You are on page 1of 8

MALARIA

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : Januari 2017

Halaman : 1/7

UPTD PUSKESMAS drg. Nurbaiti Hasibuan
CIKAMPAK NIP. 197604212005022100
1. Pengertian Merupakan suatu penyakit infeksi akut maupun kronik yang disebabkan oleh parasit
Plasmodium yang menyerang eritrosit dan ditandai dengan ditemukannya bentuk
aseksual dalam darah,
2. Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penanganan malaria

3. Kebijakan SK Kapus NO :
4. Referensi KMK 514 tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di FKTP
5. Langkah –angkah A. Hasil Anamnesis (Subjective)
1) Demam hilang timbul, pada saat demam hilang disertai dengan menggigil,
berkeringat, dapat disertai dengan sakit kepala, nyeri otot dan
persendian, nafsu makan menurun, sakit perut, mual muntah, dan diare.

B. Faktor Risiko
1. Riwayat menderita malaria sebelumnya.
2. Tinggal di daerah yang endemis malaria.
3. Pernah berkunjung 1-4 minggu di daerah endemik malaria.
4. Riwayat mendapat transfusi darah.

C. Hasil Pemeriksaan Fisik dan Penunjang Sederhana (Objective)
Tanda Patognomonis
a. Pada periode demam:

1/1

dan pada malaria serebral dapat ditemukan kaku kuduk. dapat juga ditemukan asites. Pemeriksaan hapusan darah tebal dan tipis ditemukan parasit Plasmodium 2. teraba panas. Nadi teraba cepat dan lemah. e. d. B. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 2/7 UPTD PUSKESMAS drg. h. Rapid Diagnostik Test untuk malaria (RDT). suhu tubuh meningkat dapat sampai di atas 400C dan kulit kering.  Pasien dapat juga terlihat pucat. f. Pemeriksaan Penunjang 1. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. 197604212005022100  Kulit terlihat memerah. Toraks : Terlihat pernapasan cepat. Dokumen : No. Kepala : Konjungtiva anemis. g. A. MALARIA No. sklera ikterik. Penegakan Diagnosis (Assessment) 1/2 . c.  Pada kondisi tertentu bisa ditemukan penurunan kesadaran. Abdomen : Teraba pembesaran hepar dan limpa. bibir sianosis. Ekstermitas: akral teraba dingin merupakan tanda-tanda menuju syok. oligouri atau anuria. Ginjal : bisa ditemukan urin berwarna coklat kehitaman.  Nadi teraba cepat  Pernapasan cepat (takipneu) b. Pada periode dingin dan berkeringat:  Kulit teraba dingin dan berkeringat.

Lini pertama: dengan Fixed Dose Combination (FDC) yang terdiri dari Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP) tiap tablet mengandung 40 mg Dihydroartemisinin dan 320 mg Piperakuin. Diagnosis Banding 1. Malaria malariae. Malaria knowlesi. 197604212005022100 Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis (Trias Malaria: panas . Untuk dewasa dengan Berat Badan 1/3 . pemeriksaan fisik. ditemukan Plasmodium malariae. 3.menggigil - berkeringat). ditemukan Plasmodium ovale. C. Klasifikasi 1. Demam Tifoid . dan ditemukannya parasite plasmodium pada pemeriksaan mikroskopis hapusan darah tebal/tipis. Leptospirosis 4. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. Malaria falsiparum. 3. 2. 4. Infeksi virus akut lainnya D. Malaria vivaks ditemukan Plasmodium vivax. MALARIA No. Malaria ovale. 5. ditemukan Plasmodium knowlesi. ditemukan Plasmodium falsiparum. Dokumen : No. Demam Dengue 2. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 3/7 UPTD PUSKESMAS drg. Penatalaksanaan komprehensif (Plan) Pengobatan Malaria Falsiparum 1.

