You are on page 1of 57

KERANGKA ACUAN KEGIATAN DEPOT AIR MINUM (DAM

)

A. PENDAHULUAN

Air sangatdiperlukan oleh tubuh manusia seperti halnya udara dan makanan. Tanpa
air manusia tidak akan bertahan hidup lama-lama. Selain berguna untuk manusia, air juga
diperlukan oleh makhluk hidup lain misalnya hewan dan tumbuh-tumbuhan. Bagi manusia
air diperlukan untuk menunjang kehidupan antara lain adalah kondisi yang layak untuk
diminum tanpa mengganggu kesehatan atau air yang harus dimasak terlebih dahulu dapat
diminum.

Air minum untuk tubuh manusia berguna untuk menjaga keseimbangan
metabolisme dan fisiologi tubuh setiap waktu. Konsumsi air diperlukan karena setiap saat
tubuh bekerja dan berproses. Disamping itu air juga digunakan untuk melarutkan dan
mengolah makanan agar dapat dicerna tubuh manusia dan kehidupan dari berjuta sel.
Komponen terbanyak dari sel adalah air. Apabila kekurangan cairan sel tubuh akan menciut
dan tidak bisa berfungsi dengan baik. Begitu pula air merupakan bagian EKSKRETA CAIR
(keringat, air seni, air mata) uap pernapasan, dan cairan tubuh (darah, lymphe).

B. LATAR BELAKANG
Kebutuhan penduduk terhadap air minum dapat dipenuhi melalui air yang dialirkan
melalui saluran pipa (PAM), air minum dalam kemasan (AMDK), maupun depot air minum
(DAM). Selain itu air tanah dangkal dari sumur-sumur gali (SG) atau pompa serta air hujan
yang diolah oleh penduduk menjadi air minum setelah dimasak terlebuh dahulu.
Kecenderungan penduduk untuk mengkonsumsi air minum siap pakai sangat besar,
sehingga usaha depot pengisian air minum tumbuh subuh. Perlu dilakukan pengawasan,
pembinaan dan pengawasan kualitas air dari DAM agar selalu aman dan sehat untuk
dikonsumsi masyarakat.
C. TUJUAN
Tujuan Umum
- Terlindunginya masyarakat dari potensi penyakit akibat konsumsi air minum
yang berasal dari depot air minum (DAM). Dengan demikian masyarakat akan
terhindar dari kemungkinan resiko terkena penyakit bawaan air.

Tujuan Khusus

- Terisolasinya hygiene sanitasi depot air minum (DAM) diseluruh masyarakat
- Terlaksannya pembinaan dan pengawasan oleh petugas kesehatan kabupaten
sehingga dapat menjamin mutu air minum yang dijual
- Terlaksannya praktik penyelenggaraan depot air minum (DAM) yang
melaksanakan kaidah hygine sanitasi serta perlakuan hidup bersih dan sehat
(PHBS) dalam melayani mayarakat
- Teridentifikasinya maslah depot air minum (DAM) yang harus dibina oleh
pemerintah daerah kabupaten.
-

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
Pembinaan dan pengawasan depot air minum (DAM)

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Cara umum dalam melaksanakan kegiatan ini adalah didalam gedung berupa
konseling dan di luar gedung berupa pembinaan.
Kegiatan bersifat monitoring (inspeksi monitoring) terhadap depot air minum (DAM)
dan pemeriksaan sampel air depot air minum (DAM) yang ada diwilayah kerja pyuskesmas
manimeri.

F. SASARAN
Seluruh depot air minum (DAM) yang ada diwilayah kerja Puskesmas Manimeri.

G. JADWAL PELAKSANAAN DAN PELAPORAN
- Setiap bulan untuk pembinaan dan pengawasan
- Pemeriksaan sampel air DAM setiap 3 bulan sekali.

H. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN
Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan
dilaporkan kepada kepala Puskesmas.

KERANGKA ACUAN KEGIATAN KESEHATAN LINGKUNGAN (KESLING)

A. PENDAHULUAN
Penyehatan lingkungan adlah upaya untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan
pencegahan terhadap penurunan kualitas lingkungan melalui upaya promotif, prefentif,
penyelidikan, pemantauan terhadap tempat umum, lingkungan pemukiman, lingkungan
kerja, angkuatan umum, lingkungan lainnyab terhadap substansi yaitu air, udara, tanah,
limbah padat, cair, gas, kebisingan, pencahayaan, habitat vektor penyakit, radiasi,
kecelakaan, makanan, minuman dan bahan berbahaya.
B. LATAR BELAKANG
Kondisi atau keadaan lingkungan merupakan factor penentu utama derajat
kesehatan masyarakat dalam suatu proses pengamatan, pencatatan, penyuluhan,
pendokumentasian secara verbal dan visual menurut prosedur standar tertentu terhadap
satu atau beberapa komponen lingkungan dengan menggunakan satu atau beberapa
komponen lingkungan dengan menggunakan satu atau beberapa komponen lingkungan
dengan menggunakan satu atau beberapa parameter sebagai toalk ukur yang dilakukan
secara terencana, terjadwal dan terkendali dalam satu siklus waktu tertentu yang
menekankan kegiatan pada sumber, ambient (lingkungan), pemaparan dan dampak pada
manusia.
C. TUJUAN
Tujuan Umum
- Kesehatan lingkungan dilaksanakan terhadap tempat umum lingkungan pemukiman dan
lingkungan lainnya
- Kesehatan lingkungan meliputi penyehatan air dan udara
- Setiap tempat dan sarana pelayanan umum wajib memelihara dan meningkatkan
lingkungan yang sehat
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
1. Penyehatan air
2. Penyehatan perumahan dan sanitasi dasar
3. Pembinaan tempat-tempat umum
4. Klinik sanitasi
5. Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) pemberdayaan masyarakat
6. Pengawasan Depot Air Minum (SDM)
7. Pengawasan dan pengendalian air kualitas lingkungan
8. Penyehatan makanan dan minuman
E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
1. Penyehatan air
Kegiatan yang bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap sarana air bersih (SAB)
yang ada di wilayah kerja puskesmas
2. Penyehatan perumahan dan sanitasi dasar
Pembinaan sanitasi perumahan dan sanitasi dasar
3. Pembinaan tempat-tempat umum
Kegiatan yang bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap sarana tempat-tempat
umum (TTU) yang ada diwilayah kerja puskesmas
4. Klinik sanitasi

Pemberian konseling dan tindak lanjut terhadap klien guna menganalisa sebab
terjadinya penyakit serta upaya pencegahannya.
5. Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)
Pemberdayaan masyarakat dengan metode penilaian
6. Pengawasan depot air minum (DAM)
Kegiatan yang bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap depot air minum (DAM)
dan pemeriksaan sampel air DAM yang ada diwilayah kerja puskesmas
7. Penyehatan makanan dan minuman
Pembinaan tempat pengelolaan makanan (TPM) yang bersifat monitoring yang bersifat
inspeksi sanitasi yang ada diwilayah kerja puskesmas

F. SASARAN
1. Penyehatan air
Sasaran KK yang menggunakan sarana air bersih
2. Penyehatan perumahan dan sanitasi dasar
Rumah-rumah yang berpenghuni diwilayah kerja puskesmas
3. Pembinaan tempat-tempat umum
Tempat-tempat umum yang memiliki potensi dampak besar terhadap kesehatan
masyarakat, misal: puskesmas, sekolah, pasar dan tempat ibadah
4. Klinik sanitasi
Penderita (pasien) yang menderita penyakit berbasis lingkungan
5. Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM)
KK yang memiliki akses terhadap jamban
6. Pengawasan depot air minum (DAM)
Seluruh depot air minum yang ada diwilayah kerja puskesmas
7. Penyehatan makanan dan minuman
Tempat pengolahan makanan (TPM) yang ada diwilayah kerja puskesmas
G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Penyehatan air
Setiap bulan
Pemeriksaan sampel air bersih (SAB)
- Proyek 1 kali/tahun
2. Penyehatan perumahan dan sanitasi dasar
Setiap bulan
3. Pembinaan tempat-tempat umum
Setiap bulan
4. Klinik sanitasi
Setiap bulan
5. Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) = pemberdayaan masyarakat
Setiap bulan
6. Pengawasan depot air minum (DAM)
Setiap bulan
Pemeriksaan sampel air DAM
- Proyek 1 kali/ tahun

7. Penyehatan makanan dan minuman
Setiap bulan
H. EVALUASI
KK dengan rumah sehat yang memenuhi syarat
I. CATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI
Bulanan, tribulan

kesadaran. perbaikan kualitas air.Meningkatkan kesadaran. TUJUAN Tujuan Umum . Meningkatnya pengertian. Terpantaunya kualitas air melalui upaya pengawasan 1. kemauan melakukan pengawasan kualitas air D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN Kegiatan pokok penyehatan ar dalam pelaksanaan program penyediaan dan pengelolaan air bersih yaitu pengawasan kualitas air. Program ini diharapkan dapat memperbaiki status kesehatan masyarakat melalui penurunan angka kesakitan yang disebabkan oleh penyakit yang ditularkan melalui air. E. . PENDAHULUAN Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran.23 Tahun 1992) untuk mencapai tujuan tersebut berbagai program atau kegiatan telah dan akan dilaksanakan atau dikembangkan baik oleh pemerintah. keamanan. salah satu diantaranya adalah program penyediaan air bersih. Berlakunya kualitas air yang memenuhi syarat kesehatan 2. LATAR BELAKANG Program penyediaan air bersih dan penyehatan lingkungan tujuannya adalah menyediakan air bersih dan sarana sanitasi yang memadai serta memenuhi syarat kesehatan. B. Pendekatan penyehatan air diawali dengan kegiatan pengawasan kualitas air yang ditindak lanjuti oleh kegiatan perbaikan kualitas air dan pembinaan pemakai air untuk pengamanan kualitas air dengan melibatkan peran serta masyarakat. bakteriologis maupun kimia. kemauan dan kemampuan masyarakat dalam mengamankan kualitas air untuk berbagai kebutuhan dan kehidupan manusia. pembinaan pemakaian air . Tujuan Khusu .KERANGKA ACUAN KEGIATAN SARANA AIR BERSIH (SAB) A. Dalam kaitan dengan hal-hal tersebut maka seharusnya air bersih yang digunakan selain harus mencukupi dalam arti kuantitas untuk kebutuhan sehari-hari dan juga harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan baik kualitas fisik. C. 23 tahun 1992 yang dimaksud dengan penyehatan meliputi pengamanan dan penetapan kualitas air untuk berbagaikebutuhan dan kehidupan manusia. swasta maupun masyarakat. Meningkatnya kualitas air melalui upaya perbaikan 3. Sesuai dengan penjelasan dalam undang-undang kesehatan no. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Kegiatan bersifat monitoring (inspeksi sanitasi) terhadap sarana air bersih (SAB) yang ada di wilayah Puskesmas. dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal (UU Kesehatan No. Penyehatan air diawali dengan pengawasan kualitas air yang ditindak lanjuti oleh kegiatan perbaikan kualitas air dan pembinaan pemakaian air untuk pengamanan kualitas air dengan melibatkan peran serta masyarakat.

