You are on page 1of 113

AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI PUPUK UREA

DI PT. PUPUK KUJANG

Oleh:
HERA PRATIWI
F14053061

2009
DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
BOGOR

AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI PUPUK UREA
DI PT. PUPUK KUJANG

SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN
Pada Departemen Teknik Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor

Oleh :
HERA PRATIWI
F14053061

2009
DEPARTEMEN TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR

FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
AUDIT ENERGI PADA PROSES PRODUKSI PUPUK UREA
DI PT. PUPUK KUJANG

SKRIPSI
Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar
SARJANA TEKNOLOGI PERTANIAN
Pada Departemen Teknik Pertanian
Fakultas Teknologi Pertanian
Institut Pertanian Bogor

Oleh :
HERA PRATIWI
F14053061

Dilahirkan pada tanggal 24 Agustus 1987
Di Garut

Menyetujui,
Bogor, Juli 2009

Ir. Sri Endah Agustina, M.S Ir. Adityagung Murbantoro, M.T
Pembimbing I Pembimbing II

Mengetahui,

Dr. Ir. Desrial, M.Eng
Ketua Departemen Teknik Pertanian

Tanggal ujian : 10 Juli 2009 Tanggal lulus :

220. Audit energi akan membantu menyediakan data pola penggunaan energi secara detil serta sistem distribusinya dalam suatu sistem proses.97% dan 75. seksi recovery. Indonesia sendiri saat ini memiliki cadangan gas bumi sebesar 165 TSCF status 1 Januari 2007. Langkah awal yang dapat dilakukan untuk konservasi energi adalah dengan melaksanakan audit energi secara berkala. Mengingat hal tersebut. 16. RINGKASAN Saat ini cadangan energi dunia semakin berkurang. PUPUK KUJANG 1A. Proses pembuatan pupuk urea sendiri terdiri dari beberapa seksi atau tahapan proses yang dilakukan di 4 (empat) seksi. menghitung jumlah energi yang dibutuhkan untuk memproduksi per kg urea. menghitung efisiensi penggunaan energi di tiap seksi pada proses produksi pupuk urea dan mengidentifikasi seksi atau proses yang tidak efisien. Hasil audit energi yang dilakukan di PT. yaitu seksi sintesa.63 kJ (berasal dari utility plant). Untuk memproduksi 1 kg urea dibutuhkan energi sebesar 6. Audit Energi Pada Proses Produksi Pupuk Urea di PT.74 kJ diperoleh dari energi yang terkandung dalam air umpan ketel. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengkaji bentuk. seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling selama bulan Maret secara berturut-turut yaitu 39.39%. apabila terjadi pemborosan energi maka akan dapat segera teridentifikasi.53%. Penelitian dilakukan selama bulan Maret 2009 di unit Teknik Proses (Process Engineering) Pupuk Kujang 1A. MS dan Ir. energi air umpan ketel dan energi biologis. Adapun pengambilan data dilakukan dengan cara pencataan di ruang pengendali dan pengambilan data di bagian teknik proses (process engineering). karbondioksida dan air. 2009.23 kJ yang terdiri dari energi uap bertekanan 42 kg/cm2 sebesar 5. Efisiensi penggunaan energi di seksi sintesa. Sehingga. PUPUK KUJANG 1A mempunyai kapasitas produksi sebesar 1. Dengan kondisi saat ini.0014 kJ diperoleh dari energi manusia. Sisanya sebesar 0. dan sumber energi yang digunakan. PUPUK KUJANG. Pengambilan data dilakukan setiap hari setiap dua jam sekali selama 24 jam.Hera Pratiwi.083.54%. .845. 39. PT. PUPUK KUJANG 1A selama bulan Maret 2009 menunjukkan bahwa bentuk energi yang digunakan pada proses produksi pupuk urea adalah energi uap dan energi listrik yang bersumber dari gas alam yang diproses di utility plant. maka diperlukan suatu upaya konservasi untuk memelihara kelestarian sumber daya yang ada. Metode audit yang digunakan yaitu pengamatan pada tiap seksi atau tahapan proses dengan memperhatikan kondisi produksi pada saat dilakukan audit energi. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah efisiensi energi masing-masing sistem yang diaudit. Sri Endah Agustina. cadangan gas Indonesia mencukupi untuk 62 tahun. seksi dekomposisi/purifikasi. sumber dan aliran energi pada proses produksi pupuk urea di PT. seksi dekomposisi/purifikasi. Di bawah bimbingan Ir. F14053061. bentuk bentuk energi. 43. Bahan baku pembuatan pupuk urea yaitu ammonia. Adityagung Murbantoro.725 ton/hari. dan seksi kristalisasi dan prilling dengan menggunakan proses Mitsui Toatsu Total Recycle C Improved.85 kJ diperoleh dari energi listrik. MT.

32%. Sedangkan efisiensi rata-rata ketel uap panas buang (2003-U).69% dan 64. maka diperoleh nilai efisiensi rata-rata selama bulan Maret 2009 yaitu 93. Rata-rata efisiensi kerja gas turbin generator selama bulan Maret adalah 16. ketel uap paket I (2007-U) dan ketel uap paket II (2007-UA) selama bulan Maret 2009 berturut-turut adalah 87. Kecilnya nilai efisiensi pada tiap seksi dikarenakan pada perhitungan audit taip-tiap seksi dianggap sebagai kesatuan terpisah. 74. Seluruh perhitungan yang dilakukan dalam audit selama bulan Maret 2009 menggunakan metode langsung. Sehingga energi yang sebenarnya masih digunakan untuk proses di seksi berikutnya dianggap sebagai energi yang hilang. Sedangkan penelitian Suryadi (1994) dengan menggunakan metode perhitungan tidak langsung diperoleh efisiensi gas turbin generator.86%.79%.12%. 89. ketel uap paket I (2007-U) dan ketel uap paket II (2007-UA) berturut-turut adalah 23.14%.92% dan 77. Jika keseluruhan proses dianggap sebagai satu kesatuan sistem. . 74.75%. ketel uap panas buang.52%.

yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian (HIMATETA) IPB. Fakultas Teknologi Pertanian. PUPUK KUJANG. Selama kuliah. sebagai staf Departemen Keteknikan periode 2006-2007. penulis lulus dari SMAN I Garut dan pada tahun yang sama lulus seleksi masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI) dan pada tahun 2006 penulis masuk pada Departemen Teknik Pertanian. sebagai bendahara UKM Catur IPB pada tahun 2008. PUPUK KUJANG. ketua bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) HIMAGA periode 2007-2008 dan penanggung jawab klub kewirausahaan HIMATETA periode 2008-2009. penulis aktif mengikuti beberapa lembaga kemahasiswaan kampus. Dalam rangka menyelesaikan studinya. Tahun 2005. Penulis merupakan putri kedua dari tiga bersaudara. RIWAYAT HIDUP Penulis dilahirkan di Garut pada tanggal 24 Agustus 1987 dari ayah bernama Ade Barnas dan ibu bernama Noneng Nendah. sebagai bendahara II Himpunan Mahasiswa Garut (HIMAGA) periode 2006-2007. penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul Audit Energi Pada Proses Produksi Pupuk Urea di PT. . Penulis pernah melaksanakan praktek lapangan pada tahun 2008 dengan topik Mempelajari Aspek Keteknikan Pada Proses Produksi Pupuk Urea di PT.

Ir. Mas Ridwan yang telah banyak memberikan penulis bantuan dan dukungan selama melakukan penelitian dan penyusunan skripsi. Ir. Bianca Dwiarsih (Acie) dan Nesh atas dukungan serta kebersamaanya selama di TEP. dan Mira) dan teman-teman TEP 42. PUPUK KUJANG dan atas kesediaannya sebagai penguji. 8. Y.T selaku pembimbing II yang telah memberikan bimbingan kepada penulis selama penulis melakukan penelitian di PT. KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Audit Energi Pada Proses Produksi Pupuk Urea di PT. Ricky Trinaldy. Diki Pratama. Adityagung Murbantoro. PUPUK KUJANG”. M. 5. M. PUPUK KUJANG 1A dinas utility dan teknik proses yang telah banyak memberikan bantuan kepada penulis. dukungan dan doa yang begitu besar dari kedua orang tua dan keluarga. Bapak Marwan. Mas Yuda. Aris Purwanto. Dr.Sc selaku dosen penguji atas masukan- masukan yang membangun bagi penulis. MS selaku dosen pembimbing akademik atas bimbingan dan arahan yang telah diberikan kepada penulis. Neneh dan Yoe untuk bantuannya. 6. Ucapan terima kasih juga ingin penulis sampaikan atas segala dukungan dan bantuan selama penyusunan karya ilmiah ini kepada: 1. . Sikom. 2. 3. Sri Endah Agustina. 9. Bapak Maman dan seluruh jajaran PT. Teman–teman seperjuangan di Kisi (Adiesty. Teh Ami dan keluarga besar atas doa dan dukungan yang begitu besar. 4. 7. Skripsi ini tersusun atas bimbingan. Ir.

Bogor. Juli 2009 Penulis . agar ke depannya dapat lebih bermanfaat bagi penulis sendiri dan bagi pembaca. Oleh karena itu kritik. saran dan masukan yang membangun sangat diharapkan oleh penulis. Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari sempurna.

............................. KETEL UAP PANAS BUANG (2003-U) ..... TINJAUAN PUSTAKA A............... 27 D................................................................................. PENDAHULUAN A.................... WAKTU DAN TEMPAT ............................................... vii DAFTAR LAMPIRAN ................... PARAMETER PENGUKURAN ... 20 B....................... 4 C............................................................................................. 20 C............................................... PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS .................................................................................................. 30 IV................................ KEBUTUHAN ENERGI DI INDONESIA ................................ 2 II.. iii DAFTAR TABEL ...... HASIL DAN PEMBAHASAN A............................................................................................................. GAS TURBIN GENERATOR (2006-J) .............. 40 4......................................................... PROSES PRODUKSI PUPUK UREA DI PT................. 17 III............... 9 D........ 36 2...... 38 3........... 3 B.................. BATASAN SISTEM .................................................................... METODE PENGAMBILAN DATA ......... 1 B.. DAFTAR ISI Hal KATA PENGANTAR ............................................................................. LATAR BELAKANG ....... 30 F.................................. x DAFTAR ISTILAH ..... 42 ............ PUPUK KUJANG..................... KETEL UAP PAKET II (2007-UA) ...................................... BAHAN DAN ALAT .. KETEL UAP PAKET I (2007-U) .... TUJUAN PENELITIAN .............................................................................. i DAFTAR ISI .............................................................................................................. UNIT PENYEDIAAN SARANA PENUNJANG (UTILITY) 1............................................................................... v DAFTAR GAMBAR ........................................................................... xii I....................... AUDIT ENERGI ............................ ix DAFTAR SIMBOL ... KEBUTUHAN ENERGI PADA INDUSTRI PUPUK ...... METODOLOGI PENELITIAN A.... 28 E...............

............. SEKSI KRISTALISASI DAN PRILLING ..... 55 C............................................................. UNIT UTILITAS PENDUKUNG PROSES PRODUKSI PUPUK UREA ................... 63 DAFTAR PUSTAKA ...... SEKSI SINTESA ............................................................................. 67 ........... UNIT PROSES PEMBUATAN PUPUK UREA 1............................................................................. B..... 50 2........................................................ 59 V.. 65 LAMPIRAN ...... 53 4...................... 51 3.............. KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................................................ SEKSI DEKOMPOSISI/PURIFIKASI ............................................ SEKSI RECOVERY .................................................................................

. Neraca energi spesifik (kJ/kg urea) pada proses produksi pupuk urea ............... Konsumsi pupuk di sektor pertanian dari tahun 2000-2007 ........ Konsumsi energi per metrik ton urea dibeberapa produsen pupuk di Indonesia ..................................................................................... 49 Tabel 4..........................................1.6.................................................................... Pertumbuhan pemakaian energi final menurut sektor ..............4......................................... 41 Tabel 4....... 5 Tabel 2........... 8 Tabel 2........................8. Produksi gas alam ......... Neraca energi pada sub sistem ketel uap paket I (2007-U) (......... 1 Tabel 1.. 39 Tabel 4.......1........ 6 Tabel 2......................... 9 Tabel 2.. 2 Tabel 2....2.......8....... 4 Tabel 2.. Low Heating Value (LHV) untuk komponen yang terkandung dalam gas alam ...... Produksi pupuk urea per produsen tahun 200-2007 ..................................103 MJ/jam) ...............................................3.. Neraca energi pada sub sistem ketel uap paket II (2007-UA) (......... 10 Tabel 4............................................................... Nilai kalor per unit satuan beberapa jenis bahan bakar ........... 43 Tabel 4.......4......... Peran masing-masing sumber energi utama dalam penyediaan energi nasional ... Jumlah produksi pupuk urea serta jumlah karbondioksida (CO2) dan ammonia (NH3) selama bulan Maret 2009 .................... Neraca energi pada sub sistem ketel uap panas buang (2003-U) (................7......103 MJ/jam) ................. 36 Tabel 4.................2.......................... 7 Tabel 2..................... 3 Tabel 2......... Neraca energi pada seksi dekomposisi/purifikasi (kJ/kg urea) ............................................9.......................... 52 ...................... Neraca energi di seksi sintesa (kJ/kg urea) ........3..... Penyediaan energi primer menurut jenis ................................... 5 Tabel 2.......................................2.................... Kebutuhan energi listrik untuk industri pupuk urea dan non- industri pupuk urea ........................... 46 Tabel 4.............. DAFTAR TABEL Hal Tabel 1.............................6..7................... 50 Tabel 4........... Neraca energi pada sub sistem gas turbin generator HITACHI (2006-J) (x 103 MJoule) ...........103 MJ/jam) ........1...........................5..5.... Konsumsi energi di sektor industri ...

... Konsumsi energi manusia pada proses produksi pupuk urea . Neraca energi pada seksi recovery (kJ/kg urea) ........ Pemakaian energi listrik oleh urea plant .... 62 ......Tabel 4........ 54 Tabel 4.... 55 Tabel 4............ Neraca energi pada seksi kristalisasi dan prilling (kJ/kg urea) .. 60 Tabel 4...................9.......12.....10..11...........

…………. DAFTAR GAMBAR Hal Gambar 2. Diagram alir seksi recovery urea …………………………….6.4.5. Konsumsi energi spesifik secara keseluruhan selama bulan Maret 2009 …………………………………………………… 48 Gambar 4.7..5.3. Aliran proses dan definisi sub sistem sintesa ………………… 22 Gambar 3.. Aliran proses dan definisi sub sistem kristalisasi …………….1. 16 Gambar 3.4. 14 Gambar 2.….7. 25 Gambar 3.. Diagram alir seksi kristalisasi dan Pembutiran …. Kesetimbangan massa dan energi (joeperreau@aol..1.. 16 Gambar 2... Neraca energi di seksi sintesa selama bulan Maret 2009 …… 51 Gambar 4..6.1. Diagram proses pembuatan pupuk urea …………………. Neraca energi pada seksi dekomposisi/purifikasi selama bulan .2. 40 Gambar 4.3.2.6.3.com) …… 34 Gambar 4. 15 Gambar 2. Hubungan konsumsi bahan baku dan produksi listrik terhadap tanggal pengamatan ………………………………………….………………… 12 Gambar 2.. 38 Gambar 4. Diagram proses pretreatment … ……………………………. Hubungan konsumsi gas alam dan gas buang dari gas turbin generator dengan jumlah uap yang dihasilkan ketel uap panas buang dari tanggal 1 Maret hingga 9 Maret 2009 ……………. Hubungan konsumsi gas alam dengan jumlah uap yang dihasilkan ketel uap paket II dari tanggal 1 Maret hingga 9 Maret 2009 …………………………………………………… 44 Gambar 4. 11 Gambar 2... Aliran proses dan definisi sub sistem dekomposisi/purifikasi.. Diagram proses demineralisasi ……………. Diagram seksi pembuatan gas sintesa urea . Diagram alir seksi dekomposisi/purifikasi ………………….………………. Hubungan konsumsi gas alam dengan jumlah uap yang dihasilkan ketel uap paket I dati tanggal 1 Maret hingga 9 Maret 2009 …………………………………………………… 42 Gambar 4...4. Aliran proses dan definisi sub sistem prilling ………………. 13 Gambar 2.2.5. 26 Gambar 3.. 23 Gambar 3. Aliran proses dan definisi sub sistem recovery ……………… 24 Gambar 3..