Pr i m akui n = 0. T etrasiklin = 4-5 mg/kgBB/kali (4x/hari selama 7 hari). Pengobatan malaria vivax yang relaps (kambuh): 1/4 . 3. Piperakuin = 16-32 mg/kgBB (dosis tunggal).5 mg/kgBB per hari ( dewasa. Lini kedua (pengobatan malaria falsiparum yang tidak respon terhadap pengobatan DHP): Kina + Doksisiklin/ Tetrasiklin + Primakuin. Doksisiklin = 3. p r i m a k u i n = 0 . 2. Dosis kina = 10 mg/k g BB/k ali ( 3x/hari sel ama 7 har i). MALARIA No. 197604212005022100 (BB) sampai dengan 59 kg diberikan DHP per oral 3 tablet satu kali per hari selama 3 hari dan Primakuin 2 tablet sekali sehari satu kali pemberian. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 4/7 UPTD PUSKESMAS drg.75 mg/kgBB (dosis tunggal). Primakuin = 0. 2. Lini pertama: Dihydroartemisinin (DHA) + Piperakuin (DHP). 2.25 mg/kgBB (selama 14 hari). 2x/hari selama 7 hari) . Dosis kina = 10 mg/kgBB/kali (3x/hari selama 7 hari). 2 5 mg/kgBB/hari (selama 14 hari). Dokumen : No.2 mg/kgBB/hari ( 8-14 tahun. diberikan peroral satu kali per hari selama 3 hari. Lini kedua (pengobatan malaria vivax yang tidak respon terhadap pengobatan DHP): Kina + Primakuin. Dosis: DHA =2-4 mg/kgBB (dosis tunggal). Pengobatan Malaria vivax dan Malaria ovale 1. 2x/hari selama 7 hari) . sedangkan untuk BB > 60 kg diberikan 4 tablet DHP satu kali sehari selama 3 hari dan Primaquin 3 tablet sekali sehari satu kali pemberian.

Diberikan lagi regimen DHP yang sama tetapi dosis primakuin ditingkatkan menjadi 0. Dugaan relaps pada malaria vivax adalah apabila pemberian Primakiun dosis 0. Trimester kedua dan ketiga diberikan DHP tablet selama 3 hari. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 5/7 UPTD PUSKESMAS drg. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. Trimester pertama: Kina tablet 3 x 10mg/ kg BB + Klindamycin 10mg/kgBB selama 7 hari. Pengobatan infeksi campuran antara Malaria falsiparum dengan Malaria vivax/ Malaria ovale dengan DHP Pada penderita dengan infeksi campuran diberikan DHP 1 kali per hari selama 3 hari. Dokumen : No.25 mg/kgBB selama 14 hari. MALARIA No.25 mg/kgBB/hari sudah diminum selama 14 hari dan penderita sakit kembali dengan parasit positif dalam kurun waktu 3 minggu sampai 3 bulan setelah pengobatan. Pengobatan malaria pada ibu hamil 1. 2. serta DHP 1 kali per hari selama 3 hari serta Primakuin dosis 0. Pengobatan Malaria malariae Cukup diberikan DHP 1 kali perhari selama 3 hari dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan dengan dosis sama dengan pengobatan malaria lainnya dan tidak diberikan Primakuin. b.5 mg/kgBB/hari. 197604212005022100 a. 1/5 .

MALARIA No. 7. 4. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. 197604212005022100 3. Asidemia (pH darah <7. gusi. Makroskopik hemoglobinuria karena infeksi malaria akut. Kejang berulang > 2 kali per 24 jam pendidngan pada hipertermia. 9.25)atau asidosis (biknat plasma < 15 mmol/L). Konseling dan Edukasi Pada kasus malaria berat disampaikan kepada keluarga mengenai prognosis penyakitnya. 3. 8. E. Komplikasi 1. 2. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 6/7 UPTD PUSKESMAS drg. Gagal sirkulasi atau syok. F. Dokumen : No. Perdarahan spontan dari hidung. 6. alat pencernaan dan atau disertai kelainan laboratorik adanya gangguan koagulasi intravaskular. Malaria serebral. Anemia berat. Edema paru atau ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome). 1/6 . Pencegahan/profilaksis digunakan Doksisiklin 1 kapsul 100 mg/hari diminum 2 hari sebelum pergi hingga 4 minggu setelah keluar/pulang dari daerah endemis. Gagal ginjal akut. Pengobatan di atas diberikan berdasarkan berat badan penderita. 5. Hipoglikemia.

Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. Dokumen : No. namun pasien harus terlebih dahulu diberi dosis awal Artemisinin atau Artesunat per Intra Muskular atau Intra vena dengan dosis awal 3. Unit terkait .2mg /kg BB.Poskesdes 1/7 . 197604212005022100 Pencegahan malaria dapat dilakukan dengan : a.Poli Umum . Kriteria Rujukan 1. Menghindari gigitan nyamuk dengan kelambu atau repellen b. pemeriksaan darah rutin dan pemeriksaan mikroskopis. H. Prognosis Prognosis bergantung pada derajat beratnya malaria. Penyakit ini dapat terjadi kembali apabila daya tahan tubuh menurun.Pustu . Peralatan 1. 2. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 7/7 UPTD PUSKESMAS drg. I. Mengobati pasien hingga sembuh misalnya dengan pengawasan minum obat G. Secara umum. Malaria berat. Menghindari aktivitas di luar rumah pada malam hari c. 6. MALARIA No. Laboratorium sederhana untuk pembuatan apusan darah.prognosisinya adalah dubia ad bonam. Malaria dengan komplikasi 2.

1/8 .