SASARAN .F. . H. JADWAL PELAKSANAAN . PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan kepada kepala Puskesmas.Pemeriksaan sampel SAB apabila ada proyek APBD dalam satu tahun.Daerah pariwisata G. PENCATATAN. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali I.Setiap bulan .Masyarakat atau KK yang menggunakan sarana air bersih (SAB) .

depot dan warung adalah setiap tempat usaha komersil yang lengkap kegiatannya menyediakan makanan dan minuman untuk umum ditempat usahanya. Warung yang melakukan pencucian peralatan makanan tanpa menggunakan sabun. Untuk mengetahui cara pembersihan dan tempat pemeliharaan . C. Kegiatan pengawasan sanitasi makanan meliputi pendataan tempat pengelolaan makanan. warung atas perkembangan tindakan atau kegiatan atau persyaratan sanitasi makanan dan keadaan yang terdapat setelah usaha tindak lanjut dari pemeriksaan. PENDAHULUAN Rumah makan. Demikian juga dengan sarana disekitarnya. orang tempat dan perlengkapan yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan. Untuk mengetahui tempat cuci tangan . depot. Pemeriksaan merupakan usaha melihat dan menyaksikan secara lansung serta menilai tentang keadaan. misal menggunakan lap kotor untuk membersihkan meja dan mengoalah makanan ketika sedang sakit. Untuk mengetahui ruangan pengolahan . Hygiene sanitasi maknan adalah upaya untuk mengendalikan faktor makanan. depot dan warung yang letaknya cukup strategis dan sering dilalui banyak kendaraan bermotor. Untuk mengetahui tempat pencucian alat dan bahan makanan .Untuk mengetahui persyaratan sanitasi tempat pengelolaan makanan (TPM) dan mampu menerapkan persyaratan dan teknik pembersihan atau pemeliharaan diruangan tempat pengelolaan makanan (TPM) agar terhindar dari resiko pencernaan. melakukan kunjungan kembali memberi peringatan dan rekomendasi kepada pihak terkait serta laporan hasil pengawasan.KERANGKA ACUAN KEGIATAN TEMPAT PENGELOLAAN MAKANAN (TPM) A. serta bahan makanan belum jadi disimpan dalam ruangan yang tidak dilengkapi dengan pelindung dari hama. TUJUAN Tujuan Umum . memberi saran perbaikan. warung adalah pemantauan secara terus menerus terhadap rumah makan. Tujuan Khusus . Untuk mengetahui lokasi/ letak bangunan . depot. ada beberapa penjamah makanan yang menunjukan perilaku yang tidak sehat dalam menjamah makanan. depot. pemeriksaan berkala. dimana sering ditemukan adanya rumah makan. peralatan hanya dicelupkan kesumber air pencucian yng sudah kotor. B. tindakan atau kegiatan yang dilakukan serta memberikan petunjuk/ saran perbaikan. LATAR BELAKANG Berdasarkan pengamatan awal beberapa rumah makan. Untuk mengetahui tempat sampah . Pengawasan sanitasi makanan pada rumah makan.

Restoran .Rumah makan . EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali I. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN Setisp bulan untuk pembinaan dan pengawasan H.Untuk mengetahui jamban D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN Pembinaan dan pengawasan terhadap sarana tempat pengelolaan makanan (TPM) E. F. SASARAN . PENCATATAN.Makanan jajanan G.Jasa boga/ catering .Kantin .Industri makanan . CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Kegiatan yang bersifat monitoring atau inspeksi terhadap sarana tempat pengelolaan makanan (TPM) yang ada diwilayah kerja puskesmas. . PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan kepada kepala puskesmas.Untuk mengetahui sarana air bersih (SAB) . .Warung .

Untuk meningkatkan agar masyarakat mengerti dan memelihara akan keberadaan tempat-tempat umum diwilayah kerja puskesmas Tujuan Khusus . KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN Pembinaan dan pengawasan terhadap sarana tempat-tempat umum (TTU) E. B.Sekolah . Kondisi lingkungan tempat-tempat umum yang tidak terpelihara akan menambah besarnya resiko penyebaran penyakit serta penularan lingkungan sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan dengan menerapkan sanitasi lingkungan yang baik dan tempat-tempat umum perlu dijaga sanitasinya. Untuk mengetahui sanitasi pembuangan kotoran di TTU . TUJUAN Tujuan umum . Jadi tempat-tempat umum adalah suatu usaha untuk mengawasi dan mencegah kerugian akibat dari tempat-tempat umum terutama yang erat hubungannya dengan timbulnya atau menularnya suatu penyakit. LATAR BELAKANG Sanitasi tempat-tempat umum sangatlah penting dijaga sanitasinya agar tidak menimbulkan berbagai masalah kesehatan. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Kegiatan yang bersifat monitoring atau inspeksi terhadap sarana tempat-tempat umum (TTU) yang ada diwilayah kerja puskesmas F. baik untuk bekerja. Untuk mengetahui sanitasi pengolahan kualitas bangunan yang terpelihara dengan baik yang memenuhi syarat kesehatan TTU D. Untuk mengetahui sanitasi SAB di TTU . Setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia sangat erat interaksinya dengan tempat-tempat umum. Tempat-tempat umum memiliki potensi sebagai tempat terjadinya penularan penyakit.Tempat ibadah . swasta dan atau perorangan yang dipergunakan langsung oleh masyarakat. SASARAN . KERANGKA ACUAN KEGIATAN TEMPAT-TEMPAT UMUM (TTU) A. Untuk mengetahui sanitasi pengolahan limbah di TTU . Untuk mengetahui sanitasi pengolahan limbah cair di TTU . misalnya menimbulkan penyakit berbasis lingkungan C. belajar maupun melakukan aktivitas lainnya. PENDAHULUAN Tempat-tempat umum adalah suatu tempat dimana bersifat umum (semua orang) dapat masuk ketempat tersebut untuk berkumpul melakukan kegiatan baik secara insidentil maupun terus menerus. melakukan interaksi sosial. Tempat-tempat umum merupakan tempat kegiatan bagi umum yang mempunyai tempat sarana dan kegiatan tetap yang diselenggarakan oleh badan pemerintah. penularan lingkungan ataupun gangguan kesehatan lainnya.

.Pasar .Hotel G. PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan kepada kepala puskesmas.Kolam renang .Pertokoan .Salon . JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN Setiap bulan untuk pembinaan dan pengawasan H.Pemangkas rambut . PENCATATAN. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali I. .Rumah bersalin .Rumah sakit .

kecacingan dan keracunan makanan 4.Riwayat penyakit keluarga .Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui upaya prefentif.Sarana sanitasi yang digunakan konseling adalah komunikasi antara dua orang atau lebih antara petugas konseling dan pasien atau klien yang memutuskan untuk bekerja sama sehingga pasien dan klien dapat mengenali dan memecahkan masalah kesehatan lingkungan secara mandiri maupun dengan bantuan pihak lain. PENDAHULUAN Klinik sanitasi merupakan suatuupaya atau kegiatan yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan promotif.kesadaran. LATAR BELAKANG 1. Penyakit-penyakit yang penularannya berkaitan dengan kondisi perumahan dan lingkungan yang jelek antara lain ISPA dan TB paru 3.Meningkatnya pengetahuan.Lamuanya sakit .Meningkatnya pengetahuan. kuratif dan promotif yang dilakukan secara terpadu. kemampuan dari perilaku masyarakat (pasien. .Terciptanya keterpaduan kegiatan lintas program dan lintas sektor dalam program pemberantasan penyakit menular dan penyehatan lingkungan dengan memberdayakan masyarakat . TUJUAN Tujuan Umum . dan kuratif yang difokuskan pada penduduk yang beriko tinggi untuk mengatasi masalah penyakit yang berbasis lingkungan dan masalah kesehtan lingkungan pemukiman.Menurunnya angka penyakit berbasis lingkungan dan meningkatnya kondisi kesehatan lingkungan .Riwayat penyakit terdahulu .Keluhan tambahan . malaria dan kulit 2. Penyakit-penyakit yang penyebabnya atau cara penularannya melalui makanan antara lain: diare. Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan air meliputi: penyakit diare. terarah dan terus menerus Tujuan Khusus . demam berdarah. kesadaran dan kemampuan masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi penyakit berbasis lingkungan serta masalah kesehatan lingkungan dengan sumber daya yang ada. dan masyarakat) untuk mewujudkan lingkungan dan perilaku hidup bersih dan sehat . B. Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan penggunaan bahan kimia dan peptisida dirumah tangga. prefentif. C.Kondisi lingkungan . KERANGKA ACUAN KEGIATANKLINIK SANITASI A. klien. Anamnesa adalah wawancara terhadap pasien atau keluarganya mengenai: .Keluhan utama .

F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN 1. . Diluar gedung yaitu di posyandu dan pada waktu kunjungan rumah atau kunjungan lapangan. Penderita penyakit / pasien/ keluarga yang berhubungan dengan masalah kesehatan lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan yang datang ke piuskesmas 2.D. Masyarakat umum/ klien yang mempuynyai masalah kesehatan lingkungan dan penyakit yang berbasis lingkungan yang daerahnya dikunjungi. Penderita penyakit/ pasien/ keluarga yang berhubungan dengan maslah kesehatan lingkungan. dan penyakit yang berbasis lingkungan yang dikunjungi rumahnya 4. Didalam gedung yaitu di Puskesmas 2. Masyarakat umum atau klien yang mempunyai masalah kesehatan lingkungan dan penyakit berbasis lingkungan yang datang ke puskesmas 3. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN .Diluar gedung pelaksanaan dilakukan sesuai jadwal posyandu H. G. PENCATATAN. E.Didalam gedung pelaksanaan dilakukan setiap hari senin-kamis . PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pencatatan dan pelaporan dilaksnakan oleh penanggung jawab program dan dilaporkan kepada kepala puskesmas. EVALUASI PELAKSANAAN DAN PELAPORAN Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilaksanakan setiap 3 bulan sekali I. SASARAN 1. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN Penderita atau pasien yang menderita penyakit berbasis lingkungan yang datang kepuskesmas.

program pemberantasan penyakit tuberkolosis paru telah dilaksanakan dengan strategi DOTS (directy Observed Treatmen Short Course) yang direkomendasikan oleh WHO. Menurut BANK Dunia strategi DOTS merupakan strategi kesehatan yang paling efektif... Penanggulangan TB dengan strategi DOTS dapat memberikan angka kesembuhan yang tinggi. Penemuan suspek belum mencapai target berdasarkan data estimasi dari dinas kesehatan. Diperkirakan setiap 100. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang TB paru... Tujuan Umum: Menurunkan angka kesakitan dan angka kematian dengan cara memutuskan mata rantai penuluran sehingga penyakit TB tidak lagi merupakan masalah kesehatan masyarakat 2...% atau... target pencapaian program TB paru di puskesmas manimeri ..000 penduduk indonesia terdapat 130 penderita paru TB BTA positif.... Pengamatan dan pelacakan penderita TB paru yang mangkir .. Penderita penyakit TB sebagian besar kelompok usia kerja produktif.sebagian kuman tuberkolusis menyerang paru dan dapat juga menyerang organ tubuh lainnya. Penemuan penderita BTA positif belum ...mencapai target III. Dari jumlah tersebut diperkirakan suspek sebnyak....700 jiwa.. Pendahuluan Tuberkolosis paru adalah penyakit menular yang disebabkan oelh kuman mycobacterium tuberkulosis.... Tujuan Khusus .....KERANGKA ACUAN KERJA PENANGANAN TB DENGAN STRATEGI DOTS DIPUSKESMAS MANIMERI I... Pemeriksaan specimen dahak dari setiap suspek 2....orang.orang.... 3... Sejak tahun 1995. direncanakan akan diadakan kegiatan sebagai berikut: 1....... Rencana kegiatan Upaya untuk mensukseskan Program DOTS di puskesmas manimeri... Latar Belakang Penyakit TB merupakan maslah utama kesehatan.Tercapainya angka kesembuhan minimal 85% dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan .. Tahun 1995 menunjukkan bahwa penyakit TB merupakan penyebab kematiannomor 3 dan nomor 1 dari golongan penyakit infeksi. kelompok ekonomi lemah dan berpendidikan rendah. Oleh karna itu perlu diupayakan program penanggulangan dan pemberantasan penyakit paru.. Tujuan 1. orang dan TB BTA positif.... Pada tahun 2015... berdasarkan data tersebut maka dapat diperincikan sebagai berikut: 1...orang BTA positif. II... 2. Penemuan BTA positif dari bulan januari sampai sampai dengan juni tahun 2015 ditemukan BTA positif..Tercapainya cakupan penemuan penderita secara bertahap IV.jumlah penduduk diwilayah kerja wilayah puskesmas manimeri 780.

pemantauan dengan mengolah laporan.: 19660401 198912 1 001 .Abraham Hamadi . 3.Daftar lab yang berisi catatan dari semua pasien yang diperiksa sputumnya .Pemeriksaan sputum lanjutan Manimeri 16 juli 2016 KEPALA PUSKESMAS MANIMERI . VI. Hasil evaluasi sangan berguna untuk kepentingan perencanaan program. Penyuluhan kepada masyarakat melalui nilai lokarya dan posyandu V. PENCATATAN DAN PELAPORAN Sistem pencatatan dan pelaporan digunakan untuk sistematika evaluasi kemajuan pasien dan hasil pengobatan. Evaluasi pelaksanaan Evaluasi merupakan salah satu fungsi menejemn untuk menilai keberhasilan pelaksanaan program.Kartu pengobatan pasien yang sering penggunaan obat . pengamatan dan wawancara dengan petugas pelaksana maupun dengan masyarakat. untuk dapat mendeteksi bila ada masalah dalam melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan supaya dapat dilakukan tindakan perbaikan. Evaluasi nerguna untuk menilai sejauh mana tujuan dan target yang telah ditetapkan evaluasi dilakukan satu peripode waktu tertentu dan biasanya setiap 6 bulan hingga satu tahun. Pemantauan dilaksanakan secara berkala dan terus menerus. Pemeriksaan kontak serumah pasien TB positif 4. Sistem pencatatan dan pelaporan terdiri dari : . SE NIP.

Penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat harus memperhatikan standar struktur. Pelayanan pengobatan Upaya kesehatan pengembangan adalah upaya kesehatan masyarakat yang kegiatannya memerlukan upaya yang sifatnya inovatif dan atau bersifat ekstenfikasi dan intenfikasi pelayanan. . Indikator kinerja upaya kesehatan masyarakat perlu ditetapkan. regional dan global serta yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat: Upaya kesehatan masyarakat adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. Penyelenggaraan UKP tingkat pertama diwilayah kerjanya Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat. 75 tahun 2014 tentang pusat kesehatan Masyarakat yang menyatakan bahwa fungsi puskesmas ada 2 yaitu: 1. Penyelenggaraan UKM tingkat pertama diwilayah kinerjanya 2. distandarkan dan diukur secara periodik. Pelayanan kesehatan lingkungan 3. Pelayanan gizi 5. dianalisis sebagai dasar untuk melakukan upaya perbaikan mutu dan kinerja yang berkesinambungan. Pendahuluan Dalam mencapai derajat kesehatan yang optimal dibidang kesehatan pada saat ini diupayakan melalui perbaikan mutu pelayanan di fasilitas puskesmas merupakan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab dalam menyediakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan. Pelayanan promosi kesehatan 2. Upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan harus diselenggarakan secara berkualitas adil dan merata. standar proses penyelenggaraan dan standar hasil. Kualitas dan kinerja dalam penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat akan dicapai jika penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat tersebut dikelola dengan baik sesuai dengan standar dan pedoman penyelenggaraan upaya kesehatan masyarakat. Pelayanan pencegahan dan pengendalian penyakit 6. Upaya kesehatan tersebut dikelompokkan menjadi dua yakni: Upaya kesehatan masyarakat adalah upaya yang ditetapkan berdasarkan komitmen nasional. Pelayanan kesehatan Ibu. dan peningkatan mutu dan kinerja yang menunjang berkesinambungan. memuaskan seluruh masyarakat yang menjadi tanggung jawab. disesuaikan dengan prioritas masalah kesehatan. Penyelenggaraan kesehatan salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi puskesmas berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan No. kekuasaan wilayah kerja dan potensi sumber daya yang tersedia dimasing-masing puskesmas. regional dan global serta yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat: Upaya kesehatan masyarakat esensial meliputi: 1. KERANGKA ACUAN KINERJA PUSKESMAS A. anak dan keluarga berencana 4.

Tujuan Khusus Setelah dilaksanakan perbaikan mutu pelayanan dan kinerja dipuskesmas. Sedangkan kepatuhan terhadap standar prosedur operasional yang diukur melalui compliance rate beberapa unit menunjukkan hasil dibawah 80%. Melakukan tindak lanjut B Peningkatan pelaksanaan audit a. identifikasi maslah kegiatan yang pihak ketiga memerlukan dukungan pihak ketiga b. pelaksanaan audit internal C Peningkatan pengelolaan kontrak a. identifikasi kapasitas masing-masing dalam mutu pelayanan staf b. Tahun 2014 menunjukan sebagian besar puskesmas belum memenuhi pencapaian kinerja. penetapan periodisasi audit internal c. penyusunan rencana kerja staf . penetapan standar kompetensi c. maka diharapkan mampu: 1. Melaksanakan pengukuran f. Tujuan Umum setelah dilakukan perbaikan mutu manajemen maka akan terwujudnya peningkatan pengelolaan mutu dipuskesmas secara berkesinambungan yang akan menjamin pelaksanaan kegiatan mutu dan kinerja secara konsisten dan sistematis. Terinformasikannya pengukuran mutu dan kinerja secara berkesinambungan 2. Mencatat data e. Melakukan analisis g. Terwujudnya kepatuhan pelaksanaan kegiatan kontrak dengan pihak ketiga 4.B. sedangkan indek kepuasan masyarakat untuk menukur kepuasan pelanggan diperoleh hasil masih belum memuaskan sehingga masih ada beberapa media yang mengungkapkan rendahnya kualitas pelayanan di puskemas. peningkatan kapasitas staf d. Untuk hasil yang optimal. Menetapkan tim audit internal b. Kegiatan Pokok dan Rincian Kegiatan No Kegiatan Pokok Rincian kegiatan A Peningkatan pengukuran kinerja a. Terwujudnya peningkatan kemampuan pegawai dalam mutu pelayanan D. Menetapkan instrumen d. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus a. Terlaksananya audit internal mutu dan kinerja secara konsisten dan sistematis 3. Latar Belakang Tanggung jawab puskesmas sebagai unit pelaksana teknis adalah menyelenggarakan sebagian tugas pembangunan kesehatan yang dibebankan oleh dinas kesehatan kabupaten. Menetapkan sasaran c. penetapan pihak ketiga e. b. pelaksanaan kegiatan f. penyususnan dokumen kontrak d. rencana tindak lanjut D Peningkatan kemampuan pegawai a. penetapan spesifikasi c. Menetapkan indikator mutu pelayanan b. berdasarkan hasil evaluasi penilaian kinerja puskesmas oleh dinas kesehatan. C.

terlaksannya audit mutu internal secara periodik semesteran dengan tepat waktu 3. pelaksanaan kepatuhan kontrak pihan ketiga 4. terpatuhinya semua isi ketentuan kontrak dengan pihak ketiga 100% 4. Action. pelaksanaan audit internal secara periodik semester 3. Adapun cara yang ditetapkan adalah : 1. sedangkan untuk tugas belajar adalah laporan nilai akademik dan perilaku ditempat belajar oleh pihak institusi pendidikan diman staf belajar d. dan disusun pelaporan tentang hasil yang dicapai pada bulan tersebut. rencana tindak lanjut E. cara melaksanakan kegiatan secara umum dalam pelaksanaan kegiatan perbaikanmutu pelayanan adalah: mengikuti siklus plan. cara melaksanakan kegiatan a. Pelaporan tahunan hasil analisis penilian kinerja oleh wakil manajemen mutu. sasaran 1. Do. pengukuran kinerja melalui PKP 2. jumlah karyawan Puskesmas yang ikut tugas peningkatan kompetensi mutu 40% per tahun kegiatan c. . terwujudnya status penilaian kinerja pelayanan dipuskesmas yang berkategori baik 2. penilaian hasil kerja f. peningkatan kemampuan kinerja mutu pelayan oleh SDM b. evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan evaluasi dilaksanakan sesuai jadwal yang ditelah ditetapkan. pencatatan. Dilakukan pelaporan hasil pengukuran kinerja tiap unit setiap bulan oleh koordinator unit dan dilaporkan kepada wakil manajemen mutu dan diketahui oleh Kepala Puskesmas. pelaksanaan kontrak dan monev tiap bulan catatan peningkatan kemampuan staf dalam mutu pelayanan dilakukan pada awal tahun dan akhir tahun kegiatann dilakukan pencatatan dan pelaporan indikator pelayanan dari tiap unit kerja. pelaporan dan evaluasi kegiatan catatan harian pelaksanaan indikator mutu pengukuran kinerja dilakukan tiap hari catatan audit internal dua kali dalam satu tahun kegiatan catatan kontrak dengan pihak ketiga dilakukan pada awal penandatanganan kontrak. pelaksanaan rencana kerja e.

yakni program KIA dan KB yang langsung mengunjungi masyarakat. Memberikan nasehat-nasehat tentang cara hidup sehari berkaitan dengan kehamilan. C. Dibandingkan negara-negara tetangga di Asia tenggara. KERANGKA ACUAN PEMERIKSAAN IBU HAMIL A. sehingga ibu hamil dapat dipersiapkan seoptimal mungkin fisik dan mental ibu dan anak selama dalam kehamilan. Untuk mengenali dan mengobati penyakit yang mungkin diderita sedini mungkin 3. D. 2. laktasi dan KB 5. Mengukur tekanan darah ibu hamil . PENDAHULUAN Program pembangunan kesehatan di Indonesia dewasa ini masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Indonesia berupaya untuk menurunkan angka keatian ibu dan anak. Mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh secara normal. terutama pada kelompok yang paling rentan salah satu kelompok tersebut adalah ibu hamil. Anak-anak terutama neonatal sangat rentan terhadap penyakit yang berujung pada kematian. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN Kegiatan pokok : melakukan pemeriksaan fisik pada ibu hamil Rincian kegiatan : 1. sehingga didapatkan ibu dan anak yang sehat. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS Tujuan umum: untuk memeriksa ibu-ibu hamil yang ada difasilitas UKM (posyandu) diwilayah kerja puskesmas termasuk ibu hamil yang tidak datang kefasilitas UKM (posyandu). Angka kematian Ibu (AKI) dan angka kematian neonatal (AKN) merupakan indikator status kesehatan masyarakat. Menimbang berat badan ibu hamil 2. maka puskesmas manimeri sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat perlu memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu diwilayah kerjanya. Ibu hamil perlu dipersiapkan seoptimal mungkin secara fisik dan mental selama dalam masa kehamilan sehingga didapatkan ibu dan bayi yang sehat. Untuk itu diperlukan program upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang sesuai kebutuhan dan harapan serta langsung menyentuh masyarakat. nifas.000 kelahiran hidup. Untuk mengetahui dan menangani komplikasi yang mungkin dijumpai dalam kehamilan. B. Menurunkan angka morbiditas dan mortalitas ibu dan anak 4. Mengukur lingkar lengan atas (LILA) ibu hamil 3. Indonesia memiliki angka kematian Ibu dan bayi yang cukup tinggi. LATAR BELAKANG Sehubungan dengan salah satu tujuan pembangunan milenium atau millenium development goals (MDGs). Tujuan Khusus: 1. Menurut data survey Demografi kesehatan Indonesia (SDKI) 2007 AKI di Indonesia 228 per 100. persalinan dan nifas. Berdasarkan data diatas.

RENCANA PEMBIAYAAN Menunjang pelaksanaan kegiatan difasilitas UKM (posyandu) didukung oleh dana yang bersumber dari Anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) I. Melakukan pemeriksaan palpasi leopold 6. Melakukan pengukuran tekanan darah (TD) 5. persalinan. Ibu-ibu hamil yang tidak berkunjung kefasilitas UKM (posyandu). Ibu hamil yang tidak berkunjung difasilitas UKM (posyandu). JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN Jadwal kegiatan KIA dan KB disesuaikan dengan jadwal kegiatan di fasilitas UKM (posyandu) dimasing-masing kampung: Jadwal posyandu H. Ibu hamil yang berkunjung difasilitas UKM (posyandu) 2. Pencatatan dibuat dalam bentuk laporan tertulis menggunakan format laporan bulanan kegiatan fasilitas UKM (posyandu) 2. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN 1. tanggal HPHT. dikunjungi kerumahnya dan dilakukan pemeriksaan kehamilannya. Pemeriksaan palpasi leopold 5. Pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) 7. SASARAN 1. PENCATATAN DAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN 1. E. Ibu-ibu hamil yang datang kefasilitas UKM (posyandu) dicatat nama. Pelaporan diserahkan setiap akhir bulan 3. status kehamilan. dan kegugurannya (GPA) 2. Pelaporan diserahkan kepenanggung jawab kegiatan UKM (posyandu) . bidan desa menghitung jumlah kunjungan ibu hamil difasilitas UKM (posyandu). F. J. 4. Melakukan penimbangan berat badan (BB) ibu hamil 3. Melakukan pengukuran lingkar lengan atas (LILA) 4. umur. nama suami. Pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ). EVALUASI PELAKSAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Setiap akhir bulan. dikunjungi kerumahnya dan dilakukan pemeriksaan kehamilan. G.