58 Gambar 4.10.13.. Neraca energi pada seksi recovery selama bulan Maret 2009 . Hubungan produksi listrik dengan konsumsi oleh urea plant selama bulan Maret 2009 ………………………………….9. 62 ...11.8. 56 Gambar 4. Konsumsi energi spesifik pada seksi kristalisasi dan prilling selama bulan Maret 2009 ……………………………………...12. Penomoran langkah proses penyediaan uap air dan kondensat uap (steam condensate) ……………………………………… 61 Gambar 4. 55 Gambar 4. Karakteristik aliran energi dalam proses pembuatan pupuk 58 urea ………………………………………………………… Gambar 4. Karakteristik aliran material di urea plant …………………. Maret 2009 …………………………………………………… 53 Gambar 4.

Rincian konsumsi energi uap pada seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling 90 13. Contoh perhitungan konsumsi energi spesifik (specific energi consumption. Contoh perhitungan efisiensi ketel uap paket II (2007-UA) 83 11. Contoh perhitungan efisiensi ketel uap panas buang (2003-U) 77 9. Komposisi gas alam bulan Maret 2009 (% mol) 73 7. DAFTAR LAMPIRAN Hal 1. Data pengukuran pemakaian energi listrik oleh motor-motor penggerak pompa dan kompresor 69 4. SEC) 68 3. Konsumsi air umpan ketel bulan Maret 2009 (ton) 72 6. Rincian konsumsi energi listrik pada proses produksi pupuk urea 93 . Contoh perhitungan efisiensi gas turbin generator HITACHI (2006-J) 74 8. Konsumsi gas alam bulan Maret 2009 (m3) 71 5. Tabel produksi uap oleh ketel uap dan pemakaiannya oleh urea plant 67 2. Contoh perhitungan efisiensi ketel uap paket I (2007-U) 79 10. Rincian konsumsi energi uap pada seksi sintesa dan seksi purifikasi 87 12.

DAFTAR SIMBOL U-GA101 : Liquid ammonia feed pump U-GA102 : Recycle solution feed pump U-GA201 : Circulation pump for crystallizer U-GA202 : Slurry feed pump U-GA203 : Mother liquor tank U-GA205 : Urea solution pump U-GA302 : Circulating pump for prilling tower U-GA401 : Recycle solution boost up pump U-GA402 : High pressure absorber pump U-GA403 : Low pressure absorber pump U-GA404 : Ammonia boost up pump U-GA405 : Aqua ammonia pump U-GA406 : Water pump U-GA407 : Off gas absorber recycle pump U-GA408 : Off gas absorber pump U-GB101 : CO2 compressor U-GB102 : CO2 booster compressor U-GB301 : Forced fan for dryer U-GB302 : Induced fan for dryer U-GB303 : Blower for fluidizing cooler U-GB304 : Induced fan for prilling tower U-GB401 : Off gas circulation blower U-DA201 : High pressure decomposer U-DA202 : Low pressure decomposer U-DA203 : Gas separator U-DA401 : High pressure absorber U-DA402 : Off gas absorber U-DC101 : Urea synthesis reactor U-EA101 : Ammonia preheater I U-EA102 : Ammonia preheater II .

U-EA201 : Reboiler for high pressure decomposer U-EA202 : Reboiler for low pressure decomposer U-EA203 : Heat exchanger for low pressure decomposer U-EA301 : Melter U-EA401 : High pressure absorber cooler U-EA402 : Low pressure absorber U-EA404 : Ammonia condenser U-EA405 : Ammonia recovery absorber U-EA406 : Off gas condenser U-EA407 : Off gas absorber cooler U-EA408 : Off gas absorber final cooler U-EE201 : Vacuum generator U-FA161 : Knock out drum U-FA201 : Crystallizer U-FA203 : Mother liquor tank U-FA401 : Ammonia reservoir U-FA403 : Off gas absorber tank U-FC301 : Cyclone U-FD303 : Trommel U-FD304 : Dust separator U-FF301 : Fluidizing dryer U-GF201 : Centrifuge U-PF301 : Distributor U-PF302 : Dust chamber U-TA301 : Prilling tower .

DAFTAR ISTILAH Ammonia condenser :Tempat pengembalian ammoniak yang dimurnikan oleh high pressure absorber ke reaktor Ammonia preheater : ammonia untuk pemanasan mula yang digunakan di seksi recovery Ammonia recovery absorber : Pemanfaatan kembali ammonia yang tidak masuk ke kristalisasi pada recovery Ammonia reservoir : Tempat pengembalian ammonia yang dimurnikan oleh high pressure absorber ke reaktor BFW : Boiler Feed Water. air pengumpan ketel uap Blowdown drum : Tangki penerima uap air yang bertekanan rendah BOE : Barrel Oil Equivalent Condensate cooler : Alat pendingin kondensat uap air Centrifuge : Tempat pemisahan larutan yang terbentuk menjadi kristal oleh vacuum crystallizer Cyclone : Penghisap udara untuk memisahkan kristal urea dengan debu Control room : Tempat pengawasan proses produksi Dekomposisi : proses penguraian ammonium karbamat Desuperheater : Tempat penurunan temperatur Filter : Alat penyaring Floc : Gumpalan lumpur/kotoran Flokulasi : Proses penyatuan partikel padatan kecil membentuk floc Floctreater : Tempat terjadinya proses flokulasi Flush Drum : Tempat pemanfaatan blow down boiler menjadi Low Steam di utility plant HS : High Steam. uap air tekanan tinggi Koagulasi : Proses pembentukan floc menjadi gumpalan yang lebih besar .

1% berat pada daerah kristalisasi ML Tank : Mother Liquor Tank.9478171 BTU.1868 kJ) MMSCFD : Million Metric Square Cubic Feet per Day Mother liquor : Larutan induk yang memiliki 0. 1 kkal = 4.5 kg/cm2 dengan suhu 150oC LHV : Low Heating Value Melter : Tempat melelehkan kristal-kristal urea yang tidak tersaring di prilling tower dengan uap air sebagai pemanas MMBTU : Million Metrik British Thermal Unit (1 kJ = 0. uap air tekanan rendah yaitu 3.KO Drum : Knock Out Drum LS : Low Steam. uap air tekanan sedang yaitu 42 kg/cm2 dengan suhu 400 oC Prilling Tower : Menara pengkristalan urea Steam Drum : Tangki uap air TOE : Ton of Oil Equivalent TSCF : Ton Square Cubic Feet Utility plant : Unit penyedia bahan baku . tangki berisi larutan urea MT/tahun : Metrik ton per tahun MS : Medium Steam.

707 204.031 2003 128.2.182.170.460 271.822. dan Tabel 1.397 2005 173.421.066.005.276.321 2004 128.861.375.1.386 24. Kecenderungan berkurangnya energi dunia ini telah dilukiskan oleh Meadows dan kawan- kawannya dari kelompok Roma (Club of Rome) (Meadows.599.117. I. Tabel 1.094.817. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Saat ini cadangan energi dunia semakin berkurang.655.231.742 276.376 27.073.940 268.612 191.374 1.602 Sumber : Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia.713.431 1.248.011.549 452.766.077.636 28.796 11.086 11.297.696 187.960.179 10.321 1. transportasi maupun penggunaan untuk non-energi seperti bahan baku untuk industri pembuatan pupuk dan juga industri petrokimia.870 188.178.301 498.248.658.625 183.314 25.331 2007 258.895 9. dapat dilihat bahwa ketersediaan energi terutama energi tidak terbarukan (non renewable) dari tahun 2000 sampai tahun 2005 pertumbuhannya terus menurun sedangkan pemakaiannya terus meningkat baik di sektor industri.174. 1998).607 9.040 270.985 10.918.143.970.034 1. .495 2002 122. Dengan kondisi saat ini.903 165.821 29. Penyediaan energi primer menurut jenis Gas bumi Minyak bumi dan dan Panas Batu bara ekspor/impor Tenaga air Biomassa Jumlah Tahun ekspor/impor bumi (LPG dan BBM LNG) BOE 2000 93.075.256.417.070.806.230.227 2006 207. Indonesia sendiri saat ini memiliki cadangan gas bumi sebesar 165 TSCF status 1 Januari 2007.121.125.586 496.647.215 2001 119.554.451.550.013.984 196.759 274.181 978.448 456.200 272.038. 2008 Dari Tabel 1.436. cadangan gas Indonesia mencukupi untuk 62 tahun.993 462.379 442.261 11.189.554.233 1. 1972 dalam Abdullah.000 475.882.041.596.548 415.714 172.000 271.831. Data mengenai penyediaan energi primer menurut jenis energinya dan pemakaian energi final di berbagai sektor disajikan pada Tabel 1. dkk.120.078 1.289 25.208 1.1.329.443.054 22.142.033.1.380.083.094.400 269.554.937.538 10.910.623.081 24.

565 178.936.779 26. apabila terjadi pemborosan energi maka akan dapat segera teridentifikasi.775 2004 193.685 89.005.847.912.489.909 28.417.135.577 89.759.391 31.546 481.585.387 20.2.786.317.357 20.673 62.773 25.978 88.205.203 151.498.822 24.989. Sehingga. 3.764.048.672.028 88.315.166 540.894. TUJUAN Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah melakukan audit energi pada proses produksi pupuk urea di PT.823 29.814 139. 2008 Mengingat ketersediaan energi dan pemakaian energi kenaikannya tidak berimbang.012 24.212 156.769.230 90.650 48.290 2003 178. dan sumber energi yang digunakan.819.190 2007 258.122 48.241 19. Secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah : 1.847.658 29. Langkah awal yang dapat dilakukan untuk konservasi energi adalah dengan melaksanakan audit energi secara berkala.141 84.537 54.584 30. PUPUK KUJANG.759.678 23.374. sumber dan aliran energi pada proses produksi pupuk urea di PT. 4.436 472.524.582 48.829.445. Audit energi akan membantu menyediakan pola penggunaan energi secara detil serta distribusinya dalam suatu sistem proses.624.967.114 170.689.259.092 2002 192.162 24.623 86. bentuk bentuk energi.746.452.494.407 29.373.882.218.537 20.569 40.534.184.232.352.109 2001 196.973 179. Menghitung efisiensi penggunaan energi di tiap seksi pada proses produksi pupuk urea.051 576. maka diperlukan suatu upaya konservasi untuk memelihara kelestarian sumber daya yang ada melalui penggunaan sumber daya secara bijaksana bagi tercapainya keseimbangan antara pembangunan.998.651.913 64. Mengkaji bentuk.213.346 64. Menghitung jumlah energi yang dibutuhkan untuk memproduksi per kg urea.178.190 Catatan : *) digunakan sebagai bahan baku industri pupuk dan petrokimia Sumber : Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia.853.720.721 87.806 2005 218.607 484.567.878 468.809 517. . Pertumbuhan pemakaian energi final menurut sektor (BOE) Penggunaan non Tahun Industri Rumah tangga Komersial Transportasi Lainnya Total energi *) 2000 192.159.Tabel 1.175.102.435 2006 233.030. pemerataan dan pengembangan lingkungan hidup.873 538.525 148. PUPUK KUJANG 1A.102.375.393.118.117 178. 2. Mengidentifikasi seksi atau proses yang kurang efisien.

pembangunan nasional banyak dipengaruhi oleh naik turunnya ekspor minyak bumi dan gas.93% 16.28% Sumber : Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2008 Sebagai negara dengan tingkat kebutuhan energi tinggi.71 juta BOE. dimana pada tahun 2007 konsumsi energi final di Indonesia pada sektor industri yaitu sebesar 300. Tabel 2.75% 11. KEBUTUHAN ENERGI DI INDONESIA Sebagai salah satu anggota dari negara-negara pengekspor minyak (OPEC).45% 22. Namun.71% 44.58% 2. Hal ini.82% 2.44% 11.95% 0. sektor rumah tangga sebesar 318.99% 0.42% 42.65% 18.32% 41.85% 24. sektor komersial sebesar 27.10% 2.82% 25. menyebabkan pemakaian energi per kapita masih rendah dibandingkan negara-negara lainnya.93% 0. Indonesia relatif kurang memiliki akses ke sumber energi komersial. II. Konsumsi perkapita untuk saat ini hanya sekitar 3 SBM (Setara Barel Minyak) atau yang sama dengan sepertiga konsumsi perkapita rata-rata negara ASEAN.69% 14.59% 11.96% Gas alam dan ekspor/impor (LPG 16.95% 0.25% 24.17% 23.31% Panas bumi 0.91 juta BOE dan sektor non energi sebesar 64.60% Batu bara 9.76 juta BOE (Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2008). Fakta juga menunjukkan sekitar .52% 17.41% 42. mengingat minyak bumi dan gas alam termasuk ke dalam sumber energi tidak terbarukan dan diperkirakan cadangan minyak bumi dan gas alam tersebut semakin menurun. maka pemerintah terus berusaha menggalakan usaha-usaha penghematan energi dan pengembangan sumber energi alternatif.34% 16.44% 14.1.44% 42.22% 2.40% 39.49% 11.93% Biomassa 27.1. berikut.91% dan LNG) Tenaga air 2.83% 17.96% 0.5% 25.14 juta BOE.34% 2.90 juta BOE. sektor lainnya sebesar 24.64% 20.98% 0.23% 23.06% 2. TINJAUAN PUSTAKA A.48 juta BOE. seperti terlihat pada Tabel 2. sektor transportasi sebesar 179. Peran masing-masing sumber energi utama dalam penyediaan energi nasional Jenis Energi 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 Crude oil and fuel export/import 42.21% 38.72% 16.65% 16.32% 2.96% 0.

