You are on page 1of 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepemerintahan yang baik (good governence) merupakan issu yang paling
mengemuka dalam pengelolaan administrasi publik selama dewasa ini. Tuntutan gagasan
yang dilakukan oleh masyarakat kepada pemerintah untuk pelaksanaan penyelenggaaraan
pemerintah yang baik adalah sejalan dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat
disamping adanya globalisasi pergeseran paradigma pemerintahan dari “rulling government”
yang terus bergerak menuju “good governance” dipahami sutu fenomena yang berdemokrasi
secara adil, untuk itu perlu peran dan fungsi legislatif agar eksekutif dapat menjalankan tugas
dengan baik dan benar.
DPR yang harusnya mengontrol jalannya pemerintahan agar selalu sesuai dengan
keinginan dan aspirasi masyarakat, bukan sebaliknya merusak dan mengkondisikan eksekutif
untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan terhadap aturan-aturan yang berlaku,
melakukan kolusi dalam pembuatan anggaran agar menguntungkan dirinya, serta setiap
kegiatan yang seharusnya digunakan untuk mengontrol eksekutif, sehingga pada proses
pengawasan anggran dan lain-lain dapat terjaga dengan baik, dan tidak bisa di gunakan
semena-mena.
Hal ini sangat dibutuhkan kejujuran dari pihak eksekuti dan legislatif sendiri
sehingga prilaku kolektif para legislatif tidak menyimpang dari aturan-aturan hukum yang
berlaku. Untuk menghindari adanya Korupsi dan kooptasi politik antara eksekutif dengan
legislatif atau sebalik nya perlu dijalankan melalui prinsip “Check and Balances” artinya
adanya keseimbangan serta merta adanya pengawasan terus menerus terhadap anggaran yang
diberikan. Dengan demikian anggota DPR memiliki akuntabilitas, manakala memiliki “rasa
tanggung jawab” dan “kemampuan” dalam menjalankan peran dan fungsinya tersebut.
Mekanisme “Check and Balances” juga memberikan peluang eksekutif mengontrol legislatif,
dan juga legislatif mengontrol eksekutif.

. Namun demikian. Sedangkan bagi pelaksanaan pengawasan. maka dapat diartikan pula sebagai suatu sistem dan struktur yang baik dan benar yang menciptakan mekanisme hubungan organisasi baik secara internal maupun eksternal. fungsi pengawasan merupakan suatu mekanisme peringatan dini (early warning system) .  Meyakinkan bahwa kinerja pemerintah sedang atau telah mencapai tujuan dan sasaran yang talah ditetapkan. perbaikan. bahwa para pemimpin-pemimpin di DPR. diyakini rakyat bahwa para pemimpin tersebut memiliki kamampuan/kompetensi dan integritas yang tinggi. serta selalu menjunjung niat baik. untuk mengawal aktivitas mencapai tujuan dan sasaran. Fungsi ini sangat bermakna penting bagi pemerintah maupun palaksanaan pengawasa. praktik good public governence pada fungsi pengawasan saat ini masih membutuhkan beberapaimprovement agar dapai mencapai tujuan tersebut. dan kejujuran. akan menjalankan tugasnya dengan profesional dan komitmen penuh. Disamping itu.  Menekan angka korupsi. government dalam kontek organisasi secara umum. Dalam mengemban amanat tersebut. Singkatnya. BAB II PEMBAHASAN Secara logika. dan tugas yang telah di embankan. dan badan pengawasan keuangan pembangunan (BPKP). sehingga dapat menjadi mekanisme chack and balanceyang efektif. pengawasan memiliki tujuan yang utama. yang telah dipercaya oleh rakyatnya dengan memiliki kemampuan yang baik untuk perform peran.  Membutuhkan mitivasi. Bagi pemerintah. merupakan tindakan perbaikan. disamping itu juga tak lepas dari kontroling yang kuat. antara lain  Menjamin agar pemerintah menjalankan kegiatan sesuai rencana pembangunan. 1. kesetiaan. badan pengawasa keuangan (BPK).  Menjamin kemungkinan tindakan koreksi yang cepat dan tepat tehadap penyelewengan yang ditemukan. fungsi pengawasan ini merupakan tugas yang mulia untuk memberikan telaahan dan saran. pengurangan. dan peniadaan penyimpangan- penyimpangan di birokrasi itu sendiri. agar suatu sistem itu tidak berjalan semaunya. baik berupa organisasi perusahaan maupun organisasi publik atau sosial lainnya. Fungsi Pengawasan Fungsi pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen untuk menjamin pelaksaan kegiatan yang sesuai dengan kebijakan dan rencana yang telah ditetapkan serta memasktikan tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Fungsi pengawasan dapat diselaraskan dengan tujuannya. antara lain dengan melakukan beberapa hal berikut:  Memakai cara benar fungsi dan tujuan pengawasan.

