You are on page 1of 8

Farmaka Vol. 14 No.

2 2016 1
Evaluasi Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Rawat Jalan di Fasilitas

Kesehatan Rawat Jalan pada Tahun 2015 dengan Metode ATC/DDD

Dika P. Destiani1, Rina S1., Eli H1, Ellin F1, Syahrul N2,3
1
Fakultas Farmasi, Universitas Padjajaran
2
Apotek Kimia Farma Bandung
3
Sekolah Tinggi Farmasi Bandung
Email: dika.pramita@unpad.ac.id
ABSTRAK

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih
dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali
pengukuran dengan selang waktu lima menit dalam keadaan cukup istirahat atau tenang.
Banyaknya penderita hipertensi menyebabkan berkembangnya pengobatan untuk penyakit
tersebut dan penggunaannya yang sangat banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
antihipertensi apa saja yang digunakan dan berapa penggunaannya pada pasien hipertensi rawat
jalan di fasilitas kesehatan tahun 2015. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
pengambilan data secara retrospektif, berupa data yang didapat dari resep pasien hipertensi.
Pengolahan data dilakukan dengan menghitung kuantitas penggunaan antihipertensi menggunakan
metode ATC/ DDD. Hasil penelitian menunjukkan jumlah penggunaan antihipertensi tiga
terbanyak adalah Amlodipin (171,8 DDD), Irbesartan (47,38 DDD), dan Captopril (40,74 DDD).

Kata kunci : antihipertensi, ATC/DDD, rawat jalan

ABSTRACT
Hypertention is condition when systolic pressure more than 140 mmHg and
diastolic pressure more than 90 mmHg in minimal twice measurement in 5 minutes. A lot
of hypertention patients needs improvement of medication and it caused the use of
hypertention drugs increased. The aim of this study are to investigate the kind of drugs for
hypertention and the number of them in one of the healthcare facilities in Bandung 2015.
This study is descriptive study with retrospective data from prescription. Analysis used
ATC/DDD. The result of this study showed three top hypertention are amlodipine (171,8
DDD), Irbesartan (47,38 DDD), and Captopril (40,74 DDD).

Keywords : antihypertention, ATC/DDD, outpatient


Farmaka Vol. 14 No. 2 2016 2

PENDAHULUAN dalam pengembangan penelitian

Hipertensi atau tekanan darah tinggi penggunaan obat. Sistem ATC/DDD

adalah peningkatan tekanan darah sistolik sebagai standar pengukuran internasional

lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah untuk studi penggunaan obat, sekaligus

diastolik lebih dari 90 mmHg pada dua kali menetapkan WHO Collaborating Centre

pengukuran dengan selang waktu lima for Drug Statistics Methodology untuk

menit dalam keadaan cukup istirahat atau memelihara dan mengembangkan sistem

tenang. Peningkatan tekanan darah yang ATC/DDD. Evaluasi penggunaan obat

berlangsung dalam jangka waktu lama dibagi menjadi dua yaitu kualitatif dan

(persisten) dapat menimbulkan kerusakan kuantitatif. Salah satu studi kuantitatif

pada ginjal (gagal ginjal), jantung adalah dengan menggunakan metode

(penyakit jantung koroner) dan otak ATC/DDD. Metode ini direkomendasikan

(menyebabkan stroke) bila tidak dideteksi oleh WHO untuk mengevaluasi

secara dini dan mendapat pengobatan yang penggunaan obat.2

memadai. Banyak pasien hipertensi dengan Sistem klasifikasi ATC digunakan

tekanan darah tidak terkontrol dan untuk mengklasifikasikan obat. Sistem ini

jumlahnya terus meningkat. Oleh karena dikontrol oleh WHO Collaborating Centre

itu, partisipasi semua pihak, baik dokter for Drug Statistic Methodology, dan

dari berbagai bidang peminatan hipertensi, pertama kali dipublikasikan tahun 1976.

