You are on page 1of 18

PBL.1.

1
KEL.14
SKENARIO
Ny. Badai, pilek sejak 2 hari yang lalu. Sedang hamil
anak pertama usia 5 bulan, sering pusing, nafas terasa
berat dan sesak semakin berat bila sore hari.
A. Klarifikasi Istilah
1. Dokter Keluarga
- Dokter yang memberikan yankes yg
berorientasi dengan komunitas dan keluarga
tidak memnadang penderita sebagai pasien
saja. Aktif dalam screening
- DEPKES
Dr praktek umum pelayanan primer yang
komprehensif, kontinu, mengutamakan
pencegahan,
- Dokter tempat kontak pertama pasien pada
pelayanan kesehatan tanpa memandang jenis
penyakit, organologi, usia,jenis kelamin. Sedini
dan sedapat mungkin secara paripurna serta
kolaborasi dengan profesional kesehatan
lainya.

nafas berat sesak mudah lelah () RPK : ayah meninggal karena hipertensi. . badan lemas. demam ringan. Badai Usia : 30 tahun Jenis kelamin: perempuan Pekerjaan dan alamat: - RPS KU: pilek Onset: 2 hari Kualitas : sekret menetes encer jernih tidak berwarna Kuantitas: cukup banyak Faktor berat: Faktor ringan: Keluhan penyerta: saat malam hari hidung menjadi tersumbat. Batasan Masalah Identitas : Nama : ny. nyeri menelan (odinofagi). pegal. kakak pertama hipertensi. tenggorokan kering. nafsu makan turun. tidak menggigil. sering pusing. 3 sodara lainya riwayat medis (-). hidung merah gatal sering bersin (sekali). nyeri kepala. ibu menderita diabetes 7 thn. B.

penyakit infeksi (TBC.Nafasnya gimana? Bau atau tidak? .DM.RPD : RPSOS : STATUS KEHAMILAN G1P0A0 (5 bulan) dengan riwayat infertilitas (menikah selama 6 tahun) Anamnesis tambahan .Riwayat alergi? .Bersin saat bmenghirup debu? Atau saat dingin? .Saat tidur pake beberapa bantal? Sesek tdk saat tidur? .Pernah mengkonsumsi tablet besi? .Hidung dan mata gatal atau tdk? .Riwayat penyakit hipertensi.Pekerjaan? .Tersumbat di hidung sebelah mana? .Pola makanya? Sebelum keluhan? .Tinggal dimana? Dataran tinggi? .influenza)? .Riwayat penyakit keluarga? PF : KU = cukup baik TB/bb = 165/54  curiga kurang krn sedang hamil TD = 110/70 mmHg .

sklera tdk ikterik Telinga dbn Hidung hiperemis. tampak anemis kuku & telapak tangan. sekret (+) Tenggorok. tonsil T0/T0. granulae (+) sekret (-) Toraks Jantung & paru dbn Abdomen Cembung.2 Kepala Mata konjungtiva anemis. DJJ (+) Extremitas Tdk ada edema maupun sianosis. faring hiperemis. capillary refill <1 detik C. gravida TFU 18 cm.HR = 104x/menit RR = 24/menit Temperatur axilla = 37. tdk ada his. Analisis masalah .

Personal care Hubungan erat antara dokter dan pasien. Anam tambahan. Sejauh mana dr keluarga meng intervensi dalam menunjang kesehatan pasien SASBEL 3. DD. Dokter besrsifat sebgaia “gate-keeper”. pp? SASBEL D. Badai b 2. preventif- variatif. Definisi diag holistik c 6. PF. Sebagai dr keluarga bersikap holistik. 1. Prinsip dokter keluarga a. Peran dokter keluarga dalam menyellesaikan permasalahan ny. Continuity care Hubungan jangka panjang antara dokter- pasien dan pelayanan kesehatan yang sdg berlangsung (follow-up) d. Koordinasi . Pembahasan Masalah 1. c. Comprehensive care Mencakup semua usia. Prinsip dr keluarga? a 4. Primary care Pelayanan kesehatan pertama kali. Tidak hanya mengobati juga mengkonsultasi b.bispsiko sosial e. bagaimana cara diag holistik dalam kasus ini? d 5.

