You are on page 1of 228

1/1/2017

MODUL
ETIKA PROFESI AKUNTAN

Modul 1 Practical Ethical Decision
Making
Memotivasi Perkembangan

Skandal Enron, Arthur Andersen, dan WorldCom menimbulkan
kemarahan publik, runtuhnya pasar modal, dan akhirnya Sarbanes-Oxley Act
2002, yang membawa reformasi tata kelola tersebar luas. Skandal
perusahaan berikutnya yang melibatkan Adelphia, Tyco, Health-South, dan
lainnya mengingatkan kita untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat
bahwa eksekutif perusahaan dapat membuat keputusan yang lebih baik, dan
harus melakukannya untuk mempertahankan profitabilitas dan kelangsungan
hidup perusahaan mereka. Kasus pengadilan berikutnya serta denda terkait,
hukuman penjara, dan penyelesaiannya menekankan pada keputusan untuk
mengurangi kekebalan terhadap tindakan hukum

Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Etis

Sebagai respon terhadap keputusan yang dapat dipertahankan secara etis,
makalah ini menyajikan kerangka kerja yang praktis, komprehensif, dan
beraneka ragam untuk pengambilan keputusan etis. Kerangka ini
menyertakan persyaratan tradisional untuk profitabilitas dan legalitas, serta
persyaratan yang akan ditampilkan filosofis secara penting dan yang baru ini
dituntut oleh pemangku kepentingan. Hal ini dirancang untuk meningkatkan
pertimbangan etis dengan menyediakan:

• Pengetahuan dalam mengidentifikasi dan menganalisis isu-isu penting
yang harus dipertimbangkan dan pertanyaan atau tantangan yang harus
diungkap.
• Pendekatan untuk menggabungkan dan menerapkan faktor keputusan
yang relevan ke dalam tindakan praktis.

Kerangka kerja pengambilan keputusan etis (ethical decission making-EDM)
menilai etikalitas keputusan atau tindakan yang dibuat terkena dampak:
1|www.hidayatkampai.com

• Konsekuensi atau kekayaan yang dibuat dalam hal keuntungan bersih
atau biaya
• Hak dan kewajiban terkena dampak
• Kesetaraan yang dilibatkan
• Motivasi atau kebijakan yang diharapkan

Pendekatan Filosofis --- Sebuah Ikhtisar: Konsekuensialisme
(Utilitarianisme), Deontologi, dan Etika Kebajikan

Dorongan untuk meningktkan pendidikan etika dan EDM karena skandal
Enron, Arthur Andersen, dan WorldCom, serta reformasi tata kelola,
AACSB Ethics Education Task Force (2004) menghimbau para
mahasiswa bisnis untuk mengenali tiga pendekatan filosofis untuk
pengambilan keputusan etis: konsekuensialisme (utilitarianisme),
deontologi, dan etika kebajikan. Masing-masing dari tiga pendekatan
memberikan kontribusi yang berbeda-beda dalam
menghasilkan pendekatan yang berguna dan dapat dipertahankan untuk
pengambilan keputusan etis dalam bisnis atau kehidupan pribadi. Namun,
karena beberapa prinsip dan teori filosofis bertentangan dengan aspek lain
dan tampak berntentangan dengan praktik bisnis yang dapat diterima,
khususnya dalam beberapa budaya sudut pandang (pertimbangan) yang
ditunjukkan oleh ketiga pendekatan filsafat untuk menentukan etikalitas
suatu tindakan, dan panduan pilihan yang harus dibuat

Konsekuensialisme, Utilitarianisme, atau Teleologi

Konsekuensialisme bertujuan untuk memaksimalkan hasil akhir dari
sebuah keputusan. Bagi mereka, kebenaran dari suatu perbuatan
bergantung pada konsekuensinya. Pendekatan ini sangat penting bagi
keputusan etis yang baik dan pemahaman itu akan menjadi bagian dari
pendidikan sekolah bisnis terakreditasi AACSB di masa depan. Menurut
AACSB, pendekatan konsekuensialis mengharuskan pelajar untuk
menganalisis keputusan dalam hal kerugian dan manfaatnya bagi
pemangku kepentingan dan untuk mencapai sebuah keputusan yang
menghasilkan kebaikan dalam jumlah besar.

2|www.hidayatkampai.com

Konsekuensialisme berpendapat bahwa sebuah perbuatan benar secara
moral jika dan hanya jika tindakan tersebut mampu memaksimalkan
kebaikan bersih. Dengan kata lain, tindakan dan sebuah keputusan akan
menjadi etis jika konsekuensi positif lebih besar dari konsekuensi
negatifnya.

Utilitarianisme klasik yang terkait dengan utilitas secara keseluruhan
mencakup keseluruhan varian, oleh karena itu hanya dari manfaat parsial
dalam pengambilan keputusan etis dalam konteks sebuah bisnis,
professional, atau organisasi. Konsekuensialisme mengacu pada
subbagian dari varian yang didefinisikan untuk menghindari pengukuran
yang salah atau permasalahan lain, atau dalam rangka membuat proses
menjadi lebih relevan dengan tindakan, keputusan, atau konteks yang
terlibat. Oleh karena konsekuensialisme dan utilitarianisme berfokus pada
hasil atau akhir dari suatu tindakan, teori-teori tersebut sering dianggap
sebagai teleologis

Deontologi

Deontologi berbeda dari konsekuensialisme, dalam artian bahwa
deontologis berfokus pada kewajiban atau tugas memotivasi keputusan
atau tindakan, bukan pada konsekuensi dari tindakan. Etika deontologi
mengambil posisi bahwa kebenaran bergantung pada rasa hormat yang
ditunjukkan dalam tugas, serta hak dan keadilan yang dicerminkan dari
tugas-tugas tersebut. Akibatnya, suatu pendekatan deontologis
mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan tugas, hak, serta
pertimbangan keadilan dan mengajarkan para mahasiswa untuk
menggunakan standar moral, prinsip, dan aturan-aturan sebagai panduan
untuk membuat keputusan etis yang terbaik.

Penggunaan pendekatan yang sama juga dapat menghasilkan rasa
hormat terhadap hak asasi manusia dan perlakuannya yang adil bagi
semua. Hal ini dapat dicapai dengan mengadopsi posisi bahwa seseorang
harus memenuhi kewajiban atau tugas yang menghormati moral atau hak

3|www.hidayatkampai.com

kepentingan. dan deontologi menggunakan tugas. Tiga kebajikan penting atau kebajikan cardinal lainnya adalah keberanian. integritas. pribadi yang terkendai. dan kesedrhanaan. suatu sifat atau watak yang biasa anda tunjukka dalam. kesederhanaan. belas kasih.com . Individu dianggap sebagai akhir daripada sebagai sarana untuk mencapai akhir atau tujuan. hal tersebut juga dapat dicapai jika para individu bertindak dengan kepentingan pribadi yang terkendali daripada kepentingan pribadi semata. dan keadilan. Kebijaksanaan adalah kunci kebajikan dalam menentukan pilihan yang tepat diantara pilihan-pilihan yang ekstrem. Tanggung jawab khususnya kesalahan atau layak dianggap salah baik moralitas dan hukum. Etika Kebajikan Konsekuensialisme menekankan konsekuensi dari sebuah tindakan. kerendahan hati. hak. dan prinsip-prinsip sebagai panduan untuk memperbaiki prilaku moral sedangkan etika kebajikan berkaitan dengan aspek yang memotivasi karakter moral yang ditunjukkan oleh para pengambil keputusan. asasi manusia dan hukum atau kontrak. Watak lain yang sering disebut sebagai kebajikan meliputi: kejujuran.tetapi sesuatu yang biasanya atau selalu anda tunjukkan‖. sehingga merekamenjadi tertanam/melekat dan bisa menjadi referensi yang konsisten. Kebajikan harus selalu ditanamkan sepanjang waktu. 4|www. Lebih jauh lagi. kesetaraan. ketidakberpihakan. Di bawah kepentingan pribadi yang terkendali. itu adalah bagian dari karakter anda. ―jika anda memiliki kebajikan. kepentingan individu juga diperhitungkan dalam keputusan dimana kepentingan tersebut tidak dapat diabaikan atau dikesampingkan. memiliki dua dimensi: actus reus (tindakan yang salah) dan mens rea (pikiran yang salah) Kebajikan adalah karakter yang membuat orang bertindak etis dan membuat orang tersebut menjadi manusia yang bermoral. Hal ini bukan hanya sesuatu yang dapat anda tnjukkan. Untuk ahli etika kebajikan memiliki kebajikan adalah persoalan derajat. kemurahan hati.hidayatkampai.

sebagai contoh. maka anda harus bertindak atau memutuskan.com . penilaian.hidayatkampai. termasuk bahwa: • Interprestasi kebajikan adalah hal yang sensitive terhadap budaya • seperti juga penafsiran dari apa yang dibenarkan atau yang benar. etika kebajikan berkaitan dengan proses pengambilan keputusan yang menggaubungkan kepekaan moral. Ada beberapa keraguan tentang kekuatan etika kebajikan sebagai pendekatan untuk EDM. Kritik lainnya yang relevan. dan keluarga anda meyadari hal itu. imajinasi. • Persepsi seseorang tentang apa yang benar pada tingkat tertentu dipengaruhi oleh ego atau kepentingan pribadi Sniff Tests dan Aturan Praktis Umum– Tes Awal Etikalitas Sebuah Keputusan Pendekatan filosofi memberikan dasar bagi pendekatan keputusan praktis dan bantuan yang berguna. dan beberapa mengklaim bahwa hal ini tidak mengarah pada prinsip-prinsip EDM yang mudah digunakan. persepsi. meskipun sebagian besar eksekutif dan akuntan professional tidak menyadari bagaimana dan mengapa demikian. Etika intuisi: lakukan apa yang ―firasat anda‖ katakana untuk anda lakukan. 5|www. teman. • Sniff Test Untuk Pengambilan Keputusan Etis Akankah sya merasa nyaman jika tindakan atau keputusan ini muncul dihalaman depan surat kabar nasional besok pagi? Akankah saya bangga dengan keputusan ini? Akankah ibu saya bangga dengan keputusan ini? Apakah tindakan atau keputusan ini sesuai dengan misi dank ode etik perusahaan? Apakah hal ini terasa benar bagi saya? • Aturan Praktis Untuk Pengambilan Keputusan Etis Golden Rule: Perlakuan orang lain seperti anda ingin diperlakukan Peraturan pengungkapan: jika anda merasa nyaman dengan tindakan atau keputusan setelah bertanya pada diri sendiri apakah anda akan keberatan jika semua rekan.

Analisis Dampak Pemangku Kepentingan– Perangkat Komprehensif untuk Menilai Keputusan dan Tindakan Gambaran Umum Sejak john stuart mill mengembangkan konsep utilitarianisme pada tahun 1861. evaluasi ini sebelumnya didasarkan pada dampak keputusan itu terhadap kepentingan pemilik perusahaan atau pemegang saham. pemerhati lingkungan. Bagi kebanyakan pengusaha. seperti karyawan. dan pemerintah yang memiliki kepentingan atau interes dalam hasil 6|www. masyarakat lokal. Pertama. kreditor. Etika profesi: lakukan hanya apa yang bisa anda jelaskan didepan komite dari rekan-rekan professional anda.hidayatkampai. konsumen.com . diadopsi oleh orang lain. kecuali prinsip-prinsip tersebut dapat. Biasanya dampak tersebut telah diukur dalam bentuk keuntungan atau kerugian yang timbul. suatu pendekatan yang diterima untuk penilaian keputusan dan tindakan yang dihasilkan telah dipakai untuk mengevaluasi atau konsekuensi dari tindakan. Prinsip Utilitarian: lakukan ―yang terbaik untuk jumlah terbesar Prinsip kebajikan: lakukan apa yang menujukkan kebajikan yang diharapkan. tanpa adanya inkonsistensi. karena laba telah menjadi ukuran tingkat kebaikan yang ingin di maksimalkan oleh para pemegang saham. hak-hak dan klaim dari mayoritas kelompok bukan pemegang saham. asumsi bahwa semua pemegang saham hanya ingin dimaksimalkan keuntungan jangka pendek tampaknya merupakan fokus yang terlalu sempit. Imperatif Kategoris: jangan mengadopsi prinsip-prinsip tindakan. Kedua. pemasok. Pandangan tradisional mengenai akuntabilitas perusahaan baru-baru ini telah dimodifikasi menjadi dua cara.

Keputusan akan menghasilkan distribusi yang adil antara manfaat dan beban 7|www. cenderung tidak mau memaksa mengeluarkan laba tahun berjalan jik itu berarti merugikan lingkungan atau hak-hak pemangkun kepentingan lainnya.Kepentingan mereka harus menjadi lebih baik sebagai akibat dari keputusan tersebut. Perusahaan menemukan bahwa di masa lalu mereka telah secara sah dan pragmatis bertanggung jawab kepada pemegang saham. Eksekutif dan direktur yang melihat jauh kedepan menginginkan kekhawatiran ini diperhitungkan sebelum pemangku kepentingan yang tersinggung harus mengingatkan mereka. Mereka percaya pada pengelolaan perusahaan secara lebih luas dari pada keuntungan jangka pendek. Biasanya. memaksimalkan keuntungan dalam jangka wakyu lebih dari satu tahun membutuhkan hubungan yang harmonis dengan sebagian besar kelompok pemangku kepentingan dan kepentingan mereka. serta kelompok pemangku kepentingan. Kepentingan Dasar Para Pemangku Kepentingan Untuk mempermudah proses. Investor etis dan investor lainnya. seperti berikut: 1. tetapi mereka juga makin bertanggung jawab kepada para pemangku kepentingan. 2. telah diselaraskan dengan status dalam pengambilan keputusan perusahaan.hidayatkampai. keputusan atau pada perusahaan itu sendiri. maka sangat baik untuk mengidentifikasi dan mempertimbangkan serangkaian kepentingan para pemangku kepentingan pada umumnya atau kepentingan dasar agar digunakan untuk memfokuskan analisis dan pengambilan keputusan pada dimensi etika. Asumsi dari kelompok pemegang saham monolitis yang hanya tertarik pada keuntungan jangka pendek sedang mengalami perubahan karena perusahaan modern menyatakan pemegang saham mereka juga terdiri atas orang-orang dan investor institusi awal yang tertarik pada horizon waktu jangka panjang dan bagaimana bisnis dilakukan secara etis.com .

atau meninggung hak pemangku kepentingan termasuk ekspetasi yang wajar untuk perilaku bajik. integritas. bahkan jika beberapa individu secara pribadi menerima efek yang buruk. Modifikasi ini menunjukkan pergeseran dari utilitarianisme menjadi konsekuensilianisme. termasuk hak pengambilan keputusan. Memang 8|www.Keputusan seharusnya tidak menyinggung salah satu hak setiap pemangku kepentingan. tidak adil. Di masa inflasi. kepentingan dasar ini harus didukung dengan kenyataan yang dihadapi oleh pengambil keputusan.hidayatkampai. Laba Laba merupakan dasar untuk kepentingan pemegang saham dan sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kesehatan perusahaan kita. Dalam syarat pemangku untuk perdagangan dan untuk memahami bahwa keputusan bisa meningkatkan kekayaan semua pemangku kepentingan sebagai kelompok. 3. kepentingan dasar ini harus dimidifikasi untuk berfokus pada kekayaan pemangku kepentingan dari pada hanya perbaikan mereka. dan biasanya menghasilkan diagnosis yang salah. Keputusan yang tidak menunjukkan karakter. pengukuran laba dikembangkan dengan baik dan hanya dibutuhkan beberapa pendapat tentang penggunaannya dalam pengambilan keputusanetis.com . Nilai pertama berasal dari konsekuensialisme. Untungnya. Akibatnya. Pengujian terhadap keputusan yang diusulkan dengan satu prinsip saja jelas picik. ketiga. Setelah fokus pada perbaikan telah beralih menjadi kekayaan. nilai kedua. kebuthna untuk menganalisis dampak keputusan dalam kaitannya dengan empat kepentingandasar menjadi jelas. dan keempat dari deontologi dan etika kebajikan. atau keberanian yang diharapkan akan dicurigai(secara etis) oleh para pemangku kepentingan. 4.Perilaku yang dihasilkan harus menunjukkan tugas yang diterima sebaik- baiknya. keputusan yang diusulkan dapat dinyatakan tidak etis jika tidak memberikan manfaat bersih. laba merupakan hal yang penting untuk menggantikan inventori pada harga tinggi yang diperlukan. Pengukuran Dampak yang Dapat Diukur 1. Untuk tingkat tertentu.

dan beberapa dampak penting tidak terungkap dalam penentuan laba. perusahaan. benar. Kedua kondisi ini dapat diperbaiki dalam bagian berikut. Masalahnya adalah bahwa baik keuntungan maupun biaya beberapa dampak negatif. 2. dan tentunya akan menarik untuk memasukkan perkiraan manfaat yang terlibat dalam keseluruhan evaluasi keputusan yang diusulkan. Sering kali. biaya pembersihan biasanya dikeluarkan oleh individu. tetapi ketika manfaatnya dinikmati oleh orang-orang diluar perusahaan. Untuk melihat gambaran lengkap tentang dampak dari sebuah keputusan. tetapi mereka harus dimasukkan dalam penilaian secara keseluruhan.com . Produk yang Tidak Termasuk dalam Laba: Tidak Dapat Langsung Diukur Eksternalitas lain muncul ketika biaya tersebut dimasukkan dalam penentuan laba perusahaan. bahwa keuntungan merupakan ukuran jangka pendek. ketika sebuah perusahaan melakukan pencemaran. dapat diukur secara langsung. seperti berkurangnya kesehatan yang diderita orang karena menyerap polusi. laba atau rugi yang muncul dari transaksi harus dimodifikasi oleh eksternalitas yang ditimbulkannya. atau kota yang terletak di hilir atau arah angin.hidayatkampai. Sumbangan atau beasiswa adalah contoh eksternalitas. Produk yang Tidak Termasuk dalam Laba: Dapat Langsung Diukur Ada dampak dari keputusan perusahaan dan kegiatan yang tidak dimasukkan dalam penentuan laba perusahaan yang menyebabkan dampak. 3. perusahaan yang mengabaikan eksternalitas menyadari bahwa mereka telah meremehkan biaya sebenarnya dari keputusan saat muncul denda dan biaya pembersihan. bagaimanapun. Sebagai contoh. Biaya tersebut disebut sebagai eksternalitas. dan dampaknya dapat diukur langsung oleh biaya pembersihan yang dilakukan oleh orang lain. atau muncul pemberitaan yang kurang baik. Meskipun tidak mugkin untuk mengukur eksternalitas tersebut secara 9|www.

dalam contoh sebelumnya. langsung. Hal ini ditangani secara paralel dengan analisis penganggaran modal. 4. tidak ada perkiraan yang dibuat untuk keuntungan intelektual dari pendidikan yang dibiayai oleh beasiswa atau rasa sakit dan penderitaan yang dihadapi sebagai akibat dari hilangnya kesehatan. Keakuratan estimasi bergantung pada kemiripan ukuran dengan bayangan cermin. Pada kasus beasiswa. daripada membuat keputusan atas dasar tindakan langsung yang diukur dengan tepat hanya sebagian kecil dari dampak keputusan yang diusulkan. c o m . eksekutif yang telah belajar keras untuk tetap berfokus pada keuntungan jangka pendek akan menolak gagasan untuk memasukkan eksternalitas dalam analisis mereka. bahwa perkiraan yang ada akan mengecilkan dampak yang terlibat. di mana nilai-nilai masa depan didiskontokan pada tingkat bunga yang mencerminkan tingkat suku bunga yang diharapkan di masa mendatang. Bagaimanapun. Membawa Masa Depan ke Masa Kini Teknik untuk membawa dampak keputusan masa depan ke dalam analisis tidak sulit. jauh lebih baik jika membuat estimasi yang akurat secara umum. pengganti keuntungan dapat berupa peningkatan laba yang diperoleh oleh penerima. ada kemungkinan untuk mengukur dampak tidak langsung dengan menggunakan alternatif pengganti atau bayangan cermin. Pendekatan nilai bersih masa kini: Nilai Bersih Masa Kini = Nilai Keuntungan Bersih Masa Kini – Nilai Biaya Masa Kini Usulan Tindakan Sering kali. Meskipun demikian. 10 | w w w . bagaimanapun. Pendekatan ini ditunjukkan sebagai bagian dari analisis biaya- manfaat (ABM) dalam Brooks (1979). h i d a y a t k a m p a i . Nilai kerugian dari berkurangnya kesehatan dapat diperkirakan sebagai pendapatan yang hilang ditambah biaya perlakuan medis ditambah dengan produktivitas yang hilang di tempat kerja sebagaimana diukur dengan biaya penambahan pekerja. Ada kemungkinan.

berbagai teknik telah dikembangkan untuk memasukkan ketidakpastian ini ke dalam analisis keputusan yang diusulkan. 5. Namun. h i d a y a t k a m p a i . dan dapat diterapkan di mana hasil berisiko ditemukan dalam kerangka berikut: Nilai yang Diharapkan dari Manfaat Bersih atau yang = Nilai Masa Kini yang Diharpkan .Nilai Masa Kini dari Biaya Masa Datang Disesuaikan dengan Risiko 6. yang ditambahkan oleh eksternalitas yang didiskontokan ke masa sekarang dan difaktorkan oleh resiko hasil. tetapi mereka juga mempertimbangkan dampak bahwa eksternalitas saat ini memiliki kesempatan besar dalam memengaruhi perusahaan baru di masa depan. Semua ini merupakan nilai-nilai yang diharapkan. ada perkiraan yang tidak pasti. dan perkiraan terbaik). Sebagai contoh. pesimis. Pendekatan baru ini disebut sebagai analisis risiko- manfaat (RBA). atau nilai-nilai yang diharapkan. c o m . lebih berguna dalam menilai keputusan yang diusulkan jika dibandingkan 11 | w w w . Menangani Ketidakpastian Hasil Sama seperti dalam analisis penganggaran modal. yang merupakan kombinasi dari nilai dan kemungkinan terjadinya. analisis dapat didasarkan pada perkiraan terbaik. Hal ini biasanya dinyatakan sebagai berikut: Nilai Hasil yang Diharapkan = Nilai Hasil x Kemungkinan Terjadinya Hasil Keuntungan dari rumusan nilai yang diharapkan ini adalah kerangka kerja analisis biaya-manfaat dapat dimodivikasi untuk menyertakan risiko yang terkait dengan hasil. Apa yang diperkenankan pada analisis biaya-manfaat bagi pembuat keputusan adalah untuk membawa manfaat dan biaya masa depan ke masa kini agar dapat dianalisis secara lebih lengkap dari sebuah keputusan. di mana dikembangkan dari sebuah simulasi komputer. dalam tiga kemungkinan (paling optimis. apa yang dianjurkan di sini bukan berarti mereka meninggalkan keuntungan jangka pendek sebagai sebuah ukuran. Identifikasi dan Peringkat Pemangku Kepentingan Pengukuran laba.

Dalam situasi ini. ada beberapa alasan. fauna. pemerintah atau cara yang lain. nilai – nilai yang termasuk dalam ABM atau RBA dapat ditimbang. dan Wood (1997) menyatakan bahwa pemangku kepentingan dan kepentingan mereka dinilai dalam tiga dimensi : Legitimasi atau hak hukum dan/atau moral untuk mempengaruhi organisasi. Mitchell. dengan hanya darikeuntungan saja. h i d a y a t k a m p a i . termasuk dampak dari tindakan yang diusulkan pada kehidupan atau kesehatan pemangku kepentingan. serta apresiasiyang penuh terhadap signifikansi dampaknya pada posisi masing – masing. kekuatanuntuk memengaruhi organisasi melalui media. atau habitat kita. Di samping itu. Peringkat pemangku kepentingan dan dampak yang terjadi atas mereka bergantung pada ketahanan situasional mereka dalam menahan dampak juga digunakan ketika dampak yang tidak bisa diukur sedang dipertimbangkan. Analisis semacam ini memaksa pertimbangan terhadap dampak yang dianggap sangat merusak (khususnya untuk pemangku kepentingan 12 | w w w . Bahkan. Ketika penambahan manfaat sederhana dan biaya tidak sepenuhnya mencerminkan pentingnya pemangku kepentingan atau dampak yang terlibat. kesehatan. atau nilai bersih sekarang dapat dibuat peringkat sesuai dengan dampak yang dibuat pada pemangku kepentingan yang terlibat. Agle. atau lingkungan kita yang lebih berada pada ambang bahaya atau kepunahan. serta urgensi (urgensitas) yang dirasakan nyata dari persoalan yang muncul. Biasanya. manfaat dari analalisis dampak pemangku kepentingan bergantung pada identifikasi penuh semua pemangku kepentingan dan kepentingan mereka. Kekuatan keuangan yang relatif tidak hanya memberikan alasan untuk membuat peringkat kepentingan para pemangku kepentingan. membuat isu – isu ini sebagai prioritas utama sering kali justru akanmemicu adanya pemikiran ulang terhadap tindakan yang menyinggung agar diperbaii dengan menghilangkannya. c o m . atau pada beberapa aspek flora. Namun demikian. masyarakat mempunyai prasangka buruk pada perusahaanyang mengambil keuntungan atas kehidupan.

ditambah eksternalitas (dengan kata lain. sehingga jika seorang eksekutif memutuskan untuk terus maju dengan rencana suboptimal. Kesehatan dan Keselamatan 13 | w w w . keputusan akan dianggap tidak etis kecuali jika dipandang wajar oleh semua pemangku kepentingan 2. eksternal) terdahulu.B. Kehidupan b. Keadilan di Antara Para Pemangku Kepentingan Kepedulian atas perlakuan yang telah adil telah menjadi perhatian masyarakat baru – baru ini mengenai isu – isu seperti diskriminasi terhadap perempuan dan hal lainnya yang menyangkut perekrutan. Analisis Biaya- Manfaat/ABM) C. hal ini tidak selalu terjadi.A. promosi. Logika menunjukkan bahwa klaim dari tiga lingkaran yang saling tumpang tindih (yaitu sah dan/atau dianggap sah. ditambah probabilitas hasil (dengan kata lain. setidaknya kerugian potensial akan dikenali. dan pembayaran. Akibatnya. Pemangku kepentingan individu maupun kelompok umumnya berharap dapat menikmati hak– hak sebagai berikut : a. dan hak si pembuat keputusan. darurat. Pendekatan untuk Mengukur Dampak yang Dapat Dihitung dari Keputusan yang Diajukan A. dan dipegang oleh penguasa) akan selalu menjadi yang paling penting. Hak Pemangku Kepentingan Sebuah keputusan hanya akan dianggap etis jika dampaknya tidak menggagu hak para pemangku kepentingan.Hanya laba atau rugi B. dan akhirnya dianggap mempunyai legitimasi. h i d a y a t k a m p a i .ABM atau RBA ditambah peringkat pemangku kepentingan Penilaian Dampak yang Tidak Dapat Dikuantifikasi 1. c o m . Namun. Analisis Risiko- Manfaat/RBA) D. Klaim yang mendesak dari pemangku kepentingan lain dapat menjadi yang paling penting jika mereka mengumpulkan lebih banyak dukungan dari penguasa dan mereka yang mempunyai klaim yang sah.

sifat kebajikan atau karakter yang diharapkan di era akuntabilitas pengku kepentingan modern. c. keadilan. Penting untuk diakui. Kebebasan berbicara Beberapa hak ini telah dilindungi undang – undang dan peraturan hukum. Harga diri dan privasi f. atau terjadi dalam situasi perusahaan. bahwa ketika masing-masing pendekatan berhubungan dengan perkembangan deontologist terhadap dampak pada hak-hak. pendekatan mungkin digabungkan kedalam penyesuaian pendekatan gabungan yang dirancang khusus untuk dapat mengatasi situasi tertentu dengan baik. velasquez. dan Pastin untuk memasukkan penilaikan tentang 14 | w w w . tidak ada yang secara khusus memasukkan kajian mendalam tentang motivasi bagi keputusan-keputusan yang terlibat. Memilih pendekatan yang paling berguna bergantung pada apakah dampak keputusan bersifat jangka pendek jika dibandingkan dengan jangka panjang. melibatkan eksternalitas dan probabilitas. Diskusi dari tiga pendekatan tradisional akan dibahas kemudian. karyawan dan konsumen dilindungi undang–undang kesehatan dan keselamatan. Suatu analisis etika yang konprehensif harus keluar dari model tradisional Tucker. Penggunaan hati nurani e. c o m . Sebagai contoh. sedangkan yang lain ditegakkan melalui hukum umum atau melalui sanksi publik bagi yang melanggar. Perlakuan adil d. dan tugas-tugas yang diharapkan. h i d a y a t k a m p a i . sedangkan martabat dan privasi dilindungi hukum umum. dan efek jera menjadi subjek dari sanksi publik Analisis Dampak Pemangku Kepentingan: Pendekatan Tradisional Pengambilan Keputusan Beberapa (pendapat) telah dikembangkan yang memanfaatkan analisis dampak pemangku kepentingan untuk menyediakan panduan tentang etikalitas tindakan yang diajukan pada pengambil keputusan.

Jika respons negatif timbul (atau lebih dari satu) ketika semua lima pertanyaan diajukan/dipertanyakan. ada kemungkinan kan terjadi kekecewaan atau balas dendam. Pastin mengusulkan agar dilakukan pemeriksaan terhadap keputusan atau tindakan dimasa lalu. motivasi. kebijakan. Bahkan. Apabila proses revisi berhasil. maka pengambil/pembuat keputusan dapat mencoba untuk merevisi tindakan yang diusulkan untuk menghapus dan/atau mengimbangi jawaban negatif itu. Pendekatan Standar Moral Tradisional Pendekatan standar moral untuk analisis dampak pemangku kepentingan membangun secara langsung atas tiga kepetingan mendasar dari para pemangku kepentingan yang diidentifikasi. Tiga kepentingan tersebut antara lain utilitarian. dan keadilan Pendekatan Pastin Tradisional Pastin menggunakan konsep etika aturan dasar untuk menangkap gagasan bahwa individu dan organisasi memiliki aturan-aturan dasar untuk nilai-nilai fundamental yang mengatur perilaku mereka atau perilaku yang diharapkan. dan melindungi para pembuat keputusan. maka usulan menjadi etis. jika tidak ad a tanggapan negatif ketika pertanyaan ditanyakan diawal. hak-hak individu. proposal harus ditinggalkan karena tidak etis. Ia menyebut 15 | w w w . mengatur komitmen organisasi secara benar atas proposal.dan karakter yang ditampikan dibandingkan dengan yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan. sebuah upaya harus dilakukan untuk memperbaiki tindakan yang diusulkan menggunakan lima pertanyaan sebagai panduan. Untuk memahami aturan dasar yang berlaku. hal ini dapat menyebabkan pemberhentian atau pemutusan kerja seorang pegawai yang bertindak tanpa memahami dengan baik aturan dasar etika organisasi tempat dia bekerja. Pendekatan 5 Pertanyaan Tradisional Keputusan yang diusulkan ditantang dengan mengajukan semua pertanyaan. Sayangnya. Jika tidak. h i d a y a t k a m p a i . c o m . Jika keputusan dianggap menyinggung nilai-nilai ini.

Untungnya. Pendekatan analisis dampak pemangku kepentingan yang digunakan harus memberikan pemahaman tentang 16 | w w w . keadilan. pendekatan ini sebagai rekayasa balik sebuah keputusan . masalah etika akan muncul yang mungkin tidak sesuai dengan salah satu pendekatan yang telah diuraikan. Namun. dan apa nilai-nilai mereka sebenarnya. Memperluas dan Memadukan Pendekatan Tradisional Dari waktu ke waktu. Mungkin pula. Sebagai contoh. dan rekayasa balik menawarkan cara untuk melihat. deotologi. anaisis biaya-manfaat dapat diganti atau ditambahkan untuk memperkaya pendekatan tersebut. melalui tindakan-tindakan mereka dimasa lalu. dan harus selalu diingat untuk menginformasikan dan memperkaya. untuk memastikan bahwa masing-masing bidang kebaikan. isu yang diangkat oleh permasalahan etika dapat diperiksa dengan pendekatan 5 pertanyaan. analisis ketika mengguanakan tiga pendektatan dampak pemangku kepentingan. dan dampaknya terhadap hak-hak individu telah diperiksa dalam analisis yang komprehensif-jika tidak. kecuali jika ada dampak jangka panjang yang signifikan atau hal lain yang lebih membutuhkan analisis biaya-manfaat dari pada keuntungan sebagai pertanyaan tingkat pertama. konsep etika aturan dasar dapat dipindahkan kependekatan non-Pastin. jika diperlukan dalam keputusan yang berhubungan dengan keadaan perusahaan. Pastin menunjukan bahwa individu sering dibatasi (secara sukarela maupun tidak) dalam mengungkapkan nilai-nilai mereka. dan ektika kebajikan merupakan landasan. Harus hati-hati ketika memperluas dan menggabungkan pendekatan yang ada. keputusan akhir kemungkinan salah. c o m . karena dilakukan usaha untuk membongkar pengambilan keputusan masa lalu selain untuk melihat bagaimana dan mengapa keputusan tersebut dibuat. h i d a y a t k a m p a i . Pendekatan Filosofis dan Analisis Dampak Pemangku Kepentingan Pendekatan filosofis konsekuensialisme.

akan sangat bijaksana jika menyertakan penilaian etika kebajikan yang diharapkan sebagai langkah terpisah dalam setiap proses EDM untuk memperkuat tata kelola dan sistem manajemen risiko serta menjaga dari keputusan tidak etis dan berorientasi jangka pendek. Dilihat pada karyawan yang terus-menerus membuat keputusan 17 | w w w . Namun. Apabila suatu tugas fidusia merupakan utang kepada pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya dimasa depan. seperti yang terlihat dalam skandal yang baru-baru ini terjadi. dan Sifat Karakter Suatu analisis etika yang komperhensif harus melebihi pendekatan tradisional Tucker. Sifat karakter. akuntan dan pengacara yang terlibat dalam Enron. h i d a y a t k a m p a i . dan karakter yang terllibat dalam perbandingan dengan apa yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan. dan keadilan yang terlibat dalam keputusan atau tindakan yang penting untuk analisis etika yang tepat dari motivasi. Pada analisis yang efektif dan koperhensif terhadap etikalitas suatu keputusan atau tindakan yang diusulkan. WorldCom. keberanian. Memodifikasi Pendekatan Tradisional Analisis Dampak Pemangku Kepentingan: Menilai Motivasi. arthurandersen. keputusan yang dibuat oleh eksekutif perusahaan. Intinya adalah mereka lupa mempertimbangkan kebajikan dan tugas secara tepat yang seharusnya mereka tunjukkan. dan karakter yang diharapkan. hak. kewajiban. Adephia. Tyco. bukan oleh kepentingan pribadi yang berfokus pada kebaikan semua orang. profesionalisme. kebajikan. c o m . Jika mereka mengenalinya. kebajikan. Kebijakan yang diharapkan. seperti integritas. fakta-fakta. Velasquez. dan sebaliknya. Dalam peninjauan kembali (retrospect). pendekatan-pendekatan filosofis tradisonal harus meningkatkan model pemangku kepentingan. dan pastin untuk menggabungkan penilaian tentangmotivasi. dan lain-lain mungkin telah menghindari tragedi pribadi dan organisasi yang terjadi. Beberapa eksekutif dimotivasi oleh keserakahan. para pengambil keputusan di masa lalu tidak mengenali pentingnya harapan pemangku kepentingan akan kebajikan. dan seterusnya tidak diperhitungkan dengan pantas.

bahkan jika konsekuensi hasil adalah benar dapat menimbulkan risiko tata kelola yang tinggi. termasuk pengambil keputusan 18 | w w w . dan yang lainnya tersesat oleh sistem insetif yang salah. Apakah motivasi pengambil keputusan cenderung etis atau tidak. Terdapat banyak contoh dimana eksekutif yang hanya termotifasi oleh keserakahan tergelincir ke dalam praktik tidak etis. tugas atau deontologi Keputusan yang diusulkan tidak menyinggung hak para pemangku kepentingan. Pertimbangan Uraian Konsekuensialisme Keputusan yang diusulkan akan menghasilkan keuntungan lebih besar dari biaya Hak-hak. untuk alasan yang salah. Pemantauan ekternal tidak mungkin menangkap semua keputusan sebelum pelaksanaan. Penilaian Etis Motivasi dan Perilaku Proses penilaian dampak pemangku kepentingan menawarkan kesempatan untuk menilai motivasi yang mendasari keputusan atau tindakan yang diusulkan. dan organisasi harus meminta akuntabilitas dari karyawan atas harapan itu melalui mekanisme tata kelola. Akibatnya para pembuat keputusan harus mempertimbangkan motivasi dan perilaku yang diharapkan oleh para pemangku kepentingan dalam pendekatan EDM komperhensif. c o m .Motivasi yang didasarkan pada kepentingan pribadi yang terlalu sempit dapat menghasilkan keputusan yang tidak etis ketika pedoman diri dan pengawasan eksternal yang pantas tidak mencukupi. h i d a y a t k a m p a i . maka penting bagi semua karyawan untuk memahami motivasi yang luas akan membela kepentingan diri dan organisasi mereka dari perspektif pemangku kepentingan.

dalam rangka untuk memastikan analisis EDM yang komprehensif. 2. Konsep ini muncul ketika penduduk desa di Inggris mengembala ternak secara berlebihan di atas tanah yang dimiliki bersama. h i d a y a t k a m p a i . c o m . Kesadaran akan masalah ini dapat memperbaiki hal tersebut dan memperbaiki pengambilan keputusan. Masalah Bersama Kesengajaan atau mengetahui penggunaan asset atu sumber daya yang dimiliki bersama secara berlebihan. tidak akan memberikan atribut nilai yang cukup tinggi untuk penggunaan asset atau sumber daya. penilaian motivasi. dan istilah bersama ini digunakan untuk mengidentifikasi jenis padang rumput. Permasalahan Lainnya Dalam Pengambilan Keputusan Etis 1. Kesimpulannya. Sering kali pengambil keputusan yang tidak peka terhadap masalah bersama. kebajikan dan sifat karakter yang diharapkan harus ditambahkan pada pendekatan tradisional sehingga menghasilkan 5 pertanyaan modifikasi atau pendekatan lainnya yang dimodifikasi. Mengembangkan Aksi yang Lebih Etis 19 | w w w . Kejujuran/kesetaraan atau Keadilan Disribusi manfaat dan beban harus adil Harapan kebajikan atau Etika kebijakan Motivasi untuk keputusan harus mencerminkan Harapan kebajikan atau Etika Motivasi untuk keputusan harus kebijakan mencerminkan ekspektasi kebajikan Keempat pertimbangan harus dipenuhi agar sebuah keputusan dianggap etis. atau bersama-sama dengan orang lain di desa. dan karena itu mereka membuat keputusan yang salah.

h i d a y a t k a m p a i .“Semua orang melakukannya” . atau kepentingan kelompok di mana pembuat keputusan bersikap parsial versus kepentingan terbaik perusahaan. 20 | w w w . eksekutif atau akuntan professional akan mengalami kelumpuhan keputusan akibat kompleksitas analisis atau ketidakmampuan untuk menentukan pilihan maksimal karena alasan ketidakpastian.“Jika saya tidak melakukannya. Kekeliruan Umum dalam Pengambilan Keputusan Etis • Menyetujui budaya perusahaan yang tidak etis Banyak budaya perusahaan yang tidak didasarkan pada nilai-nilai etika telah memengaruhi atau memotivasi eksekutif dan karyawan untuk membuat atau mengambil keputusan yang tidak etis. 3. c o m . • Batas keberimbangan (fokus pengambil keputusan harusnya pada keadilan untuk semua pemangku kepentingan) • Batas untuk meneliti hak (meneliti dampak pada keseluruhan hak semua kelompok pemangku kepentingan) • Konflik kepentingan Bisa yang didasarkan atas prasangka bukan satu-satunya alasan penilaian keliru dari tindakan yan diusulkan. kepentingan pengambil keputusan versus kepentingan terbaik perusahaan. Penilaian dapat menutupi kepentingan pribadi yang saling bertentangan. kendala waktu dan sebab lainnya.“Ini dunia dimana anjing makan anjing” . • Salah menafsirkan harapan masyarakat. orang lain akan melakukannya” .“Saya bebas dari beban tanggung jawab karena itu perintah atasan” • Berfokus pada keuntungan jangka pendek dan dampak pada pemegang saham • Berfokus hanya pada legalitas Banyak manager hanya peduli dengan suatu tindakan yang sah secara hukum. Banyak eksekutif salah mengira bahwa tindakan tidak etis dapat diterima karena: . Terkadang direktur.

• Kegagalan untuk membuat peringkat kepentingan tertentu dari para pemangku kepentingan Kecenderungan yang umum adalah untuk memperlakukan kepentingan seluruh pemangku kepentingan menjadi sama pentingnya. • Kegagalan untuk mempertimbangkan motivasi untuk keputusan 21 | w w w . hal ini merupakan langkah yang sering diambil tanpa pemahaman. atau hak Seperti yang ditunjukkan sebelumnya. berulang kali para pembuat keputusan mengambil jalan pendek dan menderita akibatnya. • Keterkaitan di antara pemangku kepentingan Sering kali. mereka yang mendesak biasanya menjadi yang terpenting. h i d a y a t k a m p a i . Sebagai contoh. dan mencoba untuk menilai bagaimana media akan bereaksi. Namun. • Kegagalan untuk mengidentifikasi semua kelompok pemangku kepentingan Kebutuhan untuk mengidentifikasi semua kelompok pemangku kepentingan dan kepentingan mereka sebelum menilai dampaknya pada masing-masing kelompok merupakan bukti pribadi. keputusan etis yang komprehensif tidak bisa dilakukan jika salah satu dari ketiga aspek ini ada yang terlupakan. pencemaran lingkungan di negara yang jauh dari perusahaan dapat menyebabkan reaksi negatif dari pelanggan dalam negeri dan pasar modal. c o m . keduanya dapat menyebabkan penilaian dan keputusan yang keliru. keadilan. Pendekatan yang berguna untuk membantu masalah ini adalah untuk berspekulasi pada kemungkinan buruk yang mungkin terjadi dari tindakan yang diusulkan. para pengambil keputusan gagal mengantisipasi apa yang mereka lakukan untuk satu kelompok akan berkontribusi memicu tindakan orang lain. • Mengacuhkan kekayaan. Namun. dengan hasil bahwa isu-isu penting menjadi tidak diketahui. Namun.

Membuat peringkat para pemangku kepentingan serta kepentingan mereka. sebuah masalah yang melibatkan dampak jangka pendek dan tidak ada eksternalitas mungkin cocok untuk analisis 5 pertanyaan yang dimodifikasi. Menilai dampak dari tindakan yang diusulkan pada setiap kepentingan kelompok pemangku kepentingan berkenaan dengan kekayaan mereka. 2. Sebagai contoh. atau pendekatan pastin yang dimodifikasi. 22 | w w w . Banyak pengambil keputusan yang mementingkan keuntungan dirinya yang bermanfaat dalam jangka pendek dan meruikan orang lain pada jangka panjang. Identifikasi fakta dan semua kelompok pemangku kepentingan serta kepentingan yang mungkin akan terpengaruh. Langkah-langkah untuk Sebuah Keputusan Etis 1. 3. identifikasi yang paling penting dan lebih mempertimbangkan mereka dalam analisis. h i d a y a t k a m p a i . Masalah signifikansi bagi masyarakat dari pada bagi perusahaan kemungkinan akan baik jika dianalisis menggunakan pendekatan filosofis. atau pendekatan standar moral yang dimodifikasi. Sebuah Kerangka Kerja Komprehensif Pengambilan Keputusan Etis Pendekatan terbaik EDM akan bergantung pada sifat dari tindakan yang diusulkan atau dilema etikan dan pemangku kepentingan yang terlibat. pembuat keptusan harus mepertimbangkan semua isu yang diangkat. c o m . Pendekatan EDM apaun yang digunakan . • Kegagalan untuk mempertimbangkan kebajikan yang diharapkan untuk ditunjukkan Akuntan profesional yang mengabaikan kebajikan yang diharapkan dari mereka cenderung melupakan bahwa mereka diharapkan untuk melindungi kepentingan umum. Masalah dengan dampak jangka panjang dan ekternalitas ini mungkin lebih cocok dengan pendekatan standar moral yang dimodifikasi.

h i d a y a t k a m p a i . jelas mengubah kesimpulan. Tentu saja mendukung aktivitas merokok sudah melanggar etika dalam masyarakat. Apakah analisis etika mengubah kesimpulan yang dicapai? Mengapa? Ya. mereka menderita banyak penyakit yang membunuh mereka lebih cepat dari angka harapan hidup. 2. Tidak ada masyarakat yang nyaman dengan kebiasaan merokok. 23 | w w w . Etika dalam bermasyarakat lebih penting dari sekedar meningkatkan perekonomian. dan memastikan bahwa perangkap umum yang dibahas nanti tidak masuk ke dalam analisis. Karena sudah jelas aktivitas merokok melanggar etika dan kenyamanan dalam bermasyarakat. c o m . Mereka juga lebih hemat menerima berbagai fasilitas dari pemerintah karena umur mereka yang tidak panjang. dan hak-hak lainnya. Pajak dan cukai yang dikenakan atas rokok mampu menambahkan penerimaan negara. karena tentunya sangat mengganggu dan merusak kesehatan. banyak perokok yang meninggal dalam usia dini. keadilan perlakuan. dan menggangu kenyamanan dan kesehatan orang lain. tetapi merokok sudah jelas melanggar etika dalam bermasyarakat. Apakah yang dapat ditambahkan oleh analisis etika kepada analisis akturial Viscusi? Merokok bukanlah sesuatu yang dianjurkan dalam dunia medis. menggunakan pertanyaan kerangka kerja yang komprehensif. Tetapi disisi lain para perokok secara tidak langsung membantu perekonomian negara. walaupun mampu meningkatkan perekonomian. Tentu saja kita ketahui banyak perokok yang merokok di tempat umum. termasuk harapan kebajikan. Kasus: Perokok Baik bagi Ekonomi 1. Hal ini tentu saja baik secara ekonomi. atau bisa dibilang umur mereka lebih pendek dibandingkan bukan perokok. Meningkatkan perekonomian dengan rokok bukanlah hal yang beretika untuk dilakukan.

Publik sedang mencari kembali kredibilitas yang didasarkan atas nilai-nilai seperti kepercayaan. Arthur Andersen.4 Seorang akuntan professional diharuskan untuk mematuhi prinsip-prinsip dasar berikut : a) Integritas – seorang akuntan professional harus tegas dan jujur dalam semua keterlibatannya dalam hubungan profesional dan bisnis b) Objektivitas – seorang akuntan professional seharusnya tidak membiarkan bias. terkait dengan laporan-laporan dan pasar modal. c o m . sedangkan versi revisi pada tahun 2005. baik untuk perusahaan maupun profesi akuntansi di seluruh dunia. h i d a y a t k a m p a i . Securities and Exchange Commission (SEC) untuk membuat peraturan yang memungkinkan adanya reformasi tata kelola. transparansi laporan. serta akuntan profesional yang dianggap sebagai bagian dari permasalahan yang ada. dan sebagainya. serta kembali pada peruntukkan utama pelayanan untuk kepentingan umum. dan WorldCom telah memunculkan krisis kredibilitas dalam komunitas bisnis. konflik kepentingan. Kode Etik Prinsip-prinsip Dasar Akuntan Profesional IFAC 2005 – Section 100. atau pengaruh yang berlebihan dari 24 | w w w . integritas. Modul 2 Akuntan Profesional untuk kepentingan Publik. SOX yang mengharuskan U. Akuntabilitas Ekspektasi Pemangku Kepentingan dan Kerangka Tata Kelola Dampak hancurnya Enron.S. Internal Federation of Accountant (IFAC) menyusun kode etik IFAC dan merilis versi awalnya pada tahun 2001.

Seorang akuntan professional harus bertindak tekun dan sesuai dengan standar teknis dan professional yang berlaku dalam memberikan layanan professional d) Kerahasiaan – seorang akuntan professional harus menghormati kerahasian informasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis professional dan bisnis tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga. Organisasi-organisasi anggota IFAC yang merupakan lembaga akuntansi profesional di seluruh dunia seperti American Institute of Certified Public Accountant (AICPA). c o m . yang menyatakan bahwa: “Hal yang membedakan profesi akuntansi adalah penerimaannya akan tanggung jawab untuk bertindak atas kepentingan publik”. legislasi dan teknis. e) Perilaku Profesional – seorang akuntan professional harus patuh pada hukum dan peraturan-peraturan terkait dan seharusnya menghindari tindakan yang bisa mendeskreditkan profesi. Institute of Chartered Accountants telah setuju untuk menyesuaikan kode etik mereka ke dalam kesepakatan substansial dengan peraturan IFAC. dan bagi akuntan profesional. h i d a y a t k a m p a i . orang lain untuk mengesampingkan penilaian professional atau bisnis c) Kompetensi professional dan Kesungguhan – seorang akuntan professional mempunyai tugas yang berkesinambungan untuk senantiasa menjaga penghetahuan dan skil professional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau atasan menerima jasa professional yang kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik. tanpa otoritas yang tepat dan spesifik kecuali ada hak hukum atau professional atau kewajiban untuk mengungkapkan. Reformasi SOX dan IFAC mengharuskan dunia bisnis untuk lebih bertanggung jawab secara terbuka kepada masyarakat dan investor. agar diingat bahwa mereka adalah kaum profesional yang 25 | w w w . Informasi rahasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis professional seharusnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi para akuntan professional atau pihak ketiga.

