You are on page 1of 14

30

BAB IV

METODE PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian
Penelitian ini adalah penelitian eksperimental dengan

menggunakan rancangan penelitian Quasy Experimental Design

dengan pendekatan Nonequivalent Control Group Design. Pada

desain ini hampir sama dengan pretest-posttest control group

design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun

kelompok kontrol tidak dipilih secara random. Dua kelompok

yang ada diberi pretest, kemudian diberikan perlakuan dan

terakhir diberikan posttest (Sugiyono, 2014).
Pola dari desain penelitian secara Quasy Experimental

Design dengan pendekatan Nonequivalent Control Group

Deisgn adalah:
Gambar 4.1 Desain penelitian one group pretest posttest design
Keterangan:
I
Pretest Posttest
I1 X I2
1 K1 K2 :

Kelompok Intervensi (pengukuran pretest)
I2 : Kelompok Intervensi (pengukuran posttest)
X : Perlakuan yang diberikan kepada kelompok eksperimen

dengan
mengonsumsi pisang raja
K1 : Kelompok kontrol (pengukuran pretest)
K2 : Kelompok kontrol (pengukuran posttest)

4.2 Kerangka Penelitian
Kerangka penelitian ini disajikan pada gambar 4.2 sebagai

berikut:

Populasi: Seluruh siswi SMA Muhammadiyah 01
Malang sebanyak 67

diberikan pada hari ke 15 siklus menstruasi selama 2 setelah siklus menstruasi minggu. (konsumsi pisang selama 2 minggu). dan Tehnik Sampling 4. 31 Sampel: Siswi SMA Muhammadiyah 01 Malang yang mengalami dismenorhea primer dan memenuhi kriteria inklusi sebanyak 20 responden.2 Skema Kerangka Penelitian Efektivitas Konsumsi Pisang Raja Terhadap Tekanan Darah Siswi yang Mengalami Dismenorhea Primer di SMA Muhammadiyah 01 Malang 4. Pengambilan sampel menggunakan purpove sampling Pre-test (pengukuran tekanan darah) sebelum diberi perlakuan menggunakan alat ukur sphygmomanometer dan pengukuran nadi Diberikan intervensi Grup kontrol tanpa mengonsumsi pisang raja dan air mengonsumsi pisang raja dan putih. dan konsumsi pisang ditingkatkan 3 buah perhari pada Post-test (pengukuran tekanan darah) setelah diberi perlakuan menggunakan sphygmomanometer dan pengukuran nadi Dianalisis dengan Uji paired T test Efektif Tidak Efektif Gambar 4. pada 10 orang sampel diberi air putih. pada 10 orang sebanyak 2 buah pisang raja sampel pada hari ke 15 setelah perhari.3 Populasi. Sampel.1 Populasi Penelitian .3.

gejala. Siswi kelas X Alasan peneliti mengambil sampel kelas X (31 siswi) karena jumlahnya lebih banyak dibandingkan kelas XI (12 siswi) dan kelas XII (24 siswi). Siklus menstruasi teratur (28-30 hari) 2. lebih banyak yang mengalami dismenorhea primer . 2013). 2007). Penelitian ini. yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu sesuai yang dikehendaki peneliti berdasarkan ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. 4. 32 Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian yang akan diteliti. selain itu ketika peneliti melakukan studi pendahulan kepada siswi kelas X yang berjumlah 10 orang. atau wilayah yang ingin diketahui oleh peneliti (Setiadi. Sampel dalam penelitian ini adalah siswi kelas X SMA Muhammadiyah 01 Malang yang mengalami dismenorhea primer serta memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut : 1. agar memperoleh sampel yang benar-benar sesuai dengan keseluruhan subjek penelitian (Nursalam. benda. 4. teknik samplingnya menggunakan teknik purpove sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja siswi SMA Muhammadiyah 01 Malang sebanyak 67 siswi.3 Sampel Penelitian Sampel merupakan elemen dari populasi yang akan diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi.3.3. yaitu telah disebutkan dalam kriteria inklusi.2 Tehnik Sampling Tehnik sampling merupakan cara-cara yang ditempuh dalam pengambilan sampel. Populasi dapat berupa orang.