Tata cara diagnostilk holistik a. faktor resiko eksternal. pegal. aspek skala score 4. tenggorokan kering. hidung merah gatal sering bersin (sekali). Pelayanan yang menjujung tinggi etika dan hukum h. Pelayanan yang sadar biaya dan mutu 2. demam ringan. Family and community oriented Mengikut sertakan peran keluarga dalam kesembuhan pasien g.badai 3. . Peran dokter keluarga dalam mengatasi masalah ny. nyeri kepala. Meliputi aspek personal. nyeri menelan (odinofagi). Pelayanan yang dapat di audit dan dipertanggungjawabkan i. Definisi dignostik holistik Tata cara diagnosa yang memperhatikan berbagai aspek yang menyebabkan penyakit pada pasien yang bersangkutan. dr memberi informasi. badan lemas. klinis.merujuk ke dokter spesialis f. faktor resiko internal. Dokter sebagai koordinator. Aspek personal Idea/keluhan utama : pilek Concern/gp: Keluhan penyerta: saat malam hari hidung menjadi tersumbat.

nafas berat sesak mudah lelah Expectation : ingin segera sembuh. nafsu makan turun. Aspek Klinis 1) Diagnosis kerja 2) Diagnosis banding c. b. lingkungan rumah (cukup). perilaku sakit anggota keluarga lain (ada di info 2). khawatir menggangu kehamilan. Anxiety : takut minum obat. kehamilan normal tidak ada gangguan. Faktor resiko eksternal Sosek (karyawati hotel).APGAR score (3= buruk) ADAPTATION Kemampuan beradaptasi di keluarga. Badai Usia : 30 tahun Jenis kelamin: perempuan Tidak ada riwayat alergi STATUS KEHAMILAN G1P0A0 (5 bulan) dengan riwayat infertilitas (menikah selama 6 tahun) d. tidak menggigil. Faktor resiko internal Nama : ny. DUKUNGAN PARTNERSHIP Kemampuan komunikasi . sering pusing.

Aspek skala fungsional skala Aktv. GROWTH Dukungan keluarga mengenai hal- hal baru AFFECTION Kasih sayang.menjalankan ketergantungan fungsi 1 Dpt melakukan Mandi dalam pekerjaan spt perawatn diri. interaksi antar anggota keluarga RESOLVE Menyelesaikan masalah bersama Tdk puas = 0 Puas = 1 Sangat puas = 2 e. sblm sakit mampu bekerja didalam dan diluar rumah 2 Mampu Aktivitas kerja melakukan berkurang pekerjaan ringan sehari hari di dalam dan diluar rumah .

anoreksia. Kerja dan duduk/berbaring sdh mulai dirawat keluarga 5 Perawatan diri Sangat oleh org lain tergantung dgn org lain dan ada pengaruh tenaga medis 5. Rhinofaringitis Anam = odinofagi. DD a. Rhinitis vasomotor Anam= hidung tersumbat tergantung posisi tidur. pewarnaan gram.demam. dengan eksudat coxsacie PP= pemeriksaan darah lengkap. suara serak. 3 Mampu Pekerjaan pekerjaan ringanringan yang dan perawatan masih bisa diri dikerjakan sendiri 4 Perawatan diri Tidak mampu pada keadaan melakukan tertentu posisi aktv. PF= faring hiperemis. sakit pada otot leher. dan batuk. lemas. tidak ada gatal di . pemeriksaan kultur b. bersin tapi jarang.

konjungtiva anemis. Anemia Dilihat dr HR dan RR  takikardi. udara dingin c. asap rokok.letih.lesu. PP= pemeriksaan HB ( anemia pd ibu hamil <10mg% pada trimester 3). pemeriksaan mikrokopis d. nyeri kepala. igE normal Etiologi= faktor endokrin (ibu hamil). nafsu makan turun. mata. conca berwarna merah gelap. takipneu. rinore. Tonsilitis = demam ringan. post nasal drip PF= edem mukosa hidung. nyeri tekan dan pembesaran limfe pada cervikal . tersumbat saat perubahan suhu. psikis (stress) anxiety dan fatigue. ekktremitas pucat 5L (lemah.permukaan conca licin atau berbenjol PP= eosinofil rendah.lunglai. tenggorokan kering Pf= tonsil edem hiperemis ada detritus pada pseudomembran. skin test -.

sosek . tata krama. peraturan Religious  ketaatan thdp agama Economic  status ekonomi kluarga(-) Educational  tingkat pendidikan (-) Medical  pelayanan kesehatan memadai atau tdk (-) Fungsi holistik Mencakup fungsi biologis.genogram 2.sasbel 1. APGAR DAN SCREEM Fisiologis APGAR SCORE 5 ASPEK Ny badai apgarnya buruk SCREEM  f(x) patologis Cara penilaian?? Jika di keluarga ada hambtan  positif Social  interaksi dgn tetangga sekitar (-) Culture  budaya. psikologis.