039.295 7. B. Tabel 2.585 580. separuh dari keseluruhan rumah tangga belum terlistriki (Republika.664 2004 4.069. keberhasilan promosi/penyuluhan.129 1.3. yaitu intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian. minimal ada enam faktor yang mempengaruhi penggunaan pupuk di Indonesia.399 670.689 425.434 745.723 633.441 2006 5. Kenaikan konsumsi pupuk terlihat pada Tabel 2. dan kelancaran sistem distribusi.790 Sumber : Assosiasi produsen pupuk Indonesia (APPI) Menurut Erwin Syamsuar (1986) dalam Suryadi (1994). penetapan harga dasar komoditi pangan oleh pemerintah.940. kebijaksanaan perkreditan.656.710 623.724 778.314 2007 5. Sementara dua pertiga dari total kebutuhan energi nasional sendiri berasal dari energi komersial dan sisanya berasal dari biomassa yang digunakan secara tradisional.886 684.775 450.729 511.586 2005 4.107.853.220.706 947.212 7.561 2003 4.382.387 529.091 63.986 778.672.091.414.2. Sedangkan total produksi pupuk Indonesia dapat dilihat pada Tabel 2.404 789.164 1.648.36 KCL Total (ton) 2000 2.260 400.000 4.291. Angka ini masih di bawah Malaysia yang sudah mencapai 631 kWh/kap.010.033 1.083 2001 4.812 1.000 5.113 594.378 802.022.325.842.336. harga dan subsidi pupuk. Data dari dokumen HDI (Human Development Index) 2003 menyebutkan konsumsi tenaga listrik di Indonesia masih 345 kWh/kap.715 6. 23 Februari 2005). Konsumsi Pupuk Indonesia Konsumsi pupuk di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan sama halnya seperti yang terjadi di dunia.000 5.295 7.100 817.673.537 651.012.2 Konsumsi pupuk di sektor pertanian dari tahun 2000-2007 Tahun UREA AS TSP/SP.998 2002 4. KEBUTUHAN ENERGI PADA INDUSTRI PUPUK 1. .166 7.

550 526.981 36.121 2004 2.595 586.107 2007 42.289 . Jenis energi yang digunakan di industri pupuk urea yaitu energi gas alam.920 65.219 37.924.167 32.824 2006 46.820 580.859 74.856 52. berikut.016 260.272.596 75. Biasanya gas di industri digunakan sebagai bahan bakar dan di industri tertentu gas juga digunakan sebagai bahan baku produksi.254 4.581 74.629 586.765 1.250 851. 205.201 341.458 7.428 381.252 2004 46.856 39.986 5.961 .4.335 317.006.828 7.104 2.680 552.835.676 89.597 2.4.101 24.667.492 808 22.654.319.856 Sumber : Assosiasi produsen pupuk Indonesia (APPI) 2.733.131 26.167 4.862 21.035 151.980 37.579 2.958 2003 50.213 63.030 2. 244.422 13.221 2003 2.847 404.787 1.311 25.043 93.060 87. Tabel 2.032.850 279.237.4.344.522 Sumber : Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2008 Dari Tabel 2.819 277.225 331.077 91.021 .373 265.171 8.917 55.020.005.335 3.021 290.364 5.116 5.594 3.000 BOE pada tahun 2006.563 2. Konsumsi energi di sektor industri (ribu BOE) Bahan bakar Batu Bahan Total Tahun Biomassa Gas LPG Listrik Total bara Minyak bakar bahan tanah ADO IDO minyak bakar 2000 58.665. steam dan listrik.680 78.073 57. terlihat bahwa energi yang paling tinggi dikonsumsi di industri adalah gas.698 65.021 84.800 79.358 20.979 1.214.051.690 1.053.865.108 121. Input Energi Pada Industri Pupuk Energi sangat dibutuhkan untuk berjalannya suatu proses di industri.735 26.550 122.033 972 21.023.848.176 5.305 38.453 28.105.198 2002 52.334. 195.677 5.567 17.835 3.719 .760 874.054 2001 55.878 2001 2.598 491.798 664.410 597.242 28.719 292.3. salah satunya industri pupuk.756 68.160 39.367 313.655 2006 2.955 38.344 89. Produksi pupuk urea per produsen tahun 2000 – 2007 Total Tahun PUSRI KUJANG KALTIM AAF PIM PETRO (ton) 2000 1. 336.692 2007 2.111 4.066 6.187.899 2.073 20.045.356 5.395 34.008 25.860 537.434 6.093 22. Tabel 2.744 90.578 255. seperti .077 325.845 5.352 33.054 2005 43.832 220.250 552.827 601.761 2002 2. yaitu sebesar 93.186 37.730 2.081.398 6.830 15.321 344.000 2005 2.828 1.418 1.719 1. baik industri pertanian maupun industri penunjang pertanian.180 3.646 2.723 3.984 2. Jumlah konsumsi energi di sektor industri dapat dilihat pada Tabel 2.321 305.012 42.929 4.

5.807. Konsumsi dunia terhadap pupuk nitrogen bertambah dari 36% juta ton nutrisi pada 1972 (30% di negara berkembang) menjadi 61. Jumlah gas alam yang diproduksi dapat dilihat pada Tabel 2.155. . Di Indonesia sendiri.243 2004 383.875 2003 336. 1998).707.041.pada industri pupuk nitrogen (urea).818.5.745 2.277 3.954.2% ton nutrisi pada 1982 (43% di negara berkembang) (Abdullah.130 3.870 2. a.132 2005 379.482 2. Kebutuhan terhadap energi listrik pada tiap jenis proses produksi tidak sama.150 2002 334. Pupuk nitrogen adalah pupuk mineral terpenting dalam penggunaan energi sebagai nutrisi tanaman di dunia pertanian dalam kebutuhan energi.901.460. Sedangkan konsumsi gas alam di industri pupuk urea yaitu sekitar 7% dari semua produksi gas nasional (Zaenal dalam majalah Trust.647. Adanya perbedaan tersebut tergantung dari jenis dan kondisi peralatan produksi yang digunakan. kebutuhan gas alam disuplai oleh pertamina dan kontrak pembagian produksi dengan sejumlah kontraktor production sharing. terutama untuk proses produksi yang banyak menggunakan motor listrik. 2004).729 2.341 2006 306. Energi Langsung Energi langsung merupakan energi yang digunakan secara langsung pada proses produksi yaitu berupa bahan bakar fosil (Abdullah.966 2.896 2.099 Sumber : Direktorat Jendral minyak dan gas dalam Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia 2007 Kebutuhan energi dalam bidang industri dan pertanian dapat dibagi menjadi dua. Tabel 2.617 2.262 3. Produksi gas alam (MMSCF) Tahun Pertamina Kontrak pembagian produksi Total 2000 346.646. yaitu energi langsung dan energi tidak langsung.030.379 2001 346.710 2.985.440 2. Input energi listrik merupakan energi yang penting.605. 1998).612 2.483 2.554.

99 Sumber : Cervinca dalam Suryadi (1994) b.66 9. . Sedangkan besarnya jumlah konsumsi energi spesifik dari suatu proses di industri maupun dalam bidang pertanian dipengaruhi oleh sumber energi yang digunakan.78 LPG 1 26.10 6.36 32.07 49. Tabel 2.90 Listrik KWh 3. Energi biologis adalah energi yang bersumber dari hasil kegiatan biologis.6. Macam kegiatan. Energi Tidak Langsung Energi tidak langsung merupakan energi yang digunakan untuk memproduksi suatu input produksi selain energi bahan bakar dan listrik.45 Baru bara keras Kg 30.32 Diesel 1 38.39 2.12 47.66 9.08 40. Energi tidak langsung dapat berupa materi penyusun produk atau mesin-mesin dan energi manusia.32 18.26 Gas alam m3 41.16 32. b.39 11.24 8. Energi biologis dapat berperan sebagai energi langsung jika berupa suatu kerja.12 47.76 kayu keras Kg 19. Nilai kalor per unit satuan beberapa jenis bahan bakar Unit Nilai kalor Input produksi Nilai kalor Sumber energi satuan (MJ/unit) (MJ/unit) total (MJ/unit) Gasolin 1 32. Masing-masing sumber energi memiliki nilai kalor yang berbeda-beda sehingga akan menghasilkan nilai energi total yang berbeda pula.23 2.60 8.78 Minyak diesel 1 38. c.58 1.6. Sifat pekerja yang meliputi umur.70 kayu lunak Kg 17. Perbedaan nilai kalor dari beberapa jenis bahan bakar dapat dilihat pada Tabel 2.44 20.38 8.26 1. disebut tenaga manusia.59 Batu bara lunak Kg 30. tenaga hewan dan kemampuan tumbuh pada tanaman. kekuatan dan tingkat keterampilan. Energi manusia lebih dikenal sebagai energi biologis. Setiap orang memiliki kapasitas kerja yang berbeda-beda tergantung dari : a. seperti tenaga manusia. Tingkat konsumsi makanan dan oksigen.37 32.

Untuk aktivitas yang sedang. dalam hal ini yaitu energi untuk memproduksi mesin. d. 1998). e. kelembaban dan lainnya. Zander (1973) dalam Sigit (1981) berpendapat bahwa energi yang dimanfaatkan oleh seseorang secara efektif untuk melakukan kerja hanya 10-30% dari energi total yang dibutuhkan untuk mengerjakan aktifitas tersebut. Menurut Doering (1978) dalam Sulistiono (2008) embodied energy adalah energi yang digunakan secara tidak langsung pada produksi pertanian. Kondisi lingkungan. pestisida.200 KALTIM I 36. peralatan. Setiap produsen pupuk urea mengkonsumsi jumlah energi yang berbeda-beda.730 Sumber : PII.560 kJ/kg. Tabel 2.600 PUSRI III 32. Sedangkan untuk laki- laki standar berbobot 65 kg dan berumur 25 tahun kebutuhan energi adalah 12.210 kJ/hari untuk wanita standar berbobot 55 kg dan berumur 25 tahun. (FAO & WHO.600 PUSRI II 33. seperti pekerjaan pada industri kecil (beberapa pekerjaan pertanian. bangunan dan bahan pendukung lainnya.140 AAF 32. pupuk.430 KALTIM III 24. 1992 . seperti suhu.850 PUSRI IV 32. Lamanya bekerja. 1974 dalam Abdullah. Konsumsi energi per ton urea dibeberapa produsen pupuk urea dapat dilihat pada Tabel 2.7.7. Jumlah energi langsung dan tidak langsung yang digunakan untuk memproduksi suatu barang disebut embodied energy.850 PUPUK KUJANG 1A 34. Semakin lama bekerja semakin tidak efisien.120 KALTIM II 30. Konsumsi energi per metrik ton urea dibeberapa produsen pupuk di Indonesia Pabrik Konsumsi Energi (MMBTU/MT) PUSRI I 42. ibu rumah tangga dan siswa) kebutuhan energi adalah 9.200 PIM 1 32.

PUPUK KUJANG Urea pertama kali ditemukan pada tahun 1773 yaitu terdapat didalam urine.30 Total 18.8. Energi listrik digunakan untuk menggerakkan motor listrik.679 3. Selain gas alam (sumber energi langsung). propane.720 96.023.927.70 Industri non-pupuk urea 17. hidrogen dan argon.11. Komponen terbesar dalam gas alam adalah metan (CH4). Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan urea adalah gas alam.990. biaya operasi rendah dan memiliki produk dengan . Kebutuhan energi listrik untuk industri pupuk urea dapat dilihat pada Tabel 2. Gas alam selain digunakan sebagai bahan bakar (sumber energi langsung). LHV (Low Heating Value) dari masing-masing komponen tersebut dapat dilihat pada Tabel 2.681. juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk. 1992 dalam Suryadi (1994) C. PROSES PRODUKSI PUPUK UREA DI PT. Pabrik pupuk urea yang diaudit ini didesain untuk memproduksi 1.725 ton urea prill per hari. Proses yang menjadi dasar dari proses pembuatan urea saat ini adalah proses dehidrasi yang ditemukan oleh Bassarow pada tahun 1870 yang mensintesis urea dari pemanasan ammonium karbamat.8. energi yang diperlukan dalam proses produksi pupuk urea adalah energi listrik. investasi pembangunan yang rendah. air dan udara. Sifat-sifat gas alam biasanya diwakili oleh komponen- komponen yang terkandung dalam gas alam. butane. Orang pertama yang berhasil mensintesis urea dari amonia dan asam sianida adalah Woehler pada tahun 1828 dan penemuan ini dianggap sebagai penemuan pertama yang berhasil mensintesa zat organik dari zat anorganik. Pabrik ini menggunakan teknologi Mitsui Toatsu Total Recycled C Improved yang memiliki sifat mudah dioperasikan. karbondioksida. Tetapi terdapat juga etana. pentane.951.399 100 Sumber : BPS. Tabel 2. Kebutuhan energi listrik untuk industri pupuk urea dan non- industri pupuk urea Energi listrik Jenis industri kWh % Industri pupuk urea 691.

ammonia plant. cooling water dan listrik dari gas turbin generator.com/eee48/eee48e/carbon_content_n_gas_using_heat_values. .357 Jumlah 326. urea plant dan bagging plant. selanjutnya dikirim ke bagging plant untuk dikantongkan sebelum di jual ke konsumen. Low Heating Value (LHV) untuk komponen yang terkandung dalam gas alam Komponen LHV (MJ/kg) CO2 CO Ar N2 CH4 50.613 n-C4H10 45. steam yang digunakan untuk menggerakkan turbin.htm (Rabu. Utility plant menyediakan air bersih untuk air minum.9. Secara umum proses produksi pupuk urea dapat dilihat pada Gambar 2. Ammonia plant menghasilkan ammonia dan karbondioksida untuk dikirim ke urea plant sebagai bahan baku pembuatan urea.752 i-C5H12 45.1. PUPUK KUJANG dibagi dalam empat plant yaitu utility plant. kualitas tinggi. Tabel 2. 16 Juli 2008) Secara keseluruhan proses produksi pupuk urea di PT. Proses tersebut dikembangkan oleh Toyo Engineering Corporation (TEC) Jepang.009 C2H6 47.794 C3H8 46. Setelah diproses di urea plant menjadi urea curah.357 i-C4H10 45.123 Sumber : http://ecen. instrument air dan plant air. perkantoran dan juga air bebas mineral yang digunakan oleh seluruh dinas sebagai air umpan ketel.241 n-C5H12 45. Keempat plant tersebut satu sama lain saling berkaitan.

4. Seksi Sintesa Pada seksi ini. Kelebihan ammonia akan mempercepat reaksi yang pertama dan .3-1 jam. Reaksi yang terjadi dalam reaktor sintesa adalah : CO2 + 2NH3 NH4CO2NH2 -38.1. Gambar 2. Kemudian diikuti dehidrasi endotermik ammonium karbamat membentuk urea.5 . Temperatur yang optimal dalam reaktor adalah 200oC. Sedangkan tekanan optimum dalam reaktor adalah 200 kg/cm2 karena konversi ammonium karbamat menjadi urea hanya terjadi pada fase cair sehingga kondisi operasi dalam reaksi sintesa ini memiliki tekanan dan temperatur yang tinggi. seksi recovery serta seksi kristalisasi dan prilling. Reaksi tersebut dipengaruhi oleh temperatur. Perbandingan ammonia dan karbondioksida berkisar antara 3. 1.8 kcal/g.mol (ammonium karbamat) (urea) Produk yang keluar dari reaktor adalah urea dan ammonium karbamat. PUPUK KUJANG. 2008) Proses produksi pupuk urea sendiri dibagi dalam beberapa tahapan proses (seksi) yang dilakukan di PT. Diagram proses pembuatan pupuk urea (Pratiwi. yaitu temperatur dimana konversi mendekati kesetimbangan dalam waktu tinggal (residence time) 0.3 kcal/g. tekanan. yaitu seksi sintesa. perbandingan ammonia dan karbondioksida. seksi dekomposisi/ purifikasi. dan jumlah air.mol (ammonium karbamat) NH4CO2NH2 NH2CONH2 + H2O +7. urea diproduksi melalui reaksi antara NH3 dan CO2 yang sangat eksotermik membentuk ammonium karbamat.

