You are on page 1of 8

Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh Anak Bronchopneumonia yang

diberikan Kompres Hangat di Axilla dan Frontal

Rahmawati1, Sari Fatimah2, Ikeu Nurhidayah2
1
RSUP Dr. Hasan Sadikin, 2Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran
E-mail: rahmawati712@yahoo.co.id

Abstrak

Bronchopneumonia pada anak saat ini menjadi penyakit yang paling sering terjadi pada anak. Masalah keperawatan
utama yang terjadi pada anak dengan pneumonia adalah terjadinya demam yang sangat berbahaya jika tidak
ditangani dengan tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan penurunan suhu tubuh pada anak demam
dengan bronchopneumonia yang diberikan intervensi kompres hangat di axilla dan frontal di Ruang Anak RS
“X”. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan rancangan pretest and posttest
two group before after design. Sampel berjumlah 30 orang dengan usia 0–12 bulan, diambil secara purposive
sampling. Alat ukur yang digunakan termometer digital. Analisis data dilakukan dengan dependent sample t test
dan independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata suhu tubuh pada anak demam dengan
bronchopneumonia sebelum diberikan intervensi kompres hangat di daerah axilla 38,51ºC sedangkan di frontal
38,34ºC. Rata- rata suhu tubuh setelah diberikan intervensi di axilla 37,89ºC dan di frontal 37,98ºC. Rata-rata
penurunan suhu tubuh setelah diberikan intervensi di axilla 0.62ºC sedangkan di daerah frontal 0.36ºC (nilai
p=0.000; α=0.05), sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara pemberian kompres hangat di
axilla dan di frontal terhadap penurunan suhu tubuh pada anak demam. Saran berdasarkan hasil penelitian, pemberian
kompres hangat di axilla dapat dijadikan intervensi dalam menurunkan suhu tubuh anak yang mengalami demam.

Kata kunci: Axilla, bronchopneumonia, demam, frontal, kompres hangat.

The Differences Between Warm Compress in Frontal and Axilla to Reduce
Fever in Children with Bronchopneumonia

Abstract

Bronchopneumonia is the most common diseases in children. The primary nursing problems occurred in children with
bronchopneumonia is fever. This could be danger if could not treated appropriately. The aimed of this study was to
identified the differences between warm compress intervention in axilla and frontal to reduce fever in children with
bronchopneumonia in hospital X in Bandung. The method used in this study was quasi experiment with two group
pre and post test design. Purposive sampling was used as sampling technique in this study, with 30 respondents were
participated in this study. Data was analysed using dependent t test and independent t test. Result of this study showed
the average of body temperature in febrile children with bronchopneumonia before warm compress intervention
in axilla is 38.51 º C , while in the frontal 38.34º C. The average of body temperature after a given intervention
in the axilla is 37.89º C, while in the frontal is 37.98ºC. There was a significant temperature’s decreases between
frontal and axilla after intervention (p = 0.000; α = 0.05). There was a significant difference between giving a warm
compress in the axilla and in the frontal the decrease in body temperature in febrile children. Based on this study,
it can be concluded axillary warm compress can be used as an effective intervention to reduce fever in children.

Key words: Axilla, bronchopneumonia, fever, frontal, warm compresses.

