You are on page 1of 9

GUBERNUR MALUKU

Yang saya hormati :
1. Direktur Gizi Kementerian Kesehatan RI ;
2. Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Maluku
3. Peserta Pertemuan, hadirin dan undangan yang
berbahagia ;

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarukatuh, dan Salam
Sejahtera untuk kita semua, Syaloom.

Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan Syukur
kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan
Hidayah-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama-
sama untuk mengikuti kegiatan Peningkatan Kemitraan
dalam Rangka Percepatan Pencapaian Indikator Pembinaan
Gizi di Provinsi Maluku di tempat yang berbahagia ini.

Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan kepada
Bapak/Ibu/Sdr (i) atas kehadirannya untuk bersama-sama
mengikuti kegiatan Pertemuan di Ambon yang kita cintai ini.

1

antara lain masih terjadinya kesenjangan status kesehatan masyarakat antar wilayah. Namun disadari bahwa pembangunan kesehatan masih menghadapi berbagai tantangan. 2 . antar status sosial dan ekonomi. Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran. Indonesia sebagai salah satu negara anggota perserikatan bangsa-bangsa (PBB) dengan beberapa negara di dunia telah berkomitmen untuk mencapai Millennium Development Goals (MDGs) pada tahun 2015 untuk mewujudkan kesejahteraan penduduk.Bapak/Ibu/Saudara (i) sekalian yang berbahagia. Salah satu tujuan MDGs adalah menanggulangi kemiskinan dan kelaparan (MDGs 1). kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. munculnya berbagai masalah kesehatan/penyakit baru (new emerging deseases) atau penyakit lama yang muncul kembali ( re emerging deseases). Untuk mewujudkan sasaran pembangunan nasional dan tujuan MDGs tersebut telah ditetapkan Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang kesehatan 2010-2014 dan salah satu sasaran pembangunan yang ingin dicapai adalah menurunkan prevalensi gizi kurang <15% dan menurunkan prevalensi balita pendek menjadi < 32%.

memberdayakan secara optimal seluruh sumber daya yang ada termasuk ketenagaan dan pembiayaan sehingga akan optimal dalam pencapaian indikator. Bapak/Ibu/Saudara (i) sekalian yang berbahagia. Peran serta masyarakat dalam penimbangan balita (D/S) menjadi sangat penting dalam deteksi dini kasus gizi kurang dan gizi buruk.2%. maka pertumbuhan balita dapat dipantau secara intensif. perbaikan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Dengan rajin menimbang balita.2% masih di atas angka nasional. bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat. Sedangkan data Riskesdas. Selain itu pula sangat diperlukan kemitraan dan peran serta masyarakat.Provinsi Maluku berdasarkan data survei demografi kesehatan indonesia (SDKI. maka 3 . perbaikan perilaku sadar gizi. Upaya perbaikan gizi masyarakat disebutkan dalam Undang- Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. antara lain perbaikan pola konsumsi makanan.8% dan stunting (pendek) 20. 2013 prevalensi gizi kurang sebesar 17. Semakin cepat ditemukan. Sehingga bila berat badan anak tidak naik ataupun jika ditemukan penyakit akan dapat segera dilakukan upaya pemulihan dan pencegahan supaya tidak menjadi gizi kurang atau gizi buruk. Dalam pelaksanaannya diharapkan dapat mengintegrasikan seluruh kegiatan dengan lintas program dan lintas sektor. 2010) prevalensi gizi kurang sebesar 26.