3 kcal/g.2. NH4COONH2 NH3 + CO2 NH3 Seksi Seksi Seksi Seksi Dekomposisi Pembutiran CO2 Kristalisasi Sintesa / Purifikasi NH4COONH2 NH2COONH +H2O NH3 dan CO2 NH3 + CO2 NH4COONH2 Seksi Larutan recycle Recovery Urea curah ke unit pengantongan Gambar 2. Diagram seksi pembuatan gas sintesa urea (Pratiwi. Secara lebih jelas. Biuret yang berlebih tidak dikehendaki karena merupakan racun bagi tanaman. mencegah terjadinya reaksi pembentukan biuret. Dengan adanya air. proses pada seksi sintesa dapat dilihat pada Gambar 2. air. dan kelebihan ammonia dari larutan urea. sebelum dialirkan ke crystallizer dilakukan tiga tahap . Proses ini berlangsung dengan pemanasan dan tekanan yang diturunkan. Seksi Dekomposisi/Purifikasi Pada seksi ini terjadi proses pemisahan ammonium karbamat.mol (ammonium karbamat) Untuk memisahkan ammonium karbamat dan kelebihan ammonia dari larutan urea. Sehingga mengurangi konversi pembentukan urea. 2NH2COONH2 NH2CONHCONH4 + NH3 Reaksi kedua dari pembentukan urea dipengaruhi oleh jumlah air. 2008) 2.2. NH4CO2NH2 CO2 + NH3 +42. maka urea yang terbentuk dari karbamat akan berkurang.

urea akan terkonversi menjadi biuret dan ammonia. Proses hidrolisa urea: NH2CNH2 + H2O CO2 + 2NH3 +28.mol (urea) Proses hidrolisa ini akan mengurangi kadar urea didalam larutan sehingga pada saat proses ini berlangsung harus dikontrol dengan ketat untuk mengurangi kehilangan produk.4 kcal/g. tekanan rendah dan waktu tinggal (residence time) yang lama. biuret. ammonium karbamat. .5 kgf/cm2. proses pada seksi dekomposisi/purifikasi dapat dilihat pada Gambar 2. Secara lebih jelas.0 kgf/cm2. 2. Dekomposisi ini dilakukan pada suhu 1200C . Decomposer Decomposer biuret ke seksi kristalisasi Urea. biuret. Gas sisa dari seksi Urea. air. yaitu dari tekanan 17. Seksi Recovery Gas-gas ammonia dan karbondioksida yang telah bereaksi setelah dekomposisi ammonium karbamat dikembalikan ke reaktor sintesis. Gas NH3 dan CO2 ke seksi recovery NH3 sisa dari seksi sintesa Larutan High Pressure Low Pressure Gas Separator urea.3. 2008) 3. biuret.3. Pada suhu diatas 900C. gas gas terlarut dan terlarut dan sisa recovery untuk air ammonium karbamat stripping Gambar 2. sampai tekanan atmosfir. dekomposisi.1650C. Proses ini terjadi pada suhu tinggi. Urea. Diagram alir seksi dekomposisi/purifikasi (Pratiwi.

Larutan urea (75%) dan biuret dari seksi purifikasi masuk ke crystallizer untuk dikristalkan dan dihilangkan kadar airnya. Metoda pengembalian gas-gas yang tidak bereaksi diklasifikasikan menjadi : . Larutan urea yang telah dikristalkan masuk ke centrifuge untuk dipisahkan antara larutan urea dengan kristal urea. semua larutan induk yang mengandung hampir semua biuret dikembalikan ke seksi recovery yang berguna sebagai larutan penyerap ammonia dan karbondioksida tersebut dikembalikan ke reaktor.3 % berat. Larutan urea kemudian masuk ke dalam . Agar kadar biuret tetap (<0. Mengembalikannya sebagai larutan (slurry) Gambar 2.4. Diagram alir seksi recovery urea (Pratiwi. 2008) 4. Setelah itu dikeringkan dengan udara panas sehingga kadar airnya menjadi 0. Seksi Kristalisasi dan Pembutiran (Prilling) Larutan urea di seksi purifikasi/dekomposisi dikristalkan secara vakum dan dipisahkan dengan centrifuge. Memisahkan dan mengembalikannya sebagai gas .1% berat).

Waktu tinggal dalam prilling tower diusahakan sekecil mungkin. Kemudian butiran tersebut disaring dengan ayakan trommel untuk memisahkan butiran-butiran yang berukuran lebih (oversize) dari butiran-butiran yang dikehendaki. mother liquor tank (ML tank). 2008) Tahapan proses produksi pupuk urea di atas didukung oleh beberapa unit penunjang. Gambar 2.5. kadar air dibuat sekecil mungkin agar diperoleh butiran yang keras. unit pembangkit uap dan unit pembangkit listrik. Unit penunjang yang diperlukan antara lain unit pengolahan air untuk air umpan ketel. Debu (dust) masuk ke dust separator sedangkan kristal urea masuk ke melter untuk dilelehkan dengan uap sebagai pemanas. Kemudian lelehan mengalir melalui distributor- distributor dan membentuk tetesan-tetesan yang memadat dengan adanya pendinginan oleh udara dalam prilling tower untuk memperkecil pembentukan biuret. Setelah itu butiran yang dikehendaki disimpan dalam bulk storage. Dalam prilling tower. Diagram alir seksi kristalisasi dan pembutiran (Pratiwi. Sedangkan urea dalam bentuk kristal masuk ke dalam fluidizing dryer untuk dikeringkan yang kemudian masuk ke cyclone untuk dipisahkan dengan debu (dust). .

Proses yang dilakukan pada pretreatment yaitu koagulasi.5 dan kekeruhan maksimum 2.7. flokulasi. 1. Secara umum proses pretreatment dapat dilihat pada diagram alir di bawah ini. Unit pengolahan air Unit pengolahan air bertujuan untuk mengolah air baku menjadi air bersih. ketel uap paket II dan ketel uap panas buang. Diagram proses demineralisasi (Pratiwi. Pretreatment Pretreatment bertujuan untuk mengolah air baku menjadi air bersih dengan pH 7. Secara umum proses demineralisasi dapat dilihat pada diagram berikut : Air bersih Carbon Filter Cation Anion Mix Bed Exchanger Exchanger Polisher Air bebas mineral Gambar 2. Unit pembangkit uap Uap yang digunakan dalam memproduksi pupuk urea dihasilkan oleh ketel uap. Demineralisasi Demineralisasi bertujuan untuk mengolah air bersih menjadi air bebas mineral yang akan digunakan sebagai air umpan ketel dengan cara pertukaran ion. Terdapat tiga jenis ketel uap yaitu ketel uap paket I. Diagram proses pretreatment (Pratiwi.6. Jenis uap yang dihasilkan dari ketiga jenis ketel uap ini adalah medium steam yang memiliki tekanan 42. 2008) b.0 ppm.2 . Raw water Tangki Sand filter Premix Floctreater penampungan (pasir 6 biji) tank air bersih Air bersih Gambar 2. sedimentasi dan filtrasi. Unit pengolahan air terdiri dari dua proses. 2008) 2. yaitu : a.0 – 7.

3. Selain dari gas turbin generator terdapat juga cadangan listrik dari PLN sebesar 10 MW. emergency generator dan UPS (Uninterrupted Power Supply). Pengumpulan data tetapan-tetapan peralatan. Teknik analisis pendahuluan a. tetapan pendukung dalam menganalisis aliran energi pada setiap sub sistem b. stand by generator sebanyak dua buah dengan power masing-masing 750 kW. Pengumpulan data (Data Gathering) Teknik pengumpulan data ini meliputi : a.8 kV/50 Hz. Menurut Wayne C. kg/cm2 dengan suhu 399oC. AUDIT ENERGI Menurut Malcolm Slesser (1982) dalam Suryadi (1994). D. audit energi adalah suatu perhitungan aliran energi dalam sebuah proses produksi.5 kg/cm2 dengan suhu 150oC. Selain melalui flush drum. Turner (1982) . pabrik/mesin. Uji coba peralatan/unjuk kerja . Selain medium steam dihasilkan juga low steam yang didapatkan dengan cara memanfaatkan air blow down dari buangan ketel uap yang masih memiliki suhu tinggi dengan mengalirkannya ke flush drum sehingga didapatkan tekanan 3. langkah-langkah dalam audit energi adalah sebagai berikut : 1. Catatan lapangan c.6 – 13. low steam juga didapatkan dengan melewatkan medium steam ke let down valve dan juga dari uap keluaran exhaust turbine. Unit pembangkit listrik Listrik yang digunakan untuk proses produksi pupuk urea dihasilkan oleh gas turbin generator yang memiliki kapasitas power 18.350 MVA dengan tegangan 13. Pengoperasian data terhadap persamaan yang telah ada d. biasanya agar proses tersebut menjadi ekonomis.

Menganalisa konsep penambahan biaya untuk tahapan tertentu bilamana diperlukan b. Mengidentifikasi data-data yang diperlukan (Identify Data Requirements) c. Evaluasi biaya peralatan/perbaikan peralatan 4. Laporan efektivitas pengelolaan peralatan auditing maupun peralatan pabrik d. Pengumpulan data (Collect Data) d. Membuat model dan simulasi 3. Analisa data (Analize Data) e. yang terdiri dari : a.2. Membuat laporan hasil perhitungan konsumsi energi Tahap ini merupakan langkah akhir dalam perumusan audit energi yang meliputi : a. Membuat rencana pengembangan (Develop Action Plan) . Pupuk Kalimantan Timur terdiri dari dua tahap. metode audit energi yang dilakukan di PT. Laporan biasa. Laporan tinjauan (review) tiap tahapan proses. merupakan data hasil perhitungan harian dan belum dijadikan hasil audit yang baku c. Teknik analisis (Analytical Techniques) Tahapan analisis ini meliputi : a. Menganalisis pindah panas e. yaitu : 1. merupakan hasil keseluruhan dari proses audit (mulai dari bahan baku sampai barang jadi siap dipasarkan b. Tahap pendahuluan (Preliminary Energy Audit) Pemeriksaan pendahuluan adalah pengumpulan data awal dan analisa pendahuluan. Menganalisis kesetimbangan massa dan energi c. Laporan utama. Pengelompokan sumber data (Organize Resources) b. Sedangkan menurut tim KONEBA (1989). Menganalisis energi yang masuk dan yang keluar pada tiap sub sistem d. Mengevaluasi sifat muatan listrik f.

Mengidentifikasi peluang untuk melakukan konservasi (Identify conservation opportunities) i. Penyempurnaan pengelolaan energi secara menyeluruh (Refine overall energy management program) . Pemeriksaan Menyeluruh (Detailed Energy Audit) Pemeriksaan energi secara umum/menyeluruh adalah melakukan penjajagan (surveying) terhadap peralatan yang dipakai di suatu pabrik dan melakukan analisa. Rencana pengembangan aktivitas pabrik (Develop action plan) d. Tahapan pada pemeriksaan energi secara menyeluruh ini meliputi : a. Rencana pengembangan aktivitas peralatan (Develop action plan for implementation) j.2. Evaluasi data yang telah dikumpulkan (Evaluate collected data) h. Persiapan kelengkapan kerja (Complete preparatory work) f. Pengawasan penggunaan energi secara kontinyu (Continue to monitoring energy use) k. Pemilihan bagian yang akan diaudit (Select scope of the detailed energy audit) e. Evaluasi pengelolaan energi harian (Review the energy management program to date) b. baik terhadap alat yang tetap digunakan secara kontinyu maupun alat yang bersifat tidak tetap. Pemeriksaan dan pencatatan data lapangan (Carry out detailed audit field work) g. Pemeriksaan energi pendahuluan (Conduct a preliminary energy audit) c.

BATASAN SISTEM Kegiatan audit energi ini dilakukan di tiga unit. PERSERO di bagian Process Engineering. Sub sistem gas turbin generator HITACHI (2006-J) Gas turbin generator HITACHI (2006-J) berfungsi sebagai unit penyediaan tenaga listrik untuk seluruh pabrik (plant). yaitu waktu pengambilan data dan frekuensi pengambilan data. Batasan masing-masing unit tersebut dijelaskan sebagai berikut : 1. PUPUK KUJANG 1A. yaitu unit penyediaan sarana penunjang (utility). sistem ini dibagi menjadi empat sub sistem. Dari pola produksi tersebut data dianalisis dalam bentuk grafik untuk menentukan metoda pengambilan data. Untuk memudahkan dalam kegiatan audit dan menghindari kesalahpahaman terhadap hasil yang disajikan. METODOLOGI PENELITIAN Dalam pengamatan awal dilihat tiap seksi atau tahapan proses dengan memperhatikan kondisi produksi pada saat dilakukan audit energi. WAKTU DAN TEMPAT Penelitian dilaksanakan dalam kurun waktu Maret 2009 sampai dengan Mei 2009. unit proses produksi pupuk urea dan unit utilitas pendukung proses produksi pupuk urea. . a. III. A. Dari kondisi produksi tersebut selanjutnya ditentukan batasan sistem yang diaudit serta didapatkan pola produksi riil. Unit penyediaan sarana penunjang (utility) Unit penyediaan sarana penunjang produksi (utility) ini dianggap sebagai suatu kesatuan sistem. Sub sistem tersebut antara lain gas turbin generator HITACHI (2006-J). perumahan dan perkantoran. Tempat pelaksanaan penelitian adalah di PT. B. ketel uap panas buang (2003-U) dan ketel uap paket I dan II (2007-U dan 2007-UA).

Untuk memudahkan dalam kegiatan audit dan menghindari kesalahpahaman terhadap hasil yang disajikan. Sub sistem seksi sintesa Komponen utama pada seksi sintesa adalah reaktor sintesa (U- DC101). kompresor dan alat penukar panas (heat exchanger). unit proses pembuatan pupuk urea juga dianggap sebagai suatu kesatuan sistem. Sedangkan komponen lainnya adalah pompa. seksi dekomposisi/purifikasi. . 2. sistem ini dibagi menjadi empat sub sistem. a. b. Sub sistem tersebut antara lain seksi sintesa. Unit proses pembuatan pupuk urea Seperti halnya pada unit penyediaan sarana penunjang produksi (utility). c. Sub sistem ketel uap paket I dan II (2007-U dan 2007-UA) Ketel uap paket I dan II (2007-U dan 2007-UA) berfungsi sebagai pembangkit uap dengan masukan gas alam dan udara sebagai bahan bakar. seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling. Sub sistem ketel uap panas buang (2003-U) Ketel uap panas buang (2003-U) berfungsi sebagai pembangkit uap dengan memanfaatkan gas buang dari gas turbin generator untuk pembakaran.

Batas sub sistem
Ke unit
purifikasi

U-DC101

U-EA101

Udara
pasivasi
U-GB101A,B
U-FA401
U-EA102
U-GB102

Larutan
recycle U-GA402A,B U-GA101A-D
U-GA404A,B
CO2 dari pabrik U-GA102A,B
ammonia

Gambar 3.1. Aliran proses dan definisi sub sistem sintesa

b. Sub sistem seksi dekomposisi/purifikasi
Peralatan pada sub sistem ini antara lain high pressure
decomposer (U-DA201), low pressure decomposer (U-DA202), dan
gas separator (U-DA203).

Gambar 3.2. Aliran proses dan definisi sub sistem dekomposisi/purifikasi

c. Sub sistem seksi recovery
Peralatan pada sub sistem ini antara lain low pressure absorber
(U-EA402), off gas absorber (U-DA402), high pressure absorber
cooler (U-EA401), high pressure absorber (U-DA401), ammonia
recovery absorber (U-EA405), dan ammonia reservoir (U-FA401).

