You are on page 1of 6

ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA KECELAKAAN KERJA DI

ATAS KAPAL MV. CS BRAVE

Rachmat Tjahjanto1, Islami Aziz2


Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
Email: rchant8@yahoo.co.id, islami.azis@yahoo.co.id

Abstrak
Peranan dalam penggunaan alat-alat keselamatan kerja merupakan salah satu usaha untuk mencegah atau
mengurangi adanya kecelakaan pada saat kerja. Oleh karena itu diharapkan seluruh awak kapal atau ABK yang
bekerja di kapal agar selalu menggunakan alat-alat keselamatan pada saat kerja di dek maupun di kamar mesin
guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi seperti kecelakaan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk
mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan kerja di atas kapal.
Penelitian ini dilaksanakan di MV. CS Brave perusahaan Chang Myung Shipping. Sumber data yang
diperoleh adalah data primer yang diperoleh langsung dari tempat penelitian dengan cara melakukan pengamatan
dan tanya jawab langsung dengan perwira dan anak buah kapal khususnya bagian dek, dan tinjauan pustaka serta
literatur-literatur yang berkaitan dengan penelitian. Metode pengolahan data yang digunakan yaitu metode
deskriptif, penulis mencoba mengamati kasus yang sering terjadi di atas kapal sehubungan dengan kurangnya
kedisiplinan Anak Buah Kapal, kemudian membuat catatan penting tentang penyebab dan solusi yang akan
digunakan untuk meningkatkan kedisiplinan Anak Buah Kapal pada saat melakukan pekerjaan.
Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya kecelakaan kerja di kapal karena
diakibatkan oleh kurangnya kedisiplinan awak kapal tentang pentingnya penggunaan alat-alat keselamatan saat
melakukan suatu pekerjaan.