Mendedikasikan Kembali Peran Akuntan Profesional untuk Kepentingan Umum Mendedikasikan kembali peran akuntan pada kepentingan umum sangatlah penting. kecuali akuntan profesional dapat secara jelas dan benar mengerti peran mereka. Akuntan profesional tidak diharapkan terlibat dalam kesalahan atau kekeliruan apa pun dalam rangka membantu manajemen. bos. pemegang saham di masa depan. h i d a y a t k a m p a i . manajemen. pemegang saham saat ini. profesi. Contoh pemahaman yang baik dan jelas tentang peran sangat penting untuk dapat menanggapi secara tepat pertanyaan-pertanyaan tentang dilema etik yang dihadapi serta layanan yang sesuai untuk ditawarkan dan sejauh mana layanan itu diberikan.diharapkan untuk melindungi kepentingan investor dan pemangku kepentingan lainnya. klien. ataukah diri saya sendiri? • Apakah saya seorang akuntan profesional yang terikat oleh standar- standar profesi ataukah saya hanya seorang karyawan? • Apakah akuntansi profesional itu sebuah profesi atau bisnis? Mungkinkah menjadi keduanya? • Kapan saya sebaiknya tidak menawarkan jasa? • Apakah saya dapat melayani dua klien dengan kepentingan yang saling bersaing pada waktu yang sama? 26 | w w w . seperti: • Siapakah sebenarnya klien kami? Apakah perusahaan. atau kehilangan pekerjaan jika mereka adalah karyawan. masyarakat. atau untuk menghindari risiko kehilangan pendapatan dari kegiatan audit. baik kalangan pebisnis maupun para akuntan profesional menyadari bahwa keberhasilan mereka di masa depan bergantung pada kesesuaian dengan regulasi baru dan ekspektasi pemangku kepentingan terkait dengan hal-hal etis dan moral. publik? • Ketika saya harus membuat keputusan yang mengandung percabangan etika di dalamnya. Oleh karena itu. Kerusakan reputasi yang deisebabkan oleh masalah etis diakui begitu signifikan bahkan bisa berakibat fatal bagi perusahaan. c o m . apakah saya harus mengutamakan loyalitas pada atasan. seperti dalam kasus Arthur Andersen.

Fitur-fitur Penting (Bayles): .Otonomi 3. h i d a y a t k a m p a i . Pada akhirnya. menentukan peraturan bagi diri sendiri atau untuk dinilai oleh rekan-rekan satu profesi. akibatnya bisa sangat buruk bagi seorang profesional. untuk memperoleh pendapatan yang relatif tinggi. Hal atau aspek tersebut antara lain: 1.Diwakili oleh organisasi. Dasar-dasar Nilai Etis (Behrman) . Fitur-fitur Khas: .Pelatihan ekstensif . dimana nilai yang menentukan bagaimana keputusan akan dibuat dan tindakan yang akan diambil. • Apakah ada kondisi dimana pelanggaran pedoman profesi terhadap pengungkapan keyakinan dapat dibenarkan? Harapan Publik terhadap Kalangan Profesional Masyarakat mempunyai ekspektasi yang berbeda antara perilaku kalangan profesional dengan kalangan non profesional.Penyediaan layanan penting bagi masyarakat . Jika suatu profesi kehilangan kredibilitas di mata publik. anggapan masyarakat atas suatu profesi tertentu akan memengaruhi perolehan hak-hak dalam profesi terkait: hak praktik. dan hak-hak yang semuanya dibingkai dalam satu rangkaian nilai-nilai umum profesionalitas. Hal atau aspek yang menjadikan suatu profesi adalah kombinasi dari fitur. asosiasi.Secara signifikan difigurkan oleh dan didasarkan pada pertimbangan etis daripada teknik atau alat. Hal ini terkait dengan fakta bahwa tenaga profesional sering kali bekerja dengan sesuatu yang nyata nilainya dimana keyakinan bahwa mereka kompeten di bidangnya atau sejauh mana tanggung jawab mereka atas pekerjaan mereka menjadi sangat penting. hak monopoli pada bidang profesi yang ditawarkan.Pelatihan dan skil sebagian besar tentang intelektual dalam karakter 2. atau institusi . 27 | w w w . tugas.Secara umum berlisensi atau bersertifikat . c o m . untuk mengendalikan pemain baru dalam bidang profesi terkait.

Selain itu. ✓ Objektivitas dalam penawaran pelayanan. Namun jika masyarakat merasa bahwa proses ini tidak adil atau objektif atau kepentingan umum tidak dilindungi. ✓ Integritas dalam urusan dengan klien. ✓ Kerahasiaan hal-hal yang terkait dengan klien. tugas yang diharapkan dari suatu profesi adalah dalam rangka mempertahankan: ✓ Kompetensi di bidang keahlian. ✓ Disiplin atas anggota yang tidak melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan standar yang diharapkan. 28 | w w w . dibentuk Public Company Accounting Oversight Board (PCAOB) oleh SEC di Amerika Serikat. c o m . memungkinkan anggota profesi untuk dinilai oleh rekan seprofesi yang objektif dan memiliki informasi yang tepat. Hal ini memungkinkan suatu profesi untuk mengelola urusannya secara efisien tersendiri. bukan oleh pembuat peraturan yang ditunjuk secara politis. memeriksa. h i d a y a t k a m p a i . yang disebabkan kurangnya kredibilitas akibat skandal keuangan yang terjadi. maka pemerintah akan turun tangan untuk memeastikan adanya perlindungan kepentingan tersebut. dan Canadian Public Accountability Board (CPAB) oleh Canadian Institute of Chartered Accountants (CICA). Otonomi sangat penting bagi suatu profesi dimana merupakan kebebasan dari peraturan pemerintah dan pembuat peraturan lainnya. Pada tahun 2002. Hal ini berarti pengawasan ini akan mempengaruhi praktik kantor akuntan publik (KAP) profesional berskala besar di seluruh dunia dan kebijakan akuntansi yang diterima umum yang diterapkan di seluruh perusahaan tersebut akan berpengaruh. sehingga publik memiliki kesan bahwa profesi ini bertanggungjawab dan mampu melaksanakan tugasnya kepada anggota masyarakat dengan benar. Secara umum. memberikan laporan dan sanksi bagi KAP yang melakukan audit terhadap perusahaan penerbit surat berharga di Kanada. PCAOB akan mengawasi akuntan profesional yang memiliki kemampuan untuk praktik di luar SEC pada perusahaan besar yang sahamnya diperdagangkan di busa saham AS. CPAB akan memberikan audit berkualitas tinggi. otonomi juga memungkinkan pemberian sanksi tanpa menarik perhatian publik secara berlebihan.

dan agar setiap profesional memiliki nilai-nilai probadi yang cocok atau berkaitan dengan prinsip dasar tersebut. karyawan atau konsultan. Biasanya nilai-nilai pribadi yang dikehendaki adalah kejujuran. diharapkan untuk menjadi seorang akuntan sekaligus profesional. maka penting bagi suatu profesi bersangkutan untuk menyusun seperangkat nilai atau prinsip-prinsip dasar yang dapat membimbing anggota mereka. seorang akuntan profesional diharapkan memiliki keahlian teknis khusus terkait dengan akuntansi dan pemahaman yang lebih tinggi di bidangnya dari[ada orang awam di bidang terkait. tugas. ia juga diharapkan untuk menaati standar-standar khusus yang dikeluarkan oleh badan profesional terkait tempatnya bekerja. dan Nilai-nilai dari Profesi Akuntansi: ➢ Fitur-fitur ▪ Penyediaan layanan fidusia yang penting bagi masyarakat ▪ Diperlukan pengetahuan dan skil yang luas ▪ Karakter pelatihan dan skil yang diperlukan sebagian besar dalam hal intelektual ▪ Diawasi oleh organisasi yang keanggotaannya secara otomatis mengatur diri sendiri ▪ Akuntabel pada otoritas pemerintah ➢ Tugas-tugas yang sengat penting untuk suatu hubungan fidusia 29 | w w w . keberanian untuk mempertahankan pendiriannya. Selain itu.Dalam rangka mendukung aspek dari profesi yang terdiri atas kombinasi fitur. perpajakan. kebijaksanaan. seperti kontrol menejemen. Harapan Masyarakat dari Seorang Akuntan Profesional Seorang akuntan profesional. dan hak. Fitur-fitur. objektivitas.. dan karakter yang kuat agar dapat menolak peluang-peluang menggiurkan yang sifatnya melayani atau mengutamakan kepentingan diri sendiri atau orang lain daripada klien. c o m . atau sistem informasi. terlepas apakah dia terlibat dalam kegiatan auditing atau menejemen. Tugas-Tugas. Itu berarti. h i d a y a t k a m p a i . integritas.

profesi. klien. Beberapa kesalahan dalam penilaian 30 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m . ▪ Perhatian yang berkelanjutan pada kebutuhan klien dan pemangku kepentingan lainnya ▪ Pengembangan dan pemeliharaan pengetahuan dan skil yang diperlukan. termasuk skeptisisme/keilmiahan (pembawaan diri yang mengarah pada keraguan terhadap fakta-fakta. Akan tetapi. hanya sedikit skandal keuangan yang disebabkan oleh kesalahan penilaian tentang penerapan teknik yang tepat atau pengungkapan terkait. dan atasan atau perusahaan sebelum kepentingan profesional sendiri Dominasi Nilai Etis di atas Teknik-Teknik Akuntansi atau Audit Kebanyakan akuntan menganggap bahwa penguasaan akuntansi atau teknik audit adalah hal yang sangat penting sine qua non (merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan) dari profesi akuntan. berdasarkan pada penelitian independen ▪ Keinginan untuk menerapkan ketelitian dan skeptisisme profesional ▪ Kompetensi ▪ Kerahasiaan ▪ Komitmen untuk menempatkan kepentingan publik. orang atau institusi) profesional ▪ Pemeliharaan kepercayaan yang melekat dalam hubungan fidusia oleh perilaku yang menunjukkan nilai-nilai yang bertanggung jawab ▪ Pemeliharaan reputasi pribadi yang dapat diterima ▪ Pemeliharaan reputasi sebagai profesi yang kredibel ➢ Hak-hak yang diizinkan dalam kebanyakan yurisdiksi ▪ Kemampuan untuk tampil/menawarkan diri sebagai seorang profesional yang ditunjuk untuk memerankan jasa fidusia penting ▪ Kemampuan untuk menetapkan standar masuk dan memeriksa calon ▪ Mengatur dan mendisiplinkan diri berdasarkan kode etik ▪ Partisipasi dalam pegembangan praktik akuntansi dan audit ▪ Akses ke beberapa atau semua bidang usaha akuntansi dan audit ➢ Nilai-nilai yang diperlukan untuk melaksanakan tugas dan memelihara hak-hak ▪ Kejujuran ▪ Integritas ▪ Objektivitas.

seperti kejujuran. Seorang akuntan profesional telah diberi hak untuk menyediakan jasa fidusia yang penting bagi masyarakat karena dia bertanggung jawab untuk mempertahankan kepercayaan yang melekat dalam hubungan fidusia.berasal dari kesalahan penafsiran masalah akibat kompleksnya permasalahan tersebut. selebihnya merupakan akibat dari kurangnya perhatian pada hal-hal yang sifatnya etis. kejujuran. Seorang akuntan profesional tidak hanya dituntut untuk memiliki keahlian. h i d a y a t k a m p a i . dalam rangka untuk mempersempit rentang pilihan untuk diterimanya suatu perlakuan akuntansi atau praktik audit. Loyalitas dan Kepercayaan Dalam tugas Fidusia Pasal 1 Undang-Undang Fidusia memberikan pengertian fidusia adalah pengalihan hak kepemilikan suatu benda atas dasar kepercayaan dengan ketentuan bahwa benda yang hak kepemilikannya dialihkan tetap dalam penguasaan pemilik benda. objektivitas. dan komitmen untuk mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. kerahasiaan profesional. objektivitas. kerahasiaan. Apakah kepentingan profesi terpenuhi dengan baik setelah mengadopsi metode-metode teknis tanpa memeriksa potensi konsekuensi keseluruhan adalah suatu hal yang patut dipertanyakan. Keharusan untuk mematuhi nilai-nilai etika yang telah dibuat sebelumnya dan juga GAAP sama pentingnya bagi akuntan profesional yang bekerja dalam 31 | w w w . integritas. Meskipun kelayakan teknis dapat mempengaruhi keputusan jangka pendek bagi beberapa akuntan. namun ia juga diharapkan untuk mempraktikkan keahliannya tersebut dengan penuh keberanian. c o m . serta menghindari kekeliruan untuk memastikan bahwa mereka yang mengandalkan keahlian tersebut dapat memercayai bahwa kepentingan mereka telah mendapat perlakuan yang selayaknya. integritas. Prioritas Tugas. kesungguhan dan keilmiahan. kepedulian. kompetensi. akuntan profesional diharapkan untuk mematuhi Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum (Generally Accepted Accounting Principles-GAAP) dan Standar Auditing yang Diterima Umum (Generally Accepted Auditingt Standards-GAAS). namun dalam jangka panjang pertimbangan etika lebih dominan. Oleh karena itu.

loyalitas auditor terhadap publik tidak boleh lebih rendah dari loyalitas kepada pemegang saham saat ini. Oleh karena itu. serta oleh pemerintah. dan akhirnya dengan individu profesional itu sendiri. Pada revisi Kode Etik tahun 2005. seorang profesional diberhentikan karena menolak untuk memfigurkan piutang sebagai piutang lancar sehingga ia harus mencari pekerjaan lain. Dia seharusnya tidak boleh terlibat dalam hal-hal yang keliry atau yang sifatnya ilegal akibat dari sikap loyal yang salah arah terhadap klien langsung atau atasan. h i d a y a t k a m p a i . c o m . pertama dengan masyarakat. Profesional tidak bisa mendiskusikan masalah-masalah klien atau atasan dengan siapa pun yang terikat kode kerahasiaan. atau sebagai konsultan sebagaimana bagi mereka yang melakukan audit laporan keuangan. sebagai karyawan. Seorang akuntan profesional yang menghadapi pilihan yang sulit harus menentukan pilihan itu. Jika seseorang ingin menjadi seorang akuntan profesional. dengan klien atau atasan. Laporan keuangan yang telah diaudit digunakan dan dijadikan pegangan baik oleh pemegang saham saat ini dan pemegang saham prospektif. sehingga kepercayaan yang melekat dalam hubungan fidusia dapat dipertahankan. ia harus selalu siap untuk bertindak dengan integritas setiap saat. Kerahasiaan Menjadi seorang akuntan profesional tidaklah mudah karena harus menjaga kerahasiaan aspek-aspek klien atau atasannya meskipun ia tidak setuju dengan itu. Misalnya.suatu manajemen. terutama pada pihak manajemen organisasi. termasuk perlakuan amoral manajemen. tetapi tidak bisa menceritakan alasannya meninggalkan atasannya terdahulu. kreditor. Hal ini dilakukan untuk melindungi kepentingan pemegang saham/pemilik dari sejumlah masalah. dengan profesi bersangkutan. IFAC telah memperkenalkan kebutuhan akan akuntan profesional untuk mengatasi situasi di mana terdapat konflik 32 | w w w . Para auditor secara khusus ditunjuk oleh pemegang saham atau pemilik sebagai agen mereka untuk memeriksa aktivitas organisasi dan untuk memberikan laporan mengenai kesehatan sistem keuangan dan kewajaran dari laporan tahunan.

o Kepailitan: Tugastugas wali dan saran. praktik. kemudian disaring hingga diproses jenis-jenis jasa penjaminan mengenai: ▪ Penilaian resiko ▪ Pengukuran kinerja bisnis ▪ Kendala sistem informasi ▪ Perniagaan elektronik ▪ Pengukuran kinerja perawatan kesehatan ▪ Perawatan khusus lansia.Kode etik diantaranya menyarankan bahwa akuntan profesional mempertimbangkan untuk mendapatkan “nasihat profesional dari badan profesional yang relevan atau penasihat hukum. h i d a y a t k a m p a i . dan sistem pelaporan. c o m . dan dengan demikian mendapat bimbingan tentang isu-isu etis tanpa melanggar kerahasiaan”. Peraturan Independensi SEC dan IFAC Hal yang tidak diantisipasi oleh Komite Khusus AICPA untuk pelayanan verifikasi adalah ketidakmampuan anggotanya untuk mengelola konflik yang melekat pada situasi konflik kepentingan yang muncul pada saat proses audit dan 33 | w w w . o Proyeksi keuangan: Persiapan. dan laporan keuangan. o Audit catatan akuntansi. dan audit. AICPA membuat daftar 200 jenis jasa penjamin yang mungkin.diantara prinsip-prisip mendasar. analisis. o Urusan-urusan korporasi dan komersial: Saran dan umum. o Pengendalian Manajemen: Saran dan desain sistem. yang dalam hal ini dapat terjadi antara kerahasiaan dan kepentingan publik. o Perpajakan: Persiapan dokumen informasi wajib pajak dan saran. o Pengambilan keputusan: Fasilitasi melalui analisa dan pendekatan. dsb. istem. o Perencanaan keuangan: Saran. Implikasi-implikasi Layanan yang Ditawarkan Penjaminan dan Jasa-Jasa Lain Akuntan profesional telah mengembangkan jasa-jasa fidusia yang umum di bidang akuntansi berikut ini: o Akuntansi dan prinsip-prinsip.

Untuk menghindari risiko konflik kepentingan dalam audit perusahaan besar. Fungsi-fungsi manajemen atau sumber daya manusia 7. yang akan: . Pembukuan atau jasa lain yang berhubungan dengan pencatatan akuntansi atau laporan keuangan klien audit 2. sehingga dapat melindungi kepentingan publik. tergantung pada keterlibatan mitra dalam audit.jasa lainnya ditawarkan kepada klien yang sama. SEC juga mengambil kebijakan lain di luar pembatasan penawaran jenis jasa tertentu. Pialang atau agen. dan WorldCom. yaitu perusahaan yang memperdagangkan sahamnya di bursa saham AS untuk melakukan audit atas pekerjaan dia sendiri atau melakukan pembelaan terhadap klien. atau laporan mengenai kontribusi dengan nilai moneter. Arthur Andersen. c o m . pendapat terkait dengan kelayakan. Batasan-batasan yang diperkenalkan SOX dan diperintahkan oleh SEC melarang auditor dari salah satu perusahaan yang terdafatar di SEC. Jasa alih daya (outsourcing) audit internal 6. atau jasa perbankan investasi 8. penasihat investasi.Mengharuskan beberapa mitra yang memiliki perjanjian dengan tim audit untuk digilir setelah tidak lebih dari lima atau tujuh tahun berturut-turut. h i d a y a t k a m p a i . Jasa aktuaria 5. seperti yang terjadi pada Enron. Hal ini bertujuan untuk menghindari situasi-situasi dimana penilaian independen yang harus digunakan oleh auditor untuk dapat menilai dengan adil posisi yang diambil oleh klien audit menyimpang dari komitmen utamanya yaitu melindungi kepentingan publik. Desain dan implementasi sistem informasi keuangan 3. Layanan hukum dan layanan ahli yang tidak terkait dengan audit. SOX mewajibkan SEC untuk melarang penawaran layanan-layanan non-audit yang akan merusak independensi KAP kepada pendaftar SEC seperti: 1. Jasa penilaian. tetapi tidak untuk ditagihkan 4. terkecuali pada beberapa kantor akuntan publik (KAP) kecil dapat dibebaskan dari ketentuan ini 34 | w w w .

Integritas sangat penting karena memastikan bahwa apa pun layanan yang diberkan akan dilakukan secara adil dan seksama. termasuk kebijakan akuntansi “kritis” yang digunakan oleh emiten . sehingga harus dilindungi oleh profesi bersangkutan dalam rangka menjamin masa depan..Menetapkan peraturan bahwa seorang akuntan tidak akan independen dari klien audit jika ada “mitra audit” menerima kompensasi berdasarkan penugasan pengadaan mitra dengan klien untuk jasa lain selain audit.Mengharuskan auditor untuk melaporkan hal-hal tertentu kepada komite audit emiten. dan nilai-nilai ini selain standar kompetensi minimum yang dipastikan ada.Komite audit emiten diharuskan untuk menyetujui sebelumnya semua jasa audit dan non audit yang diberikan auditor pada emiten . Standar Perilaku yang Diekspektasikan Masyarakat mengharapkan bahwa akuntan profesional akan melakukan layanan fidusia dengan kompetensi. nilai tambah kritis seorang akuntan profesional terletak pada harapan bahwa layanan apa pun yang ditawarkan akan didasarkan pada integritas dan objektivitas. memberikan kredibilitas atau jaminan terhadap laporan atau kegiatan. dan layanan atestasi . review. c o m . agar tidak menyesatkan pengguna. Secara khusus. integritas. dan objektivitas. h i d a y a t k a m p a i .Menetapkan peraturan bahwa suatu KAP tidak akan independen jika anggota- anggota tertentu dalam manajemen emiten itu merupakan anggota tim audit KAP dalam periode satu tahun sebelum dimulainya prosedur audit . Selain itu kejujuran dan kompetensi juga merupakan hal yang sangat penting untuk nilai tambah kritis dari keterlibatan profesi. Objektivitas berarti kebebasan dari bias dalam pemilihan dasar pengukuran dan pengungkapan.Mengharuskan pengungkapan pada investor segala informasi terkait dengan jasa-jasa audit dan non-audit yang diberikan oleh auditor yang kemudian auditor tersebut memperoleh bayaran atas jasanya. Nilai Tambah Kitis oleh Seorang Akuntan Profesional Kredibilitas adalah nilai tambah kritis yang dihasilkan oleh akuntan profesional dalam pelayanan veriikasi terbaru dam juga yang standar. Oleh 35 | w w w .

Prakonvensional Kepentingan diri sendiri 1. hanya pertukaran instrumental dan sosial terkait dengan diri seseorang sendiri “Mari kita buat kesepakatan”.karena itu. Motif-motif yang mempengaruhi orang-orang pada enam tahap penalaran moral Kohlberg: Uraian Tahapan Motif Melakukan Hal Yang Benar a. organisasi akuntansi profesional berusaha untuk menyelidiki dan mendisiplinkan anggota yang tindakannya tidak sesuai dengan nilai-nilai etis. c o m . Penilaian dan Nilai-nilai Pentingnya Pertambahan Nilai Sering kali yang terjadi adalah seorang profesional tidak cukup menyadari potensi akibat dari dilema etika atau nilai-nilai yang tepat dalam melaksanakan tugasnya secara benar. Keenam tahap dan motivasi yang mengarah individu untuk mengambil keputusan di tiap tahap dapat membantu dalam merancang program pendidikan untuk mengekspos siswa pada enam tingkat tersebut. Pembentukan Penilaian/Pertimbangan dan Nilai-nilai Kohlberg berpendapat bahwa individu-individu melalui enam tahapan progresif dalam pekembangan moral. 36 | w w w . seorang profesional mungkin berbuat salah dalam penilaiannya tentang potensi akibat dilema etika atau tentang keseriusan akibat tersebut bagi mereka yang harus menanggung dampaknya. nilai-nilai etika pribadi dan profesional dari masing-masing anggota. dan kualitas penilaian yang digunakan. Oleh karena itu. kredibilitas profesi ada pada nilai-nilai yang didukungnya. h i d a y a t k a m p a i . Kepatuhan Ketakutan akan hukuman dan wewenang 2. Sifat angkuh-pegganti atau Penghargaan pada diri sendiri. Selain itu.

perusahaan atau atasan akuntan. masukan lainnya juga harus diperhitungkan jika memang sesuai. Namun. Praktik-praktik standar yang dipahami secara umum 37 | w w w . Hak-hak umum individu dan Kepedulian terhadap orang lain dan standar-standar yang diterima kesejahteraan sosial yang lebih luas masyarakat 6. regulator. 4. Kepentingan orang lain atau berprinsip 5. c o m . IASB. Ekspektasi perilaku dari akuntan professional telah dan akan diwujudkan dalam: 1. pengadilan. Post-konvensional. h i d a y a t k a m p a i . ICAEW. PCACB. antara lain kode etik dari badan professional akuntan.b. CICA. Penentu standar (IFAC. FASB. autonomous. politisi. karena akuntan professional harus merespon badan atau lembaga ekspektasi dan standar yang dibuat oleh berbagai organisasiakuntansi professional di negara mereka sendiri dan di luar negeri bersama-sama dengan penentu standar. dan sebagainya . Hukum dan tugas (tatanan sosial) Kesesuaian dengan peraturan moral atau peraturan-peraturan hukum dan keterlibatan c. Prinsip-prinsip yang dipilih Kepedulian terhadap prinsip moral atau sendiri etika SUMBER PEDOMAN ETIKA Ada beberapa sumber panduan penting yang tersedia untuk akuntan professional. Penyelarasan interpersonal Ekspektasi peran dan persetujuan dari pihak lain. Konvensional Kesesuaian 3. pasar uang dan masyarakat umum. sedangkan di Indonesia ada GAAP dan GAAS) 2.

AS. Pendahuluan dan tujuan 38 | w w w . Ekspektasi standar etika bagaimanapun bervariasi dari pengadilan ke pengadilan dan dari organisasi ke organisasi. Badan Akuntansi Profesional Lokal c. kode etik perlu memadukan prinsip – prinsip mendasar dengan sejumlah aturan khusus. Internal Federation of Accountants (IFAC) Tidak ada satu pun organisasi yang memiliki monopoli pada penciptaan ekspektasi atau standar yang harus dipenuhi oleh seorang akuntan professional baik di Indonesia. Kode etik dari: a. dan sebagainya) 5. Keputusan pengadilan 6. Kanada atau dimana pun. akuntansi. 3. Perusahaan atau KAP b. KODE ETIK PROFESIONAL Tujuan dan Kerangka Kode etik professional dirancang untuk memberikan panduan tentang perlakuan yang diharapkan dari anggota agar jasa yang ditawarkan dapat diterima secara berkualitas dan reputasi profesi tidak akan dinodai. OSC. TSX. dan pelayanan belum dapat diberikan secara professional. Jika reputasi ternoda. Untungnya. Agar efektif. Studi penelitian dan artikel 4. sehingga membawa nama profesi ke dalam keburukan dan dengan demikian merusak kepercayaan public yang diperlukan agar para anggotanya dapat melayani klien lain secara efektif. c o m . NYSE. atau mungkin juga berarti bahwa entah bagaimana seorang anggota profesi telah menyinggung aturan masyarakat. Pedoman-pedoman regulator (SEC. Kerangka kerja khas kode etik untuk akuntan professional: 1. prinsip-prinsip dasar kode etik berlaku pada semua organisasi. beberapa aspek hubungan fidusia telah dilanggar. dan standar audit memang menjanjikan untuk tercapainya satu standar umum kinerja. h i d a y a t k a m p a i . dan konvergensi pada prinsip-prinsip etika global.

Objektivitas. kompetensi professional. atau pengaruh yang berlebihan dari orang lain untuk mengesampingkan penilaian professional atau bisnis c. seorang akuntan professional memiliki tugas yang berkesinambungan untuk senantiasa menjaga pengetahuan dan skill professional pada tingkat yang diperlukan untuk memastikan bahwa klien atau atasan menerima jasa professional yang kompeten berdasarkan perkembangan terkini dalam praktik dan teknis. Seoang akuntan professional harus bertindak tekun dan sesuai dengan standar 39 | w w w . Peraturan umum 4. c o m . objektif dan indpenden. konflik kepentingan. skeptisisme professional serta rahasia d) Tidak dikaitkan dengan informasi yang menyesatkan atau keliru Dan juga seorang akuntan professional harus mematuhi prinsip – prinsip dasar berikut : a. Integritas. due care. seorang akuntan professional harus tegas dan jujur dalam semua keterlibatannya dalam hubungan professional dan bisnis b. Disiplin 6. Kompetensi Profesional dan Kesungguhan. h i d a y a t k a m p a i . Interpretasi peraturan Prinsip dan Standar Fundamental Seorang akuntan professional diharuskan: a) Bertindak untuk kepentingan umum b) Setiap saat menjaga reputasi baik profesi dan kemampuannya untuk melayani kepentingan umum c) Bekerja dengan integritas yang tinggi. Prinsip dan standar fundamental 3. seorang akuntan professional seharusnya tidak membiarkan bias. Pertauran khusus 5. 2.

Informasi rahasia yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan bisnis professional seharusnya tidak boleh digunakan untuk keuntungan pribadi para akuntan professional atau pihak ketiga e. serta orang awam dari pihak luar untuk 40 | w w w . Perilaku Profesional. Hal ini dapat melibatkan para pengacara bagi penggugat dan tergugat. Pengaduan atau tuduhan hukum diselidiki oleh staf. Kerahasiaan. dan proses pemeriksaan bisa sangat rumit. Disiplin Biasanya proses disiplin dimulai dengan keluhan yang diajukan pada badan professional tentang perilaku etis dari anggota atau perusahaan. seperti hubungan yang benar antara para anggota atau organisasi dan pelaksanaan praktik professional. keyakinan atas konsekuensi tuduhan hukum (penipuan. Hal ini dapat diselenggarakan didepan kamera atau direkam atau didepan publik langsung. dan keputusan dibuat untuk mengajukan tuduhan atau tidak. dan pengadilan atau panel untuk mendengarkan kasus. Ada hal-hal yang mendorong mereka pada cakupan peraturan-peraturan umum dan khusus. h i d a y a t k a m p a i . Secara berurutan.dan lain-lain) juga dapat memicu proses disiplin. tanpa otoritas yang tepat dan spesifik kecuali ada hak serta kewajiban untuk mengungkapkan. Pengajuan suatu tuduhan membutuhkan pemeriksaan untuk menentukan bersalah atau tidak. c o m . seorang akuntan professional harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan professional dan bisnis dan tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga. teknis dan professional yang berlaku dalam memberikan layanan professional d. seorang akuntan professional harus patuh pada hukum dan peraturan terkait serta menghindar dari tindakan yang bisa mendiskreditkan profesi Peraturan Umum dan Khusus Akuntan professional diharapkan untuk menerapkan prinsip-prinsip fundamental dalam rangka melindungi kepentingan publik maupun kepentingan profesi serta anggotanya sendiri.

meskipun mereka menimbulkan suatu erosi kredibilitas yang menurunkan kepercayaan dan kinerja perekonomian. Jika tanpa kredibilitas. perubahan yang mungkin lebih cepat dari sekarang. yaitu: 1. Interpretasi merupakan addendum atau apendiks terhadap kode. Bila dinyatakan bersalah. MOTIVASI UNTUK PERUBAHAN PADA KODE-KODE PROFESIONAL Tekanan yang telah datang pada profesi akuntansi adalah karena skandal keuangan atau akuntansi yang telah mengikis keridnilitas profesi. Arthur Andersen dan Worldcom terjadi pada saat kondisi ekonomi bagus. klarifikasi akan dikeluarkan dalam bentuk interpretasi. h i d a y a t k a m p a i . Interpretasi Aturan Ketika akuntan profesional menemukan bahwa kekhawatiran muncul dalam profesi akibat dari perdebatan tentang penerapan yang tepat dari sebuah aturan. Peristiwa hancurnya Enron. Konvergensi dapat menghasilkan standar yang lebih kuat dan berkesinambungan. Ada dua faktor yang berbeda dengan motivasi di awal millennium baru. 41 | w w w . Keinginan untuk konvergensi global atau harmonisasi standar untuk memfasilitasi bisnis global dan arus modal merupakan pendorong perubahan yang jauh lebih normal dari sebelumnya. Dalam dunia audit. maka jasa audit akan sepi dari permintaan.memastikan bahwa prosedur dilakukan dengan benar dan kepentingan umum terpenuhi. yang dapat ditambahkan ketika dibutuhkan dalam suatu kondisi. kredibilitas adalah suatu hal yang paling dijaga oleh akuntan professional karena hal itu merupakan bukti nilai opini audit mereka. Pada perubahan ini menunjukan bahwa masalah etika dapat dan akan memainkan peran yang lebih serius dan signifikan 2. c o m . maka reputasi seorang akuntan akan hilang.

Sebuah pelaporan yang adil. investigasi.KODE ETIK PROFESIONAL YANG BERLAKU SAAT INI Hukum yang berlaku di negara-negara industri utama dunia yang telah dihasilkan dari keprihatinan. investigasi. Sanksi sering tidak jelas dan penerapannya tidak didefinisikan MASALAH BIASANYA TIDAK TERSELESAIKAN DALAM KODE ETIK PERUSAHAAN Beberapa masalah dalam kode etik perusahaan yang dihadapi oleh karyawan maupun akuntan professional biasanya sering tidak terselesaikan. maka layak untuk mempelajari perwakilan hukum dari AICPA dan ICAO. proses perubahan baru-baru ini telah dimulai dan tidak ada kewajiban untuk meniru secara persis Kode IFAC terutama jika ada perbedaan budaya atau peraturan. Namun. ketika suatu kode etik perusahaan sedang disusun ada beberapa hal yang harus dihindari: 42 | w w w . Oleh karena itu. komisi dan komite diakhir tahun 1980-an telah berkumpul dalam prinsip-prinsip yang tertanam dalam Kode Etik IFAC. Ini menyebabkan baik professional dan profesi terlibat dalam suatu resiko bahwa konseling yang kompeten akan berlangsung dan tindakan yang sesuai akan diambil b. KEKURANGAN PADA KODE ATAU PERATURAN PROFESIONAL Kekurangan yang dimiliki oleh kode etik professional antara lain: a. Perlindungan tidak ditawarkan kepada seseorang yang membongkar kejahatan dalam suatu organisasi d. Konsultasi tentang masalah etika mungkin memerlukan perekrutan para penasihat hukum dari luar daripada konseling melalui asosiasi professional. c o m . jadi anggota tidak yakin untuk mengambil langkah c. h i d a y a t k a m p a i . dan proses pemeriksaan tidak selalu ditunjukkan.

c o m . Sebuah konsultasi sangat dibutuhkan bagi para akuntan professional untuk membuat keputusan. maka perlu anjuran untuk berkonsultasi dengan petugas etika (ombudsman). Kapan dan kepada siapa akuntan professional harus membeberkan kejahatan organisasi Sebuah jalur internal yang dilindungi untuk diskusi dan pelaporan harus tersedia untuk akuntan professional. Konflik diantara kepentingan yang bersaing/pemangku kepentingan perusahaan Dalam sesi pelatihan jalur – jalur konsultasi yang aman harus tersedia agar tidak terjadi konflik antara kepentingan yang bersaing dengan pemangku kepentingan perusahaan. Konflik diantara kode – kode Terkadang. Perlindungan yang memadai bagi seseorang yang mengungkapkan kejahatan organisasi (whistle blower) Pengaturan yang paling berhasil untuk membeberkan kejahatan perusahaan yaitu pelaporan dengan penuh keyakinan kepada individu otonom berpangkat tinggi atau kepada seseorang yang melapor kepada orang berpangkat sangat tinggi dalam organisasi. 4. 1. Seorang atasan harus menyadari bahwa setiap akuntan professional memiliki tugas professional untuk ditegakkan. seorang professional atau karyawan lainnya akan tunduk pada kode perusahaan dan juga kode-kode lain. 5. Untuk menghindari menempatkan orang dalam suatu perdebatan tentang dilemma etika tentang kode mana yang harus diikuti. h i d a y a t k a m p a i . 3. yang dapat menggantikan kesetiaan kepada atasan. 2. Keputusan pelayanan yang melibatkan penilaian Kode etik harus dibentuk agar tidak mengesampingkan pelaksanaan nilai – nilai seorang professional saat diperlukan untuk 43 | w w w .

h i d a y a t k a m p a i . Seorang akuntan profesional diharuskan oleh kode profesionalnya untuk "menjaga dirinya dari pengaruh apa pun. Seorang akuntan profesional harus mematuhi seperangkat aturan yang bertujuan untuk netralitas dan melindungi kepentingan umum-ia 44 | w w w . penghindaran. Konflik Kepentingan dan Standar Independensi Global Salah satu aspek yang paling menyiksa dalam kehidupan seorang akuntan profesional adalah pengakuan. kepentingan atau hubungan terkait dengan urusan klien. dan/atau situasi pengelolaan konflik kepentingan. kepentingan. Dalam analisis akhir. definisi biasa/standar- konflik kepentingan adalah setiap pengaruh. c o m . Oleh karena itu. Tantangannya adalah untuk mengembangkan kode dan budaya yang tidak memaksa untuk meninggalkan nilai – nilai pribadi melainkan mendorong pengembangan dan pelaksanaan nilai-nilai serta proses penilaian yang akan membantu pemegang saham ketika benar-benar membutuhkan. penilaian yang harus dibuat. dan tidak jika kepentingan umum akan dikesampingkan. Hal ini karena dalam situasi konflik kepentingan mengandung ancaman untuk meruntuhkan alasan perlunya memiliki profesi akuntansi untuk memberikan jaminan bahwa pekerjaan seorang akuntan profesional akan diatur oleh penilaian independen yang difokuskan untuk melindungi kepentingan umum. atau dalam pandangan pengamat yang logis akan merusak penilaian profesional anggota atau objektivitas. Seorang akuntan profesional harus melindungi klien atau atasan tetapi tidak boleh ada pengorbanan apa pun. Akibatnya. pelaksanaan nilai – nilai sangat penting agar terselamatkan dari masalah etika. atau hubungan yang dapat menyebabkan penilaian seorang akuntan profesional menyimpang dari penerapan standar profesi untuk permasalahan klien-hanya mencakup hal-hal terkait dengan konflik kepentingan yang dihadapi oleh akuntan profesional. ada dua aspek berbeda yang harus diingat realitas bahwa ada benturan kepentingan. dan tampaknya salah satu akan menang. yang mengganggu penilaian profesionalnya atau objektivitasya.

pelathian. standar legislasi. keumuman. kerahasiaan. peninjauan diri sendiri. identifikasi. tetapi juga pada keseluruhan penampilan kinerja. perilaku profesional Ancaman terhadap tindakan kepatuhan pada prinsip fundamental. Jasa yang diserahkan oleh pemegang usia harus dapat dipercaya. kompetensi profesional dan kesungguhan. integritas. kecuali kepentingan publik juga dilayani. regulasi. melayani kepentingan publik Kesesuaian dengan prinsip fundamental. objektivitas. dan independen penilaian akuntan profesional sangat penting untuk kepercayaan itu. tetapi juga bagaimana untuk mengidentifikasi ancaman terhadap tindakan kepatuhan dan menerapkan sistem pengamanan yang dapat menghilangkan. Kode IFAC menunjukkan bahwa akuntan profesional harus didedikasikan untuk melayani kepentingan publik.seharusnya tidak boleh melayani kepentingan klien tertentu. dan hal ini dapat dicapai dengan memenuhi prinsip-prinsip mendasar: Integritas. advokasi. h i d a y a t k a m p a i . objektifitas kompetensi profesional dan kesungguhan. menghindari atau mengurangi ancaman tersebut. intimidasi) Pengamanan (kode profesional. c o m . Pada dasarnya pembahasan Kode IFAC tentang ancaman terhadap tindakan kepatuhan pada prinsip dasar tidak hanya terkait dengan kinerja. kerahasiaan. Hal ini tidak hanya memerlukan pemahaman terhadap prinsip-prinsip fundamental. Perspektif Global menurut Kode IFAC Tugas pada masyarakat. menghilangkan atau mengurangi ancaman hingga tingkat yang dapat diterima dengan menerapkan sistem pengamanan dan menyelesaikan segala konflik dalam penerapannya Ancaman (kepentingan diri sendiri. dan perilaku profesional. yang dapat 45 | w w w . evaluasi.

serta tentang independensi. termasuk perlindungan yang diterapkan secara logis akan menyimpulkan integritas. Keakraban dengan klien mungkin menciptakan ikatan antar pribadi yang membuat seorang akuntan profesional tidak ingin mengecewakan atau menyinggung teman dekat yang di antara mereka sudah terjalin hubungan akrab. Hal ini memerlukan kewaspadaan profesi. Sebagaimana dinyatakan dalam bagian 290. Independensi dalam penampilan Menghindari fakta-fakta dan keadaan yang sangat signifikan.mengurangi transmisi informasi yang efektif dan menurunkan reputasi profesi.8 dari kode IFAC tahun 2005: Independensi membutuhkan: Independensi Pikiran Keadaan pikiran yang memungkinkan ekspresi dari sebuah kesimpulan tanpa dipengaruhi oleh pengaruh yang mengkompromikan penilaian profesional. Kode IFAC menyebutkan lima kategori dasar ancaman atau konflik yang dapat ruhi akuntan profesional dari bertindak untuk kepentingan kepentingan eninjauan kembali karya/pekerjaan sendiri. memungkinkan seorang untuk bertindak integritas dan menerapkan objektifitas dan skeptisisme profesional. h i d a y a t k a m p a i . diri sendiri. pbjektifitas atau skeptisisme profesional atau tim penjaminan telah disetujui. direksi. Akhirnya banyak kasus dimana manajemen senior perusahaan telah mengintimidasi akuntan yang bekerja untuk perusahaan sehingga memaksa 46 | w w w . direksi. c o m . yang memiliki pengetahuan mengenai semua info yang relevan. atau pemilik perusahaan klien dan intimidasi oleh manajemen. atau pemilik. keakraban dengan manajemen. membela posisi klien. sehingga pihak ketiga yang masuk akal dan memiliki informasi. terus menerus tentang keadaan yang sebenarnya dari akuntan profesional.

Ancaman terhadap Ketidakpatuhan Penilaian Independen Kepatuhan terhdap prinsip-prinsip dasar mungkin terancam oleh beragam situasi. b) Ancaman peninjauan kembali yang mungkin terjadi saat penilaian sebelumnya perlu diulang oleh akuntan profesional yang bertanggung jawab atas penilaian tersebut. hal ilegal. monitoring. dan proses disiplin Peninjauan ulang laporan oleh pihak ketiga yang ditunjuk hukum terhadap dokumen yang 47 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . (kode IFAC. d) Ancaman keakraban yang mungkin terjadi ketika suatu hubungan yang dekat dapat membrd seorang akuntan profesional menjadi terlalu bersimpati terhadap kepentingan orang lain e) Ancaman intimidasi yang mungkin terjadi saat akuntan profesional mungkin terhalang untuk bertindak secara objektif karena ancaman. atau Peraturan. c o m . Persyaratan pengalaman bagi pemula Melanjutkan pendidikan o Standar profesional. atau minimnya pilihan akuntansi. tindakan aktual atau yang dirasakan. section 100. dekatnya sedang ada kebutuhan finansial atau kebutuhan lainnya. Perlindungan dalam Mengurangi Risiko Konflik Kepentingan Perlindungan yang dibuat oleh Profesi Perundangan.untuk melakukan an kesalahan pengfiguran.12) o Pendidikan. Beberapa bentuk ancaman dapat dikategorikan sebagai berikut: a) Ancaman kepentingan pribadi yang mungkin terjadi akibat akuntan profesional atau kers. Pelatihan. c) Ancaman advokasi yang mungkin terjadi ketika seorang akuntan profesional mengajak suatu posisi atau pendapat ke titik yang objektivitas selanjutnya dapat disetujui.

dikembalikan, serta komunikasi atau informasi yang dihasilkan oleh
akuntan profesional
o Peninjauan ulang oleh pihak ketiga terhadap sistem pengendalian mutu
perusahaan
o Undang-undang yang mengatur persyaratan independensi dari perusahaan

Perlindungan terhadap seorang Klien (kode IFAC, section 200.15)

o Penunjukkan auditor disetujui pula oleh selain manajemen
o Klien memiliki staf yang kompeten untuk membuat keputusan manajerial
o Prosedur internal untuk memastikan pilihan objektif dalam menjalankan
tugas-tugas tanpa jaminan
o Suatu struktur tata kelola perusahaan, seperti komite audit, yang
memberikan pengawasan dan komunikasi yang sesuai mengenai layanan
suatu perusahaan
(kode IFAC ,section 200.12)

o Perlindungan dalam Sistem dan Prosedur KAP Profesional itu Sendiri
Kepemimpinan yang menekankan pentingnya independensi, dan
ekspektasi untuk pelayanan tindakan yang mengutamakan kepentingan
umum
o Kebijakan dan prosedur untuk melaksanakan dan memantau kontrol
penugasan layanan verifikd
o kebijakan independensi yang terdokumentasi mengenai identifikasi dan
evaluasi ancaman terhadap independensi, aplikasi/penerapan usaha
perlindungan/pengumanan untuk menghilangkan atau mengurangi
ancaman tersebut hingga tingkat yang dapat diterima
o Kebijakan dan prosedur untuk memonitor dan mengelola ketergantungan
pada pendapatan dari klien verifikasi/ penjaminan tunggal

48 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

o Menggunakan mitra dengan jalur pelaporan yang terpisah untuk
penyediaan layanan non verifikasi/penjaminan untuk klien
penjaminan/verifikasi
o Enam lainnya yang sifatnya umum bagi perusahaan dan sembilan hal
khusus lainnya

Kerangka kode IFAC untuk penilaian Independen

Harus dilambil langkah yang sungguh-sungguh untuk menghindari
munculnya konflik, baik yang tampaknya berupa konflik maupun yang sudah jelas
merupakan konflik. Reputasi terlalu sulit dan mahal dipulihkan. Akibatnya,
sebagian besar perusahaan menggunakan beberapa teknik dalam manajemen
konflik kepentingan untuk meminimalkan potensi bahaya yang dapat muncul,
termasuk hal-hal berikut.

o kode perusahaan, sebagai tambahan terhadap kode badan-badan
profesional;
o sesi sesi pelatihan dan memo tentang penegakan manajemen
konflik/memo yang membangun;
o daftar klien dari semua lokasi untuk prosedur referensi dan pengunduran
49 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

diri yang menandakan non-investasi
o pengawasan perdagangan surat-surat berharga, khususnya yang
berkaitan dengan penerbitan surat berharga baru;
o firewall atau dinding tebal dan kuat untuk mencegah arus informasi di
dalam perusahaan;
o pelaporan dan konsultasi dengan pejabat senior;
o penghindaran;
o aturan untuk melayani klien dengan potensi kepentingan yang
bertentangan
o aturan untuk mengambil klien baru atau memberikan layanan baru dan
untuk pemutusan hubungan dengan klien

Jenis-jenis Konflik Kepentingan Berdasarkan Dampak pada Pemangku
kepentingan
Empat kategori terkait dengan dampaknya pada pemangku kepentingan:
o konflik kepentingan diri profesional sendiri dengan kepentingan pemangku
kepentingan lainnya
o konflik kepentingan diri professional dan beberapa pemangku kepentingan
lain dengan beberapa pemangku kepentingan lainnya
o kepentingan satu klien lebih diutamakan dibanding kepentingan klien
lainnya
o kepentingan satu atau lebih pemangku kepentingan lebih diutamakan
daripada kepentingan satu atau lebih pemangku kepentingan lainnya

Ruang Lingkup Aktivitas yang Terpengaruh

50 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

Konflik Kepentingan Memengaruhi Layanan yang Ditawarkan
Kepentingan pribadi merupakan motivator yang sangat kuat dapat
merugikan klien, publik, dan pemangku kepentingan lainnya melalui penurunan
mutu layanan yang ditawarkan oleh akuntan profesional, apakah profesional
berperan sebagai auditor atau akuntan manajemen. Misalnya, keinginan untuk
memperoleh keuntungan dapat mengakibatkan layanan dilakukan di bawah
standar kualitas. Hal ini dapat terjadi dengan cara mempekerjakan staf junior atau
tidak terampil, atau jika staf tidak mendapat pengawasan yang memadai dari
senior, atau yang lebih mahal lagi oleh personel. Hal itu dapat menyebabkan
tekanan pada staf untuk meningkatkan jam kerja mereka meampaui tingkat yang
wajar, atau untuk mendorong staf untuk bekerja berjam-jam tetapi tidak membuat
taguhan pada klien atas total waktu yang dihabiskan.
Meskipun penurunan kualitas layanan jelas memengaruhi klien dan publik,
kondisi kerja seperti ini juga menyebabkan staf terlibat dengan masalah etika
yang sangat nyata tentang bagaimana bereaksi.
Seorang profesional mungkin tergoda untuk lowball fee quotations kepada
klien dalam upaya untuk memperoleh klien baru atau mempertahankan klien
lama. Perwujudan dari tarif rendah tersebut dapat menimbulkan dilema karena
51 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

Dalam kasus auditor. Konflik Kepentingan yang Melibatkan Penyalahgunaan Pengaruh Keinginan yang besar dari seorang profesional untuk memperbaiki nasibnya sendiri bisa mengarah pada penyalahgunaan pengaruh. untuk memperoleh pendapat auditor tentang bagaimana mereka akan dibahas dalam laporan keuangan dan catatan. c o m . Pembeberan informasi tersebut kepada publik atau pesaing akan berdampak merugikan kepentingan klien. kemitraan. sehingga menyebabkan rusaknya independensi penilaian profesional tersebut. sehingga keputusan yang bertentangan dengan kepentingan publik menjadi sulit dibuat. Konflik Kepentingan yang Melibatkan Penggunaan atau Penyalahgunaan Informasi (Kerahasiaan) Penyalahgunaan informasi oleh akuntan profesional dapat merugikan pemangku kepentingan yang lain dari sisi klien atau perusahaan yang terlibat. ekspektasi untuk adanya kepercayaan dan privasi sangat terkait penting dengan kesediaan klien untuk mendiskusikan masalah sulitnya. Harus dipastikan bahwa akuntan profesional tidak menjadi terlalu bergantung pada pendapatan dari satu klien. h i d a y a t k a m p a i . dan akan bertentangan dengan kepercayaan yang diharapkan ada dalam hubungan fidusia. dan keinginan untuk melindungi pendapatan yang ada atau mengumpulkan lebih banyak lagi dan prospek interaksi sosial dalam bentuk pengaguman mungkin semua berdampak pada independensi. 52 | w w w . yang berhubungan erat dengan audit. Akuntan profesional harus terus menahan godaan untuk terfokus pada pengembangan layanan dengan keuntungan yang besar dengan mengorbankan layanan audit dengan margin rendah.harus memenuhi anggaran audit yang terlalu ketat. Persahabatan. sehingga sekali lagi dapat menyebabkan kualitas pelayanan di bawah standar atau tekanan.

namun juga nampak baginya sebagai martabat/kewibawaan mendasar yang mana setiap auditor independen diwajibkan untuk mempertahankannya. dia diterima di program pelatihan akuntan Sekolah Bisnis Acron. c o m . Satu isu yang tidak dapat dipahami dengan baik adalah konsekuensi dari seorang akuntan profesional yang mengamati kerahasiaan tentang penyimpangan yang dilakukan atasannya. Tugas baru Dan pun dimulai. h i d a y a t k a m p a i . Karier pribadi Dan pun positif. Contoh Kasus Etika: DILEMA SEORANG AKUNTAN Daniel Potter bekerja sebagai staf akuntansi di Baker Greenlaf. Saya biarkan kamu berpikir apa yang dirasa perlu dalam masalah ini”. dan dia cepat mendapat promosi melalui peringkat-peringkat dan terdaftar untuk membantu merekrut para sarjana untuk bekerja di perusahaan. “Saya ingin Anda menyelesaikan masalah yang kami miliki dengan anak perusahaan itu. satu dari 8 besar KAP. dan diarahkan oleh kode profesional untuk mengundurkan diri jika atasan tidak dapat diyakinkan untuk mengubah perilaku mereka. yang telah membuat pusing Baker di masa lalu. dan disponsori oleh Baker Greenleaf. Dan belajar dengan teliti tentang kode etik American Institute of Certified Public Accountants (AICPA) dan telah secara menyeluruh mengakrabkan dirinya dengan pedoman profesi untuk hal-hal moral. Baker memerlukan audit khusus dan Baker menempatkan orang-orang terbaiknya dalam pekerjaan itu. dan datang dengan opini yang bersih (yaitu konfirmasi bahwa pernyataan klien disajikan secara adil) dalam satu bulan. dan Dan sangat bangga bisa diikutkan dalam tim untuk penugasan khusus itu. senior dalam proyek itu menugasi Dan untuk mengaudit anak perusahaan real estate yang dimiliki secara penuh. 53 | w w w . Oliver Freeman. Dalam mempersiapkan ujian CPA-nya. semua itu bukan hanya merupakan bagian integral dari ujian audit. Setelah lulus menjadi sarjana ekonomi dari salah satu sekolah dalam asosiasi delapan universitas di Tenggara AS (Ivy League). Antusiasme dan kemampuannya nampak jelas sejak awal. Dan telah mengganggap serius pedoman-pedoman itu.