Batas sub sistem

Dari U-DA201

Ke U-FA401 U-DA401 Ke U-GB401
dari/ke U-GA201A,B

cw

Dari U-DA205

cw U-DA402
U-EA401
U-EA405
Dari U-GA203A,B
Dari U-DA202
cw U-EA406
cw cw
Steam
U-EA407
condensate U-EA402
cw cw
U-FA403
Ke U-DC101 U-EA408 cw

U-GA401A,B

U-GA405A,B U-GA408A,B

Steam condensate
U-GA402A,B U-GA403A,B
U-GA406A,B Ke U-DA202

U-GA407A,B

Gambar 3.3. Aliran proses dan definisi sub sistem recovery

Aliran proses dan definisi sub sistem kristalisasi     . fluidizing dryer (U-FF301). Gambar 3. d. Sub sistem seksi kristalisasi dan prilling Peralatan pada seksi kristalisasi dan prilling antara lain crystallizer (U-FA201). mother liquor tank (U-FA203). dan prilling tower (U-IA301).4.

5. Aliran proses dan definisi sub sistem prilling     .B Dari U-GF201A-E Ke U-FA203 U-PF301A-L steam steam condensat U-FF301 U-EC301 udara U IA301 U-FD303 U-GB301 U-GB303 Ke pengantongan udara Ke U-FA303 Gambar 3.B U-FD304 steam U-EA301 U-GB304A- U-FD305 U-PF303 U-PF302 U-FA301 U-GA302A. Batas sub sistem U-FC301 U-GB302 U-JD301A.

unit utilitas pendukung proses produksi pupuk urea di urea plant dianggap sebagai suatu kesatuan sistem.     . penyediaan air panas (hot water tank (U-FA703)) dan penyediaan air pendingin. nilai kalor uap. flash drum (U-FA701). Sub sistem penyediaan air panas (hot water tank (U-FA703)) c. 3. nilai low heating valuedari masing-masing komponen yang terkandung dalam gas alam dan jumlah produksi pupuk urea. Sub sistem tersebut antara lain penyediaan uap dan kondensat uap. Penggunaan energi bahan bakar gas alam Data yang digunakan meliputi konsumsi gas alam. steam condensate tank (U-FA702). Unit utilitas pendukung proses produksi pupuk urea Seperti halnya unit sarana penunjang (utility) dan unit proses produksi. 2. 3. Untuk memudahkan dalam kegiatan audit dan menghindari terjadinya kesalahpahaman dalam pembahasan. PARAMETER PENGUKURAN Parameter yang diukur dalam penelitian ini adalah : 1. Sub sistem penyediaan air pendingin Peralatan pada sub sistem ini antara lain cooling tower for urea process part (U-EF601) dan cooling tower for crystallizer part (U- EF601) C. Penggunaan energi uap Data yang digunakan meliputi konsumsi uap. jumlah alat. dan jumlah produksi pupuk urea. Sub sistem penyediaan uap dan kondensat uap Peralatan pada sub sistem ini antara lain desuperheater I (U- BF701). a. dan arus listrik yang terpasang dan terukur dan jumlah produksi pupuk urea. b. daya tegangan. dan condensate cooler (U-EA701). Penggunaan energi listrik Data yang digunakan meliputi jenis alat. desuperheater II (U-BF702). lama penggunaan alat. sistem ini dibagi menjadi tiga sub sistem.

Pemeriksaan menyeluruh (detailed energy audit) Setelah ditentukan metode pengambilan data yaitu data diambil setiap dua jam sekali selama 24 jam selama bulan Maret 2009. jumlah jam kerja. 4. Pengambilan data untuk audit energi ini dilakukan dengan 2 (dua) cara. kapasitas terukur dan kapasitas terpasang. audit energi ini terdiri dari dua tahap. Penggunaan energi manusia Data yang digunakan meliputi jumlah tenaga kerja pada tiap tahapan produksi. 2. D. PUPUK KUJANG 1A mengacu pada metode audit energi yang dilakukan oleh tim KONEBA di PT. 5. Pupuk Kalimantan Timur (1989). selanjutnya dilakukan pemeriksaan menyeluruh dengan melakukan penjajagan (surveying) terhadap peralatan yang dipakai di suatu pabrik dan melakukan analisa. Tahapan selanjutnya dari pemeriksaan menyeluruh ini adalah melakukan pemeriksaan dan pencatatan atau pengambilan data. METODE PENGAMBILAN DATA Metode audit energi yang dilakukan di PT. satu minggu dan satu hari dengan tiga kali ulangan. yaitu :     . Efisiensi penggunaan energi Data yang digunakan dalam menentukan efisiensi penggunaan energi adalah energi input. energi berguna. jumlah produksi pupuk urea. data tersebut dapat dievaluasi pada tahap pemeriksaan menyeluruh (detailed energy audit). dan nilai metabolisme manusia. Tahap pendahuluan (preliminary energi audit) Pada tahap ini dilakukan pengelompokkan sumber data yang diperlukan seperti kondisi dan pola produksi dan mengidentifikasi data- data tersebut. yaitu : 1. Setelah itu dilakukan analisis data untuk menentukan metode pengambilan data dalam satu bulan. baik terhadap alat yang tetap digunakan secara kontinyu maupun alat yang bersifat tidak tetap. Sehingga. Sehingga.

Pengamatan dan pengukuran pada tiga jenis ketel uap. ammonia dan air pengumpan ketel. tekanan uap. turbin uap. Pengamatan dan pengukuran pada gas turbin generator HITACHI (2006-J). Pengumpulan data primer Waktu pengumpulan data primer ditentukan setelah dilakukan preliminary energy audit. suhu gas buang masuk economizer. Alat yang digunakan adalah alat yang terpasang pada ruang pengendali (control room). PUPUK KUJANG 1A. laju alir massa gas alam.     . ketel uap paket II (2007-UA) dan ketel uap panas buang (2003-U). konsumsi uap air. Data yang diambil pada ketel uap adalah suhu uap. jumlah produksi urea. Pengamatan dan pengukuran pada peralatan yang menggunakan listrik. gas turbin generatot dan data pada proses produksi. Data yang diambil yaitu tegangan dan arus terukur. b. Data-data tersebut dijelaskan sebagai berikut : a. Data yang diambil pada turbin uap adalah tekanan uap dan suhu uap. temperatur. 2. laju alir massa. Pengamatan dan pengukuran pada turbin uap. e. yaitu ketel uap paket I (2007-U). Sedangkan pengambilan data dilakukan dengan tiga kali ulangan. Alat yang digunakan adalah alat yang terpasang pada ruang pengendali (control room). suhu gas buang keluar economizer. laju alir massa air umpan. Data yang diambil adalah kuat arus listrik terukur pada setiap alat/mesin. d. 1. Pengumpulan data sekunder Data sekunder merupakan data penunjang lainnya yang diperoleh dari bagian Process Engineering termasuk data yang tidak dapat diukur di ruang pengendali (control room) seperti data mengenai komposisi gas alam yang diterima oleh PT. Pengamatan dan pengukuran pada proses produksi pupuk urea berupa data tekanan. suhu air umpan. Data-data yang diambil yaitu pada data peralatan yang menggunakan energi listrik. ketel uap. c.

ketel uap panas buang (2003-U).2) Dimana : El = Energi listrik yang digunakan untuk memproduksi tiap kg pupuk urea (MJ/kg) P = Daya motor/mesin terukur (kW) t = Waktu (jam) η = Efisiensi alat (%) Q = Jumlah produksi pupuk urea (kg) v = Tegangan (volt) I = Arus (ampere) cos θ = Faktor daya     . kompresor dan motor listrik. BAHAN DAN ALAT Objek yang diaudit pada penelitian ini antara lain gas turbin generator HITACHI (2006-J).E. 1. Bahan yang digunakan dalam kegiatan audit ini adalah gas alam. Energi listrik Kebutuhan energi listrik dalam proses produksi pupuk urea dapat dihitung dengan persamaan berikut : El = (P * t * η) / Q (3. Semua perhitungan akhir energi dikonversikan ke dalam satuan energi yang sama yaitu kJ/kg urea. Sedangkan alat ukur yang digunakan dalam kegiatan audit ini adalah semua alat ukur sensor yang terpasang di ruang pengendali (control room) dan alat ukur yang terpasang di lapangan. turbin. F. PENGOLAHAN DATA DAN ANALISIS Audit energi yang dilakukan pada proses produksi pupuk urea ini dilakukan pada setiap tahap yang telah ditentukan. ketel uap paket I dan II (2007-U dan 2007-UA). air dan udara. pompa.1) P = v * I * cos θ * √3 (3.

2.3) Dimana : Es = Energi uap (kJ/jam) ms = Laju aliran massa uap (kg/jam) h = Entalpi uap pada tekanan dan suhu tertentu (kJ/kg) 3. Energi air umpan ketel Kebutuhan energi air umpan ketel dalam proses produksi pupuk urea dapat dihitung dengan persamaan berikut : Eair = mair * Cpa dT (3.5) Dimana : Eair = Energi air umpan ketel (kJ/jam) mair = Laju aliran massa air umpan ketel (kg/jam) Cpa = Panas jenis air umpan ketel (kJ/kg.4) Dimana : ENG = Energi gas alam (kJ/jam) mNG = Laju aliran massa gas alam (lb/jam) LHV = Low Heating Value gas alam (kJ/lb) Pada perhitungan energi bahan bakar gas alam. 4. satuan yang digunakan untuk laju aliran massa adalah lb/jam dikarenakan nilai LHV yang diperoleh memiliki satuan kJ/lb.mol) T1 = Suhu reference (298 K) T2 = Suhu air umpan ketel (K)     . Energi uap Kebutuhan energi uap dalam proses produksi pupuk urea dapat dihitung dengan persamaan berikut : Es = ms * h (3. Energi bahan bakar gas alam Energi bahan bakar gas alam dalam proses produksi pupuk urea dapat dihitung dengan persamaan berikut : ENG = mNG * LHV (3.

2 kJ/jam) Npupuk urea = Jumlah produksi pupuk urea per hari (kg/hari)     .6) Dimana : Eudara = Energi udara (kJ/jam) mudara = Laju aliran massa oksigen yang terkandung dalam udara secara teoritis (kg.27 kJ/menit atau 256. 5.mol/jam) Cpu = Panas jenis udara (kJ/kg. Energi oksigen yang terkandung dalam udara Kebutuhan energi oksigen yang terkandung dalam udara pada proses produksi pupuk urea dapat dihitung dengan persamaan berikut : Eudara = mudara * Cpu dT (3. 6.mol) T1 = Suhu reference (298 K) T2 = Suhu udara (K) Nilai panas jenis udara merupakan fungsi integral terhadap suhu. Nilai Cp dapat dihitung dengan menggunakan tabel Heat Capacity for Inorganic Compounds and Elements. Nilai Cp dapat dihitung dengan menggunakan tabel Heat Capacity for Inorganic Compounds and Elements. Nilai panas jenis air umpan ketel merupakan fungsi integral terhadap suhu.7) Dimana : Emanusia = Energi manusia (kJ/jam) n = Jumlah pekerja per hari T = Jam kerja per hari (jam) C = Metabolisme dasar manusia (laki-laki = 4. Energi manusia Kebutuhan energi manusia dalam proses produksi pupuk urea dapat dihitung dengan persamaan berikut : Emanusia = (n x T x Cmanusia)/Npupuk urea (3.

Efisiensi teknis Efisiensi teknis yaitu perbandingan efisiensi terukur (ηriil) dengan efisiensi alat/mesin terpasang. Efisiensi riil dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : η riil = Eberguna / Ein x 100% (3. Kesetimbangan massa adalah aspek penting sebagai pengontrol     . Metode analisis yang akan digunakan pada penelitian ini mengacu pada metode audit menurut Wayne C. analisis energi yang masuk dan yang keluar pada tiap sub sistem dan analisis pindah panas. Kesetimbangan massa dan energi sangat penting dalam sebuah proses di industri. 7. Efisiensi teknis dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut : ηteknis = ηriil /ηmenurut spesifikasi x 100% (3.9) Dimana : ηteknis = Efisiensi teknis (%) ηmenurut spesifikasi = Efisiensi alat/mesin menurut spesifikasi (%) ηriil = Efisiensi riil (%) Setelah didapatkan parameter pengukuran yang dibutuhkan.8) Dimana : η riil = Efisiensi riil (%) Eberguna = Energi berguna (kJ/jam) Ein = Energi input (kJ/jam) b. selanjutnya dilakukan analisis terhadap hasil perhitungan yang diperoleh. Turner (1982) dengan tahapan analisis kesetimbangan massa dan energi. Efisiensi riil Efisiensi riil yaitu perbandingan antara jumlah energi berguna dengan jumlah energi input. Efisiensi penggunaan energi Efisiensi penggunaan energi dalam proses produksi pupuk urea adalah sebagai berikut : a.

Kesetimbangan massa dan energi didefinisikan sebagai suatu keadaan dimana massa dan energi pada saat masuk proses dan keluar proses adalah sama.15) Σms = mS1 + mS2 + mS3 = Total produk tersimpan.11) ΣmR = Σ mP + ΣmW + ΣmS (3. (3. (3. di atas dapat dituliskan rumus kesetimbangan massa dan energi sebagai berikut : Massa masuk = massa keluar + massa tersimpan (3. Secara lebih jelas konsep kesetimbangan massa dan energi dapat dilihat pada Gambar 3. Kesetimbangan massa dan energi (joeperreau@aol.14) Σmw = mW1 + mW2 + mW3 = Total limbah.6.10) Bahan baku masuk = produk + limbah + material tersimpan (3.6.6. proses terutama untuk mengontrol produk yang dihasilkan.com) Dari Gambar 3. (3.12) (dimana Σ (sigma) menunjukan jumlah semua kondisi).13) ΣmP = mP1 + mP2 + mP3 = Total produk. Gambar 3. (3.16)     . ΣmR = mR1 + mR2 + mR3 = Total bahan baku.

Tetapi jumlah secara keseluruhan haruslah seimbang. Seperti halnya massa. Energi masuk = Energi keluar + Energi tersimpan (3. = Total energi yang keluar bersama produk ΣEW = EW1 +EW2 + EW3 + …… = Total energi yang keluar bersama limbah ΣEL = EL1 + EL2 + EL3 + …….18) dimana mAU adalah massa yang hilang yang tidak diketahui dan harus diidentifikasi.19) ΣER = Σ EP +ΣEW +ΣEL + ΣES (3. sehingga untuk komponen A : mA pada material yang masuk = mA pada material yang keluar + mA yang tersimpan di dalam proses. Jika tidak ada perubahan kimia selama proses. (3. = Total energi yang hilang ke lingkungan ΣES = ES1 + ES2 + ES3 + …….     . hukum kesetimbangan massa dapat digunakan untuk masing-masing komponen.17) Tetapi jika terjadi perubahan kimia selama proses. Energi yang masuk dalam suatu proses harus sama dengan energi yang keluar. = Total energi tersimpan Kesetimbangan energi lebih rumit untuk dihitung karena bentuk dari energi itu sendiri yang dapat dikonversikan ke bentuk lainnya seperti energi mekanik yang dikonversi menjadi energi panas.. Dengan analisis tersebut diharapkan dapat diketahui aliran energi dari tiap sub sistem pada proses produksi pupuk urea. Sehingga dapat diketahui efisiensi penggunaan energi dan mendapatkan cara terbaik penghematan energi pada proses produksi pupuk urea. energi dalam suatu proses juga harus dihitung.20) Dimana : ΣER = ER1 + ER2 + ER3 + ……. Sehingga rumus untuk menghitung kesetimbangan massa menjadi : mAR = mAP + mAW + mAS+ mAU (3. = Total energi masuk ΣEP = EP1 + EP2 + EP3 + ……. maka sebagian massa akan hilang karena reaksi kimia..