144 Volume 1 Nomor 3 Desember 2013

dini sehingga menimbulkan hipoksia jaringan Pada tahun 2005 WHO memperkirakan otak dan pada akhirnya terjadi kerusakan kematian balita akibat bronchopneumonia di otak. yang selanjutnya dan menghambat penurunan suhu tubuh akan memengaruhi pusat pengaturan suhu anak (RCN. gangguan pada metabolisme seluler 2000. Kerusakan atau WHO (2010). humoral akibat produksi cairan tubuh dan karena akan menghambat evaporasi tubuh peningkatan aliran darah. lemah. 2009). Demam berbagai tindakan dengan prinsip radiasi merupakan kondisi suhu tubuh diatas 37. Sekitar 70% terjadi di negara-negara kematian sel. efek toksik dalam Perry. konveksi 410C atau lebih (Thomson. membuka baju dan selimut. RCN. Angka menyebabkan otak menjadi sensitif dan kematian bronchopneumonia pada balita di mudah mengalami kematian sel. Suhu tubuh tinggi angka kesakitan diperkirakan mencapai 250 berbahaya karena mengakibatkan perdarahan hingga 299 per 1000 anak balita setiap lokal dan degenerasi parenkimatosa di seluruh tahunnya. 2006). kematian anak balita tertinggi.Rahmawati: Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh pada Anak dengan Bronchopneumonia Pendahuluan adaptif. Berdasarkan Survei kimia. dan gelisah. Bahkan United Nation mengalami kerusakan adalah susunan saraf Children’s Fund (UNICEF) dan WHO pusat (otak) dan otot. demam bermanfaat sebagai proses imun dan mengontrol Bronchopneumonia pada anak saat ini menjadi termoregulasi agar tetap stabil.2 juta. Insiden demikian. Di Jawa Barat. sehingga Kejang dapat terjadi sebagai akibat dari sampai sekarang bronchopneumonia masih demam tinggi yang tidak ditangani secara menjadi masalah kesehatan di Indonesia. external cooling. (Potter & infeksi didalam tubuh. Suhu badan yang tinggi berkembang termasuk Indonesia. kehilangan cairan tahun dengan resiko kematian yang tinggi dan elektrolit. demam juga harus diberikan asupan cairan Demam juga berperan sebagai mekanisme yang adekuat.8% dan mengatasi demam menurut panduan dari menempati urutan kedua sebagai penyebab Royal College of Nursing (RCN) (2008) kematian di Indonesia. nyeri kepala. dan pemberian yang sangat berbahaya jika tidak ditangani antipiretik. demam juga dapat memberikan penyakit ini pada negara berkembang hampir dampak negatif. Hal ini Indonesia diperkirakan mencapai 21% (The sangat berbahaya bagi pertumbuhan dan United Nation Children Fund. susah tidur. Thompson. juga dihubungkan dengan konsep diberikan kaos kaki dan penutup kepala. 2008). Jaringan yang rentan akibat pneumonia. khususnya gangguan pada enzim bayi atau balita meninggal tiap tahun. berkisar antara 18. 1997.000 hingga jaringan juga dapat terjadi bila suhu lebih satu juta orang meninggal dunia tiap tahun tinggi dari 410C.50C. konduksi dengan sedangkan keadaan hiperpireksia (demam memberikan pakaian yang tidak dingin tinggi) adalah kenaikan suhu tubuh sampai dan melakukan kompres hangat. sekitar 800. tahun 2001 kematian balita akibat pneumonia Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkat. nyeri sendi. Anak tidak perlu tubuh. Anak yang sedang (Guyton & Hall.6– otak menjadi sensitif dan mudah mengalami 2. kurang nafsu Menurut laporan World Health Organization makan. Pada keadaan ini. Namun penyakit yang paling sering terjadi.000 tubuh. 2009. dengan melakukan fanning (menggunakan Demam dapat diasosiasikan dengan adanya kipas angin).5%–38. karena akan mengakibatkan 30% pada anak-anak di bawah umur tiga peningkatan metabolisme. atau sebagai katalisis berbagai reaksi oksidasi 12. pneumonia mengakibatkan 150. Suhu badan yang tinggi menyebabkan seluruh dunia sekitar 19% atau berkisar 1.500 pasien per bulan. Intervensi selanjutnya adalah Volume 1 Nomor 3 Desember 2013 145 . Gangguan ini akan menyebabkan Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada terganggunya fungsi sel. 2009). External cooling adalah cara dengan tepat. adalah dengan melakukan berbagai intervensi Masalah keperawatan utama pada anak diantaranya dengan pemberian cairan yang dengan pneumonia adalah terjadinya demam adekuat. 2008). pada bayi yang berusia kurang dari dua bulan. perasaan tidak nyaman. yang biasanya muncul menyebutkan pneumonia sebagai penyebab sebagai gejala kejang. Adapun perkembangan otak. Demam adalah suatu keadaan untuk menurunkan suhu dengan melakukan terjadinya peningkatan suhu tubuh. dan evaporasi. pada akhir tahun tubuh.