Kata kunci : Kecelakaan, keselamatan kerja, Disiplin, Alat keselamatan

1. PENDAHULUAN dengan menghilangkan hal-hal yang


Sebagai salah satu Negara maritim, menyebabkan kecelakaan. Pertama, tindakan
peranan sektor perhubungan khususnya yang tidak aman. Kedua, kondisi kerja yang
perhubungan laut sangat menunjang kelancaran tidak aman. Orang yang mendapat kecelakaan
arus barang dari suatu daerah kedaerah lainnya. sering kali disebabkan oleh orang lain atau
Dalam era pembangunan yang sedang karena tindakannya sendiri yang tidak
berkembang saat ini, peran tersebut sangat menunjang keamanan.
dibutuhkan sehingga dengan demikian Alat transportasi laut merupakan
tantangan akan semakin meningkat. jawaban yang tepat dalam menunjang
Kemajuan teknologi membawa kelancaran arus pengangkutan barang. Olehnya
perkembangan dalam bidang pendidikan, tata itu dituntut perwira pelayaran niaga yang
hubungan sosial dan pergaulan masyarakat, disiplin, terampil dan gesit dalam melaksanakan
yang mana hal ini akan berpengaruh terhadap tugasnya.
tingkah laku manusia. Banyak mesin-mesin, Dalam pengoperasian kapal ditemukan
bahan-bahan maupun proses-proses baru yang banyak sekali pekerjaan-pekerjaan baik yang
ditemui sebagai hasil kemajuan teknologi. ringan maupun berat yang memiliki tingkat
Tetapi kemajuan teknologi juga dapat resiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi.
merugikan bila tidak ditangani dengan baik, Dalam penelitian ini penulis mengamati sering
yaitu dalam bentuk bahaya baru yang mucul terjadinya kecelakaan kerja awak kapal, Dengan
seperti kecelakaan kerja. Tidak jarang suatu mengungkapkan faktor-faktor yang menjadi
industri perkapalan karena kurang teliti dalam penyebab terjadinya kecelakaan pada awak
perawatan dan perancangannya mengakibatkan kapal sewaktu bekerja, dan akibat yang timbul
jiwa manusia menjadi korban. Walau karena kecelakaan tersebut, serta upaya yang
bagaimanapun kecelakaan tidak terjadi dengan harus dilakukan untuk mengurangi resiko
sendirinya, akan tetapi ada yang kecelakaan kerja bagi awak kapal.
menyebabkannya. Penulis mengamati bahwa seringnya
Menurut Daryanto (2010), penyebab terjadi insiden atau kecelakaan pada awak kapal
terjadinya kecelakaan sering diakibatkan oleh sewaktu bekerja baik di deck maupun di kamar
lebih dari satu sebab. Kecelakaan dapat dicegah mesin disebabkan karena kurang
KAPAL, Vol. 13, No.1 Februari 2016 13
memperhatikan dan mengutamakan tahap yang setinggi-tingginya, baik jasmani,
keselamatan atau yang sering disebut dengan rohani maupun sosial.
human faktor. g. Bahaya merupakan Suatu keadaan atau
Sehubungan dengan itu maka awak kapal perubahan lingkungan yang mengandung
mempunyai tugas dan tanggung jawab yang potensi untuk menyebabkan cedera,
besar dalam mencegah kecelakaan yang dapat penyakit, kerusakan harta benda.
menyebabkan kerugian dan penderitaan bagi
semua pihak mulai dari awak kapal itu sendiri 2.2. Penyebab Kecelaka Kerja
sampai pada tingkat perusahaan yaitu melalui Suatu kecelakaan sering terjadi
usaha keselamatan kerja yang baik. diakibatkan oleh lebih dari satu sebab.
Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Kecelakaan dapat dicegah dengan
rumusan masalah adalah apakah faktor yang menghilangkan hal-hal yang menyebabkan
menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja di kecelakaan tersebut. Ada dua sebab utama
atas atas kapal dapat di atasi oleh anak buah terjadinya suatu kecelakaan. Pertama, tindakan
kapal serta bagaimana analisis penyebab yang tidak aman. Kedua, Kondisi kerja yang
terjadinya Kecelakaan Kerja Di Atas Kapal tidak aman. Orang yang mendapatkan
Mv. Cs Brave. kecelakaan luka-luka sering disebabkan oleh
orang lain atau karena tindakannya sendiri yang
2. TINJAUAN PUSTAKA tidak menunjang keamanan.
2.1. Pengertian Kecelakaan Kerja Menurut Poerwanto (1987:4) bahwa 85
Kecelakaan merupakan suatu kejadian % kecelakaan disebabkan oleh perbuatan
yang bersifat tidak pasti. karena tidak dapat manusia yang salah (Unsafe Human Act),
diprediksi kapan terjadinya, dimana tempatnya walaupun sebenarnya telah ada sebab-sebab
serta besar atau kecilnya kerugian yang lain yang tidak terlihat.
ditimbulkan. Sehingga orang sering Menurut buku Badan Diklat
beranggapan bahwa kecelakaan itu Perhubungan, BST, Modul 4 : Personal Safety
berhubungan dengan nasib seseorang. Padahal and Social Responsibility, Departemen
kecelakaan itu sebenarnya selalu didahului oleh Perhubungan (2000:54). Menjelaskan bahwa
gejala-gejala yang menandakan akan adanya terjadinya kecelakaan ditempat kerja dapat
suata kecelakaan tersebut. dengan kata lain dikelompokkan secara garis besar menjadi dua
kecelakaan itu bisa dicari apa penyebabnya. penyebab :
a. Insiden merupakan suatu kejadian yang a. Tindakan tidak aman dari manusia (Unsafe
tidak dikehendaki yang dapat mengurangi Acts), misalnya :
produktifitas. - Melaksanakan pekerjaan tanpa
b. kecelakaan kerja merupakan Suatu wewenang atau yang berwenang gagal
kecelakaan yang terjadi pada seseorang mengamankan atau memperingatkan
karena hubungan kerja dan kemungkinan seseorang.
besar disebabkan karena adanya kaitan - Menjalankan alat/mesin dengan
bahaya dengan pekerja dan dalam jam kerja. kecepatan diluar batas aman.
c. Selamat merupakan Secara relatif bebas dari - Menyebabkan alat-alat keselamatan
bahaya, cedera kerusakan atau dari resiko tidak bekerja.
bahaya, dan sebagainya. - Menggunakan alat yang rusak.
d. Keselamatan merupakan Istilah umum untuk - Bekerja tanpa prosedur yang benar.
menyatakan suatu tingkat resiko dari - Tidak menggunakan pakaian
kerugian-kerugian relatif bebas dari pengaman atau alat pelindung diri.
kerugian kemungkinan kerugian yang - Menggunakan alat secara salah.
rendah. - Melanggar peraturan keselamatan
e. Keselamatan Kerja merupakan Suatu usaha kerja.
atau kegiatan untuk menciptakan lingkungan - Bergurau ditempat kerja
kerja yang aman, mencegah semua bentuk - Mabuk, ngantuk, dll.
kecelakaan. b. Keadaan tidak aman (Unsafe Condition),
f. Kesehatan Kerja merupakan Suatu usaha Misalnya :
tentang cara-cara peningkatan dan - Peralatan pengamanan yang tidak
pemeliharaan kesehatan tenaga kerja pada memenuhi syarat