Hasil pemeriksaan juga dibantu oleh DPR dalam rangka memberi persetujuan atas PAN yang diajukan oleh Pemerintah. ditetakan bahwa hasil pemeriksaan keuangan di serahkan kepada DPR.  Optimalisasi pengawasan agar dapat memberikan kontribusi yang diharapkan pada pengelolaan pemerintah.  Membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksa BPK yang berkaitan ruang lingkupnya. membahas dan menindaklanjuti laporan BPK. sesuai dengan kewenangannya. LSM. 3. Dalam rapat kerja. DPR menggunakan hasil pemeriksaan BPK untuk mengevaluasi pertanggungjawaban pemerintah dalam melaksanakan APBN. Bahkan sesuai dengan undang- undang susunan dan kedudukan DPR yang baru (2009).  Bat mekanisme yang efisien untuk berpartisipasi masyarakat dalam proses pengawasan.  Menerima. reformasi. DPR juga membahas hasil pendapat komisi-komisi dengan masyarakat. atau transformasi dari existing performance ke future perpormance DPR dan elemen lainnya yang berkaitan dengan pengawasaan anggaran negara. DPD.  Merumuskan standar. Fungsi pengawasan dan penganggaran akan beririsan ketika DPR melakukan pembahasan dengan pemerintah untuk menyutujui RUU APBN atau PAN yang diajukan oleh pemerintah. dan saluran penyampaian informasi masyarakat dapat berfungsi efektif sebagai salah satu alat pengawasan. Selain itu. antara lain:  Mengawasi pelaksaan undang-undang temasuk APBN. serta peraturan pelaksanaan yang termasuk dalm ruang linkup tugasnya. Disadari pula bahwa untuk dapat mengadakan perbaikan.  Menyusun agenda pengawasan DPR. Adapun pengawasa DPR terhadap pemerintah dalam melaksanakan APBN dapat dilalui dengan dua cara:  Melalui rapat kerja komisi-komisi DPR dengan pemerintahan. dan DPRD. 2. penataan. atau memangku kepentingan lainnya. berdasarkan pasal 23E UUD 1945 Perubahan Ketiga. DPR yang baru (2009-2014) telah membentuk komisis khusus dalam bidang pengawasan. Pengawasan Dalam Undang Undang Setiap anggota DPR dan setiap saat. DPR dapat mengadakan pembahasan mengenai berbagai hal dengan pemerintah. Sistem Pendukung Dalam Pengawasan Anggaran Negara . agar fungsi dan peran ini dapat benjalan dengan maksimal dan sesuai dengan pembangunan yang di inginkan oleh masyarakat pada umumnya. dibutuhkan strategi yang tepat. bisa mengawasi pemerintah. dan akademisi. Tugas dari komisi pengawasan nantinya. sistem dan prosedur baku pengawasan anggaran yang telah ditetapkan. dan lain-lain.

Masukan tim ahli atau staf ahli tidak bersifat mengikat. Begitu juga. selain memberikan memberikan keterangan atau penjelasan tentang hal-hal yang lazim bersifat teknis. d) Peran Tim Ahli dan Staf Ahli DPR Dalam melakukan fungsi pengawasan dan anggarannya. Karena itu. dan 3. Beberapa organisasi/satuan yang berfungsi membantu fungsi pengawasan DPR. keanggotaan BAKN mencerminkan keterwakilan fraksi-fraksi yang ada. lembaga-lembaga lainnya. Penggunaan staf ahli dan tim ahli ini membantu kerja pengawasan dan penganggaran anggota dewan. Dalam pelaksanaan tugasnya. DPR. c) Peran Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR Sebagai mana diamanatkan oleh UU tentang MPR. lembaga perwakilan rakyat ini menetapkan susunan dan keanggotaan BAKN pada permulaan masa keanggotaan DPR dan permulaan tahun sidang. DPR kerap mendapatkan masukan dari staf ahli yang merupakan kelengkapan anggota dewan. Pasar 23E ayat 1. Badan Layanan Umum. Pemerintah Pusat. DPD. 2. Karena itu. terutama terkait dengan anggaran diuraikan dalam pembahasan berikut: a) Peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Perubahan Ketiga. BAKN juga dapat mengusulkan kepada komisi. Bagi pemerintah. Sebagai alat kelengkapan DPR yang bersifat tetap.Proses pengawasan DPR tehadap anggaran. Sistem ini. Namun DPR berhak memanggil BPKP atau mendapat akses laporan yang dibuat oleh lembaga tersebut. Dalam hal ini BPK berfungsi sebagai auditor eksternal dari keuangan negara dan melaporkan hasil pemeriksaannya kepada DPR. serta bertanggung jawab melaporkan temuan-temuannya secara berkala kepada pimpinan DPR dalam rapat paripurna. agar BPK melakukan pemeriksaan lanjutan. dan tim ahli yang berasal dari luar. DPD. DPR berhak melakukan rapat konsultasi atau dengar pendapat dengan BPKP guna melakukan klarifikasi atau tindak lanjut dari temuan-temuannya. Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK berwenang memeriksa pengelolaan dan pertanggujawaban keuangan negara. Sebagai pengawas internal. buakn dimaksudkan sebagai laporan independen untuk pihak eksternal. DPR dilemngkapi dengan organisasi internal dan eksternal yang terjalin dalam satu sistem pendukung. harus menjalankan rekomendasi yang termuat dalam laporan hasil audit tersebut. baik oleh pemerintah maupun oleh parlemen. laporan hasil audit BPKP lebih didasari kebutuhan internal dari pemerintah. Badan Usaha Milik Negara. serta melaporkan hasil kepada DPR. b) Peran Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) BPKP adalah lembaga pengawasan internal yang berada dibawah eksekutif (pemerintah). dan DPRD yang baru 2009. . Laporan hasil pemeriksaan BPK harus ditindaklanjuti. tugas BPKP mengaudit atas permintaan kepala intansi dibwah eksekutif. Badan Usaha Milik Daerah. pada dasarnya bertujuan membantu mengoptimalkan fungsi pengawasan yang dilakukan oleh DPR. untuk sebuah hasil yang optimal. Bank Indonesia. BAKN dapat meminta penjelasan dari BPK. prinsipnya merupakan proses yang tak pernah berhenti. dan badan atau lembaga lainnya yang mengelola keuangan negara. misalnya. dan DPRD sebagai pemegang fungsi anggaran dan pengawasan. Pemerintah Daerah.