5. yaitu sebagai berikut: n = 19. Tidak mengonsumsi jamu atau herbal untuk mengurangi tekanan darah saat mengalami nyeri haid. Besar sampel ditentukan dengan rumus taro Yamane dalam Nursalam (2013).95 n = 20 . Kepala sekolah juga lebih menyarankan jika sampel penelitian diambil dari kelas X atau XI mengingat kelas XII yang tidak bisa diganggu dikarenakan fokus pada persiapan UN dan UAS. 3. 33 dibandingkan kelas lain. 4. Tidak menggunakan obat-obatan analgesik atau obat- obatan anti-histamin yang bertujuan untuk menghilangkan atau menurunkan tekanan darah atau pusing saat dismenorhea. mereka juga mengatakan bahwa mereka bingung dan tidak tahu bagaimana penanganan dismenorhea yang baik dan tanpa efek samping. Bersedia menjadi subjek penelitian.

sehingga peneliti menentukan jumlah responden yang akan diambil adalah 10 responden untuk kelompok perlakuan dengan mengonsumsi pisang raja dan air putih.1 Variabel Independen (Variabel Bebas) Variabel bebas dalam ilmu keperawatan biasanya berupa stimulus atau intervensi keperawatan yang diberikan kepada klien (Nursalam.4 Variabel Penelitian 4.4. . 4.2 Variabel Dependen (Variabel Terikat) Variabel terikat adalah faktor yang diamati dan diukur untuk menentukan ada tidaknya hubungan atau pengaruh dari variabel bebas (Nursalam. dan 10 responden untuk kelompok kontrol dengan tanpa mengonsumsi pisang raja dan diberi air putih. 4. 2013). 2013). penelitian ini dibutuhkan sebanyak 20 responden untuk setiap kelompok.4.05) Berdasarkan hasil perhitungan rumus diatas. 34 Keterangan : n = Besar sampel N = Besar populasi d = Tingkat kepercayaan atau ketepatan yang diinginkan 5% (0. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah tekanan darah pada dismenorhea primer. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah konsumsi pisang raja.

Memasang manset stetosk remaja mengala mengonsu pada lengan atas. Stetoskop diletakkan diastolik ea primer. tepat diatas arteri 60-70 . 35 4. op untuk mi nyeri msi pisang dengan batas bawah sistolik menstrua raja pada manset 2-4cm dari 110-90 si saat lipatan siku.5 Definisi Operasional Variabel Definisi Parameter Alat Skala Hasil Ukur Ukur Independ Memberika Pada kelompok SOP - en: n intervensi konsumsi (Stand Konsumsi perlakuan pisang rajadan air putih art pisang berupa pada 10 orang sampel Operas raja pemberian sebanyak 2 buah pisang ional pisang raja raja ukuran sedang Prosed terhadap atau setara dengan 100 ure) tekanan gram/hari. pemberian pisang ditingkatkan sebanyak 150gram/hari pada hari ke 1-2 saat haid dan air putih minimal sebanyak 8 gelas sehari atau setara dengan 2000 ml per hari.5 Definisi Operasional Untuk variabel penelitian dalam penlitian ini. dan ea primer. definisi operasionalnya sebagai berikut: Tabel 4. dan dismenorh 2. diberikan darah siswi pada hari ke 15 setelah yang siklus menstruasi mengalami (konsumsi pisang dismenorh selama 2 minggu). Dependen Mengukur Tekanan darah menjadi Sphyg Interva Tekanan : Tekanan tekanan normal. moman l darah darah darah Langkah-langkah ometer pada pada siswi sebelum pengukuran TD: dan masa yang dan setelah 1. Pada kelompok kontrol tanpa diberikan konsumsi pisang raja dan diberi air putih minimal sebanyak 8 gelas sehari atau setara dengan 2000 ml sehari yaitu pada hari ke 15 setelah menstruasi (konsumsi selama 2 minggu).

tanggal terakhir menstruasi. nomer hp. alamat. Membuka katup manset dan tekanan manset dibiarkan turun perlahan dengan kecepatan 2- 3mmHg/detik. Lembar observasi berisi tentang tabel pengamatan tekanan darah pretest dan posttest pada kelompok sampel. 4. Bila bunyi pertama terdengar. 4.6 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di kawasan SMA Muhammadiyah 01 Malang dan di rumah masing-masing. Bila bunyi terakhir yang masih terdengar. 2009) 4. Memompa manset. usia.7 Instrumen Penelitian Instrumen dalam penelitian ini adalah : a. b. pena dan lembar observasi. berat badan. catat dan itu sebagai tekanan sistole. Peneliti memberikan kuisioner untuk mengetahui karakteristik responden berupa nama atau inisial. stetoskop. 6. 5. catat sebagai tekanan darah diastole. 3. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari – Februari 2016. tanggal biasa menstruasi. lembar observasi . Peneliti memantau secara langsung pada saat konsumsi pisang serta terus dikontrol melalui via telefon dan SMS. 36 brakhialis. (Pearc. Instrument standart operasional prosedur pengukuran tekanan darah terdiri dari sphygmomanometer.