Mengetahui.: 19660401 198912 1 001 . SE NIP. Puskesmas Manimeri Abraham Hamadi .

Sasaran pembangunan kesehatan yang diharapkan untuk semua potensi bangsa. Tujuan umum Menggalang kerjasama lintas program dan lintas sector dalam rangka pembangunan dibidang kesehatan 2. Meningkatkan program pembinaan pembangunan bidang kesehatan dimasing – masing sector. Latar Belakang Guna meningkatkan derajat kesehatan. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal perlu adanya hasil pengertian dan keterbukaan diantara komponen terkait didalamnya. Untuk menggalang kerjasama terutama dalam membina peran serta masyarakat. b. pembangunan kesehatan dilaksanakan secara terarah. diperlukan antara program/sector yang bersangkutan untuk merumuskan kerjasama daalam pelaksanaan pembinanaan nanti. berkesinambungan dan realistis sesuai pentahapannya. Pendahuluan Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut.tingginya. III. Tujuan khusus a. Teridentifikasi masalah dan hambatan dalam pelaksanaan kegiatan puskesmas . II. Tergalangnya kerjasama tim baik lintas program dan lintas sector. kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi masyarakat yang setinggi. c. baik masyarakat maupun pemerintah secara sinergis. berhasil guna dan berdaya guna. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus 1. Sesuai dengan Sistem Kesehatan Nasional (SKN 2009) yang mengacu pada arah dan tahapan pembangunan kesehatan yang ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka panjang bidang kesehatan tahun 2005-2025. maka diharapkan perlu melakukan suatu pertemuan lintas sector yang merupakan awal dalam melaksanakan perencanaan pembinaan secara terpadu dimasyarakat dengan mengedepankan skala prioritas. sehingga terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. PKM No.Dok MANIMERI Revisi KERANGKA ACUAN Tanggal PERAN LINTAS Halaman PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR KERANGKA ACUAN PERAN LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR I.

Kegiatan pokok dan rincian kegiatan NO Kegiatan pokok Rincian kegiatan 1. persiapan Pembuatan surat undangan Mempersiapkan undangan Mempersiapkan ATK. VII. Tersusunnya peran lintas program dan lintas sector. Kesepakatan untuk melaksanakan Membuat kesepakatan untuk kegiatan melaksanakan kegiatan Membuat jadwal untuk pelaksanaan kegiatan 6. Rencana kerja bulan yang baru Pembagian tugas baru Rencana kegiatan yang di susun untuk dilaksanakan. Penggalangan Tim Membentuk tim rapat Menyiapkan materi 3. Kesepakatan untuk melaksanakan . Penggalangan Tim 3. Analisa peran lintas program/lintas sektor Masukan tentang peran lintas program dan lintas sector dalam kegiatan puskesmas 5. Jadwal pelaksanaan kegiatan NO Kegiatan Tahun 2016 April Juli oktober november 1. Mengetahui peran masing-masing program/ sector dan saling mendukung untuk melaksanakan pembangunan dalam bidang kesehatan e. melakukan rapat dan melaksanakan tindak lanjut VI. Persiapan 2. Pengenalan program baru Memberikan informasi tentang kebijakan. Pengenalan program baru 4. Cara melaksanakan kegiatan Cara melaksanakan kegiatannya adalah dengan membentuk Tim.infokus dll 2. d. Sasaran Terlaksananya lintas program dan lintas sector 4 kali dalam setahun. Merumuskan rencana kerja sama pembinaan pembangunan dalam bidang kesehatan IV. program baru 4. Analisan peran lintas program dan lintas sektor 5. V.

Pencatatan. Monitoring Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan dilakukan setiap selesai pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan setiap 4 bulan sekali. Dilakukan pelaporan hasil analisis peran lintas program dan lintas sector dan distribusikankepad unit unit terkait untuk ditindak lanjut Dialkukan pelapora terhadap analisis peran lintas program dan peran lintas sector kepada puskesmas. Rencana kerja bulan yang baru VIII. . IX. dengan pelaporan pelaksanaan kegiatan tersebut. pelaporan dan evaluasi kegiatan Dilakukan pencatatan hasil analisa peran lintas program dan peran lintas sector. kegiatan 6.

Mengindefikasi kebutuhan dan harapan masyarakat dengan kuesioner 4. Membuat kuesioner 3.Dok MANIMERI Revisi Kerangka acuan Tanggal Pembinaan dan Bukti Halaman Pembinaan KERANGKA ACUAN PEMBINAAN DAN BUKTI PEMBINAAN Latar belakang Puskesmas merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat diwilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok Tujuan Dalam pembangunan bidang kesehatan masyarakat. PKM No. Untuk itudiperlukan penyusunan metode dan instrumendalam menganalisis kebutuhan dan harapan masyarakat/sasaran program Sasaran Untuk mengetahui apakah pelaksanaan kegiatan program sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat/sasaran program Kegiatan Identifikasi kebutuhan dan harapan sasaran terhadap program Jadwal 1. pelaksanaan kegiatan pokok puskesmas diwilayah kerjanya melibatkan peran serta masyarakat dalam merencanakan kegiatan Puskesmas. Menganalisa hasil identifikasi 5. Menentukan instrument yang digunakan untuk menganalisa kebutuhan dan harapan masyarakat/sasaran program terhadap kegiatan program yaitu dengan kuesioner 2. Merencanakan tindak lanjut / kegiatan program 6. Pelaksanaan kegiatan program Rencana Evaluasi Perwakilan masyarakat Desa/Kelurahan diwilayah Puskesmas Manimeri Pencacatan dan Pelaporan Awal Tahun Dokumen terkait Tiap 4 bulan sekali .

Pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu strategi untuk mempercepat tercapainya program pembangunan kesehatan. kepemimpinan masyarakat. Kesehatan adalah sumber daya kehidupan bukan hanya objek untuk hidup.Dok MANIMERI Revisi Kerangka Acuan Tanggal Pemberdayaan Halaman Masyarakat KERANGKA ACUAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT I. Kegiatan tersebut juga harus mempunyai indicator – indicator yang berkualitas sebagai referensi dalam meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat. Factor-faktor internal dan eksternal komunitas pada level anggota masyarakat. pemberdayaan merupakan proses yang dilakukan oleh masyarakat ( dengan atau tanpa campur tangan pihak luar) untuk memperbaiki kondisi lingkungan. Program kesehatan lebih mengutamakan upaya-upaya preventif dan promotif yang proaktif. Pendahuluan Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat karena yang berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. Indicator keberhasilan ditentukan dengan upaya komprehensif terhadap pelaksana kegiatan di . sanitasi dan aspek lainnya yang secara langsung maupun tidak langsung berpengaruh dalam kesehatan masyarakat. dan akses informasi kesehatan memiliki peran penting dalam pemberdayaan masyarakat dibidang kesehatan. Sebagai kegiatan atau system informasi yang dapat diandalkan. tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitative yang sering disebut dengan paradigm sehat. PKM No. institusi masyarakat. Model pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan meliputi kemampuan mengidentifikasi dan memecahkan masalah kesehatan. Evaluasi Pelaksana Desa Siaga dan Refreshing Kader Posyandu. dan atau kebijakan public dan pelaksanaan organisasi dalam rangka pemberdayaan dibidang kesehatan. Tujuan akhir dari pemberdayaan masyarakat adalah memandirikan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan personal. Dalam dimensi kesehatan. sehingga promosi kesehatan tidak hanya bertanggung jawab sector kesehatan saja. Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat dapat melalui survey PHBS. Kesehatan adalah suatu konsep yang positif yang tidak dapat dilepaskan dari social dan kekuatan personal. dan atau aksi norma social. melainkan juga gayahidup untuk lebih sehat.

Pelaksanaan dan pengembangan Desa Siaga merupakan tanggung jawab pimpinan dan perangkat Pemerintahan Desa dan Pemerintahan kelurahan melalui FKD.Posyandu merupakan jenis upaya pemberdayaan masyarakat yang di koordinnasi oleh kader kesehatan. Nuri 35%. Oleh karena itu diperlukan pembinaan sampai dengan evaluasi dalam hal pengembangan Desa Siaga secara berkelanjutan. masyarakat yang aplikabel dan terukur. . yang diaplikasikan dalam dokumen capaian kinerja berupa laporan rutin.data pelaksanaan kegiatan dan sudah barang tentu merupakan modal untuk penilaian kinerja dibidang tersebut. PHBS rumah tangga adalah salah satu indicator dalam pencapaian MDGs melalui pencegahan peningkatan angka kesakitan dan kematian penyakit infeksi dan non infeksi pada anggota keluarga pada tahun 2013 presentase rumah tangga sehat utama sebesar 55%. mencegah resikonya terjadi penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat. Strata posyandu kasuari 20%. Latar Belakang Kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah survey perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan rumah tangga. II. Oleh karena itu peran kader kesehatan sangat dibutuhkan dalam memperdayakan masyarakat. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Tujuan umum Terlaksananya program pemberdayaan masyarakat ditingkat Puskesmas dengan merupakan alur kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku pada sumber anggaran. Evaluasi Pelaksanaan Desa Siaga merupakan pengembangan Desa Siaga merupakan bagian dari pelaksanaan SPM bidang keshatan untuk kabupaten dan kota tercapainya Indonesia Sehat dan target-target indicator dalam MDGs sebagian besar ditentukan oleh tercapainya indicator – indicator dalam SPM dalam tingkat desa dan kelurahan. yang disusun berdasarkan data. rumah tangga paripurna sebesar 9% Berdasarkan Renstra Permenkes 2010-2014 bahwa target rumah tangga yang berPHBS sebesar 70% sedangkan berdasarkan capaian diatas baaru mencapai 64% UKBM dapat melalui pos pelayanan terpadu (posyandu). III. bangau 35% dan Mandiri sebesar 10%. dan mampu mempraktekkan PHBS untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya. mau. PHBS rumah tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar. Untuk menilai kualitas kinerja diperlukan upaya analisis hasil kegiatan berdasarkan capaian capaian kinerja yang selama ini telah dilakukan.

Kegiatan pokok : survey PHBS Rincian kegiatan : a. Cara melaksanakan kegiatan 1. Evaluasi pelaksanaan Desa Siaga. role play. Refreshing kader posyandu ditingkat puskesmas 2. Pertemuan pemantapan Tim Desa Siaga b. Pengolahan dan analisa data hasil survey hasil PHBS secara dekstriktif 3. Pembinaan Forum Kesehatan Desa VI. Kegiatan pokok : Evaluasi pelaksanaan Desa Siaga Rincian tugas : a. dilakukan melalui pertemuan dengan metode ceramah. Pertemuan dengan metode ceramah. Terlaksananya kegiatan survey PHBS c. Pelaksanaan survey PHBS 3. Pertemuan pokjanal posyandu ditingkat puskesmas b. Terbentuknya Desa Siaga Aktif f. Survey PHBS dilakukan melalui : a. Tanya jawab. dan diskusi b. Kegiatan pokok : peningkatan strata posyandu Rincian kegiatan : a. Survey dengan metode ke setiap rumah tangga dengan instrument PHBS c. Tujuan khusus a. . Terlaksananya pengembangan Desa Siaga melalui pertemuan pementapan Tim Desa Siaga ditingkat kabupaten dan pembinaan FKD e. Terlaksananya kegiatan refreshing kader posyandu melalui peningkatan ketrampilan kader dan tim pokja nal posyandu b. diskusi (FGD). Pertemuan tim PHBS tingkat Puskesmas b. Refreshing kader posyandu dilakukan melalui pertemuan dengan metode ceramah. Meningkatkan strarata posyandu d. dan diskusi 2. Tanya jawab. Tanya jawab. Tata nilai program dan tata hubungan lintas program lintas sektoral V. dan simulasi ( pemetaan daerah resiko). Meningkatkan jumlah Desa Siaga Aktif IV. Kegiatan pokok dan rincian tugas 1.