KAPAL, Vol. 13, No.1 Februari 2016 14


- Bahan / peralatan yang rusak atau tidak Merupakan pengamatan langsung di kapal
dapat dipakai mengenai kecelakaan kerja yang terjadi
- Ventilasi dan penerangan kurang dimana penulis melaksanakan praktek laut
- Lingkungan yang terlalu sesak, lembab, b. Metode interview
bising Merupakan metode wawancara berupa
- Bahaya ledakan / terbakar. diskusi dan tanya jawab secara langsung
- Kurang sarana pemberi tanda dengan orang yang bersangkutan ataupun
- Keadaan udara beracun: gas, debu, uap. dengan orang yang berpengalaman.
Khususnya perwira dan rating di atas kapal
2.3. Pencegahan Kecelakaan mengenai kecelakaan kerja yang terjadi.
Tindakan pencegahan terhadap c. Studi pustaka
kemungkinan terjadinya kecelakaan adalah hal Penulis juga melaksanakan studi pustaka
yang lebih penting dibandingkan dengan guna mendapatkan informasi dan bahan
mengatasi terjadinya kecelakaan. Kecelakaan materi dengan membaca dan mempelajari
dapat dicegah denganrat menghindarkan sebab- semua buku dan referensi yang berkaitan
sebab yang bisa mengakibatkan terjadinya dengan masalah dan objek penelitian untuk
kecelakaan. Tindakan pencegahan bisa mendapatkan landasan teori yang akan
dilakukan dengan cara penuh kehati-hatian digunakan untuk menganalisa masalah.
dalam melakukan pekerjaan dan ditandai rasa
tanggung jawab. Mencegah kondisi kerja yang 3.3. Jenis Dan Sumber Data
tidak aman, mengetahui apa yang harus Jenis dan sumber data yang digunakan
dikerjakan dalam keadaan darurat, dan segera dalam penelitian adalah data kualitatif yaitu
melaporkan segala kejadian, kejanggalan dan data yang berupa keterangan-keterangan bukan
kerusakan peralatan sekecil apapun kepada dalam bentuk angka-angka. Adapun data yang
atasannya. Kerusakan yang kecil atau ringan digunakan dalam penelitian adalah :
jika dibiarkan maka semakin lama akan a. Data Primer
semakin berkembang dan menjadi kesalahan Data primer merupakan data yang diperoleh
yang serius jika hal tersebut tidak segera dari hasil pengamatan langsung di atas
diperbaiki. kapal. Data dalam penelitian ini diperoleh
Menurut Badan Diklat Perhubungan, dengan cara survey, yaitu dengan
BST, Modul 4 : Personil Safety and Society mengamati dan mencatat langsung di lokasi
Responsibility, Departemen Perhubungan penelitian.
(2000:54), Menjelaskan bahwa : Setelah b. Data Sekunder
mengetahui sebab-sebab terjadinya kecelakaan Data sekunder merupakan data pelengkap
maka dapat ditentukan cara penanggulangan dari data primer yang didapat dari sumber
atau pencegahannya, baik untuk meniadakan kepustakaan seperti literatur, bahan kuliah
atau mengurangi akibat kecelakaan itu. dan data dari perusahaan serta hal-hal lain
yang berhubungan dengan penelitian ini.
3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian 3.4. Teknis Analisis
Penelitian dilaksanakan di MV. Cs Teknis yang digunakan dalam
Brave milik perusahaan Chang Myung menganalisa pada penelitian ini adalah metode
Shipping yang mempunyai agen di Indonesia survey (observasi), yaitu dengan mengadakan
yaitu PT.KSM Indonesia Dengan alamat pengamatan secara langsung terhadap kegiatan
perusahaan JL. Raya Boleuvard Barat Blok I yang dilakukan oleh Anak Buah Kapal pada
No.5/B,Kelapa gading,Jakarta. saat melakukan pekerjaan.
Penerapan metode deskriptif ini,
3.2. Metode Pengumpulan Data penulis mencoba mengamati kasus yang sering
Pada Penelitian ini, dibutuhkan data terjadi di atas kapal sehubungan dengan
pendukung sebagai bahan observasi dan kurangnya kedisiplinan Anak Buah Kapal,
perumusan masalah, adapun metode yang kemudian membuat catatan penting tentang
penulis gunakan adalah: penyebab dan solusi yang akan digunakan
a. Metode survey (Observasi) untuk meningkatkan kedisiplinan Anak Buah
Kapal pada saat melakukan pekerjaan.