22 4.438.191.273. Dalam perhitungan.37 37. . .21 672.76 38.36 4.459.459.21 4.79 16.84 3.294.91 36.77 15.165.30 323.26 40. .46 39.352.43 4.52 682.294 x 103 MJ merupakan panas yang hilang karena konduksi.73 378.74 357.36 4.08 4.79 704.130.10 16.23% 10 .40 4.378.134.95% 20 4.98 287.44 3.88 3.88 4.87% 14 4.48 3.478.313.82 4.27 4.77 354.167. - 11 .59 37.68 3.1. .149.90% 7 4.50 15.02 382. panas ini dianggap sebagai panas yang hilang padahal dalam kenyataannya panas tersebut dimanfaatkan oleh ketel uap panas buang untuk pembakaran. .76 4.253.69 1.414.23 689.48% 17 4.84 707.28 708.180.90% 15 4.112.40 3.35% 8 4.140.28 3.49 37.58 15.19 4.253. Neraca energi pada sub sistem gas turbin generator HITACHI (2006-J) (x103 MJoule) Energi Input Energi Output Total Tanggal Total input Efisiensi output Gas alam Udara Listrik Flue gas lain-lain 1 4.68 645.).69%     .293. terlihat bahwa efisiensi gas turbin generator rata-rata pada selama bulan Maret 2009 adalah sebesar 16.55 276.62 379.10 39.414.165.68 15.52 15.06 4.57 4.411.463. konveksi dan radiasi yang terjadi selama proses penyediaan listrik.48% 4 4.248.43 17.528.34 4.29 715.76% 3 4.88 3.69 16.52 4.26 4.119. .293.86 15.44 324.175.09 4.266.05 701.528.50 658.90 4. Tabel 4.48 37.73 288. .22 4.191.48 3.180.375.155.192. yaitu sebesar 101.21 16. .92 3.12%.52 347. - 12 . . IV.35 687.60 x 103 MJ selama bulan Maret 2009.175. Sedangkan sebesar 9. .17% 9 4.31 4.825.73 4.80 4.08 3.135. ternyata pada gas turbin generator ini terjadi kehilangan panas yang cukup besar.58 708. - 13 4. .136.65 4. .478.31 278.02 323.12 3.84 16.34 357.352.167.225.23 15.86 691. Sementara itu dari hasil audit energi (Tabel 4.153.167.294.463.397.89 355. .314. HASIL DAN PEMBAHASAN A.488.54 4.462.27 36.60 3.29 16. .61 4.41 4.31 4.77 680. .192.136.47 4. .499.00% 5 4.215.43 717.186.35 15.203.99 4.46 4.13 4. GAS TURBIN GENERATOR (2006-J) Dari hasil perhitungan.28 16.56 3. Sebesar 91.76 3.143.424.60 x 103 merupakan panas gas buang hasil pembakaran di combustion chamber.1.34 38.01 40.74 37. .149.83% 18 4.12% 6 4.05 16.70 39.41% 16 4.187. UNIT PENYEDIAAN SARANA PENUNJANG (UTILITY) 1.80 37.255.256.04 36.10 703.203.227.53 255.77 312.76 3.69 668.48 3.41% 19 4.47 4.52 4.139. .499.26% 2 4.

70 16.00% 22 4.17 15. Sedangkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Razi (1996) di PUSRI I-B diperoleh efisiensi gas turbin generator sebesar 19.20 3.54 301.471.471.259.60 9.46 393.91% 31 4.83 37.80 37.45 691.498.393.271.233.51 4.74 689.80 3.133.63 335.142.32 4.266.266.158.825.73 683.271. dan efisiensinya.37 4.47 714.16% 30 4. digunakannya turbin gas dalam industri karena ketahanannya untuk dioperasikan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.08 120.20 3.74 15.48 4.45 16.232.233.70 718.62% 27 4.240.21 17. Siklus kerja gas turbin generator yang beroperasi di PT.096. Tetapi jika dibandingkan antara hasil penelitian Suryadi dengan Razi terlihat bahwa gas turbin generator yang beroperasi di PT. Siklus ini bekerja berdasarkan siklus Brayton.50 4.12% Keterangan : (-) tidak diperoleh data komposisi gas alam.37% 29 4.97 39.50% 25 4.263.44 1. Neraca energi pada sub sistem gas turbin generator HITACHI (2006-J) (x103 MJoule) Energi Input Energi Output Total Tanggal Total input Efisiensi output Gas alam Udara Listrik Flue gas lain-lain 21 4.64 4.05 390.121. Terjadinya perbedaan nilai efisiensi gas turbin generator saat ini dengan hasil perhitungan Suryadi dikarenakan adanya perbedaan komposisi gas alam yang diterima pada saat ini dengan tahun 1994 dan juga karena adanya perbedaan metodologi penelitian yang digunakan.25 384.28 3.98 699.97 4.492.93% 23 4.15 37.19 329.45 310.85 277.52 19.48 36.1. Dari hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Suryadi (1994) diperoleh efisiensi gas turbin generator sebesar 23.52 301.07% Jumlah 119.28 3.432.52 16.44% 24 4.76 3.21 712.437.11 701.403.20 39.25% 28 4.84 3.03 4.54 4.63 4.96 3.033.393.240.00 3.59 4.57 4.447.411.531.203.69 4.00 120.50 680. walaupun efisiensinya hanya sekitar 20%.86 4.26 4. PUPUK KUJANG 1A termasuk ke dalam jenis siklus terbuka.59 4.50 359.11 16. Sehingga tidak dapat dihitung energi gas alam.72%.230.15 40.40 3.50%.511.492.511.531.133.486.270. PUPUK KUJANG 1A memiliki efisiensi yang lebih baik dibandingkan dengan gas     .26 4.158.56 3.12 4.98 16.253.73 16.47 15.486.92 4.56 4.67 36.228.15 39.253.88 328.82 4.165. Lanjutan Tabel 4. Siklus Brayton pertama kali digagas oleh George Brayton untuk digunakan pada mesin berbahan bakar minyak tipe reciprocating yang dia kembangkan sekitar tahun 1870.270.471.40 37.17 684.30 691.50 15.452.215.30 16. Menurut Reay dalam Suryadi (1994).92 91.294.64 37.50 4.254.25% 26 4.

00 3.103 MJoule) 2. Hubungan konsumsi bahan baku dan produksi listrik terhadap tanggal pengamatan. turbin generator yang beroperasi di PUSRI 1B.000.00 Gas alam 1.00 3. 2.1.500.52% dengan kehilangan panas sebesar 26.500.00 500. 5. Dengan nilai efisiensi tersebut maka dapat dikatakan ketel uap panas buang masih bekerja dengan baik.000.000. dapat disajikan dalam bentuk grafik yang terlihat pada Gambar 4.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanggal (Maret 2009) Gambar 4.00 2.60 x 103 MJ/jam.000.00 4. neraca energi pada sub sistem ketel uap panas buang dapat dilihat pada Tabel 4.500.00 Energi (.000. KETEL UAP PANAS BUANG (2003-U) Dari hasil perhitungan audit pada sub sistem ketel uap panas buang (2003-J) didapatkan nilai efisiensi rata-rata selama bulan maret yaitu sebesar 87. Secara lebih jelas.00 4.1. Sedangkan kebutuhan energi gas alam dan jumlah energi listrik yang dihasilkan oleh gas turbin generator seperti yang terlihat pada Tabel 4.2.500.00 0.     .00 Listrik 1. berikut.1.

51 177.32 19.76 132.33 4 48.90 231.48 10.29 5 78.98 206.58 178.51 224.77 86.42 200.18 31. - 13 67.58 10.61 10.63 10 .55 3 60.60 202.96 179.71 15 74.09 90. .56 182.99 198.96 216.50 87.73 223.95 25.62 31.81 9.56 219.51 201.39 190.72 141.35 27. .81 9.04 209.85 10.53 14 61.30 208.40 9.65 200.18 185.96 191.16 194.11 136.37 223.80 196.35 225. . .75 89.66 21.57 9.46 86.58 225.39 9.85 10.80 9. .75 130.40 141.72 31.92 131.86 7 64.24 30. .75 182.09 180.09 21 65.14 209.77 200.29 144.60 18 71.27 219.19 89.82 190.95 93.29 28 55.03 142. .63 216.97 10.60 9.21 9.82 90. .73 38.01 212.40 203. .63 9.40 9.37 216. .57 198.45 193.82 182.50 135.80 90.39 84.85 24.48 130.36 10. Sehingga tidak dapat dihitung energi gas alam.96 26.45 88.39 130.28 10. .50 219.21 Rata-rata 65.16 10.82 224.95 178.00 82.52 Keterangan : (-) tidak diperoleh data komposisi gas alam. dan efisiensinya.19 196.06 2 68.99 226.39 143.17 31 53.08 178.61 8 69.61 200.63 24 59. .46 87.37 86.25 23 70.80 216.45 206. .21 33.98 16 52.06 9.90 9.32 29.93 216.36 23.94 135.98 9. .34 223.17 195.14 217.25 217.51 84.96 208.20 85.93 135.96 220.92 17 85.56 86.08 89.31 144.     .41 216.24 211.56 9 68.47 204.52 135. - 11 .19 134.2.29 175.47 32.12 6 81.60 16.56 27.29 86.05 193.16 204.60 220.52 19 76.62 32.02 208.44 29 63.53 208. .75 9.05 86.64 226.98 34.98 182.10 17.20 193.02 131.53 28.83 219.05 231.13 92.00 180.98 87.29 134.33 204.44 20.42 22.38 131.18 22 77.96 88. Tabel 4.56 134.61 223.10 30 58.15 10.35 84.04 134.58 26.42 200.46 187. - 12 . Neraca energi pada sub sistem ketel uap panas buang (2003-U) (x 103 MJ/jam) Energi input Total Energi output Total Gas Air Efisiensi Tanggal Gas energi Panas energi buang umpan Steam (%) alam input hilang output dari GTG ketel 1 66.79 138.08 10.41 9.16 136.80 204.35 176.06 140.13 191.96 85.37 27 59.50 203.89 9.58 87.68 202.14 12.38 20 60.42 26.81 211.17 87. .99 130.95 9.59 136.39 27.91 201.60 212.16 85.39 181.79 10.72 26 61.90 27.60 141.46 175.37 178.57 209.50 190.11 141.52 25 56. .65 209. .18 87.23 23.

19 x 103 MJ/jam.92% dengan rata-rata kehilangan panas sebesar 16.00 0. Kebutuhan gas alam.2.00 Energi (. ketel uap paket I (2007-U) didapatkan nilai efisiensi rata-rata pada bulan Maret sebesar 89. gas buang dari gas turbin generator dan jumlah uap yang dihasilkan pada ketel uap panas buang dari tanggal 1 Maret hingga 9 Maret jika ditampilkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4.     .00 200.103 MJ/jam) 150. berikut.3.00 Gas buang dari GTG Steam 50. hasil perhitungan audit energi dapat dilihat pada Tabel 4.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanggal (Maret 2009) Gambar 4. Hubungan konsumsi gas alam dan gas buang dari gas turbin generator dengan jumlah uap yang dihasilkan ketel uap panas buang dari tanggal 1 Maret hingga 9 Maret 2009 3. Secara lebih rinci. KETEL UAP PAKET I (2007-U) Dari hasil perhitungan audit energi. 250.2.00 Gas alam 100.

45 155.30 8.46 9.32 8.40 155.50 158.08 158. .35 139.11 88.57 142.97 1.57 137.05 14.46 1.73 14.11 141.37 18.54 90.31 8.40 15.35 90.57 141.40 1.35 173.33 8. .59 159.54 159.79 90.26 140.61 1.62 31 149.38 155.30 1.19 89.28 18 145.85 17.99 89.61 89. .62 13.99 142.63 89.34 29 150.26 172.32 8.65 1. .19 88.49 1.81 139.32 8.08 142.22 9 146.66 16.48 155. .07 6 147.89 23 146.06 16.17 157.59 15.46 155.00 1.45 158. . udara dan jumlah uap yang dihasilkan pada ketel uap paket I dari tanggal 1 Maret     .06 155.58 158.94 89.61 141.3. .30 8.30 8.30 8.39 9. .30 165. .64 156.33 8.86 158.94 19 144.17 18.62 140. .44 4 146.28 8.45 9.59 1.26 30 149.34 8.86 27 147.93 1.64 172.12 155.19 138.57 2 145.59 89.32 8.06 1.25 1.23 174.99 17.82 Keterangan : (-) tidak diperoleh data komposisi gas alam.57 89.92 1.39 155.63 143.44 16.24 154. Hal tersebut menandakan bahwa ketel uap paket I masih bekerja dengan baik.73 90.08 89.69 1.23 156.17 15.57 16.39 157.32 1.75 140.54 140.61 154. . Neraca energi pada sub sistem ketel uap paket I (2007-U) (x 103 MJ/jam) Energi Input Energi Output Total Total Air Efisiensi Tanggal Gas energi Panas energi Udara umpan Steam (%) alam input hilang output ketel 1 148.63 155.12 5 146.32 8.57 91.09 24 148.35 156.37 155.31 8.48 15.60 1. .65 10 .29 8.11 15.19 159.36 15.56 159.16 16 154.91 1.21 155.67 1.42 15.31 8.76 1.78 140.44 90.49 21 145.49 14.45 9. .58 142.57 87.01 159.97 Rata-rata 149.97 7 145.39 153.13 1.31 8. dan efisiensinya.40 1. - 11 . .06 16.34 156.73 140.62 90.95 156.81 90.56 143.79 140.99 158.73 1.44 140.44 155.81 17.71 158.56 157.71 14 163.23 90.54 1.43 155.11 139.09 165.34 8.13 3 144.57 159.33 16.59 143. - 12 .11 90.78 90.41 90.34 26 148.08 8 145. . .26 88.33 8.47 154.19 141.92 25 148.56 173.02 1.90 158. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ketel uap beroperasi setiap hari dengan efisiensi diatas 70%.75 16.74 28 148.19 158.31 15.01 89. .62 19.33 8.24 19. - 13 162.58 89.17 153.03 1. Kebutuhan gas alam.33 8.79 17.37 1.17 88.68 1.41 150.75 17 145.57 158.94 142.80 22 146.61 158.33 156.43 154.11 15 161.00 1.10 14.32 8. Tabel 4.53 155.71 153.56 90.53 20 148.33 8.01 153.75 90.55 158. Sehingga tidak dapat dihitung energi gas alam. .33 157.36 174.42 156.23 15.08 158.29 8.02 158.44 1.