9 juta nilai penurunan yang diperlihatkan dalam opini yang menyertainya. 54 | w w w .000. Keluarkan halaman dalam dokumen dimana anda memperkirakan nilai properti tanah dan bangunan sebesar $100. yang merupakan prosedur normal di Baker Greenleaf. Laporan yang ia serahkan pada Oliver Freeman berisi rekomendasi bahwa itu sebaiknya didokumentasikan dengan syarat terkait dengan opini. Setelah Freeman meninjau dokumen Dan. c o m . Beberapa kali dalam bulan-bulan ke depan antara Dan dan oliver terdapat ketidaksepakatan mengenai isu-isu interpretif. mereka menolak untuk menurunkan nilainya. 2. tiap perbedaan opini antara klien dan akuntan publik yang memengaruhi laporan laba rugi hingga 3 % dianggap material dan harus diperlihatkan dalam opini CPA. dan perkiraan Dan sendiri tentang nilai tersebut adalah tidak lebih dari $100. Tiga hari sebelum masa audit berakhir. Dan menyelesaikan dokumennya dan menyerahkan pada Oliver untuk ditinjau ulang.000 dengan para manajer anak perusahaan. dan Dan harus menyelesaikan ketidaksepakatan itu sendiri. Diskusi dengan klien telah berakhir pada titik ini. Usaha dia menjadi ambigu.000. tetapi karena mereka merasa ada prospek yang bagus untuk menyewakan properti tersebut dalam waktu dekat. Perlihatkan opini bahwa propert tanah dan bangunan tersebut telah dievaluasi secara benar oleh anak perusahaan. tetapi berhasil menyelesaikan kecuali satu: satu dari properti real estate terbesar anak perusahaan dinilai dalam neraca sebesar $2 juta. Properti itu merupakan struktur yang telah rusak di lingkungannya yang tidak ditempati selama beberapa tahun. Hilangkan sebutan yang ”mengacu pada opini” dan diganti dengan “opini yang bersih”. yang mengindikasikan bahwa semua laporan keuangan itu secara nalar mengacu pada $1.900. dia selalu tunduk pada opini atasannya. Dia menemukan cukup banyak masalah. dia memberikan tanggapan kembali dalam bentuk daftar “hal-hal yang harus dilakukan”. namun ketika Dan mulai menyadari betapa keras kepalanya Oliver. h i d a y a t k a m p a i . Beberapa hal dalam daftar tersebut adalah sebagai berikut: 1. dan tergantung pada bagaimana ia mendefinisikan laporan laba rugi menurut peraturan AICPA dalam hal material. 3. Dan mendiskusikan proposalnya untuk mengurangi nilainya hingga $1.

Beberapa hari kemudian. Dia pun tidak sepenuhnya yakin tentang apa yang harus ia lakukan. Dia memahami sepenuhnya akan pentingnya audit ini dan menunjukkan kesetiaannya pada Baker Greenleaf dan Oliver. c o m . Dia juga menerbitkan evaluasi yang negatif tentang kinerja Daniel Potter dalam audit. Masalahnya tidak material bagi klien (konsolidasi) dan opini anak perusahaan hanya akan digunakan secara internal. • Klien 55 | w w w . Dan mengetahui bahwa Freeman telah menarik analisa dari dokumen dan menggantinya dengan opini bersih. Analisa atas kasus ini: 1. • Akuntan. namun Dan lebih menginginkan untuk membawa isu ini pada dewan peninjau independen dalam perusahaan. Dan terus mempertanyakan keetisan dari menerbitkan opini bersih. Sore itu. yaitu Oliver Freeman. namun visi Senator Metcalf tentang perlunya nasionalisasi terus menghantuinya. evaluasi negatif tidak akan bertahan. Dan tahu ia memiliki hak untuk melaporkan insiden ini pada konselor partner atau ke departemen SDM. yaitu Baker Greenleaf. arogansi Oliver atas staf juniornya akan tetap berlangsung dan pada dokumen-dokumen itu akan tetap ada nama Dan. tetapi Baker Greenleaf tidak punya dewan seperti yang dimksud.Dan langsung menanggapi daftar itu bahwa ia tidak akan mengubah penilaiannya karena hal itu jelas-jelas melanggar apa yang dia ketahui dari membaca peraturan-peraturan akuntansi. Bagaimanapun. h i d a y a t k a m p a i . Oliver dan Dan bertemu dalam ruangan tertutup dan Oliver menyatakan bahwa Ia(Oliver) tidak ingin ada masalah dalam audit ini dan Dan bertanggung jawab untuk adanya “opini bersih”. Lagipula tidak ada yang membaca ataupun peduli pada laporan keuangan ini. tetapi meski demikian ia percaya bahwa itu berarti memintanya untuk menerbitkan evaluasi palsu. kecuali dia memberitahukan insiden itu pada seseorang. Pihak-pihak yang terlibat: • KAP. Dan menekankan kembali bahwa hal ini merupakan masalah kepentingan dari sisi integritas profesional dan legalitas/keabsahan.

h i d a y a t k a m p a i . Akuntabilitas adalah istilah umum untuk menjelaskan bagaimana sejumlah organisasi telah memperlihatkan bahwa mereka sudah memenuhi misi yang mereka emban. Dalam kasus ini. Disclosure memiliki arti tidak menutupi atau menyembunyikan dimana jika dikaitkan dengan laporan keuangan. ➢ Disclosure. 2. yaitu adanya konflik kepentingan antara perusahaan (manajemen) dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Baker Greenleaf. Seorang akuntan atau auditor harus dapat mempertanggungjawabkan bahwa laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan sudah dibuat sesuai dengan PABU dalam rangka memberikan keyakinan atas asersi laporan keuangan entitas. ➢ Akuntabilitas. ➢ Independensi. Dalam hal ini manajemen memiliki kepentingan yang dapat memberikan keuntungan bagi dirinya sendiri. Independensi dalam perencanaan audit berarti bebas dari pengar uh manajemen dalam menerapkan prosedur audit. disclosure mengandung arti bahwa laporan keuangan harus memberikan informasi dan penjelasan yang cukup mengenai hasil aktivitas suatu unit usaha. perusahaan klien melanggar peraturan PSAK no 1 (di Indonesia) mengenai Penyajian Laporan Keuangan dimana dalam PSAK 1 menyebutkan bahwa perusahaan harus menyusun laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) secara lengkap. c o m . padahal hal tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dimana sebenarnya auditor menemukan suatu temuan yang nilainya material dan dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan oleh pengguna laporan keuangan perusahaan klien. dimana manajemen mengharuskan akuntan (KAP) untuk memberikan laporan audit dengan “opini bersih”. Perusahaan klien tidak melakukan pengungkapan yang sebenarnya atas nilai properti atas tanah dan bangunan pada anak perusahaan induk sehingga dapat menyesatkan pengguna laporan keuangan. Isu-isu penting: ➢ Konflik Kepentingan. menentukan sasar 56 | w w w .

2. an dan ruang lingkup audit. c o m . beretika dalam tempat kerja memastikan diri bertindak sesuai dengan prinsip salah-benar yang diterima umum ditempat kerja. Dalam kasus ini. Pada kasus ini etika KAP menjadi pertanyaan karena KAP bersama dengan akuntan (Oliver) KAP Baker Greenleaf melanggar etika yang telah diatur dalam Kode Etik Profesi Akuntan seperti yang telah dikeluarkan oleh IAPI. Terjadi pembatasan sifat dan ruang lingkup audit. dsb terkait isu-isu mengenai etika seperti isu integritas.1 tentang Prinsip Objektivitas.1 tentang Prinsip Integritas. AICPA.dsb sebagaimana yang diatur dalam Kode Etik Profesi Akuntan. independensi. 3. ➢ Etika. diantaranya : 1. h i d a y a t k a m p a i . Hal ini mungkin saja karena: 1. dimana Oliver selaku senior auditor bertindak tidak jujur atas laporan audit yang terjadi kesalahan material tersebut dengan membuat opini audit yang tidak sesuai. KAP termasuk salah satu akuntannya (Oliver) tidak bersikap independen dalam memberikan audit pada perusahaan klien sehingga mengeluarkan opini audit yang tidak seharusnya. Pada umumnya. Terdapat hubungan istimewa antara KAP atau auditor dengan klien. bekerja dengan baik. Etika dalam tempat kerja biasanya meliputi kewajiban moral. ada beberapa kode etik yang dilanggar. SEC. benturan kepentingan atau pengaruh yang tidak layak dari pihak-pihak lain yang mempengaruhi 57 | w w w . Kode Etik yang dilanggar: Berdasarkan Kode Etik Profesi Akuntan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). dimana KAP dan auditornya terdapat unsur-unsur subjektivitas. Etika adalah masalah yang berkaitan dengan prosedur pengambilan keputusan berdasarkan integritas yang mengarah pada keputusan dan pekerjaan seseorang dalam suatu perusahaan. kejujuran. Seksi 110. objektivitas. 2. Konflik kepentingan antara auditor dengan klien. Seksi 120. dan tidak menyalahgunakan tanggung jawab. 3. tidak melakukan kecurangan.

yang dapat menurunkan reputasi profesi. karena perusahaan yang go public wajib memiliki Komite Audit dalam struktur organisasi perusahaannya sebagaimana diatu dalam UU No 40 Th 2007 pasal 121 ayat 1 Tentang Perseroan Terbatas. maka hal ini perlu menjadi perhatian apakah perusahaan klien merupakan perusahaan yang go public atau tidak. Namun karena perusahaan klien tidak memiliki Komite Audit.1 tentang Perilaku Profesional. ▪ Jika perusahaan klien merupakan perusahaan go public dan tidak memiliki Komite Audit maka auditor (Dan) dapat melaporkan kepada BAPEPAM yang sekarang adalah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku badan yang mengeluarkan Surat Edaran Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) No: SE-03/PM/2000 yang berisi 58 | w w w . 3. c o m . h i d a y a t k a m p a i . maka Dan dapat melaporkannya kepada Komite Audit terlebih dahulu untuk menyelesaikan permasalahan tersebut karena keindependensian yang dimiliki komite audit sangatlah terpercaya dan terlindungi. Saran & Rekomendasi yang sebaiknya dilakukan: Hal yang harus dilakukan oleh Dan adalah tetap berpegang teguh terhadap peraturan dan etika yang berlaku terhadap auditor dimana Dan tetap harus bersikap independen meskipun ada paksaan atau tekanan dari seniornya tersebut. 4. pertimbangan profesional dalam memberikan opini tentang kewajaran laporan keuangan klien. Seksi 150. Hal ini dapat mengakibatkan terciptanya kesimpulan yang negatif oleh pihak ketiga yang rasional yang memiliki pengetahuan mengenai semua informasi yang relevan. Karena Independensi auditor harus terjaga dari awal hingga akhir proses audit apapun yang terjadi. Tetapi jika tekanan tersebut telah mengganggu Dan secara terus menerus dan membuatnya tidak nyaman atau bahkan seperti kasus tersebut seniornya tetap mengeluarkan opini audit yang tidak sesuai dengan kenyataan. dimana KAP dan auditor (Oliver) tidak mematuhi setiap ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku serta berbuat hal yang dapat mendiskreditkan profesinya sebagai akuntan publik.

dan melebihi harapan mengarah pada kesempatan untuk menggalang dukungan. bahkan dalam kasus-kasus 59 | w w w . himbauan perlunya Komite Audit dimiliki oleh setiap Emiten dan Surat Direksi BEJ (Bursa Efek Jakarta) No: Kep. h i d a y a t k a m p a i . Dalam konteks ini. Modul 3 Managing Ethics Risks and Opportunities Ethics Risk & Opportunity Identification & Assessment Pengakuan terbaru dari kebutuhan untuk akuntabilitas perusahaan kepada stakeholder telah membawa pengakuan konsekuensi bahwa sistem pemerintahan modern perlu mencerminkan memuaskan kepentingan stakeholder. Namun demikian. didasarkan pada menanggapi pada kinerja perusahaan untuk kepentingan masing-masing kelompok pemangku kepentingan dari siapa perusahaan ingin dan butuh dukungan untuk mencapai tujuan strategis. maka dia bisa mengundurkan diri dari KAP dan tetap bisa mempertahankan integritas dan objektivitasnya. ▪ Jika perusahaan klien bukan merupakan perusahaan go public maka Dan selaku auditor yang tidak setuju dengan perilaku menyimpang KAP dan atasannya. Ini membutuhkan banyak lebih luas kerangka untuk penilaian risiko dari apa yang kebanyakan perusahaan telah terapkan. 339/BEJ/07-2001. Agar adil. telah terjadi tumpang tindih dalam pendekatan penilaiaan risiko tradisional dengan pendekatan risiko etika/penilaian kepentingan pemangku kepentingan (ERSIA). c o m . perhatian pada resiko etika dan kesempatan yaitu karena risiko tidak memenuhi harapan pemangku kepentingan yaitu mengarahkan pada sebuah potensi kehilangan dukungan untuk memenuhi tujuan perusahaan. pada gilirannya. Kepuasan para pemangku kepentingan.

h i d a y a t k a m p a i . manajemen risiko.Tanpa dukungan perspektif pemangku kepentingan. Sarbanes-Oxley Act 2002 (SOX) menyatakan manajemen risiko secara efektif membuat bagian integral dari kepemimpinan yang baik ketika membawa reformasi pemerintahan untuk SEC perusahaan pendaftar diseluruh dunia dan melahirkan perkembangan serupa di banyak yurisdiksi lain. tapi ini tidak terlalu jauh untuk mencegah hilangnya reputasi dan dukungan pemangku kepentingan. seperti yang biasanya dipraktekkan. Namun.tumpang tindih. perusahaan terdepan mempekerjakan beberapa bentuk manajemen risiko. jarang melibatkan pemeriksaan penuh risiko etika dan peluang. karena fokus sudah berada pada apa yang penting dari perspektif pemegang saham. CFO dan auditor harus melaporkan dan menyatakan efektivitas itu. fokus dari pendekatan non-ERSIA dan pola pikir para penyelidik belum seluas seperti yang sekarang muncul. yang ditujukan untuk penilaian risiko dan pencegahan. dan CEO. penyelidik mungkin tidak mengenali risiko yang dapat menyebabkan kerugian dukungan atau peluang bagi penciptaan dukungan yang didasarkan pada keunggulan kompetitif atau perhatian kepentingan pemangku kepentingan lainnya. daripada perspektif pemangku kepentingan. ketika bursa saham utama terdaftar sebagai salah satu hal yang direksi diperlukan untuk mengawasi. Ada fokus yang tumbuh pada hal-hal yang berhubungan dengan penipuan. Pasal 404 dari SOX. Selama tahun 1990-an. misalnya. c o m . Kerangka COSO ERM seperti yang tertera dibawah ini menilai bagaimana suatu entitas mencapai tujuannya pada empat dimensi. Review wajib pengendalian intern melibatkan perbandingan sistem korporasi dengan kerangka pengendalian internal diterima seperti yang dikembangkan untuk Enterprise Risk Management (ERM) oleh Committee of Sponsoring Organizations (COSO). 60 | w w w . mengharuskan perusahaan untuk mengetahui efektivitas sistem pengendalian internal mereka sehubungan dengan pelaporan keuangan. tetapi kebanyakan perusahaan lain tidak. Limitations with Traditional Enterprise Risk Management (ERM) Approaches Manajemen risiko telah menjadi konsep yang umum digunakan sejak akhir 1990- an.

tekanan untuk memenuhi tujuan realistis atau tidak tepat. kode kepatuhan dalam penilaian kinerja. kode etik. FOCUS: HOW DOES AN ENTERPRISE ACHIEVE ITS OBJECTIVES? DIMENSION STRATEGIC OPERATIONS REPORTING COMPLIANCE COMPONENT Internal Environment Objective Setting Event Identification Risk Assessment Risk Response Control Activities Information & Communication Monitoring Namun. review COSO ERM berorientasi akan memeriksa pola di atas. pemantauan efektivitas sistem pengendalian intern . dan tindakan perbaikan dalam menanggapi kode pelanggaran. c o m . Etika dan budaya perusahaan yang etis terlihat memainkan peran penting dalam pengendalian pengaturan lingkungan. beberapa perusahaan melakukan pendekatan manajemen risiko dalam kerangka manajemen risiko etika penuh digunakan untuk mendukung era baru 61 | w w w . kesediaan manajemen untuk mengesampingkan pengendalian yang didirikan. kerangka ERM melibatkan delapan komponen yang saling terkait mengenai cara manajemen menjalankan perusahaan dan bagaimana mereka terintegrasi dengan proses manajemen. kesadaran karyawan. program whistle-blowing. Akibatnya.Dalam setiap kategori tersebut. dan dengan demikian menciptakan sistem pengendalian internal ERM berorientasi efektif dan mempengaruhi perilaku yang dihasilkan. h i d a y a t k a m p a i .

mereka tidak diharapkan untuk menemukan setiap masalah. sampai periode fiskal yang dimulai pada atau setelah tanggal 15 Desember 2002. mereka tidak diharapkan untuk melihat serius untuk penipuan. Meskipun. atau risiko kerugian atas pinjaman dan investasi derivatif. Perusahaan lain telah berfokus pada risiko bisnis yang luas.akuntabilitas pemangku kepentingan dan pemerintahan. seperti kebangkrutan peminjam. mandat audit eksternal yang normal yaitu memerlukan perhatian hanya jika risiko yang ditemukan akan mengakibatkan salah saji material dari hasil usaha atau posisi keuangan perusahaan. bagaimanapun. karena auditor eksternal hanya melakukan pengujian. bagaimanapun adalah salah tempat. Misalnya. lembaga keuangan cenderung berfokus pada risiko keuangan. Kepercayaan ini. Selain itu. c o m . bahwa tidak pernah ada persyaratan untuk auditor eksternal untuk mencari dan melaporkan setiap risiko etika atau peluang. Bahkan dalam pendekatan tradisional. yang dirilis oleh AICPA dalam menanggapi kasus Enron dan WorldCom. manajemen risiko tradisional berfokus pada isu-isu dari perspektif dampak keuangan mereka pada pemegang saham. menggambarkan bagaimana auditor eksternal telah diarahkan ke arah pengungkapan penipuan besar. Pernyataan baru Standar Auditing (SAS 99). SAS 99 mengharuskan: 62 | w w w . auditor eksternal meninjau pengendalian internal perusahaan dan kadang-kadang beberapa risiko bisnis. Selain itu. dan Sarbanes-Oxley Act 2002. pemeriksaan. dan pelaporan. Beberapa direksi dan eksekutif telah diduga bahwa auditor eksternal mereka yang meninjau untuk risiko. akan membawa risiko ditemukan ke perhatian manajemen dan / atau direksi. dan tidak memasukkan dampak nonfinansial pada pemangku kepentingan. Tergantung pada organisasi. seperti yang tercakup dalam studi terbaru oleh Institute of Internal Auditors (IIA) atau dalam studi bersama yang diterbitkan oleh AICPA dan CICA. Secara khusus. h i d a y a t k a m p a i . dampak keuangan yang difokuskan pada pendekatan ERM telah ada ketergantungan kesalahan pada auditor eksternal. sebagai bagian dari audit. Itu dicatat.

➢ Peningkatan standar untuk pemeriksaan. ➢ Menggerakan pendidikan antifraud di universitas. h i d a y a t k a m p a i . termasuk: • Dukungan dari penelitian tentang penipuan • Pengembangan kriteria antipenipuan dan pengendaliannya. Mereka biasanya tidak akan diharapkan untuk mengejar risiko non-keuangan yang tidak material atau lainnya atau peluang. dokumentasi. c o m . sebagai berikut: • Menduga biasanya bahwa ada risiko manipulasi pendapatan karena penipuan dan melakukan investigasi. 63 | w w w . ➢ Pedoman yang harus diikuti mengenai pengumpulan data dan pemeriksaan prosedur untuk mengidentifikasi risiko penipuan. dan di bawah anggapan manajemen yang telah direvisi yang dianggap tidak salah. mereka biasanya tidak diharapkan untuk meningkatkan semua risiko etika atau peluang dengan manajemen atau Komite Audit. yang bertanggung jawab untuk memantau semua risiko etika. auditor eksternal akan mencari penipuan dan / atau kelemahan dalam pengendalian yang akan menimbulkan salah saji material dari laporan keuangan. atau komite lain atau dewan. Akibatnya. ➢ Langkah-langkah lain. ➢ Diskusi wajib dan tukar pendapat antara tim audit dari dan tentang potensi dan menyebabkan untuk salah saji material dalam laporan keuangan karena penipuan sebelum dan selama audit. Bahkan setelah adopsi reformasi SOX. menggunakan materi yang sesuai. direksi dan manajemen eksekutif. ➢ Pengembangan program pelatihan pencegahan penipuan untuk publik. dan melaporkan langkah-langkah audit yang diambil untuk memastikan agar manipulasi tidak terjadi. Dengan kata lain. harus merancang proses pemeriksaan secara in-house atau review. • Selalu mengidentifikasi dan menilai risiko bahwa manajemen bisa tidak memperdulikan pengendalian sebagai risiko penipuan. ➢ Penilaian wajib dari risiko penipuan berdasarkan faktor risiko yang ditemukan. atau secara khusus kontrak dengan pihak luar yang ditunjuk untuk melakukan ulasan mereka. ➢ Alokasi 10 persen dari kredit CPE untuk penelitian penipuan.

Selanjutnya. penyidik harus mengkonfirmasi proyeksi ini dengan berinteraksi dengan perwakilan pemangku kepentingan dan dengan kelompok pemangku kepentingan yang penting.Ethics Risk & Opportunity Identification & Assessment Risiko dan peluang identifikasi dan penilaian etika dapat dilakukan dalam beberapa cara. Setelah selesai langkah ini. c o m . 64 | w w w . Tahap 1 dari proses identifikasi risiko dan penilaian etika. dan kerangka kekuasaan dan analisis pengaruh dinamis. legitimasi. harus dimulai dengan identifikasi pemangku kepentingan utama korporasi dan kepentingan mereka menggunakan urgensi. h i d a y a t k a m p a i . peneliti harus memiliki pemahaman proyeksi dimana masalah kepentingan pemangku kepentingan yang sensitif dan penting dan mengapa. Ini akan menunjukkan kepedulian terhadap kepentingan mereka dan membuka dialog yang sebaiknya membangun kepercayaan yang dapat membantu jika ada masalah timbul kemudian. Pada akhir proses konsultasi dengan pemangku kepentingan yaitu konfirmasi harapan stakeholder yang penting untuk kinerja selanjutnya. tetapi pendekatan tiga-fase yang disajikan dalam gambar di bawah menawarkan pendekatan yang komprehensif.

Jika kegiatan perusahaan menghormati/menerapkan nilai-nilai ini. ada kesempatan baik bahwa kegiatan tersebut juga akan menghormati harapan stakeholder penting perusahaan. Tahap 3 melibatkan penyusunan laporan yang dihasilkan dalam proses. Menurut model Charles Fombrun di mana reputasi tergantung pada 4 faktor . c o m . dapat diprediksi. perbandingan harus dilakukan dengan input yang relevan. kasih sayang.Pada tahap 2.kerangka kerja yang bisa membantu untuk mengatur perbandingan diperlukan. perbandingan kegiatan perusahaan dan harapan harus di nilai kembali dari perspektif dampak potensial pada reputasi korporasi. untuk merencanakan menghindari dan mengurangi risiko. Kebutuhan perusahaan tertentu harus mendikte sifat dari laporan yang disajikan. output. dan secara strategis memanfaatkan peluang. dan variabel kinerja lainnya. kualitas. perbandingan seharusnya terbuat dari kegiatan perusahaan dan harapan pemangku kepentingan menggunakan six hypernorm value yang universal dihormati di kebanyakan budaya: kejujuran. keandalan. Ketika mempertimbangkan apakah harapan telah terpenuhi. tetapi harus dipertimbangkan resiko etika dan peluang untuk setidaknya laporan berikut oleh: ➢ Grup pemangku kepentingan ➢ Barang atau jasa ➢ Tujuan perusahaan ➢ Hypernorm value ➢ Pengendali reputasi Kumpulan ini akan memberikan data yang akan memungkinkan direksi dan manajemen eksekutif untuk memantau risiko etika dan peluang.kepercayaan. peneliti harus mempertimbangkan kegiatan korporasi mereka dan menilai risiko yang tidak sesuai atau peluang melebihi harapan. dan tanggung jawab . h i d a y a t k a m p a i . Akhirnya. Selain itu. dalam dan luar negeri. 65 | w w w . dan tanggung jawab. yaitu harapan penting pemangku kepentingan. kredibilitas. integritas. sekarang dan di masa depan. keadilan.

tetapi dalam kenyataannya mereka juga secara strategis bertanggung jawab kepada berbagai pemangku kepentingan yang lebih luas jika mereka ingin menggalang dukungan yang diperlukan untuk pencapaian tujuan strategis. pergeseran paradigma sedang berlangsung. organisasi semakin tertarik pada apa yang pemangku kepentingan harapkan dari mereka dan bagaimana mereka bekerja dan dianggap bekerja sesuai harapan untuk meningkatkan dukungan pemangku kepentingan. Sejauh ini. direksi. c o m . budaya 66 | w w w . seperti hybrid gas / mobil listrik. Ada juga investor. seperti petugas etika perusahaan atau petugas CSR. Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan Kewarganegaraan Korporat Korporasi telah dianggap secara hukum bertanggung jawab hanya untuk pemegang saham atau pemilik. Tujuan Organisasi untuk CSR Untuk mengembangkan rencana atau kerangka kerja yang komprehensif untuk CSR suatu organisasi harus mempertimbangkan tujuan strategis baik sebagai sebuah operasi dan bagaimana ia ingin tampil sebagai warga korporasi.Seorang pejabat perusahaan yang signifikan. harus dibebankan dengan tanggung jawab yang sedang berlangsung untuk memantau asumsi dan masukan terhadap risiko etika dan identifikasi peluang dan model penilaian dan pelaporan kepada subkomite yang relevan dari dewan secara periodik. seperti perusahaan General Motor. Ford. dan Chrysler telah menemukan hubungan terhadap Toyota di bidang produk ramah lingkungan. tertarik pada kinerja organisasi mereka mengenai hal-hal non-keuangan. Membiarkan turun penjaga perusahaan pada pengawasan terus ini bisa memiliki konsekuensi yang sangat serius. dari akuntanbilitas kepada pemegang saham menjadi pertanggungjawaban kepada pemangku kepentingan. Akibatnya. Kedua kelompok orang dari perspektif instrumental dan orang-orang dari perspektifaltrustik tertarik dalam rencana dan kinerja tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility) dari suatu organisasi atau sebagaimana beberapa orang memilih untuk memfigurkannya dengan istilah warga koperasi. h i d a y a t k a m p a i . eksekutif dan karyawan yang dari perspektif altruistik.

Sedangkan pedoman GRI G3 berfokus pada model laporan.Terdapat banyak organisasi yang tingkat CSR dari banyak perusahaan dan daftar kriteria mereka dapat digunakan sebagai arahan dalam membangun serangkaian langkah-langkah yang tepat. Membangun Kerangka Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Inisiatif baru sedang dikembangkan untuk membantu dengan keterlibatan pemangku kepentingan dalam perencanaan perusahaan dan keputusan.sebuah usaha kerja sama dari berbagai pihak termasuk badan akuntansi profesional menawarkan kerangka laporan yang paling komprehensif dan instruktif bagi mereka yang sedang mempertimbangkan meningkatkan perencanaan.perusahaan yang akan dihadapi operasi perusahaan dan kepentingan pemangku kepentingan baik di lingkungan dalam negeri dan luar negeri. Pengukuran Kinerja CSR Pengukuran CSR dapat mengambil banyak bentuk. c o m . pengiriman dan pelaporan CSR atau Corporate Social Performance(CSP). Pengukuran Anticipatory: • Survey tingkah laku karyawan • Survey pelanggan atau pemegang saham • Evaluasi oleh pembeli atau meminta komentar pelanggan • Penilaian media komentar 67 | w w w . Kerangka CSR dapat dikembangkan dari ISO 26000 Guidance on Social Responsibility yang dikeluarkan oleh Organisasi Internasional dengan standart ISO 1 November 2010. Pedoman GRI sedang disempurnakan terus menerus. mengatur kegiatan perusahaan dan membuat laporan tentang mereka dan melakukan audit atas apa yang dilakukan korporasi dan pelaporannya. h i d a y a t k a m p a i . ISO 26000 berfokus pada sifat CSR dan bagaimana organisasi dapat menyiapkan untuk berkontribusi terhadap pengembangan yang cocok untuk menempatkan ISO sebagai tujuan keseluruhan dari CSR. Pedoman Pelaporan Keberlanjutan dikembangkan oleh Global Reporting Initiative(GRI).

Oleh karena itu. grup Inggris Raya sedang mengembangkan kerangka pelaporan berkelanjutan (AA1000) yang memberikan pedoman tentang 68 | w w w . • AccountAbility. Baru-baru ini. beberapa organisasi telah membuat dan menerbitkan standar untuk laporan CSR. lingkungan dan sosial yang sedang dikembangkan oleh sekelompok global termasuk pemangku kepentingan aktivis lingkungan. Mereka saat ini sedang menguji dan menyempurnkan ciptaan mereka dan akan memodifikasi mereka lebih lanjut.Monitoring CSR Setelah pengukuran CSR telah diidentifikasi. Seperti skema pengukuran pada umumnya. akuntan dan tokoh terkemuka lain. data dikumpulkan dan laporan terbentuk langkah berikutnya adalah memantau bagaimana korporasi berbuat. • GRI melibatkan kerangka pelaporan yang komprehensif (G3) yang meliputi kinerja ekonomi. akan menjadi bijaksana untuk mengikuti hal-hal sebagai berikut. c o m . h i d a y a t k a m p a i . perbandingan dapat membantu dengan: • Tujuan Strategis faktor kunci keberhasilan • Organisasi serupa • Alternatif praktik terbaik untuk pembandingan • Standar terpublikasi seperti yang diuraikan sebelumnya • Statisktik dan rata-rata industri • Manajemen dengan target tujuan • Hasil yang diperoleh pada periode sebelumnya Pelaporan CSR Korporasi yang berangkat dari sebuah program pengukuran CSR perlu mempertimbangkan bagaimana mereka akan melaporkan kinerja dan apakah laporan akan dibuat secara internal saja atau tersedia untuk umum. Laporan internal dapat mengambil beragam bentuk tetapi harus berfokus pada tujuan kinerja program.

• Akuntanbilitas Sosial (Social Accountability-SA) dan Audit (Social Accountanbility Audit-SAA) telah mengembangkan SA8000. Adalah memungkinkan bagi perusahaan untuk membuat laporan audit CSR oleh personel perusahaan sendiri. c o m . Pelaporan kinerja etika dapat: • Meningkatkan kesadaran akan isu-isu etis dalam sebuah organisasi • Memberikan dorongan bagi karyawan untuk mematuhi tujuan etis • Menginformasikan pemangku kepentingan eksternal • Meningkatkan citra perusahaan Perusahaan-perusahaan besar merilis laporan kinerja etika kepada masyarakat dengan frekuensi yang lebih besar secara terus menerus. “menetapkan proses akuntanbilitas sistematis dan bagimana menjamin bahwa sistem. sebuah sistem komprehensif dan fleksible untuk mengelola kondisi tempat kerja yang etis di seluruh rantai pasokan global dan SAI sebuah sistem audit kinerja SA8000 Laporan publik menjadi lebih umum. Staf audit internal dapat digunakan mungkin pula menggunakan manajer dari divisi lain dari perusahaan. Assurance Audit Laporan CSR Penyebaran dari apa yang disebut audit laporan CSR telah dikembangkan. proses dan kompetensi yang mendasarinya bisa memenuhi Standar Assurance AA1000 tersebut. Laporan tersebut dapat berupa beberapa paragraf dalam laporan tahunan dan mungkin saja atau mungkin tidak secara spesifik diidentifikasi sebagai laporan kinerja etis. h i d a y a t k a m p a i . Pikiran Penutup 69 | w w w . khususnya di Eropa. bagaimana. Akibatnya banyak individu dan beberapa akuntan publik besar dan perusahaan lainnya telah terlibat dalam membuktikan laporan yang diterbitkan. Inisiatif Eropa dalam perlindungan lingkungan dan melalui Internasional Standards Association (ISO) telah memiliki pengaruh perilaku mengarahkan di perusahaan dan telah mewajibkan pengungkapan publik atas kinerja lingkungan.

Akuntanbilitas strategis perusahaan untuk pemangku kepentingan manajer dan akuntan profesional telah menjadi begitu jelas sehingga akan menjadi picik bagi suatu organisasi jika tidak mengembangkan konsep yang efektif tentang kewarganegaraan korporat dan program yang efektif dari tanggung jawab sosial perusahaan. Selama proses perubahan. Contohnya tindakan yang diambil dapat tidak memuaskan minat pemilik perusahaan tindakan tidak harus mempertimbangkan minat karyawan. • Karyawan diharapkan untuk mengamati status legal atau peraturan tentang jaminan keamanan untuk karyawan dari beberapa situasi yang sering dihadapi termasuk kurangnya privasi dan kesopanan. jenis kelamin dan beberapa faktor lainnya. Contoh sebagai berikut: • Karyawan tidak dapat dipecat karena alasan emosional seperti iseng atau penyimpangan pribadi. Etika di Tempat Kerja Harapan untuk perilaku etis di tempat kerja telah berubah pada beberapa dimensi. beberapa kepentingan karyawan atau hak telah memperkuat relatif terhadap hak majikan: 70 | w w w . • Karyawan tidak dapat dipekerjakan karena berdasarkan faktor kekeluargaan. h i d a y a t k a m p a i . Majikan tidak bisa lagi melakukan apapun yang mereka inginkan dalam hal karyawan. agama. Keseimbangan pertimbangan pasti telah pindah dari suatu kepentingan majikan satunya model untuk model minat karyawan dan majikan. Alasannya harus spesifik seperti yang berkaitan dengan ketidakmampuan karyawan dalam bekerja. c o m . • Diskriminasi gender biasanya kasus ini memutuskan berdasarkan apa orang menerima perhatian yang tidak diinginkan untuk percaya menjadi kasus bukan pada apa yang orang (sering manajer atau pemilik ) memberikan perhatian yang tidak diinginkan percaya harus masuk akal. Mereka umumnya harus mengolongkan kepentingan karyawan setingkat atau lebih tinggi dari majikan.

mengambil risiko atas kesehatan atau keselamatan mereka atau orang lain atau tidak mengatakan apa-apa ketika kebenaran itu terdistorsi. Misalnya dalam daerah lokal kebanyakan tidak diterima untuk menempatkan kamera pengintai di kamar mandi kecuali jika ada ancaman terhadap kehidupan dan kesehatan seperti serangan kekerasan atau transaksi obat bius. Beberapa hak yang berubah menjadi dilindungi oleh undang-undang baru. 71 | w w w . tidak mengambil resioko terhadap kesehatan atau keselamatan atau hal lainnya dan membicarakan kebenaran yang menyimpang. Sebagai contoh. Privasi dan Martabat Hak majikan untuk mencari seorang karyawan Amerika Utara untuk mengakses informasi pribadi yang diinginkan atau untuk mencari properti apapun telah menjadi dikurangi. sah dan bisa diterima secara moral. • Menghormati privasi dan martabat karyawan • Perlakuan jujur • Kesehatan dan keamanan di lingkungan kerja • Lingkungan kerja sipil Hak Karyawan Sejak awal 1970-an telah ada kesadaran yang meningkat atas hak-hak pekerja yang layak lebih dihormati relatif dibanding hak-hak dari majikan yang sebelumnya telah menjadi pemahaman. Masyarakat Amerika Utara kini mendukung posisi dimana hak pribadi lebih penting daripada atasan kecuali dapat ditunjukan bahwa dalam keadaan tertentu. sementara yang lain telah dipengaruhi oleh kasus-kasus hukum umum. kontrak serikat buruh dan praktik perusahaan yang telah sensitif terhadap tekanan pemangku kepentingan. hak-hak majikan telah berubah majikan tidak bisa lagi memerintahkan karyawan untuk mencemari. c o m . • Kemampuan untuk melaksanakan hati nurani seseorang seperti tidak mencemari. kepentingan atasan adalah wajar. h i d a y a t k a m p a i .

berkelahi atau mengintimidasi orang lain • Mengomentari sesorang secara verbal atau tertulis • Membicarakan lelucon yang tidak pantas Perlakuan yang adil Diskriminasi dianggap tidak etis dan dianggap ilegal jika ia melibatkan usia. kesopanan. rasa hormat dan bertanggungjawab • Berbicara dengan suara yang pass yang pantas sesuai lingkungannya • Menghormati orang lain dihadapannya meskipun kamu tidak setuju • Mengatur masalah orang lain dengan rasa hormat dari pada melalui jalur kompromi Tingkah laku yang tidak beradap meliputi: • Berteriak • Kasar. Selain itu. merendahkan. umumnya orang berpendapat bahwa harus ada peluang yang sama untuk pekerjaan dan upah yang sama untuk pekerjaan yang sama khususnya bagi perempuan dan minoritas. agresif. atau kekerasan pemakaian bahasa terhadap individu atau orang lain • Menggunakan benda untuk tindakan kekerasan • Membanting pintu • Melempar benda • Menghina. h i d a y a t k a m p a i . Perilaku sipil meliputi: • Memperlakukan yang lain dengan martabat. Banyak perusahaan terkemuka kini yang berusaha untuk mempekerjakan representasi yang cukup sebagian dari tenaga kerja mereka yang mencerminkan populasi di mana mereka beroperasi.Perusahaan terdepan mulai mendokumentasikan kebutuhan untuk memperpanjang privasi dan martabat untuk penyediaan lingkungan kerja sipil. Karena itu ketika mempekerjakan karyawan pertanyaan yang tidak berhubungan dengan kemampuan karyawan dalam pekerjaan harus dihindari seperti: 72 | w w w . ras. gender dan preferensi seksual. c o m .

Mereka harus tahu apa risiko yang dihadapi dan banyak yuridiksi telah menciptakan hukum berhak- tahu untuk memastikan bahwa organisasi membuat informasi tentang bahan. Mereka akan lebih memilih untuk mengutarakan masalah mereka dan berbicara menentang polusi atau kejahatan lainnya. Seperti 73 | w w w . Kemampuan untuk Menjalankan Suara Nurani seseorang Seperti dicatat di tempat lain. Kepercayaan dan Maknanya Hanya baru-baru ini para peneliti mulai mendokumentasikan apa yang telah dilihat oleh pemilik dan manajer yang berpandangan jauh ke depan. h i d a y a t k a m p a i . proses berbahaya dan perawatan tekait siap diakses. tetapi mereka sering dicegah dari melakukannya dengan kehati-hatian mereka sendiri karena takut mengambil risiko menimbulkan kemarahan dari rekan kerja atau manajer. c o m . • Status pernikahan • Kewarganegaraan • Umur • Agama • Kecacatan kecuali orang itu mengungkapkannya dan kemudian menjadi pantas untuk ditanyakan seperi bagaimana dia bertanggungjawab atas pekerjaannya. Konsep loyalitas buta adalah sesuatu yang tidak banyak karyawan akan merasa nyaman dengannya dalam kasus apa pun. • Tahanan kecuali ada demonstrasi bisnis dimana karyawan harus terlibat • Kondisi keuangan kecuali masih ada kaitannya dengan pekerjaannya • Pertanyaan pribadi Lingkungan Kerja Sehat dan Aman Keseimbangan antara hak-hak pekerja dan pemilik telah bergeser ke titik yang dianggap etis bagi para pekerja untuk mengharapkan bahwa kesehatan dan keselamatan tidak akan masuk akal jika dikompromosikan. argumen bahwa pekerja hanya melakukan apa yang diperintahkan untuk melakukan tidak lagi menyediakan perlindungan bagi pekerja di banyak wilayah yuridiksi sehingga pekerja harus menjalankan suara nurani sendiri.

Pengalaman telah menyatakan bahwa pemahaman tentang keadaan yang menyebabkan dan memungkinkan penipuan dan kejahatan kerah putih. Keseluruhan Manfaat Banyak ahli dan praktisi yang sukses berpegang pada keyakinan bahwa melihat cara karyawan memandang perlakuan perusahaan terhadap mereka menentukan apa yang mereka pikirkan tentang program etika perusahaan. kasus Walt Pavlo. dan auditor eksternal diharapkan waspada untuk masalah yang mungkin timbul. mempengaruhi. c o m . Eksekutif diharapkan untuk memastikan bahwa mereka mengambil langkah-langkah wajar untuk membimbing. yang merupakan bintang di MCI menjadi contoh dalam kasus kejahatan dan yang merupakan kunci dari penipuan senilai $ 6. etika organisasi secara langsung berkaitan dengan bagaimana para pemimpin dirasakan.disebutkan sebelumnya. apakah ada kepercayaan yang cukup bagi karyawan untuk berbagi ide tanpa takut kehilangan pekerjaan atau rasa hormat dari rekan kerja dan manajer mereka dan apakah mereka percaya bahwa organisasi layak mendapatkan loyalitas dari kerja keras. memberikan dasar yang berguna untuk tindakan pencegahan. Dalam rangka memberikan pemahaman mengenai penipuan dari motivasi penipu kerah putih. para pekerja harus yakin bahwa organisasi tersebut benar-benar melakukan apa yang dikatakannya dan harus ada tingkat kepercayaan yang memungkinkan kerpecayaan ini berkembang. dan mengendalikan karyawan yang mungkin memiliki kecenderungan untuk terlibat. Akibatnya. jika suatu organisasi ingin karyawan untuk mengamati seperangkat nilai-nilai etika perusahaan. h i d a y a t k a m p a i . dan motivasi untuk itu. Fraud & White Collar Crime Salah satu tantangan yang dihadapi semua organisasi adalah kemungkinan karyawan melakukan tindakan yang tidak etis seperti penipuan dan kejahatan kerah putih. Walt Pavlo’s Motivation & Rationale for Fraud as MCI’s Star (The Fraud Triangle and Fraud Diamond – A Framework for Understanding Fraudsters) 74 | w w w .000.000 di MCI.

Walt meninggalkan MCI pada tahun 1996. Walt ditangkap pada Januari 2001. h i d a y a t k a m p a i . dan dengan cepat menjadi pimpinan keuangan. Potensi terjadinya penipuan digambarkan pada suatu fungsi yang terdiri dari tiga faktor berikut: need - keuangan atau sebaliknya.500. yaitu kemampuan (capability) atau pengetahuan (knowledge).000. opportunity . c o m . Selain itu. Walt Pavlo Story – Brief Version Walt Pavlo bergabung di MCI pada tahun 1992. bank memenangkan penghakiman $ 5. dan bebas pada tahun 2003.pengendalian yang buruk atau budaya yang teralalu agresif. mengaku bersalah dengan kasus pencucian uang dan penipuan kabel. Selama empat tahun setelah itu Ia terlibat dalam beberapa penipuan di MCI dan pada pelanggan yang berkaitan dengan MCI. Understanding Fraudster Motivation – Maslow’s Hierarchy of Needs 75 | w w w . Analisis mengenai faktor-faktor tersebut dapat menggunakan kerangka tambahan yaitu Maslow’s Hierarchy of Needs dan Heath’s Seven Rationalizations of Unethical Behavior. Dia dijatuhi hukuman 41 bulan penjara. AT & T.Akuntan investigasi dan forensik menggunakan kerangka yang membantu untuk mengetahui penyebab kecurangan yaitu The Fraud Triangle dan ekstensinya yaitu The Fraud Diamond untuk mengidentifikasi penipuan dan situasi yang memiliki potensi untuk terjadinya penipuan. dan diperintahkan untuk membayar lebih dari $ 5. The Fraud Diamond menambahkan faktor keempat.7 juta dalam bentuk restitusi kepada MCI. Walt akhirnya masuk penjara selama 24 bulan. dan BTI. dan kemauan dan kemampuan untuk merasionalisasi (rationalize) perbuatan curang. dan akhirnya mengundurkan diri pada awal 1997.

