You are on page 1of 8

LAPORAN

PRAKTEK LAPANGAN
KELUARGA SEHAT
Di
Desa Durin Sebelang
Kecematan Pancur Batu
Kabupaten Deli Serdang
Disusun Oleh Kelompok 8:

ARDI SYAHBANA HARAHAP. SKM
HASAN BASRIN NST
NOVELIDA BERTUA NAPITUPULU,SKM
ISKANDAR
EVAN GULIATHA LUBIS
AGUSTINA SIREGAR,SKM
DAHLIA PURBA.Am Keb
SITI KAHINA,Am Keb
ADI GANTI,AMK
MHD NAWI,AMK

UPT. PELATIHAN KESEHATAN
PROVINSI SUMATERA UTARA
03 JUNI 2017

Latar Belakang Untuk mensukseskan program indonesia sehat melalui pendekatan keluarga. tetapi juga diharapkan agar keluarga mampu mengenali masalah kesehatannya. maka diperlukan penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui pelatihan. Pendekatan keluarga merupakan strategi pendekatan pelayanan terintegrasu antara upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehtan masyarakat yang didasari oleh data dan informasi profil kesehatan keluarga. Hal ini harus dipahami oleh kepala Puskesmas dan jajarannya tentang pentingnya upaya memberdayakan keluarga untuk hidup sehat. BAB I PENDAHULUAN A. akan menjadi masalah kesehatan masyarakat. masalah kesehatan yang dialami oleh keluarga-keluarga disatu wilayah administrasi. Salah satu rangkaian dalam proses pembelajaran pelatihan keluarga sehat adalah praktik lapangan (PL). terutama untuk materi komunikasi dan materi manajemen pendekatan keluarga. dimana kegiatan PL ini adalah sebagai bentuk penerapan materi pembelajaran peserta yang diperoleh didalam kelas. Pendekatan keluarga sehat melalui kunjungan rumah oleh petugas kesehatan. B. tidak hanya sekedar mengumpulkan data kesehtan keluarga. Data yang dikumpulkan saat pelaksanaan praktik dapat dimanfaatkan Puskesmas sebagai data dasar (baseline data) untuk mendapat informasi indeks keluarga sehat diwilayah yang digunakan sebagai fokul praktek lapangan (PL) . upaya mengatasinya serta memotivasi agar keluarga diwilayah kerja Puskesmas tersebut mampu melakukan upaya pencegahan serta peningkatan status kesehtan keluarganya dengan mengoptimalkan potensi dan kemampuannya. Puskesmas melakukan pendekatan keluarga diwilayah kerjanya melalui kunjungan rumah sehingga setiap anggota rumah tanga dapat terpantau kondisi kesehatannya. Mengingat penting dan strategisnya program keluarga sehat tersebut. Tujuan Pelaksanaan praktik lapangan (PL) pada pelatihan ini tidak semata untu pengumpulan data dalam rangka mempraktikkan cara pengumpulan data untuk pengisian Prokesga. melalui pendataan keluarga sehat. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat.

2. Waktu dan tempat Praktek lapagan dilakukan pada tanggal 03 Juni 2017 di Desa Durin Sebelang Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara . Intervensi : penyampaian pesan kepada individu dan keluarga yang dikunjungi 3. Sasaran Sasaran praktek lapangan adalah 20 keluarga di Desa Durin Sebelang Kecamatan Pancurbatu Kabupaten Deli Serdang D. Pengecekan hasil pengumpulan data (cleaning data) 4. Melakukan manajemen pendekatan keluarga dengan : 1. Analisis perhitungan indeks keluarga sehat (IKS) untuk mengidentifikasi masalah 6. peserta dapat : a. 1. Pengentrian data hasil pendataan keluarga dengan bantuan aplikasi keluarga sehat 5. C. 2. Tujuan umum Setelah selesai praktik lapangan. Tujuan khusus Setelah selesai melakukan praktik lapangan (PL) peserta mampu melakukan manajemen pendekatan keluarga dengan kunjungan rumah. Pendataan keluarga dengan menggunakan instrumen keluarga sehat manual. Melakukan komunikasi efektif pada saat melakukan pendataan keluarga b. Membuat laporan dan mempresentasikan hasil PL.

