You are on page 1of 3

Zat Asam Pada Kalajengking Cambuk (Ketonggeng)

Salam sukses sahabat pencari ilmu, pernahkah sahabat tau atau melihat
disekitar rumah atau di suatu tempat seekor kalajengking yang mempuyai ekor
menyerupai cambuk? ya, mungkin sudah ada sahabat yang pernah melihatnya,
lantas bagaimana tanggapan para sahabat? Tentunya bagi yang tak lazim
melihatnya mungkin akan merasa takut dan kaget.
Selain bentuk ekornya yang aneh dan bentuk
capitnya yang mengerikan ternyata ada fakta
menarik mengenai kalajengking ini sahabat. Dari
bentuk ekornya yang menyerupai cambuk inilah yang
membuatnya sering dipanggil dengan sebutan
Kalajengking cambuk atau yang biasa dikenal di
Indonesia sebagai ketonggeng. Nah sahabat, kali
ini saya ingin berbagi sedikit info mengenai
kalajengking ini.
Kalajengking Cambuk atau yang biasa disebut
Ketonggeng di Indonesia ini adalah sekelompok
hewan beruas mirip kalajengking namun memiliki
semacam "cambuk" di bagian belakangnya, alih-alih
sengat. Semua ketonggeng termasuk ke dalam bangsa Thelyphonida. Sebelumnya,
ordo ini digabung bersama Schiyomida membentuk ordo Uropygi. Dalam bahasa
inggris hewan ini disebut "whip scorpions" (kalajengking cambuk).
Hewan ini mudah dikenali dari warnanya yang gelap, memiliki bagian depan
mirip kalajengking (lengkap dengan sepasang capit di sekitar kepala), namun tidak
memiliki "ekor" dengan ujung sengat seperti kerabatnya itu, ekornya menyerupai
sebuah jarum kecil berwarna coklat. Panjang badannya antara 10 - 15cm Bagian
abdomennya (disebut sebagaipygidium) dilengkapi dengan organ berbentuk
cambuk (flagellum) memanjang yang agak kaku.
Nah sahabat, fakta unik dari Ketonggeng ini ternyata Kalajengking cambuk
atau yang akrab disapa Ketonggeng ini (Whiptail Scorpion / theliphonyda) dikenal
sebagai Vinegaroon (vine= cuka) karena ketika terancam, dia akan mengeluarkan
macam2 zat asam dari perutnya termasuk asam semut (asam formiat) (CH2O2),
klorin dan campuran asam asetat (C2H4O2) dan asam oktanoic (C8H16O2),
tergantung dari spesies mereka, dimana zat terakhir yang dikeluarkan berbau
seperti asam cuka. Hewan serupa yang termasuk kalajengking cambuk (juga dikenal
dengan sebutan kalajengking cambuk tanpa ekor) dan kalajengking cambuk mikro.

Tapi sahabat tak perlu cemas,tenang saja ...


Karena binatang ini tidak seperti bentuknya/fisiknya yang menyeramkan. Ya,
binatang ini tidak berbisa dan juga tidak bisa menggigit, hanya bisa mencapit. Dan
bagi manusia ketonggeng ini tidak berbahaya sama sekali.Makanan ketonggeng
adalah serangga-serangga, seperti jangkrik, kecoa, dan juga cacing.
Dan sahabat, untuk habitatnya sendiriKetonggeng ini biasa ditemukan di
daerah tropis dan subtropis pada daerah kering di seluruh dunia. Mereka hilang di
Eropa, Australia, kecuali untuk suatu spesies terlihat di Afrika. Mereka biasanya
menggali lubang bawah tanah dengan pedipalpus mereka, dimana mereka
mengangkut mangsanya. Mereka juga mungkin berada pada liang di bawah kayu
busuk , batu dan puing-puing alam lainnya. Mereka suka dengan kelembapan,
tempat-tempat gelap dan menghindari cahaya.
Nah, jadi itulah sahabat keunikan dari seekor kalajengking yang biasa
dikenal sebagai hewan kecil yang mematikan ternyata ada spesies kalajengking
juga yaitu Ketonggeng ini yang tidak berbahaya bagi manusia walaupun bentuknya
yang bisa dibilang unik dan menyeramkan, dan ternyata disaat kalajengking ini
merasa terancam dia hanya akan mengeluarkan zat asam yang mempunyai aroma
seperti cuka dari dalam tubuhnya.
Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Ketonggeng