Keinginan Walt menunjukkan bahwa ia termotivasi oleh kebutuhan uang untuk mempertahankan keluarganya (kebutuhan fisiologis). Walt berada pada pengaruh kebutuhan di semua tingkatan.ego.Maslow menegaskan bahwa kebutuhan individu dapat dikategorikan. dan dapat diterapkan pada pemahaman motivasi penjahat kerah putih dan penipu. Understanding the Rationalization of Fraud – Heath’s Seven Rationalizations Heath’s Seven Rationalizations of Unethical Actions • Penyangkalan terhadap tanggung jawab • Penyangkalan terhadap kesalahan • Penyangkalan terhadap korban 76 | w w w . sosial. kategorisasi Maslow secara luas dihormati dan berguna untuk memahami kebutuhan manusia. Selain itu ia ingin mendapatkan rasa hormat dari bosnya dan karyawan lainnya di MCI. c o m . Meskipun demikian. atau fisik kebutuhan memainkan peran dominan. atau tingkat mana . Hanya dia bisa mengatakan yang kategori. Ada peneliti yang tidak setuju dengan urutan prioritas ini. Ketika tiba saatnya untuk membuat program anjak piutang. Atasannya tentu dimainkan pada kebutuhan Walt untuk afinitas. dengan alasan banyak contoh di mana kebutuhan di puncak piramida dikarenakan pengaruh kuat dari orang-orang di bagian bawah. dan akan ditanggapi dalam urutan prioritas dari bawah piramida. h i d a y a t k a m p a i . ia menandatangani jaminan pembiayaan untuk bank tanpa menanyakan saran terlebih dahulu pada atasannya karena dia ingin merasa seperti dia benar-benar berkontribusi . dan dengan keamanan kerja (kebutuhan keamanan).dia ingin merasakan nikmatnya pemenuhan atau aktualisasi diri.

ia menyalahkan manajemen eksekutif senior dan perusahaan pada umumnya. Dia merasa bahwa perusahaan yang berutang padanya. ia mendukung pembelian yang tertunda. Selain itu. dan bahwa dia berhak untuk membantu dirinya dengan terlibat dalam penipuan. c o m . h i d a y a t k a m p a i . Walt mengambil posisi bahwa dengan menyembunyikan keadaan sebenarnya dari kredit macet MCI. Ia percaya mereka tahu bahwa akuntansi dan pelaporan sistem yang berantakan . Walt mulai menyadari bahwa ia tidak diakui untuk pekerjaan yang baik dan bahwa ia telah mengambil keuntungan karena dia harus mempekerjakan staf yang melaporkan kepadanya untuk lebih dari dia dibayar.dan 77 | w w w . Dia juga memandang uang yang membantu meluncur dari pelanggan pokrol MCI (yang dia anggap tidak etis) adalah "keramaian tanpa korban" karena mencuri dari penjahat dan penipu. Dengan menuntut bahwa ia "membuat nomor nya" dalam hal menyembunyikan keadaan sebenarnya dari kredit macet. Walt percaya bahwa dia sedang diminta untuk melakukan hal yang mustahil. dan bahwa orang lain yang lebih tinggi jabatannya membayar bertanggung jawab untuk menentukan apakah tindakan yang terlibat etis atau tidak. Akibatnya. Demikian pula. ketika mempertimbangkan uang ia mengalihkan. • Penghukuman • Menarik untuk loyalitas yang tinggi • Orang lain melakukannya • Hak Perilaku Walt Pavlo ini sesuai dengan Heath’s Seven Rationalizations. sehingga membantu manajemen eksekutif dan pemegang saham saat ini untuk mendapatkan harga yang baik untuk saham mereka daripada membuat mereka korban kejahatannya.lubang hitam sesungguhnya . Dia hanya menerima pesanan atas ketidakjujuran akuntansi yang dipimpinnya. Dia mengambil pandangan bahwa banyak manajemen eksekutif senior yang tahu apa yang sedang terjadi dan menutup mata untuk bersembunyi dari ukuran masalah kredit macet. ia menyatakan bahwa "Anda tidak bisa mencuri. apa yang mereka tidak akan mendapatkan" menunjukkan bahwa ia tidak percaya bahwa ada cedera yang nyata yang disebabkan oleh tindakannya.

Jelas. c o m . dan fungsi audit internal tidak efektif. mengapa dia tidak? Walt membenarkan beberapa perilakunya dengan kesetiaannya kepada keluarganya. kesetiaannya kepada keluarga lebih diutamakan daripada loyalitas kepada MCI. Kedua hal salah tafsir itu kembali menghantuinya. dan tidak ada yang tampaknya keberatan. Laporan yang tidak akurat. Dia sangat rentan ketika salah satu bos nya atau salah satu dari rekan dalam penipuan mengatakan kepadanya "tidak perlu khawatir tentang hal itu sekarang. Opportunity & Capacity to Commit Fraud Meskipun mungkin ada keinginan untuk melakukan kecurangan. h i d a y a t k a m p a i . telah mengambil waktu untuk memahami sifat dasar dan substansi ekonomi Kemajuan Cepat dan skema lain yang sedang diberlakukan. budaya organisasi tidak mendukung whistle-blower dan mereka tidak didorong untuk maju.mengambil keuntungan dari itu. manajemen senior tidak melakukan peran pengawasan dengan baik. Kelemahan ini menjadi sebuah kesempatan bagi Walt yang sedang mencari dan berkeyakinan bahwa ia tidak akan tertangkap. Tidak ada satu pun. Akhirnya nilai perekonomian palsu dibuat dalam laporan keuangan MCI dihapus dalam jumlah yang besar dengan melakukan write-off yang dikaitkan dengan masalah lain. 78 | w w w . Dalam kasus Walt. dan dia kehilangan pandangan dari kenyataan bahwa ia telah merobek bank tidak hanya menipu. tetapi juga harus ada peluang dan kapasitas atau pengetahuan untuk mengetahui kecurangan dengan tingkat risiko yang dapat diterima pada saat tertangkap dan dihukum berat. Pada akhirnya ia menyadari bahwa ia tidak bisa mengendalikan rekannya yang serakah. Dia mengatur rencana untuk membelikan ayahnya sebuah perusahaan." Mungkin itu juga menjadi keyakinannya bahwa ia bisa mengendalikan situasi. dan tindakan yang dapat dirasionalisasi. dan bagi keluarganya untuk memiliki gaya hidup yang lebih tinggi. Dia beralasan jika orang lain melakukannya. Tidak ada pengendalian yang jelas atas akurasi posting pada akun yang benar. sehingga tidak akan tahu. selain Walt. ia memandang sistem akuntansi MCI sebagai lubang hitam sesungguhnya "mutlak berantakan".

misalnya. Akhirnya. itu akan berguna untuk mempertimbangkan menggunakan kerangka kerja untuk menilai apakah metode motivasi yang digunakan. Demikian pula. di mana karyawan diharapkan untuk mengikuti perintah daripada menggunakan hati nurani mereka sendiri. bos pertamanya yang ia idolakan. Ada keuntungan pasti menerapkan budaya perusahaan yang etis dengan mekanisme whistle-blowing. Selain itu. Meskipun ini terlihat menarik dalam jangka pendek. Hal ini juga jelas bahwa beberapa orang selain Walt menduga bahwa sesuatu yang tidak benar terjadi. Lessons Learned Kerangka kerja ini juga harus dipertimbangkan ketika merencanakan untuk atau melembagakan insentif dan reward sistem baru karena mereka memberikan peluang untuk pengenalan tekanan disfungsional. secara manfaat jangka panjang yaitu 79 | w w w . Analisis yang disajikan di sini menunjukkan betapa rapuhnya sistem akuntansi kepada karyawan yang berniat mengambil keuntungan. ada mikro-budaya militer seperti. Dia harus mendengarkan Ralph McCumber. Walt tidak dapat mengendalikan jalan licin. yang berpotensi berbahaya dalam jangka panjang. untuk menjamin kesadaran dan pengetahuan tentang kerangka kerja yang memadai. sedangkan produktif dalam jangka pendek. tetapi mereka tidak mempertanyakan atau melaporkan kekhawatiran mereka.Pada akhirnya. yang memiliki kemampuan tajam "pendeteksi omong kosong" dan gemar mengatakan: "Jangan membuat janji Anda tidak bisa tepati". dan untuk menanamkan harapan kepatuhan dengan budaya perusahaan yang etis dari awal kerja serta memperkuat harapan tersebut secara berkala. h i d a y a t k a m p a i . penggunaannya harus dibahas dalam sesi pelatihan pengawasan. c o m . ia menerima dan mendorong budaya manipulasi daripada perilaku etis. Ini karena budaya perusahaan MCI tidak mendorong pertanyaan tersebut atau whistle-blowing. Bahkan. Seorang supervisor peka. harus dapat bendera merah dan memperbaiki rasionalisasi berpotensi berbahaya yang digunakan oleh karyawan. Walt seharusnya lebih bijaksana mencurigakan di awal ketika ia mendengar: "Aku akan membuatnya bernilai saat itu milik Anda". ketika menilai kinerja staf pengawas.

seperti pemberian hadiah luas atau bahkan penyuapan. INTERNATIONAL OPERATIONS Ketika setiap perusahaan beroperasi di luar pasar dalam negeri. bimbingan normal telah ditawarkan kepada karyawan harus mempertimbangkan hal-hal terkait : • Bagaimana praktik operasi pasar yang biasa akan berdampak terhadap ekonomi dan budaya • Apakah praktik asing lokal yang berbeda-beda. harus didukung atau dilarang • Reaksi terhadap perubahan-perubahan oleh para pemangku kepentingan dalam negeri dan terutama oleh para pemangku kepentingan utama.mencegah dari munculnya kembali kecurangan dan menimbulkan risiko bagi perusahaan secara keseluruhan. termasuk pelanggan besar dan pasar modal Dampak terhadap Ekonomi Lokal dan Budaya Perusahaan multinasional mungkin memiliki dampak yang signifikan pada budaya lokal daripada tidak di dalam negeri. Pasar ketenagakerjaan : — Tingkat Upah 80 | w w w . Hanya dengan mengintegrasikan keprihatinan etika ke dalam struktur tata kelola perusahaan dapat mengelola risiko etika dan peluang secara efektif. Mereka harus hati-hati untuk tidak memiliki dampak yang tidak menguntungkan di aspek lokal dari : 1. h i d a y a t k a m p a i . analisis kegiatan Walt menggarisbawahi kebutuhan untuk menanamkan keprihatinan etika dalam aspek strategis dan operasional perusahaan. Pemantauan kekhawatiran ini harus menjadi fungsi berkelanjutan penting dari sebuah komite dari dewan direksi. dan memiliki seorang pejabat senior perusahaan yang ditunjuk khusus untuk menangani etika dalam perusahaan maupun di masing-masing divisi yang signifikan dari perusahaan itu. Akhirnya. c o m .

Adat dan Sosial Keagamaan Konflik antara Budaya Domestik dan Budaya Asing Mungkin masalah yang paling sulit muncul ketika nilai-nilai para pemangku kepentingan utama perusahaan berbeda dengan yang ada di daerah lokal negara asing. biaya perlindungan lingkungan lebih rendah. Sudan) • Kurangnya kebebasan berserikat • Menghormati lingkungan • Berurusan dengan anggota keluarga Sering kali. Perbedaan dicatat dalam media dalam beberapa tahun terakhir ini termasuk : • Persetujuan penyuapan (Asia Tenggara) • Penggunaan pekerja anak (Republik Dominica. atau kurangnya birokrasi pemerintah. 81 | w w w . Asia Tenggara) • Penggunaan tenaga kerja budak • Kondisi tenaga kerja yang tidak sehat • Perlakuan terhadap wanita • Dukungan dari rezim represif melalui lokasi operasi (apartheid. perusahaan menematkan operasi di suatu negara hanya karena ingin mempunyai akses ke tenaga kerja murah. Politik dan proses hukum 4. c o m . dan diundang untuk datang oleh politisi lokal yang melakukan kebisaannya dengan bujukan. h i d a y a t k a m p a i . Bahan baku dan pasar input lainnya 3. — Ketersediaan Pasokan 2. Cile.

h i d a y a t k a m p a i . atau Pembayaran Memfasilitasi 82 | w w w . c o m . Harus jelas bahwa uang pelicin atau suap merupakan sesuatu yang bermasalah untuk alasan lain selain melawan hukum : • Menambah biaya operasi barang dan jasa • Meruntuhkan praktik pembelian berdasarkan prestasi di suatu negara/perusahaan • Mempertaruhkan kemungkinan konsekuensi negatif dari kelompok-kelompok pemangku kepentingan apabila mereka tahu • Ketidakmungkinan menegakkan kinerja (mendapatkan kontrak) setelah suap dibayar • Ketidakmungkinan menguji efektifitas tenaga penjualan • Menunjukkan kepada karyawan di perusahaan multinasional tempat lain. Suap biasanya lebih besar dari nilai nominal. Pembayaran Untuk Memfasilitasi Sebuah pembayaran memfasilitasi biasanya nominal dan dibuat untuk mempercepat hasil yang akan juga terjadi dengan waktu yang cukup. Suap. Kedua jenis pembayaran melanggar hukum. tetapi beberapa pengamat percaya bahwa pembayaran memfasilitasi memiliki konsekuensi etis lebih rendah daripada suap. Konflik Budaya yang Jelas dengan Melarang pemberian Hadiah. Kedua pembayaran dimaksudkan untuk memengaruhi hasil. beberapa perusahaan multinasional telah melarang pemberian suap atau pembayaran memfasilitasi. Semua perusahaan harus memiliki kebijakan membayar suap dan pembayaran memfasilitasi.Penyuapan. daripada membiarkan karyawan mengambil keputusan sendiri tentang kapan pembayaran dapat dilakukan. bahwa suap dapat diterima tidak peduli apapun yang termuat dalam kode etik • Menunjukkan kepada pencari uang suap tempat lain bahwa suap mungkin dilakukan jika mereka meminta Akibatnya. dan tanpa itu hasil yang diinginkan tidak akan terjadi. tergantung pada yuridiksi.

Dalam beberapa budaya. penyuapan atau pembayaran memfasilitasi menjadi diperlukan. Jika perilaku etika dianggap sangat penting oleh perusahaan dalam kegiatan normal. krisis adalah “suatu peristiwa yang membawa. Manajemen yang efektif dari peristiwa tersebut melibatkan meminimalkan semua dampak berbahaya. beberapa perusahaan mampu melakukan bisnis tanpa pembayaran tersebut. ada tradisi panjang pemberian hadiah untuk menumbuhkan hubungan jangka panjang yang memfasilitasi transaksi bisnis. terutama karena produk atau jasa mereka sangat baik. reaksi krisis jarang melakukan pendekatan pada tujuan ini kecuali perencanaan tingkat lanjut dilakukan dengan mendalam dan didasarkan atas pemahaman teknik manajemen krisis yang baik. Contoh : Allis Chalmers dan Citibank • Imajinasi Moral • Pedoman Praktik Etika • Konsultasi Sebelum Tindakan CRISIS MANAGEMENT Krisis menyusupi di lingkungan bisnis saat ini. h i d a y a t k a m p a i . telah secara popular dipercaya bahwa perusahaan tidak dapat melakukan bisnis di beberapa Negara. pertimbangan etis harus bahkan lebih penting dalam situasi krisis karena keputusan resolusi krisis biasanya mendefinisikan reputasi masa depan perusahaan. kecuali mereka melakukan pembayaran untuk para pejabat. atau memiliki potensi untuk membawa keburukan dan membahayakan profitabilitas masa depan. Namun demikian. Selain itu. Oleh karena itu. dapat dikatakan bahwa jika perusahaan ingin melakukan bisnis di pasar tertentu. Pada kenyataannya. Menurut Lerbinger. Cina dan Jepang. pertumbuhan dan mungkin keberlanjutan sebuah organisasi”. peluang juga bisa hilang jika 83 | w w w . Tidak hanya keputusan krisis di antara yang paling signifikan yang dibuat dalam hal dampak potensial pada reputasi. termasuk betapa pentingnya menjaga reputasi berdasarkan perilaku etis. c o m . khususnya di Asia Tenggara.

h i d a y a t k a m p a i . Tujuan utama dari manajemen krisis haruslah untuk menghindari krisis. Akhirnya. fase krisis akan dipersingkat jika perilaku etika dapat diharapkan dari karyawan dan/atau rusaknya reputasi dapat diminimalisir jika masyarakat mengharapkan kinerja etis berdasarkan tindakan korporasi masa lalu. 7 Tipe Krisis menurut Lerbinger : • Bencana alam • Krisis teknologi • Perbedaan harapan antara individu. c o m . Jika hal ini tidak memungkinkan. tingkat kepercayaan yang tertanam dalam kepedulian etis dalam budaya perusahaan akan memastikan bahwa tidak ada informasi atau opsi akan ditekan dan tidak diberikan kepada pengambil keputusan.perilaku etis bukan merupakan bagian tertentu dari proses manajemen krisis. membuat keputusan yang efektif selama krisis. tidak terkontrol. dan dengan cepat. dengan memantau terus. maka dampak harus diminimalkan. dan pemulihan reputasi. Sesuatu yang mendasar bagi pengelolaan yang baik dari krisis adalah pemahaman dari empat fase krisis : pra-krisis. ekstremis. Ini dapat dilakukan dengan mengantisipasi krisis atau mengenali tanda-tanda peringatan dini secepat mungkin. Misalnya menghindari krisis mungkin lebih mudah jika karyawan yang etis peka terhadap kebutuhan pemangku kepentingan. dan menanggapi untuk melunakkan atau meminimalkan dampak dan mempersingkat waktu dimana krisis tidak terkontrol. dan perusahaan untuk konfrontasi • Tindakan jahat oleh teroris. jika kekhawatiran terus-menerus untuk prinsip-prinsip etis harus memastikan bahwa isu-isu penting dapat diidentifikasi dan alternatif terbaik diteliti untuk menghasilkan keputusan yang optimal bagi perusahaan. terkontrol. kelompok. Tujuan ini dapat dicapai terbaik melalui perencanaan terlebih dahulu yang tepat. Selain itu. pemerintah dan individu • Nilai-nilai manajemen yang tidak mengikuti persyaratan lingkungan dan sosial dan kewajiban • Penipuan manajemen • Kesalahan manajemen 84 | w w w .

Perhatian penuh terhadap krisis dan menghindari masalah-masalah lain yang dapat membingungkan para pengambil keputusan akan menghsilkan keputusan. Aspek yang paling penting selama penilaian krisis dan menghindari atau meminimalkan dampak adalah dampak langsung dan berkelanjutan reputasi organisasi. Etika dapat diintegrasilkan ke dalam proses pengambilan keputusan bagi manajemen krisis dengan berbagai cara. 85 | w w w . c o m . h i d a y a t k a m p a i .Mengelola krisis secara efektif setelah krisis terjadi sangat penting untuk pencapaian tujuan manajemen krisis.

c o m . Kode Etik menurut Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) merupakan aturan perilaku dan etika akuntan dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya. Modul 4 Kode Etik Akuntan Publik Indnesia Kode Etik Kode Etik merupakan sistem norma. h i d a y a t k a m p a i . Sanksi dalam pelanggaran etika ada 2. 86 | w w w . Interpretasi Aturan Etika Fungsi dari Etika adalah : • Sarana untuk memperoleh orientasi kritis saat berhadapan dengan berbagai moralitas yang membingungkan. yaitu : • Sanksi Sosial. Prinsip Etika 2. • Etika ingin menampilkan keterampilan intelektual (keterampilan berargumentasi secara rasional dan kritis). nilai dan aturan profesional tertulis yang menyatakan secara tegas apa yang benar dan baik. • Orientasi etis ini diperlukan untuk pengambilan sikap yang wajar dalam segala suasana/kejadian. Tiga bagian Kode Etik IAI ada 3. yaitu sanksi yang relatif kecil – dipahami sebagai kesalahan yang masih dapat dimaafkan. yaitu: 1. dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi para profesional. Tujuan profesi akuntansi adalah memenuhi tanggung jawabnya dengan standar profesionalisme tertinggi dengan orientasi kepada kepentingan publik. Aturan Etika 3.

yaitu sanksi yang relative besar – dianggap merugikan pihak lain. tidak memihak kepada 87 | w w w . Tanggung Jawab Profesi Setiap anggota harus menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam melaksanakan tanggung jawabnya. Setiap anggota diharuskan untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas setinggi mungkin. Prinsip ini mengharuskan anggota untuk bersikap adil. Objektivitas Kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. 4. pemerintah. kreditur. 3. 2. pemberi kerja. c o m . Kepentingan Publik Setiap anggota wajib untuk bertindak dalam melayani kepada publik. h i d a y a t k a m p a i . dimana public dari profesi akuntan ini terdiri dari klien. Anggota juga harus selalu bekerja-sama dengan baik dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi dan memelihara kepercayaan masyarakat. dunia bisnis & keuangan. menghormati kepercayaan public dan menunjukkan komitmen profesionalisme-nya. Prinsip Etika Prinsip etika yang dimiliki oleh IAI memuat delapan prinsip yaitu : 1. Karena. dan pihak-pihak lainnya yang begantung kepada objektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis agar tetap tertib. pegawai. Profesi akuntan memegang peran yang penting di masyarakat. Integritas Integritas merupakan kualitas yang mendasari kepercayaan public dan merupakan patokan bagi anggota dalam menguji semua keputusan yang diambilnya. • Sanksi Hukum. investor. sebagai profesional anggota berperan penting dalam masyarakat sehingga mereka memiliki tanggung jawab kepada pemakai jasa profesional mereka.

6. 5. jujur. Perilaku Profesional Kewajiban untuk menjauhi perilaku yang dapat mendiskredit profesi. c o m . Standar Teknis Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesional sesuai standar dan peraturan yang berlaku. sesuai dengan keahlian dan berhati-hati. 88 | w w w . Kerahasiaan Setiap anggota harus menghormati rahasia dan informasi yang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh mengungkapkan informasi tanpa persetujuan dari pihak yang terkait. 7. h i d a y a t k a m p a i . tekun serta memmiliki kewajiban untuk mempetahankan pengetahuan dan keterampilan. karyawan. 8. berkompetensi. Kompetensi Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesional dengan hati-hati. Setiap anggota betanggung jawab untuk menentukan kompetensi masing-masing. anggota lain. pemberi kerja dan masyarakat umum. Kompetensi menunjukkan terdapatnya pencapaian dan pengetahuan yang memungkinkan anggota untuk memberikan jasanya dengan mudah dan cerdik. pihak ketiga. siapapun. Anggota memiliki kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari si penerima jasa selama tugas tersebut sesuai dengan prinsip integritas dan objektivitas. intelektual dan tidak mem-bias serta bebas dari benturan kepentingan atau pengaruh dari pihak lain. dan harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawab kepada orang yang memakai (penerima) jasa.

dan pihak – pihak berkepentingan lainnya. Kontribusi untuk masyarakat & kesejahteraan umum 2. Standar etika- pun berbeda-beda pada suatu komunitas sosial. Bersikap adil dan tidak mendiskriminasi 4. c o m . Menghormati privasi orang lain 89 | w w w . Bersikap jujur dan dapat dipercaya 3. sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika. Integritas & Obyektifitas o Standar Umum & Prinsip Akuntansi o Tanggung Jawab kepada Klien o Tanggung Jawab kepada Rekan Se-profesi o Tanggung Jawab dan praktik lain • Interpretasi Etika Dalam prakteknya. o Garis Besar Kode Etik & Perilaku Profesional : 1. tidak ada etika yang universal/mutlak. Aturan dan Interpretasi Aturan Etika Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota. h i d a y a t k a m p a i . norma dan nilai-nilai yang dianut masing-masing komunitas. • Aturan Etika : o Independensi. tergantung dari budaya. tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya. Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya.

benturan kepentingan atau pengaruh yang tidak layak dari pihak yang mempengaruhi pertimbangan profesional/ pertimbangan bisnis. Bagian A – menetapkan prinsip dasar dan memberikan kerangka konseptual dalam penerapannya. 2. PRINSIP DASAR Setiap praktisi harus mematuhi prinsip dasar etika profesi: 1. Bagian B – ilustrasi tentang penerapan kerangka konseptual pada situasi tertentu. Jika ancamannya tidak signifikan (tidak penting dan tidak memiliki dampak). h i d a y a t k a m p a i . tetap harus dipertimbangkan dan dijalankan untuk menghilangkan atau mengurangi ancaman tersebut sehingga kepatuhannya tetap terjaga. 3. Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional Praktisi harus memiliki pengetahuan dan keahlian sehingga dalam prakteknya juga praktisi harus tahu setiap perkembangan yang ada. jadi tidak hanya bertanggung jawab pada pemberi kerja/client. contoh pencegahan yang diperlukan untuk mengatasi ancaman dan mencegah ancaman pada kepatuhan pada prinsip etika profesi. . praktisi harus mematuhi dan menjalankan prinsip dasar dan kode etik yang diatur sebagai berikut. Kode etik dibagi menjadi 2 bagian. Oleh karena itu. Prinsip integritas Praktisi harus jujur dan tegas dalam menjalin hubungan professional dan hubungan bisnis dalam melaksanakan pekerjaannya. yaitu: . Prinsip objektivitas Tidak boleh membiarkan terjadinya subjektivitas. c o m . Kemudian praktisi juga 90 | w w w . Kerangka konseptual adalah pedoman terhadap prinsip dasar etika profesi sehingga harus diterapkan untuk mengidentifikasikan ancaman terhadap kepatuhan prinsip dasar kode etik profesi dan mengevaluasi ancaman tersebut.PRINSIP PRINSIP DASAR ETIKA PROFESI PENDAHULUAN – Seksi 100 Perbedaan profesi akuntan public dibandingkan profesi lainnya adalah tanggung jawabnya pada kepentingan public.

Prinsip perilaku profesional Wajib mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dan harus menghindari semua tindakan yang merugikan profesi. Praktisi mungkin : . . Kerangka konseptual mewajibkan praktisi untuk mengidentifikasi. dan menanggapi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. Praktisi harus : . mengevaluasi. juga tidak hanya mematuhi peraturan khusus yang dapat bersifat subjektif. tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa persetujuan dari klien. juga tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. kecuali jika memang sudah kewajibannya untuk diungkapkan. h i d a y a t k a m p a i . 5. Kode etik ini memberikan kerangka untuk membantu praktisi dalam mengidentifikasi. Memperhatikan factor kualitatif dan kuantitatif dalam melihat kesignifikanan suatu ancaman. 91 | w w w . 4. mengevaluasi setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi atau keadaan serta hubungan yang dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap prinsip dasar etika profesi. harus bertindak secara profesional dan sesuai dengan standard an kode etik yang ada. Pelanggaran tersebut kemudian dilihat dari signifikansinya. sehingga kepatuhan tetap terjaga. Jika ancaman yang ada secara jelas tidak signifikan. maka praktisi harus menolak untuk menerima perikatan tersebut atau menghentikan jasa profesional yang diberikannya atau bahkan mengundurkan diri dari perikatan tersebut. maka pencegahan harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman atau menguranginya ketingkat yang dapat diterima. Melanggar suatu ketentuan dalam kode etik secara tidak sengaja. Prinsip kerahasiaan Praktisi harus menjaga rahasia yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan profesional dan hubungan bisnisnya. Jika tidak bisa menerapkan pencegahan yang tepat. c o m . dan menangani setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip etika profesi dengan tujuan untuk melindungi kepentingan public. mengevaluasi.

Ancaman telaah pribadi – ancaman yang terjadi ketika pertimbangan yang diberikan sebelumnya harus dievaluasi kembali oleh praktisi yang bertanggung jawab atas pertimbangan tersebut. mencakup antara lain: 92 | w w w . perundang-undangan atau pemberi kerja. atau informasi yang dihasilkan oleh praktisi. Ancaman advokasi – ancaman yang terjadi ketika praktisi menyatakan sikap atau pendapat mengenai suatu hal yang dapat mengurangi objektivitas selanjutnya dari praktisi tersebut. dan pengalaman untuk memasuki profesi o Persyaratan pengembangan dan pendidikan profesional berkelanjutan o Peraturan tata kelola perusahaan o Standar profesi o Prosedur pengawasan dan pendisiplinan dari organisasi profesi atau regulator o Penelaahan eksternal oleh pihak ketiga yang diberikan kewenangan hukum atas laporan.ANCAMAN DAN PENCEGAHAN Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi. anggota keluarga langsung. komunikasi. . dimana ancaman dapat diklasifikasikan sebagai berikut: . pelatihan. Pencegahan dalam lingkungan kerja o Pencegahan yang dibuat oleh profesi. . perundang-undangan. . Ancaman kedekatan – ancaman yang terjadi ketika praktisi terlalu bersimpati terhadap kepentingan pihak lain . mencakup antara lain: o Persyaratan pendidikan. Pencegahan yang dibuat oleh profesi. atau anggota keluarga dekat praktisi. Pencegahan yang dapat menghilangkan atau mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima diklasifikasikan menjadi: . h i d a y a t k a m p a i . atau peraturan. Ancaman kepentingan pribadi – ancaman yang diakibatkan oleh kepentingan keuangan. . Ancaman intimidasi – ancaman ketika praktisi dihalangi untuk bersikap objektif. c o m .

▪ Kewajiban yang dinyatakan secara tertulis dan eksplisit untuk melaporkan pelangaran etika profesi yang terjadi Segala pencegahan diterapkan sesuai dengan situasinya. Sedangkan jika masalah tidak dapat terselesaikan. praktisi harus berkonsultasi ke KAP atau jaringan KAP tempatnya bekerja untuk membantu dalam penyelesaian masalah. ▪ Sistem pengaduan yang efektif dan diketahui secara umum sehingga dapat menjadi wadah pelaporan bagi praktisi yang tidak profesional atau tidak sesuai dengan etika profesi. Dalam memberikan solusi pencegahan. yaitu komite audit. praktisi dapat meminta nasihat dari organisasi profesi yang relevan atau penasihat hukum untuk mendapatkna pedoman dalam penyelesaian masalah. Dalam menyelesaikan masalah yang terkait dengan etika profesi. praktisi harus menentukan tindakan yang sesuai dengan prinsip yang telah diidentifikasi. juga harus memprtimbangkan akibat dari setiap tindakan yang diambil. Jika masalah yang ada melibatkan konflik dengan atau dalam organisasi klien atau pemberi kerja. praktisi harus mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan pihak bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. h i d a y a t k a m p a i . Jika tidak dapat terselesaikan masalahnya. praktisi harus mempertimbangkan hal yang menyebabkan tidak dapat diterimanya pertimbangan tersebut oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki pengetahuan tentang semua informasi yang ada. c o m . setiap praktisi harus mempertimbangkan: • Fakta yang relevan • Masalah etika profesi yang terkait • Prinsip dasar etika profesi yang terkait dengan masalah etika profesi yang dihadapi • Prosedur internal yang berlaku • Tindakan alternative Setelah mempertimbangkan hal diatas. PENYELESAIAN MASALAH YANG TERKAIT DENGAN ETIKA PROFESI. SEKSI 110-PRINSIP INTEGRITAS 93 | w w w . Praktisi dianjurkan untuk mendokumentasikan substansi permaslaahn dan rincian perusahaan yang dilakukan atau keputusan yang diambil terkait permasalahn yang ada.

h i d a y a t k a m p a i . namun dia tetap bersikap apa adanya dan tidak mengikuti kata teman dekatnya sehingga dapat dikatakan telah profesional. c o m . tapi akuntan tetap harus berpegang pada kode etiknya dan menunjukan integritasnya. tegas dan adil dalam hubungan perkerjaan dengan kliennya. seorang praktisi harus bersikap objektif atau apa adanya. SEKSI 120-PRINSIP OBJEKTIVITAS • Mengharuskan praktisi untuk tidak membiarkan subjektivitas • Menghindari setiap hubungan yang bersifat subjektif Seorang akuntan harus bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan pekerjaan. Contohnya praktisi yang berintegritas adalah saat ada partner yang berbuat curang atau client yang meminta untuk memanipulasi data. Contoh : praktisi tersebut dipengaruhi oleh teman dekat untuk memanipulasi data. kita sebagai praktisi harus tetap jujur dan tegas . Setiap akuntan harus memiliki sikap untuk jujur. jujur. Jadi seorang akuntan harus memiliki integritas yang baik. dan adil dalam hubungan profesional dan hubungan bisnisnya. tidak menilai berdasarkan orang atau subjeknya sehingga data atau keputusan yang dihasilkan benar-benar apa adanya . seorang akuntan jadi tunduk dengan kemauan kliennya tersebut. Mewajibkan setiap Praktisi untuk: • Memelihara pengetahuan dan keahlian profesional 94 | w w w . Jangan hanya karena kliennya adalah perusahaan besar. SEKSI 130-PRINSIP KOMPETENSI SERTA SIKAP KECERMATAN DAN KEHATI- HATIAN PROFESIONAL 1. maka karakter tersebut selalu fokus untuk mendisiplinkan diri dalam nilai-nilai positif. Seorang akuntan harus berprinsip integritas dimana ketika karakter sudah berdasarkan integritas.Mewajibkan setiap Praktisi untuk tegas.

• Menggunakan kemahiran profesionalnya sesuai dengan standar profesi dan kode etik profesi Seorang akuntan harus dapat cermat dan fokus dalam setiap pekerjaannya sehingga dapat memberikan hasil yang baik. c o m . bagi seorang praktisi diwajibkan untuk terlebih dahulu menempuh jenjang pendidikan yang telah ditetapkan. 2. pemberi kerja. sesuai dengan persyaratan penugasan. menyeluruh. 3. atau pengguna jasa profesional lainnya 95 | w w w . Pengembangan dan pendidikan profesional yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan Praktisi agar dapat melaksanakan pekerjaannya secara kompeten dalam lingkungan profesional. Hal itu sangat penting untuk jasa yang dihasilkan akan dipakai oleh klien. Seorang akuntan juga harus profesional dalam menjalankan pekerjaannya sehingga dapat menggunakan keahliannya secara maksimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 4. seorang praktisi diperbolehkan menggunakan berbagai teknologi yang sedang berkembang dengan tetap mempertahankan profesionalitasnya. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi dua tahap yang terpisah sebagai berikut: • Pencapaian kompetensi profesional • Pemeliharaan kompetensi profesional Agar bisa menghasilkan jasa profesional. Di dalam mendapatkan informasi terbaru mengenai akuntansi. h i d a y a t k a m p a i . Setelah seorang praktisi dinyatakan telah melewati jenjang pendidikan yang ditetapkan. Dunia luar yang terus bergerak secara dinamis mewajibkan seorang praktisi untuk mengikuti perkembangan bisnis yang relevan bagi profesinya. dan tepat waktu. Sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional mengharuskan setiap Praktisi untuk bersikap dan bertindak secara hati-hati. hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah memelihara kompetensi profesional yang telah dimiliki untuk bisa diterapkan dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan jasanya. Hal tersebut sangat penting mengingat jasa profesional yang dihasilkannya tergantung dengan prinsip akuntansi yang bisa saja berubah sesuai dengan hasil keputusan dari ikatan profesi seorang praktisi.

atau pengguna jasa profesional lainnya sehingga bisa dialihkan kepada praktisi yang lain. pemberi kerja. pemberi kerja. Dan hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahtafsiran dari produk jasa yang dihasilkan oleh praktisi SEKSI 140-PRINSIP KERAHASIAAN .5. Menyangkut keterbatasan yang dimiliki oleh seorang praktisi. Akan tetapi jika dibutuhkan oleh hukum dan peraturan lainnya.Praktisi tidak boleh melakukan tindakan mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia dan menggunakan informasi yang bersifat rahasia . maka harus dipastikan bahwa mereka telah mendapatkan pelatihan khusus menyangkut pekerjaan yang akan dihadapi sehingga antara praktisi dan asisten tersebut dapat berjalan sinkron tanpa menimbulkan sebuah misunderstanding atau salah pemahaman. 96 | w w w . Bila dipandang perlu. Apabila dalam penugasannya seorang praktisi dibantu oleh asisten. akuntan tidak boleh menyebarkan informasi tersebut kecuali jika pihak pengadilan memintanya. maka ia harus mengungkapkannya kepada klien.Kerahasiaan harus dijaga terus menerus bahkan setelah berakhirnya hubungan praktisi dengan klien Seorang akuntan tidak boleh sembarangan memberikan informasi yang bersifat rahasia ke pihak manapun jika tidak mendapatkan ijin. Misalnya akuntan menemukan informasi yang menyimpang dari laporan kliennya.Praktisi harus menerapkan semua prosedur yang dianggap perlu . Hal ini penting karena sikap profesionalitas. c o m . Praktisi harus menjelaskan keterbatasan jasa profesional yang diberikan kepada klien. 6.Setiap praktisi harus tetap menjaga prinsip kerahasiaan dimanapun ia berada .Praktisi harus menjaga kerahasiaan informasi dari calon klien -Praktisi harus mempertimbangkan pentingnya kerahasiaan informasi terjaga di KAP atau jaringan KAP . informasi tersebut dapat dibuka. atau pengguna jasa profesional lainnya untuk menghindari terjadinya kesalahtafsiran atas pernyataan pendapat yang terkait dengan jasa profesional yang diberikan. h i d a y a t k a m p a i . Setiap Praktisi harus memastikan tersedianya pelatihan dan penyeliaan yang tepat bagi mereka yang bekerja di bawah wewenangnya dalam kapasitas profesional.

Dalam memutuskan untuk mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia. 97 | w w w .Situasi-situasi yang mungkin mengharuskan Praktisi untuk mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia: (a) Pengungkapan yang diperbolehkan oleh hukum dan disetujui oleh klien atau pemberi kerja. sebagai contoh: • Pengungkapan dokumen atau bukti lainnya dalam sidang pengadilan. atau • Dalam mematuhi standar profesi dan kode etik profesi yang berlaku. dan (c) Pengungkapan yang terkait dengan kewajiban profesional untuk mengungkapkan. • Jenis komunikasi yang diharapkan dan pihak yang dituju. c o m . • Dalam melindungi kepentingan profesional Praktisi dalam sidang pengadilan. selama tidak dilarang oleh ketentuan hukum: • Dalam mematuhi pelaksanaan penelaahan mutu yang dilakukan oleh organisasi profesi atau regulator. setiap Praktisi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: • Dirugikan tidaknya kepentingan semua pihak • Diketahui tidaknya dan didukung tidaknya semua informasi yang relevan. • Dalam menjawab pertanyaan atau investigasi yang dilakukan oleh organisasi profesi atau regulator. h i d a y a t k a m p a i . (b) Pengungkapan yang diharuskan oleh hukum. atau • Pengungkapan kepada otoritas publik yang tepat mengenai suatu pelanggaran hukum.

melainkan harus menerapkan juga kerangka konseptual tersebut dalam setiap situasi yang dihadapinya. pekerjaan. Membuat pernyataan merendahkan atau melakukan perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan praktisi lain. objektivitas. atau aktivitas yang dapat mengurangi integritas. 200. . dll. Membuat pernyataan berlebihan mengenai jasa yang diberikan. c o m . harus jujur dan tidak boleh melakukan tindakan. . atau reputasi profesinya. SEKSI 200 ANCAMAN DAN PENCEGAHAN PENDAHULUAN 200. yang dapat mengakibatkan pertentangan dengan jasa operasional yang diberikannya. h i d a y a t k a m p a i .2 Setiap Praktisi tidak boleh terlibat dalam setiap bisnis. ANCAMAN DAN PENCEGAHAN 98 | w w w . Setiap akuntan harus menjaga kehormatan profesinya.1 Seksi ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual yang tercantum pada Bagian A dari Kode Etik ini oleh Praktisi. jadi seorang akuntan harus menjaga kelakuannya agar tidak mencemarkan nama baik profesinya. Praktisi tidak hanya mematuhi contoh-contoh yang diberikan.SEKSI 150-PERILAKU PROFESIONAL Mewajibkan setiap praktisi untuk mematuhi setiap ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku Setiap praktisi tidak boleh merendahkan martabat profesi. Hal ini sama seperti profesi lainnya yang mengharuskan anggotanya menjaga nama baik profesinya. Sehingga.

b) Klien assurance selain klien audit laporan keuangan. klien assurance maupun direksi atau pejabatnya. f) Imbalan jasa professional yang bersifat kontinjen yang terkait dengan perikatan assurance. 200. d) Ancaman kedekatan. g) Pinjaman yang diberikan kepada. c) Hubungan bisnis yang erat dengan suatu klien. atau diperoleh dari. b) Ketergantungan yang signifikan atas jumlah imbalan jasa professional yang diperoleh dari suatu klien.5 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi mencakup: a) Penemuan kesalahan yang signifikan ketika dilakukan pengevaluasian kembali hasil pekerjaan Praktisi. 200. h i d a y a t k a m p a i . c o m .3 Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi sebagai berikut: a) Ancaman kepentingan pribadi. d) Kekhawatiran atas kemungkinan kehilangan klien. tergantung dari sifat dan jenis jasa professional yang diberikan kepada pihak-pihak di bawah ini: a) Klien audit laporan keuangan. e) Peluang kerja yang potensial di klien. atau c) Klien selain klien assurance. b) Ancaman telaah pribadi. b) Pelaporan mengenai operasi sistem keuangan setelah keterlibatan Praktisi dalam perancangan atau pengimplementasiannya. c) Ancaman advokasi. Sifat dan signifikasi ancaman sangat beragam.4 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi bagi Praktisi mencakup: a) Kepentingan keuangan pada klien atau kepemilikan bersama dengan klien atas suatu kepentingan keuangan. 99 | w w w . 200. dan e) Ancaman intimidasi.

200.8 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman intimidasi mencakup: 100 | w w w . oleh klien pada suatu kedudukan yang mempunyai pengaruh langsung dan signifikan atas hal pokok dari perikatan. b) Memberikan nasihat hukum kepada klien assurance dalam litigasi atau perselisihan dengan pihak ketiga.6 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman advokasi mencakup: a) Mempromosikan saham suatu entitas yang efeknya tercatat di bursa (“Emitem”) yang merupakan klien audit laporan keuangan. f) Pemberian jasa professional kepada klien assurance yang dapat mempengaruhi hal pokok dari perikatan assurance. c o m . e) Hubungan yang telah berlangsung lama antara pejabat senior KAP atau Jaringan KAP dengan klien assurance. d) Anggota tim assurance sedang menjabat. h i d a y a t k a m p a i . kecuali nilainya secara jelas tidak signifikan. atau belum lama ini pernah dipekerjakan.7 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman kedekatan mencakup: a) Anggota tim perikatan merupakan anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekat dari direktur atau pejabat klien. e) Anggota tim assurance sedang dipekerjakan. pejabat. c) Mantan rekan KAP atau jaringan KAP yang menjadi direktur. 200. atau karyawan klien dengan kedudukan yang berpengaruh langsung dan signifikan terhadap hal pokok dari perikatan. 200. b) Anggota tim perikatan merupakan anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekat dari karyawan klien yang mewakili jabatan yang berpengaruh langsung dan signifikan terhadap hal pokok dari perikatan.c) Keterlibatan Praktisi dalam penyusunan data yang digunakan untuk menghasilkan catatan yang akan menjadi hal pokok (subject matter) dari perikatan. sebagai direksi atau pejabat klien. d) Anggota tim perikatan menerima hadiah atau perlakuan istimewa dari klien. atau belum lama ini pernah menjabat.

200. pengevaluasian signifikasi ancaman. c o m . b) Ancaman atas litigasi. Pertimbangan tersebut dapat dipengaruhi oleh signifikansi ancaman. h i d a y a t k a m p a i . serta pengidentifikasian dan penerapan pencegahan untuk menghilangkan ancaman atau mengurangi ke tingkat yang dapat diterima. atau peraturan.12 Pencegahan pada tingkat institusi dalam lingkungan kerja mencakup: a) Menekankan pentingnya kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. 200. b) Pencegahan dalam lingkungan kerja.10 Pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Pencegahan yang dibuat oleh profesi.9 Setiap Praktisi harus selalu waspada terhadap situasi dan ancaman khusus tersebut.12 dari Kode Etik ini. perundang-undangan. Contoh pencegahan yang dibuat oleh profesi.a) Ancaman atas pemutusann perikatan atau penggantian tim perikatan. dan struktur KAP atau Jaringan KAP. b) Memastikan terjaganya tindakan untuk melindungi kepentingan public oleh anggota tim assurance. sifat perikatan. 101 | w w w . baik dalam hubungan professional maupun hubungan bisnisnya. d) Kebijakan terdokumentasi mengenai pengidentifikasi ancaman terhadap kepatuhan prinsip dasar etika profesi. 200.11 Setiap Praktisi harus menggunakan pertimbangannya untuk menentukan cara terbaik dalam menghadapi ancaman yang telah diidentifikasi serta apakah pertimbangan tersebut dapat diterima oleh pihak ketiga dengan rasional dan memiliki informasi yang relevan. c) Kebijakan dan prosedur untuk menerapkan dan memantau pengendalian mutu perbaikan. perundang-undangan. c) Ancaman melalui penekanan atas pengurangan lingkup pekerjaan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah imbalan jasa professional. atau peraturan telah dijelaskan pada paragraph 100. 200.

o) Kebijakan dan prosedur yang mendorong dan memotivasi staf untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP atau Jaringan KAP mengenai setiap isu yang terkait dengan kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. j) Kebijakan dan prosedur yang melarang personel yang bukan merupakan anggota tim perikatan untuk memengaruhi hasil pekerjaan perikatan. m) Mengenai klien-klien assurance dan entitas-entitas terkait dan mewajibkan untuk menjadi independensinya terhadap klien assurance dan entitas tersebut. i) Penggunaan rekan dan tim perikatan dengan lini pelaporan yang terpisah dalam pemberian jasa professional selain jasa assurance kepada klien assurance. c o m . n) Mekanisme pendisplinan untuk mendukung kepatuhan pada kebijakan dan prosedur yang telah diterapkan. f) Kebijakan dan prosedur internal yang terdokumentasi yang memastikan terjaganya kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. kebijakan indepedensi yang terdokumentasi mengenai pengidentifikasian ancaman terhadap indepedensi. serta pengevaluasian signifikasi ancaman dan penerapan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman atau mengurangi ke tingkat yang dapat diterima. h) Kebijakan dan prosedur untuk memantau dan mengelola ketergantungan terhadap jumlah imbalan jasa professional yang diperoleh dari suatu klien. l) Penunjukan seorang manajemen senior untuk bertanggung jawab atas pengawasan kecukupan fungsi sistem pengendalian mutu KAP atau Jaringan KAP. g) Kebijakan dan prosedur untuk memastikan pengidentifikasian kepentingan atau hubungan antara anggota tim perikatan dan KAP atau Jaringan KAP dengan klien. h i d a y a t k a m p a i . k) Komunikasi yang tepat waktu mengenai kebijakan dan prosedur kserta pelatihan dan pendidikan yang memadai atas kebijakan dan prosedur tersebut.e) KAP yang melakukan perikatan assurance. 102 | w w w .

Klien memiliki struktur tata kelola perusahaan yang memastikan terciptanya pengawasan dan komunikasi yang memadai sehubungan dengan jasa professional yang diberikan oleh KAP atau Jaringan KAP. Praktisi tidak hanya mengandalkan pencegahan tersebut untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima. KAP.14 Praktisi dapat mengandalkan pencegahan yang diterapkan oleh klien. c) Mendiskusikan isu-isu etika profesi dengan pejabat klien yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. 200. 200. ATAU JARINGAN KAP 103 | w w w . b) Melakukan konsultasi dengan pihak ketiga yang independen. SEKSI 210 PENUNJUKAN PRAKTISI. f) Merotasi personel senior tim assurance. d) Mengungkapkan kepada pejabat klien yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan mengenai sifat dan besaran imbalan jasa professional yang dikenakan. c) Klien telah menerapkan prosedur internal untuk memastikan terciptanya proses pemilihan yang objektif atas perikatan selain perikatan assurance. tergantung dari sifat penugasannya. Namun. c o m . h i d a y a t k a m p a i .15 Pencegahan dalam sistem dan prosedur yang diterapkan oleh klien mencakup: a) Pihak dalam organisasi klien selain manajemen menyetujui penunjukan KAP atau Jaringan KAP.13 Pencegahan pada tingkat perikatan dalam lingkungan kerja mencakup: a) Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. e) Melibatkan KAP atau Jaringan KAP lain untuk melakukan atau mengerjakan kembali suatu bagian dari perikatan. b) Klien memiliki karyawan yang kompeten dengan pengalaman yang memadai untuk mengambil keputusan manajemen. 200.