Pencatatan. . rencana tindak lanjut. hasil olah dan analisis data. Dokumen laporan yang berisi : notulen. Evaluasi terhadap ketepatan pelaksanaan waktu kegiatan a. Tim pokjanal : 4 orang dalam tim pokjanal (1-4) 2. Waktu setiaap bulan b. Evaluasi terhadap pelaksana kegiatan : a. Dokumen laporan yang berisi : notulen. Pertemuan refreshing : masing. aporan evaluasi (laporan hasil kegiatan) ditujukan kepada kepala Dinas Kesehatan (format laporan terlampir) 2. rekomendasi.masing 10 kader posyandu b. Waktu 1) Setiap akhir pelaksanaan kegiatan 2) Tribulan ke-empat b. Pertemuan tim PHBS tingkat Puskesmas : 5 kader kesehatan dari setiap Dusun b. dan evaluasi kegiatan 1.VII. Sasaran 1. Refreshing kader posyandu a. Evaluasi pelaksanaan Desa Siaga : tim FKD di setiap Desa VIII. rekomendasi. rencana tindak lanjut. Survey PHBS a. Pelaksanaan survey PHBS : 5 kader kesahtan dari setiap dusun 3. Pelaksana 1) Kepala puskesmas 2) Penanggungjawab program c. Pelaksana 1) Kepala puskesmas 2) Penanggungjawab program c. laporan evaluasi (laporan hasil kegiatan) ditujukan kepada kepala Dinas Kesehatan (format laporan terlampir). Skedul ( jadwal ) pelaksanaan kegiatan IX. pelaporan. hasil olah dan analisis data.

Untuk mencapai tujuan tersebut. sedangkan di Indonesia diperkirakan sekitar 14-17%(Depkes. Masalah kurang vitamin A selain berdampak pada resiko kebutaan juga berdampak pada resiko kematian karena infeksi (Gizi dalam angka. SDM yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama atau investasi dalam pembangunan kesehatan Program Perbaikan gizi merupakan bagian integral dari program kesehatan yang mempunyai peran penting dalam menciptakan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi tingginya. Di banyak Negara 15-20% dari jumlah bayi secara keseluruhan merupakan BBLR. Hal ini dilakukan suatu rangkaian upaya terus menerus mulai dari perumusan masalah. pemantauan pertumbuhan. Intervensi dan masalah gizi dapat dilakukan dengan tepat oleh para pengelola/ pelaksana program. Masalah kurang vitamin A juga perlu di waspadai . program perbaikan gizi harus dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan. pemberin suplemen gizi(melalui pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi dan tablet besi). PKM No. hal ini ditandai dengan masih tingginya prevalensi balita gizi kurang yaitu sebesar 28% (susenas. pemberin makanan tambahan termasuk MP-ASI. bila tersedia data/ informasi yang akurat dan berkesinambungan. Kurang gizi masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Berdasarkan survey nasional tahun 2003 angka TGR pada anak sekolah dasar sebesar 11. Beberapa decade hingga saat ini telah dilakukan upaya perbaikan gizi mlalui intervensi yang mencakup penyuluhan gizi di posyandu.1% dan persentasi konsumsi garam dengan kandungan yodium cukup ditingkat rumah tangga hanya sebesar 72. pnetapan tujuan yang jelaas. Fortifikasi gaam beryodium. identifikasi yang tepat serta kejelasan tugas pokok dan fungsi institusi yang berperan di berbagai tingkat administrasi.2007). pemantauan dan penanganan gizi buruk. Bayi dengan BBLR akan berpotensi mengalami gizi buruk. Setiap anak dengan status gizi buruk mempunyai resiko kehilangan IQ poin 10-13 poin. 2005).81%. . 2006. LATAR BELAKANG Kesehatan dan gizi merupakan factor penting yang secara langsung berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia. PENDAHULUAN 1. Potensi kehilangan IQ sebesar 50 poin per orang juga terdapat pada penduduk yang tinggal di daerah rawan gngguan akibat kurang yodium. Data tersebut dipantau secara terus menerus melalui instrmen pemantauan wilayah setempat-Gizi (PWS Gizi). penentuan strategi intervensi tepat sasaran.50% balita masih menunjukkan kadar vitamin dalam serum <20mcg/dl.Dok MANIMERI Revisi PROGRAM GIZI Tanggal Halaman KERANGKA ACUAN PERAN LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR 1.

Berdasarkan dari informasi data hasil PWS gizi. Meningkatkan cakupan asi eksklusif d. TUJUAN 1. para pengelola program dan penentukebijakan di setiap tingkat administrasi pemerintahan khususnya di kabupaten dapat mengetahui besaran masalah gizi dan menentukan tindakan yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut diwilyahnya. Tujuan Umum Meningkatnya kualitas pelayanan gizi melalui standarisasi operasional prosedur sehingga dapat mencegah dan menanggulangi masalah gizi 2. Meningkatkan cakupan pemberian Fe pada ibu hamil h. cakupan tablet tambah darah ibu hamil. Meningkatkan cakupan desa dengan garam beryodium baik e. cakupan desa dengan garam beryodium baik. cakupan kapsul vitamin A dosis tinggi untuk balita dan ibu nifas. Rincian Kegiatan Kegiatan kegiatan yang dilakukan gizi diantaranya: 1) Penyuluhan gizi 2) Pemeriksaan garam yodium disekolah dan masyarakat 3) Pendataan dan pemantauan balita BGM (gizi kurang dan buruk) 4) Survailens dan pelacakan gizi buruk 5) Swiping pemberian kapsul vit A 6) Pendistribusian PMT pemulihan posyandu 7) Pembinaan keluarga dengan balita BGM 8) Penjaringan bumil KEK 9) Pembinaan bumil KEK . cakupan asi eksklusif. pemantauan pertumbuhan. Menurunkan prevalensi BBLR c. Meningkatkan cakupan kunjungan posyandu f. Kegiatan pokok Kegiatan pokok gizi yang dilakukan ada 3: 1) Pendidikan gizi 2) Pemberdayaan masyarakat 3) Eningkatan gizi masyarakat 2.Indikator kegiatan gizi yang dilakukan meliputi: Prevalensi Ibu hamil kurang energy kronis (Bumil KEK). Menurunkan prevalensi bumil KEK b. Meningkatkan cakupan pemberia vitamin A sehingga tidak terjadi resiko kekurangan vitamin A g. 2. KEGIATAN 1. prevalensi bayi berat lahir rendah. Tujuan khusus a. Menurunkan cakupan anak BGM 3. Di samping iyu data hasil pws gizi merupakan salah satu sumber data rutin untuk kajian epidemiologi SKD-KLB gizi buruk.

Pendistribusian obat gizi 5. PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Pecatatan. dan pelaporan data kegiatan serta evaluais kegiatan dilaksanakan setiap bulan. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN Kegiatan gizi dilaksanakan diwilayah kerja puskesmas manimeri. PENCATATAN. sekolah SD SMP dan SMA sederajat. semester dan tahunan. Pelaksanaannya dilakukan diwilayah posyandu. 10) Swiping D/S 11) Pemantauan balita berkala 12) Pemberian tablet tambah darah 13) Pemberian makanan tambahan untuk balita dan bumil 14) Pemantauan survailens dan kasus gizi buruk 15) Pemberian upah kader 16) Pemberian PMT-AS 17) Pemberian tablet tambah darah bagi remaja putrid tingkat SMP-SMA sederajat 18) Melakukan posyandu 19) Pemantauan pemberian ASI eksklusif 4. Melaksanakan penimbangan BB dan pengukuran TB. Tanya jawab. Metode yang dilaksanakan dengan ceramah . JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN Pelaksanaan kegiatan gizi ada yang dilakukan setiap bulan dan ada yang setahun sekali. triwulan. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan dilaksanakan setelah dilaaksanakan kegiatan 7. . juga setahun 2 kali 6. pengolahan data.

penyuluhan lain yang berhubungan dengan kesehatan.Dok MANIMERI Revisi KERANGKA ACUAN Tanggal PROMKES Halaman KERANGKA ACUAN PROMKES A. Gambaran pelaksanaan program kegiatan oleh seleksi promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehan Kabupaten Teluk Bintuni secara garis besar adalah promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatannya sehingga dapat mengidentifikasi masalah kesehatan. pusat promosi kesehatan sebagai unit kerja kementrian kesehatan Republik Indonesia yang mempunyai tugas melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan promosi kesehatan. Penyuluhan Nafza. Desa siaga. Adapun kegiatan yang dilakukan oleh promosi kesehatan adalah UKS. serta penyuluha. salah satunya diperlukan penyusunan kerangka acuan kerja penyelenggara promkes puskesmas manimeri tahun anggaran 2016. PKM No. . Mencarikan solusi serta menjalankan PHBS dan sehat sehingga derajat kesehtannya semakin meningkat. Pendahuluan Dalam implementasi visi pembangunan kesehatan yang ditetapkan oleh kementrian Republik Indonesia yaitu “ Masyarakat sehat yang mandiri dan berkualitas”. untuk itu. Dengan adanya KAK tersebut peran pengelola kegiatan promkes akan mengetahui bagaimana penyelenggaran promkes secara efesian dan efektik terlebih penting secara sistematis dapat mengetahui tahapan penyelenggaraan promkes dan skala prioritas apa yang harus diselenggarakan. Untuk menindak lanjuti tugas dari pusat promosi kesehatan yang ada di kementrian kesehatan Republik Indonesia. penyuluhan kespro. Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Bintuni khususnya seksi Promosi kesehatan Dinas kesehatan Provinsi Papua Barat telah melakukan beberapa program kegiatan sebagai wujud tanggung jawab terhadap masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kabupaten Teluk Bintuni. PHBS. Penyelenggaraan promkes harus sejalan dengan visi dan misi puskesmas dengan menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan derajat kesehatan.

B. KELUARAN (OUTPUT) KUANTITATIF YANG DIHARAPKAN Dengan mengacu kepada KAK seluruh kegiatan promkes dapat diselenggarakan secara efektif dan efesien oleh tim penyelenggara promkes puskesmas manimeri F. salam )  Bertindak dengan cepat  Mengutamakan kepentingan masyarakat  Mewujudkan akuntabilitas D.besarnya untuk masyarakat. HASIL (OUTCOME) KUANTITATIF YANG DIHARAPKAN Dengan diselenggaraakan kegiatan promkes secara efektif dan efesien diharapkan dapat ditingkatkan kinerja yang tinggi. G. LOKASI PELAKSANAAN PEKERJAAN Kegiatan ini dilaksanakan di Desa dan posyandu dalam lingkup kerja puskesmas manimeri . TUJUAN KAK ini akan menjadi acuan kerja penyelenggaran promkes puekesmas manimeri. C. Dengan harapan proses penyelenggaraan promkes akan dapat terlaksana secara efesien dan efektif serta dapat meningkatkan kinerja yang tinggi dan dapat bersinergi dengan program-program lain di puskesmas manimeri. SASARAN Pemegang program promkes  PHBS  Desa Siaga  UKBM  Penyuluhan kespro  UKS  Penyuluhan NAFZA E. TATA NILAI Adapun tata nilai dalam program promkes adalah  3S ( senyum. sapa. serta dapat terus bersinergi dengan program-program lain di puskesmas manimeri yang pada akhirnya meningkat derajat kesehatan masyarakat secara optimal serta promkes dapat berjalan dengan maksimal dan bermanfaat sebesar.