pemerintah, swasta maupun masyarakat Obat dibagi menjadi kelompok yang

diperlukan agar hipertensi dapat berbeda menurut organ atau sistem dimana

dikendalikan.1 obat tersebut beraksi dan atau berdasarkan

Sistem ATC/DDD (Anatomical karakteristik terapeutik dan kimianya. Obat

Therapeutic Chemical / Defined Daily diklasifikasikan menjadi kelompok-

Dose) merupakan sistem klasifikasi dan kelompok pada lima level yang berbeda.3

pengukuran penggunaan obat yang saat ini Level pertama adalah level yang

telah menjadi salah satu pusat perhatian paling luas, obat dibagi menjadi 14
Farmaka Vol. 14 No. 2 2016 3

kelompok utama anatomi. Level kedua menebus resep di Apotek Kimia Farma

adalah kelompok utama farmakologi dan pada bulan Januari - Desember 2015.

terdiri dari dua digit. Kelompok ketiga Penelitian ini bertujuan untuk

adalah kelompok farmakologi dan terdiri mengetahui antihipertensi apa saja yang

dari satu huruf. Kelompok keempat adalah digunakan pada pasien hipertensi rawat

kelompok kimia dan terdiri dari satu huruf. jalan di Apotek Kimia Farma pada tahun

Kelompok kelima adalah kelompok zat 2015.

kimia dan terdiri dari dua huruf.3 Instrumen penelitian adalah data resep

DDD diasumsikan sebagai dosis yang telah ditebus oleh pasien dewasa pada

pemeliharaan rata-rata perhari yang pelayanan kesehatan rawat jalan di Apotek

digunakan untuk indikasi utama orang Kimia Farma pada tahun 2015. Penelitian

dewasa. DDD hanya ditetapkan untuk obat bersifat deskriptif retrospektif.

yang mempunyai kode ATC. Jumlah unit Analisis data dilakukan menggunakan

DDD yang direkomendasikan pada obat antihipertensi, golongan obat

pengobatan mungkin dinyatakan dalam antihipertensi, bentuk sediaan, kekuatan,

satuan miligram atau gram untuk sediaan jumlah penggunaan, dan jumlah kunjungan

padat seperti tablet atau kapsul, atau pasien rawat jalan. Setelah didapatkan data

mililiter untuk sediaan cair injeksi atau cair tersebut, obat antihipertensi

oral. Data penggunaan obat yang diklasifikasikan untuk mendapatkan kode

dipresentasikan pada DDD hanya ATC berdasarkan guideline yang telah

memberikan perkiraan penggunaan dan ditetapkan oleh WHO Collaborating

tidak memberikan gambaran penggunaan Centre. Kemudian dihitung DDD untuk

yang pasti.3 masing-masing obat antihipertensi,

berdasarkan guideline yang telah

METODE PENELITIAN ditetapkan oleh WHO Collaborating

Sampel dalam penelitian ini diambil Centre. Hasil perhitungan penggunaan obat

dari pasien dewasa rawat jalan yang antihipertensi per tahun dengan
Farmaka Vol. 14 No. 2 2016 4

menggunakan satuan DDD/1000 tahun 2015. Penggunaan obat

kunjungan pasien rawat jalan (KPRJ). antihipertensi kemudia diurutkan sesuai

dengan kode ATC berdasarkan WHO

HASIL DAN PEMBAHASAN Collaborating Centre.

Data jumlah kunjungan pasien rawat

jalan pada tahun 2015 didapatkan dari Tabel 1. Nama dan Golongan Obat

jumlah resep sebanyak 4.179. Data ini Antihipertensi untuk Pasien Rawat Jalan

diperlukan untuk menghitung penggunaan Tahun 2015

Golongan Nama Obat Kode ATC


obat antihipertensi dengan unit satuan
Amlodipin C08CA01
DDD/1000 kunjungan pasien rawat jalan CCB
Nifedipin C08CA05
(KPRJ). Loop
Furosemid C03CA01
A. Jenis Obat Antihipertensi yang Diuretics