penanganan kasus gizi kurang atau gizi buruk akan semakin baik. tetapi keterlibatan sektor lain sangat diharapkan. BKKBN. Untuk itu. sehingga angka kematian akibat gizi buruk dapat ditekan. badan pemberdayaan masyarakat. 4 . ketahanan pangan. PKK dan lain-lain sebagainya. mari kita tingkatkan kemitraan dalam menangani masalah gizi kurang dan gizi buruk tersebut agar anak-anak kita sebagai genarasi penerus dapat bersaing di era globalisasi ini. Masalah gizi buruk dan gizi kurang. budaya. Kegiatan ini adalah sebagai bukti bahwa pemerintah dan pemangku kepentingan. bukan semata-mata merupakan tanggung jawab sektor kesehatan. memiliki komitmen yang kuat untuk mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh masyarakat di Maluku. Penanganan yang cepat dan tepat sesuai tata laksana kasus anak gizi buruk akan mengurangi resiko kematian. Hadirin dan undangan yang berbahagia. sosial. Walaupun Berbagai upaya telah dilakukan di bidang kesehatan tetapi tanpa dukungan dari sektor terkait tidak ada artinya karena keterkaitan masalah gizi masyarakat sangat erat dengan sektor lain seperti : pendidikan. pertanian.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahkan hikmat kepada kita sesuai tugas dan pengabdian kita masing-masing. Sekian dan terima kasih Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarukatuh Salam Sejahtera untuk kita semua GUBERNUR MALUKU Ir.Hadirin dan undangan yang berbahagia Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan. SAID ASSAGAFF 5 . kiranya kegiatan pertemuan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Selamat datang dan terima kasih kami ucapkan kepada Bapak/Ibu/Sdr (i) atas kehadirannya untuk bersama-sama mengikuti kegiatan Pertemuan di Ambon yang kita cintai ini. 2 – 4 Juni 2014 Yang saya hormati : 1. ARAHAN/SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN PROVINSI MALUKU PADA PENINGKATAN KEMITRAAN DALAM RANGKA PERCEPATAN PENCAPAIAN INDIKATOR PEMBINAAN GIZI DI PROVINSI MALUKU AMBON. Pejabat di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Maluku 3. Syaloom. Pertama-tama marilah kita panjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. hadirin dan undangan yang berbahagia . Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarukatuh. Peserta pertemuan. dan Salam Sejahtera untuk kita semua. 6 . karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya pada hari ini kita dapat berkumpul bersama– sama untuk mengikuti kegiatan Peningkatan Kemitraan dalam Rangka Percepatan Pencapaian Indikator Pembinaan Gizi di Provinsi Maluku di tempat yang berbahagia ini. Narasumber Pusat 2.

Kabupaten/Kota melaksanakan surveilans gizi 8. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang kesehatan 2010-2014 telah ditetapkan salah satu sasaran pembangunan yang akan dicapai adalah menurunkan prevalensi gizi kurang setinggi-tingginya 15% dan menurunkan prevalensi balita pendek menjadi setinggi- tingginya 32%.A 4. bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat. perbaikan perilaku sadar gizi. Balita ditimbang berat badannya 2. dalam rencana aksi pembinaan gizi masyarakat telah ditetapkan 8 indikator kinerja yaitu : 1. Untuk mencapai sasaran RPJMN tersebut. Ibu hamil mendapat 90 tablet Fe 6. antara lain perbaikan pola konsumsi makanan. Balita 6-59 bulan mendapat kapsul Vit. Penyediaan stok cadangan MP-ASI untuk daerah bencana. Balita gizi buruk mendapatkan perawatan 3. Bayi usia 0-6 bulan mendapat ASI Eksklusif 5. 7 . Rumah Tangga mengkonsumsi garam beryodium 7.Bapak/Ibu/Saudara (i) sekalian yang berbahagia. perbaikan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi. Upaya perbaikan gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan.

Dengan begitu diharapkan akan tercipta kesamaan pandangan dan pemikiran yang 8 . badan pemberdayaan masyarakat. BKKBN. 2010) secara nasional prevalensi gizi kurang sebesar 17. Berbagai upaya telah dilakukan di bidang kesehatan tetapi tanpa dukungan dari lintas sektor tidak ada artinya karena keterkaitan masalah gizi masyarakat sangat erat dengan sektor lain seperti : pendidikan.9%. Tetapi apakah kemitraan ini sudah berjalan dengan baik di Provinsi. sangat diperlukan kemitraan dari lintas sektor. ketahanan pangan.8% dan stunting 20. gizi kurang ataupun stunting (pendek) di wilayah kita ini. Saya menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Kabupaten/Kota sampai ke tingkat Desa/kelurahan.Untuk mencapai indikator tersebut. Maluku sebesar 26. 2013 prevalensi gizi kurang 19. Menurut data survei demografi kesehatan indonesia (SDKI. PKK dan lain-lain sebagainya.6% (Nasional). pertanian.2%. mengingat masih ditemukan gizi buruk. Maluku sebesar 17.2% artinya kita di atas angka nasional. budaya. Hadirin dan undangan yang berbahagia. sebagai momentum untuk menyatukan persepsi tentang kemitraan dalam rangka percepatan pencapaian indikator pembinaan gizi di Provinsi Maluku. sosial. Bila dibandingkan dengan data Riskesdas.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa menganugerahkan rahmat-Nya kepada kita sesuai tugas dan pengabdian kita masing-masing. Meikyal Pontoh. Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan. 196310271997032001 9 . dr. M. Sekian dan terima kasih Wassalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarukatuh Salam Sejahtera untuk kita semua Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. kiranya kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi kita semua.mendorong terwujudnya koordinasi dan sinkronisasi diantara seluruh stake holder demi terwujudnya pencapaian indikator penurunan prevalensi masalah gizi masyarakat di Maluku.Kes Pembina Utama Muda NIP.