terkait pelaksanaan intervensi keperawatan namun mungkin masih digunakan sebagai dalam hal penanganan demam pada anak intervensi untuk menangani trombophlebitis dengan bronchopneumoni. serta menurunkan suhu di RS “X“. tersebut menunjukan adanya perbedaan Ada beberapa cara penurunan panas seperti efek teknik pemberian kompres hangat pada kompres menggunakan alkohol maupun es. Tindakan ini bermanfaat didapatkan bahwa kasus bronchopneumonia untuk melebarkan pembuluh darah dan merupakan kasus tertinggi pada anak mempercepat pertukaran panas antara tubuh yang dirawat di ruangan perawatan anak dengan lingkungan. paha) (Potter & Perry. Usia penderita demam pada tubuh pada bagian perifer. dari tubuh ke lingkungan sehingga justru RCN (2008) menekankan untuk terus akan meningkatkan kehilangan panas ke melakukan penelitian guna mencari evidence lingkungan dan menyebabkan terjadinya based mengenai cara pelaksanaan kompres vasokontriksi pembuluh darah. 2003). Pemberian kompres dengan air es juga selanjutnya vasodilatasi yang kuat pada kulit tidak dianjurkan lagi karena tidak efektif akan memungkinkan percepatan perpindahan untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang panas dari tubuh ke kulit. 2010). 2001). penelitian yang diambil pada penelitian ini Kompres hangat dapat diberikan di daerah adalah anak usia satu bulan sampai 12 bulan temporal/ frontal (dahi). Hasil penelitian tersebut menunjukan dilakukan di daerah dahi yang sebenarnya bahwa kompres hangat lebih efektif daripada pemberian kompres di dahi lebih dimaksud pemberian kompres dingin. Penelitian yang kali lipat lebih banyak (Tamsuri. bronchopneumonia yang dirawat di ruang Intervensi pemberian kompres hangat anak pada umumnya anak usia satu bulan dalam menangani demam dapat dilakukan sampai 12 bulan. Hal ini juga sangat axilla dan di frontal masih belum dilakukan. (Potter & Perry. karena pada usia tersebut sistem termogulasi leher (servikal) dan inguinal (lipatan belum matang.Rahmawati: Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh pada Anak Demam dengan Bronchopneumonia pemberian antipiretik. yang mempunyai vaskular yang banyak 2003). maka akan memperluas daerah vasodilatasi. Penelitian untuk mengetahui lagi. axilla (ketiak). 2009). 2008). Data dari rekam medik di Ruang Anak External cooling merupakan salah satu RS “X” Bandung selama bulan Januari– tindakan untuk menurunkan demam. Pemberian kompres dengan alkohol perbedaan penurunan suhu tubuh pada pasien berbahaya karena alkohol bersifat mudah anak demam dengan bronchopneumonia menguap sehingga dapat terhirup oleh anak yang diberi intervensi kompres hangat di (Potter & Perry. Oleh karena hangat untuk menurunkan demam secara itu kompres dingin tidak direkomendasikan tepat serta menghasilkan sebuah konsensus untuk intervensi pada anak dengan demam. 2006). oleh karena itu subjek pada beberapa area permukaan tubuh. berbahaya karena dapat menyebabkan Pemberian kompres hangat pada daerah gangguan pada susunan saraf pusat (Hartono. Penelitian Berdasarkan informasi dari ruangan yang pernah dilakukan sebelumnya adalah didapatkan bahwa saat ini perawat masih perbedaan efek teknik pemberian kompres melakukan intervensi penurunan panas secara 146 Volume 1 Nomor 3 Desember 2013 . Penelitian ini dilakukan pada pasien pemberian antipiretik sebaiknya disertai dengan dewasa dengan menggunakan termometer kompres hangat untuk dapat menurunkan digital (Nurwahyuni. Hartono. External Desember 2011 didapatkan jumlah pasien cooling dilakukan dengan menggunakan demam dengan bronchopneumoni sebanyak kompres hangat sangat dianjurkan untuk 504 orang. sudah dilakukan sebelumnya membandingkan Kenyataan yang ditemukan di lapangan untuk antara pemberian kompres hangat dan pemberian kompres hangat kebanyakan dingin. penurunan suhu tubuh pada pasien dengan Beberapa penelitian menyarankan bahwa demam. hingga delapan sedang mengalami demam. Antipiretik berperan hangat pada daerah axilla dan dahi terhadap untuk menurunkan set point hipothalamus. Hasil penelitian suhu tubuh secara optimal. daerah axilla dan frontal terhadap penurunan namun cara ini sudah tidak direkomendasikan suhu tubuh. Kompres dingin untuk mengurangi stres daripada menurunkan dapat menyebabkan perpindahan panas demam anak (Widjaja. Menurut data di ruangan mengatasi demam. 2008.

