You are on page 1of 4

Aku Ingin Bersedekah

Frans Setiagung No comments

Aku Ingin Bersedekah

Di Bontang, Kalimantan Timur ada sebuah perusahaan kaya raya dengan fasilitas yang luar
biasa bagi karyawannya. Penghasilan para pegawainya berlipat-lipat dibanding dengan
perusahaan swasta maupun nasional lainnya. Tunjangan berupa rumah, mobil, pendidikan
anak bahkan makan pun diberikan. Beberapa kali saya berkunjung ke sana maka saya hanya
berkomentar, "Betapa beruntungnya mereka yang tinggal dan bekerja di tempat ini!" Mereka
hidup di sebuah komplek yang terisolir dari dunia Bontang. Pagar-pagar mereka kokoh
berdiri dan lengkap dengan petugas keamanan yang membuat komplek perumahan itu
terisolir dari dunia luar.
Penghasilan besar yang mereka dapat, -mungkin sebab sulit untuk mendapatkan mustahik-,
maka kewajiban zakat dan sedekah pun barangkali tak tersalurkan. Namun meski demikian
hal yang menjadi hak Allah adalah tetap menjadi hak-Nya. Dimana suatu saat Dia pun akan
menagihnya.

Sore itu saya diminta bersilaturrahmi dengan sebuah majlis taklim kaum ibu di sana. Tema
yang diminta membuat saya berpikir keras untuk mencari referensinya. BEROBAT
DENGAN SEDEKAH!!! "Darimana saya harus memulai...?" saya membatin.

Alhamdulillah atas izin Allah Swt ceramah pengantar yang saya berikan terasa nikmat.
Jangankan untuk mereka kaum ibu yang mendengarkannya, saya sendiri saja merasakan
kenikmatan itu. Rupanya Allah Swt memberi keberkahan pada majlis kami saat itu. Tanpa
terasa saya dapati beberapa 'ilmu ladunni' yang Allah berikan. Sehingga saya belajar saat
mengajar. Menjadi mengerti bersama orang-orang yang mencari pemahaman.

Allah mewariskan ilmu yang diketahui seseorang, asalkan ia mengamalkan ilmu yang sudah
pernah ia ketahui. (Muhammad Saw)

Usai pembicaraan kurang lebih sekitar setengah jam, maka saya menawarkan kepada peserta
majlis untuk bertanya dan berdialog. Di sana rupanya ada seorang ibu berusia lebih dari 40
tahun, sebutlah namanya Reni. Tiba-tiba ia mengacungkan tangan dan ternyata ia bukan
hendak bertanya akan tetapi ia ingin berbagi pengalaman kepada semua peserta yang hadir.
Reni pun memulai kisahnya:

ia dapati kasur dan sprei selalu bersimbah darah. Sepulangnya dari Balikpapan. "AKU INGIN BERSEDEKAH!" Sejumlah uang itu pun ia masukkan ke dalam tas tangan yang Reni bawa. itulah yang dirasakan Reni! Namun pendarahan itu masih tetap saja terjadi. Akhirnya Reni dikuret rahimnya. Dengan susah payah. ia merogoh tas tangannya. Subhanallah. Maka dari Bontang. Ia bawa sejumlah uang dalam jumlah besar. Pesawat telah membawa Reni dan suaminya pergi menuju Balikpapan. Bahkan lebih banyak dari menstruasi rutin. Allah Swt menakdirkan bahwa Reni keguguran. rumah tangga tak terurus. Sungguh ia amat berharap untuk bisa bersedekah kali itu. Izinkan aku untuk bersedekah di hari ini!" Keinginan untuk bersedekah itu membuncah lagi di hati Reni. Maka ia pun kembali lagi ke Balikpapan bersama suaminya untuk berobat ke dokter Yusfa. Cita-cita itu adalah. Hingga tubuh Reni bertambah ringkih. Uang itu bukan ia niatkan untuk bayar biaya pengobatan. . Maka yang terjadi adalah kali itu Reni dikuret lagi. padahal hampir setiap dua hari sekali Reni dan suami terbang Bontang-Balikpapan untuk mengkonsultasikan penyebab pendarahan ini.Kira-kira 17 tahun yang lalu Reni hamil untuk pertama kali. Reni dan suami hanya bisa pasrah dan berharap pertolongan Allah Swt atas musibah ini. akan tetapi ada sebuah cita-cita mulia di sana yang ingin ia wujudkan. tiba-tiba ada seorang pria berpakaian lusuh menyapa Reni dan menjulurkan tangan tanda minta sedekah. Reni bergembira dan yakin bahwa inilah ijabah doa dari Allah Swt. uang tabungan terkuras dan suami tidak bisa bekerja tenang sebab harus sibuk mengurusi Reni. Sejumlah uang yang sudah disiapkan ia berikan ke tangan pengemis itu. Namun ada suara hati yang berbisik pada diri Reni. Reni pun akhirnya tiba di dalam ruang bandara. Reni pun melanjutkan langkahnya bersama suami dan kemudian mereka masuk ke dalam sebuah taksi untuk pergi ke rumah sakit tempat dokter Yusfa berpraktek. Reni & suami terus berdoa kepada Allah Swt agar diberi jalan keluar dari masalah ini. Kejadian ini berlangsung cukup lama. "Ya Allah. datangkan untukku seorang pengemis yang bisa menerima sedekahku. Balikpapan Reni berjalan tertatih dipapah oleh sang suami. Ia panik dan kalut mengatasi hal ini. Reni mendapati dari qubulnya selalu keluar darah dalam jumlah banyak. Pintu keluar bandara sudah dilalui oleh Reni dan suami. Setibanya di bandara Sepinggan. Apalagi bila ia bangun tidur. Sayangnya sang dokter tidak mengerti sebab pendarahan hebat ini. ia pun diantar oleh suaminya pergi ke Balikpapan dengan pesawat untuk berobat ke seorang dokter terkenal di sana bernama Yusfa. Namun tindakan yang diambil oleh dokter Yusfa hanyalah mengkuret rahim Reni. Sakit dan perih. Di dalam hati Reni berdoa kepada Tuhannya. Hingga akhirnya Allah Swt pun mendengar dan mengijabah doa mereka Hari itu Reni dan suami hendak terbang ke Balikpapan untuk berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Sepertinya ada sebuah cobaan besar yang sedang Allah Swt timpakan kepada Reni dan suaminya. Maka pengemis dan suami Reni melongo melihat jumlah uang yang Reni sedekahkan. Tanpa banyak berpikir.