Terapi seusai penyakit . Dianjurkan makan makanan yg bnyk DHA EPA (ikan).Hrs ada rencana penegakkan diagnosis. B12. pemberian obat yg masuk golongan yg aman. Biologis  ada penyakit herediter atau tdk. . Pemeriksaan lab . B2. pemberian suplemen Fe. secara personal ke Ny Badai (kontrol kehamilan scr teratur. follow up lbh lanjut). penyakit menular/kronis (bs dilihat dr genogram) Psikologis  melihat antar anggota apakah dpt memecahkan masalah bersama atau tdk Sosek  kondisi ekonomi keluarga dan peran aktif dalam sosial masyarakat 2.Untuk rhinofaringitis  ibu banyak makan yg bergizi agar daya tahan tubuh bgs dan perkembangan janin baik. rhinofaringitis (common cold) 3. minum susu ibu hamil.Edukasi (holistik) ttg penyakit. DD  anemia.Konsultasi ttg makanan. Personal care . kehamilan. Penatalaksanaan komprehensif a. B1. . .

lebih baik SC b.Konseling & edukasi ke keluarga.Tdk memberikan pekerjaan yg berat kepada beliau (mengurangi porsi kerja) Anemia a. Personal Care .Ke komunitas pasien (lingkungan kerja) .Kaarena merupakan bayi “mahal”. Family care .. supaya support dan tau ttg penyakit Ny Badai. Community care (bagaimana cara komunitas di sekitar pasien mempengaruhi thdp kesehatan pasien. jika merupakan penyakit turunan bs diberikan edukasi jg - c.Memberikan saran agar pasien dpt beristirahat (misal cuti) . termasuk dengan deteksi terhadap kemungkinan terjadinya penyakit serupa di komunitas dan treatment terhadap komunitasnya) .

8-10.Leukosit Normal  4. hingga 6 bulan selama hamil + 3 bulan pasca melahirkan) ..Pemeriksaan Hb  minim 2x selama kehamilan trimester 1 & 3 Ada 4 derajat anemia (WHO) : 11 gr/dL Ringan 9-10 Sedang 7-8 Berat <7 Talak tergantung dr derajat anemia Ringan  kombinasi 60 mg zat besi + 500 mg asam folat per oral 1x perhari Sedang  pemberian preparat besi ferrus 600-1000mg per hari bs diberikan sulfat ferosus atau glukonas Berat  diberikan secara parenteral ferrum dekstran 1000 mg 20 ml IV atau 2x10 ml IM Atau secara oral (tapi lama. MCV (rata2 vol eritrosit) n = 80-100 .Hitung jenis leukosit .MCH (rata2 Hb dlm eritrosit) n = 26-34 pikogram.Pemeriksaan Ht Normal  35-47 % .8 x 1000 .Trombosit Normal 150000 – 400000 .

Community Care . jika krg dr 6  rujuk Jika anemia krn bukan kompetensi DLP  rujuk b.Terapi : Konsultasi ttg makanan. ambil cuti d. femtoliter. Prognosis . B2. tdk keterangan pola konsumsi keluarga .Pengurangan porsi kerja. B1. Dianjurkan makan makanan yg bnyk DHA EPA (ikan). Family Care . kangkung. pemberian suplemen Fe. Fe banyak dalam daging merah. dairy products.Cek sebulan sekali vital sign dan DM krn ada penyakit herediter c. pemberian obat yg masuk golongan yg aman. kehamilan.Tdk ada yg signifikan ttg anemia.Edukasi (holistik) ttg penyakit. minum susu ibu hamil. daun pepaya. . follow up lbh lanjut) .Plan rujuk Dilihat dr Hb. MCHC (konsentrasi Hb) n = 32-36 gr/dL . B12. secara personal ke Ny Badai (kontrol kehamilan scr teratur.

Terapi Medikamentosa 1. Pseudoefedrin Non-medika 1. mengurangi frekuensi pergi sama teman2 agar tdk terlalu lelah. d. ad functionam. Community care Sama kayak anemia.Pemeriksaan penunjang Darah rutin Kultur dan swab  untuk tau bakteri apa . Makanan dibuat lebih halus 2. ad sanationam  baik . jgn stress coba diusahakan agar pisah dgn keluarga kknya krn sudah jd extended family c. ad sanationam  baik Rhinofaringitis a. Istirahat cukup 3. Personal Care . Ad vitam. ad functionam. Pakai air hangat b. Prognosis Ad vitam. Family care Untuk support.