You are on page 1of 2

Surabaya memiliki iklim tropis lembab dengan suhu udara yang cukup tinggi

sepanjang hari. Hal ini membuat desain-desain bangunan yang ada di Indonesia banyak
memanfaatkan penghawaan alami sebagai alternatif penghawaan yang hemat energi. Hal
ini disebabkan karena angin suhu udara di ruangan luar lebih rendah dibandingkan di dalam
ruangan. Pemanfaatan angin dengan suhu udara ang lebih rendah ini dapat dilakukan
dengan beberapa cara, salah satunya adalah dengan menciptakan ruang terbuka di bagian
pusat bangunan, yaitu courtyard.

Courtyard adalah ruang terbuka maupun semi-terbuka yang dikelilingi oleh bangunan
secara keseluruhan maupun sebagian dan terbuka secara vertikal. Peletakkan courtyard
berada pada bagian tengah bangunan. Tujuan dari adanya courtyard adalah untuk
meningkatkan kenyamanan termal di sekitar halaman dengan mengubah kondisi suhu serta
memerbanyak jumlah ventilasi. Di negara beriklim panas kering atau hot dry, courtyard
sering digunakan sebagai solusi pemecahan masalah udara yang cukup kering (Edwards,
Sibley, Hakmi, & Land, 2006). Dengan adanya courtyard, kelembapan udara di daerah
sekitar halaman tersebut akan meningkat. Sehingga banyak orang-orang yang
menyimpulkan bahwa courtyard sangat cocok untuk bangunan di daerah beriklim hot dry
(Rajapaksha, 2003). Dalam jurnal Thermal Performance of Courtyard Building, Aldawoud
(2008) menjelaskan bahwa courtyard lebih efisien apabila diterapkan pada iklim panas
dibandingkan pada iklim sedang atau dingin.
Namun penggunaan courtyard tidak hanya diterapkan pada daerah beriklim hot dry.
Di Surabaya misalnya, courtyard banyak digunakan pada bagian pusat bangunan-
bangunan bertingkat menengah seperti gedung kantor, universitas, dan sekolah. Bukan
kelembapan udara yang menjadi tujuan utama diletakkannya halaman pada bangunan di
daerah beriklim tropis lembab seperti Surabaya. Tujuannya tidak lain adalah untuk
meningkatkan suhu udara di sekitar area courtyard sehingga lebih nyaman bagi pengguna
bangunan. Selain itu, ada banyak fungsi dari courtyard jika dimanfaatkan dengan baik.

Menurut Edwards (2006), courtyard berfungsi sebagai tempat berkumpul, berkebun,
masak, bekerja, beristirahat, bahkan tempat menyimpan hewan peliharaan. Secara
arsitektural, courtyard dapat menjadi view dan pengatur akustika bangunan. Pada gedung
sekolah, courtyard lebih sering digunakan sebagai lapangan olahraga, tempat bersantai,
tempat berkumpulnya siswa, dan sebagai taman. Menurut waktu penggunaannya, halaman
ini lebih sering digunakan oleh siswa pada pagi hingga siang hari, dalam rentang waktu jam-
jam aktivitas sekolah berlangsung. Akibatnya panas matahari akan cenderung langsung
memanasi lapangan yang ada di bawahnya sehingga suhu udara meningkat. Namun
meningkatnya suhu udara di sekitar lapangan ini juga dipengarui oleh material yang
digunakan courtyard tersebut.

) . (p. Makin tinggi nilai albedo.sekolah. sehingga dapat menyebabkan daerah couryard rtersebut menjadi lebih panas. Ada dua jenis material yang lebih sering digunakan sebagai material courtyard pada sekolah . maka makin besar kemampuan pantulnya tetapi semakin kecil kemampuan serapannya sehingga cenderung meningkat suhu pada daerah tersebut. ST. Nur Laela Latifah. Sumber : Fisika Bangunan 1. Courtyard dengan perkerasan berupa aspal.29) ****NOTE : (Albedo adalah perbandingan antara radiasi matahari yang dipantulkan terhadap radiasi yang diterima oleh suatu material. MT. Namun rumput dan tanah memiliki daya pantul yang cukup rendah. maupun berupa lapangan rumput.