K. DURASI DAN WAKTU  Durasi : Januari sampai Desember 2016 (12 bulan)  Jadwal diselenggarakan setiap bulan sesuai jenis kegiatan selama tahun anggaran 2016. DOKUMEN PENDUKUNG Dokumen pendukung penyelenggaraan PROMKES di Puskesmas Manimeri adalah :  SK Kepala Puskesmas Manimeri No. 01 Tahu 2014 tentang pelaksanaan UPK Puskesmas Manimeri Tahun 2014 . RENCANA RINCI PEKERJAAN Secara rinci kerja promkes puskesmas manimeri adalah sebagai berikut:  Penyusunan KAK dan RAB  Penyusunan jadwal kegiatan promkes  Pelaksanaan kegiatan promkes  Pencatatan dan pelaporan I. FAKTOR HAMBATAN PELAKSANAAN KEGIATAN Dalam proses penyelenggaraan PROMKES di Puskesmas mManimeri ini masih mengalami hambatan diantaranya kurangnya kerja sama lintas sector.H. Lampiran RKO J.

Defisiensi besi terutama menyerang golongan rentan. c. 3. LATAR BELAKANG a. b. remaja. ibu hamil dan menyusui. Kekurangan besi sejak tiga puluh tahun terakhir di akui berpengaruh terdapat produktifitas kerja. remaja. yaitu 3-5 gram di dalam tubuh manusia dewasa. Walaupun terdapatluas di dalam makanan banyak pendududk dunia mengalami kekurangan besi. Besi (fe) merupakan mineral mikro yang paling banyak terdapat dalm tubuh manusia dan hewan. seperti anak-anak. kesehatan. b. Dalam menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan puskesmas perlu memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat bahwa pentingnya zat besi (fe) bagi tubuh. Tujuan umum Supaya masyarakat mengetahui pentingnya zat besi (fe) bagi tubuh. Puskesmasdalam memberikan pelayanan kesehatan memperhatikan kebutuhan masyarakat. PKM No. seperti anak- anak. TUJUAN a. namun mempunyai peranan esensial untuk kehidupan. dan reproduksi. kemampuan belajar dan kekebelan tubuh. ibu hamil dan menyusui serta pekerjaberpenghasilan rendah. Dalam perencanaan puskesmas perlu disususn kegiatan tentang penyuluhan gizi yang didalamnya terdapat materi tentang zat besi(fe) kepada masyarakat. Tujuan khusus Diharapkan masyarakat mengetahui pentingnya zat besi (fe) bagi tubuh. . termasuk di Indonesia. PENDAHULUAN Mineral mikro terdapaat dalam jumlah sangat kecil di dalam tubuh.Dok MANIMERI Revisi GIZI TENTANG FE Tanggal (ZAT BESI) Halaman KERANGKA ACUAN GIZI TENTANG FE (ZAT BESI) 1. khususnya kepada golongan yang rentan. 2.

KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN No. Diskusi/Tanya jawab b. Cara melaksanakan kegiatan Secara umum dalam pelaksanaan penyuluhan gizi tentang pentingnya mengkomsumsi zat besi (fe) 1. Rincian kegiatan. Sasaran Remaja putri c.4. Ceramah 2. sasaran khusus. Kegiatan Sasaran Rincian Target Cara pokok umum kegiatan capaian melakukan kegiatan 1 Penyuluhan Remaja Menyiapkan 50 orang Pertemuan gizi tentang putri materi remaja ditempat pentingnya SMP penyuluhan putri Aula zat besi (fe) tentang wilayah sekolah pentingnya kerja mengkomsusi puskesmas zat besi (fe) mengikuti penyuluhan gizi 2 Pemberian Remaja Pemberian Pertemuan tablet fe putri tablet fe ditempat untuk ibu Aula hamil sekolah . cara melaksanakan kegiatan No. Kegiata pokok Rincian kegiatan 1 Penyuluhan gizi tentang Menyiapakan materi penyuluhan pentingnya mengkomsumsi zat Menyiapkan alat pendukung untuk besi (fe) penyuluhan :  Laptop  Infokus  Layar infokus  Leaflet  dll 5. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN a.

Laporan diserahkan ke penanggung jawab program. pelaporan daan evaluasi kegiatan Pelaporan dan evaluasi dilakukan dengan menulis laporan kegiatan dalam bentuk dokumen laporan secara komprehensif setelah sesuai kegiatan dilakukan ( minggu IV bulan mei ). III. Pencacatan. Jadwal pelaksanaan kegiatan No. Kegiatan APRIL MEI I II III IV I II III IV 1 Penyuluhan gizi 7 14 21 28 5 12 19 26 tentang zat besi 8 15 22 29 6 13 20 27 9 16 23 30 7 21 28 10 8 29 2 Membuat hasil laporan hasil penyuluhan gizi tentang zat besi (fe) II.I. . Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan Evaluasi dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan disusun pelaporan tentang hasil yang dicapai pada kegiatan penyuluhan gizi tentang zat besi (fe). Evaluasi dilakukan penanggung jawab program dengan cara penyampaian hasil melalui minilokakarya di bulan juni.

Menentukan data apa saja yang akan dikumpulkan 2. oleh karena itu sangat penting untuk melakukan identikasi. INSTRUMEN ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT/SASARARAN KEGIATAN UKM PUSKESMAS MANIMERI A. Balita. Agar program dapat dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat D. Untuk mengetahui berbagai basalah yang dihadapi masyarakat tentang pelayanan kesehatan b. Angket 4. Wawancara 2. Fokus Diskusi E. KERANGKA ACUAN. Puskesmas dapat dikatakan telah bermutu apabila dalam melayani masyarakat sesuai dengan standar pelayan yang telah ditentukan dan pelanggan merasa puas Sehubung dengan hal tersebut dan mengacu pada pola penilaian akreditasi puskesmas. maka identifikasi kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan perlu dilakukan. ibu nifas. Latar Belakang Untuk mengoptimalkan program pelayanan kesehatan maka perlu diketahui kebutuhan masyarakat akan kesehatan. masyarakat umum . Sasaran Bayi. Untuk mempermuda dalam menyusun rencana program yang akan dilaksanakan c. Menentukan waktu pelaksanaan 4. hal hal yang menjadi kebutuhan masyarakat. Tujuan Khusus a. Tujuan Umum Untuk mengetahui kebutuhan Masyarakat tentang pelayanan kesehatan 2. Cara Melaksanakan Kegiatan 1. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan Kegiatan pada program ini terdiri dari : 1. Pendahuluan Pengembang kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional. Puakesmas adalah penanggung jawab penyelenggara upaya kesehatan untuk jenjang tingkat pertama B. Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh berjenjang dan terpadu. ibu menyusui. ibu hamil. Pengamatan 3. Tujuan 1. Tujuan diselenggarakan pembangunan nasional adalah meningkatkan kesadaran kemauan dan kemampuan hidup bagi setiap orang agar terwujut derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Menentukan teknik apa yang dilakukan F. Menentukan siapa yang akan melakukan identikasi 3. C. Untuk mengetahui berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan d. METODE.

Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelapor Petugas program mampu mengidentifikasi permasalahan yang ada di masyarakat I.G. Mengetahui Penanggung jawab UKM Kepala Puskesmas Manimeri Abraham Hammadi Nip. . pelaporan dan Evaluasi Kegiatan Dilaksanakan sesuai dengan format buku yang sesuai dengan pedoman penyelenggara program. Pencatatan. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Minggu Kedua bulan juli tahun 2016 H.

Menganalisa umpan balik c. Tujuan Khusus Mengetahui apakah kegiatan sudah dilaksanakan Mengetahui apakah ada tersangka tambahan 4. Menyusun rencana tindak lanjut perbaikan dalam pertemuan lintas sektor e. Kegiatan pokok dan rincian kegiatan Kegiatan pokoknya yaitu penanggung jawab upaya bertanya kepada ketua RT apakah kegiatan sudah berjalan dengan rutin Menanyakan apakah ada penderita tambahan 5. Melaksanakan upaya dan perbaikan upaya sesuai perubahan harapan harapan dan kebutuhan masyarakat 6. Menginformasikan rencana tindak lanjut umpan balik pada masyarakat di papan pengumuman f. Tujuan Umum Mengetahui apakah kegiatan sudah dilaksanakan dan menjangkau sasaran b. Latar Belakang Permasalahan ataupuninovasi dari masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan upaya yaitu penyuluhan dapat dijadikan sebagai evaluasi dan masukan untuk keberhasilan dan pengembangan sesuai kebutuhan sasaran atau masyarakat 3. Mekanisme untuk memperoleh umpan balik dilakukan dengan cara mengumpulkan masyarakat atau wakil masyarakat sebagai sasaran kegiatan upaya 2. yaitu masyarakat wilayah puskesmas perawatan baru . Menentukan tindak lanjut umpan balik d. Sasaran 7. Jadwal pelaksanaan Kegiatan Kegiatan ini dilaksanakan pada . KERANGKA ACUAN UNTUK MEMPEROLEH UMPAN BALIK (ASUPAN) PELAKSANAAN UPAYA 1. Pendahuluan Untuk mengetahui keberhasilan sebuah kegiatan diperlukan umpan balik dari sasaran. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus a. Cara melaksanakan kegiatan a. Menampung keluhan saran yang merupakan umpan balik pelaksanaan upaya puskesmas melalui kotak saran b.

Orientasi pegawai baru adalah proses pengenalan dan penyesuaian pegawai baru terhadap pekerjaan yang akan dilakukan dan dikondisi lingkungan pekerjaan yang akan dihadapi. KERANGKA ACUAN PROGRAM ORIENTASI X. Memberikan kemudahan seorang pegawai baru untuk beradaptasi 3. Manfaat Orientasi Pegawai 1. Manejer dan Supervisor harus mendiskusikan tujuan dari perekrutan pekerja baru tersebut dengan semua karyawan yang ada sebelum kehadiran pekerjaan baru b. dengan organisasi dan dengan karyawan lain. Tujuan orientasi adalah untuk mendapatkan SDM yang dapat melakukan pekerjaan secara tepat 1. kecemasan dan kebimbangan pegawai 2. Mengurangi perasaan di asingkan. Program orientasi juga akan mempercepat proses sosialisasi Tujuan Orientasi Pegawai Orientasi bertujuan untuk mempercepat masa adaptasi sehingga karyawan baru dapat bekerja lebih cepat dan lebih baik. Pendahuluan Orientasi adalah program yang dirancang untuk menolong karyawan baru (yang lulus seleksi) mengenal pekerjaan dan perusahaan tempatnya bekerja. Program orientasi sering juga disebut dengan induksi. Dalam waktu yang singkat dapat merasa menjadi bagian dari organisasi 3. c. Khususnya berguna untuk melibatkan individu-individu yang lebih berpengalaman dan berkinerja lebih tinggi yang dapat berperan sebagai teladan untuk karyawan baru. Persiapkan untuk karyawan-karyawan baru Karyawan baru harus merasa bahwa mereka merupakan bagian dari dan penting untuk organisasi. Memberikan informasi kepegawaian dari tahap pekerjaan yang akan dijalani XI. Yakni memperkenalkan para karyawan dengan peranan atau kedudukan mereka. Daftar periksa (checlist) orientasi . para rekan kerja harus siap untuk menerima kehadiran seorang karyawan baru. Membekali pegawai baru dengan materi-materi pekerjaan yang di jalani 2. PERENCANAAN ORIENTASI Orientasi karyawan baruyang efektif membutuhkan perencanaan dan persiapan untuk mencapai hal tersebut maka hal yang perlu dilakukan adalah: a. Lebih jauh. Program orientasi di rancang untuk memberikan kepada karyawan baru informasi yang dibutuhkannya agar dapat bekerja dengan enak dan efektif dalam organisasi. Pembimbing berperan sebagai “Teman Baik” Beberapa organisasi menggunakan rekan kerja untuk berperan sebagai teman baik atau pembimbing sebagai bagian dari orientasi karyawan baru. Supervisor dan unit SDM harus siap untuk memberikan persepsi ini kepada setiap karyawan baru. Orientasi dilaksanakan karena semua pegawai baru membutuhkan waktu untuk dapat menyesuaikan diri atau beradaptasi dengan lingkungan kerjanya yang baru.