PENERIMAAN PERIKATAN 210.8 Setiap Praktisi harus mengevaluasi setiap ancaman yang 104 | w w w .7 Setiap Praktisi harus mempertimbangkan setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang dapat terjadi dari diterimanya perikatan tersebut. c o m . 210.1 Sebelum menerima suatu klien baru.4 Pencegahan yang tepat mencakup: a) Memperoleh pemahaman tentang klien. 210. Jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang tidak signifikan. pemilik. 210. 210.3 Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi.5 Setiap Praktisi harus menolak untuk menerima suatu perikatan jika ancaman yang terjadi tidak dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.6 Keputusan untuk menerima suatu klien harus ditelaah secara berkala untuk perikatan yang berulang.2 Isu-isu yang terdapat pada klien yang jika diketahui dapat mengancam kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. setiap Praktisi harus mempertimbangkan potensi terjadinya ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang diakibatkan oleh diterimanya klien tersebut 210.PENERIMAAN KLIEN 210. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. manajer. atau b) Memastikan adanya komitmen dari klien untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan atau pengendalian internalnya. 210. h i d a y a t k a m p a i . serta pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan kegiatan bisnis perusahaan.

diidentifikasi dan. sifat. e) Menggunakan tenaga ahli jika dibutuhkan.9 Setiap Praktisi harus mengevaluasi keandalan dari saran atau pekerjaan tenaga ahli jika ia menggunakan saran atau pekerjaan tersebut dalam melaksanakan perikatannya. h i d a y a t k a m p a i .10 Setiap Praktisi tidak diperkenankan untuk menerima dan melaksanakan perikatan assurance yang jenis. KAP.11 Seorang Praktisi yang ditunjuk untuk menggantikan Praktisi lain 105 | w w w . c) Memiliki pengalaman mengenai peraturan atau persyaratan pelaporan yang relevan. dan jenis prinsip- akuntansi-yang-berlaku-umum. 210. kecuali apabila perikatan tersebut harus dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan. 210. atau peraturan lainnya yang berlaku. serta tujuan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman tidak signifikan. g) Mematuhi kebijakan dan prosedur pengendalian mutu untuk memastikan diterimanya perikatan bila perikatan tersebut dapat dilaksanakan secara kompeten. hukum. f) Menyetujui jangka waktu perikatan yang realistis untuk melaksanakan perikatan. Pencegahan tersebut mencakup: a) Memperoleh pemahaman yang memadai mengenai sifat dan kompleksitas kegiatan bisnis klien. dan lingkup pekerjaan yang akan dilakukan. persyaratan perikatan. PERUBAHAN DALAM PENUNJUKAN PRAKTISI. d) Menugaskan jumlah staf yang memadai dengan kompetensi yang diperlukan. b) Memperoleh pengetahuan yang relevan mengenai industri atau hal pokok dari perikatan. c o m . periode. maka pencegahan yang tepat harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. ATAU JARINGAN KAP 210.

atau b) Ketentuan hukum. peraturan. 210.atau sedang mempertimbangkan untuk mengikuti tender perikatan (“Praktisi Pengganti”) dari calon klien yang sedang dalam perikatan dengan Praktisi lain (“Praktisi Pendahulu”) harus menentukan ada tidaknya alasan profesional atau alasan lainnya untuk tidak menerima perikatan tersebut. 210.12 Signifikansi setiap ancaman harus selalu dievaluasi tergantung dari sifat perikatannya. 210. 210. sebelum Praktisi Pengganti memutuskan untuk menerima perikatan 106 | w w w . atau kode etik profesi yang terkait dengan komunikasi dan pengungkapan tersebut. c o m . Praktisi Pengganti dapat berkomunikasi langsung dengan Praktisi Pendahulu untuk memperoleh pemahaman mengenai latar belakang penggantian Praktisi tersebut.13 Setiap Praktisi Pendahulu harus menjaga prinsip kerahasiaan. h i d a y a t k a m p a i . Praktisi Pendahulu tidak boleh memberikan informasi mengenai klien kepada Praktisi Pengganti.15 Jika ancaman yang diidentifikasi merupakan ancaman yang tidak signifikan. b) Meminta Praktisi Pendahulu untuk memberikan informasi mengenai hal-hal yang berhubungan dengan klien yang relevan bagi Praktisi Pengganti. Lingkup informasi mengenai hal-hal yang dapat dan harus didiskusikan oleh Praktisi Pendahulu dengan Praktisi Pengganti ditentukan oleh sifat perikatan serta hal-hal berikut: a) Persetujuan dari klien untuk melakukan komunikasi tersebut. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.16 Pencegahan yang dapat dilakukan oleh Praktisi Pengganti antara lain: a) Mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan klien secara lengkap dan terbuka dengan Praktisi Pendahulu.14 Jika tidak memperoleh persetujuan dari klien. 210. sehingga Praktisi Pengganti dapat memutuskan tepat tidaknya menerima perikatan tersebut. yaitu hal-hal yang mengancam kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.

c) Menanggapi permintaan untuk tender. tersebut. Pencegahannya mencakup pemberitahuan kepada Praktisi Pendahulu mengenai pekerjaan yang akan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada Praktisi Pendahulu untuk menyediakan semua informasi yang relevan agar Praktisi Pengganti dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik.17 Praktisi Pengganti harus memperoleh persetujuan dari calon klien sebelum komunikasi dengan Praktisi Pendahulu. h i d a y a t k a m p a i . kecuali jika Praktisi Pengganti mempunyai keyakinan yang kuat mengenai dapat diperolehnya informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi ancaman tersebut dengan cara lain. 210.19 Praktisi Pengganti dapat diminta untuk melakukan pekerjaan yang bersifat sebagai pelengkap atau tambahan dari Praktisi Pendahulu. maka Praktisi Pengganti harus menolak perikatan yang ditawarkan. 210. Praktisi Pengganti harus mencantumkan mengenai komunikasi dengan Praktisi Pendahulu sebelum menerima perikatan tersebut untuk menanyakan ada tidaknya alasan profesional atau alasan lainnya untuk tidak menerima perikatan tersebut. 210.18 Jika ancaman tersebut tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima. Jika persetujuan telah diberikan. c o m . 107 | w w w . Informasi yang diberikan oleh Praktisi Pendahulu kepada Praktisi Pengganti harus disampaikan dengan jujur dan jelas. maka Praktisi Pendahulu harus mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan lain yang berlaku. Kondisi ini mungkin menimbulkan potensi ancaman.

c o m . atau c) Memberitahukan klien mengenai pemberian jasa profesional oleh Praktisi secara tidak eksklusif untuk suatu klien dan memperoleh persetujuan dari klien untuk bertindak demikian.4 Pencegahan tambahan yang harus dipertimbangkan antara lain: a) Penggunaan tim perikatan yang terpisah dalam memberikan jasa profesional kepada klien-klien yang kepentingannya saling berbenturan. 220. pencegahan yang dilakukan sebagai berikut: a) Memberitahukan klien mengenai setiap kegiatan bisnis KAP atau Jaringan KAP yang dapat menimbulkan benturan kepentingan. b) Penetapan prosedur untuk mencegah akses informasi oleh pihak yang tidak berhak. c) Penetapan pedoman yang jelas bagi anggota tim perikatan mengenai 108 | w w w . dan memperoleh persetujuan untuk melanjutkan hubungan berdasarkan kondisi tersebut. yang dapat menimbulkan ancaman. 220.SEKSI 220 BENTURAN KEPENTINGAN 220. h i d a y a t k a m p a i . Pengevaluasian tersebut harus dilakukan sebelum menerima atau meneruskan hubungan dengan klien atau perikatan.1 Setiap Praktisi harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi setiap situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan. atau b) Memberitahukan semua pihak yang teridentifikasi mengenai pemberian jasa profesional oleh Praktisi kepada klien yang kepentingannya saling berbenturan.2 Setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman. 220. dan mencakup pertimbangan mengenai ada tidaknya kepentingan bisnis atau hubungan dengan klien atau pihak ketiga.3 Tergantung dari penyebab benturan kepentingan. karena situasi tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. dan memperoleh persetujuan dari klien untuk melanjutkan hubungan berdasarkan kondisi tersebut.

h i d a y a t k a m p a i . setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman dan. 230.2 Ketika diminta untuk memberikan pendapat kedua. dan e) Penelaahan secara berkala atas penerapan pencegahan oleh pejabat senior KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam perikatan. keamanan dan kerahasiaan data.6 Jika klien tidak memberikan persetujuan kepada Praktisi sehubungan dengan permohonan Praktisi untuk memberikan jasa profesionalnya kepada pihak lain yang kepentingannya berbenturan dengan klien. SEKSI 230 PENDAPAT KEDUA 230. atau standar/prinsip lain untuk keadaan atau transaksi tertentu oleh. 220. 220. maka Praktisi harus menolak untuk menerima perikatan atau mengundurkan diri dari perikatan yang berbenturan kepentingan tersebut. c o m .5 Jika benturan kepentingan menyebabkan ancaman terhadap prinsip dasar etika profesi yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima. pihak-pihak selain klien. auditing. d) Penggunaan perjanjian kerahasiaan yang ditandatangani oleh setiap rekan dan staf KAP atau Jaringan KAP. 109 | w w w . maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. maka Praktisi tidak boleh melanjutkan pemberian jasa profesionalnya kepada salah satu dari pihak-pihak tersebut. atau untuk kepentingan.1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika dapat terjadi ketika Praktisi diminta untuk memberikan pendapat kedua (second opinions) mengenai penerapan akuntansi. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Meminta persetujuan dari klien untuk menghubungi Praktisi yang memberikan pendapat pertama. pelaporan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman yang tidak signifikan.

3 Jika perusahaan atau entitas yang meminta pendapat tidak memberikan persetujuannya kepada Praktisi yang memberikan pendapat kedua untuk melakukan komunikasi dengan Praktisi yang memberikan pendapat pertama. c o m .b) Menjelaskan mengenai keterbatasan pendapat yang diberikan kepada klien. 230. 240.3 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen telah digunakan secara luas untuk jasa profesional tertentu selain jasa assurance. maka Praktisi yang diminta untuk memberikan pendapat kedua tersebut harus mempertimbangkan seluruh fakta dan kondisi untuk menentukan tepat tidaknya pendapat kedua diberikan. dan c) Memberikan salinan pendapat kepada Praktisi Yang memberikan pendapat pertama. 240. terutama dasar penentuan besaran imbalan jasa profesional. seperti besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan. 110 | w w w . Signifikansi ancaman tergantung dari beberapa faktor berikut: a) Sifat perikatan. pencegahan mencakup: a) Membuat klien menyadari persyaratan dan kondisi perikatan. Praktisi dapat mengusulkan jumlah imbalan jasa profesional yang dipandang sesuai. h i d a y a t k a m p a i . serta jenis dan lingkup jasa profesional yang diberikan. serta jenis dan lingkup jasa profesional yang diberikan.1 Dalam melakukan negosiasi mengenai jasa profesional yang diberikan. SEKSI 240 IMBALAN JASA PROFESIONAL DAN BENTUK REMUNERASI LAINNYA 240.2 Signifikansi ancaman tergantung dari beberapa faktor. Sehubungan dengan potensi ancaman tersebut. b) Mengalokasikan waktu yang memadai dan menggunakan staf yang kompeten dalam perikatan tersebut.

240.4 Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan. Pencegahan tersebut mencakup: a) Perjanjian tertulis dengan klien yang dibuat di muka mengenai dasar penentuan imbalan jasa profesional. c o m . c) Dasar penetapan besaran imbalan jasa profesional. 240. serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional. h i d a y a t k a m p a i .5 Dalam situasi tertentu.7 Setiap Praktisi tidak boleh membayar atau menerima imbalan jasa 111 | w w w . d) Ada tidaknya penelaahan hasil pekerjaan oleh pihak ketiga yang independen. seorang Praktisi dapat menerima imbalan jasa profesional rujukan atau komisi (referral fee) yang terkait dengan diterimanya suatu perikatan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. penerimaan imbalan jasa profesional rujukan atau komisi tersebut dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi terhadap objektivitas. 240. Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen untuk jasa profesional selain jasa assurance diberikan kepada klien assurance diatur dalam Seksi 290 dari Kode Etik ini. b) Pengungkapan kepada pihak pengguna hasil pekerjaan Praktisi mengenai dasar penentuan imbalan jasa profesional. kompetensi. d) Penelaahan oleh pihak ketiga yang objektif terhadap hasil pekerjaan Praktisi. serta sikap kecermatan dan kehatian-hatian profesional. Pembayaran imbalan jasa profesional rujukan tersebut dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi terhadap objektivitas. jika ancaman tersebut merupakan ancaman yang tidak signifikan. Namun. c) Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.6 Seorang Praktisi dapat membayar juga imbalan jasa profesional rujukan untuk mendapatkan klien atau perikatan.b) Rentang besaran imbalan jasa profesional yang dimungkinkan. 240. kompetensi.

maka Praktisi harus melakukan konsultasi dengan organisasi profesi. atau dengan melakukan pembayaran kepada ahli waris atau walinya.1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi ketika Praktisi mendapatkan suatu perikatan melalui iklan atau bentuk pemasaran lainnya. atau pengalaman yang telah diperoleh.5 – 240. c o m . Pencegahan tersebut mencakup: a) Mengungkapkan kepada klien mengenai perjanjian pembayaran atau penerimaan imbalan jasa profesional rujukan kepada Praktisi lain atas suatu perikatan. Setiap Praktisi harus bersikap jujur dan tidak boleh melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: a) Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang dapat diberikan. 240. b) Memperoleh persetujuan di muka dari klien mengenai penerimaan komisi dari pihak ketiga atas penjualan barang atau jasa kepada klien. kualifikasi yang dimiliki.2 Setiap Praktisi tidak boleh mendiskreditkan profesi dalam memasarkan jasa profesionalnya.7 dari Kode Etik ini. h i d a y a t k a m p a i .8 Praktisi dapat membeli seluruh atau sebagian kepemilikan KAP atau Jaringan KAP lain dengan melakukan pembayaran kepada individu yang sebelumnya memiliki KAP atau Jaringan KAP tersebut. 250. atau b) Membuat pernyataaan yang merendahkan atau melakukan perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan Praktisi lain. SEKSI 250 PEMASARAN JASA PROFESIONAL 250. kecuali jika Praktisi telah menerapkan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Jika Praktisi memiliki keraguan atas tepat tidaknya suatu iklan atau bentuk pemasaran lainnya.profesional rujukan atau komisi. 112 | w w w . Pembayaran tersebut bukan merupakan imbalan jasa profesional rujukan atau komisi seperti yang diatur dalam paragraf 240.

dan maksud di balik pemberian tersebut. c o m . nilai. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. 270.2 Signifikansi ancaman sangat beragam.3 Jika ancaman yang dievaluasi merupakan ancaman yang tidak signifikan. Praktisi yang dipercaya 113 | w w w . Jika ancaman tersebut tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.1 Praktisi maupun anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekatnya mungkin saja ditawari suatu hadiah atau bentuk keramah-tamahan lainnya (hospitality) oleh klien. maka Praktisi dapat menyimpulkan pemberian tersebut sebagai pemberian yang diberikan dalam kondisi bisnis normal. 260. 260. maka Praktisi tidak diperbolehkan untuk menerima pemberian tersebut. kecuali jika diperbolehkan oleh ketentuan hukum yang berlaku dan jika demikian. Praktisi dapat menyimpulkan tidak terjadinya ancaman yang signifikan terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.SEKSI 260 PENERIMAAN HADIAH ATAU BENTUK KERAMAH-TAMAHAN LAINNYA 260. SEKSI 270 PENYIMPANAN ASET MILIK KLIEN 270. Dalam kondisi demikian.2 Penyimpanan aset milik klien dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. tergantung dari sifat. h i d a y a t k a m p a i . Jika pemberian tersebut disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional sebagai pemberian yang tidak signifikan.1 Setiap Praktisi tidak boleh mengambil tanggung jawab penyimpanan uang atau aset lainnya milik klien. Praktisi wajib menyimpan aset tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penerimaan pemberian tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.

270. Dalam kondisi demikian.1 Setiap Praktisi harus mempertimbangkan ada tidaknya ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar objektivitas yang dapat terjadi dari adanya kepentingan dalam. termasuk seluruh penghasilan. h i d a y a t k a m p a i .untuk menyimpan uang atau aset lainnya milik pihak lain harus melakukan pencegahan sebagai berikut: a) Menyimpan aset tersebut secara terpisah dari aset KAP atau Jaringan KAP. dan d) Mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku sehubungan dengan penyimpanan dan pertanggungjawaban aset tersebut.2 Setiap Praktisi yang memberikan jasa assurance harus bersikap independen terhadap klien assurance. dividen. atau karyawannya. atau keuntungan yang dihasilkan dari aset tersebut. b) Menggunakan aset tersebut hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan. atau hubungan dengan. setiap Praktisi harus melakukan wawancara yang memadai mengenai sumber aset tersebut dan mempertimbangkan kewajiban yang timbul berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. Praktisi dapat mempertimbangkan untuk meminta nasihat hukum. klien maupun direktur. 114 | w w w .3 Setiap Praktisi harus selalu waspada terhadap ancaman atas kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang dapat terjadi sehubungan dengan keterkaitan Praktisi dengan aset tersebut. c o m . c) Siap mempertanggungjawabkan aset tersebut kepada individu yang berhak atas aset tersebut. 280. Independensi dalam pemikiran dan independensi dalam penampilan sangat dibutuhkan untuk memungkinkan Praktisi untuk menyatakan pendapat secara tidak bias dan bebas dari benturan kepentingan atau pengaruh pihak lain. SEKSI 280 OBJEKTIVITAS – SEMUA JASA PROFESIONAL 280. atau aset pribadinya. Sebagai bagian dari prosedur penerimaan klien dan perikatan. pejabat.

h i d a y a t k a m p a i . contohnya: a. c) Menghentikan hubungan keuangan atau bisnis yang menimbulkan ancaman. e) Mendiskusikan ancaman dengan pihak klien yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup: a) Mengundurkan diri dari tim perikatan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman yang tidak signifikan.2 Perikatan assurance bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna hasil pekerjaan perikatan assurance. c o m .3 Keberadaan ancaman terhadap objektivitas ketika memberikan jasa profesional akan tergantung dari kondisi tertentu dan sifat dari perikatan yang dilakukan oleh Praktisi.4 Setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman yang diidentifikasi dan. d) Mendiskusikan ancaman dengan manajemen senior KAP atau Jaringan KAP. SEKSI 290 INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASSURANCE PENDAHULUAN 290.1 Anggota timassurance bersikap independen terhadap klien assurance. 290. Laporan Keuangan 115 | w w w . 280. 280.3 Praktisi menyatakan pendapat yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna hasil pekerjaan perikatan assurance yang dituju. 290.4 Istilah “informasi hal pokok” (subject matter information) digunakan untuk menunjukkan hasil pengevaluasian atau hasil pengukuran dari hal pokok tersebut. b) Menerapkan prosedur penyeliaan yang memadai. 290.

Praktisi dapat melakukan pengevaluasian atau pengukuran atas hal pokok secara langsung maupun dengan memperoleh representasi dari pihak yang bertanggung jawab. atau Jaringan KAP harus menerapkan kerangka kerja konseptual secara tepat dalam mengidentifikasi. serta tidak hanya mematuhi seperangkat peraturan yang ada.9 Signifikansi setiap hubungan ekonomi.7 Dalam perikatan assurance pelaporan langsung. Independensi dalam penampilan 290. mengevaluasi. Independensi dalam pemikiran b.12 Contoh-contoh yang diberikan dalam Seksi ini bertujuan untuk memberikan ilustrasi penerapan kerangka kerja konseptual.13 Sifat setiap ancaman terhadap independensi sangat beragam.5 Bentuk perikatan assurance dapat berupa perikatan assurance berbasis asersi (assertion-based assurance engagement) maupun perikatan assurance pelaporan langsung (direct reporting assurance engagement). Asersi mengenai efektivitas pengendalian internal 290. hubungan keuangan.11 Selain mengidentifikasi hubungan antara anggota timassurance dengan klien assurance. h i d a y a t k a m p a i . 290.8 Praktisi wajib untuk bersikap sebagai berikut: a. PENDEKATAN KONSEPTUAL ATAS INDEPENDENSI 290. maupun hubungan lainnya harus dievaluasi. dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok.b. KAP. c o m . 290. 290. 290.10 Anggota timassurance.6 Dalam perikatan assurance berbasis asersi. 290. hubungan antara pihak-pihak di luar tim assurance dengan klien assurance harus dilakukan juga. dan menangani ancaman terhadap independensi. tergantung dari karakteristik perikatan assurance. 116 | w w w . 290.

290. 290.23 Suatu KAP atau Jaringan KAP dapat memberikan kesan meskipun bukan merupakan bagian dari Jaringan tersebut dan tidak menggunakan nama merek bersama.entitas dalam struktur tersebut. diterapkan.15 Setiap Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien audit laporan keuangan.14 Suatu entitas yang berada dalam atau dimiliki oleh suatu Jaringan dapat berupa KAP disebut Jaringan KAP. 290.21 Suatu Jaringan dapat juga tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki strategi bisnis bersama.JARINGAN DAN JARINGAN KAP 290.18 Suatu Jaringan tercipta dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan berbagi pendapatan atau beban di antara entitas. c o m . jika KAP tersebut melakukan promosi.20 Suatu Jaringan dapat juga tercipta seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki kebijakan dan prosedur pengendalian mutu bersama yang dirancang. 290. 290. 290. 290. atau manajemen bersama. dan dipantau oleh mereka sendiri. 290.24 Perjanjian penjualan kadang-kadang memperbolehkan bagian praktik yang dijual tersebut untuk tetap menggunakan nama KAP selama suatu 117 | w w w . 290.19 Suatu Jaringan tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki kepemilikan.16 Dapat tidaknya struktur KAP menjadi lebih besar tergantung dari fakta dan situasi tertentu. pengendalian. h i d a y a t k a m p a i . 290. dan tidak tergantung dari terpisah tidaknya KAP atau entitas satu dengan lainnya secara hukum.22 Suatu Jaringan dapat tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut menggunakan nama merek bersama.17 Pertimbangan mengenai terpenuhi tidaknya suatu struktur yang lebih besar harus dilakukan dengan mempertimbangkan semua hal-hal yang relevan.

290. atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien audit laporan keuangan.30 Ketika pihak yang bertanggung jawab merupakan pihak yang hanya bertanggung jawab atas informasi hal pokok.27 Dalam perikatan audit laporan keuangan. setiap anggota timassurance.25 Suatu Jaringan dapat juga tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut berbagi sumber daya profesional secara signifikan. pihak yang bertanggung jawab belum tentu bertanggung jawab atas hal pokok. PERIKATAN ASSURANCE BERBASIS ASERSI SELAIN PERIKATAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. anggota timassurance.28 Anggota tim assurance. KAP. 290.26 Penentuan mengenai signifikan tidaknya sumber daya profesional yang digunakan bersama harus dilakukan berdasarkan hal-hal yang relevan. c o m .jangka waktu tertentu. 290. atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien tersebut (yaitu pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok dan mungkin bertanggung jawab juga atas hal pokok). PERIKATAN ASSURANCE BERBASIS ASERSI PERIKATAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. KAP. 290. h i d a y a t k a m p a i . KAP. meskipun bagian KAP yang dijual tersebut tidak lagi terkait dengan KAP. PERIKATAN ASSURANCE PELAPORAN LANGSUNG 118 | w w w .29 Dalam beberapa perikatan. atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok (klien assurance).

290.31 Dalam perikatan assurance pelaporan langsung, anggota tim
assurance, KAP, atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap
klien assurance (pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok).

LAPORAN ASSURANCE YANG PENGGUNAANNYA TERBATAS

290.32 Pihak-pihak yang tercantum dalam suatu laporan assurance yang
penggunaannya terbatas yang ditujukan kepada klien selain klien audit laporan
keuangan dapat diasumsikan memiliki pemahaman yang memadai, keterlibatan
mereka dapat digunakan untuk mengevaluasi atau mengukur hal pokok.

PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB

290.33 Faktor-faktor yg harus dipertimbangkan dalam menentukan pihak
yg bertanggung jawab adalah sebagai berikut:
a. Materialitas dari informasi hal pokok (atau hal pokok)

b. Luas kepentingan publik yang terkait dengan perikatan

Jika KAP menentukan bahwa ancaman terhadap independensi secara jelas tidak
signifikan, maka penerapan seluruh ketentuan dalam Seksi ini mungkin tidak
perlu dilakukan.

PERTIMBANGAN LAINNYA

290.34 Dalam melaksanakan perikatan assurance untuk klien yang
merupakan Emiten, setiap KAP atau Jaringan KAP harus mengidentifikasi sedini
mungkin dan mempertimbangkan kepentingan dan hubungan yang terjadi yang
melibatkan entitas- entitas yang terkait dengan Emiten.

290.35 Pengevaluasian atas ancaman terhadap independensi dan
tindakan selanjutnya harus didukung oleh bukti yang diperoleh sebelum
menerima perikatan dan selama perikatan berlangsung.

119 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

290.36 Ancaman mencakup ancaman yang signifikan dan ancaman yang
secara jelas tidak signifikan (tidak berdampak). Faktor-faktor kualitatif dan
kuantitatif harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi signifikansi setiap hal
yang terkait.

TUJUAN DAN STRUKTUR DARI SEKSI INI

290.37 Tujuannya membantu anggota tim assurance dalam:
a. Mengidentifikasi ancaman terhadap independensi
b. Mengevaluasi ada tidaknya ancaman yang secara jelas tidak signifikan
c. Mengidentifikasi dan menerapkan pencegahan yang tepat untuk
menghilangkan atau mengurangi ancaman

290.38 Pada contoh-contoh tertentu, ancaman independensi yang
signifikan, ditindak dengan menghentikan kegiatan atau melepaskan kepentingan
yang menimbulkan ancaman tersebut, atau bahkan dengan menolak untuk
menerima atau melanjutkan perikatan assurance. Contoh yang lain, ancaman
dapat dihilangkan/dikurangi dengan menerapkan pencegahan yang tepat.

290.39 Penerapan dalam perikatan audit laporan keuangan bagi entitas
selain Emiten sangat dianjurkan.

290.40 Ketika ancaman signifikan terhadap independensi terindentifikasi
dan KAP atau Jaringan KAP memutuskan untuk tetap menerima atau
melanjutkan perikatan assurance, maka keputusan tersebut harus
didokumentasikan.

290.41 Pengevaluasian atas signifikansi dari setiap ancaman terhadap
independensi dan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman tersebut
ke tingkat yang dapat diterima harus mempertimbangkan kepentingan publik.

290.42 Komite audit dapat memiliki peranan penting dalam tata kelola
perusahaan bila mereka independen terhadap manajemen klien dan dapat
membantu memberikan keyakinan kepada dewan komisaris mengenai
independensi KAP atau Jaringan KAP dalam melaksanakan perikatan audit

120 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

290.43 Setiap KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur mengenai
komunikasi independensi dengan komite audit atau pihak lain yang bertanggung
jawab atas tata kelola perusahaan

PERIODE PERIKATAN

290.44 Setiap anggota tim assurance dan KAP wajib menjaga
independensinya terhadap klien assurance selama periode perikatan assurance

290.45 Dalam perikatan audit laporan keuangan, periode perikatan
mencakup periode yang tercantum dalam laporan keuangan yang diaudit oleh
KAP. KAP harus mempertimbangkan ada tidaknya ancaman terhadap
independensi yang dapat terjadi dari:
a. Hubungan keuangan atau hubungan bisnis dengan klien audit laporan
keuangan
b. Jasa-jasa profesional yang telah diberikan sebelumnya kepada klien audit
laporan keuangan.

290.46 Jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang
secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus
dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat
yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:
a. Mendiskusikan isu-isu independensi yang terkait dengan ketentuan
mengenai pemberian jasa profesional dengan pihak klien audit laporan
keuangan
b. Memperoleh pernyataan dari klien audit laporan keuangan mengenai
tanggung jawab klien atas hasil pekerjaan dari perikatan selain perikatan
assurance
c. Tidak mengikutsertakan personil yang melaksanakan perikatan selain
perikatan assurance dalam perikatan audit laporan keuangan
d. Melibatkan KAP lain untuk menelaah hasil pekerjaan perikatan selain
perikatan assurance

121 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

290.47 Suatu jasa profesional selain jasa assurance yang diberikan
kepada klien audit laporan keuangan selain Emiten tidak akan mengurangi
independensi KAP selama :
a. Jasa profesional selain jasa assurance yang diberikan sebelumnya
merupakan jasa yang diperbolehkan bagi klien audit laporan keuangan selain
Emiten berdasarkan Seksi ini.
b. Jika jasa profesional tersebut merupakan jasa profesional yang tidak
diperbolehkan untuk diberikan kepada Emiten maka harus diakhiri dalam
suatu periode yang wajar sebelum klien tersebut menjadi Emiten
c. KAP telah menerapkan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan setiap
ancaman terhadap independensi yang terjadi

Paragraf 290.48 – 290.99 sengaja dikosongkan.

ANCAMAN TERHADAP INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN
ASSURANCE BESERTA PENCEGAHANNYA

290.100 Pada praktiknya, anggota tim assurance, KAP, atau Jaringan
KAP akan diharuskan untuk menilai implikasi dari situasi dan hubungan yang
serupa namun tidak sama, serta menentukan dapat tidaknya pencegahan,
termasuk pencegahan seperti yang diuraikan pada paragraf 200.12 - 200.15
dalam Kode Etik ini, diterapkan untuk mengatasi secara memuaskan ancaman
terhadap independensi.

290.101 Seperti yang dijelaskan pada paragraf 290.32 dari Kode Etik ini,
dalam perikatan seperti itu, anggota timassurance maupun anggota keluarga
langsung atau anggota keluarga dekatnya harus menjaga independensinya
terhadap klien assurance. Selain itu, KAP atau Jaringan KAP tidak boleh memiliki
kepentingan keuangan yang material, baik secara langsung maupun tidak
langsung, pada klien assurance.

290.102 serta harus dibaca dalam kaitannya dengan paragraf 290.33 dari
Kode Etik ini yang menjelaskan mengenai selalu terdapatnya satu pihak yang
bertanggung jawab, yaitu klien assurance, pada sebagian besar perikatan

122 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

Namun demikian.103 Pada beberapa perikatan assurance. terdapat dua pihak yang bertanggung jawab. atau Jaringan KAP dengan pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok KEPENTINGAN KEUANGAN Pendahuluan 290.104 Kepentingan keuangan pada klien assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. pada beberapa perikatan assurance. KAP.assurance. Melepaskan kepentingan keuangan yang bersifat langsung sebelum seorang individu menjadi anggota tim assurance 123 | w w w . kepentingan keuangan dari suatu pihak yang memiliki kendali atas kepentingan keuangan Ketentuan yang Berlaku bagi Setiap Klien Assurance 290.106 Ketika anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung maupun tidak langsung. kepentingan keuangan dari suatu pihak yang tidak memiliki kendali atas medium investasi b. sehingga pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman tersebut adalah dengan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: a. h i d a y a t k a m p a i . 290.105 Pertimbangan mengenai beragamnya kepentingan keuangan harus dilakukan dalam mengevaluasi jenis kepentingan keuangan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a.maka pertimbangan harus dilakukan terhadap setiap ancaman yang dapat terjadi dari kepentingan dan hubungan antara anggota tim assurance. c o m . ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian signifikan. terdapat dua pihak yang bertanggung jawab 290.

108 Setelah mengevaluasi signifikansi setiap ancaman. Mengeluarkan personil tersebut dari timassurance. Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan 290. sebagai contoh. Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh anggota tim assurance d. Melepaskan kepentingan keuangan yang dimiliki oleh anggota keluarga dekatnya sedini mungkin b. Anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya dan KAP bukan merupakan pihak penerima manfaat dari lembaga wali amanat 124 | w w w . anggota tim assurance harus mempertimbangkan dan menerapkan pencegahan yang tepat. Melepaskan kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung sebelum seorang individu menjadi anggota tim assurance c. memiliki kepentingan keuangan.109 Ketika anggota timassurance atau KAP. seperti komite audit c. Melepaskan kepentingan keuangan sedini mungkin b.b.107 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya menerima suatu pemberian. Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan ancaman dengan pihak yang memiliki tanggung jawab atas tata kelola perusahaan. 290. Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan ancaman dengan pihak yang memiliki tanggung jawab atas tata kelola perusahaan b. h i d a y a t k a m p a i . warisan. kepentingan keuangan seperti ini hanya dapat dipertahankan jika: a. Mengeluarkan personil tersebut dari tim assurance 290. Mengeluarkan anggota tim assurance dari perikatanassurance Pencegahan tambahan tersebut mencakup : a. hadiah maka pencegahan. Oleh karena itu. yang mencakup antara lain: a. c o m . yang bertindak sebagai wali amanat dari klien assurance.pencegahan di bawah ini harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut : a.

Lembaga wali amanat tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas klien assurance d. Personil yang memiliki hubungan dekat dengan anggota timassurance Ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi akan tergantung dari faktor- faktor sebagai berikut : a. Sedini mungkin melepaskan kepentingan keuangan setelah teridentifikasinya ancaman 125 | w w w .110 Pertimbangan harus dilakukan mengenai ada tidaknya ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi dari kepentingan keuangan yang dimiliki oleh personil di luar timassurance maupun anggota keluarga langsung. Sesegera mungkin KAP dan Jaringan KAP memberitahukan tenaga profesional yang bersangkutan untuk melepaskan kepentingan keuangan yang menyebabkan ancaman tersebut c. Rekan (termasuk anggota keluarga langsungnya) yang bukan merupakan anggota tim assurance b. Rekan dan karyawan tingkat manajerial yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance c. operasi.b. Anggota tim assurance atau KAP tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas setiap keputusan investasi yang melibatkan kepentingan keuangan pada klien assurance 290. Sifat dari hubungan yang terjadi antara personil tersebut dengan anggota tim assurance 290. Struktur organisasi. c o m . KAP dan Jaringan KAP telah menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan seluruh tenaga profesionalnya untuk sesegera mungkin melaporkan kepada KAP setiap pelanggaran yang terjadi b. Kepentingan yang dimiliki oleh lembaga wali amanat pada klien assurance tidak bersifat material terhadap lembaga wali amanat tersebut c. h i d a y a t k a m p a i . atau Jaringan KAP selama: a. Personil tersebut mencakup : a. dan pelaporan dalam KAP b.111 Pelanggaran yang tidak disengaja atas Seksi ini yang berkaitan dengan kepentingan keuangan pada klien assurance tidak akan mengurangi independensi anggota tim assurance. KAP.

114 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien audit laporan keuangan. yang berpraktik pada kantor yang sama dengan 126 | w w w . Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh anggota tim assurance b.Pencegahan tersebut mencakup antara lain : a.115 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan yang material pada suatu entitas yang memiliki kendali atas klien audit laporan keuangan. baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai 290. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatan audit adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. karena itu. baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai 290.117 Ketika rekan yang tidak terkait dengan perikatan assurance maupun keluarga langsungnya. c o m . h i d a y a t k a m p a i . 290. satu- satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatan audit adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. 290. Tidak melibatkan personil yang bersangkutan dalam setiap pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan perikatan assurance Ketentuan yang Hanya Berlaku bagi Klien Audit Laporan Keuangan 290.113 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung pada klien audit laporan keuangan.116 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika program manfaat pensiun KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan pada klien audit laporan keuangan. 290. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatan audit adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut.112 Setiap KAP harus mempertimbangkan pencegahan yang dapat diterapkan ketika terjadi pelanggaran.

rekan perikatan (engagement partner) suatu klien audit laporan keuangan. maka rekan dan karyawan manajerial (termasuk anggota keluarga langsung mereka) tidak boleh memiliki kepentingan keuangan seperti yang dimaksud di atas pada klien tersebut 290. Rekan atau karyawan manajerial yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance Sehingga tidak menciptakan ancaman yang tidak dapat diterima selama kepentingan keuangan tersebut diperoleh sehubungan dengan haknya sebagai karyawan 290. c o m .121 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance. pejabat. Rekan yang tidak terkait dengan perikatan assurance maupun keluarga langsungnya tidak boleh memiliki kepentingan keuangan seperti yang dimaksud di atas pada klien tersebut 290. serta klien audit laporan keuangan maupun direktur. KAP. memiliki kepentingan keuangan pada suatu entitas yang sama.119 Ketika rekan dan karyawan manajerial (termasuk anggota keluarga langsung mereka) yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance kepada klien audit laporan keuangan.120 Kepentingan keuangan pada klien audit laporan keuangan yang dimiliki oleh anggota keluarga langsung dari : a.118 Kantor tempat rekan perikatan berpraktik sehubungan dengan audit laporan keuangan belum tentu merupakan kantor tempat rekan tersebut bertugas 290. atau Jaringan KAP. Melepaskan seluruh kepentingan keuangannya 127 | w w w . Klien tidak memiliki pengaruh yang siginifikan Pencegahan yg dapat dilakukan: a. Ancaman tidak akan terjadi jika: a. h i d a y a t k a m p a i . memiliki kepentingan keuangan. Rekan yang berlokasi pada kantor yang sama dengan kantor tempat rekan perikatan berpraktik sehubungan dengan perikatan audit b. atau pemilik pengendalinya. Kepentingan Keuangan tidak material b.

Oleh karena itu.b. dan paragraf 290. maka ancaman signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan.124 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang material pada suatu entitas yang memiliki kendali atas klien assurance lain. baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai hingga kepentingan keuangan yang tersisa menjadi tidak lagi material. Mengundurkan diri dari tim perikatan audit laporan keuangan Ketentuan yang Hanya Berlaku bagi Klien Assurance Selain Klien Audit Laporan Keuangan 290. pengecualian terhadap ketentuan dalam paragraf 290.290.125 Ketika laporan perikatan assurance selain perikatan audit laporan keuangan yang penggunaannya terbatas diterbitkan.110. Oleh karena itu. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut.122 . 290. Melepaskan kepentingan keuangannya sesuai jumlah tertentu c. maka ancaman signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan. 128 | w w w . 290. satu- satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. maka ancaman signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan. 290. diatur dalam paragraf 290. c o m .32 dari Kode Etik ini.124.122 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung pada klien assurance lain.123 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien assurance lain.290. h i d a y a t k a m p a i . Oleh karena itu.106 . baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai hingga kepentingan keuangan yang tersisa menjadi tidak lagi material.

klien assurance yang bukan merupakan bank. c o m .126 . dan persyaratan yang lazim. atau memiliki pinjaman yang dijamin oleh.290. h i d a y a t k a m p a i . SERTA SIMPANAN YANG DITEMPATKAN PADA KLIEN ASSURANCE 290.128 Sama halnya dengan pinjaman atau penjaminan pinjaman.126 Pinjaman atau penjaminan pinjaman yang diberikan kepada KAP oleh klien assurance yang merupakan bank atau institusi sejenis tidak akan menimbulkan ancaman terhadap independensi.PINJAMAN DAN PENJAMINAN YANG DIBERIKAN OLEH KLIEN ASSURANCE. HUBUNGAN BISNIS YANG DEKAT DENGAN KLIEN ASSURANCE 129 | w w w . maka ancaman kepentingan pribadi yang signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan 290. ketika anggota tim assurance atau KAP menerima pinjaman dari. simpanan atau brokerage account milik anggota timassurance. 290. 290.130 Demikian pula.130 dari Kode Etik ini berkaitan dengan hubungan pinjaman dan penjaminan pinjaman yang dilakukan antara KAP dengan klien assurance. maka ancaman kepentingan pribadi yang signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan. kondisi.127 Pinjaman atau penjaminan pinjaman yang diberikan oleh klien assurance yang merupakan bank atau institusi sejenis kepada anggota timassurance maupun anggota keluarga langsungnya tidak akan menimbulkan ancaman terhadap independensi. 290. kecuali pinjaman tersebut tidak material. 290.129 Ketika anggota tim assurance atau KAP memberikan pinjaman kepada klien assurance yang bukan merupakan bank.131 Contoh-contoh yang diberikan pada paragraf 290. tidak menimbulkan ancaman terhadap independensi jika simpanan atau brokerage account tersebut dibuat berdasarkan prosedur.

Jika terdapat ancaman signifikan. c o m . h i d a y a t k a m p a i . atau Jaringan KAP tidak menimbulkan ancaman terhadap independensi selama transaksi tersebut dilakukan berdasarkan prosedur. Mengeluarkan personil yang bersangkutan dari assurance c. 290. suatu hubungan bisnis yang terjadi yang mengakibatkan KAP maupun keluarga langsungnya. Kepentingan yang dimiliki tidak memungkinkan investor atau kelompok investor untuk mengendalikan entitas selain Emiten tersebut. Menolak untuk menerima atau melanjutkan perikatan assurance d. dan persyaratan yang lazim. Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan transaksi tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan 130 | w w w . akan melibatkan kepentingan keuangan yang bersifat komersial atau bersifat umum. Hubungan tersebut secara jelas tidak signifikan. Contoh hubungan tersebut: a. Kepentingan yang dimiliki tidak material terhadap investor atau kelompok investor c. Melakukan perjanjian penggabungan satu atau lebih jasa/produk dari satu/lebih KAP c. 290. KAP.132 Hubungan bisnis yang dekat antara anggota timassurance atau KAP dengan klien assurance. serta dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi dan acaman intimidasi. Menghapus atau mengurangi besaran transaksi b. pencegahan yang dapat dilakukan: a.133 Dalam perikatan audit laporan keuangan.134 Pembelian barang atau jasa dari klien assurance oleh anggota tim assurance. Tidak menimbulkan ancaman selama: a. Memutuskan hubungan bisnis dengan klien assurance b. Melakukan perjanjian distribusi atau pemasaran dengan klien assurance Pencegahan yang dapat dilakukan: a. baik bagi KAP maupun klien audit b. Memiliki kepentingan keuangan yang material b. Mengurangi besaran hubungan bisnis sedemikian rupa c. dan klien audit laporan keuangan memiliki kepentingan yang sama pada suatu entitas selain Emiten. kondisi. Mengeluarkan personil yang bersangkutan dari tim assurance 290.

b) Peran anggota tim assurance yang bersangkutan dalam perikatan assurance. Peran anggota tim assurance yang bersangkutan dalam perikatan assurance. 290.137 Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a. atau karyawan dari klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mendorong staf KAP untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP 290. Mengatur tanggung jawab anggota tim assurance sedemikian rupa c. Mengeluarkan anggota tim assurance yang bersangkutan dari tim assurance b. pejabat.136 Ketika anggota keluarga langsung dari anggota tim assurance merupakan direktur. h i d a y a t k a m p a i .135 Hubungan keluarga dan hubungan pribadi yang terjadi antara anggota timassurance dengan karyawan tertentu. 131 | w w w . atau karyawan klien assurance yang memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok selama periode yang tercakup dalam perikatan. atau pejabat klien assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. ancaman kedekatan. 290. ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi demikian signifikan mengingat kedekatan hubungan tersebut. Kedudukan anggota keluarga langsung dari anggota tim assurance pada klien assurance b. direktur. Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a) Kedudukan anggota keluarga dekat dari anggota tim assurance pada klien assurance. 290. c o m . pejabat. atau ancaman intimidasi. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a.138 Ancaman terhadap independensi dapat terjadi ketika anggota keluarga dekat dari anggota tim assurance merupakan direktur.

290. dan individu tersebut merupakan direktur.Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. pejabat. memiliki hubungan dekat dengan anggota dari tim assurance. 290.140 Pertimbangan harus dilakukan atas ancaman kepentingan pribadi. ancaman kedekatan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.141 Pelanggaran yang tidak disengaja atas ketentuan dalam Seksi ini yang terkait dengan hubungan keluarga atau hubungan pribadi tidak memengaruhi independensi anggota tim assurance atau KAP selama KAP: a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan seluruh personilnya untuk melaporkan sesegera mungkin kepada KAP mengenai pelanggaran yang terjadi. h i d a y a t k a m p a i . atau ancaman intimidasi dapat terjadi ketika individu. yang merupakan anggota keluarga selain anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekat dari tim assurance. sehingga anggota tim assurance yang bersangkutan tidak terlibat dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab anggota keluarga dekatnya c) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mendorong staf KAP untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP mengenai isu independensi dan objektivitas yang menjadi perhatian mereka. atau ancaman intimidasi yang terjadi dari hubungan pribadi atau hubungan keluarga antara rekan atau karyawan KAP yang bukan merupakan anggota tim assurance dengan direktur. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Mengeluarkan anggota tim assurance yang bersangkutan dari tim assurance b) Mengatur tanggung jawab anggota tim assurance sedemikian rupa. c o m . 290. atau karyawan dari klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. ancaman kedekatan. atau karyawan. b) Mengatur tanggung jawab tim assurance sedemikian rupa. ancaman kepentingan pribadi. sehingga personil KAP yang bersangkutan tidak terlibat dengan hal-hal yang menjadi 132 | w w w . pejabat.139 Sebagai tambahan.

h i d a y a t k a m p a i . atau untuk memberikan saran yang diperlukan b) Tidak melibatkan personil KAP yang bersangkutan dalam pengambilan keputusan yang substantif yang berkaitan dengan perikatan assurance. ancaman kedekatan. signifikansi setiap ancaman kepentingan pribadi. b) Lingkup keterlibatan yang akan terjadi antara individu tersebut dengan tim assurance. KAP harus mempertimbangkan penerapan pencegahan yang tepat. atau sebelumnya pernah menjadi rekan dari KAP telah bergabung dengan klien assurance. tanggung jawab dari personil klien assurance yang mempunyai hubungan pribadi dengannya. pejabat. Situasi seperti ini dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi.144 Ketika anggota tim assurance. PERSONIL KAP YANG BERGABUNG DENGAN KLIEN ASSURANCE 290. atau ancaman intimidasi.143 Independensi anggota tim assurance atau KAP dapat terancam ketika direktur. 290. 133 | w w w . Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh personil KAP yang bersangkutan. c) Memberikan perhatian lebih dalam menelaah hasil pekerjaan personil KAP yangbersangkutan.142 Ketika terjadi pelanggaran yang tidak disengaja atas ketentuan dalam Seksi ini yang berkaitan dengan hubungan keluarga atau hubungan pribadi. terutama ketika hubungan yang signifikan tetap terjadi antara individu tersebut dengan KAP tempatnya bekerja sebelumnya. atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. rekan. ancaman kedekatan. pernah menjadi anggota tim assurance atau rekan KAP. 290. c o m . atau ancaman intimidasi yang terjadi akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a) Kedudukan individu tersebut dalam klien assurance.

b) Menugaskan tim assurance yang setidaknya memiliki pengalaman yang setara dengan pengalaman individu tersebut untuk perikatan assurance selanjutnya. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. h i d a y a t k a m p a i . atau memberikan kesan terlibat. c) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh personil KAP yang bersangkutan. dalam kegiatan bisnis atau kegiatan profesional KAP. kecuali yang dilakukan berdasarkan suatu pengaturan atau perjanjian di muka dan bersifat tetap (fixed pre-determined arragements). 290. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. Umumnya seluruh pencegahan di bawah ini diperlukan untuk mengurangi ancaman terhadap independensi ke tingkat yang dapat diterima: a) Individu yang bersangkutan tidak berhak atas keuntungan atau pembayaran dari KAP. Ancaman terhadap independensi dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima dengan menerapkan semua pencegahan sebagai berikut: a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan personil KAP 134 | w w w . d) Menelaah pengendalian mutu perikatan.c) Lamanya jangka waktu yang telah berlalu sejak individu tersebut tidak lagi menjadi bagian dari tim asssurance atau KAP. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Mempertimbangkan kelayakan atau kebutuhan untuk memodifikasi rencana kerja perikatan assurance. b) Individu yang bersangkutan tidak boleh lagi terlibat. c o m .145 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance yang melakukan perikatan assurance mengetahui atau mempunyai alasan untuk menyakini kemungkinannya untuk bergabung dengan klien assurance di kemudian hari. d) Posisi sebelumnya dari individu tersebut dalam tim assurance Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan. atau untuk memberikan saran yang diperlukan.

b) Lamanya waktu yang telah berlalu sejak individu tersebut tidak lagi menjadi bagian dari klien assurance. ancaman telaah pribadi. 290. pejabat. PERSONIL KLIEN ASSURANCE YANG BERGABUNG DENGAN KAP 290. atau ancaman kedekatan dapat terjadi ketika anggota tim assurance sebelumnya merupakan direktur. 290. ancaman telaah pribadi. atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance selama periode yang tercakup dalam laporan assurance. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Selain itu. c o m . atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance sebelum periode yang tercakup dalam laporan assurance. Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a) Kedudukan individu tersebut dalam klien assurance. pejabat. untuk memberitahukan sesegera mungkin kepada KAP mengenai negosiasi peluang kerja pada klien assurance yang akan terjadi atau sedang berlangsung b) Tidak melibatkan personil KAP tersebut dalam perikatan assurance. atau karyawan klien assurance bergabung dengan KAP dan menjadi bagian dari tim assurance. h i d a y a t k a m p a i .147 Ketika anggota tim assurance sebelumnya merupakan direktur. KAP harus mempertimbangkan juga untuk menelaah secara independen pertimbangan signifikan yang dibuat oleh personil KAP tersebut selama dalam perikatan assurance. ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi demikian signifikan. direktur. dan ancaman kedekatan dapat terjadi ketika mantan pejabat.148 Ancaman kepentingan pribadi. 135 | w w w .146 Ancaman kepentingan pribadi.

c o m . Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. seperti mengelola sumber daya manusia atau memelihara catatan akuntansi. yaitu mulai dari kewajiban yang bersifat administratif.152 Pada umumnya jasa administratif yang bersifat rutin dalam mendukung fungsi kesekretariatan perusahaan maupun jasa advisory yang terkait dengan administrasi kesekretariatan perusahaan yang diberikan kepada 136 | w w w . ancaman telaah pribadi atau ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian signifikan.c) Peran individu tersebut dalam tim assurance. h i d a y a t k a m p a i . 290. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang dapat terjadi demikian signifikan.151 Ketika rekan atau karyawan KAP atau Jaringan KAP juga merupakan sekretaris perusahaan pada klien audit laporan keuangan. seperti komite audit. 290. hingga kewajiban lainnya. b) Mendiskusikan ancaman tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. 290.150 Kewajiban sebagai sekretaris perusahaan (corporate secretary) sangat beragam. Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan. RANGKAP JABATAN PERSONIL KAP SEBAGAI DIREKTUR ATAU PEJABAT KLIEN ASSURANCE 290. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.149 Ketika rekan atau karyawan KAP juga merupakan direktur atau pejabat klien assurance. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

klien assurance tidak mengurangi independensi selama manajemen klien
assurance bertanggung jawab atas semua keputusan yang relevan yang dibuat.

