You are on page 1of 2

MODEL DOKUMEN PENGADAAN NASIONAL JASA PEMBORONGAN (PASCA KUALIFIKASI

)

PERMASALAHAN (PEMBAYARAN KEPADA PENYEDIA JASA)

1.1

MODEL DOKUMEN PENGADAAN NASIONAL JASA PEMBORONGAN (PASCA KUALIFIKASI) pada bab V
syarat-syrat umum kontrak pada pasal 6 yang mengatur tentang pembayaran kepada penyedia jasa
berisi tentang pembayaran kepada penyedia jasa yang mengatur, menetapkan, dan memberikan
gambaran kepada penyedia jasa. Point-point yang diatur oleh pasal 6 ini sebanyak tujuh point yaitu
PEMBAYARAN BERDASARKAN HARGA SATUAN, HARGA KONTRAK, PEMBAYARAN UANG MUKA,
PEMBAYARAN PRESTASI PEKERJAAN, PERHITUNGAN AKHIR, PENANGGUHAN PEMBAYARAN,
PENYESUAIAN HARGA.

Pada pasal 6 point pertama yaitu tentang PEMBAYARAN BERDASARKAN HARGA SATUAN
menjelaskan bahwa “pembayaran keseluruhan prestasi pekerjaan jasa pemborongan ini, termasuk
uang muka (jika ada), tidak dapat melebihi nilai kontrak yang didasarkan kepada perhitungan harga
satuan. Nilai kontrak hanya dapat dinaikkan di atas jumlah yang di tetapkan dalam surat perjanjian
melalui suatu amandemen Kontrak sesuai dengan pasal 2.5 SSUK”. Dalam point pertama tersebut
dapat diambil kesimpulan bahwa Pembayaran prestasi pekerjaan kepada penyedia jasa termasuk
uang muka (jika ada) tidak boleh melebihi dari nilai kontrak. tetapi nilai kontrak dapat dinaikkan
dengan melalui amandemen kontrak sesuai dengan pasal 2.5 SSUK. Pada pasal 6 point pertama juga
menetapkan 2 (dua) pilihan pada kasus apabila terjadi perubahan/penambahan nilai pekerjaan
yaitu:

a) Para pihak menyetujui perubahan lingkup pekerjaan yang mempengaruhi nilai kontrak
sebagaimana diatur dalam pasal 2.5 (a) (3) SSUK; atau

b) Dilakukan penyesuaian harga sesuai dengan pasal 6.7 SSUK.

Pada pasal 6 point kedua menjelaskan tentang Harga Kontrak. Pada point a menjelaskan bahwa
“Harga yang dibayarkan atas pelaksanaan pekerjaan Jasa Pemborongan ini dilakukan dengan bentuk
mata uang dan Nilai Kontrak yang tercantum dalam Surat Perjanjian”. Dalam point a tersebut dapat
diambil kesimpulan bahwa pembayaran dilakukan dengan mata uang dengan persetujuan dari kedua
belah pihak yang di buat secara tertulis dalam bentuk kontrak. Pada point b menjelaskan bahwa
“Rincian harga kontrak sesuai dengan rincian yang tercantum dalam Daftar Kuantitas dan Harga”.
Dalam point b tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa rincian harga pada kontrak sesuai dengan
jumlah atau BOQ yang telah direncanakan dengan harga AHS (analisis harga satuan) pada daerah
domisili proyek atau daerah sekitar domisili proyek. Pada point c menjelaskan bahwa “Kontrak
Pengadaan Jasa Pemborongan ini dibiayai dari sumber pendanaan yang disebut dalam SSKK”. Dalam
point b tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa pendanaan pengadaan jasa pemborongan
disebutkan di dalam SSKK.

Pada pasal 6 point ketiga yaitu tentang pembayaran uang muka menjelaskan bahwa :

a) Jika pembayaran uang muka untuk pelaksanaan Kontrak diperbolehkan dalam SSKK, PPK akan
memberikan pembayaran uang muka sebesar persentase Nilai Kontrak yang ditetapkan dalam

15. d) Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan. Pembayaran uang muka dilakukan berdasarkan permohonan secara tertulis Penyedia Jasa kepada PPK melalui Pengawas Pekerjaan. Penyedia Jasa berkewajiban untuk menyerahkan salinan tagihan atau tanda bukti penerimaanbarang/pekerjaan yang menunjukkan bahwa penggunaan uang muka dilakukan sesuai dengan tujuan dalam Pasal ini. Perlengkapan.2 SSUK. b) Penyedia Jasa berkewajiban untuk menggunakan uang muka hanya untuk membiayai Peralatan. dan mobilisasi yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. SSKK setelah Penyedia Jasa menyerahkan Surat Jaminan Uang Muka yang diatur dalam Pasal3. Pada pasal 6 point ketiga yaitu tentang pembayaran uang muka menjelaskan bahwa : . c) Pengembalian uang muka diperhitungkan berangsur-angsur secara proporsional pada setiap pembayaran prestasi pekerjaan. Bahan.