2) Mendata jumlah siswi SMA Muhammadiyah 1 Malang kelas X.8 Prosedur Pengumpulan Data Prosedur pengukuran data dilakukan dengan cara sebagai berikut : a. diberikan pada hari ke 15 setelah siklus menstruasi (konsumsi pisang selama 2 minggu). Group kontrol tanpa konsumsi pisang raja dan diberi konsumsi air putih minimal sebanyak 8 gelas atau setara dengan 2000 ml/hari selama 2 minggu pada hari ke 15 setelah siklus menstruasi. XII dengan menanyakannya langsung pada guru BK. XI. Instrument standart operasional prosedur konsumsi pisang raja sebanyak 2 buah pisang raja ukuran sedang atau setara dengan 100 gram/hari. Persiapan Responden: 1) Mengurus perijinan tempat penelitian dengan mengajukan surat permohonan ijin penelitian dari pimpinan Program Studi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang yang ditujukan kepada Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah 1 Malang. dan pemberian pisang ditingkatkan sebanyak 150 gram/hari pada hari ke 1-2 saat haid dan diberi air putih minimal sebanyak 8 gelas atau setara dengan 2000 ml/hari. 4. 37 digunakan untuk mengetahui tekanan darah awal sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan. 3) Melakukan pendekatan kepada siswi kelas X 4) Menjelaskan maksud dan tujuan penelitian . c.

dan pemberian pisang raja ditingkatkan sebanyak 150gram/hari pada hari ke 1-2 . pada hari ke 15 setelah siklus menstruasi (konsumsi pisangnya selama 2 minggu). 4) Membagi responden dalam dua kelompok dengan cara acak. nomer Hp. 7) Mencatat hasil pretest masing-masing kelompok pada lembar observasi. 2) Memberikan informasi penelitian dengan sejelasnya kepada responden 3) Memberikan informed consent dan menanyakan kesediaan siswi menjadi responden sebelum dimulainya penelitian. Pelaksanaan: 1) Mendatangi masing-masing siswi kelas X di kelas. dan Bahasa. misalkan kelas IPA. 5) Mengisi identitas dalam lembar identitas yang berisi nama atau inisial. dan tanggal biasa menstruasi untuk mempermudah kapan akan dilakukan pengukuran pretest serta posttest. kelas. b. berat badan. 6) Melakukan pretest (pengukuran tekanan darah) pada masing-masing kelompok pada H+1 saat menstruasi. alamat di malang. 38 5) Mempersiapkan instrumen penelitian seperti. yaitu 10 siswi pada kelompok intervensi. 8) Memberikan intervensi mengonsumsi pisang raja pada 10 orang sampel sebanyak 2 buah pisang raja ukuran sedang atau setara dengan 100 gram/hari.IPS.. usia. kuisioner dan lembar observasi. tanggal terakhir menstruasi. 10 siswi pada kelompok kontrol.

14) Peneliti mengucapkan terima kasih pada responden 4. 39 saat nyeri haid dan diberi air putih pada kelompok intervensi. 13) Mencatat hasil posttest masing-masing kelompok pada lembar observasi. 12) Pengukuran posttest dilakukan setelah responden menyelesaikan intervensi pada hari terakhir konsumsi pisang atau hari kedua saat mengalami menstruasi (H+2). 9) Pada kelompok kontrol tanpa diberi pisang raja dan diberi air putih pada saat hari ke 15 setelah siklus menstruasi selama 2 minggu minimal sebanyak 8 gelas sehari atau setara 2000 ml sehari. 11) Melakukan pengontrolan konsumsi pisang raja melalui sms atau telepon pada responden. responden diminta untuk menginformasikan kepada peneliti dan selanjutnya oleh peneliti akan dilakukan posttest (pengukuran tekanan darah) untuk mengetahui perbedaan atau hasil dari intervensi tersebut. 10) Menjelaskan bahwa siswi dapat mengonsumsi pisang raja dirumah masing-masing selama waktu yang ditentukan dan mengisi lembar ceklist konsumsi pisang raja yang diberikan oleh peneliti untuk diisi setiap setelah mengonsumsi buah pisang raja. Setalah menyelesaikan intervensi selama waktu yang sudah ditentukan.9 Pengelolaan dan Analisis Data .