KETERKAITAN YANG CUKUP LAMA ANTARA PERSONIL SENIOR KAP
DENGAN KLIEN ASSURANCE

KetentuanUmum

290.153 Ancaman kedekatan dapat terjadi ketika personil senior yang
sama digunakan dalam perikatan assurance untuk suatu periode yang cukup
lama. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi akan tergantung dari faktor-faktor
sebagai berikut:
a) Personil tersebut sebagai anggota timassurance.
b) Peran personil tersebut dalam timassurance.
c) Struktur KAP.

Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan, jika ancaman tersebut
merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka
pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk
mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan
tersebut mencakup antara lain:
a) Merotasi personil tersebut dengan mengeluarkannya dari tim assurance.
b) Melibatkan Praktisi lainnya yang bukan merupakan anggota tim assurance
untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh personil tersebut
atau untuk memberikan saran yang diperlukan.
c) Melakukan penelaahan mutu internal secaraindependen.

Klien Audit Laporan Keuangan yang Merupakan Emiten

290.154 Penggunaan rekan perikatan atau personil KAP yang
bertanggung jawab atas pengendalian mutu yang sama atas perikatan audit
laporan keuangan untuk suatu periode yang cukup lama dapat menimbulkan

137 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

ancaman kedekatan. Ancaman tersebut sangat relevan dalam audit laporan
keuangan Emiten. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:
a) Merotasi rekan perikatan dan personil KAP yang bertanggung jawab atas
pengendalian mutu perikatan setelah melaksanakan perikatannya, baik
sebagai salah satu dari kedua fungsi tersebut di atas maupun kombinasi dari
keduanya, selama suatu periode yang telah ditentukan sebelumnya, yang
umumnya tidak lebih dari tujuh tahun
b) Tidak memperbolehkan personil yang dirotasi tersebut terlibat dalam
perikatan audit laporan keuangan tersebut hingga terlewatinya suatu
periode tertentu sejak keterlibatan terakhirnya (cooling-off period), yang
umumnya duatahun.

290.155 Ketika klien audit laporan keuangan menjadi Emiten, lamanya
jangka waktu yang telah dijalani oleh rekan perikatan atau personil KAP yang
bertanggung jawab atas pengendalian mutu perikatan harus dipertimbangkan
dalam menentukan saat dirotasinya personil tersebut. Sebagai contoh:
a) Ketika keberlanjutan dari personil tersebut dalam perikatan sangat penting
bagi klien audit laporan keuangan, seperti ketika terjadi perubahan besar
atas struktur klien yang terjadi pada saat yang sama dengan rotasi personil
tersebut
b) Ketika rotasi tidak dimungkinkan atau bukan merupakan pencegahan yang
tepat sebagai akibat dari ukuran KAP

290.156 Ketika KAP hanya memiliki beberapa personil yang memiliki
pengetahuan dan pengalaman yang relevan sebagai rekan perikatan atau
personil KAP yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu perikatan dalam
audit laporan keuangan Emiten, rotasi mungkin bukan merupakan pencegahan
yang tepat.

138 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

PEMBERIAN JASA PROFESIONAL SELAIN JASA ASSURANCE KEPADA
KLIEN ASSURANCE

Pendahuluan

290.157 Sejak dahulu, KAP atau Jaringan KAP telah memberikan
berbagai jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance sesuai
dengan kompetensi dan keahliannya. Pada umumnya, klien assurance sangat
memperoleh manfaat dari berbagai jasa tersebut.

290.158 Pada umumnya, kegiatan-kegiatan di bawah ini dapat
menimbulkan ancaman kepentingan pribadi atau ancaman telaah pribadi yang
demikian signifikan, sehingga satu-satunya tindakan yang tepat adalah dengan
menghindari kegiatan tersebut atau menolak untuk menerima atau melanjutkan
perikatan assurance:
a) Memberikan persetujuan, melaksanakan, atau menyelesaikan suatu
transaksi, atau mewakili klien assurance dalam melaksanakan suatu
kewenangan atau bahkan memiliki kewenangan untuk mewakili klien
assurance dalam melaksanakan kewenangan tersebut.
b) Menentukan suatu pilihan rekomendasi yang harus diterapkan dari sejumlah
usulan rekomendasi yang diberikan oleh KAP atau Jaringan KAP.
c) Melaksanakan fungsi manajemen dengan melaporkan hal-hal yang relevan
kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan.

290.159 Contoh-contoh yang terdapat pada paragraf 290.166 - 290.205
dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai pemberian jasa profesional
selain jasa assurance kepada klien assurance. Potensi ancaman terhadap
independensi akan sering terjadi ketika jasa profesional selain jasa assurance
diberikan kepada klien audit laporan keuangan.

290.160 Kegiatan-kegiatan di bawah ini dapat menimbulkan juga
ancaman telaah pribadi atau ancaman kepentingan pribadi:
a) Menyimpan aset milik klienassurance.
b) Melakukan penyeliaan atas pelaksanaan kegiatan rutin karyawan klien
139 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

assurance.
c) Menyiapkan dokumen atau data pendukung transaksi, baik dalam bentuk
elektronik maupun bentuk lainnya, yang membuktikan terjadinya suatu
transaksi.

Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi, jika ancaman tersebut
merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan, maka
pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk
menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat
diterima. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:
a) Menetapkan pengaturan sedemikian rupa sehingga personil KAP atau
Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance tidak
terlibat dalam perikatan assurance
b) Melibatkan Praktisi lainnya untuk memberikan saran mengenai implikasi dari
kegiatan yang dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi tim
assurance dan KAP

290.161 Pencegahan-pencegahan di bawah ini dapat mengurangi
ancaman ke tingkat yang dapat diterima yang terjadi dari pemberian jasa
profesional selain jasa assurance kepada klien assurance:
a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang tenaga profesional KAP
atau Jaringan KAP untuk membuat keputusan manajemen bagi klien
assurance atau mengambil tanggung jawab atas keputusan tersebut.
b) Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan independensi dengan pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan, seperti komite audit.
c) Menetapkan kebijakan mengenai tanggung jawabpengawasan dalam
pemberian jasa profesional selain jasa assurance bagi klien assurance.
d) Melibatkan Praktisi lainnya untuk memberikan saran atas implikasi dari
pelaksanaan perikatan selain perikatan assurance terhadap independensi
anggota tim assurance dan KAP.
e) Melibatkan Praktisi dari luar KAP untuk memberikan keyakinan mengenai
aspek khusus dari perikatan assurance.
f) Memperoleh pernyataan dari klien assurance mengenai tanggung jawabnya
atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh KAP

140 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

290.163 Pemberian jasa profesional tertentu selain jasa assurance kepada klien audit laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi yang demikian signifikan. b) Memberikan persetujuan atas transaksi.164 Membantu klien audit laporan keuangan dalam hal-hal tertentu. h i d a y a t k a m p a i . pertimbangan harus dilakukan mengenai ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi dari pemberian jasa profesional tersebut.166 Proses audit laporan keuangan melibatkan komunikasi yang 141 | w w w . Perikatan tersebut harus ditolak jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. 290.g) Mengungkapkan sifat dan besaran imbalan jasa profesional kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.162 Sebelum KAP atau Jaringan KAP memutuskan untuk menerima suatu perikatan untuk memberikan jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance. seperti menyiapkan catatan akuntansi atau laporan keuangan. atau catatan akuntansi lainnya tanpa persetujuan dari klien audit laporan keuangan.165 Manajemen klien audit laporan keuangan bertanggung jawab untuk memastikan penyimpanan catatan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan. 290. Penyiapan Catatan Akuntansi dan Laporan Keuangan 290. Sebagai contoh: a) Menentukan atau mengubah ayat jurnal. dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi ketika di kemudian hari laporan keuangan tersebut diaudit oleh KAP yang menyiapkannya. klasifikasi akun atau transaksi. dan c) Menyiapkan atau mengubah dokumen atau data pendukung transaksi (termasuk keputusan mengenai asumsi penilaian). seperti komite audit. c o m . walaupun mereka dapat meminta bantuan KAP atau Jaringan KAP dalam hal tersebut. 290.

maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.168 KAP atau Jaringan KAP dapat memberikan jasa akuntansi dan pembukuan yang bersifat rutin atau mekanis. h i d a y a t k a m p a i . yang selanjutnya akan menjadi informasi hal pokok dari perikatan audit laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP. Contoh-contoh dari jasa profesional tersebut adalah sebagai berikut: a) Mencatat transaksi yang klasifikasi akunnya telah ditentukan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan.290.167 Contoh-contoh yang terdapat pada paragraf 290. c o m .170 . 290. termasuk jasa pemrosesan penggajian. c) Menyusun neraca saldo berdasarkan buku besar yang telah disiapkan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan.173 dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai ancaman telaah pribadi yang dapat terjadi ketika KAP terlibat dalam penyiapan catatan akuntansi atau laporan keuangan. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan. 142 | w w w . manajemen meminta dan menerima masukan mengenai hal-hal yang terkait dengan audit laporan keuangan Ketentuan Umum 290. Selama proses ini.ekstensif antara KAP dengan manajemen klien audit laporan keuangan. b) Membukukan transaksi ke dalam buku besar yang ayat jurnalnya telah ditentukan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan. d) Menyusun laporan keuangan berdasarkan informasi dari neraca saldo yang telah disiapkan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Melakukan suatu pengaturan sedemikian rupa sehingga personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut tidak terlibat dalam tim assurance. kepada klien audit laporan keuangan selain Emiten selama setiap ancaman telaah pribadi yang terjadi dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.

c) Imbalan jasa profesional bagi KAP atau Jaringan KAP yang diperoleh dari pemberian jasa profesional tersebut secara kolektif tidak signifikan. 290. termasuk jasa pemrosesan penggajian dan penyusunan laporan keuangan atau informasi keuangan 290. b) Divisi atau anak perusahaan tersebut secara kolektif tidak material terhadap Emiten. Jika jasa profesional tersebut tetap diberikan. maka semua pencegahan di bawah ini harus diterapkan: a) KAP atau Jaringan KAP tidak boleh terlibat dalam fungsi manajerial atau pengambilan keputusan manajerial.170 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan yang bersifat rutin atau mekanis kepada suatu divisi atau anak perusahaan dari klien audit laporan keuangan yang merupakan Emiten tidak akan memberikan kesan berkurangnya independensi KAP atau Jaringan KAP terhadap klien audit laporan keuangan selama kondisi-kondisi di bawah ini terpenuhi: a) Jasa profesional tersebut tidak melibatkan proses pemberian pertimbangan. c o m . 143 | w w w . e) Memperoleh persetujuan dari klien audit laporan keuangan untuk setiap usulan ayat jurnal atau perubahan lain yang memengaruhi laporan keuangan. h i d a y a t k a m p a i .169 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit laporan keuangan yang merupakan Emiten. c) Personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut tidak boleh terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan.b) Menetapkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil KAP memberikan jasa professional. d) Mengharuskan klien audit laporan keuangan untuk bertanggung jawab dalam meyiapkan dokumen pendukung transaksi. atau jasa profesional yang diberikan tersebut secara kolektif tidak material terhadap divisi atau anak perusahaan tersebut. c) Mengharuskan klien audit laporan keuangan untuk bertanggung jawab dalam meyiapkan dokumen pendukung transaksi. b) Klien audit laporan keuangan harus bertanggung jawab atas hasil pekerjaan KAP atau Jaringan KAP.

Namun demikian.172 Suatu penilaian (valuation) terdiri dari pembuatan asumsi- asumsi yang terkait dengan perkembangan di masa yang akan datang.173 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa penilaian kepada klien audit laporan keuangan yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan yang akan diaudit oleh KAP tersebut. 290. atau kombinasi keduanya dalam menghitung suatu nilai atau rentang nilai dari suatu aset. h i d a y a t k a m p a i . ancaman tersebut masih dapat diterima selama: a) KAP atau Jaringan KAP tidak terlibat dalam fungsi manajerial atau pengambilan keputusan manajerial.174 Ketika jasa penilaian melibatkan penilaian atas hal yang material terhadap laporan keuangan dan tingkat subjektivitas yang signifikan. b) Klien audit laporan keuangan harus bertanggung jawab.175 Melaksanakan jasa penilaian bagi klien audit laporan keuangan 144 | w w w . atau bisnis secara keseluruhan. tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima 290. kewajiban. penerapan metodologi dan teknik tertentu. c) Personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut tidak boleh terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan. PEMBERIAN JASA PENILAIAN KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290.Keadaan Darurat 290. c o m . 290.171 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit laporan keuangan dalam keadaan darurat maupun keadaan tidak biasa lainnya (yaitu ketika penunjukan KAP atau Jaringan KAP lain untuk melaksanakan jasa profesional tersebut dirasakan tidak praktis oleh klien audit laporan keuangan) dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi.

c) Untuk penilaian yang menggunakan standar atau metodologi yang telah ditentukan. pengalaman. tingkat subjektivitas bawaan pada hal-hal yang menjadi perhatian. b) Tingkat penerapan dari metodologi dan pedoman profesi yang telah ditentukan dalam melaksanakan jasa penilaian. d) Melakukan suatu pengaturan sedemikian rupa sehingga personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa penilaian tidak terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan.yang secara terpisah maupun kolektif tidak material terhadap laporan keuangan. e) Tingkat ketergantungan atas kejadian di masa yang akan datang dari hal- hal yang dapat menciptakan volatilitas yang signifikan yang melekat pada jumlah-jumlah yang terkait dalam penilaian tersebut. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam timassurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. dan kemampuan klien audit laporan keuangan dalam mengevaluasi hal-hal yang terkait. h i d a y a t k a m p a i . dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi terhadap independensi. c o m . serta memperoleh persetujuan atas penggunaannya. 290. f) Luas dan kejelasan pengungkapan dalam laporankeuangan. Hal-hal di bawah ini harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi efektivitas pencegahan: a) Luas pengetahuan.176 Pemberian jasa penilaian oleh KAP atau Jaringan KAP kepada klien audit laporan keuangan dengan tujuan untuk pelaporan surat 145 | w w w . c) Memperoleh pernyataan dari klien audit laporan keuangan mengenai tanggung jawabnya atas hasil penilaian yang dilakukan oleh KAP. d) Keandalan dan luas data yang mendasari penilaian tersebut. Ancaman tersebut dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima dengan menerapkan pencegahan yang tepat. atau yang tidak melibatkan tingkat subjektivitas yang signifikan. b) Mengonfirmasikan pemahaman dengan klien audit laporan keuangan mengenai asumsi dan metodologi yang digunakan dalam penilaian.

KAP harus mempertimbangkan setiap ancaman telaah pribadi yang dapat terjadi. 290. PEMBERIAN JASA PERPAJAKAN KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. pemberian pendapat atas posisi perpajakan secara formal. Jasa perpajakan mencakup berbagai jasa.178 KAP atau Jaringan KAP dapat diminta untuk memberikan jasa perpajakan kepada klien audit laporan keuangan.180 Pemberian jasa profesional yang melibatkan perluasan prosedur yang diharuskan dalam melaksanakan audit laporan keuangan yang sesuai dengan standar profesi yang berlaku. tidak menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap independensi. karena pada umumnya penilaian tersebut merupakan subjek penelaahan yang dilakukan oleh pihak eksternal. atau perencanaan pajak. PEMBERIAN JASA AUDIT INTERNAL KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290.pemberitahuan pajak kepada otoritas perpajakan. 290. 146 | w w w . dan bantuan dalam penyelesaian sengketa perpajakan. c o m . 290.181 Ancaman telaah pribadai dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan bantuan kepada klien audit laporan keuangan dalam melaksanakan kegiatan audit internal atau outsourcing atas beberapa kegiatan audit internal tersebut. h i d a y a t k a m p a i .177 Ketika KAP atau Jaringan KAP melaksanakan jasa penilaian atas bagian dari informasi hal pokok dari perikatan assurance selain perikatan audit laporan keuangan. seperti otoritas perpajakan. termasuk jasa penelaahan atas ketaatan perpajakan.179 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa audit internal kepada klien audit laporan keuangan. perencanaan perpajakan. penghitungan jumlah kewajiban pajak terhutang.

e) Klien audit laporan keuangan mengevaluasi kecukupan prosedur audit internal yang dilakukan dan temuan yang diperoleh dari pelaksanaan prosedur tersebut dengan cara antara lain mendapatkan dan menindaklanjuti laporan yang diberikan oleh KAP atau Jaringan KAP. c o m . dan frekuensi pekerjaan audit internal. komite audit. dan memantau sistem pengendalian internal.182 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP melaksanakan bagian yang signifikan dari kegiatan audit internal klien audit laporan keuangan.184 Pertimbangan juga harus dilakukan mengenai perlu tidaknya pemberian jasa profesional selain jasa assurance hanya dilakukan oleh personil KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan serta berada pada lini pelaporan yang berbeda. b) Klien audit laporan keuangan menugaskan karyawan yang kompeten (dengan mengutamakan karyawan pada tingkat manajemen senior) untuk bertanggung jawab atas kegiatan audit internal. PEMBERIAN JASA SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. memelihara. d) Klien audit laporan keuangan bertanggung jawab untuk mengevaluasi dan menentukan rekomendasi yang harus diterapkan dari sejumlah usulan rekomendasi. 290. 290.185 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan 147 | w w w . f) Melaporkan temuan dan rekomendasi yang diperoleh dari pelaksanaan audit internal kepada komite audit. h i d a y a t k a m p a i . yaitu dengan memastikan terjadinya hal-hal di bawah ini: a) Klien audit laporan keuangan bertanggung jawab atas kegiatan audit internal serta dalam menetapkan. 290. c) Klien audit laporan keuangan. risiko. atau dewan komisaris memberikan persetujuan atas lingkup.183 Pencegahan-pencegahan di bawah ini harus diterapkan pada setiap situasi untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima.

KAP memberikan jasa profesional kepada klien audit laporan keuangan yang
melibatkan perancangan dan penerapan sistem teknologi informasi keuangan
yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang selanjutnya menjadi bagian
dari laporan keuangan.

290.186 Kemungkinan terjadinya ancaman telaah pribadi demikian
signifikan ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa profesional tersebut
di atas kepada klien audit laporan keuangan, kecuali jika KAP atau Jaringan KAP
telah menerapkan pencegahan yang tepat yang memastikan klien audit laporan
keuangan untuk:
a) Mengakui tanggung jawabnya dalam menetapkan dan memantau sistem
pengendalian internal.
b) Menugaskan karyawan yang kompeten (dengan mengutamakan karyawan
pada tingkat manajemen senior) untuk bertanggung jawab atas setiap
keputusan manajemen yang terkait dengan perancangan dan penerapan
sistem perangkat keras dan perangkat lunak.
c) Membuat semua keputusan manajemen yang terkait dengan proses
perancangan dan penerapan sistem teknologi informasi;
d) Mengevaluasi kecukupan dan hasil dari perancangan dan penerapan sistem
tersebut.
e) Bertanggung jawab atas pengoperasian sistem perangkat keras dan
perangkat lunak serta data yang digunakan dalam atau dihasilkan oleh
sistem tersebut.

290.187 Pertimbangan juga harus dilakukan mengenai perlu tidaknya
pemberian jasa profesional selain jasa assurance hanya dilakukan oleh personil
KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam perikatan audit laporan
keuangan serta berada pada lini pelaporan yang berbeda.

290.188 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan
KAP memberikan jasa profesional kepada klien audit laporan keuangan yang
melibatkan perancangan dan penerapan sistem teknologi informasi keuangan
yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang selanjutnya menjadi bagian
dari laporan keuangan.

148 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

290.189 Pemberian jasa profesional oleh KAP atau Jaringan KAP yang
melibatkan penilaian, perancangan, dan penerapan pengendalian akuntansi
internal dan pengendalian manajemen risiko tidak menimbulkan ancaman
terhadap independensi

PENUGASAN PERSONIL KAP ATAU JARINGAN KAP YANG BERSIFAT
SEMENTARA PADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN

290.190 Penugasan personil KAP atau Jaringan KAP pada klien audit
laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi jika personil
tersebut berada pada suatu kedudukan yang dapat memengaruhi penyiapan
akun-akun atau laporan keuangan klien audit laporan keuangan. Pada
praktiknya, bantuan tersebut dapat diberikan selama personil tersebut tidak
terlibat dalam:
a) Membuat keputusan manajemen.
b) Menyetujui atau menandatangani perjanjian atau dokumen serupa lainnya.
c) Melaksanakan suatu tindakan berdasarkan pertimbangan sendiri yang
mengikat klien audit laporan keuangan.

Setiap situasi harus dianalisis secara saksama untuk mengidentifikasi ada
tidaknya ancaman yang dapat terjadi dan pencegahan yang harus diterapkan
pada setiap situasi untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat
diterima. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:
a) Tidak memperbolehkan personil KAP atau Jaringan KAPyang terlibat dalam
penugasan yang bersifat sementara tersebut terlibat dalam perikatan audit
laporan keuangan.
b) Memastikan klien audit laporan keuangan bertanggung jawab dalam
mengarahkan dan menyelia kegiatan yang dilakukan oleh personil KAP atau
Jaringan KAP tersebut.

PEMBERIAN JASA PENUNJANG LITIGASI KEPADA KLIEN AUDIT
LAPORANKEUANGAN

290.191 Jasa penunjang litigasi mencakup antara lain menjadi saksi ahli,
menghitung estimasi kerugian atau jumlah piutang atau hutang yang timbul dari
litigasi atau sengketa hukum lainnya, dan membantu pengelolaan dan
149 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

pemerolehan kembali dokumen yang terkait dengan perselisihan atau litigasi.

290.192 Pemberian jasa penunjang litigasi yang diberikan kepada klien
audit laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi ketika jasa
profesional tersebut mencakup estimasi hasil keputusan yang akan terjadi yang
dapat memengaruhi jumlah- jumlah atau pengungkapan dalam laporan
keuangan. Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor
sebagai berikut:
a) Materialitas jumlah yang terkait dalam litigasi.
b) Tingkat subjektivitas bawaan dari hal-hal yang menjadi perhatian dalam
litigasi.
c) Sifat perikatan jasa penunjang litigasi.

KAP atau Jaringan KAP harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman yang
terjadi dan, jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang
secara jelas tidak signifikan, maka pencegahan yang tepat harus
dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau
menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup
antara lain:
a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil yang terlibat
dalam pemberian jasa profesional tersebut untuk mewakili klien audit
laporan keuangan dalam membuat keputusan manajerial.
b) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan audit laporan
keuangan untuk melaksanakan jasa profesional tersebut.
c) Melibatkan pihak-pihak lain yang relevan, seperti tenaga ahli independen.

290.193 Ketika tugas yang dilaksanakan oleh KAP atau Jaringan KAP
melibatkan kegiatan yang mewakili klien audit laporan keuangan dalam
membuat keputusan manajerial, tidak ada satupun pencegahan yang dapat
mengurangi ancaman yang dapat terjadi ke tingkat yang dapat diterima. Oleh
karena itu, KAP atau Jaringan KAP harus menolak untuk memberikan jasa
profesional tersebut kepada klien audit laporan keuangan.

PEMBERIAN JASA HUKUM KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN

290.194 Jasa hukum didefinisikan sebagai setiap jasa profesional yang

150 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

disediakan oleh tenaga profesional yang diperkenankan untuk berpraktik di
pengadilan atau yang memiliki pelatihan hukum yang dipersyaratkan dalam
berpraktik.

290.195 Ancaman terhadap independensi harus dipertimbangkan
dengan melihat sifat jasa profesional yang diberikan, terpisah tidaknya penyedia
jasa dari tim assurance, dan materialitas dari hal-hal yang menjadi perhatian,
dalam kaitannya dengan laporan keuangan entitas.

290.196 Pemberian jasa hukum kepada klien audit laporan keuangan
yang melibatkan hal-hal yang diperkirakan tidak mempunyai pengaruh yang
material atas laporan keuangan tidak menimbulkan ancaman terhadap
independensi yang tidak dapat diterima.

290.197 Jasa hukum yang membantu klien audit laporan keuangan dalam
melakukan suatu transaksi (sebagai contoh, bantuan dalam aspek- aspek yang
berhubungan dengan perjanjian, nasihat hukum, uji tuntas (due diligence) dalam
bidang hukum, dan restrukturisasi) dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi.
Pemberian jasa profesional tersebut tidak mengurangi independensi selama:

a) Anggota tim assurance tidak boleh terlibat dalam pemberian jasa profesional
tersebut.
b) Klien audit laporan keuangan harus merupakan pihak yang membuat
keputusan akhir dari suatu masalah hukum, dan jasa profesional yang
diberikan hanya merupakan pelaksanaan dari keputusan yang telah dibuat
tersebut.

290.198 Ketika KAP atau Jaringan KAP mewakili klien audit laporan
keuangan dalam mencari penyelesaian suatu perselisihan atau litigasi yang
melibatkan jumlah-jumlah yang material terhadap laporan keuangan, ancaman
advokasi dan ancaman telaah pribadi

290.199 Ketika KAP atau Jaringan KAP diminta untuk memberikan jasa
advokasi bagi klien audit laporan keuangan dalam menyelesaikan suatu
perselisihan atau litigasi yang melibatkan jumlah yang tidak material terhadap
laporan keuangan. Pencegahan tersebut mencakup antara lain:
a) Menentukan kebijakan dan prosedur yang melarang personil KAP atau
151 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m

290. (ii) mengidentifikasi atau memperkenalkan klien assurance kepada penyedia dana 152 | w w w . PEMBERIAN JASA PEREKRUTAN MANAJEMEN SENIOR KEPADA KLIEN ASSURANCE 290.202 Pemberian jasa keuangan korporat (corporate finance) kepada klien assurance (termasuk klien audit laporan keuangan) dapat menimbulkan ancaman advokasi dan ancaman telaah pribadi. dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. membantu klien assurance dalam: (i) mengembangkan strategi korporat. sebagai contoh. b) Sifat jasa perekrutan yang diinginkan oleh klien assurance.201 Perekrutan manajemen senior bagi klien assurance.200 Bila terdapat penunjukan rekan maupun karyawan KAP atau Jaringan KAP sebagai penasihat hukum internal oleh klien audit laporan keuangan. 290. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. c o m . h i d a y a t k a m p a i . seperti mereka yang dalam kedudukannya dapat memengaruhi informasi hal pokok dari perikatan assurance. b) Menggunakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk melaksanakan jasa profesional tersebut. ancaman kedekatan. Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut untuk mewakili klien audit laporan keuangan dalam membuat keputusan manajerial. dan ancaman intimidasi pada saat ini maupun di masa yang akan datang. Signifikansi setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a) Peran individu yang akan direkrut. PEMBERIAN JASA KEUANGAN KORPORAT KEPADA KLIEN ASSURANCE 290.203 Pemberian jasa keuangan korporat lainnya kepada klien assurance (termasuk klien audit laporan keuangan). ancaman telaah pribadi dan ancaman advokasi yang dapat terjadi demikian signifikan.

jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan.yang sesuai dengan kebutuhannya. b) Tingkat kemapanan KAP atau Jaringan KAP. c o m . dan (iii) memberikan saran mengenai struktur pendanaan dan menganalisis dampak akuntansi yang dapat terjadi dari usulan transaksi pendanaan tersebut. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan. seperti komite audit. pencegahan yang tepat yang mencakup antara lain: a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut untuk mewakili klien assurance dalam membuat keputusan manajerial. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.204 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika proporsi jumlah imbalan jasa profesional yang diperoleh dari suatu klien assurance demikian signifikan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan imbalan jasa yang diperoleh oleh KAP atau Jaringan KAP. c) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang KAP atau Jaringan KAP untuk mewakili klien assurance dalam menyetujui suatu persyaratan transaksi atau melakukan suatu transaksi. Signifikansi setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a) Struktur organisasi KAP atau Jaringan KAP. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Mendiskusikan besaran dan sifat imbalan jasa profesional dengan pihak klien assurance yang bertangggung jawab atas tata kelola perusahaan. b) Menggunakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk melaksanakan jasa profesional tersebut. IMBALAN JASA PROFESIONAL IMBALAN JASA PROFESIONAL – SUATU BESARAN YANG RELATIF 209. 153 | w w w . h i d a y a t k a m p a i .

c) Melakukan penelaahan eksternal atas pengendalian mutu. d) Melakukan konsultasi dengan pihak ketiga.206 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika imbalan jasa profesional dari klien assurance belum terlunasi untuk jangka waktu yang cukup lama. 209. BESARAN IMBALAN JASA PROFESIONAL 209. b) Mengikutsertakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau memberikan saran yang diperlukan.b) Mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi ketergantungan KAP atau Jaringan KAP pada suatu klien assurance. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang memantau dan menerapkan pengendalian mutu dari perikatan assurance. seperti komite audit.205 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi juga ketika proporsi jumlah imbalan jasa profesional yang diperoleh oleh seorang rekan KAP atau Jaringan KAP dari suatu klien assurance demikian signifikan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan imbalan jasa profesional yang diperoleh oleh rekan KAP atau Jaringan KAP tersebut. c o m .207 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika KAP 154 | w w w . seperti badan pengatur profesi atau Praktisi lainnya. h i d a y a t k a m p a i . IMBALAN JASA PROFESIONAL YANG TELAH LEWAT WAKTU 209. Pencegahan di bawah ini dapat diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima: a) Mendiskusikan imbalan jasa profesional yang belum terlunasi dengan pihak klien assurance yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. b) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan.

209. dan prosedur pengendalian mutu assurance. c) Dasar penentuan imbalan jasaprofessional. pedoman. b) Variabilitas imbalan jasa professional.211 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen dalam perikatan assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman advokasi yang demikian signifikan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. kecuali jika: a) KAP dapat memastikan terpenuhinya alokasi waktu yang memadai dan tenaga profesional yang kompeten dalam perikatan tersebut. Selain penetapan yang diuraikan di atas. d) Ada tidaknya penelaahan hasil dari suatu transaksi oleh pihak ketiga yang independen.212 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen dalam perikatan selain perikatan assurance yang diberikan kepada klien assurance dapat menimbulkan juga ancaman kepentingan pribadi dan ancaman advokasi.menerima perikatan assurance dengan jumlah imbalan jasa profesional yang secara signifikan. h i d a y a t k a m p a i . sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. c o m . signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a) Kisaran jumlah imbalan jasa profesional yang dimungkinkan. dan b) KAP dapat memastikan ditaatinya semua standar. IMBALAN JASA PROFESIONAL YANG BERSIFAT KONTINJEN 209. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan. e) Dampak dari suatu kejadian atau transaksi terhadap perikatan assurance. 209. Ancaman tersebut tidak dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.210 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen merupakan imbalan jasa profesional yang besarannya ditentukan berdasarkan hasil dari suatu transaksi atau pekerjaan yang dilakukan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk 155 | w w w .

156 | w w w . seperti komite audit. Signifikansi setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: a) Materialitas litigasi. b) Melibatkan pihak ketiga yang independen untuk menelaah atau menentukan besaran imbalan jasa profesional final. c o m .214 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi dapat terjadi ketika terjadi. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Mengungkapkan lingkup dan sifat litigasi kepada pihak klien assurance yang bertanggungjawab atas tata kelola perusahaan. KAP.215 KAP harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman dan menerapkan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.213 Ancaman kepentingan pribadi dan ancaman kedekatan dapat terjadi ketika anggota tim assurance. seperti komite audit. KAP. h i d a y a t k a m p a i . atau kemungkinan terjadi. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: a) Mengungkapkan besaran dan sifat imbalan jasa profesional kepada pihak klien assurance yang bertanggungjawab atas tata kelola perusahaan. c) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan. litigasi antara anggota tim assurance. b) Mengeluarkan personil KAP atau Jaringan KAP yang terlibat dalam litigasi dari tim assurance. c) Menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu. atau Jaringan KAP menerima hadiah atau bentuk keramah-tamahan lainnya dari klien assurance LITIGASI ATAU ANCAMAN LITIGASI 290. 290.mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. b) Sifat perikatan assurance. atau Jaringan KAP dengan klien assurance. PENERIMAAN HADIAH ATAU BENTUK KERAMAH-TAMAHAN LAINNYA 290. c) Terkait tidaknya litigasi dengan perikatan assurance sebelumnya.

Kerangka konseptual adalah pedoman terhadap prinsip dasar etika profesi sehingga harus diterapkan untuk mengidentifikasikan ancaman terhadap kepatuhan prinsip dasar kode etik profesi dan mengevaluasi ancaman tersebut. Bagian B – ilustrasi tentang penerapan kerangka konseptual pada situasi tertentu. Kode etik dibagi menjadi 2 bagian. Modul 5 PRINSIP PRINSIP DASAR ETIKA PROFESI PENDAHULUAN – Seksi 100 Perbedaan profesi akuntan public dibandingkan profesi lainnya adalah tanggung jawabnya pada kepentingan public. jadi tidak hanya bertanggung jawab pada pemberi kerja/client. PRINSIP DASAR Setiap praktisi harus mematuhi prinsip dasar etika profesi: 6. . yaitu: . Oleh karena itu. Bagian A – menetapkan prinsip dasar dan memberikan kerangka konseptual dalam penerapannya. praktisi harus mematuhi dan menjalankan prinsip dasar dan kode etik yang diatur sebagai berikut. h i d a y a t k a m p a i . Prinsip integritas 157 | w w w . Jika ancamannya tidak signifikan (tidak penting dan tidak memiliki dampak). contoh pencegahan yang diperlukan untuk mengatasi ancaman dan mencegah ancaman pada kepatuhan pada prinsip etika profesi. tetap harus dipertimbangkan dan dijalankan untuk menghilangkan atau mengurangi ancaman tersebut sehingga kepatuhannya tetap terjaga. c o m .

Praktisi harus jujur dan tegas dalam menjalin hubungan professional dan hubungan bisnis dalam melaksanakan pekerjaannya. dan menanggapi ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. 158 | w w w . Praktisi harus : . benturan kepentingan atau pengaruh yang tidak layak dari pihak yang mempengaruhi pertimbangan profesional/ pertimbangan bisnis. maka pencegahan harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman atau menguranginya ketingkat yang dapat diterima. mengevaluasi. 9. Kode etik ini memberikan kerangka untuk membantu praktisi dalam mengidentifikasi. Prinsip kerahasiaan Praktisi harus menjaga rahasia yang diperoleh sebagai hasil dari hubungan profesional dan hubungan bisnisnya. 7. Kemudian praktisi juga harus bertindak secara profesional dan sesuai dengan standard an kode etik yang ada. dan menangani setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip etika profesi dengan tujuan untuk melindungi kepentingan public. Prinsip perilaku profesional Wajib mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku dan harus menghindari semua tindakan yang merugikan profesi. mengevaluasi setiap ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi atau keadaan serta hubungan yang dapat mengakibatkan pelanggaran terhadap prinsip dasar etika profesi. juga tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi. 8. Kerangka konseptual mewajibkan praktisi untuk mengidentifikasi. sehingga kepatuhan tetap terjaga. juga tidak hanya mematuhi peraturan khusus yang dapat bersifat subjektif. tidak boleh mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa persetujuan dari klien. c o m . mengevaluasi. Prinsip objektivitas Tidak boleh membiarkan terjadinya subjektivitas. kecuali jika memang sudah kewajibannya untuk diungkapkan. Jika ancaman yang ada secara jelas tidak signifikan. h i d a y a t k a m p a i . Prinsip kompetensi serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional Praktisi harus memiliki pengetahuan dan keahlian sehingga dalam prakteknya juga praktisi harus tahu setiap perkembangan yang ada. 10.

. mencakup antara lain: o Persyaratan pendidikan. ANCAMAN DAN PENCEGAHAN Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi. Ancaman kedekatan – ancaman yang terjadi ketika praktisi terlalu bersimpati terhadap kepentingan pihak lain . Jika tidak bisa menerapkan pencegahan yang tepat. Pelanggaran tersebut kemudian dilihat dari signifikansinya. dan pengalaman untuk memasuki profesi o Persyaratan pengembangan dan pendidikan profesional berkelanjutan 159 | w w w . Memperhatikan factor kualitatif dan kuantitatif dalam melihat kesignifikanan suatu ancaman. Ancaman kepentingan pribadi – ancaman yang diakibatkan oleh kepentingan keuangan. atau peraturan. Praktisi mungkin : . Ancaman advokasi – ancaman yang terjadi ketika praktisi menyatakan sikap atau pendapat mengenai suatu hal yang dapat mengurangi objektivitas selanjutnya dari praktisi tersebut. . Ancaman telaah pribadi – ancaman yang terjadi ketika pertimbangan yang diberikan sebelumnya harus dievaluasi kembali oleh praktisi yang bertanggung jawab atas pertimbangan tersebut. Pencegahan yang dapat menghilangkan atau mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima diklasifikasikan menjadi: . atau anggota keluarga dekat praktisi. pelatihan. dimana ancaman dapat diklasifikasikan sebagai berikut: . Ancaman intimidasi – ancaman ketika praktisi dihalangi untuk bersikap objektif. Pencegahan yang dibuat oleh profesi. anggota keluarga langsung. Melanggar suatu ketentuan dalam kode etik secara tidak sengaja. perundang-undangan. c o m . . maka praktisi harus menolak untuk menerima perikatan tersebut atau menghentikan jasa profesional yang diberikannya atau bahkan mengundurkan diri dari perikatan tersebut. . h i d a y a t k a m p a i .

▪ Kewajiban yang dinyatakan secara tertulis dan eksplisit untuk melaporkan pelangaran etika profesi yang terjadi Segala pencegahan diterapkan sesuai dengan situasinya. PENYELESAIAN MASALAH YANG TERKAIT DENGAN ETIKA PROFESI. mencakup antara lain: ▪ Sistem pengaduan yang efektif dan diketahui secara umum sehingga dapat menjadi wadah pelaporan bagi praktisi yang tidak profesional atau tidak sesuai dengan etika profesi. Pencegahan dalam lingkungan kerja o Pencegahan yang dibuat oleh profesi. komunikasi. praktisi harus berkonsultasi ke KAP atau jaringan KAP tempatnya bekerja untuk membantu dalam penyelesaian masalah. praktisi harus menentukan tindakan yang sesuai dengan prinsip yang telah diidentifikasi. Dalam menyelesaikan masalah yang terkait dengan etika profesi. atau informasi yang dihasilkan oleh praktisi. Prinsip dasar etika profesi yang terkait dengan masalah etika profesi yang dihadapi . o Peraturan tata kelola perusahaan o Standar profesi o Prosedur pengawasan dan pendisiplinan dari organisasi profesi atau regulator o Penelaahan eksternal oleh pihak ketiga yang diberikan kewenangan hukum atas laporan. Tindakan alternative Setelah mempertimbangkan hal diatas. Masalah etika profesi yang terkait . praktisi harus mempertimbangkan hal yang menyebabkan tidak dapat diterimanya pertimbangan tersebut oleh pihak ketiga yang rasional dan memiliki pengetahuan tentang semua informasi yang ada. Prosedur internal yang berlaku . Jika tidak dapat terselesaikan masalahnya. Fakta yang relevan . . Dalam memberikan solusi pencegahan. 160 | w w w . setiap praktisi harus mempertimbangkan: . juga harus memprtimbangkan akibat dari setiap tindakan yang diambil. c o m . perundang-undangan atau pemberi kerja. h i d a y a t k a m p a i .

dan adil dalam hubungan profesional dan hubungan bisnisnya. tidak menilai berdasarkan orang atau subjeknya sehingga data atau keputusan yang dihasilkan benar-benar apa 161 | w w w . kita sebagai praktisi harus tetap jujur dan tegas . jujur. Seorang akuntan harus berprinsip integritas dimana ketika karakter sudah berdasarkan integritas. Sedangkan jika masalah tidak dapat terselesaikan.Jika masalah yang ada melibatkan konflik dengan atau dalam organisasi klien atau pemberi kerja. tegas dan adil dalam hubungan perkerjaan dengan kliennya. Jadi seorang akuntan harus memiliki integritas yang baik. Praktisi dianjurkan untuk mendokumentasikan substansi permaslaahn dan rincian perusahaan yang dilakukan atau keputusan yang diambil terkait permasalahn yang ada. Contohnya praktisi yang berintegritas adalah saat ada partner yang berbuat curang atau client yang meminta untuk memanipulasi data. Jangan hanya karena kliennya adalah perusahaan besar. praktisi dapat meminta nasihat dari organisasi profesi yang relevan atau penasihat hukum untuk mendapatkna pedoman dalam penyelesaian masalah. SEKSI 120-PRINSIP OBJEKTIVITAS . Setiap akuntan harus memiliki sikap untuk jujur. maka karakter tersebut selalu fokus untuk mendisiplinkan diri dalam nilai-nilai positif. h i d a y a t k a m p a i . tapi akuntan tetap harus berpegang pada kode etiknya dan menunjukan integritasnya. Mengharuskan praktisi untuk tidak membiarkan subjektivitas . praktisi harus mempertimbangkan untuk melakukan konsultasi dengan pihak bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. c o m . Menghindari setiap hubungan yang bersifat subjektif Seorang akuntan harus bisa memisahkan antara kepentingan pribadi dan pekerjaan. seorang akuntan jadi tunduk dengan kemauan kliennya tersebut. seorang praktisi harus bersikap objektif atau apa adanya. yaitu komite audit. SEKSI 110-PRINSIP INTEGRITAS Mewajibkan setiap Praktisi untuk tegas.

Mewajibkan setiap Praktisi untuk: • Memelihara pengetahuan dan keahlian profesional • Menggunakan kemahiran profesionalnya sesuai dengan standar profesi dan kode etik profesi Seorang akuntan harus dapat cermat dan fokus dalam setiap pekerjaannya sehingga dapat memberikan hasil yang baik. c o m . namun dia tetap bersikap apa adanya dan tidak mengikuti kata teman dekatnya sehingga dapat dikatakan telah profesional. h i d a y a t k a m p a i . bagi seorang praktisi diwajibkan untuk terlebih dahulu menempuh jenjang pendidikan yang telah ditetapkan. Setelah seorang praktisi dinyatakan telah melewati jenjang pendidikan yang ditetapkan. Dunia luar yang terus bergerak secara dinamis mewajibkan seorang praktisi untuk mengikuti perkembangan bisnis yang relevan bagi profesinya. Contoh : praktisi tersebut dipengaruhi oleh teman dekat untuk memanipulasi data. adanya . 8. Seorang akuntan juga harus profesional dalam menjalankan pekerjaannya sehingga dapat menggunakan keahliannya secara maksimal dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal tersebut sangat penting mengingat jasa 162 | w w w . hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah memelihara kompetensi profesional yang telah dimiliki untuk bisa diterapkan dan bermanfaat bagi pihak-pihak yang memerlukan jasanya. 9. Pengembangan dan pendidikan profesional yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk meningkatkan dan memelihara kemampuan Praktisi agar dapat melaksanakan pekerjaannya secara kompeten dalam lingkungan profesional. SEKSI 130-PRINSIP KOMPETENSI SERTA SIKAP KECERMATAN DAN KEHATI- HATIAN PROFESIONAL 7. Kompetensi profesional dapat dibagi menjadi dua tahap yang terpisah sebagai berikut: • Pencapaian kompetensi profesional • Pemeliharaan kompetensi profesional Agar bisa menghasilkan jasa profesional.

dan tepat waktu.Praktisi tidak boleh melakukan tindakan mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia dan menggunakan informasi yang bersifat rahasia . atau pengguna jasa profesional lainnya sehingga bisa dialihkan kepada praktisi yang lain. Sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional mengharuskan setiap Praktisi untuk bersikap dan bertindak secara hati-hati. Praktisi harus menjelaskan keterbatasan jasa profesional yang diberikan kepada klien. sesuai dengan persyaratan penugasan. maka harus dipastikan bahwa mereka telah mendapatkan pelatihan khusus menyangkut pekerjaan yang akan dihadapi sehingga antara praktisi dan asisten tersebut dapat berjalan sinkron tanpa menimbulkan sebuah misunderstanding atau salah pemahaman.Setiap praktisi harus tetap menjaga prinsip kerahasiaan dimanapun ia berada . Di dalam mendapatkan informasi terbaru mengenai akuntansi. Hal itu sangat penting untuk jasa yang dihasilkan akan dipakai oleh klien. menyeluruh. 12. atau pengguna jasa profesional lainnya untuk menghindari terjadinya kesalahtafsiran atas pernyataan pendapat yang terkait dengan jasa profesional yang diberikan. c o m . 10. Bila dipandang perlu. Setiap Praktisi harus memastikan tersedianya pelatihan dan penyeliaan yang tepat bagi mereka yang bekerja di bawah wewenangnya dalam kapasitas profesional. pemberi kerja. maka ia harus mengungkapkannya kepada klien. seorang praktisi diperbolehkan menggunakan berbagai teknologi yang sedang berkembang dengan tetap mempertahankan profesionalitasnya. Menyangkut keterbatasan yang dimiliki oleh seorang praktisi. h i d a y a t k a m p a i . pemberi kerja. profesional yang dihasilkannya tergantung dengan prinsip akuntansi yang bisa saja berubah sesuai dengan hasil keputusan dari ikatan profesi seorang praktisi. Hal ini penting karena sikap profesionalitas. Apabila dalam penugasannya seorang praktisi dibantu oleh asisten. Dan hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahtafsiran dari produk jasa yang dihasilkan oleh praktisi SEKSI 140-PRINSIP KERAHASIAAN . pemberi kerja.Praktisi harus menjaga kerahasiaan informasi dari calon klien 163 | w w w . atau pengguna jasa profesional lainnya 11.

164 | w w w . Akan tetapi jika dibutuhkan oleh hukum dan peraturan lainnya.Praktisi harus menerapkan semua prosedur yang dianggap perlu . • Dalam menjawab pertanyaan atau investigasi yang dilakukan oleh organisasi profesi atau regulator. atau • Pengungkapan kepada otoritas publik yang tepat mengenai suatu pelanggaran hukum. selama tidak dilarang oleh ketentuan hukum: • Dalam mematuhi pelaksanaan penelaahan mutu yang dilakukan oleh organisasi profesi atau regulator. sebagai contoh: • Pengungkapan dokumen atau bukti lainnya dalam sidang pengadilan. Situasi-situasi yang mungkin mengharuskan Praktisi untuk mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia: (a) Pengungkapan yang diperbolehkan oleh hukum dan disetujui oleh klien atau pemberi kerja. c o m . atau • Dalam mematuhi standar profesi dan kode etik profesi yang berlaku. h i d a y a t k a m p a i . Misalnya akuntan menemukan informasi yang menyimpang dari laporan kliennya.-Praktisi harus mempertimbangkan pentingnya kerahasiaan informasi terjaga di KAP atau jaringan KAP . akuntan tidak boleh menyebarkan informasi tersebut kecuali jika pihak pengadilan memintanya. (b) Pengungkapan yang diharuskan oleh hukum. informasi tersebut dapat dibuka. dan (c) Pengungkapan yang terkait dengan kewajiban profesional untuk mengungkapkan.Kerahasiaan harus dijaga terus menerus bahkan setelah berakhirnya hubungan praktisi dengan klien Seorang akuntan tidak boleh sembarangan memberikan informasi yang bersifat rahasia ke pihak manapun jika tidak mendapatkan ijin. • Dalam melindungi kepentingan profesional Praktisi dalam sidang pengadilan.