Disamping video. PROGRAM ORIENTASI Orientasi institusi yang melibatkan penjelasan tentang : 1. pengembangan staf. parkir dan aturan-aturan keselamatan harus diketahui oleh setiap kryawan baru. starategi dan program rumah sakit. Evaluasi dan tindak lanjut Seorang staf atau manajer SDM dapat mengevaluasi efektivitas dari orientasi dengan melakukan wawancara tindak lanjut kepada para karyawan baru beberapa minggu atau bulan setelah orientasi. ketidakhadiran. hal-hal mengenai rumah sakit. dan grafik-grafik. visi. KEPUTUSAN-KEPUTUSAN mengenai cuti sakit. Para pekerja baru yang diberi terlalu banyak melewatkan detail-detail penting atau tidak dapat mengingat dengan jelas sebagian besar informasi tersebut g. cuti 4. Misi. promosi . Supervisor karyawan baru. slide. Informasi Orientasi secara efektif Para manajer dan staf SDM harus menentukan cara yang paling sesuai untuk menyampaikan informasi orientasi. aturan kerja. Memahami tujuan bagian keperawatan dan bagaimana tujuan diterjemahan kedalam deskripsi pekerjaan . 7. film. Perilaku yang diharapkan. Supervisor atau manajer karyawan juga harus mendeskripsikan rutinitas dari hari kerja normal untuk karyawan pada bagian pertama e. proses orientasi yang terlalu banyak dan penyampaian yang terlalu cepat dapat mengakibatkan karyawan baru tidak terkonsentrasi XII. Struktur dan kepemimpinan 3. Hindari terlalu banyak Informasi Satu kesalahan umum dari program orientasi adalah terlalu banyak informasi. Para karyawan akan mengingat lebih banyak informasi orientasi tersebut jika disampaikan dalam cara yang mendorong untuk belajar. riwayat. atau keduanya untuk menyediakan informasi yang perlu diketahui oleh karyawan baru d. tunjangan. Tugas pertama karyawan baru yang tidak signifikan 4. Penekanan pada kertas kerja 2. Memberi informasi yang terlalu cepat. keterlambatan. orientasi yang dilakukan sendiri yang disediakan dalam bentuk elektronik dapat juga digunakan. Orientasi pekerjaan yang melibatkan tindakan untuk . liburan. Tinjauan yang kurang lengkap mengenai dasar-dasar pekerjaan suatu orientasi yang cepat dan dangkal dan langsung ditempatkan pada pekerjaan 3. Sebuah daftar periksa orientasi dapat digunakan oleh staf dapartemen SDM. f. Informasi yang dibutuhkan Adalah penting untuk memberi informasi kepada karyawan mengenai keputusan. dan tunjangan dari perusahaan. KEPUTUSAN personalia. dan program pembina yang ada 5. evaluasi kerja. Kuesioner karyawan juga dapat digunakan Hal-hal yang perlu dihindari dalam orientasi 1. dan tujuan spesifik Puskesmas Manimeri 2. Hubungan antar karyawan dan hubungan dengan pimpinan 6.

fasilitas dan perlengkapaan yang ada XIII. Memahami tujuan keperawatan dan hubungannya dengan tujuan individu 9. 2. Menciptakan tujuan interpersonal 10. ANGGARAN Anggarn bersumber dari APBD/ DPA Puskesmas Jonggol atau sumber lain DITETAPKAN DI . Memperkenalkan pekerjaan. prosedur dan KEPUTUSAN yang ada 11. WAKTU Waktu orientasi di Puskesmas jonggol dilaksanakan selama 14 hari kerja yang berbagi atas 1. 7 hari untuk orientasi klinis dan. 7 hari untuk orientasi program XIV. 8. Melakukan orientasi tempat.

Sasaran Lintas Program. tanya jawab dan melihat secara langsung mengenai kondisi masyarakat E. penyembuhan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative). peningkatan kesehatan (promotif).3 Menyusun tim pelayanan terpadu dan menyusun rencana kerja bulan berikutnya D. Jadwal pelaksanaan Kegiatan G. Tujuan Khusus 2.2003) B. yang dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan (siregar. Metode pelaksanaan kegiatan Wawancara paparan.1 Mengadakan inventarisasi untuk kegiatan UKM di bidang kesehatan 2.2 Mengadakan pembagian tugas bagi setiap tenaga puskesmas sesuai dengan kegiatannya 2. Pencatatan dan Pelaporan . KERANGKA ACUAN PROGRAM KEGIATAN UKM A. Tujuan umum Mengembangkat program UKM dengan menggalang kerjasama petugas agar lebih tanggap dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai dengan tata nilai puskesmas yaitu Humanis (Mohon dijelaskan Arti Humas) sesuaikan dengan tata nilai masing- masing puskesmas 2. lintas sektor dan masyarakat F. Tujuan Umum Dan Tujuan Khusus 1. Pendahuluan Upaya kesehatan merupakan kegiatan untuk memelihara dan menigkatkan kesehatan yang bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat upaya kesehatan diselenggarakan dengan pendekatan pemeliharaan. pencegahan penyakit (preventif). Evaluasi Pelaksanaan Kegaiatan Evaluasi UKM dilaksanakan setahun sekali H. penyuluhan. Latar Belakang Pelayanan kesehatan merupakan salah satu unsur penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal kegiatan UKM merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan dengan cara pelayanan langsung di masyarakat untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif C.

Kegiatan UKM dacatat dan dilaporkan dalam bentuk laporan kegiatan .

KERANGKA ACUAN PROGRAM ORIENTASI TENAGA BARU KEPERAWATAN BAGIAN KEPERAWATAN PUSKESMAS .

Orientasi merupakan program penting yang perlu disiapkan dan diberikan kepada para perawat /bidan baik yang baru maupun pindahan yang akan melaksanakan tugas-tugas diRumah sakit/puskesmas. cara yang di anggap tepat adalah dengan memberikan arahan dan pengalaman kepada setiap anggota baru. kelengkapan orientasi bagi setiap perawat baru atau seorang yang akan melaksanakan tugas-tugas baru akan dapat mengetahui tugas-tugas yang akan menjadi tanggung jawab mereka. Dalam konteks ini. kebijakan. serta dapat bekerja dengan penuh percaya diri karena telah dengan jelas mengetahui situasi. yaitu dalam bentuk kegiatan “Orientasi pembekalan bagi Tenaga baru keperawatan” Lingkungan kerja merupakan hal penting bagi pegawai baru untuk diketahui serta dipahami dengan jelas. Program orientasi bagi pegawai baru termasuk pegawai lama yang dipindahkan keruangan atau unit baru. diharapkan mereka akan dapat melaksanakan tugas-tugas dengan lancar dan memberi kontribusi . bila dirancang dengan baik diharapkan dapat mengatasi berbagai issue yang muncul dan membantu pegawai bersangkutan lebih cepat menyesuaikan diri dalam memenuhi tanggung jawab dan akontabilitas mereka terhadap tugas yang dibebankan kepada mereka. Memasuki suasana baru dapat menimbulkan berbagai perasaan yang memperlihatkan suatu gambaran pribadi baik secara benar maupun salah. rumah sakit/puskesmas. Dengan demikian pelaksanaan tugas akan tetap mengarah pada pelayanan yang profesional. hak dan kewajiban. dengan demikian. KERANGKA ACUAN PROGRAM ORIENTASI PERAWAT BARU 1. dan senantiasa perlu perjuangan dengan berbagai cara untuk dapat segera diterima dalam penyesuaian diri. Materi-materi orientasi disesuaikan dengan tujuan. sehingga mempermudah penyesuaian dalam pelaksanaan dan fungsi yang dibebankan kepadanya baik di rumah sakit maupun dipuskesmas. kondisi. PENDAHULUAN Organisasi Rumah sakit merupakan salah satu organisasi pemberi jasa kemasyarakatan terhadap masyarakan yang semakin dituntut untuk bekerja secara profesional sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditentukan. Melalui orientasi pada awal penugasan diharapkan perawat atau bidan baru akan merasa lebih siap dalam menerima tanggung jawab. peraturan.

KERANGKA ACUAN PROGRAM ORIENTASI TENAGA BARU KEPERAWATAN BAGIAN KEPERAWATAN PUSKESMAS .

Program orientasi bagi pegawai baru termasuk pegawai lama yang dipindahkan keruangan atau unit baru. PENDAHULUAN Organisasi Rumah sakit merupakan salah satu organisasi pemberi jasa kemasyarakatan terhadap masyarakan yang semakin dituntut untuk bekerja secara profesional sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditentukan. bila dirancang dengan baik diharapkan dapat mengatasi berbagai issue yang muncul dan membantu pegawai bersangkutan lebih cepat menyesuaikan diri dalam memenuhi tanggung jawab dan akontabilitas mereka terhadap tugas yang dibebankan kepada mereka. Memasuki suasana baru dapat menimbulkan berbagai perasaan yang memperlihatkan suatu gambaran pribadi baik secara benar maupun salah. diharapkan mereka akan dapat melaksanakan tugas-tugas dengan lancar dan memberi kontribusi profesionalnya untuk pencapaian misi. perlu adanya program orientasi dimana kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada tenaga baru dalam menjalankan tugasnya. yaitu dalam bentuk kegiatan “Orientasi pembekalan bagi Tenaga baru keperawatan” Lingkungan kerja merupakan hal penting bagi pegawai baru untuk diketahui serta dipahami dengan jelas. LATAR BELAKANG Dalam proses memasuki tempat kerja baru. . serta dapat bekerja dengan penuh percaya diri karena telah dengan jelas mengetahui situasi. Untuk itulah puskesmas membuat program orientasi tenaga baru tersebut dapat menjalankan tugasnya sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh Puskesmas. cara yang di anggap tepat adalah dengan memberikan arahan dan pengalaman kepada setiap anggota baru. rumah sakit/puskesmas. Orientasi merupakan program penting yang perlu disiapkan dan diberikan kepada para perawat /bidan baik yang baru maupun pindahan yang akan melaksanakan tugas-tugas diRumah sakit/puskesmas. hak dan kewajiban. kebijakan. Materi-materi orientasi disesuaikan dengan tujuan. dan senantiasa perlu perjuangan dengan berbagai cara untuk dapat segera diterima dalam penyesuaian diri. prinsip dan tujuan dari rumah sakit/puskesmas. II. Dengan demikian pelaksanaan tugas akan tetap mengarah pada pelayanan yang profesional. peraturan. kelengkapan orientasi bagi setiap perawat baru atau seorang yang akan melaksanakan tugas-tugas baru akan dapat mengetahui tugas-tugas yang akan menjadi tanggung jawab mereka. dengan demikian. visi. KERANGKA ACUAN PROGRAM ORIENTASI PERAWAT BARU I. Pemahaman ini diberikan agar dalam menjalankan tugasnya nanti pegawai baru dapat menyesuaikan dengan prosedur yang ada di Puskesmas. kondisi. Dalam konteks ini. sehingga mempermudah penyesuaian dalam pelaksanaan dan fungsi yang dibebankan kepadanya baik di rumah sakit maupun dipuskesmas. Melalui orientasi pada awal penugasan diharapkan perawat atau bidan baru akan merasa lebih siap dalam menerima tanggung jawab.