KAPAL, Vol. 13, No.1 Februari 2016 15


3.5. Kerangka Pikir Penelitian Penelitian di MV. CS BRAVE. Penyebab dari
Untuk mempermudah dalam menyusun kecelakaan ini didasari oleh beberapa faktor,
analisis penelitian ini, digunakan kerangka yaitu faktor yang paling dominan adalah Sebab
pemikiran secara sistematis seperti Gambar 1. langsung (Direct Cause) Yaitu faktor yang
diakibatkan oleh perbuatan manusia yang salah
Faktor Yang (unsafe human act), misalnya :
Mempengaruhi
Kecelakaan Kerja
a. Kurang hati-hati dalam melaksanakan suatu
pekerjaan
b. Tidak tahu menggunakan alat keselamatan
Kurangnya Disiplin c. Tidak mampu melaksanakan suatu pekerjaan
Dalam Bekerja Seperti pada kejadian di atas disaat
Analisis Penyebab
Terjadinya Kecelakaan Di
melaksanakan kerja harian, OS terkena serpihan
Atas Kapal karat pada saat melakukan chipping di deck, hal
Analisis Faktor ini disebabkan karena OS tersebut tidak
Keselamatan Kerja
menggunakan safety googles. Alasannya
sengaja tidak menggunakan alat keselamatan
kerja karena hanya merepotkan saja dan
Pemecahan Masalah
Keselatan Kerja
membuat pergerakan pada saat bekerja tidak
bebas, padahal OS tersebut tidak menyadari
bahwa kecelakaan dapat terjadi dimana saja dan
Gambar. 1 kerangka pikir kapanpun yang dapat merenggut nyawa
manusia atau membuat cacat seumur hidup.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN Begitupun pada kejadian yang terjadi
4.1. Hasil Pembahasan pada No.I Oiler. Pada saat melaksanakan
Keselamatan kerja merupakan suatu hal pengelesan pada grab, No.I Oiler tersebut tidak
yang harus diperhatikan oleh setiap awak kapal menggunakan kap las tangan, sehingga percikan
demi kelancaran pengoperasian kapal dan api mengenai tangan Oiler tersebut dan
mencegah terjadinya kecelakaan yang membuat tangannya terluka. Tidak adanya
disebabkan oleh pekerjaan. Tabel berikut kesadaran dan pemahaman dalam penggunaan
menggambarkan serin terjadinya kecelakaan di alat-alat keselamatan bahwa alat itu bukan
atas kapal. untuk keselamatan orang lain tetapi untuk
keselamatan kita sendiri.
Tabel 1. Daftar kecelakaan kerja yang pernah Berdasarkan data dikapal bahwa jumlah
terjadi di atas kapal mv. cs brave. pelalatan keselamatan kerja yang tersedia di
atas kapal mv. cs brave sesuai dengan jumlah
No
Awak Kapal Yang
Kecelakaan Penyebab crew yang ada di atas kapal yang berjumlah 22
Mengalami
orang. Namun dalam bekerja sehari-hari
Terjatuh pada saat Rendahnya
1 A/B melaksanakan kedisiplinan serta biasanya crew sengaja untuk tidak memakai
pembersihan kelalaian alat-alat keselamatan karena dianggap hanya
Tidak merepotkan saja dan membuat pergerakan pada
Terkena percikan
2 No. I Oiler
saat mengelas
menggunakan kap saat bekerja tidak bebas, padahal mereka tidak
las tangan
menyadari bahwa kecelakaan dapat terjadi
Terkena serpihan Tidak
karat pada saat dimana saja dan kapan pun yang dapat
3 OS menggunakan
melaksanakan merenggut nyawa manusia atau membuat cacat
chipping safety gooles

Sumber : di kapal mv.cs brave, 2013-2014


seumur hidup.
Oleh karena itu untuk meningkatkan
Dari beberapa kejadian yang kedisiplinan crew di atas kapal dalam
dipaparkan tersebut, penulis mencoba penggunaan alat-alat keselamatan maka
menganalisa penyebab terjadinya kecelakaan diharapkan kepada perwira di atas kapal agar
kerja yang paling sering terjadi adalah karena selalu mengawasi dan mengontrol para pekerja
kurangnya kedisiplinan Anak Buah Kapal yang sedang melakukan suatu pekerjaan serta
dalam penggunaan alat-alat keselamatan. menegur langsung kepada crew yang tidak
Berdasarkan hasil observasi yang menggunakan peralatan keselamatan kerja dan
dilakukan oleh penulis selama melaksanakan memberikan himbauan-himbauan tentang
bahaya dan akibat-akibat yang akan terjadi