4. Secara lebih jelas. KETEL UAP PAKET II (2007-UA) Dari hasil perhitungan audit energi pada sub sistem ketel uap paket II didapatkan nilai efisiensi rata-rata bulan Maret sebesar 77. Dengan nilai efisiensi tersebut maka dapat dikatakan ketel uap paket II masih bekerja dengan baik meskipun jika dibandingkan dengan ketel uap panas buang dan ketel uap paket I.3.86% dengan jumlah kehilangan panas rata-rata sebesar 40. 150 148 146 Energi (. neraca energi pada sub sistem ketel uap paket II dapat dilihat pada Tabel 4. berikut.103 MJ/jam) 144 142 140 Gas alam 138 Steam 136 134 132 130 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanggal (Maret 2009) Gambar 4.3.75 x 103 MJ/jam. hingga 9 Maret jika ditampilkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4.     . Hubungan konsumsi gas alam dengan jumlah uap yang dihasilkan ketel uap paket I dari tanggal 1 Maret hingga 9 Maret 2009 4.

70 78.70 8.88 41.86 75.62 77.45 183.61 9. Tabel 4.80 38.32 76.14 136.74 16 149.67 1. .95 1.52 136.70 149.61 8.64 77.41 181.95 190. .75 183. Neraca energi pada sub sistem ketel uap paket II (2007-UA) (x 103 MJ/jam) Energi Input Energi Output Total Total Air Efisiensi Tanggal Gas energi Panas energi Udara umpan Steam (%) alam input hilang output ketel 1 173.05 24 180.08 1.57 183.52 19 175.61 1.70 14 167.26 3 169.76 148.35 144.60 4 172.48 143.14 79.59 136.79 185.84 17 162.45 8.83 187.99 188.56 8.87 1.63 1.31 38.95 29 177.72 190.80 28 177.51 8.60 9. - 12 .70 78.51 45.90 40.04 191. Sehingga tidak dapat dihitung energi gas alam.16 187.44 182.91 192.12 1.39 40.32 77. .58 8.43 145.35 75.43 79.52 8.27 78.71 46.79 139.88 184. .12 178. .22 200.13 73. .00 1.79 77.4.06 30 182. .32 148.60 146.62 9.64 139.89 186.58 8.47 8.19 1.65 77.65 142.84 188.61 15 158.74 2 171.75 40.71 22 189.45 158.58 9.16 179.90 181.02 25 180.76 79.05 1.25 179.62 141.07 39.32 38.21 78.59 85.32 178.14 22.70 151.55 8. - 11 .27 148.86 9 175.08 192. dan efisiensinya.90 8 180.42 185.37 172.41 172.53 26 181.78 7 169.75 1.55 8.39 45.67 37.92 135.68 175.54 8.96 191.73 1.76 35.45 18 172.17 10 .29 77.43 42. .81 192.13 179.43 7.28 79.32 Rata-rata 173.92 75.57 8.61 9.24 79.15 185.94 188.04 186.28 149.19 42.64 184. .40 179.52 75.48 77.75 76.60 78.79 40.44 1.49 8.00 140.57 20 177.92 183.02 191.70 177.07 78.01 190.32 183.09 188. .34 5 170.59 177.88 37.69 1.60 1.77 31 177.18 27 180.33 175.63 39.58 1.80 43.23 41.87 37.07 143. .31 21 176. .25 158.13 146.41 168.69 1.01 1.14 1.55 1.62 43.08 1.91 53.23 178.51 8.21 78.51 8.75 136.00 76.01 1.75 39.96 188.86 42.39 182.29 137.67 183. .60 185.20 1.63 8. .01 6 168.59 39. - 13 165. .18 1.21 149.27 1.32 146. .     .86 139.02 1.94 168.99 1.96 190. -.00 192.61 9.62 44.64 188.58 8.86 Keterangan : (-) tidak diperoleh data komposisi gas alam.53 8.75 200.41 23 173.53 8.85 1.24 149.33 8.08 130.44 41.72 1.47 191.72 178. .21 137.08 77.59 8.

00 160. Pada metode tidak langsung. Metode tidak langsung tidak dapat digunakan karena kurangnya data di     . konveksi maupun konduksi.4. semua energi yang hilang dihitung secara lebih rinci baik itu energi yang hilang karena radiasi.00 40.103 MJ/jam) 140. Sedangkan pada kegiatan audit selama bulan Maret 2009 metode perhitungan yang digunakan yaitu metode langsung. 200. ketel uap paket I dan ketel uap paket II ternyata berbeda. pada perhitungan energi flue gas dihitung berdasarkan komposisi komponen yang ada dalam flue gas secara riil. Perbedaan nilai efisiensi tersebut karena adanya perbedaan metodologi yang dilakukan dalam kegiatan audit energi ini.69% dan 64.00 100.00 120.319%.00 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Tanggal (Maret 2009) Gambar 4.00 Energi (.00 0. Hubungan konsumsi gas alam dengan jumlah uap yang dihasilkan ketel uap paket II dari tanggal 1 Maret hingga 9 Maret 2009 Jika dibandingkan dengan hasil audit energi yang dilakukan oleh Suryadi (1994) didapatkan nilai efisiensi dari ketel uap panas buang. 74. Suryadi dalam pengolahan data menggunakan metode perhitungan tidak langsung. udara dan jumlah uap yang dihasilkan pada ketel uap paket II dari tanggal 1 Maret hingga 9 Maret jika ditampilkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4. berikut. yaitu masing-masing 74.4.00 Gas alam 80.00 Steam 60. terutama dalam hal pengolahan data.00 20. Selain itu. Kebutuhan gas alam.00 180.16%.

5. Menjaga permukaan tube dari kerak. dan energi manusia. nilai efisiensi ketel uap baru yang biasa digunakan pada industri dengan bahan bakar gas alam yaitu berkisar antara 70-75%. Menurut Council of Industrial Boiler Owners (CIBO).79% dengan rata-rata energi spesifik yang hilang yaitu sebesar 375.99 % merupakan energi lain yang hilang karena konduksi. konveksi. dan 4.78 kJ/kg urea atau 2. listrik dan air disediakan oleh unit penunjang (utility plant).5.20 kJ/kg atau 3. Neraca energi spesifik di urea plant dapat dilihat pada Tabel 4. dan radiasi. Menurunkan suhu gas buang 3. air. diperoleh nilai efisiensi rata-rata konsumsi energi spesifik untuk pembuatan pupuk urea selama bulan Maret 2009 yaitu sebesar 93. B. Secara keseluruhan. Energi uap. UNIT PROSES PEMBUATAN PUPUK UREA Energi yang dibutuhkan untuk proses produksi urea terdiri dari energi uap. Jumlah masing-masing energi tersebut dapat dilihat pada sub bab sebelumnya. Melakukan pengecekan efisiensi ketel uap secara teratur. Mempertahankan kelebihan oksigen dibawah 5% 2. listrik. yaitu : 1. dari Tabel 4.19% urea merupakan energi yang kembali ke utility plant dan sebesar 181. Dimana sebesar 194. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efisiensi kerja ketel uap.98 kJ/kg urea. lapangan.     . seperti data mengenai komposisi komponen yang ada dalam flue gas dan juga flow kondensat yang dihasilkan dalam proses penyediaan steam.

606.37 91.217.103.631.55 211.93 210.035.93 16.86 216.78 1.22 91.37 2.00133 5.95 217.58 187.644.73 1.325.30% 7 6.03 0.601.52 0.84 211.59 1.906.546.69 16.34 0.58 208.96% 5 5.32 350.66 92.44 1.93 417.34 184.679.00 300.374.77 5.95 15.69 96.094.84 5.59 2.272.207.639.00131 8.327.62% 12 5.08 91.57 358.22 6.93 179.23 194.05 2.04 20.25 222.858.21 1.75 1.166.71% 8 5.862.95 198.37 27.57 0.24 94.30 192.94 201.175.308.96 194.93 95.05 17.66 1.45 335.733.792.88 94.04 1.60 0.875.12 1.125.18 15.72 195.35 13.559.852.38 16.132.36 407.09 0.274.311.73 1.32 184.00137 5.016.79 241.43 32.60% 4 5.622.27 112.00144 6.33 218.05 16.64 5.57 16.562.041.16 23.481.00119 5.574.09 2.533.98 15.56 452.52 233.19 195.15 5.670.54 286.336.440.10 1.80 0.396.71 2.85 93.71 16.031.267.60 2.98 92.680.18 1.836.89 5.28% 16 5.79 225.636.91 12.835.167.39 345.44 2.75 5.39 1.18 374.00135 7.21 14.18 2.667.160.929.314.633.24 1.26 1.00140 5.706.26 96.00126 5.49 187.517.409.49 2.345.04 0.542.05 1.38% 3 7.19 0.00138 5.64 300.00136 5.23 8.27 5.56 1.383.82 5.38 3.00137 5.25 293.09 4.384.00146 6.35 15.260.020.82 3.731.90 1.15 5.75 1.86 94.58 180.57 104.183.154.00129 5.14 0.80 5.37% 10 7.33 336.11 1.50 5.36% 13 5.83 3.62 1.576.92 258.35 0.75 1.132.80% 19 5.76 1.44 203.42 1.350.812.26 0.23% 20 5.38 179.638.98% 15 5.00 315.74 1.01 5.78 11.04 1.211.01 21.22 16.407.99 1.42 0.00142 6.120.267. Neraca energi spesifik (kJ/kg urea) pada proses produksi pupuk urea Input Output Penggunaan lain-lain Efisiensi Air Jumlah Seksi Jumlah Kalor yang Tanggal Steam dari Energi Seksi Seksi Seksi pemakaian Listrik umpan input kristalisasi output kembali ke lain-lain Utility plant manusia sintesa dekomposisi recovery energi ketel dan prilling utility plant 1 5.49 0.81 197.722.62 7.75 2.870.86 264.56 326.00179 7.63 200.27 0.839.187.104.00136 5.92 107.620.85 183.43 16.474.413.24% 9 8.93 182.793.01 5.68 348.48 353.419.38 2.636.69 357.005.25 1.91 319.902.00138 5.79 323.64 2.00137 5.720.19 1.24 0.66 14.242.02% 17 5.33 2.27 94.945.Tabel 4.909.316.66 200.50 1.42% 21 5.48 218.82 96.175.02 228.37 92.72 16.52 96.692.330.45 16.90 0.142.62 5.737.82 121.54 1.19 2.49 15.91 200.66 104.107.265.27 1.77 193.241.88 1.098.055.173.58 310.95 248.78 0.611.18 273.28 191.08 219.85 96.85 2.49% 11 4.8 144.20 1.80 6.442.43 209.69% 18 5.601.78 1.30 92.27 1.68 1.18 0.81 342.605.45 5.48 1.571.314.02 2.164.145.68 5.58 1.81% 2 5.535.40 5.00136 5.20 213.345.56 71.38 0.37 341.57 1.80 1.347.657.59 96.301.60 206.41 1.166.46 95.399.00133 5.398.382.40 97.5.866.28%     .50 216.024.48 321.29 2.351.63 1.06 0.00132 5.18% 14 5.734.64 215.12 212.37% 6 5.946.

19 5.658.07 381.39 379.134.78 93.Lanjutan Tabel 4.00135 5.27 5.289.05 189.497.59 247.39 1.578.208.607.40% 29 6.08 1.25 92.17 1.54 217.843.818.388.368.14 1.193.43 220.15 6.88 272.77 0.41 1.43 92.00139 5.47 218.45 194.01 92.592.374.59 351.07 247.313.26 6.93 198.66 92.457.49 1.262.37 210.67 1.18 2.486.133.21 0.52 276.473.00154 6.736.46 234.153.394.20% 23 5.00140 6.88 221.991.44% 28 6.5.05 5.845.95 92.23 2.895.11% 25 5.190.42 1.306.63 1.25 194.00 17.85 16.85 92.14 2.90 345.43 3.98 195.44 15.63 1.14% Rata-rata 5.00132 5.08 248.00156 6.40 215.37% 24 5.71 209.95 1.478.290.74 0.84 1.63 220.49 92.41 1.083.139.525.62 244.64 349.03 259.26 344.34 354.100.49 245.97 18.272.03 16.36 266.95% 31 6.39 17.793.50 15.07 0.890.582.74 340.04 18.75 298.257.89 244.1 250.90 5.993.310.388.66 2.42 382.123.660.96 15.82 355.00138 5.09% 27 5.11 1.64 387.86 2.153.34 1.26 184.96 5.707.00159 6.23 196. Neraca energi spesifik (kJ/kg urea) pada proses produksi pupuk urea Input Output Penggunaan lain-lain Steam Efisiensi Air Jumlah Seksi Jumlah Kalor yang Tanggal dari Energi Seksi Seksi Seksi pemakaian Listrik umpan input kristalisasi dan output kembali ke lain-lain Utility manusia sintesa dekomposisi recovery energi ketel prilling utility plant plant 22 5.325.223.56 1.42 5.27 16.77 0.55 2.59 92.614.52 245.592.59 216.381.574.470.584.452.828.81 1.505.12 220.79 1.99 0.76 2.63 5.23% 26 5.44 1.176.56 5.62 15.288.30 0.00138 5.95 2.262.984.98 0.03 0.20 181.00154 6.62 1.20 5.51 93.70 2.49% 30 6.016.79%     .84 92.427.85 190.42 0.82 0.67 2.307.40 1.47 1.578.00137 5.892.

dapat dilihat bahwa rata-rata konsumsi energi terbesar pada proses produksi pupuk urea terdapat di seksi sintesa. 1. Sedangkan jumlah produksi pupuk urea serta jumlah karbondioksida (CO2) dan ammonia (NH3) selama bulan Maret 2009 dapat dilihat pada Tabel 4.000 Energi spesifik (kJ/kg urea) 5.5. dan 1. 7.000 Seksi kristalisasi dan prilling Energi yang hilang 2.62%.000 6. yaitu sebesar 2.5. berikut.5.5.92%.49%. Data pada Tabel 4.000 1.6.000 0 Gambar 4.193.59 kJ/kg urea atau 45.78%. 22.368. dan 19.000 Input energi Seksi sintesa 4.63 kJ/kg urea. Konsumsi energi spesifik secara keseluruhan selama bulan Maret 2009 Dari Gambar 4.63 kJ/kg urea atau 5.000 Seksi dekomposisi/purifikasi Seksi recovery 3.39 kJ/kg urea. Sedangkan penggunaan energi spesifik di seksi dekomposisi/purifikasi.     . seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling berturut-turut sebesar 351. jika ditampilkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4. Rincian penggunaan energi spesifik pada masing-masing seksi dapat dilihat pada sub bab selanjutnya.793.