e. tujuan. menghitung cairan infus. falsafah dan peraturan-peraturan dilingkungan rumah sakit serta kebijakan pimpinan Puskesmas c. Penyegaran materi keperawatan khususnya mengenai kode etik keperawatan. Pengenalan Bagian Keperawatan a. dengan tujuan mempercepat proses adaptasi dan kerja sesuai dengan bidangnya masing-masing 2. Rolling per minggu pada setiap ruang perawatan. Rolling di unit yang akan di tempatkan V. Memahami Tujuan. kewajiban. Perkembangan Puskesmas dari masa ke masa b. b. misi. Falsafah atau sarana yang tersedia dan cara penggunaannya e. Rotasi pegawai baru d. Kebijakan dan prosedur yang berlaku di Puskesmas f. Falsafah dan tujuan Puskesmas d. Pengenalan Puskesmas secara global. Memahami prosedur tentang penilaian terhadap penampilan kerja staf keperawatan IV KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN 1. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN 1. Penjelasan mengenai visi. Kegiatan Pokok Memberikan pemahaman kepada pegawai baru tentang Puskesmas secara global 2. Pengenalan bagian Keperawatan c. Prosedur pengamanan dalam berbagai bidang Puskesmas 2. Tujuan Umum Memberikan gambaran tentang tugas pokok Puskesmas. kewenangan dan prosedur kerja b. obat dan standar asuhan keperawatan serta penulisan berkas rekam medis oleh kepala/wakil kepala bagian keperawatan d. b. Memahami theknik-theknikmengerjakan basic life support dalam keadaan darurat e. Metode pemberian asuhan keperawatan di puskesmas . Struktur organisasi Puskesmas c. motto dan struktur keperawatan serta protap keperawatan oleh kepala/ wakil kepala bagian keperawatan c. Tujuan Khusus a.III TUJUAN 1. Memahami prosedur-prosedur pengamanan dalam berbagai bidang diberbagai unit kerja d. Memahami tugas. Struktur organisasi bagian keperawatan. Rincian Kegiatan a. falsafah. Pengenalan puskesmas secara global a.

f. KEPERAWATAN 5. memasang kateter minimal 2x berhasil. Penilaian kinerja mingguan dan target tindakan oleh kepala ruangan. Hak dan kewajiban tenaga keperawatan 3. Rolling per minggu pada setiap ruang perawatan Rolling per minggu dengan pola dinas shift pagi. Diskusi d.30 wita di unit UGD. Fasilitas-fasilitas yang ada di di rumah sakit/puskesmas 5. Rolling di unit yang akan ditempatkan Rolling di unit dimana perawat yang bersangkutan akan ditempatkan terutama sesuai dengan kebutuhan ruangan. OK. Pola ketenangan dan sistem penilaian kinerja keperawatan. 3. segala tindakan perlu di awasi oleh kepala ruang/perawat senior 8. Tanya jawab c. Prosedur yang di gunakan untuk memelihara fasilitas-fasilitas rumah sakit/puskesmas 6. Sistem pengamanan dan ketertiban termasuk peraturan di rumah sakit/puskesmas . OK. Jenis-jenis pelayanan atau program yang tersedia atau dilaksanakan 4. Ceramah b. POLIKLINIK. memasang EKG minimal 2x berhasil dan memasang NGT minimal 1x berhasil selama menjalani masa orientasi 2. Metode Orientasi a. Praktek Lapangan e. Misi. ujian tulis dan rekomendasi penilaian disampaikan ke bagian HRD Orientasi Organisasi 1. Dalam 2 minggu pertama. 1.00 – 16. Rotasi Pegawai Baru Rotasi per hari dengan jam dinas pukul 07. e. Struktur organisasi dan tata laksana dalam pelayanan di Rumah sakit/ Puskesmas 2. atau keterampilan. prinsip dan tujuan organisasi dan pelayanan di rumah sakit/puskesmas 3. Test 4. siang. KEPERAWATAN 6. Penugasan f. kepala Ruangan atau perawat senior/ketua shift harus mendampingi tindakan-tindakan invasif hingga target tindakan dicapai dengan baik. Pembuatan rekomendasi penilaian dilakukan oleh kepala bagian keperawatan 4. POLIKLINIK. Bimbingan prosedur Oleh kepala ruangan Selama dalam proses bimbingan. visi. Evaluasi penilaian kinerja minggu dan target tindakan khususnya menginfus minimal 5x berhasil. dan sore di unit UGD. Penyerahan hasil penilaian kinerja. Penyelenggaraan ujian tulis dan interview dilakukan di akhir masa orientasi oleh kepala bagian keperawatan. bakat dan pengalaman yang dimiliki 7.

Batas kewenangannya. tata cara kerja dan hal-hal lain yang berlaku . Hak dan kewajiban pegawai (insentif. Berbagai SOP asuhan/pelayanan. Kode etik profesi keperawatan dan kebidanan 5. instalasi. Transfusi darah.cuti. Sistem evaluasi kinerja staf Orientasi Tugas Personal (?Perawat dan Bidan) 1. dll Orientasi Khusus ke Ruangan (Dimana mereka ditempatkan) 1. Diskripsi pekerjaan yang menjadi tugas dan tanggung jawab 3. pertolongan melahirkan.Orientasi Kebijakan Tentang Manajemen SDM 1. O2. Program pelayanan keperawatan dan kebidanan 2. antara lain prosedur:  Keluar – masuk pasien di rumah sakit/puskesmas  Sistem pengendalian infeksi nosokomial dan kasus nosokemistri  Persiapan dan perawatan pasien operasi (kasus bedah)  Persiapan pemeriksaan medik  Prosedur tindakan-tindakan seperti resusitasi dari kardio polmonary/RKT. selain di puskesmas itu sendiri perlu diperkenalkan daerah binaan. posyandu. Wewenang dan larangan 2. Fasilitas peralatan kesehatan yang tersedia Prosedur pemeliharaan fasilitas atau perawatan / kebidanan 8. Infus. kesejahteraan) 3. pensiun. Program pemasaran dan kepuasan konsumen 7. 4. pustu/polindes. Model penugasan. Tugas dan tanggung jawab serta wewenangnya dalam ruangan baru tersebut 5. Fasilitas-fasilitas dan peralatan yang tersedia untuk ruang-ruang perawatan 3. Dukungan standar keperawatan dan kebidanan 6. Organisasi dan tata ruang dari ruang-ruang perawatan 2. KATETER. dll Orientasi Lapangan Pegawai baru tersebut diberikan orientasi langsung kelapangan di semua ruangan rawat inap dan rawat jalan serta instalasi di lingkungan puskesmas dan untuk lapangan puskesmas. libur. Sistem penghargaan dan sanksi 4. Prosedur administrasi atau tindakan klinis keperawatan/kebidanan yang berlaku/program serta dokumen pendukungnya 6. Sistem Pengembangan staf 5. Perkenalan dengan semua staf di ruangan atau unit layanan tersebut 4. NGT.

Pada akhir masa orientasi.VI.30 wita Rolling perminggu dengan pola dinas 4 X X X X X X X X X shift pagi. Memahami prosedur tentang penilaian terhadap penampilan kerja staf keperawatan Sasaran program orientasi adalah setiap perawat dan bidan baru dan perawat atau bidan yang akan pindah ke unit lain di rumah sakit/ puskesmas VII. Memahami teknik-teknik mengerjakan basic life support dalam keadaan darurat 5. Evaluasi perlu didalam setiap minggu atau 2 kali seminggu untuk kemajuan yang dihasilkan selama periode 3 bulan. Memahami tujuan. Batas waktu diperlukan untuk mendapatkan standar minimal dari kapabilitasnya . baik didalam hal kemampuan dan perilakunya. SKEDUL (JADWAL KEGIATAN) JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN Minggu NO KEGIATAN 1 1 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 1 2 1 Pengenalan Puskesmas secara global X 2 Pengenalan bagian keperawatan X Rotasi per hari denagn jam dinas 3 X pukul 07. Memahami tugas.00-16. kepala ruangan bertanggung jawab terhadap proses adaptasi serta perkembangan para perawat dan bidan baru. Memahami prosedur-prosedur pengamanan dalam berbagai bidang di berbagai unit kerja 4. siang dan sore Rolling di unit dimana perawat yang 5 X X bersangkutan akan ditempatkan Bimbingan prosedur oleh Kepala 6 X X X X X X X X X X X X Ruangan Penilaian kinerja mingguan dan target 7 X X X X X X X X X X X X tindakan oleh Kepala Ruangan VII PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN Setiap minggunya kepala ruangan melakukan evaluasi pada penilaian kinerja dan target tindakan. kepala bagian keperawatan menyelenggarakan ujian tulis dan interview Evaluasi dalam program orientasi merupakan hal yang sangat penting untuk mendapatkan hasil kerja klinis yang profesional. falsafah dan peraturan-peraturan dilingkungan puskesmas serta kebijakan pimpinan puskesmas 3. kewajiban.wewenang dan prosedur kerja 2. SASARAN Seluruh tenaga baru keperawatan (perawat dan bidan) memahami: 1.

ujian. Kepala bagian keperawatan membuat rekomendasi penilaian pada akhir masa orientasi dan menyerahkan hasil penilaian kinerja. tulis dan rekomendasi penilaian ke bagian HRD IX PEMBIAYAAN/ ANGGARAN .dari setiap perawat dan bidan baru yang masih dalam masa orientasi. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan alat evaluasi (check-list) sesuai kebutuhan dan dilaporkan kepada yang berwenang Kepala ruangan melaporkan hasil penilaian kinerja dan target tindakan setiap minggunya kepada kepala bagian keperawatan.

kegiatan posyandu. perawatan kehamilan. mitos/kepercayaan/adat istiadatsetempat. perubahan sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan. Rumah sakit. dan lain-lain dengan tujuan agar terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan dari para petugas kesehatan serta adanya peningkatan kualitas pelayanan. Penggunaan buku KIA diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak serta gizi sehingga salah satu tujuan pembangunan kesehatan nasional yaitu penurunan AKI dan AKB dapat tercapai. Pelaksanaan penyuluhan tidak terjadwal dan tidak berkesinambungan. penyakit menular dan akte kelahiran. Untuk mengatasi kelemahan-kelemahan di atas. Pendahuluan Program pembangunan kesehatan di Indonesia. Latar Belakang Dewasa ini penyuluhan kesehatan ibu dan anak pada umumnya masih banyak Dilakukan melalui konsultasi perorangan atau kasus per kasus yang diberikan pada waktu ibu memeriksakan kandungan atau pada waktu kegiatan posyandu. serta pendidikan dan penyuluhan kesehatan bagi masyarakat khususnya ibu-ibu Kelas ibu hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi Ibu hamil. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Tujuan Umum: Meningkatkan pengetahuan. Penyuluhan yang diberikan tidak terkoordinir sehingga ilmu yang diberikan kepada ibu hanyalah pengetahuan yang dimiliki oleh petugas saja 3. direncanakan metode pembelajaran kelas ibu hami. Kegiatan yang direncanakan adalah pembahasan materi Buku KIA dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang diikuti diskusi dan tukar pengalaman antara ibu-ibu hamil dan petugas kesehatan. KERANGKA ACUAN KELAS IBU HAMIL A. Kegiatan kelompok belajar ini diberi nama KELAS IBU HAMIL. kegiatan penyuluhan semacam ini bermanfaat untuk menangani kasus per kasus namun memiliki kelemahan antara lain: 1. penyakit menular dan akte kelahiran . perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan. mitos. perawatan bayi baru lahir. perawatan nifas. Penyebarluasan penggunaan buku KIA dilakukan melalui puskesmas. B. perawatan kehamilan. Pengetahuan yang diperoleh hanya terbatas pada masalah kesehatan yang di alami pada saat konsultasi 2. C. perawatan bayi baru lahir. Selain itu buku KIA dapat pula dipakai sebagai alat pemantau kesehatan Ibu dan anak. dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan. bersalin dan bayi pada masa perinatal. persalinan. dewasa in masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil. persalinan. perawatan nifas. Tidak ada rencana kerja sehingga tidak ada pemantauan atau pembinaan secara lintas sektor dan lintas program 4. KB pasca persalinan. Hal ini ditandai dengan tingginya angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi(AKB).

perubahan tubuh dan keluhan (apakah kehamilan itu?. Perawatan kehamilan (kesiapan psikologis menghadapi kehamilan. Kehamilan. hubungan suami istri selama kehamilan . perawatan bayi baru lahir. KB pasca persalinan.mitos/kepercayaan/adat istiadat setempat. perubahan b. perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan. Terjadi interaksi dan berbagai pengalaman antar peserta (Ibu hamil dengan Ibu hamil) dan antara ibu hamil dengan petugas kesehatan/bidan tentang kehamilan. penyakit menular dan akte kelahiran 2. sikap dan perilaku ibu hamil tentang: a.Tujuan Khusus : 1. perawatan nifas. perawatan kehamilan. persalinan. Meningkatkan pemahaman.