipasarkan.
10. Pengolahan hasil hutan kayu
a. Pengolahan hasil kayu merupakan kegiatan pengolahan hutan yang
diperoleh dari tegakan hutan/pohon berupa bahan-bahan berkayu / selulosa
yang dapat langsung dimanfaatkan atau diolah kembali untuk
menghasilkan bahan jadi atau siap pakai.
b. Pemasaran hasil hutan. Pemasaran hasil hutan merupakan kegiatan
penjualan atau menawarkan hasil hutan berupa kayu yang dilakukan oleh
perusahaan yang bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pasar.
11. Pengolahan hasil hutan bukan kayu (HHBK)
a. Pengolahan hasil non kayu merupakan kegiatan pengolahan hutan yang
berasal dari bahan non kayu yang dapat diolah menjadi bahan
jadi/bermanfaat.
b. Produksi getah pinus, kopal, rotan, dan bambu.
c. Proses penyadapan pinus dan kopal/damar, frekuensi waktu pemanenan.
d. Pemasaran hasil hutan bukan kayu yang dilakukan oleh perusahaan yang
bertujuan untuk menyediakan kebutuhan pasar.
12. Pengelolaan ekowisata merupakan pengelolaan dalam memanfaatkan hutan
sebagai kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan
mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya
ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan.
13. Konservasi sumber daya hutan merupakan kegiatan
a. Areal konservasi flora dan fauna merupakan areal yang digunakan untuk
melindungi jenis flora dan fauna yang terdapat pada sekitar wilayah
perusahaan.

12
b. Areal tanaman unggulan merupakan areal penanaman tanaman jenis asli di
daerah yang bersangkutan yang mempunyai nilai perdagangan (niagawi)
tinggi. Areal yang ditetapkan sebagai penghasil tanaman unggulan dalam
penyedian benih.
c. Areal tanaman kehidupan merupakan areal yang ditetapkan sebagai areal
bagi tanaman kehidupan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan maupun
masyarakat. Areal ini juga dapat dimanfaatkan masyarakat dari hasil non
kayu.
d. Areal perlindungan merupakan areal yang ditetapkan untuk melindungi
daerah-daerah yang sangat peka terhadap kerusakan. Areal perlindungan
itu yaitu sempadan sungai, sempadan danau, daerah mata air, areal
berbukit terjal dan curam, dll.
14. Program kerja pengelolaan sosial
a. Penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja.
b. Peningkatan kesejahteraan pegawai / karyawan secara proporsional.
c. Perlindungan situs ekologi dan budaya, menetapkan status kawasan LDTI
(lahan dengan tujuan istimewa) atau HLT (hutan lindung terbatas).
d. Memonitor dan mengelola kondisi sosial ekonomi dan budaya MDH.
e. Pemberdayaan LMDH, bantuan permodalan lewat kegiatan PKBL.
f. Penyelesaian masalah tenurial dengan mengedepankan cara persuasif.
g. Penanganan keamaman atas pencurian kayu dengan sistem manajemen
zonasi.
15. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan merupakan kegiatan yang dilakukan
oleh perusahaan kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan
masyarakat sekitar hutan atau sekitar dari perusahaan tersebut, menjalin
kedekatan antara perusahaan dan masyarakat sekitar hutan. Penerapan sistem
PHBM secara baik dan benar sesuai prioritas dan tata waktu (tanaman,
keamanan, panen, berbagai hasil pamanenan kayu/nonkayu).

13
III. JADWAL RENCANA KEGIATAN MAGANG

Jadwal kegiatan magang ini akan menyesuaikan dengan jadwal yang ada di
Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, Jawa Tengah. Pelaksanaan kegiatan
magang berlangsung selama 10 minggu, dimulai dari 1 Juni 2017 hingga 26
Agustus 2017. Kegiatan yang diikuti dari pelaksanaan magang adalah seluruh
kegiatan yang berlangsung di Perum Perhutani KPH Pekalongan Timur, Jawa
Tengah.

Tabel 1. Jadwal rencana kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu sebagai berikut:

Mingguke-
NO Kegiatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Keadaan umum
perusahaan
2 Manajemen Perusahaan
3 Perencanaan Hutan
4 Pembukaan Wilayah
Hutan
5 Pembibitan
6 Persiapan lahan
7 Penanaman dan
Pemeliharaan
8 Perlindungan dan
Pengamanan Hutan
9 Pemanenan hasil hutan
10 Pengolahan hasil hutan
11 Pengolahan hasil hutan
bukan kayu
12 Pemasaran Hasil Hutan
13 Konservasi Sumberdaya
Hutan
14 Pengelolaan Ekowisata
15 Pemberdayaan
Masyarakat sekitar Hutan
16 Evaluasi Magang

14
DAFTAR PUSTAKA
Profil perum perhutani. Perhutani (di akses dari perhutani.co.id)
Kelola produksi KPH Pekalongan Timur (di akses dari http://www.
perhutani. co. id/kph-pekalongan-timur/)
Kelola lingkungan KPH Pekalongan Timur (di akses dari perhutani. co.
id/kph-pekalongan-timur)
2014. Profil KPH Pekalongan Timur. KPH Pekalongan Timur. Semarang