Digunakan Berdasarkan Klasifikasi Captopril C09AA01


ACE
Lisinopril C09AA03
ATC Inhibitor
Ramipril C09AA05
Dari data penggunaan obat antihipertensi
Valsartan C09CA03
pada tahun 2015 didapatkan data berupa Candesartan C09CA06

nama, bentuk sediaan, dosis, jumlah ARB Irbesartan C09CA04

penggunaan obat antihipertensi, dan Losartan C09CA01

Telmisartan C09CA07
kunjungan pasien. Obat antihipertensi
Atenolol C07AB03
terdiri dari nama generik dan nama paten
Beta Blocker Bisoprolol C07AB07
yang digunakan pada tahun 2015. Bentuk
Propanolol C07AA05

sediaan dan kekuatan diperlukan untuk Diuretik


HCT C03AA03
mengetahui kandungan zat aktif dalam Tiazid

Aldosteron
setiap sediaan. Total jumlah penggunaan Spironolakton C03DA01
Antagonis
diperlukan untuk menghitung jumlah total
Alfa 2
Metildopa C02AB01
kekuatan obat antihipertensi (dalam satuan
Agonis

gram dan miligram) yang digunakan pada


Farmaka Vol. 14 No. 2 2016 5

12. Atenolol 75 mg 1,69

13. Bisoprolol 10 mg 36,10


B. Kuantitas Penggunaan Obat
14. Propanolol 0,16 gr 0,60
Antihipertensi dalam Unit DDD
15. HCT 25 mg 17,71
Setelah diketahui jenis obat
16. Spironolakton 75 mg 26,72
antihipertensi yang digunakan di Apotek 17. Metildopa 1 gr 0,60

Kimia Farma pada Tahun 2015,

selanjutnya dilakukan perhitungan Berdasarkan perhitungan DDD pada

kuantitas penggunaan obat antihipertensi tahun 2015, amlodipin adalah jenis obat

tersebut. Penggunaan obat antihipertensi antihipertensi yang terbanyak digunakan

untuk pasien rawat jalan dalam DDD/1000 yaitu sebanyak 171,8 DDD/1000 KPRJ.

KPRJ pada tahun 2015 dapat dilihat pada Amlodipin merupakan golongan Calcium

tabel dibawah ini. Channel Blocker (CCB). Terdapat dua

kelas CCB yakni dihidropiridin (amlodipin

Tabel 2. Kuantitas Penggunaan dan nifedipin) dan non-dihidropiridin

Antihipertensi untuk Pasien Rawat Jalan (verapamil dan diltiazem). CCB


Tahun 2015 dalam Satuan DDD/1000 KPRJ menghambat proses berpindahnya kalsium
No. Nama Obat DDD DDD/1000
menuju sel otot jantung dan otot polos
KPRJ
dinding pembuluh darah, dan akan
1. Amlodipine 5 mg 171,8
merelaksasi otot pembuluh darah dan
2. Nifedipin 30 mg 5,58

3. Furosemid 40 mg 5,74 menurunkan resistensi perifer serta

4. Captopril 50 mg 40,74 menurunkan tekanan darah.4


5. Lisinopril 10 mg 15,55
Irbesartan merupakan antihipertensi
6. Ramipril 2,5 mg 4,79
dengan penggunaan paling tinggi kedua
7. Valsartan 80 mg 33,98
yaitu sebanyak 47,38 DDD/1000 KPRJ.
8. Irbesartan 0,15 gr 47,38

9. Candesartan 8 mg 12,44 Irbesartan merupakan antihipertensi dari

10. Losartan 50 mg 26,32 golongan ARB. Mekanisme golongan


11. Telmisartan 40 mg 1,44
ARB adalah dengan menduduki reseptor
Farmaka Vol. 14 No. 2 2016 6

AT I di pembuluh darah, hal ini KPRJ), Irbesartan (47,38 DDD/1000

mengurangi efek fisiologik angiotensin.4 KPRJ), dan Captopril (40,74 DDD/1000

Captopril merupakan antihipertensi KPRJ).