513 °C dan setelah diberi intervensi adalah pretest and posttest two group before after 37.Rahmawati: Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh pada Anak Demam dengan Bronchopneumonia bervariasi.6 39.554) (Tabel 1).480 37. yakni kelompok tepat. hipertermi. Pengukuran suhu tubuh adalah 38.513 0.7 39.000. Sedangkan pada kelompok yang adalah klien dengan peningkatan tekanan diberikan intervensi di frontal.34°C (SD 0. Penelitian ini dilakukan selama satu jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat bulan.05). α=0. Jumlah sampel sebanyak 30 rata-rata suhu tubuh sebelum intervensi orang responden. rata-rata Desain yang digunakan dalam penelitian ini suhu tubuh sebelum diberi intervensi adalah adalah kuasi eksperimen dengan rancangan 38. dapat dilihat rata-rata suhu diberikan intervensi kompres hangat di tubuh setelah diberikan intervensi kompres daerah axilla dan frontal di Ruang Anak RS hangat di axilla adalah 37. Responden Demam pada anak perlu ditangani dengan dibagi dalam dua kelompok.480). Pengambilan data pada intervensi penurunan suhu tubuh pada anak penelitian ini memperhatikan prinsip etika demam dengan bronchopneumonia yang selama penelitian.5ºC). dengan bronchopneumonia yang telah Pada Tabel 2. sedangkan rata- melakukan penelitian mengenai perbedaan rata suhu tubuh sebelum intervensi di frontal penurunan suhu tubuh pada anak demam 38. Penanganan yang cepat dan tepat akan meminimalisir keadaan yang membuat Hasil Penelitian suhu tubuh anak semakin tinggi atau keadaan lainnya yang dapat membahayakan anak Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian (Widjaja.51°C (SD 0. dalam besar responden berusia satu sampai enam mempertimbangkan pentingnya penanganan bulan.484.487). “X“.98°C (SD 0.554) dan rata-rata suhu menggunakan termometer digital yang tubuh setelah intervensi adalah 37. Cara pengambilan sampel dilakukan dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan dengan teknik purposive sampling dengan yang signifikan rata-rata suhu tubuh sebelum kriteria inklusi klien bronchopneumonia dan sesudah diberi kompres hangat pada dengan demam (>37. Demam mendapatkan intervensi kompres hangat di dapat membahayakan keselamatan anak frontal. Metode Penelitian Pada tabel 3 dapat dilihat bahwa pada kelompok intervensi di axilla. misalnya menggunakan kompres sudah divalidasi sebelumnya. seperti. 2001).89°C (SD 0. kejang. peneliti tertarik adalah 38. Analisis hangat di axilla. di Ruang Perawatan Anak di RS ‘X’ serta akan menimbulkan komplikasi lain Kota Bandung.34°C (SD 0.484). Rata-rata suhu tubuh pada kelompok demam dan tindakan mandiri perawat dalam kompres hangat di axilla sebelum intervensi intervensi keperawatan. sedangkan rata-rata suhu tubuh setelah diberi intervensi pada kelompok kompres hangat di frontal adalah 37.347 0.554 37.3 Kelompok II 38. data menggunakan dependent t test dan dan kompres dingin di frontal. maka design. Mengenai independent t test.4 Volume 1 Nomor 3 Desember 2013 147 . kompres hangat di frontal. didapatkan intrakranial. kriteria ekslusif axilla. apabila tindakan dalam mengatasi I terdiri dari responden yang mendapatkan demam pada anak tidak tepat dan lambat intervensi kompres hangat di area axilla maka akan mengakibatkan pertumbuhan dan kelompok II yaitu responden yang dan perkembangan anak terganggu.89°C (SD 0. mendapatkan informed consent. dan penurunan kesadaran.98°C Tabel 1 Distribusi Suhu Tubuh Sebelum Diberikan Intervensi Kompres Hangat pada Kelompok I dan Kelompok II Kelompok Rata-rata Std Deviasi Nilai Min Nilai Max 0C 0C 0C Kelompok I 38. Oleh karena itu. p=0. Responden yang terlibat telah dilakukan di ruangan masih belum dalam penelitian ini sebelumnya telah terukur secara jelas dan akurat.