hanya pertolongan Allah saja yang dapat menyelamatkan mereka. Alhamdulillah."Untuk apa uang sebanyak itu kau sedekahkan?!" tanya sang suami.. "Boleh jadi dengan sedekah itu Allah Swt menyembuhkan penyakitku. dan benda ini adalah kanker rahim tersebut. Reni tengah berada di dapur untuk membuat masakan ringan.. "Ibu dan bapak mohon tunggu sebentar di sini. Seperti kali sebelumnya.?!" Subhanalllah. tidak ada jawaban positif dari dokter Yusfa atas penyebab pendarahan yang keluar dari qubul Reni. Rasa ingin buang air itu seperti tak terkendali. bukan berjalan! Begitu pintu terbuka dokter pun berteriak dengan nada keras. Pagi itu adalah jadwal Reni berkonsultasi dengan dokter Yusfa. Dahinya berkerut tanda bahwa ia berpikir keras tentang benda ini. Reni menjawab dengan yakin.. Kejadian aneh kemarin pagi itu diceritakan oleh Reni kepada dokter Yusfa. Kira-kira 20 menit kemudian dokter Yusfa datang sambil berlari. Maka Reni dan suami pun kembali ke Bontang tanpa hasil memuaskan.. Pagi itu..!!! Saya baru mengerti rupanya pendarahan selama ini disebabkan kanker rahim yang ibu alami. saya belum tahu pasti apa penyebabnya" jelas dokter Yusfa. Tiba-tiba terasa olehnya ada sesuatu yang tidak beres di perutnya dan ia pun ingin pergi ke toilet. Dokter Yusfa menerima plastik berisikan benda aneh itu. maka Reni mengambil sebuah kantong plastik kecil dan memasukkannya ke dalam kantong tersebut. Pendarahan hebat masih terus terjadi dari rahim Reni setiap hari. Namun hanya pakaian luar saja yang sempat ia buka. Namun tiba-tiba ia teringat akan kejadian aneh kemarin pagi. Memang di saat-saat seperti ini. Hingga Reni harus berlari sebab khawatir ia tak kuasa menahannya... "Alhamdulillah bu Reni. Merasa aneh dengan segumpal daging itu.... Lalu ia pun merogohkan tangannya ke dalam tas dan mencari-cari plastik kecil berisi segumpal daging penuh darah.. Ia keluarkan plastik kecil itu dan ia sodorkan kepada dokter Yusfa. Ya berlari. Reni berpikir bahwa ia harus menanyakannya kepada dokter Yusfa tentang benda aneh ini. rupanya penyebab pendarahan hebat selama ini adalah sebuah kanker yang . Ia seperti biasa pergi ke Balikpapan didampingi oleh suaminya. Segumpal daging penuh darah itulah rupanya yang membuat Reni terdesak untuk buang air. Hampir saja Reni putus asa dengan keadaan ini.. sedangkan pakaian dalam tak sempat ia tanggalkan. Rupanya ada segumpal daging penuh darah yang keluar dari qubul Reni dan ternyata ia tidak mau buang air. Saya akan pergi ke laboratorium untuk memeriksakan hal ini!" Saat dokter Yusfa pergi meninggalkan ruangannya.. Reni dan suami hanya berharap bahwa dokter Yusfa akan datang membawa sebuah berita gembira untuk mereka.. Atas izin Allah Swt ia kini sudah berada di kamar mandi. Cuma saya hanya mau bertanya bagaimana cara kanker ini bisa gugur dengan sendirinya. "Hingga saat ini. Pa!" Mendapati jawaban seperti itu suami Reni tidak banyak mendebat.. seperti biasa tidak memberikan perkembangan ke arah positif sama sekali. Reni hanya bisa bersabar dan pasrah atas takdir yang telah Allah Swt tetapkan pada dirinya. Konsultasi kali itu. Dan beliau pun berkata.

Akhirnya pendarahan pun terhenti begitu saja. Pertanyaan terakhir dari dokter Yusfa tak mampu dijawab langsung oleh Reni. Namun Reni hanya mampu bersyukur kepada Allah bahwa akhirnya pertolongan itu datang juga untuknya setelah penantian yang cukup lama. Sedekah sungguh sebuah perkara yang mengagumkan. . dan rupanya pertolongan Allah Swt tiba setelah Reni bersedekah dengan sejumlah harta yang sudah ia cita-citakan.tidak dapat terdeteksi.