dengan penggunaan paling tinggi ketiga SARAN

yaitu sebanyak 40,74 DDD/1000 KPRJ. Berdasarkan penelitian yang telah

Captopril merupakan golongan ACE dilakukan, maka dapat disampaikan saran

Inhibitor yang bekerja dengan yaitu pada penelitian selanjutnya

menghambat Angiotensin Converting diharapkan data yang diambil dalam satu

Enzyme (ACE) yang dalam keadaan tahun penuh sehingga dapat

normal bertugas menonaktifkan menggambarkan penggunaan obat

Angiotensin I menjadi Angiotensin II antihipertensi yang sebenarnya.

(berperan penting dalam regulasi tekanan

darah).5 Pemakaian captopril lebih banyak DAFTAR PUSTAKA

dibanding ACE Inhibitor lain seperti 1. Kementerian Kesehatan Republik

lisinopril dan ramipril. Captopril lebih Indonesia, Pusat Data dan Informasi

banyak digunakan karena selain murah, Kementerian Kesehatan RI tentang

juga lebih populer di Indonesia di antara Hipertensi. Jakrta; 2014.

obat lain.4 2. WHO, Guidelines for ATC

Classification and DDD Assignment

KESIMPULAN 2011, 14th Edition, Oslo, WHO

Dari penelitian tentang evaluasi Collaborating Centre for Drug

penggunaan obat antihipertensi di Apotek Statistics Methodology; 2011.

Kimia Farma pada pasien rawat jalan tahun 3. WHO, ATC/ DDD Index 2016, Oslo,

2015 dengan menggunakan metode WHO Collaborating Centre for Drug

ATC/DDD didapatkan hasil yaitu tiga obat Statistics Methodology; 2016.

antihipertensi terbanyak yang digunakan 4. Prasetyo, Eko., Detari, Wijayanti,

adalah Amlodipin (171,8 DDD/1000 Evaluasi Penggunaan Obat


Farmaka Vol. 14 No. 2 2016 7

Antihipertensi pada Penyakit DDD (skripsi), Surakarta: Universitas

Hipertensi Disertai Gagal Ginjal Muhammadiyah Surakarta; 2014.

Kronik (ICD I12,0) Pasien Geriatri 8. WHO, Guidelines for ATC

Rawat Inap di RSUD A. W. Sjahranie classification and DDD assignment

Samarinda pada Tahun 2012 dan 2013 2013, Oslo, WHO Collaborating

dengan Metode ATC/DDD, Jurnal Centre for Drug Statistics

Farmasi Indonesia, Vol.12 hal 23-32, Methodology; 2013.

2015. 9. ASP, How To Calculate Antimicrobial

5. Putra, Raden Ardhi, Evaluasi Defined Daily Doses (DDD) and

Penggunaan Obat Antihipertensi DDDs per 1000 Patient Days, Toronto,

dengan Metode ATC/ DDD pada Antimicrobial Atewardship Program;

Pasien Stroke Rawat Inap RSUD B 2012.

Tahun 2010 dan 2011 (skripsi), 10. James, P. A., Oapril, S., Carter, B., L.,

Surakarta:Universitas Muhammadiyah Cushman, W., C., Himmelfarb, C. D.,

Surakarta; 2012. Handler, J., et al. 2013, 2014,

6. Chen Y., Anatomical Theurapetic Evidence-Based Guideline for the

Chemical (ATC) classification and the Management of High Blood Pressure

Defined Daily Dose (DDD): principles in Adults Report From the Panel

for classifying and quantifying drug Members Appointed to the Eight Joint

use, International Conference on National Commite (JNC 8), JAMA,

Pharmacoepidemiology and doi: 10.1001.

Therapeutic Risk Management; 2014

Oktober 24-27; Whitwhouse Station,

USA; 2014.

7. Pujiati, Sri, Tingkat Peresepan

Antibiotik di Puskesmas X Tahun

2012 dan 2013 dengan Metode ATC/


Farmaka Vol. 14 No. 2 2016 8