makalah disampaikan dalam seminar “ Reformasi Birokrasi Indonesia” . Good Governance dalam Rangka Optimalisasi Fungsi dan Peran DPRD. 2. Penutup Optimalisasi peran DPR merupakan kebutuhan yang harus segera diupayakan jalan keluarnya. serta didukung juga oleh Tim ahli dan staf ahli. Namun salain dari itu Optimalisasi peran lembaga pengawasan keuangan negara juga sangat dibutuhkan kejujuran. Jakarta: 2003 4. Dilain hal juga proses pengawasan keuangan negara harus lepas dari korupsi. Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). 2. karena issu dari korupsi itu sendiri berawal dari suatu sistem manajemen pengawasan yang lemah dan mungkin juga kurangnya kredibilitas dari lembaga itu sendiri. Jakarta: 2006. Yusuf Anwar. maka salah satu upaya yang tepat untuk dilakukan yaitu didukung oleh elemen-elemen lain. Jakarta: 2006. Optimalisasi peran ini sangat tergantung dari tingkat kemampuan anggota DPR. konsekuensinya anggaran yang telah dikeluarkan kemudian dapat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan rakyat pada umumnya. memang secara garis besar harapan-harapan rakyat kepada DPR. Saran Dalam melakukan pengawasan akuntabilitas keuangan negara. moralitas yang baik. Birokrasi Pemerintah Indonesia. kemudian perlu adanya pemahaman tentang tugas dan fungsi lembaga-lembaga tersebut.C. sehingga pengeluaran anggaran negara tidak keluar dengan sia-sia. diselenggarakan oleh BPRM UI. 1. wewenang. harus jelas dan detail apa yang akan dilakukan. dan partisipatoris. Daftar Bacaan 1. dan elemen-elemen lain yang merancang dan mengawasi anggaran negara dapat memberi senergi. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan. dan kinerjanya yang baik. Untuk menciptakan good governance kinerjanya harus trasparan. KPK. KPK. Balai Sidang UI-Depok: 16 September 2009. Kencana. Miftah. akuntabel. antaranya Badan Pengawasan Keuangan. kedisiplinan. Indra Perwira. 3. lalu kepada siapa dipertanggungjawabakan. sehingga kenerja para anggota perngawasan tersebut tidak amburadul. dan hak-haknya secara efektif sebagai lembaga legislatif. Kritik Rentetan dari penjelasan diatas tak lepas dari sebuah teori yang teracu pada sebuah buku. Danesjvara. Beberapa Masalah dalam Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan di Indonesia. Toha. Dengan adanya berbagai bentuk tugas dan fungsi pengawasan. . Tinjauan Umum peran dan Fungsi DPRD. sehingga apa yang akan di audit kemudian dapat di aplikasika sesuai dengan ketetapan-ketetapan yang telah dibuat. agar dapat melaksanakan tugas. Andhika. namun praktik dan aplikasinya kembali lagi pada indifudual masing-masing.

6. DPR. jam 12. dan DPRD. http://anggaran/pengawasan/dewan/perwakilan/rakyat/1/2010/11/03/ Di ambil tgl 24 Desember 2010. http://Implementasi/peran/dan/fungsi/pengawasan/ anggaran/ .5. DPD. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang MPR.30 1.