b. c. Peneliti mengecek kelengkapan data seperti nama dan identitas responden serta jika ada hal yang terlewatkan. Table 4. Data-data yang telah di sajikan dalam bentuk table.9 Rencana Tabulasi Data Pengukuran tekanan darah No respond Pretest Posttest en Sistole Diastole Sistole Diastole 1 2 3 .9. Coding Merupakan kegiatan merubah data dalam bentuk yang lebih ringkas dengan menggunakan kode-kode yang dimasukkan untuk mempermudah dalam melaksanakan tabulasi dan analisis data. Tabulating Penyajian data dalam bentuk distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat table dengan penjelasan secara narasi. maka peneliti menjelaskannya lagi dalam bentuk narasi yaitu untuk memperjelas isis dari hasil dan data-data responden (Hidayat.1 Pengelolaan Data a. Editing Yaitu upaya untuk memeriksa kembali kebenaran data yang diperoleh atau dikumpulkan. 2010). 40 4.

9. berat badan. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan Shapiro Wilk dengan program SPSS 16 for windows. Sig. Analisis Bivariat Untuk menganalisis efektivitas penurunan tekanan darah akibat mengonsumsi pisang raja pada siswi SMA kelas X yang mengalami nyeri haid. dimana sampel dalam jumlah kecil yaitu <50. (2) Bila nilai probabilitas > 0. yaitu 1) terdiri dari satu sampel (terdapat dua pengamatan). dan nadi. Karakteristik yang akan di analisa dalam penelitian ini berdasarkan usia. Setelah data terkumpul maka dalam tahap selanjutnya akan diolah dan dianalisis dengan Uji t berpasangan (paired t-test).2 Analisis Data a. 41 4. 2) data kuantitatif (interval-rasio). 3) berasal dari data berdistribusi normal melalui uji normalitas. (1) Bila nilai probabilitas < 0. Setelah uji normalitas dilakukan maka dapat dilakukan analisis data dengan menggunakan uji t berpasangan (paired t-test) untuk membandingkan data . Adapun syarat yang harus dipenuhi sebelum dilakukan uji t berpasangan.05 maka distribusi normal (Santoso. Analisis Univariat Analisis univariat yaitu sebuah analisa yang digunakan untuk menjelaskan atau mendiskripsikan karakteristik masing-masing variabel yang diteliti (Notoadmodjo.05 maka distribusi tidak normal. b. usia menarche. Setelah data dilakukan pengujian dapat ditemukan hasil penilaian pada bagian Asymp. 2010). 2010).

Tanpa Nama (Anonimity) Anonimity merupakan masalah etika dalam penelitian keperawatan dengan cara tidak memberikan nama asli sampel pada lembar alat ukur. hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data.05 berarti Ho ditolak. Jika sampel bersedia maka sampel diminta untuk mendatangani lembar persetujuan yang disediakan penelitian. 4. bila hasil perhitungan P. hasilnya berdistribusi normal maka dipakai uji paired t- test namun jika tabel transformasi data tidak berdistribusi normal juga maka dipilih uji wilcoxon (Dahlan. Lembar Persetujuan (Informed Consent) Lembar persetujuan diberikan kepada sampel yang akan diteliti sebelum penelitian dilaksanakan agar sampel mengetahui maksud dan tujuan penelitian serta prosedurnya.value (Probabilitas) < 0. b. Apabila data tidak berdistribusi normal maka dilakukan transformasi data.05 dan tingkat kepercayaan 95%. 42 sebelum dan sesudah dilakukan intervensi dengan tingkat signifikan P. namun jika tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak sampel untuk menolak berpatisipasi dalam penelitian. Untuk menjaga kerahasiaan . melakukan penelitian dengan tetap menekankan pada masalah etika yang meliputi: a. 2008). mengatakan.10 Etika Penelitian Setiadi (2007).value (Probabilitas) > 0. transfosmasi data baru.

Memperhitungkan Manfaat dan Kerugian yang ditimbulkan (Balancing harms and benefits) Menjelaskan pada responden tentang maksud. tetapi hanya menggunakan inisial saja. Kerahasiaan (Confidentiality) Informasi yang diperoleh peneliti dari sampel akan dijaga kerahasiaannya oleh peneliti. . 43 identitas sampel peneliti tidak mencantumkan nama sampel. tujuan. d. c. dan manfaat dari penelitian tersebut. hanya kelompok data tertentu yang akan dilaporkan pada hasil riset.