KAPAL, Vol. 13, No.1 Februari 2016 16


apabila tidak menggunakan alat-alat disebut takut dan akhirnya menderita
keselamatan kerja. kecelakaan, untuk mencegah hal tersebut diatas
dengan mengadakan latihan. Latihan untuk
4.2. Peningkatan Disiplin Crew Tentang bekerja secara selamat tidak berbeda dari
Keselamatan Kerja di Kapal latihan untuk mencapai efisiensi kerja yang
Bekerja di kapal sangat dituntut suatu tinggi. Pentingnya segi keselamatan harus
kedisiplinan yang timbul dari kesadaran sendiri. ditekankan oleh pelatih bagi anak buah kapal.
Sebagai contoh seorang ABK yang tidak Latihan keselamatan ini diadakan guna
memakai alat pelindung diri, Alasannya sengaja meningkatkan kemampuan dan keterampilan
tidak menggunakan alat keselamatan kerja terhadap pekerjaannya dan lingkungan dimana
karena hanya merepotkan saja dan membuat tingkat pertama dari latihan keterampilan
pergerakan pada saat bekerja tidak bebas, oleh adalah petunjuk-petunjuk tentang ketentuan
karena ia pikir hal itu tidak perlu. Ini adalah keselamatan umum. Anak buah baru dididik
bukti bahwa kepatuhan/kedisiplinan ABK dan dilatih tentang ketentuan-ketentuan yang
tersebut kurang. Kalau sikap ABK dapat berlaku di perusahaan. Ketentuan keselamatan
membahayakan dirinya sendiri dan kawan penggunaan alat, keselamatan dalam
sekerjanya, perlu adanya tindakan-tindakan penggunaan alat dan kewaspadaan dalam
untuk penegakkan disiplin. Tindakan-tindakan bekerja khusus ABK yang belum mempunyai
penegakkan disiplin dapat dilakukan dengan pengalaman bekerja di kapal.
pendekatan psikologis antara perwira dan Oleh karena itu maka perwira di kapal
bawahan yaitu dengan pengawasan dan dalam hal ini sebagai penanggung jawab
penyuluhan secara akrab dan kekeluargaan pada berkewajiban untuk :
saat ABK tersebut akan melaksanakan a. Memberi pemahaman tentang penggunaan
tugasnya. Selain itu tindakan penegakkan alat-alat keselamatan kerja.
kedisiplinan ini dapat pula dilaksanakan dengan b. Memberikan pemahaman tentang
sistem peringatan bahkan sampai kepada kegunaan dari ala-alat keselamatan
pemberhentian/pemecatan jika halnya benar- c. Serta tindakan untuk mencegah terjadinya
benar membahayakan, dan ABK tersebut telah kecelakaan
berulang-ulang melanggar peringatan tersebut.
Namun demikian baik owners maupun seluruh 4.3. Peningkatan Koordinasi Kerja Yang
awak kapal yang bertanggung jawab dalam Baik Antara Atasan dan Bawahan
keselamatan kerja, harus sama-sama Untuk dapat mencapai sasaran tersebut
menegakkan disiplin kerja yang baik. Dimana diatas maka antara atasan dan bawahan harus
pihak pengusaha kapal harus berdisiplin dalam sesering mungkin mengadakan konsultasi dan
pengadaan alat-alat pendukung keselamatan tanya jawab tentang berbagai macam hal
kerja dan sebaliknya ABK harus mematuhi khususnya sehubungan dengan keselamatan
ketentuan yang telah digariskan dalam dalam kerja. Untuk itu maka di kapal harus :
keselamatan kerja di kapal. a. Safety commitee meeting
Di atas kapal suatu proses kegiatan Dimana pada meeting tersebut dibahas
kerja sangat dibutuhkan suatu kedisiplinan dan berbagai macam hal yang menyangkut
keterampilan oleh para crew tentang pekerjaan keselamatan kerja, baik di deck maupun di
tersebut. Dalam hal peningkatan kualitas dan kamar mesin.
kedisiplinan kerja dari anak buah kapal dapat b. Working instruction
ditempuh dengan cara pengadaan job training Instruksi yang jelas dan tegas dari
dan mengadakan study perbandingan yang pimpinan mengenai tugas-tugas dari setiap
memadai dan memenuhi syarat atau standar bawahan pada saat sedang bertugas (jaga)
yang baik. yaitu dengan membuat instruksi yang
Mengingat kebanyakan kecelakaan nantinya ditanda tangani oleh setiap ABK
terjadi pada anak buah kapal baru yang belum yang bertugas dan jika ada hal-hal yang
terbiasa bekerja secara aman. Ketidaktahuan kurang dimengerti harus segera ditanyakan
tentang bahaya atau ketidaktahuan cara sebelum dilaksanakan.
mencegahnya dan mengetahui tentang adanya c. Reporting
suatu resiko bahaya tersebut. Adapula tenaga ABK yang bertugas harus segera
kerja baru yang sebenarnya menaruh perhatian melaporkan segala hal yang dijumpai tidak
terhadap adanya bahaya, tapi ia tidak mau pada tempatnya atau pada semestinya