5ºC dapat membahayakan dan kali lipat.000 (α=0. Fleischack.487 148 Volume 1 Nomor 3 Desember 2013 .513 0. Vasodilatasi yang kuat pada Peningkatan suhu tubuh pada anak usia kulit memungkinkan percepatan perpindahan satu bulan sampai 12 bulan yang mengalami panas dari tubuh ke kulit sebanyak delapan demam >38.366°C (SD: 0. Pemberian sesudah intervensi pada kelompok kompres kompres hangat pada area permukaan tubuh hangat di axilla.05).620°C. (SD: 0.101). α=0.000 Setelah perlakuan 37.8 (SD 0. Pemberian Dengan demikian dapat disimpulkan terdapat kompres hangat di axilla dapat menurunkan perbedaan penurunan rata-rata suhu tubuh suhu tubuh anak sebesar 0. sedangkan pada kelompok Ketika reseptor yang peka terhadap panas di kompres hangat di frontal terjadi penurunan hipotalamus terangsang.980 0. usia tersebut sistem termogulasi belum Pada tabel 4 di atas didapatkan data bahwa matang dan ada kecenderungan untuk terdapat penurunan suhu tubuh sebelum dan mengarah pada kejang demam.347 0.893 Kelompok Intervensi di Frontal Sebelum perlakuan 38. Hasil effektor mengeluarkan sinyal yang memulai penelitian menunjukkan nilai p=0.05.000 Sesudah perlakuan 37.rata Std Deviasi Nilai Min Nilai Max Kelompok I 37.Rahmawati: Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh pada Anak Demam dengan Bronchopneumonia Tabel 2 Distribusi Suhu Tubuh Setelah Diberikan Intervensi Kompres Hangat pada Kelompok I dan Kelompok II Kelompok Rata. selanjutnya sistem dengan rata-rata 0. Kompres yang dilakukan pada merupakan kondisi yang kritis (Simon.149). besar dibandingkan dengan pemberian kompres hangat di frontal. sehingga dapat disimpulkan terdapat Terjadinya vasodilatasi ini menyebabkan perbedaan antara pemberian kompres hangat pembuangan atau kehilangan energi/ panas di bagian axilla (kelompok I) dan pemberian melalui keringat.480 0. daerah axilla lebih efektif dibandingkan Tabel 3 Penurunan Suhu Tubuh pada Kelompok 1 Sebelum dan Sesudah Diberikan Intervensi Kompres Hangat Rata-rata suhu Std Deviasi P value (95% CI) Kelompok Intervensi di Axilla Sebelum perlakuan 38.000 pada pengeluaran keringat dan vasodilatasi perifer.62°C.893 0.0 38. Hal ini sebelum dan sesudah di beri kompres hangat sangat bermanfaat sekali dikarenakan pada di daerah frontal secara signifikan.487 37. Hal ini selanjutnya akan kompres hangat di frontal (kelompok II) menyebabkan penurunan suhu tubuh terhadap penurunan suhu tubuh. & Hartman.554 0.487) dengan nilai p=0. dengan rata-rata 0. Hal ini terjadi karena di daerah axilla terdapat banyak Pembahasan pembuluh darah yang akan mengalami vasodilatasi.484 37. kompres hangat di axilla dapat menurunkan Pemberian kompres hangat pada daerah suhu tubuh lebih besar dibandingkan dengan axilla dapat menurunkan suhu tubuh lebih pemberian kompres hangat di frontal.5 38. 2002).980 0. Berdasarkan sehingga mencapai keadaan normal kembali tabel tersebut dapat dilihat bahwa pemberian (Smeltzer & Bare. akan memberikan sinyal ke hipotalamus.7 Kelompok II 37. 2006).