PELAKSANAAN KEGIATAN  Peserta dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari : 3 kelompok beranggotakan 10 orang. Materi Inti :  Pelayanan gizi keluarga  Pelayanan KIA dikeluarga  Pelayanan penyakit menular di keluarga  Pelayanan PTM dikeluarga  Sanitasi lingkungan dikeluarga  Komunikasi efektif  Manajemen pendekatan keluarga c.  Setiap orang berkewajiban melakukan kunjungan pada 2 keluarga. PERSIAPAN Dilakukan dengan membekali peserta/Pembina Keluarga Sehat dengan substansi materi terkait Keluarga Sehat yaitu : a. Materi Dasar :  Kebijakan program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga b.  Peserta harus mengisi lengkap pertanyaan yang ada di kuesioner  Memanfaatkan PIN KESGA sebagai media penyuluhan dan motivasi bagi keluarga disaat ditemukan masalah kesehatan terkait 12 indikator keluarga sehat 3. PENYUSUNAN HASIL PKL .  Saat kunjungan dilakukan peserta dilengkapi dengan kuesioner/android yang berisikan panduan pertanyaan dan hal-hal yang harus dilakukan di setiap keluarga. BAB II PROSES KEGIATAN PRAKTEK LAPANGAN 1. Materi Penunjang 2.

 Hasil PKL disusun secara bertahap. . mulai dengan tingkat kelompok dan dilanjutkan laporan hasil yang didapatkan oleh kelas/angkatan 4. PRESENTASI HASIL  Hasil kegiatan lapangan di presentasikan oleh setiap kelompok dan kemudian ditanggapi oleh seluruh fasilitator/pendamping kelompok.

Yaitu metoda SAJI yaitu : Sapa.80 (kategori sehat) sebanyak 0 KK b. Nilai IKS =< 0. namun rencana intervensi belum bisa dilakukan karena data yang tersedia belum lengkap disebabkan oleh saat kunjungan dilakukan anggota keluarga yang ada di rumah tidak lengkap/sedang keluar rumah . Nilai IKS => 0. Selanjutnya melakukan rencana intervensi.80 (kategori Pra sehat) sebanyak 10 KK c. Analisa belum dapat dilakukan karena kuesioner belum terisi dengan lengkap Sebanyak 5 KK. BAB III HASIL KEGITAN PRAKTEK LAPANGAN A. Nilai IKS = 0.50 (kategori tidak sehat) sebanyak 5 KK 3. Melakukan komunikasi efektif Materi komunikasi efektif yang didapatkan dikelas telah berusaha dimanfaatkan semaksimal mungkin saat pengambilan data dilapangan melalui wawancara dengan responden. Manajemen pendekatan keluarga Pada manajemen pendekatan keluarga hal-hal yang dilakukan adalah : 1. Melakukan analisa Setelah dilakukan pendataan dilanjutkan dengan celaning dan dilakukan entry kedalam aplikasi keluarga sehat. Pendataan/pengisian kuesioner 2. Memasukkan hasil pendataan ke dalam aplikasi yang tersedia 4. Jelaskan dan Ingatkan B. Sedangkan Kuesioner yang terisi lengkap memiliki hasil ANALISIS IKS DI DUSUN 2 : a. Ajak bicara. sejumlah 20 KK.50 – 0.

Hal – hal yang positif B. . Masih banyak ditemui anggota keluarga yang masik merokok dan keluarga yang tidak mempunyai kartu JKN Upaya mengatasi : dilakukan kunjungan ulang yang tentunya akan dilanjutkan oleh teman-teman Puskesmas dan melakukan penyuluhan tentang bahaya rokok dan berkordinasi dinas kesehatan dan BPJS dalam hal pemilikan kartu BPJS 3. Hambatan/permasalahan serta upaya mengatasinya 1. Kendala : masih adanya keluarga yang pada awalnya masih menolak untuk didata dan Karena waktu bertepatan dengan kegiatan sehari-hari mengakibatkan sulitnya komunikasi dengan keluarga. BAB IV PEMBAHASAN A. sehingga kuesioner tidak dapat diisi dengan lengkap yang mengakibatkan analisa tidak dapat dilakukan dengan sempurna untuk hasii IKS yang dapat digunakan untuk intervensi 2. Anggota keluarga yang berada di rumah saat kunjungan dilakukan tidak lengkap.

Petugas puskesmas yang telah dilatih KS sebaiknya melanjutkan kunjungan pada 20 rumah untuk : a. Simpulan : 1. Rekomendasi 1. Komunikasi Efektif terlaksana dengan baik 2. Melaksanaan intervensi dan keberlanjutan kegiatan Lampiran ( laporan masing-masing kelompok yang disajikan dan mendapat masukan dari fasilitator ) . dan dapat diliat pada Web Site yang tersedia 3. B. Melanjutkan wawancara pada anggota keluarga yang belum sempat diwawancara karena tidak ada di rumah saat kunjungan pertama dilakukan b. Manajemen pendekatan keluarga yang dilakukan meliputi pendataan/pengisian kuesioner untuk 20 keluarga telah dapat dilakukan dengan baik. BAB V SIMPULAN DAN REKOMENDASI A. Kemudian melakukan analisa dan dilanjutkan dengan membuat perencanaan intervensi sesuai masalah yang ditemukan c.