Dalam memutuskan untuk mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia. Membuat pernyataan merendahkan atau melakukan perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan praktisi lain. dll. harus jujur dan tidak boleh melakukan tindakan. Hal ini sama seperti profesi lainnya yang mengharuskan anggotanya menjaga nama baik profesinya. • Jenis komunikasi yang diharapkan dan pihak yang dituju. . 165 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . Membuat pernyataan berlebihan mengenai jasa yang diberikan. c o m . setiap Praktisi harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut: • Dirugikan tidaknya kepentingan semua pihak • Diketahui tidaknya dan didukung tidaknya semua informasi yang relevan. SEKSI 150-PERILAKU PROFESIONAL Mewajibkan setiap praktisi untuk mematuhi setiap ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku Setiap praktisi tidak boleh merendahkan martabat profesi. . jadi seorang akuntan harus menjaga kelakuannya agar tidak mencemarkan nama baik profesinya. Setiap akuntan harus menjaga kehormatan profesinya.

atau aktivitas yang dapat mengurangi integritas. atau reputasi profesinya. Praktisi tidak hanya mematuhi contoh-contoh yang diberikan.1 Seksi ini memberikan ilustrasi mengenai penerapan kerangka konseptual yang tercantum pada Bagian A dari Kode Etik ini oleh Praktisi.290 SEKSI 200 ANCAMAN DAN PENCEGAHAN PENDAHULUAN 200.2 Setiap Praktisi tidak boleh terlibat dalam setiap bisnis. pekerjaan. 166 | w w w . 200. melainkan harus menerapkan juga kerangka konseptual tersebut dalam setiap situasi yang dihadapinya. yang dapat mengakibatkan pertentangan dengan jasa operasional yang diberikannya. Modul 6 Regulation Section 200 . c o m . objektivitas. h i d a y a t k a m p a i . Sehingga.

i) Ancaman kedekatan. i) Ketergantungan yang signifikan atas jumlah imbalan jasa professional yang diperoleh dari suatu klien. j) Hubungan bisnis yang erat dengan suatu klien. h i d a y a t k a m p a i . dan j) Ancaman intimidasi. atau f) Klien selain klien assurance. 200.3 Kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terancam oleh berbagai situasi sebagai berikut: f) Ancaman kepentingan pribadi.5 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi mencakup: g) Penemuan kesalahan yang signifikan ketika dilakukan pengevaluasian kembali hasil pekerjaan Praktisi. g) Ancaman telaah pribadi. h) Ancaman advokasi. l) Peluang kerja yang potensial di klien.ANCAMAN DAN PENCEGAHAN 200. 167 | w w w . n) Pinjaman yang diberikan kepada. tergantung dari sifat dan jenis jasa professional yang diberikan kepada pihak-pihak di bawah ini: d) Klien audit laporan keuangan. atau diperoleh dari. k) Kekhawatiran atas kemungkinan kehilangan klien. m) Imbalan jasa professional yang bersifat kontinjen yang terkait dengan perikatan assurance. c o m . Sifat dan signifikasi ancaman sangat beragam. 200. e) Klien assurance selain klien audit laporan keuangan. klien assurance maupun direksi atau pejabatnya.4 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi bagi Praktisi mencakup: h) Kepentingan keuangan pada klien atau kepemilikan bersama dengan klien atas suatu kepentingan keuangan.

200. pejabat. j) Anggota tim assurance sedang menjabat. j) Hubungan yang telah berlangsung lama antara pejabat senior KAP atau Jaringan KAP dengan klien assurance. atau belum lama ini pernah dipekerjakan. i) Keterlibatan Praktisi dalam penyusunan data yang digunakan untuk menghasilkan catatan yang akan menjadi hal pokok (subject matter) dari perikatan.7 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman kedekatan mencakup: f) Anggota tim perikatan merupakan anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekat dari direktur atau pejabat klien. d) Memberikan nasihat hukum kepada klien assurance dalam litigasi atau perselisihan dengan pihak ketiga. atau karyawan klien dengan kedudukan yang berpengaruh langsung dan signifikan terhadap hal pokok dari perikatan. l) Pemberian jasa professional kepada klien assurance yang dapat mempengaruhi hal pokok dari perikatan assurance. c o m .h) Pelaporan mengenai operasi sistem keuangan setelah keterlibatan Praktisi dalam perancangan atau pengimplementasiannya. sebagai direksi atau pejabat klien. h i d a y a t k a m p a i . g) Anggota tim perikatan merupakan anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekat dari karyawan klien yang mewakili jabatan yang berpengaruh langsung dan signifikan terhadap hal pokok dari perikatan. 168 | w w w . 200. atau belum lama ini pernah menjabat. k) Anggota tim assurance sedang dipekerjakan. i) Anggota tim perikatan menerima hadiah atau perlakuan istimewa dari klien.6 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman advokasi mencakup: c) Mempromosikan saham suatu entitas yang efeknya tercatat di bursa (“Emitem”) yang merupakan klien audit laporan keuangan. h) Mantan rekan KAP atau jaringan KAP yang menjadi direktur. oleh klien pada suatu kedudukan yang mempunyai pengaruh langsung dan signifikan atas hal pokok dari perikatan. kecuali nilainya secara jelas tidak signifikan.

200. 200. s) Kebijakan terdokumentasi mengenai pengidentifikasi ancaman terhadap kepatuhan prinsip dasar etika profesi. Contoh pencegahan yang dibuat oleh profesi. h i d a y a t k a m p a i . 200. 169 | w w w . perundang-undangan. dan struktur KAP atau Jaringan KAP. f) Ancaman melalui penekanan atas pengurangan lingkup pekerjaan dengan tujuan untuk mengurangi jumlah imbalan jasa professional. d) Pencegahan dalam lingkungan kerja.11 Setiap Praktisi harus menggunakan pertimbangannya untuk menentukan cara terbaik dalam menghadapi ancaman yang telah diidentifikasi serta apakah pertimbangan tersebut dapat diterima oleh pihak ketiga dengan rasional dan memiliki informasi yang relevan.10 Pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima dapat diklasifikasikan sebagai berikut: c) Pencegahan yang dibuat oleh profesi. 200. baik dalam hubungan professional maupun hubungan bisnisnya. perundang-undangan. q) Memastikan terjaganya tindakan untuk melindungi kepentingan public oleh anggota tim assurance. 200.12 Pencegahan pada tingkat institusi dalam lingkungan kerja mencakup: p) Menekankan pentingnya kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. Pertimbangan tersebut dapat dipengaruhi oleh signifikansi ancaman. atau peraturan telah dijelaskan pada paragraph 100. pengevaluasian signifikasi ancaman. sifat perikatan.9 Setiap Praktisi harus selalu waspada terhadap situasi dan ancaman khusus tersebut. atau peraturan. c o m .12 dari Kode Etik ini. r) Kebijakan dan prosedur untuk menerapkan dan memantau pengendalian mutu perbaikan.8 Contoh situasi yang dapat menimbulkan ancaman intimidasi mencakup: d) Ancaman atas pemutusann perikatan atau penggantian tim perikatan. e) Ancaman atas litigasi.

t) KAP yang melakukan perikatan assurance. h i d a y a t k a m p a i . x) Penggunaan rekan dan tim perikatan dengan lini pelaporan yang terpisah dalam pemberian jasa professional selain jasa assurance kepada klien assurance. serta pengidentifikasian dan penerapan pencegahan untuk menghilangkan ancaman atau mengurangi ke tingkat yang dapat diterima. v) Kebijakan dan prosedur untuk memastikan pengidentifikasian kepentingan atau hubungan antara anggota tim perikatan dan KAP atau Jaringan KAP dengan klien. y) Kebijakan dan prosedur yang melarang personel yang bukan merupakan anggota tim perikatan untuk memengaruhi hasil pekerjaan perikatan. dd) Kebijakan dan prosedur yang mendorong dan memotivasi staf untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP atau Jaringan KAP mengenai setiap isu yang terkait dengan kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. serta pengevaluasian signifikasi ancaman dan penerapan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman atau mengurangi ke tingkat yang dapat diterima. 170 | w w w . w) Kebijakan dan prosedur untuk memantau dan mengelola ketergantungan terhadap jumlah imbalan jasa professional yang diperoleh dari suatu klien. z) Komunikasi yang tepat waktu mengenai kebijakan dan prosedur kserta pelatihan dan pendidikan yang memadai atas kebijakan dan prosedur tersebut. aa) Penunjukan seorang manajemen senior untuk bertanggung jawab atas pengawasan kecukupan fungsi sistem pengendalian mutu KAP atau Jaringan KAP. bb) Mengenai klien-klien assurance dan entitas-entitas terkait dan mewajibkan untuk menjadi independensinya terhadap klien assurance dan entitas tersebut. c o m . cc) Mekanisme pendisplinan untuk mendukung kepatuhan pada kebijakan dan prosedur yang telah diterapkan. kebijakan indepedensi yang terdokumentasi mengenai pengidentifikasian ancaman terhadap indepedensi. u) Kebijakan dan prosedur internal yang terdokumentasi yang memastikan terjaganya kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.

171 | w w w . 200. e) Klien memiliki karyawan yang kompeten dengan pengalaman yang memadai untuk mengambil keputusan manajemen. c o m . j) Mengungkapkan kepada pejabat klien yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan mengenai sifat dan besaran imbalan jasa professional yang dikenakan. Klien memiliki struktur tata kelola perusahaan yang memastikan terciptanya pengawasan dan komunikasi yang memadai sehubungan dengan jasa professional yang diberikan oleh KAP atau Jaringan KAP. 200.14 Praktisi dapat mengandalkan pencegahan yang diterapkan oleh klien.13 Pencegahan pada tingkat perikatan dalam lingkungan kerja mencakup: g) Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. h) Melakukan konsultasi dengan pihak ketiga yang independen. Praktisi tidak hanya mengandalkan pencegahan tersebut untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima. 200.15 Pencegahan dalam sistem dan prosedur yang diterapkan oleh klien mencakup: d) Pihak dalam organisasi klien selain manajemen menyetujui penunjukan KAP atau Jaringan KAP. h i d a y a t k a m p a i . f) Klien telah menerapkan prosedur internal untuk memastikan terciptanya proses pemilihan yang objektif atas perikatan selain perikatan assurance. k) Melibatkan KAP atau Jaringan KAP lain untuk melakukan atau mengerjakan kembali suatu bagian dari perikatan. i) Mendiskusikan isu-isu etika profesi dengan pejabat klien yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. Namun. tergantung dari sifat penugasannya. l) Merotasi personel senior tim assurance.

4 Pencegahan yang tepat mencakup: c) Memperoleh pemahaman tentang klien.7 Setiap Praktisi harus mempertimbangkan setiap ancaman terhadap 172 | w w w . h i d a y a t k a m p a i .5 Setiap Praktisi harus menolak untuk menerima suatu perikatan jika ancaman yang terjadi tidak dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.3 Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi. 210.6 Keputusan untuk menerima suatu klien harus ditelaah secara berkala untuk perikatan yang berulang. manajer. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.SEKSI 210 PENUNJUKAN PRAKTISI. ATAU JARINGAN KAP PENERIMAAN KLIEN 210. 210. 210. atau d) Memastikan adanya komitmen dari klien untuk meningkatkan praktik tata kelola perusahaan atau pengendalian internalnya. KAP. pemilik.1 Sebelum menerima suatu klien baru. 210. Jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang tidak signifikan. setiap Praktisi harus mempertimbangkan potensi terjadinya ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang diakibatkan oleh diterimanya klien tersebut 210. serta pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan kegiatan bisnis perusahaan. c o m . PENERIMAAN PERIKATAN 210.2 Isu-isu yang terdapat pada klien yang jika diketahui dapat mengancam kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.

kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang dapat terjadi dari diterimanya perikatan tersebut. hukum. 173 | w w w . dan lingkup pekerjaan yang akan dilakukan. atau peraturan lainnya yang berlaku.10 Setiap Praktisi tidak diperkenankan untuk menerima dan melaksanakan perikatan assurance yang jenis. kecuali apabila perikatan tersebut harus dilaksanakan untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan. periode. maka pencegahan yang tepat harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. j) Memiliki pengalaman mengenai peraturan atau persyaratan pelaporan yang relevan. dan jenis prinsip- akuntansi-yang-berlaku-umum.9 Setiap Praktisi harus mengevaluasi keandalan dari saran atau pekerjaan tenaga ahli jika ia menggunakan saran atau pekerjaan tersebut dalam melaksanakan perikatannya. sifat. serta tujuan. k) Menugaskan jumlah staf yang memadai dengan kompetensi yang diperlukan. m) Menyetujui jangka waktu perikatan yang realistis untuk melaksanakan perikatan. 210. 210. Pencegahan tersebut mencakup: h) Memperoleh pemahaman yang memadai mengenai sifat dan kompleksitas kegiatan bisnis klien. n) Mematuhi kebijakan dan prosedur pengendalian mutu untuk memastikan diterimanya perikatan bila perikatan tersebut dapat dilaksanakan secara kompeten. h i d a y a t k a m p a i . l) Menggunakan tenaga ahli jika dibutuhkan. i) Memperoleh pengetahuan yang relevan mengenai industri atau hal pokok dari perikatan. 210. persyaratan perikatan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman tidak signifikan.8 Setiap Praktisi harus mengevaluasi setiap ancaman yang diidentifikasi dan. c o m .

15 Jika ancaman yang diidentifikasi merupakan ancaman yang tidak signifikan. KAP. peraturan. ATAU JARINGAN KAP 210.11 Seorang Praktisi yang ditunjuk untuk menggantikan Praktisi lain atau sedang mempertimbangkan untuk mengikuti tender perikatan (“Praktisi Pengganti”) dari calon klien yang sedang dalam perikatan dengan Praktisi lain (“Praktisi Pendahulu”) harus menentukan ada tidaknya alasan profesional atau alasan lainnya untuk tidak menerima perikatan tersebut. sehingga Praktisi Pengganti dapat memutuskan tepat tidaknya menerima perikatan tersebut. 210. yaitu hal-hal yang mengancam kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi.13 Setiap Praktisi Pendahulu harus menjaga prinsip kerahasiaan. 210. h i d a y a t k a m p a i . Praktisi Pengganti dapat berkomunikasi langsung dengan Praktisi Pendahulu untuk memperoleh pemahaman mengenai latar belakang penggantian Praktisi tersebut.12 Signifikansi setiap ancaman harus selalu dievaluasi tergantung dari sifat perikatannya. 210. 210. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Lingkup informasi mengenai hal-hal yang dapat dan harus didiskusikan oleh Praktisi Pendahulu dengan Praktisi Pengganti ditentukan oleh sifat perikatan serta hal-hal berikut: c) Persetujuan dari klien untuk melakukan komunikasi tersebut. atau d) Ketentuan hukum. Praktisi Pendahulu tidak boleh memberikan informasi mengenai klien kepada Praktisi Pengganti. c o m . atau kode etik profesi yang terkait dengan komunikasi dan pengungkapan tersebut.14 Jika tidak memperoleh persetujuan dari klien.PERUBAHAN DALAM PENUNJUKAN PRAKTISI.16 Pencegahan yang dapat dilakukan oleh Praktisi Pengganti antara lain: d) Mendiskusikan hal-hal yang berhubungan dengan klien secara lengkap dan terbuka dengan Praktisi Pendahulu. 210. e) Meminta Praktisi Pendahulu untuk memberikan informasi mengenai hal-hal 174 | w w w .

Pencegahannya mencakup pemberitahuan kepada Praktisi Pendahulu mengenai pekerjaan yang akan dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada Praktisi Pendahulu untuk menyediakan semua informasi yang relevan agar Praktisi Pengganti dapat melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Informasi yang diberikan oleh Praktisi Pendahulu kepada Praktisi Pengganti harus disampaikan dengan jujur dan jelas. Jika persetujuan telah diberikan. kecuali jika Praktisi Pengganti mempunyai keyakinan yang kuat mengenai dapat diperolehnya informasi yang diperlukan untuk mengevaluasi ancaman tersebut dengan cara lain. sebelum Praktisi Pengganti memutuskan untuk menerima perikatan tersebut. 210. c o m . 210.17 Praktisi Pengganti harus memperoleh persetujuan dari calon klien sebelum komunikasi dengan Praktisi Pendahulu. 175 | w w w . maka Praktisi Pengganti harus menolak perikatan yang ditawarkan. Praktisi Pengganti harus mencantumkan mengenai komunikasi dengan Praktisi Pendahulu sebelum menerima perikatan tersebut untuk menanyakan ada tidaknya alasan profesional atau alasan lainnya untuk tidak menerima perikatan tersebut. yang berhubungan dengan klien yang relevan bagi Praktisi Pengganti. Kondisi ini mungkin menimbulkan potensi ancaman.18 Jika ancaman tersebut tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima. f) Menanggapi permintaan untuk tender.19 Praktisi Pengganti dapat diminta untuk melakukan pekerjaan yang bersifat sebagai pelengkap atau tambahan dari Praktisi Pendahulu. 210. h i d a y a t k a m p a i . maka Praktisi Pendahulu harus mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan lain yang berlaku.

2 Setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman.3 Tergantung dari penyebab benturan kepentingan. 220. 220. dan memperoleh persetujuan dari klien untuk melanjutkan hubungan berdasarkan kondisi tersebut. yang dapat menimbulkan ancaman. atau f) Memberitahukan klien mengenai pemberian jasa profesional oleh Praktisi secara tidak eksklusif untuk suatu klien dan memperoleh persetujuan dari klien untuk bertindak demikian. c o m . g) Penetapan prosedur untuk mencegah akses informasi oleh pihak yang tidak berhak. atau e) Memberitahukan semua pihak yang teridentifikasi mengenai pemberian jasa profesional oleh Praktisi kepada klien yang kepentingannya saling berbenturan. Pengevaluasian tersebut harus dilakukan sebelum menerima atau meneruskan hubungan dengan klien atau perikatan. h i d a y a t k a m p a i . dan mencakup pertimbangan mengenai ada tidaknya kepentingan bisnis atau hubungan dengan klien atau pihak ketiga. pencegahan yang dilakukan sebagai berikut: d) Memberitahukan klien mengenai setiap kegiatan bisnis KAP atau Jaringan KAP yang dapat menimbulkan benturan kepentingan. 220. h) Penetapan pedoman yang jelas bagi anggota tim perikatan mengenai 176 | w w w .SEKSI 220 BENTURAN KEPENTINGAN 220. karena situasi tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. dan memperoleh persetujuan untuk melanjutkan hubungan berdasarkan kondisi tersebut.1 Setiap Praktisi harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi setiap situasi yang dapat menimbulkan benturan kepentingan.4 Pencegahan tambahan yang harus dipertimbangkan antara lain: f) Penggunaan tim perikatan yang terpisah dalam memberikan jasa profesional kepada klien-klien yang kepentingannya saling berbenturan.

i) Penggunaan perjanjian kerahasiaan yang ditandatangani oleh setiap rekan dan staf KAP atau Jaringan KAP. keamanan dan kerahasiaan data. 177 | w w w . 220. h i d a y a t k a m p a i . maka Praktisi harus menolak untuk menerima perikatan atau mengundurkan diri dari perikatan yang berbenturan kepentingan tersebut. 220.5 Jika benturan kepentingan menyebabkan ancaman terhadap prinsip dasar etika profesi yang tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima. dan j) Penelaahan secara berkala atas penerapan pencegahan oleh pejabat senior KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam perikatan. maka Praktisi tidak boleh melanjutkan pemberian jasa profesionalnya kepada salah satu dari pihak-pihak tersebut.6 Jika klien tidak memberikan persetujuan kepada Praktisi sehubungan dengan permohonan Praktisi untuk memberikan jasa profesionalnya kepada pihak lain yang kepentingannya berbenturan dengan klien. c o m .

maka Praktisi yang diminta untuk memberikan pendapat kedua tersebut harus mempertimbangkan seluruh fakta dan kondisi untuk menentukan tepat tidaknya pendapat kedua diberikan. atau standar/prinsip lain untuk keadaan atau transaksi tertentu oleh. 178 | w w w . auditing. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: d) Meminta persetujuan dari klien untuk menghubungi Praktisi yang memberikan pendapat pertama. pihak-pihak selain klien.1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika dapat terjadi ketika Praktisi diminta untuk memberikan pendapat kedua (second opinions) mengenai penerapan akuntansi.SEKSI 230 PENDAPAT KEDUA 230. setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman dan.3 Jika perusahaan atau entitas yang meminta pendapat tidak memberikan persetujuannya kepada Praktisi yang memberikan pendapat kedua untuk melakukan komunikasi dengan Praktisi yang memberikan pendapat pertama. pelaporan. atau untuk kepentingan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. 230.2 Ketika diminta untuk memberikan pendapat kedua. c o m . e) Menjelaskan mengenai keterbatasan pendapat yang diberikan kepada klien. 230. h i d a y a t k a m p a i . dan f) Memberikan salinan pendapat kepada Praktisi Yang memberikan pendapat pertama. jika ancaman tersebut merupakan ancaman yang tidak signifikan.

240. Sehubungan dengan potensi ancaman tersebut.2 Signifikansi ancaman tergantung dari beberapa faktor. jika ancaman tersebut merupakan ancaman yang tidak signifikan.1 Dalam melakukan negosiasi mengenai jasa profesional yang diberikan. d) Mengalokasikan waktu yang memadai dan menggunakan staf yang kompeten dalam perikatan tersebut. h) Ada tidaknya penelaahan hasil pekerjaan oleh pihak ketiga yang independen.SEKSI 240 IMBALAN JASA PROFESIONAL DAN BENTUK REMUNERASI LAINNYA 240. Praktisi dapat mengusulkan jumlah imbalan jasa profesional yang dipandang sesuai. Signifikansi ancaman tergantung dari beberapa faktor berikut: e) Sifat perikatan. pencegahan mencakup: c) Membuat klien menyadari persyaratan dan kondisi perikatan. f) Rentang besaran imbalan jasa profesional yang dimungkinkan.4 Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan. 240. seperti besaran imbalan jasa profesional yang diusulkan. 240. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman 179 | w w w .3 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen telah digunakan secara luas untuk jasa profesional tertentu selain jasa assurance. Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen untuk jasa profesional selain jasa assurance diberikan kepada klien assurance diatur dalam Seksi 290 dari Kode Etik ini. c o m . serta jenis dan lingkup jasa profesional yang diberikan. serta jenis dan lingkup jasa profesional yang diberikan. g) Dasar penetapan besaran imbalan jasa profesional. h i d a y a t k a m p a i . terutama dasar penentuan besaran imbalan jasa profesional.

kompetensi. serta sikap kecermatan dan kehati-hatian profesional. penerimaan imbalan jasa profesional rujukan atau komisi tersebut dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi terhadap objektivitas. 240.7 Setiap Praktisi tidak boleh membayar atau menerima imbalan jasa profesional rujukan atau komisi. d) Memperoleh persetujuan di muka dari klien mengenai penerimaan komisi dari pihak ketiga atas penjualan barang atau jasa kepada klien. g) Kebijakan dan prosedur pengendalian mutu.tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. 240. h) Penelaahan oleh pihak ketiga yang objektif terhadap hasil pekerjaan Praktisi. c o m . f) Pengungkapan kepada pihak pengguna hasil pekerjaan Praktisi mengenai dasar penentuan imbalan jasa profesional. Pencegahan tersebut mencakup: c) Mengungkapkan kepada klien mengenai perjanjian pembayaran atau penerimaan imbalan jasa profesional rujukan kepada Praktisi lain atas suatu perikatan. Pembayaran imbalan jasa profesional rujukan tersebut dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi terhadap objektivitas.5 Dalam situasi tertentu. 240.8 Praktisi dapat membeli seluruh atau sebagian kepemilikan KAP atau Jaringan KAP lain dengan melakukan pembayaran kepada individu yang 180 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . 240. kompetensi. Namun. Pencegahan tersebut mencakup: e) Perjanjian tertulis dengan klien yang dibuat di muka mengenai dasar penentuan imbalan jasa profesional. kecuali jika Praktisi telah menerapkan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. seorang Praktisi dapat menerima imbalan jasa profesional rujukan atau komisi (referral fee) yang terkait dengan diterimanya suatu perikatan. serta sikap kecermatan dan kehatian-hatian profesional.6 Seorang Praktisi dapat membayar juga imbalan jasa profesional rujukan untuk mendapatkan klien atau perikatan.

atau dengan melakukan pembayaran kepada ahli waris atau walinya.sebelumnya memiliki KAP atau Jaringan KAP tersebut.7 dari Kode Etik ini. 181 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . c o m . Pembayaran tersebut bukan merupakan imbalan jasa profesional rujukan atau komisi seperti yang diatur dalam paragraf 240.5 – 240.

maka Praktisi harus melakukan konsultasi dengan organisasi profesi. 182 | w w w .SEKSI 250 PEMASARAN JASA PROFESIONAL 250. Setiap Praktisi harus bersikap jujur dan tidak boleh melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: c) Membuat pernyataan yang berlebihan mengenai jasa profesional yang dapat diberikan. kualifikasi yang dimiliki. c o m .2 Setiap Praktisi tidak boleh mendiskreditkan profesi dalam memasarkan jasa profesionalnya. atau d) Membuat pernyataaan yang merendahkan atau melakukan perbandingan yang tidak didukung bukti terhadap hasil pekerjaan Praktisi lain. atau pengalaman yang telah diperoleh. Jika Praktisi memiliki keraguan atas tepat tidaknya suatu iklan atau bentuk pemasaran lainnya. h i d a y a t k a m p a i .1 Ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi dapat terjadi ketika Praktisi mendapatkan suatu perikatan melalui iklan atau bentuk pemasaran lainnya. 250.

c o m . maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. maka Praktisi tidak diperbolehkan untuk menerima pemberian tersebut.1 Praktisi maupun anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekatnya mungkin saja ditawari suatu hadiah atau bentuk keramah-tamahan lainnya (hospitality) oleh klien. Penerimaan pemberian tersebut dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. dan maksud di balik pemberian tersebut. Dalam kondisi demikian. h i d a y a t k a m p a i . maka Praktisi dapat menyimpulkan pemberian tersebut sebagai pemberian yang diberikan dalam kondisi bisnis normal. tergantung dari sifat.3 Jika ancaman yang dievaluasi merupakan ancaman yang tidak signifikan. 260.SEKSI 260 PENERIMAAN HADIAH ATAU BENTUK KERAMAH-TAMAHAN LAINNYA 260. 260. Praktisi dapat menyimpulkan tidak terjadinya ancaman yang signifikan terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. Jika ancaman tersebut tidak dapat dihilangkan atau dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.2 Signifikansi ancaman sangat beragam. nilai. Jika pemberian tersebut disimpulkan oleh pihak ketiga yang rasional sebagai pemberian yang tidak signifikan. 183 | w w w .

atau aset pribadinya.3 Setiap Praktisi harus selalu waspada terhadap ancaman atas kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi yang dapat terjadi sehubungan dengan keterkaitan Praktisi dengan aset tersebut. Praktisi dapat mempertimbangkan untuk meminta nasihat hukum. termasuk seluruh penghasilan. atau keuntungan yang dihasilkan dari aset tersebut.SEKSI 270 PENYIMPANAN ASET MILIK KLIEN 270. Praktisi yang dipercaya untuk menyimpan uang atau aset lainnya milik pihak lain harus melakukan pencegahan sebagai berikut: e) Menyimpan aset tersebut secara terpisah dari aset KAP atau Jaringan KAP. Praktisi wajib menyimpan aset tersebut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. f) Menggunakan aset tersebut hanya untuk tujuan yang telah ditetapkan. h i d a y a t k a m p a i . 270.1 Setiap Praktisi tidak boleh mengambil tanggung jawab penyimpanan uang atau aset lainnya milik klien. g) Siap mempertanggungjawabkan aset tersebut kepada individu yang berhak atas aset tersebut. setiap Praktisi harus melakukan wawancara yang memadai mengenai sumber aset tersebut dan mempertimbangkan kewajiban yang timbul berdasarkan ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku. c o m . 270. Dalam kondisi demikian. 184 | w w w .2 Penyimpanan aset milik klien dapat menimbulkan ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar etika profesi. kecuali jika diperbolehkan oleh ketentuan hukum yang berlaku dan jika demikian. Sebagai bagian dari prosedur penerimaan klien dan perikatan. dan h) Mematuhi semua ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku sehubungan dengan penyimpanan dan pertanggungjawaban aset tersebut. dividen.

i) Mendiskusikan ancaman dengan manajemen senior KAP atau Jaringan KAP. c o m . atau karyawannya. 280.1 Setiap Praktisi harus mempertimbangkan ada tidaknya ancaman terhadap kepatuhan pada prinsip dasar objektivitas yang dapat terjadi dari adanya kepentingan dalam. 280. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. Pencegahan tersebut mencakup: f) Mengundurkan diri dari tim perikatan.3 Keberadaan ancaman terhadap objektivitas ketika memberikan jasa profesional akan tergantung dari kondisi tertentu dan sifat dari perikatan yang dilakukan oleh Praktisi. 280. h) Menghentikan hubungan keuangan atau bisnis yang menimbulkan ancaman. atau hubungan dengan. 185 | w w w . j) Mendiskusikan ancaman dengan pihak klien yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. h i d a y a t k a m p a i . jika ancaman tersebut merupakan ancaman yang tidak signifikan. klien maupun direktur. pejabat.4 Setiap Praktisi harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman yang diidentifikasi dan. g) Menerapkan prosedur penyeliaan yang memadai. Independensi dalam pemikiran dan independensi dalam penampilan sangat dibutuhkan untuk memungkinkan Praktisi untuk menyatakan pendapat secara tidak bias dan bebas dari benturan kepentingan atau pengaruh pihak lain.2 Setiap Praktisi yang memberikan jasa assurance harus bersikap independen terhadap klien assurance.SEKSI 280 OBJEKTIVITAS – SEMUA JASA PROFESIONAL 280.

Laporan Keuangan d.9 Praktisi wajib untuk bersikap sebagai berikut: c.6 Dalam perikatan assurance berbasis asersi. hubungan keuangan. 290. Independensi dalam penampilan 290. 290.3 Praktisi menyatakan pendapat yang bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna hasil pekerjaan perikatan assurance yang dituju.5 Bentuk perikatan assurance dapat berupa perikatan assurance berbasis asersi (assertion-based assurance engagement) maupun perikatan assurance pelaporan langsung (direct reporting assurance engagement). Praktisi dapat melakukan pengevaluasian atau pengukuran atas hal pokok secara langsung maupun dengan memperoleh representasi dari pihak yang bertanggung jawab.7 Dalam perikatan assurance pelaporan langsung. 290.1 Anggota timassurance bersikap independen terhadap klien assurance. 186 | w w w .4 Istilah “informasi hal pokok” (subject matter information) digunakan untuk menunjukkan hasil pengevaluasian atau hasil pengukuran dari hal pokok tersebut. Asersi mengenai efektivitas pengendalian internal 290. Independensi dalam pemikiran d.9 Signifikansi setiap hubungan ekonomi. 290. 290.2 Perikatan assurance bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan pengguna hasil pekerjaan perikatan assurance. dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok. contohnya: c.SEKSI 290 INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASSURANCE PENDAHULUAN 290. c o m . h i d a y a t k a m p a i . maupun hubungan lainnya harus dievaluasi. 290.

16 Dapat tidaknya struktur KAP menjadi lebih besar tergantung dari fakta dan situasi tertentu. 290. dan menangani ancaman terhadap independensi. 290. serta tidak hanya mematuhi seperangkat peraturan yang ada. PENDEKATAN KONSEPTUAL ATAS INDEPENDENSI 290.10 Anggota timassurance.18 Suatu Jaringan tercipta dengan tujuan untuk melakukan kerja sama dan berbagi pendapatan atau beban di antara entitas. c o m . 290.entitas dalam struktur tersebut.17 Pertimbangan mengenai terpenuhi tidaknya suatu struktur yang lebih besar harus dilakukan dengan mempertimbangkan semua hal-hal yang relevan.14 Suatu entitas yang berada dalam atau dimiliki oleh suatu Jaringan dapat berupa KAP disebut Jaringan KAP. 187 | w w w . 290. hubungan antara pihak-pihak di luar tim assurance dengan klien assurance harus dilakukan juga. 290. JARINGAN DAN JARINGAN KAP 290.13 Sifat setiap ancaman terhadap independensi sangat beragam. tergantung dari karakteristik perikatan assurance. dan tidak tergantung dari terpisah tidaknya KAP atau entitas satu dengan lainnya secara hukum. KAP. 290. atau Jaringan KAP harus menerapkan kerangka kerja konseptual secara tepat dalam mengidentifikasi. h i d a y a t k a m p a i . 290. mengevaluasi.12 Contoh-contoh yang diberikan dalam Seksi ini bertujuan untuk memberikan ilustrasi penerapan kerangka kerja konseptual.15 Setiap Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien audit laporan keuangan.11 Selain mengidentifikasi hubungan antara anggota timassurance dengan klien assurance.

24 Perjanjian penjualan kadang-kadang memperbolehkan bagian praktik yang dijual tersebut untuk tetap menggunakan nama KAP selama suatu jangka waktu tertentu. diterapkan.23 Suatu KAP atau Jaringan KAP dapat memberikan kesan meskipun bukan merupakan bagian dari Jaringan tersebut dan tidak menggunakan nama merek bersama. 290. 290. 290.20 Suatu Jaringan dapat juga tercipta seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki kebijakan dan prosedur pengendalian mutu bersama yang dirancang. pengendalian. KAP. PERIKATAN ASSURANCE BERBASIS ASERSI PERIKATAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. setiap anggota timassurance. jika KAP tersebut melakukan promosi. 290.22 Suatu Jaringan dapat tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut menggunakan nama merek bersama.26 Penentuan mengenai signifikan tidaknya sumber daya profesional yang digunakan bersama harus dilakukan berdasarkan hal-hal yang relevan.25 Suatu Jaringan dapat juga tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut berbagi sumber daya profesional secara signifikan. meskipun bagian KAP yang dijual tersebut tidak lagi terkait dengan KAP. 290. atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien audit laporan keuangan. h i d a y a t k a m p a i . 290. 290.21 Suatu Jaringan dapat juga tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki strategi bisnis bersama. 188 | w w w . dan dipantau oleh mereka sendiri. atau manajemen bersama. c o m . 290.19 Suatu Jaringan tercipta dengan tujuan seluruh entitas dalam struktur tersebut memiliki kepemilikan.27 Dalam perikatan audit laporan keuangan.

29 Dalam beberapa perikatan. c o m . 290. KAP. LAPORAN ASSURANCE YANG PENGGUNAANNYA TERBATAS 290. atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien tersebut (yaitu pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok dan mungkin bertanggung jawab juga atas hal pokok). keterlibatan mereka dapat digunakan untuk mengevaluasi atau mengukur hal pokok. KAP. atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien assurance (pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok). Materialitas dari informasi hal pokok (atau hal pokok) 189 | w w w . h i d a y a t k a m p a i .30 Ketika pihak yang bertanggung jawab merupakan pihak yang hanya bertanggung jawab atas informasi hal pokok. anggota tim assurance.28 Anggota tim assurance. atau Jaringan KAP wajib menjaga independensinya terhadap pihak yang bertanggung jawab atas informasi hal pokok (klien assurance). anggota timassurance.31 Dalam perikatan assurance pelaporan langsung. PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB 290.33 Faktor-faktor yg harus dipertimbangkan dalam menentukan pihak yg bertanggung jawab adalah sebagai berikut: c. PERIKATAN ASSURANCE PELAPORAN LANGSUNG 290. pihak yang bertanggung jawab belum tentu bertanggung jawab atas hal pokok. 290. KAP.PERIKATAN ASSURANCE BERBASIS ASERSI SELAIN PERIKATAN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290.32 Pihak-pihak yang tercantum dalam suatu laporan assurance yang penggunaannya terbatas yang ditujukan kepada klien selain klien audit laporan keuangan dapat diasumsikan memiliki pemahaman yang memadai.

TUJUAN DAN STRUKTUR DARI SEKSI INI 290. setiap KAP atau Jaringan KAP harus mengidentifikasi sedini mungkin dan mempertimbangkan kepentingan dan hubungan yang terjadi yang melibatkan entitas- entitas yang terkait dengan Emiten. ditindak dengan menghentikan kegiatan atau melepaskan kepentingan yang menimbulkan ancaman tersebut. 290. ancaman independensi yang signifikan.36 Ancaman mencakup ancaman yang signifikan dan ancaman yang secara jelas tidak signifikan (tidak berdampak). 290. Mengidentifikasi dan menerapkan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan atau mengurangi ancaman 290. PERTIMBANGAN LAINNYA 290.34 Dalam melaksanakan perikatan assurance untuk klien yang merupakan Emiten.38 Pada contoh-contoh tertentu. Mengevaluasi ada tidaknya ancaman yang secara jelas tidak signifikan f. Mengidentifikasi ancaman terhadap independensi e. maka penerapan seluruh ketentuan dalam Seksi ini mungkin tidak perlu dilakukan. c o m .35 Pengevaluasian atas ancaman terhadap independensi dan tindakan selanjutnya harus didukung oleh bukti yang diperoleh sebelum menerima perikatan dan selama perikatan berlangsung.38 Tujuannya membantu anggota tim assurance dalam: d. atau bahkan dengan menolak untuk menerima atau 190 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . Faktor-faktor kualitatif dan kuantitatif harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi signifikansi setiap hal yang terkait. Luas kepentingan publik yang terkait dengan perikatan Jika KAP menentukan bahwa ancaman terhadap independensi secara jelas tidak signifikan.d.

290.melanjutkan perikatan assurance. Contoh yang lain.42 Komite audit dapat memiliki peranan penting dalam tata kelola perusahaan bila mereka independen terhadap manajemen klien dan dapat membantu memberikan keyakinan kepada dewan komisaris mengenai independensi KAP atau Jaringan KAP dalam melaksanakan perikatan audit 290. c o m .44 Setiap anggota tim assurance dan KAP wajib menjaga independensinya terhadap klien assurance selama periode perikatan assurance 290. Jasa-jasa profesional yang telah diberikan sebelumnya kepada klien audit laporan keuangan. KAP harus mempertimbangkan ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi dari: c. 191 | w w w .39 Penerapan dalam perikatan audit laporan keuangan bagi entitas selain Emiten sangat dianjurkan.43 Setiap KAP harus menetapkan kebijakan dan prosedur mengenai komunikasi independensi dengan komite audit atau pihak lain yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan PERIODE PERIKATAN 290. maka keputusan tersebut harus didokumentasikan. 290. 290. 290.45 Dalam perikatan audit laporan keuangan. Hubungan keuangan atau hubungan bisnis dengan klien audit laporan keuangan d. ancaman dapat dihilangkan/dikurangi dengan menerapkan pencegahan yang tepat. h i d a y a t k a m p a i .41 Pengevaluasian atas signifikansi dari setiap ancaman terhadap independensi dan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima harus mempertimbangkan kepentingan publik. periode perikatan mencakup periode yang tercantum dalam laporan keuangan yang diaudit oleh KAP.40 Ketika ancaman signifikan terhadap independensi terindentifikasi dan KAP atau Jaringan KAP memutuskan untuk tetap menerima atau melanjutkan perikatan assurance.

atau Jaringan KAP akan diharuskan untuk menilai implikasi dari situasi dan hubungan yang serupa namun tidak 192 | w w w . KAP telah menerapkan pencegahan yang tepat untuk menghilangkan setiap ancaman terhadap independensi yang terjadi Paragraf 290. KAP. Jasa profesional selain jasa assurance yang diberikan sebelumnya merupakan jasa yang diperbolehkan bagi klien audit laporan keuangan selain Emiten berdasarkan Seksi ini.48 – 290. Mendiskusikan isu-isu independensi yang terkait dengan ketentuan mengenai pemberian jasa profesional dengan pihak klien audit laporan keuangan f. Memperoleh pernyataan dari klien audit laporan keuangan mengenai tanggung jawab klien atas hasil pekerjaan dari perikatan selain perikatan assurance g. ANCAMAN TERHADAP INDEPENDENSI DALAM PERIKATAN ASSURANCE BESERTA PENCEGAHANNYA 290.100 Pada praktiknya. Tidak mengikutsertakan personil yang melaksanakan perikatan selain perikatan assurance dalam perikatan audit laporan keuangan h. h i d a y a t k a m p a i . Jika jasa profesional tersebut merupakan jasa profesional yang tidak diperbolehkan untuk diberikan kepada Emiten maka harus diakhiri dalam suatu periode yang wajar sebelum klien tersebut menjadi Emiten f. e. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. Melibatkan KAP lain untuk menelaah hasil pekerjaan perikatan selain perikatan assurance 290. c o m .99 sengaja dikosongkan. 290. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: e. anggota tim assurance.47 Suatu jasa profesional selain jasa assurance yang diberikan kepada klien audit laporan keuangan selain Emiten tidak akan mengurangi independensi KAP selama : d.46 Jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan.

h i d a y a t k a m p a i . pada klien assurance.12 . diterapkan untuk mengatasi secara memuaskan ancaman terhadap independensi. c o m . termasuk pencegahan seperti yang diuraikan pada paragraf 200.104 Kepentingan keuangan pada klien assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi.maka pertimbangan harus dilakukan terhadap setiap ancaman yang dapat terjadi dari kepentingan dan hubungan antara anggota tim assurance. anggota timassurance maupun anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekatnya harus menjaga independensinya terhadap klien assurance. kepentingan keuangan dari suatu pihak yang tidak memiliki kendali atas medium investasi 193 | w w w . 290. atau Jaringan KAP dengan pihak yang bertanggung jawab atas hal pokok KEPENTINGAN KEUANGAN Pendahuluan 290.15 dalam Kode Etik ini. dalam perikatan seperti itu. KAP atau Jaringan KAP tidak boleh memiliki kepentingan keuangan yang material.33 dari Kode Etik ini yang menjelaskan mengenai selalu terdapatnya satu pihak yang bertanggung jawab. Selain itu. terdapat dua pihak yang bertanggung jawab. terdapat dua pihak yang bertanggung jawab 290. baik secara langsung maupun tidak langsung.200.sama.101 Seperti yang dijelaskan pada paragraf 290. yaitu klien assurance.102 serta harus dibaca dalam kaitannya dengan paragraf 290. 290. pada beberapa perikatan assurance. serta menentukan dapat tidaknya pencegahan. KAP. pada sebagian besar perikatan assurance. Namun demikian.32 dari Kode Etik ini. 290.105 Pertimbangan mengenai beragamnya kepentingan keuangan harus dilakukan dalam mengevaluasi jenis kepentingan keuangan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: c.103 Pada beberapa perikatan assurance.

290. Mengeluarkan anggota tim assurance dari perikatanassurance Pencegahan tambahan tersebut mencakup : c. hadiah maka pencegahan. sebagai contoh. Melepaskan kepentingan keuangan yang bersifat langsung sebelum seorang individu menjadi anggota tim assurance e.107 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya menerima suatu pemberian. Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan 290. ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian signifikan. sehingga pencegahan yang tepat untuk menghilangkan ancaman tersebut adalah dengan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: d.d. h i d a y a t k a m p a i .pencegahan di bawah ini harus diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut : c. c o m . Mengeluarkan personil tersebut dari timassurance. Melepaskan kepentingan keuangan sedini mungkin d. anggota tim assurance harus mempertimbangkan dan menerapkan pencegahan yang tepat.108 Setelah mengevaluasi signifikansi setiap ancaman. Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan ancaman dengan pihak yang memiliki tanggung jawab atas tata kelola perusahaan d.106 Ketika anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung maupun tidak langsung. warisan. yang mencakup antara lain: 194 | w w w . kepentingan keuangan dari suatu pihak yang memiliki kendali atas kepentingan keuangan Ketentuan yang Berlaku bagi Setiap Klien Assurance 290. Melepaskan kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung sebelum seorang individu menjadi anggota tim assurance f.

operasi. yang bertindak sebagai wali amanat dari klien assurance. Melepaskan kepentingan keuangan yang dimiliki oleh anggota keluarga dekatnya sedini mungkin f. h i d a y a t k a m p a i . Struktur organisasi. Personil yang memiliki hubungan dekat dengan anggota timassurance Ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut : c. Lembaga wali amanat tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas klien assurance h. Rekan dan karyawan tingkat manajerial yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance f. Anggota tim assurance maupun anggota keluarga langsungnya dan KAP bukan merupakan pihak penerima manfaat dari lembaga wali amanat f. Oleh karena itu. c o m . Anggota tim assurance atau KAP tidak memiliki pengaruh yang signifikan atas setiap keputusan investasi yang melibatkan kepentingan keuangan pada klien assurance 290.109 Ketika anggota timassurance atau KAP. Mengeluarkan personil tersebut dari tim assurance 290. Rekan (termasuk anggota keluarga langsungnya) yang bukan merupakan anggota tim assurance e. Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh anggota tim assurance h.e.110 Pertimbangan harus dilakukan mengenai ada tidaknya ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi dari kepentingan keuangan yang dimiliki oleh personil di luar timassurance maupun anggota keluarga langsung. kepentingan keuangan seperti ini hanya dapat dipertahankan jika: e. dan pelaporan dalam KAP 195 | w w w . Kepentingan yang dimiliki oleh lembaga wali amanat pada klien assurance tidak bersifat material terhadap lembaga wali amanat tersebut g. Personil tersebut mencakup : d. Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan ancaman dengan pihak yang memiliki tanggung jawab atas tata kelola perusahaan. seperti komite audit g. memiliki kepentingan keuangan.

KAP dan Jaringan KAP telah menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan seluruh tenaga profesionalnya untuk sesegera mungkin melaporkan kepada KAP setiap pelanggaran yang terjadi e.113 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung pada klien audit laporan keuangan.Pencegahan tersebut mencakup antara lain : c. karena itu. Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh anggota tim assurance d. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatan audit adalah dengan 196 | w w w .112 Setiap KAP harus mempertimbangkan pencegahan yang dapat diterapkan ketika terjadi pelanggaran. atau Jaringan KAP selama: d. c o m . Sesegera mungkin KAP dan Jaringan KAP memberitahukan tenaga profesional yang bersangkutan untuk melepaskan kepentingan keuangan yang menyebabkan ancaman tersebut f.d. Sifat dari hubungan yang terjadi antara personil tersebut dengan anggota tim assurance 290. Sedini mungkin melepaskan kepentingan keuangan setelah teridentifikasinya ancaman 290. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatan audit adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. 290. h i d a y a t k a m p a i .114 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien audit laporan keuangan. Tidak melibatkan personil yang bersangkutan dalam setiap pengambilan keputusan penting yang berkaitan dengan perikatan assurance Ketentuan yang Hanya Berlaku bagi Klien Audit Laporan Keuangan 290. KAP.111 Pelanggaran yang tidak disengaja atas Seksi ini yang berkaitan dengan kepentingan keuangan pada klien assurance tidak akan mengurangi independensi anggota tim assurance.

115 Ketika KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan yang material pada suatu entitas yang memiliki kendali atas klien audit laporan keuangan.116 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika program manfaat pensiun KAP atau Jaringan KAP memiliki kepentingan keuangan pada klien audit laporan keuangan. memiliki kepentingan keuangan.119 Ketika rekan dan karyawan manajerial (termasuk anggota keluarga langsung mereka) yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance kepada klien audit laporan keuangan. h i d a y a t k a m p a i . yang berpraktik pada kantor yang sama dengan rekan perikatan (engagement partner) suatu klien audit laporan keuangan.117 Ketika rekan yang tidak terkait dengan perikatan assurance maupun keluarga langsungnya.120 Kepentingan keuangan pada klien audit laporan keuangan yang dimiliki oleh anggota keluarga langsung dari : c. maka rekan dan karyawan manajerial (termasuk anggota keluarga langsung mereka) tidak boleh memiliki kepentingan keuangan seperti yang dimaksud di atas pada klien tersebut 290. Rekan atau karyawan manajerial yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance 197 | w w w . satu- satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatan audit adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. 290. Rekan yang tidak terkait dengan perikatan assurance maupun keluarga langsungnya tidak boleh memiliki kepentingan keuangan seperti yang dimaksud di atas pada klien tersebut 290. baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai 290. c o m .melepaskan kepentingan keuangan tersebut.118 Kantor tempat rekan perikatan berpraktik sehubungan dengan audit laporan keuangan belum tentu merupakan kantor tempat rekan tersebut bertugas 290. baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai 290. Rekan yang berlokasi pada kantor yang sama dengan kantor tempat rekan perikatan berpraktik sehubungan dengan perikatan audit d.

KAP. Oleh karena itu.121 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance. serta klien audit laporan keuangan maupun direktur. atau Jaringan KAP. Melepaskan kepentingan keuangannya sesuai jumlah tertentu f. Ancaman tidak akan terjadi jika: c.Sehingga tidak menciptakan ancaman yang tidak dapat diterima selama kepentingan keuangan tersebut diperoleh sehubungan dengan haknya sebagai karyawan 290. c o m . atau pemilik pengendalinya. maka ancaman signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan. pejabat. Kepentingan Keuangan tidak material d. h i d a y a t k a m p a i . Klien tidak memiliki pengaruh yang siginifikan Pencegahan yg dapat dilakukan: d.123 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat tidak langsung yang material pada klien assurance lain. memiliki kepentingan keuangan pada suatu entitas yang sama. Oleh karena itu.122 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang bersifat langsung pada klien assurance lain. 290. Mengundurkan diri dari tim perikatan audit laporan keuangan Ketentuan yang Hanya Berlaku bagi Klien Assurance Selain Klien Audit Laporan Keuangan 290. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. maka ancaman signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan. satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. 198 | w w w . baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai hingga kepentingan keuangan yang tersisa menjadi tidak lagi material. Melepaskan seluruh kepentingan keuangannya e.