sebagian besar responden mengalami washlap hangat kemudian dibiarkan pada penurunan suhu tubuh.026 0. tindakan. Hasil panas (heat exchange) antara tubuh dengan penelitian ini diharapkan dapat menjadi Volume 1 Nomor 3 Desember 2013 149 . Penelitian yang dilakukan hangat hanya dilakukan di axilla. kemudian washlap hangat diselipkan tengkorak (RCN. baju yang nyaman. Pada penelitian yang dilakukan suhu tubuh sehingga akan terjadi penurunan Thompson (2009) intervensi sponging suhu tubuh (RCN.038 kompres di daerah dahi karena pada daerah lingkungan. 2002). sehingga oleh Thompson (2009) yang membandingkan penurunan suhu tubuh yang didapatkan lebih intervensi tepid sponge dengan pemberian kecil daripada penelitian yang dilakukan oleh parasetamol menunjukkan bahwa pada Thompson (2009). jari-jari sampai axilla) pada kedua kepala tidak efektif karena terhalang tulang tangan. Hal ini dikarenakan dapat dilakukan yaitu dengan melakukan pada penelitian ini kompres hangat hanya kompres hangat pada tubuh terutama dilakukan di axilla sedangkan pada penelitian pada area axilla atau lipatan inguinal. Abdomen dan merasa nyaman hingga tertidur saat dilakukan punggung juga diberikan washlap hangat. Pengompresan di dilakukan dengan sponge/ washlap yang telah dahi lebih dimaksud untuk mengurangi stres dibasahi oleh air hangat mulai dari muka. pasien yang mendapat tepid sponge terjadi Perawat sebagai salah satu tenaga penurunan suhu sebesar 0. leher. menit. Tepid sponge bermanfaat untuk dan kelenjar keringat apokrin (Corwin. serta menurunkan suhu tubuh axilla banyak terdapat pembuluh darah besar perifer. dokter dalam penanganan demam secara Tepid sponge menyebabkan vasodilatasi farmakologis dengan memberikan obat pembuluh darah dan mempercepat pertukaran antipiretik yang aman bagi anak. Salah satu intervensi mandiri yang oleh Thompson (2009). Pada kelompok pada axilla selama satu menit. Pada penelitian ini. menurunkan suhu tubuh pada 15–30 menit Pemberian kompres hangat di frontal dapat pertama setelah intervensi dan hal tersebut menurunkan suhu tubuh akan menstimulasi berguna untuk mencegah terjadinya kejang hipotalamus yang merupakan pusat regulasi pada anak. asuhan keperawatan pada anak harus dapat Hasil penurunan suhu pada penelitian ini melakukan pengelolaan deman anak secara lebih kecil dari penelitian yang dilakukan tepat. (2006) mengatakan Setelah semua prosedur tepid sponge selesai. setelah itu kompres hangat di axilla dan di frontal lakukan sponging pada kaki mulai dari bagian responden diberikan tindakan selama 20 lateral lipat paha kemudian ke arah lipat paha. lengan. dan tangan (dimulai dari area 2001).149 0. Simon.000 Kelompok II 0. dari pada menurunkan demam anak (Widjaja. dkk. bahwa pemberian kompres hangat dapat kemudian seluruh tubuh pasien dikeringkan meningkatkan kenyamanan dan menurunkan dengan handuk kering dan dipakaikan suhu tubuh.366 0.78ºC pada 30 menit kesehatan yang berperan dalam memberikan pertama setelah mendapatkan tepid sponge. menunjukkan bahwa terdapat penurunan intervensi yang dilakukan dengan kompres yang signifikan.6200C penurunan suhu tubuh yang lebih besar sedangkan pada kelompok II adalah 0.620 0.3660C daripada penelitian ini. 2008). Thompson (2009) tindakan yang dilakukan Perawat juga harus berkolaborasi dengan adalah tepid sponge pada seluruh area tubuh.Rahmawati: Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh pada Anak Demam dengan Bronchopneumonia Tabel 4 Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh Sebelum dan Setelah Diberikan Intervensi Kompres Hangat Kelompok Penurunan suhu Std Deviasi SE P (0C) Kelompok I 0. Sedangkan kompres pada daerah akromion. sebagian responden lipatan paha selama satu menit. 2008).101 0. Oleh karena itu hasil Pada penelitian ini didapatkan penurunan penelitian Thompson (2009) ini memberikan suhu pada kelompok I adalah 0.

