You are on page 1of 10

FENOMENA KOMUNIKASI TERAPEUTIK YANG MENJADI MASALAH DILAPANGAN

PADA ANAK MASA TODDLER DAN PRA SEKOLAH.

MASALAH YANG DI KOMUNIKASI YANG BISA
NO FENOMENA ANALISA
DAPAT DITERAPKAN
1 Egosentris 1. Takut melihat perawat 1. Anak sering/pernah 1. Beri waktu anak untuk
(Anak tidak bisa /dokter saat mendapat cerita dari menyentuh alat yang
membedakan mendekat. orang tua atau keluarga akan di pakai.
fantasi dan 2. Melihat segala lain tentang Contoh: menyentuh
kenyataan hanya sesuatu yang ada di perawat/dokter yang stetoskop, termometer.
melihat dan ruang perawatan akan menyuntik saat 2. Memperagakan dengan
mempersepsikan sesuai persepsi anak rewel dan tidak menggunakan orang
sesuai dengan sendiri. mau minum obat. ketiga (ilustrasi).
dirinya). 2. Anak mempunyai Contoh: memperagakan
pengalaman saat alat kepada orang tua
dirawat sebelumnya sebagai pasien.
(pengalaman yang 3. Mengajak cerita anak,

1

Anak sering bertanya. logika anak. Mampu menyebabkan ketidak memahami apa nyamanan. mengapa? menusuk badan sakit. seorang dengan Analogi 2. jarum saat perawat diharapkan: (logika) itu apa. peragaan alat-alat disekitar pasien. Anak sering bertanya dipahami anak. “mengapa” dilakukan 2. anak takut karena dalam dengan anak. Dalam menjawab 2 . didapat saat perawatan bisa menggunakan sebelumnya). a. Saat melihat jarum. Anak sering bertanya dengan bahasa “apa” yang akan yang dipahami dilakukan oleh petugas anak. jawaban yang bisa 3. Anak melihat dengan 1. 1. Dalam berkomunikasi memahami logika. Mampu dirinya dengan bahasa memberikan yang dipahaminya. yang dikata anak 2. kesehatan terhadap b. 2 Anak 1.

Dengan pertanya “mengapa” perawat diharapkan dapat 3 . katakan pada anak bahwa akan mengalami rasa sakit. pertanyaan anak. diharapkan dengan apa yang akan dirasakan anak. 3.terhadap dirinya. bisa menggunakan perbandingan rasa seperti “digigit semut merah” atau yang lain. Contoh: saat di suntik/diambil darah anak akan merasakan sakit.

berteriak memanggil rumah sakit merupakan hubungan yang baik orang tuanya saat tempat yang dengan anak diperlukan: ditinggal. menakutkan: persiapan fisik. model yang baik lain dan sulit dengan wajah-wajah untuk ditiru. baru. bertemu mental. Menurut logika anak. Untuk mencapai agresif. Anak menolak orang suasananya. 4 . kesiapan 2. 1. Anak menangis dan 1. bunyi yang tinggi. 3 Anak bereaksi 1. kesempatan dikendalikan. Proses berpikir pada anak-anak dimulai dari yang kongkrit ke fungsional dan akhirnya keabstrak. menjelaskan kepada anak sesuai dengan tingkat perkembangan anak. bimbingan dengan kata-kata dan alat yang mungkin di yang tepat. motivasi Menyerang perawat dari rumah sakit. bau yang khas untuk praktek.

Dengan hubungan saling komunikasi terbuka percaya antara anak diharapkan reaksi agresif dengan lingkungan yang muncul dapat sekitar. terkendali karena terbina hubungan saling percaya. dapat 2. 3. Melibatkan orang tua dalam berkomunikasai karena orang tua merupakan fokus penting 5 . terangsang 2.dengan serangan fisik. Belum terbentuk berkomunikasi. dengar anak. Dalam berkomunikasi menyebabkan perawat dapat kecemasan dan menggunakan kalimat mungkin ketakutan terbuka yang dapat pada anak dan orang membuat anak tua.

Melibatkan orang tua 6 . meyakinkan. menentukan masalah. dalam komunikasi segi tiga. Langkah-langkah yang mungkin bisa dilakukan yaitu seperti : mendorong orang tua untuk berbicara. dan menghindari hambatan- hambatan komunikasi. mengarahkan pada pokok permasalahan. 4 Anak meras 1. Anak menangis saat 1. diam sejenak. memecahkan masalah. mengantisipasi bimbingan . Takut berpisah 1. mendengar.

Anak tidak kooperatif diinfuskan?”. takut. jadinya sakit 3. tidak memberikan kata- 2. menangis. terhadap petugas 2. atau orang tua diharapkan anak. tidak nyaman tua/orang terdekat ke kamar mandi. keluar ruangan. mau makan. karena perbuatan anak. merengek (menangis Contoh: “kamu sih gak perlahan). kamar. Contoh: kalau masih nangis terus gak mau diam. Perawat dan orang tua kesehatan.cemas. nanti disuntik lagi 7 . Anak mengamati 2. anak kata yang seakan-akan setiap gerak orang ingin jalan-jalan keluar menyalahkan anak/sakit yang dianggap asing. dengan orang ditinggal orang tuanya dalam perawatan anak. diharapkan tidak memberikan informasi yang menakutkan anak (ancaman buat anak). Tidak mau makan.

Persiapan alat sebaiknya di lakukan jauh dari anak. 4. 5 Sikap oarang tua 1. 1. Orang tua sering 1. Memperkenalkan anak dengan lingkungan dan dengan anak-anak di sekitarnya diharapkan anak merasa tidak sendiri dan disaat sakitpun anak mempunyai teman bermain seperti dirumah. Mengkomunikasikan setiap tindakan yang akan dilakukan terhadap anak dan orang tua. 3. Cemas dan takut. lho. Komunikasikan kepada 8 .

Frustasi. 3. orang tua. dengan anak lain. jadinya terhadap anaknya seperti ini.. 3. Sedih. Perawat diharapkan tidak meninggalkan anak menyampaikan kata-kata sendirian saat akan yang menghakimi orang dilakukan tidakan. bertanya dan orang tua tindakan yang anak yang sakit 3. Orang tua curiga kepada orang tua sebatas tehadap perawat seakan kewenangan perawat dan akan tindak perawat tidak memberikan akan lebih menyakitkan harapan palsu. Memberikan informasi 4. 9 .. Orang tua Contoh: ibu/bapak membandingkan sih. mengulang pertanyaan akan dilakukan terhadap yang sama kepada anak bila perlu libatkan orang yang berbeda. Orang tua tidak mau 2. 2.gak buru-buru bawa perlakuan perawat anak berobat. tua.menghadapi 2.

4. bahas yang mudah menanyakan dokter dipahami. Komunikasikan dengan menangis. sikap 6.. 10 . Orang tua sering tepat. 7. tidak mau orang tua dengan tidur. kapan akan memeriksa anaknya yang sakit. intonasi tepat. anak tidak mau berhenti 5. Orang tua minta obat tidur untuk anaknya krn susah tidur. anak. Menginformasikan 5. Orang tua marah kepada orang tua jam terhadap perawat ketika kunjungan dokter.