KAPAL, Vol. 13, No.1 Februari 2016 17


kepada atasan agar dapat segera [7]. http://prokum.esdm.go.id/uu/1970/ uu-01-
mengambil tindakan-tindakan penyelesaian 1970. pdf Keselamatan Kerja,Tahun 1970.
terhadap hal tersebut.
[8]. http://www.scribd.com/doc/ 226662481/
5. KESIMPULAN DAN SARAN Analisa- Penyebab-Terjadinya-Kecela
5.1. Kesimpulan kaan-Kerja-Di-Atas-Kapal#scribd
Dengan memperhatikan permasalahan
yang telah diuraikan, maka penulis dapat [9]. http://tuloe.wordpress.com/2009/07/12/
menyimpulkan faktor yang menyebabkan dasar-dasar-kesehatan-dankeselama-tan-
terjadinya kecelakaan kerja adalah rendahnya kerja-k3/ America Society of safety and
Kedisiplinan yang dimiliki oleh para anak buah engineering (ASSE), Kese-lamatan Kerja
kapal (ABK) tentang pentingnya penggunaan & Bahaya.
alat keselamatan kerja masih kurang. Hal ini
dibuktikan berdasarkan hasil penelitian yang [10]. http://www.nakertrans 90.id /
menunjukan bahwa kecelakaan kerja yang Perundangan/ Undang-Undang/ UU.1.
terjadi di MV. CS BRAVE disebabkan oleh 1970.
crew tidak menggunakan alat-alat keselamatan
kerja saat melakukan pekerjaan. [11]. J.D. Dunda, S. K.M, Panduan Medik
Untuk Kapal, Balai Pendidikan dan
5.2. Saran Latihan Pelayaran (BPLP) Ujung Pandang,
Penulis mengajukan saran sebagai 1984
upaya yang dapat direalisasikan dalam usaha
mencapai tingkat keselamatan kerja yang tinggi [12]. Poerwanto, Keselamatan Kerja,
di kapal yaitu Disiplin di kapal harus diterapkan Yayasan Neptune jl. Singasari 2 A
terutama dalam melakukan suatu pekerjaan Semarang, 1987.
harus selalu menggunakan alat-alat keselamatan
kerja yang sesuai dengan standar internasional, [13]. Sugiyono, Dr, statiska untuk penelitian,
sehingga seluruh awak kapal dapat terhindar penerbit alfa beta, bandung, 2009.
dari akibat fatal kecelakaan bekerja.
[15]. Sutiyar, Condr. J.LA. Dage. Thamrin
DAFTAR PUSTAKA Rais/Mar. CH.ENGR, Kamus Istilah
[1]. Badan Diklat Perhubungan, BST, Modul-4, Pelayaran dan Perkapalan, Penerbit
Personal Safety and Social Pustaka Beta.
Responsibility, Departemen Perhubungan,
Jakarta, 2000

[2]. Badan Diklat Perhubungan, International


Safety Management Code, Departemen
Perhubungan, Jakarta, 2006

[3]. Daryanto, Keselamatan Kerja Peralatan


Bengkel Dan Perawatan Mesin, Penerbit
Alfa Beta, 2010

[4]. http://adzwarmudztahid.files. Wordpress


.com /2011/04/mkkk.pdf ILO & WHO
Join Commitee on Occupational health,
Keselamatan dan Kesehatan Kerja,Tahun
1950.
[5]. http://expressclass.blogspot.com/ 2009/ 02/
pengaruh-keselamatan-dan kesehatan.html

[6]. http://www.anneahira.com/teori-
keselamatan-kerja.htmH.W.Heinrich,
kecelakaan kerja.

KAPAL, Vol. 13, No.1 Februari 2016 18