110.127 Pinjaman atau penjaminan pinjaman yang diberikan oleh klien assurance yang merupakan bank atau institusi sejenis kepada anggota timassurance maupun anggota keluarga langsungnya tidak akan menimbulkan ancaman terhadap independensi.106 . dan persyaratan yang lazim. tidak menimbulkan ancaman terhadap independensi jika simpanan atau brokerage account tersebut dibuat berdasarkan prosedur. c o m .124.32 dari Kode Etik ini. Oleh karena itu.290. 290. maka ancaman kepentingan pribadi yang signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan 199 | w w w . satu-satunya tindakan yang tepat agar KAP tetap dapat melaksanakan perikatannya adalah dengan melepaskan kepentingan keuangan tersebut. 290. PINJAMAN DAN PENJAMINAN YANG DIBERIKAN OLEH KLIEN ASSURANCE. diatur dalam paragraf 290.125 Ketika laporan perikatan assurance selain perikatan audit laporan keuangan yang penggunaannya terbatas diterbitkan.290.128 Sama halnya dengan pinjaman atau penjaminan pinjaman. pengecualian terhadap ketentuan dalam paragraf 290. baik secara keseluruhan maupun dalam jumlah yang memadai hingga kepentingan keuangan yang tersisa menjadi tidak lagi material. dan paragraf 290.126 Pinjaman atau penjaminan pinjaman yang diberikan kepada KAP oleh klien assurance yang merupakan bank atau institusi sejenis tidak akan menimbulkan ancaman terhadap independensi.122 . h i d a y a t k a m p a i . simpanan atau brokerage account milik anggota timassurance. maka ancaman signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan. 290. 290.129 Ketika anggota tim assurance atau KAP memberikan pinjaman kepada klien assurance yang bukan merupakan bank. 290. kondisi. SERTA SIMPANAN YANG DITEMPATKAN PADA KLIEN ASSURANCE 290.124 Ketika KAP memiliki kepentingan keuangan yang material pada suatu entitas yang memiliki kendali atas klien assurance lain.

Hubungan tersebut secara jelas tidak signifikan. Kepentingan yang dimiliki tidak memungkinkan investor atau kelompok investor untuk mengendalikan entitas selain Emiten tersebut. akan melibatkan kepentingan keuangan yang bersifat komersial atau bersifat umum. Memiliki kepentingan keuangan yang material e. suatu hubungan bisnis yang terjadi yang mengakibatkan KAP maupun keluarga langsungnya.130 Demikian pula. Kepentingan yang dimiliki tidak material terhadap investor atau kelompok investor f. c o m . Tidak menimbulkan ancaman selama: d. ketika anggota tim assurance atau KAP menerima pinjaman dari.131 Contoh-contoh yang diberikan pada paragraf 290. baik bagi KAP maupun klien audit e. serta dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi dan acaman intimidasi. Menolak untuk menerima atau melanjutkan perikatan assurance h.290. Mengeluarkan personil yang bersangkutan dari tim assurance 290. Memutuskan hubungan bisnis dengan klien assurance f. 200 | w w w . dan klien audit laporan keuangan memiliki kepentingan yang sama pada suatu entitas selain Emiten. maka ancaman kepentingan pribadi yang signifikan akan muncul dan tidak ada pencegahan yg dapat dilakukan. 290. Melakukan perjanjian distribusi atau pemasaran dengan klien assurance Pencegahan yang dapat dilakukan: e.133 Dalam perikatan audit laporan keuangan. klien assurance yang bukan merupakan bank. Mengurangi besaran hubungan bisnis sedemikian rupa g. Melakukan perjanjian penggabungan satu atau lebih jasa/produk dari satu/lebih KAP f. kecuali pinjaman tersebut tidak material. HUBUNGAN BISNIS YANG DEKAT DENGAN KLIEN ASSURANCE 290. atau memiliki pinjaman yang dijamin oleh.126 . 290.132 Hubungan bisnis yang dekat antara anggota timassurance atau KAP dengan klien assurance. Contoh hubungan tersebut: d. h i d a y a t k a m p a i .130 dari Kode Etik ini berkaitan dengan hubungan pinjaman dan penjaminan pinjaman yang dilakukan antara KAP dengan klien assurance.

Peran anggota tim assurance yang bersangkutan dalam perikatan assurance. c o m . pejabat. atau karyawan dari klien 201 | w w w . Mengeluarkan personil yang bersangkutan dari assurance f. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: d.137 Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: c. h i d a y a t k a m p a i . atau ancaman intimidasi. Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan transaksi tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan 290. 290. direktur. atau pejabat klien assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi.134 Pembelian barang atau jasa dari klien assurance oleh anggota tim assurance. ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi demikian signifikan mengingat kedekatan hubungan tersebut. Jika terdapat ancaman signifikan. 290. kondisi. pencegahan yang dapat dilakukan: d. KAP. Menghapus atau mengurangi besaran transaksi e. Mengeluarkan anggota tim assurance yang bersangkutan dari tim assurance e. ancaman kedekatan. pejabat.138 Ancaman terhadap independensi dapat terjadi ketika anggota keluarga dekat dari anggota tim assurance merupakan direktur.135 Hubungan keluarga dan hubungan pribadi yang terjadi antara anggota timassurance dengan karyawan tertentu. Kedudukan anggota keluarga langsung dari anggota tim assurance pada klien assurance d. Mengatur tanggung jawab anggota tim assurance sedemikian rupa f. dan persyaratan yang lazim. Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mendorong staf KAP untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP 290. 290. atau Jaringan KAP tidak menimbulkan ancaman terhadap independensi selama transaksi tersebut dilakukan berdasarkan prosedur.136 Ketika anggota keluarga langsung dari anggota tim assurance merupakan direktur. atau karyawan klien assurance yang memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok selama periode yang tercakup dalam perikatan.

Pencegahan tersebut mencakup antara lain: d) Mengeluarkan anggota tim assurance yang bersangkutan dari tim assurance e) Mengatur tanggung jawab anggota tim assurance sedemikian rupa. atau ancaman intimidasi yang terjadi dari hubungan pribadi atau hubungan keluarga antara rekan atau karyawan KAP yang bukan merupakan anggota tim assurance dengan direktur. ancaman kedekatan. atau karyawan dari klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. pejabat. 290.assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. h i d a y a t k a m p a i . ancaman kedekatan. d) Peran anggota tim assurance yang bersangkutan dalam perikatan assurance. 290. 290. Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. atau ancaman intimidasi dapat terjadi ketika individu. yang merupakan anggota keluarga selain anggota keluarga langsung atau anggota keluarga dekat dari tim assurance. atau karyawan.140 Pertimbangan harus dilakukan atas ancaman kepentingan pribadi. Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: c) Kedudukan anggota keluarga dekat dari anggota tim assurance pada klien assurance. memiliki hubungan dekat dengan anggota dari tim assurance.141 Pelanggaran yang tidak disengaja atas ketentuan dalam Seksi ini yang 202 | w w w . sehingga anggota tim assurance yang bersangkutan tidak terlibat dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab anggota keluarga dekatnya f) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mendorong staf KAP untuk berkomunikasi dengan pejabat senior KAP mengenai isu independensi dan objektivitas yang menjadi perhatian mereka.139 Sebagai tambahan. pejabat. c o m . dan individu tersebut merupakan direktur. ancaman kepentingan pribadi. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

144 Ketika anggota tim assurance. h i d a y a t k a m p a i .142 Ketika terjadi pelanggaran yang tidak disengaja atas ketentuan dalam Seksi ini yang berkaitan dengan hubungan keluarga atau hubungan pribadi. c o m . f) Memberikan perhatian lebih dalam menelaah hasil pekerjaan personil KAP yangbersangkutan. terutama ketika hubungan yang signifikan tetap terjadi antara individu tersebut dengan KAP tempatnya bekerja sebelumnya. atau ancaman intimidasi. atau untuk memberikan saran yang diperlukan d) Tidak melibatkan personil KAP yang bersangkutan dalam pengambilan keputusan yang substantif yang berkaitan dengan perikatan assurance. 290. 290. sehingga personil KAP yang bersangkutan tidak terlibat dengan hal-hal yang menjadi tanggung jawab dari personil klien assurance yang mempunyai hubungan pribadi dengannya. rekan. PERSONIL KAP YANG BERGABUNG DENGAN KLIEN ASSURANCE 290. Situasi seperti ini dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance. e) Mengatur tanggung jawab tim assurance sedemikian rupa. ancaman kedekatan. pernah menjadi anggota tim assurance atau rekan KAP. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: c) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh personil KAP yang bersangkutan. KAP harus mempertimbangkan penerapan pencegahan yang tepat. pejabat.143 Independensi anggota tim assurance atau KAP dapat terancam ketika direktur.terkait dengan hubungan keluarga atau hubungan pribadi tidak memengaruhi independensi anggota tim assurance atau KAP selama KAP: d) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan seluruh personilnya untuk melaporkan sesegera mungkin kepada KAP mengenai pelanggaran yang terjadi. atau sebelumnya pernah menjadi 203 | w w w .

d) Individu yang bersangkutan tidak boleh lagi terlibat. h) Posisi sebelumnya dari individu tersebut dalam tim assurance Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan.145 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika anggota tim assurance yang melakukan perikatan assurance mengetahui atau mempunyai alasan untuk menyakini kemungkinannya untuk bergabung dengan klien assurance di kemudian hari. 290. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. signifikansi setiap ancaman kepentingan pribadi. g) Lamanya jangka waktu yang telah berlalu sejak individu tersebut tidak lagi menjadi bagian dari tim asssurance atau KAP. c o m . jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. atau memberikan kesan terlibat. atau ancaman intimidasi yang terjadi akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: e) Kedudukan individu tersebut dalam klien assurance. kecuali yang dilakukan berdasarkan suatu pengaturan atau perjanjian di muka dan bersifat tetap (fixed pre-determined arragements). atau untuk memberikan saran yang diperlukan. Umumnya seluruh pencegahan di bawah ini diperlukan untuk mengurangi ancaman terhadap independensi ke tingkat yang dapat diterima: c) Individu yang bersangkutan tidak berhak atas keuntungan atau pembayaran dari KAP. 204 | w w w . f) Menugaskan tim assurance yang setidaknya memiliki pengalaman yang setara dengan pengalaman individu tersebut untuk perikatan assurance selanjutnya. h) Menelaah pengendalian mutu perikatan. g) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh personil KAP yang bersangkutan. ancaman kedekatan. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: e) Mempertimbangkan kelayakan atau kebutuhan untuk memodifikasi rencana kerja perikatan assurance. dalam kegiatan bisnis atau kegiatan profesional KAP.rekan dari KAP telah bergabung dengan klien assurance. f) Lingkup keterlibatan yang akan terjadi antara individu tersebut dengan tim assurance. h i d a y a t k a m p a i .

atau ancaman kedekatan dapat terjadi ketika anggota tim assurance sebelumnya merupakan direktur. ancaman telaah pribadi. ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi demikian signifikan. atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance sebelum periode yang tercakup dalam laporan assurance. direktur. pejabat. Selain itu. Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: d) Kedudukan individu tersebut dalam klien assurance. e) Lamanya waktu yang telah berlalu sejak individu tersebut tidak lagi menjadi bagian 205 | w w w . dan ancaman kedekatan dapat terjadi ketika mantan pejabat. PERSONIL KLIEN ASSURANCE YANG BERGABUNG DENGAN KAP 290. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. h i d a y a t k a m p a i . pejabat. 290. 290.146 Ancaman kepentingan pribadi. atau karyawan klien assurance yang dalam kedudukannya memiliki pengaruh langsung dan signifikan atas informasi hal pokok dari perikatan assurance selama periode yang tercakup dalam laporan assurance.148 Ancaman kepentingan pribadi. ancaman telaah pribadi. KAP harus mempertimbangkan juga untuk menelaah secara independen pertimbangan signifikan yang dibuat oleh personil KAP tersebut selama dalam perikatan assurance. atau karyawan klien assurance bergabung dengan KAP dan menjadi bagian dari tim assurance.147 Ketika anggota tim assurance sebelumnya merupakan direktur. c o m .Ancaman terhadap independensi dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima dengan menerapkan semua pencegahan sebagai berikut: c) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang mengharuskan personil KAP untuk memberitahukan sesegera mungkin kepada KAP mengenai negosiasi peluang kerja pada klien assurance yang akan terjadi atau sedang berlangsung d) Tidak melibatkan personil KAP tersebut dalam perikatan assurance.

dari klien assurance. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. c o m . seperti komite audit. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. 290. yaitu mulai dari kewajiban yang bersifat administratif. f) Peran individu tersebut dalam tim assurance. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.152 Pada umumnya jasa administratif yang bersifat rutin dalam mendukung fungsi kesekretariatan perusahaan maupun jasa advisory yang terkait dengan administrasi kesekretariatan perusahaan yang diberikan kepada klien assurance tidak mengurangi independensi selama manajemen klien assurance bertanggung jawab atas 206 | w w w . hingga kewajiban lainnya. 290. ancaman telaah pribadi atau ancaman advokasi yang dapat terjadi demikian signifikan. h i d a y a t k a m p a i .149 Ketika rekan atau karyawan KAP juga merupakan direktur atau pejabat klien assurance.150 Kewajiban sebagai sekretaris perusahaan (corporate secretary) sangat beragam. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. d) Mendiskusikan ancaman tersebut dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. ancaman telaah pribadi atau ancaman kepentingan pribadi yang dapat terjadi demikian signifikan.151 Ketika rekan atau karyawan KAP atau Jaringan KAP juga merupakan sekretaris perusahaan pada klien audit laporan keuangan. 290. RANGKAP JABATAN PERSONIL KAP SEBAGAI DIREKTUR ATAU PEJABAT KLIEN ASSURANCE 290. seperti mengelola sumber daya manusia atau memelihara catatan akuntansi. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: c) Melibatkan Praktisi lainnya untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan.

semua keputusan yang relevan yang dibuat. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: d) Personil tersebut sebagai anggota timassurance. f) Melakukan penelaahan mutu internal secaraindependen. Signifikansi setiap ancaman harus dievaluasi dan. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. e) Melibatkan Praktisi lainnya yang bukan merupakan anggota tim assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan oleh personil tersebut atau untuk memberikan saran yang diperlukan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.154 Penggunaan rekan perikatan atau personil KAP yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu yang sama atas perikatan audit laporan keuangan untuk suatu periode yang cukup lama dapat menimbulkan ancaman kedekatan. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: d) Merotasi personil tersebut dengan mengeluarkannya dari tim assurance. c o m . e) Peran personil tersebut dalam timassurance. Ancaman 207 | w w w . f) Struktur KAP.153 Ancaman kedekatan dapat terjadi ketika personil senior yang sama digunakan dalam perikatan assurance untuk suatu periode yang cukup lama. h i d a y a t k a m p a i . KETERKAITAN YANG CUKUP LAMA ANTARA PERSONIL SENIOR KAP DENGAN KLIEN ASSURANCE KetentuanUmum 290. Klien Audit Laporan Keuangan yang Merupakan Emiten 290.

yang umumnya duatahun. rotasi mungkin bukan merupakan pencegahan yang tepat. yang umumnya tidak lebih dari tujuh tahun d) Tidak memperbolehkan personil yang dirotasi tersebut terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan tersebut hingga terlewatinya suatu periode tertentu sejak keterlibatan terakhirnya (cooling-off period).tersebut sangat relevan dalam audit laporan keuangan Emiten.155 Ketika klien audit laporan keuangan menjadi Emiten. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: c) Merotasi rekan perikatan dan personil KAP yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu perikatan setelah melaksanakan perikatannya. c o m . seperti ketika terjadi perubahan besar atas struktur klien yang terjadi pada saat yang sama dengan rotasi personil tersebut d) Ketika rotasi tidak dimungkinkan atau bukan merupakan pencegahan yang tepat sebagai akibat dari ukuran KAP 290. baik sebagai salah satu dari kedua fungsi tersebut di atas maupun kombinasi dari keduanya. h i d a y a t k a m p a i . PEMBERIAN JASA PROFESIONAL SELAIN JASA ASSURANCE KEPADA KLIEN ASSURANCE Pendahuluan 208 | w w w . selama suatu periode yang telah ditentukan sebelumnya. Sebagai contoh: c) Ketika keberlanjutan dari personil tersebut dalam perikatan sangat penting bagi klien audit laporan keuangan.156 Ketika KAP hanya memiliki beberapa personil yang memiliki pengetahuan dan pengalaman yang relevan sebagai rekan perikatan atau personil KAP yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu perikatan dalam audit laporan keuangan Emiten. 290. lamanya jangka waktu yang telah dijalani oleh rekan perikatan atau personil KAP yang bertanggung jawab atas pengendalian mutu perikatan harus dipertimbangkan dalam menentukan saat dirotasinya personil tersebut.

KAP atau Jaringan KAP telah memberikan berbagai jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance sesuai dengan kompetensi dan keahliannya. kegiatan-kegiatan di bawah ini dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi atau ancaman telaah pribadi yang demikian signifikan. maka 209 | w w w .160 Kegiatan-kegiatan di bawah ini dapat menimbulkan juga ancaman telaah pribadi atau ancaman kepentingan pribadi: d) Menyimpan aset milik klienassurance. e) Melakukan penyeliaan atas pelaksanaan kegiatan rutin karyawan klien assurance. 290. 290.290.205 dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai pemberian jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance. h i d a y a t k a m p a i . jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. e) Menentukan suatu pilihan rekomendasi yang harus diterapkan dari sejumlah usulan rekomendasi yang diberikan oleh KAP atau Jaringan KAP. sehingga satu-satunya tindakan yang tepat adalah dengan menghindari kegiatan tersebut atau menolak untuk menerima atau melanjutkan perikatan assurance: d) Memberikan persetujuan. f) Melaksanakan fungsi manajemen dengan melaporkan hal-hal yang relevan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. 290. Pada umumnya. atau menyelesaikan suatu transaksi. atau mewakili klien assurance dalam melaksanakan suatu kewenangan atau bahkan memiliki kewenangan untuk mewakili klien assurance dalam melaksanakan kewenangan tersebut. klien assurance sangat memperoleh manfaat dari berbagai jasa tersebut.158 Pada umumnya. baik dalam bentuk elektronik maupun bentuk lainnya.159 Contoh-contoh yang terdapat pada paragraf 290. Potensi ancaman terhadap independensi akan sering terjadi ketika jasa profesional selain jasa assurance diberikan kepada klien audit laporan keuangan. melaksanakan.166 . yang membuktikan terjadinya suatu transaksi. 290. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi. f) Menyiapkan dokumen atau data pendukung transaksi. c o m .157 Sejak dahulu.

m) Memperoleh pernyataan dari klien assurance mengenai tanggung jawabnya atas hasil pekerjaan yang dilakukan oleh KAP n) Mengungkapkan sifat dan besaran imbalan jasa profesional kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan.pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima.162 Sebelum KAP atau Jaringan KAP memutuskan untuk menerima suatu perikatan untuk memberikan jasa profesional selain jasa assurance kepada klien 210 | w w w . k) Melibatkan Praktisi lainnya untuk memberikan saran atas implikasi dari pelaksanaan perikatan selain perikatan assurance terhadap independensi anggota tim assurance dan KAP. i) Mendiskusikan hal-hal yang terkait dengan independensi dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. 290. l) Melibatkan Praktisi dari luar KAP untuk memberikan keyakinan mengenai aspek khusus dari perikatan assurance.161 Pencegahan-pencegahan di bawah ini dapat mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima yang terjadi dari pemberian jasa profesional selain jasa assurance kepada klien assurance: h) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang tenaga profesional KAP atau Jaringan KAP untuk membuat keputusan manajemen bagi klien assurance atau mengambil tanggung jawab atas keputusan tersebut. seperti komite audit. c o m . seperti komite audit. j) Menetapkan kebijakan mengenai tanggung jawabpengawasan dalam pemberian jasa profesional selain jasa assurance bagi klien assurance. h i d a y a t k a m p a i . Pencegahan tersebut mencakup antara lain: c) Menetapkan pengaturan sedemikian rupa sehingga personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional selain jasa assurance tidak terlibat dalam perikatan assurance d) Melibatkan Praktisi lainnya untuk memberikan saran mengenai implikasi dari kegiatan yang dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi tim assurance dan KAP 290.

sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. 290. atau catatan akuntansi lainnya tanpa persetujuan dari klien audit laporan keuangan.163 Pemberian jasa profesional tertentu selain jasa assurance kepada klien audit laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi yang demikian signifikan. 290.165 Manajemen klien audit laporan keuangan bertanggung jawab untuk memastikan penyimpanan catatan akuntansi dan penyiapan laporan keuangan. seperti menyiapkan catatan akuntansi atau laporan keuangan.164 Membantu klien audit laporan keuangan dalam hal-hal tertentu. walaupun mereka dapat meminta bantuan KAP atau Jaringan KAP dalam hal tersebut. c o m . manajemen meminta dan menerima masukan mengenai hal-hal yang terkait dengan audit laporan keuangan 211 | w w w . e) Memberikan persetujuan atas transaksi. pertimbangan harus dilakukan mengenai ada tidaknya ancaman terhadap independensi yang dapat terjadi dari pemberian jasa profesional tersebut. Penyiapan Catatan Akuntansi dan Laporan Keuangan 290. 290. h i d a y a t k a m p a i .assurance. dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi ketika di kemudian hari laporan keuangan tersebut diaudit oleh KAP yang menyiapkannya. klasifikasi akun atau transaksi. Selama proses ini. dan f) Menyiapkan atau mengubah dokumen atau data pendukung transaksi (termasuk keputusan mengenai asumsi penilaian). Perikatan tersebut harus ditolak jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan.166 Proses audit laporan keuangan melibatkan komunikasi yang ekstensif antara KAP dengan manajemen klien audit laporan keuangan. Sebagai contoh: d) Menentukan atau mengubah ayat jurnal.

290.Ketentuan Umum 290. f) Membukukan transaksi ke dalam buku besar yang ayat jurnalnya telah ditentukan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan. kepada klien audit laporan keuangan selain Emiten selama setiap ancaman telaah pribadi yang terjadi dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima. h) Menyusun laporan keuangan berdasarkan informasi dari neraca saldo yang telah disiapkan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. h i d a y a t k a m p a i . g) Menetapkan dan menerapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil KAP memberikan jasa professional. Contoh-contoh dari jasa profesional tersebut adalah sebagai berikut: e) Mencatat transaksi yang klasifikasi akunnya telah ditentukan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan. c o m .173 dari Kode Etik ini memberikan ilustrasi mengenai ancaman telaah pribadi yang dapat terjadi ketika KAP terlibat dalam penyiapan catatan akuntansi atau laporan keuangan. yang selanjutnya akan menjadi informasi hal pokok dari perikatan audit laporan keuangan yang dilakukan oleh KAP.170 . Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan. h) Mengharuskan klien audit laporan keuangan untuk bertanggung jawab dalam meyiapkan dokumen pendukung transaksi. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: f) Melakukan suatu pengaturan sedemikian rupa sehingga personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut tidak terlibat dalam tim assurance.167 Contoh-contoh yang terdapat pada paragraf 290. 212 | w w w .168 KAP atau Jaringan KAP dapat memberikan jasa akuntansi dan pembukuan yang bersifat rutin atau mekanis. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. 290. termasuk jasa pemrosesan penggajian. g) Menyusun neraca saldo berdasarkan buku besar yang telah disiapkan dan disetujui oleh klien audit laporan keuangan.

169 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit laporan keuangan yang merupakan Emiten. maka semua pencegahan di bawah ini harus diterapkan: d) KAP atau Jaringan KAP tidak boleh terlibat dalam fungsi manajerial atau pengambilan keputusan manajerial. atau jasa profesional yang diberikan tersebut secara kolektif tidak material terhadap divisi atau anak perusahaan tersebut. h i d a y a t k a m p a i . e) Klien audit laporan keuangan harus bertanggung jawab atas hasil pekerjaan KAP atau Jaringan KAP. Keadaan Darurat 290. 290.171 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan kepada klien audit laporan 213 | w w w . e) Divisi atau anak perusahaan tersebut secara kolektif tidak material terhadap Emiten. c o m . Jika jasa profesional tersebut tetap diberikan. j) Memperoleh persetujuan dari klien audit laporan keuangan untuk setiap usulan ayat jurnal atau perubahan lain yang memengaruhi laporan keuangan. termasuk jasa pemrosesan penggajian dan penyusunan laporan keuangan atau informasi keuangan 290.i) Mengharuskan klien audit laporan keuangan untuk bertanggung jawab dalam meyiapkan dokumen pendukung transaksi. f) Personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut tidak boleh terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan. f) Imbalan jasa profesional bagi KAP atau Jaringan KAP yang diperoleh dari pemberian jasa profesional tersebut secara kolektif tidak signifikan.170 Pemberian jasa akuntansi dan pembukuan yang bersifat rutin atau mekanis kepada suatu divisi atau anak perusahaan dari klien audit laporan keuangan yang merupakan Emiten tidak akan memberikan kesan berkurangnya independensi KAP atau Jaringan KAP terhadap klien audit laporan keuangan selama kondisi-kondisi di bawah ini terpenuhi: d) Jasa profesional tersebut tidak melibatkan proses pemberian pertimbangan.

dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi terhadap independensi. atau bisnis secara keseluruhan.174 Ketika jasa penilaian melibatkan penilaian atas hal yang material terhadap laporan keuangan dan tingkat subjektivitas yang signifikan. e) Klien audit laporan keuangan harus bertanggung jawab. h i d a y a t k a m p a i .173 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa penilaian kepada klien audit laporan keuangan yang selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan laporan keuangan yang akan diaudit oleh KAP tersebut. Namun demikian. 290. atau yang tidak melibatkan tingkat subjektivitas yang signifikan. 290. f) Personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut tidak boleh terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan. Ancaman tersebut dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima dengan menerapkan pencegahan yang tepat. penerapan metodologi dan teknik tertentu.172 Suatu penilaian (valuation) terdiri dari pembuatan asumsi-asumsi yang terkait dengan perkembangan di masa yang akan datang. PEMBERIAN JASA PENILAIAN KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: e) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam timassurance untuk menelaah 214 | w w w .keuangan dalam keadaan darurat maupun keadaan tidak biasa lainnya (yaitu ketika penunjukan KAP atau Jaringan KAP lain untuk melaksanakan jasa profesional tersebut dirasakan tidak praktis oleh klien audit laporan keuangan) dapat menimbulkan ancaman terhadap independensi. tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima 290. kewajiban. atau kombinasi keduanya dalam menghitung suatu nilai atau rentang nilai dari suatu aset. c o m . ancaman tersebut masih dapat diterima selama: d) KAP atau Jaringan KAP tidak terlibat dalam fungsi manajerial atau pengambilan keputusan manajerial.175 Melaksanakan jasa penilaian bagi klien audit laporan keuangan yang secara terpisah maupun kolektif tidak material terhadap laporan keuangan.

serta memperoleh persetujuan atas penggunaannya. penghitungan jumlah kewajiban pajak terhutang. f) Mengonfirmasikan pemahaman dengan klien audit laporan keuangan mengenai asumsi dan metodologi yang digunakan dalam penilaian. 290. tidak menimbulkan ancaman yang signifikan terhadap independensi. 290. seperti otoritas perpajakan. g) Memperoleh pernyataan dari klien audit laporan keuangan mengenai tanggung jawabnya atas hasil penilaian yang dilakukan oleh KAP. Hal-hal di bawah ini harus dipertimbangkan dalam mengevaluasi efektivitas pencegahan: g) Luas pengetahuan. h) Melakukan suatu pengaturan sedemikian rupa sehingga personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa penilaian tidak terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan. atau perencanaan pajak.177 Ketika KAP atau Jaringan KAP melaksanakan jasa penilaian atas bagian dari informasi hal pokok dari perikatan assurance selain perikatan audit laporan 215 | w w w . tingkat subjektivitas bawaan pada hal-hal yang menjadi perhatian. i) Untuk penilaian yang menggunakan standar atau metodologi yang telah ditentukan. dan kemampuan klien audit laporan keuangan dalam mengevaluasi hal-hal yang terkait. k) Tingkat ketergantungan atas kejadian di masa yang akan datang dari hal-hal yang dapat menciptakan volatilitas yang signifikan yang melekat pada jumlah-jumlah yang terkait dalam penilaian tersebut.176 Pemberian jasa penilaian oleh KAP atau Jaringan KAP kepada klien audit laporan keuangan dengan tujuan untuk pelaporan surat pemberitahuan pajak kepada otoritas perpajakan. pengalaman. karena pada umumnya penilaian tersebut merupakan subjek penelaahan yang dilakukan oleh pihak eksternal. j) Keandalan dan luas data yang mendasari penilaian tersebut. h i d a y a t k a m p a i . hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. h) Tingkat penerapan dari metodologi dan pedoman profesi yang telah ditentukan dalam melaksanakan jasa penilaian. c o m . l) Luas dan kejelasan pengungkapan dalam laporankeuangan.

183 Pencegahan-pencegahan di bawah ini harus diterapkan pada setiap situasi untuk mengurangi ancaman ke tingkat yang dapat diterima.181 Ancaman telaah pribadai dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan bantuan kepada klien audit laporan keuangan dalam melaksanakan kegiatan audit internal atau outsourcing atas beberapa kegiatan audit internal tersebut.178 KAP atau Jaringan KAP dapat diminta untuk memberikan jasa perpajakan kepada klien audit laporan keuangan.180 Pemberian jasa profesional yang melibatkan perluasan prosedur yang diharuskan dalam melaksanakan audit laporan keuangan yang sesuai dengan standar profesi yang berlaku. c o m . yaitu dengan memastikan terjadinya hal-hal di bawah ini: g) Klien audit laporan keuangan bertanggung jawab atas kegiatan audit internal serta dalam menetapkan. 290.keuangan. PEMBERIAN JASA PERPAJAKAN KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. pemberian pendapat atas posisi perpajakan secara formal. KAP harus mempertimbangkan setiap ancaman telaah pribadi yang dapat terjadi. perencanaan perpajakan. 216 | w w w .179 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa audit internal kepada klien audit laporan keuangan. memelihara. Jasa perpajakan mencakup berbagai jasa. dan bantuan dalam penyelesaian sengketa perpajakan. dan memantau sistem pengendalian internal. h i d a y a t k a m p a i . 290. 290. termasuk jasa penelaahan atas ketaatan perpajakan. 290. PEMBERIAN JASA AUDIT INTERNAL KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290.182 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP melaksanakan bagian yang signifikan dari kegiatan audit internal klien audit laporan keuangan.

c o m .h) Klien audit laporan keuangan menugaskan karyawan yang kompeten (dengan mengutamakan karyawan pada tingkat manajemen senior) untuk bertanggung jawab atas kegiatan audit internal. risiko. l) Melaporkan temuan dan rekomendasi yang diperoleh dari pelaksanaan audit internal kepada komite audit. PEMBERIAN JASA SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. dan frekuensi pekerjaan audit internal.185 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa profesional kepada klien audit laporan keuangan yang melibatkan perancangan dan penerapan sistem teknologi informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang selanjutnya menjadi bagian dari laporan keuangan. komite audit. kecuali jika KAP atau Jaringan KAP telah menerapkan pencegahan yang tepat yang memastikan klien audit laporan keuangan untuk: 217 | w w w .184 Pertimbangan juga harus dilakukan mengenai perlu tidaknya pemberian jasa profesional selain jasa assurance hanya dilakukan oleh personil KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan serta berada pada lini pelaporan yang berbeda. j) Klien audit laporan keuangan bertanggung jawab untuk mengevaluasi dan menentukan rekomendasi yang harus diterapkan dari sejumlah usulan rekomendasi. atau dewan komisaris memberikan persetujuan atas lingkup. h i d a y a t k a m p a i .186 Kemungkinan terjadinya ancaman telaah pribadi demikian signifikan ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa profesional tersebut di atas kepada klien audit laporan keuangan. k) Klien audit laporan keuangan mengevaluasi kecukupan prosedur audit internal yang dilakukan dan temuan yang diperoleh dari pelaksanaan prosedur tersebut dengan cara antara lain mendapatkan dan menindaklanjuti laporan yang diberikan oleh KAP atau Jaringan KAP. 290. i) Klien audit laporan keuangan. 290.

perancangan. h i d a y a t k a m p a i .189 Pemberian jasa profesional oleh KAP atau Jaringan KAP yang melibatkan penilaian. h) Membuat semua keputusan manajemen yang terkait dengan proses perancangan dan penerapan sistem teknologi informasi.f) Mengakui tanggung jawabnya dalam menetapkan dan memantau sistem pengendalian internal. c o m . i) Mengevaluasi kecukupan dan hasil dari perancangan dan penerapan sistem tersebut.187 Pertimbangan juga harus dilakukan mengenai perlu tidaknya pemberian jasa profesional selain jasa assurance hanya dilakukan oleh personil KAP atau Jaringan KAP yang tidak terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan serta berada pada lini pelaporan yang berbeda. j) Bertanggung jawab atas pengoperasian sistem perangkat keras dan perangkat lunak serta data yang digunakan dalam atau dihasilkan oleh sistem tersebut. dan penerapan pengendalian akuntansi internal dan pengendalian manajemen risiko tidak menimbulkan ancaman terhadap independensi PENUGASAN PERSONIL KAP ATAU JARINGAN KAP YANG BERSIFAT SEMENTARA PADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290.190 Penugasan personil KAP atau Jaringan KAP pada klien audit laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi jika personil tersebut berada 218 | w w w . 290. g) Menugaskan karyawan yang kompeten (dengan mengutamakan karyawan pada tingkat manajemen senior) untuk bertanggung jawab atas setiap keputusan manajemen yang terkait dengan perancangan dan penerapan sistem perangkat keras dan perangkat lunak. 290.188 Ancaman telaah pribadi dapat terjadi ketika KAP atau Jaringan KAP memberikan jasa profesional kepada klien audit laporan keuangan yang melibatkan perancangan dan penerapan sistem teknologi informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang selanjutnya menjadi bagian dari laporan keuangan. 290.

c o m .191 Jasa penunjang litigasi mencakup antara lain menjadi saksi ahli.pada suatu kedudukan yang dapat memengaruhi penyiapan akun-akun atau laporan keuangan klien audit laporan keuangan. Pada praktiknya.192 Pemberian jasa penunjang litigasi yang diberikan kepada klien audit laporan keuangan dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi ketika jasa profesional tersebut mencakup estimasi hasil keputusan yang akan terjadi yang dapat memengaruhi jumlah. Signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: 219 | w w w .jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan. menghitung estimasi kerugian atau jumlah piutang atau hutang yang timbul dari litigasi atau sengketa hukum lainnya. h i d a y a t k a m p a i . PEMBERIAN JASA PENUNJANG LITIGASI KEPADA KLIEN AUDIT LAPORANKEUANGAN 290. 290. dan membantu pengelolaan dan pemerolehan kembali dokumen yang terkait dengan perselisihan atau litigasi. f) Melaksanakan suatu tindakan berdasarkan pertimbangan sendiri yang mengikat klien audit laporan keuangan. e) Menyetujui atau menandatangani perjanjian atau dokumen serupa lainnya. bantuan tersebut dapat diberikan selama personil tersebut tidak terlibat dalam: d) Membuat keputusan manajemen. d) Memastikan klien audit laporan keuangan bertanggung jawab dalam mengarahkan dan menyelia kegiatan yang dilakukan oleh personil KAP atau Jaringan KAP tersebut. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: c) Tidak memperbolehkan personil KAP atau Jaringan KAPyang terlibat dalam penugasan yang bersifat sementara tersebut terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan. Setiap situasi harus dianalisis secara saksama untuk mengidentifikasi ada tidaknya ancaman yang dapat terjadi dan pencegahan yang harus diterapkan pada setiap situasi untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

290.195 Ancaman terhadap independensi harus dipertimbangkan dengan melihat sifat jasa profesional yang diberikan. e) Tingkat subjektivitas bawaan dari hal-hal yang menjadi perhatian dalam litigasi. tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman yang dapat terjadi ke tingkat yang dapat diterima. terpisah tidaknya penyedia jasa dari tim assurance.d) Materialitas jumlah yang terkait dalam litigasi. KAP atau Jaringan KAP harus menolak untuk memberikan jasa profesional tersebut kepada klien audit laporan keuangan. dalam kaitannya dengan laporan keuangan entitas. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk menghilangkan ancaman tersebut atau menguranginya ke tingkat yang dapat diterima. c o m . h i d a y a t k a m p a i . Pencegahan tersebut mencakup antara lain: d) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil yang terlibat dalam pemberian jasa profesional tersebut untuk mewakili klien audit laporan keuangan dalam membuat keputusan manajerial. f) Sifat perikatan jasa penunjang litigasi. PEMBERIAN JASA HUKUM KEPADA KLIEN AUDIT LAPORAN KEUANGAN 290. dan materialitas dari hal-hal yang menjadi perhatian. Oleh karena itu.193 Ketika tugas yang dilaksanakan oleh KAP atau Jaringan KAP melibatkan kegiatan yang mewakili klien audit laporan keuangan dalam membuat keputusan manajerial.194 Jasa hukum didefinisikan sebagai setiap jasa profesional yang disediakan oleh tenaga profesional yang diperkenankan untuk berpraktik di pengadilan atau yang memiliki pelatihan hukum yang dipersyaratkan dalam berpraktik. f) Melibatkan pihak-pihak lain yang relevan. 220 | w w w . e) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan audit laporan keuangan untuk melaksanakan jasa profesional tersebut. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. 290. seperti tenaga ahli independen. KAP atau Jaringan KAP harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman yang terjadi dan.

290.199 Ketika KAP atau Jaringan KAP diminta untuk memberikan jasa advokasi bagi klien audit laporan keuangan dalam menyelesaikan suatu perselisihan atau litigasi yang melibatkan jumlah yang tidak material terhadap laporan keuangan. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: c) Menentukan kebijakan dan prosedur yang melarang personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut untuk mewakili klien audit laporan keuangan dalam membuat keputusan manajerial. bantuan dalam aspek. c o m . 290. uji tuntas (due diligence) dalam bidang hukum. dan jasa profesional yang diberikan hanya merupakan pelaksanaan dari keputusan yang telah dibuat tersebut.198 Ketika KAP atau Jaringan KAP mewakili klien audit laporan keuangan dalam mencari penyelesaian suatu perselisihan atau litigasi yang melibatkan jumlah- jumlah yang material terhadap laporan keuangan.200 Bila terdapat penunjukan rekan maupun karyawan KAP atau Jaringan KAP sebagai penasihat hukum internal oleh klien audit laporan keuangan.196 Pemberian jasa hukum kepada klien audit laporan keuangan yang melibatkan hal-hal yang diperkirakan tidak mempunyai pengaruh yang material atas laporan keuangan tidak menimbulkan ancaman terhadap independensi yang tidak dapat diterima. Pemberian jasa profesional tersebut tidak mengurangi independensi selama: c) Anggota tim assurance tidak boleh terlibat dalam pemberian jasa profesional tersebut. d) Klien audit laporan keuangan harus merupakan pihak yang membuat keputusan akhir dari suatu masalah hukum. ancaman advokasi dan ancaman telaah pribadi 290.197 Jasa hukum yang membantu klien audit laporan keuangan dalam melakukan suatu transaksi (sebagai contoh. h i d a y a t k a m p a i . 290. ancaman 221 | w w w . dan restrukturisasi) dapat menimbulkan ancaman telaah pribadi.aspek yang berhubungan dengan perjanjian. nasihat hukum. 290. d) Menggunakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk melaksanakan jasa profesional tersebut.

290. Signifikansi setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: c) Peran individu yang akan direkrut. PEMBERIAN JASA KEUANGAN KORPORAT KEPADA KLIEN ASSURANCE 290. h i d a y a t k a m p a i . ancaman kedekatan. PEMBERIAN JASA PEREKRUTAN MANAJEMEN SENIOR KEPADA KLIEN ASSURANCE 290. c o m .201 Perekrutan manajemen senior bagi klien assurance. (ii) mengidentifikasi atau memperkenalkan klien assurance kepada penyedia dana yang sesuai dengan kebutuhannya. seperti mereka yang dalam kedudukannya dapat memengaruhi informasi hal pokok dari perikatan assurance.telaah pribadi dan ancaman advokasi yang dapat terjadi demikian signifikan.203 Pemberian jasa keuangan korporat lainnya kepada klien assurance (termasuk klien audit laporan keuangan). d) Sifat jasa perekrutan yang diinginkan oleh klien assurance. dan (iii) memberikan saran mengenai struktur pendanaan dan menganalisis dampak akuntansi yang dapat terjadi dari usulan transaksi pendanaan tersebut. sebagai contoh. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. dan ancaman intimidasi pada saat ini maupun di masa yang akan datang. dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi. 222 | w w w . pencegahan yang tepat yang mencakup antara lain: d) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang personil KAP atau Jaringan KAP yang memberikan jasa profesional tersebut untuk mewakili klien assurance dalam membuat keputusan manajerial. membantu klien assurance dalam: (i) mengembangkan strategi korporat.202 Pemberian jasa keuangan korporat (corporate finance) kepada klien assurance (termasuk klien audit laporan keuangan) dapat menimbulkan ancaman advokasi dan ancaman telaah pribadi.

d) Tingkat kemapanan KAP atau Jaringan KAP. g) Melakukan penelaahan eksternal atas pengendalian mutu.204 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika proporsi jumlah imbalan jasa profesional yang diperoleh dari suatu klien assurance demikian signifikan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan imbalan jasa yang diperoleh oleh KAP atau Jaringan KAP. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. 223 | w w w . h) Melakukan konsultasi dengan pihak ketiga. IMBALAN JASA PROFESIONAL IMBALAN JASA PROFESIONAL – SUATU BESARAN YANG RELATIF 209. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. seperti komite audit. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: e) Mendiskusikan besaran dan sifat imbalan jasa profesional dengan pihak klien assurance yang bertangggung jawab atas tata kelola perusahaan.e) Menggunakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk melaksanakan jasa profesional tersebut. h i d a y a t k a m p a i . f) Mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi ketergantungan KAP atau Jaringan KAP pada suatu klien assurance. c o m . Signifikansi setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: c) Struktur organisasi KAP atau Jaringan KAP. seperti badan pengatur profesi atau Praktisi lainnya. f) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang melarang KAP atau Jaringan KAP untuk mewakili klien assurance dalam menyetujui suatu persyaratan transaksi atau melakukan suatu transaksi. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan.

IMBALAN JASA PROFESIONAL YANG TELAH LEWAT WAKTU 209. 209. d) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau untuk memberikan saran yang diperlukan. c o m . Ancaman tersebut tidak dapat dikurangi ke tingkat yang dapat diterima.206 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika imbalan jasa profesional dari klien assurance belum terlunasi untuk jangka waktu yang cukup lama. BESARAN IMBALAN JASA PROFESIONAL 209.205 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi juga ketika proporsi jumlah imbalan jasa profesional yang diperoleh oleh seorang rekan KAP atau Jaringan KAP dari suatu klien assurance demikian signifikan dibandingkan dengan jumlah keseluruhan imbalan jasa profesional yang diperoleh oleh rekan KAP atau Jaringan KAP tersebut. Pencegahan di bawah ini dapat diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima: c) Mendiskusikan imbalan jasa profesional yang belum terlunasi dengan pihak klien assurance yang bertanggung jawab atas tata kelola perusahaan. dan 224 | w w w . h i d a y a t k a m p a i . Pencegahan tersebut mencakup antara lain: c) Menetapkan kebijakan dan prosedur yang memantau dan menerapkan pengendalian mutu dari perikatan assurance. kecuali jika: c) KAP dapat memastikan terpenuhinya alokasi waktu yang memadai dan tenaga profesional yang kompeten dalam perikatan tersebut. d) Mengikutsertakan tenaga profesional lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan atau memberikan saran yang diperlukan.207 Ancaman kepentingan pribadi dapat terjadi ketika KAP menerima perikatan assurance dengan jumlah imbalan jasa profesional yang secara signifikan. seperti komite audit.

h i d a y a t k a m p a i .212 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen dalam perikatan selain perikatan assurance yang diberikan kepada klien assurance dapat menimbulkan juga ancaman kepentingan pribadi dan ancaman advokasi. i) Ada tidaknya penelaahan hasil dari suatu transaksi oleh pihak ketiga yang independen.211 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen dalam perikatan assurance dapat menimbulkan ancaman kepentingan pribadi dan ancaman advokasi yang demikian signifikan. g) Variabilitas imbalan jasa professional. pedoman. h) Dasar penentuan imbalan jasaprofessional. jika ancaman tersebut merupakan ancaman selain ancaman yang secara jelas tidak signifikan. sehingga tidak ada satupun pencegahan yang dapat mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.d) KAP dapat memastikan ditaatinya semua standar. Signifikansi setiap ancaman yang terjadi harus dievaluasi dan.210 Imbalan jasa profesional yang bersifat kontinjen merupakan imbalan jasa profesional yang besarannya ditentukan berdasarkan hasil dari suatu transaksi atau pekerjaan yang dilakukan. maka pencegahan yang tepat harus dipertimbangkan dan diterapkan untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima. c o m . signifikansi setiap ancaman akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: f) Kisaran jumlah imbalan jasa profesional yang dimungkinkan. 209. IMBALAN JASA PROFESIONAL YANG BERSIFAT KONTINJEN 209. 209. 225 | w w w . dan prosedur pengendalian mutu assurance. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: d) Mengungkapkan besaran dan sifat imbalan jasa profesional kepada pihak klien assurance yang bertanggungjawab atas tata kelola perusahaan. Selain penetapan yang diuraikan di atas. j) Dampak dari suatu kejadian atau transaksi terhadap perikatan assurance. seperti komite audit.

214 Ancaman kepentingan pribadi atau ancaman intimidasi dapat terjadi ketika terjadi. Signifikansi setiap ancaman tersebut akan tergantung dari faktor-faktor sebagai berikut: d) Materialitas litigasi. atau kemungkinan terjadi. litigasi antara anggota tim assurance.e) Melibatkan pihak ketiga yang independen untuk menelaah atau menentukan besaran imbalan jasa profesional final. KAP. f) Melibatkan Praktisi lainnya yang tidak terlibat dalam perikatan assurance untuk menelaah hasil pekerjaan yang telah dilakukan. c o m . seperti komite audit. 226 | w w w . f) Menetapkan kebijakan dan prosedur pengendalian mutu. Pencegahan tersebut mencakup antara lain: d) Mengungkapkan lingkup dan sifat litigasi kepada pihak klien assurance yang bertanggungjawab atas tata kelola perusahaan. PENERIMAAN HADIAH ATAU BENTUK KERAMAH-TAMAHAN LAINNYA 290.213 Ancaman kepentingan pribadi dan ancaman kedekatan dapat terjadi ketika anggota tim assurance. e) Sifat perikatan assurance. h i d a y a t k a m p a i . f) Terkait tidaknya litigasi dengan perikatan assurance sebelumnya. atau Jaringan KAP dengan klien assurance. e) Mengeluarkan personil KAP atau Jaringan KAP yang terlibat dalam litigasi dari tim assurance. atau Jaringan KAP menerima hadiah atau bentuk keramah-tamahan lainnya dari klien assurance LITIGASI ATAU ANCAMAN LITIGASI 290. KAP. 290.215 KAP harus mengevaluasi signifikansi setiap ancaman dan menerapkan pencegahan yang tepat untuk mengurangi ancaman tersebut ke tingkat yang dapat diterima.

NADIA NATHANIA TJANDRA .. LESLIE NOVIANTO TOTONG ..MSi. Brooks and Paul Dunn Business and Profesionals ethics For Director. Adapun nama-nama mahasiswa yang berkontribusi sebagai berikut: . JESSICA ANGELA . . DESIDERIA KUSUMA . MARSELLA UTOMO . . HANDY . NADYA PRICILLIA .CA. FESTON CAMBERA . YUNINGSIH . FELANI RATIKA . h i d a y a t k a m p a i .Mkom. EVITA TOFIANI . Executives And Accountant 7th ed.Akt. MEILIANA CENNIATI KASUMA . VERONICA . South-Western CENGAGE Learning. MICHELLE NANDITA KUSNADI . WILLIAM . Salemba Empat Pernyataan Modul ini terbentuk dari makalah presentasi mahasiswa Trisakti School of Management untuk mata kuliah Etika Profesi Akuntan yang di asuh oleh Dosen Hidayatullah.. c o m . KEVIN DANUDORO . GRASIA 227 | w w w . HANDOKO SETIAWAN . Emil Bachtiar '. KATTY PATRICIA . RINEKE RILIANCE . IRENE FADILA HALIMSJAH .. STACIA . HENNY FELICIA .SE. CALVINA . ALVERNIA SARAH LAMTIUR .Kasus-Kasus Etika Binsi dan Profesi. Daftar Pustaka . Leonard J.CPAI. BEBBY APRILIA PUTRI .. BRIGITTA LESLIE . HANNA GEOFANY DHUSTHEN . Kode Etik Akuntan Publik INSTITUT AKUNTAN PUBLIK INDONESIA 31 Maret 2011 Penerbit Salemba Empat. VIVIANY SARI .