Hawkins. Jakarta: ECG. neutropenia of pediatric patients with cancer. New Jersey: Pearson Prentice-Hall. suatu pendekatan praktek (Edisi revisi Smith.. Supportive care: Managing febrile neutropenia.).Louis: Mosby kompres hangat di daerah axilla dan di fronta Company.J. Pediatric Nursing. 47. C. Rineka Cipta. 1–12. & Hall. G. J. memberikan intervensi kompres hangat yang (2006).62ºC. Terdapat perbedaan yang signifikan terhadap penurunan suhu tubuh Perry. adalah 0. (2010). 2000. & Hartman. St. Arikunto. A. & Potter. (2006). F. Jakarta: EGC. (2002). A. Fisiologi kedokteran. S. Ganong. critical thingking for tubuh pada anak dengan bronchopneumonia colaborative care (4th ed. 841–853.(1995). V). setelah diberikan intervensi kompres di axilla Saunders Company. Penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi Hartono. (2009). Jakarta: EGC. A.). Jakarta: EGC.366ºC. Badan litbang. Fleischack. (2003). (2009). mengembangkan intervensi yang efektif dalam penanganan demam pada anak. D. Clinical nursing sebelum dan setelah intervensi pemberian skil and techniques (5th ed. Buku ajar digunakan dalam pengembangan intervensi fisiologi kedokteran. RSUP dr Wahidin Sudirohusodo Makasar Rata-rata suhu tubuh pada anak demam (Skripsi). 18–24. E . Daftar Pustaka Smetlzer. (2008). W. (1997). (2002). (2002). Rata-rata suhu surgical nursing.html. Tamsuri. adalah 37. Pediatric nursing.J. (2002). S. D.. Selanjutnya penelitian ini menyarankan untuk Simon. keperawatan penanganan demam pada anak. & Bare. Prosedur penelitian. Penelitian diatas menunjukkan rata-rata suhu Wong’s nursing care infant and children. & Wilson.893ºC sedangkan setelah diberikan intervensi kompres hangat di frontal adalah Nurwahyuni. Jakarta: PT. P. A. Corwin.Rahmawati: Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh pada Anak Demam dengan Bronchopneumonia salah satu evidence based yang dapat Guyton. intervensi keperawatan dalam menangani 20(8). M. G. Clinical nursing skill. 21(4). Medical di frontal adalah 38. J Antimicrob Chemother. Keperawatan medikal bedah.). anak demam dengan bronchopneumonia. Tanda-tanda vital: Suhu 150 Volume 1 Nomor 3 Desember 2013 . & Linda W . Jakarta: Depkes RI.98ºC.513ºC sedangkan Ignatavicius. (2004). Simpulan Hockenberry. Perbedaan efek 37. Meropenem versus ceftazidime paling tepat dalam menangani demam pada as emphirical monotherapy in febrile anak. bacis to advance skill (6th ed. (Edisi ke-10). (2001). Managing dapat digunakan dalam pengembangan fever: Practice guide. Yogyakarta: Pustaka Pelajar..34ºC.. J. Analisis data statistik dasar bagi penelitian selanjutnya dalam penelitian. Survei Kesehatan Rumah Tangga. New York: WB. Rata-rata penurunan suhu tubuh teknik pemberian kompres pada daerah pada anak demam dengan bronchopneumonia axilla dan dahi terhadap penurunan suhu setelah diberikan intervensi pemberian tubuh pada klien demam di ruang rawat inap kompres hangat di axilla adalah 0. com/2011/01/perbedaan-efek-teknik intervensi kompres hangat di daerah frontal pemberian kompres. St tubuh pada anak dengan bronchopneumonia Louis: Mosby Inc. Diakses dari http://myzona dengan bronchopneumonia setelah diberikan skripsi. F..C. I. Buku saku patofisiologi.E. S. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu evidence based yang Royal College of Nursing. sebelum dilakukan intervensi kompres hangat di daerah axilla adalah 38.

(2001).. Mencegah dan mengatasi demam pada balita.Rahmawati: Perbedaan Penurunan Suhu Tubuh pada Anak Demam dengan Bronchopneumonia tubuh. 10–15.1365-2648. M. (2010). World Health Organization (WHO). Widjaja.0. Volume 1 Nomor 3 Desember 2013 151 . analysis.2005.520. Jakarta: ECG. (2009). J Adv Nurs. J.x.Jakarta: Thompson. Fever: A concept Kawan Pustaka. 2(4). doi: 10. C.111/j. World health statistics.