866.984 1.479.304.435.53% 11 1.429.076.330.216 1.972.478.000 756.000 877.565.102. Jumlah produksi pupuk urea serta jumlah karbondioksida (CO2) dan ammonia (NH3) selama bulan Maret 2009 Bahan baku (kg) Rasio Produk yang dihasilkan Material yang produk Tanggal CO2 NH3 Urea (kg) hilang (kg) terhadap bahan baku 1 1.196.049.064.624.935.135.061.426.764 916.169.000 812.000 850.523.890.505.000 815.189.465.260.995.130.690.28% 13 1.60 1.22% 23 1.52 62.229.000 807.487.672 1.000 845.212.091.037.04% 3 1.34 1.074.912 919.057. Material yang hilang tersebut sebagian besar merupakan larutan recycle yang sebenarnya tidak hilang ke luar atau terbuang tetapi digunakan kembali sebagai umpan reaktor di seksi sintesa.17% 4 1.116 1.217. terlihat ada material yang hilang selama bulan Maret 2009. Tabel 4.265.630.145.177.80 62.335.358.350.80 1.98% 29 1.000 750.40 1.60 50.397.80 1.00 1.796 1.584 1.860 1.597.000 1.000 845.20 1.004.00 1.537.620 1.149.345.500 26.091.18 60.029.675.91% 31 1.198.098.654.40 1.039.890.439.613.206.061.019.090.740 1.56% Dari Tabel 4.63% 15 1.438.537.000 873.090.63% 16 1.445.278.227.40 64.000 723.000 816.60% 20 1.40 63.28% 24 1.69% 14 1.09% 9 1. yaitu sebesar 26.920 1.62 61.059.226.000 868.988 1.040.38 1.833.06% 7 1.195.000 913.252.685.20 64.308.60 1.000 810.756 1.074.80 64.60 1.016 1.793.304 1.005.241.20 62.000 793.063.40 62.20 58.52% 19 1.589.185.712 1.80 1.549.000 777.199.20 64.297.373.000.60 63.80 1.500 837.077.54% 6 1. Sedangkan sebagian kecil merupakan material yang hilang pada saat di prilling tower.66% 10 1.413.60% 30 1.01% 8 1.000 719.216.209.20 63.612 1.383.200.308 1.206.107.62 1.55% 21 1.40 1.486.251.80 1.413.464.066.060.437.52 kg.44% Jumlah 37.414.069.136 1.756 1.62% 27 1.20 1.017.18 1.384 1.927.032.484 1.201.511.086.     .18% 17 1.313.072. Besarnya jumlah material yang hilang di prilling tower tidak dapat dihitung berapa jumlahnya dikarenakan kurangnya data di lapangan.502.229.00 61.000 595.207.908 1.00 1.205.000 837.356.247.80 65.80 62.562.744.761.80 1.163.60 1.80 1.000 1.000 843.340.448 1.213.349.354.077.208.836 1.672 32.000 1.031.549.20 1.495.332.52 43.10% 28 1.611.60 1.039.024.6.422.60 57.062.100.80 61.20 1.225.820 1.06% 2 1.40 1.408 933.40 64.00 64.38 62.00 68.500 823.429.00 63.89% 26 1.40 1.34 62.252.243.375.000 787.425.199.40 73.60 62.388.412.68% 18 1.000 827.60 62.422.120 937.800 1.000 962.20 1.692 1.068.6.80 60.512.80 64.035.05% 22 1.40 1.438.25% 12 1.79% 25 1.461.077.25% 5 1.500 740.000 914.152.032.00 1.411.067.40 57.365.

470.25 3.69 72 0.091.734.64 72 0.52 37.00035 2.944.70% 10 3.00035 2. dalam audit ini energi tersebut dianggap sebagai energi yang hilang.7.06 41.33 4.00035 2.578.542.578.00 3.81 4.37 72 0.00035 2.07 41.729.650.190.97 41.57 4.00035 3.490.64 4.525.09 39.00 3.857.68 4.662.36 72 0.00035 2.639.00035 4.919.474.96% 12 2.722.164.910.401.636.016.000.57% 29 2.265.48 72 0.56 4.529.852.79 72 0.00035 2.00035 2.866. Namun.42 72 0.620.97 41.463.02 38.85% 4 2.59 4.29% Rata-rata 2.00035 2.64 4.32% 21 2.517.548.69% 19 2.18 4.436.601.00035 2.00035 2.93 41.00035 2.473.82 4.00035 2.00035 2.94% 25 2.42 4.99 38.01 38.516.720.48% 8 2.00035 2.92 38.32 72 0.00035 2.10 40.00 72 0. Rincian penggunaan energi di seksi sintesa dapat dilihat pada Tabel 4.93 5. Energi yang hilang tersebut sebenarnya digunakan kembali sebagai input energi pada seksi dekomposisi/purifikasi.627.54%     . SEKSI SINTESA Pada seksi sintesa.783.510. Tabel 4.26 72 0.155.93% 13 2.00035 2.00035 2.37 4.50 37.105.91% 3 3.567.481.68 72 0.26% 28 2.00035 2.453.59 37.48 3.01 39.780.944.34% 2 2.90 4.520.00035 2.58 3.91 72 0.562.794.192.18% 22 2. Neraca energi pada seksi sintesa (kJ/kg urea) Energi yang dikonsumsi (kJ/kg urea) Total konsumsi energi Energi Tanggal Uap Listrik Energi manusia (kJ/kg urea) yang hilang Efisiensi 1 2.00035 2.026.218.25 72 0.74 72 0.18 72 0.37 39.122.12% 31 2. energi yang masuk dari utility plant berupa uap bertekanan 42 kg/cm2 yang sebagian besar digunakan oleh kompresor.039.149.694.546.66 41.382.08 38.07 72 0.74 4.506.34 72 0.82 38.71 38.954.737.592.823.00035 2.00035 3.731.54% dengan rata-rata nilai energi yang hilang sebesar 4.978.75% 11 2.00% 23 2.310.93 72 0.45 72 0.64 72 0.582.90 72 0.39 72 0.125.00035 2.07 4.00035 3.265.00035 2.818.69 4.69 39.45 4.57 72 0.00035 3.80% 15 2.56 72 0.91 3.76% 17 2.254.39 4.098.59 72 0.186.30% 20 2.7.612.90% 6 2.721.59% 30 2.94 41.95 41.00 72 0.39 4.87% 9 4.84 41.00035 2.39 72 0.599.37 kJ/kg urea.250.564.56 72 0.81 72 0.97% 26 2.00035 2.793.506.24% 24 2.20% 16 2.86 37.00035 2.929.73 39.036.28% 5 2.016.535.00035 2.34 4.445.38 38.85% 14 2.56 5.33 72 0.37 37.16 37.53 39.58 72 0.36 5. 1.665.64% 18 2.30 40.409.621.77 38.82 72 0.26 4.168.890.79 4.895.991.240.067.09% 27 2.648.87% 7 2.659.32 4. Berdasarkan audit energi yang dilakukan diperoleh rata-rata efisiensi pada seksi sintesa adalah sebesar 39.

rata-rata konsumsi energi pada seksi dekomposisi/purifikasi adalah yang terkecil dibandingkan dengan seksi lainnya.6.00 Gambar 4.00 Energi yang hilang 1. berdasarkan audit energi pada bulan Maret 2009 diperoleh efisiensi sebesar 43. SEKSI DEKOMPOSISI/ PURIFIKASI Seperti terlihat pada Tabel 4.500.00 4.00 500.000.7.00 3.500.39% dengan besarnya energi yang hilang yaitu sebesar 459.6.500. Neraca energi di seksi sintesa selama bulan Maret 2009 2.000.00 Listrik Manusia 2.00 1. Jika data pada Tabel 4.33 kJ/kg urea. yaitu sebesar 351. digambarkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4.00 3.500. Sehingga.000.8.000.63 kJ/kg urea atau 5.00 Energi (kJ/kg urea) Uap 2.78%.     . Hal ini dikarenakan pada seksi dekomposisi/purifikasi banyak energi yang dimanfaatkan kembali seperti panas larutan keluaran high pressure decomposer (DA-201) dimanfaatkan sebagai tambahan energi dekomposisi ammonium karbamat di low pressure decomposer (DA-202)..5. 4.00 0. Perincian energi pada seksi dekomposisi/purifikasi dapat dilihat pada Tabel 4.

63 459.81% 7 310.00035 417.21 468.32% 18 314.84 43.27 432.92 0.00035 407.00035 381.04 445.76 643.98% 11 262. Neraca energi pada seksi dekomposisi/purifikasi (kJ/kg urea) Energi yang dikonsumsi (kJ/kg urea) Total konsumsi energi Energi Tanggal Efisiensi Uap Listrik Energi manusia (kJ/kg urea) yang hilang 1 295.06% 2 305.41 441.15% 16 311.93% 6 292.67 30.00035 382.00035 323.00035 342.92 0.00035 341.92 0.58 450.46% 21 317.00035 349.63 442.00035 358.75% Rata-rata 320.27 428.61 42.86 30.00035 345.29 30.67% 19 343.92 0.78 438.90 450.84 30.66 452.61 41.75 432.00035 354.00035 345.92 0.13 30.16% 29 348.00035 300.68% 3 376.78 421.12 30.78% 31 350.27% 14 304.47 44.07 43.51 41.95 484.92 0.96 30.84 490.17 44.92 0.28% 20 319.92 0.71 30.92 0.92 0.19 30.04 481.00035 344.92 45.16 30.35 30.73 40.8.38 41.03 30.00035 293.10% 12 269.95 44.63% 22 309.00035 387.66% 9 421.99% 27 314.59 452.00035 379.83 30.39 563.88 30.92 0.80% 30 356.33 42.92 0.72 45.19 30.08 43. jika digambarkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4.00035 321.80 387.00035 355.86 30.92 0.49 42.59% 25 313.92 0.36 44.92 0.14 44.56 487.00035 348.92 0.19 44.92 0.05 576.     .46% 5 284.35 41.92 0.92 0.57 30.83 30.73 431.32 44.92 0.50% 24 324.47 30.04 42.85% 28 352.98 30.8.93 43.00035 310.57 44.92 0.81 30.92 0.66 30.00035 335.00035 357.00035 326.92 0.57 45. Tabel 4.46% 8 290.35 30.82% 23 318.92 0.49 30.92 0.12 30.31% 10 386.33 43.62 497.92 0.00035 452.00035 350.11 423.92 0.92 0.92 0.75 402.00035 315.49 30.25 41.00035 319.73 44.92 0.00035 374.49 419.64 42.39% Data pada Tabel 4.96% 4 288.92 43.41% 17 326.71 30.36% 15 327.50 43.00 351.92 30.70 30.00035 340.00035 336.74 30.7.08 432.41 455.25 30.11 433.76% 13 279.21 40.92 0.88 435.24% 26 323.64 30.17 435.92 0.60 44.

00 Energi (kJ/kg urea) 350.00 100.00 0.00 50.39 kJ/kg urea. 500.00 Gambar 4.00 Energi yang hilang 150.00 300.97% dengan energi yang hilang yaitu sebesar 2. Sehingga nilai efisiensi yang kecil tersebut bukan menunjukkan bahwa proses tidak efisien. energi yang hilang pada seksi recovery merupakan energi input bagi proses selanjutnya.49% atau 1.9.00 400. Rincian energi pada seksi recovery dapat dilihat pada Tabel 4.00 450.7.055.368.00 Manusia 200.     . seperti halnya pada seksi sintesa dan dekomposisi/purifikasi. Neraca energi pada seksi dekomposisi/purifikasi selama bulan Maret 2009 3. Dimana bentuk energi yang paling besar adalah energi uap. Berdasarkan audit energi yang dilakukan pada bulan Maret 2009 diperoleh nilai efisiensi rata-rata pada seksi ini yaitu sebesar 39. SEKSI RECOVERY Konsumsi energi di seksi recovery cukup besar yaitu 22.04 kJ/kg urea.00 Uap Listrik 250.

81 2.452.374.42 2.974.260.07 40.480.39 2.815.314.02% 23 1305.366.56 1.00 2.00035 1.00035 1.19 0.950.13 39.70 40.44 1.47 2.19 0.37 2.262. Tabel 4.9.00035 1.80 2.00035 1.19 0.042.00035 1.336.19 0.32 40.06% 27 1303.907.44 1.316.13 39.79 39.478.00035 1.62 2.19 0.056.54 2.68 1.83% 6 1349.19 0.9.29 39.24 40.00035 1.00035 1.48 2.01% 19 1372.00035 1.00035 1.185.54 2.63 1.19 0.19 0.15 2.00035 1.87% 4 1263.86% 2 1325.97% 30 1495.215.23 40.95% 10 1731.911.88% 8 1323.966.01% 21 1299.     .00035 1.00035 1.91 39.34 2.01 2.91 40.327.20 1.57 1.121.24 1.19 0.899.004.99 1.18 2.01% 24 1323.17 40.00035 1.19 0.00035 1.91% 9 1907.34 39.19 0.91% 3 1642.999.14 1.19 0.19 0.19 0.02% 15 1309.12 1.96% 17 1311.02% 16 1270. jika digambarkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4.26 1.00035 1.272.01% 31 1476.314.180.19 0.82 39.73 2.892.19 0.23 2.01% 11 1173.41 1.909.55 2.00035 1.00035 1.64 39.891.8.19 0.78 40.93 2.43 2.245.15 40.01 40.97% Data pada Tabel 4.27 39.29 2.965.19 0.19 0.960.56 2.00035 1.19 0.25 2.00035 1.07% 18 1334.00035 1.00035 1.175.99 40.407.871.055.89% 5 1312.19 0.25 2.34 40.644.306.07 2.60 2.00035 1.02% 29 1450.64 39.35 2.00035 1.19 0.00035 1.19 0.96% 26 1311.14 40.49 2.00035 1.53 40.28 2.964.21 2.05% 12 1209.973.733.00035 1.50 1.265.44 2.20 2.02% 22 1260.74 2.935.19 0.19 0.325. Neraca energi pada seksi recovery (kJ/kg urea) Energi yang dikonsumsi (kJ/kg urea) Total konsumsi energi Energi Tanggal Efisiensi Uap Listrik Energi manusia (kJ/kg urea) yang hilang 1 1306.19 0.99 2.06% 20 1314.00035 1.93 39.93% 28 1455.307.32 40.06 2.988.23 2.79 1.368.00035 1.77 39.56 39.759.497.75 1.62 2.67 1.04 39.267.22 2.19 2.599.19 0.02% Rata-rata 1.311.288.87 40.38 2.351.49 40.02% 13 1258.965.995.313.301.19 0.19 0.19 0.85 39.00035 1.31 2.01% 25 1286.82% 7 1404.25 2.42 1.00035 1.985.325.00035 1.19 0.457.97% 14 1265.05 2.48 1.211.95 2.40 1.19 0.308.

21 75.86 0.68%     .00035 1.00035 1.53% dengan besarnya energi yang hilang yaitu sebesar 387. SEKSI KRISTALISASI DAN PRILLING Pada seksi ini.31% 7 1.00035 1.86 0.01 75.94 82.00035 1.03 82.15 82.50 326.175.00 Energi yang hilang 500.86 0.092.64 82.80 475.500.125. 2.77 kJ/kg.23 542.08% 10 1. Berdasarkan audit energi yang dilakukan pada bulan Maret 2009 diperoleh nilai efisiensi pada seksi ini yaitu sebesar 75.86 0.68 384.166.391.090.00 Energi (kJ/kg urea) 1.50% 5 1.00035 1.000.28 75.86 0.500.000.166. Neraca energi pada seksi kristalisasi dan prilling (kJ/kg urea) Energi yang dikonsumsi (kJ/kg urea) Total konsumsi energi Energi Tanggal Efisiensi Uap Listrik Energi manusia (kJ/kg urea) yang hilang 1 1.00035 1.75 379.76 82.083.15 381.14 75.24% 11 937.633.47% 3 1.45 365.86 0.18% 4 1.173.8.440.207.06 75.90 75.193.63 kJ/kg urea atau 19.33% 8 1.158.86 0.00 Gambar 4.60 75.01 339.00035 1.474.00035 1.33 75.86 0.42% 2 1.125.00035 1.110.09 kJ/kg urea.62%.00035 1.46 75.86 0.35% 6 1.020.550.00035 1.36 82.055.39 75. Dimana penggunaan energi terbanyak yaitu energi uap sebesar 1.00035 1.10.96 82.00 Uap Listrik Manusia 1.44% 9 1.357.042.82 380.86 0.89 396.00 0. Neraca energi pada seksi recovery selama bulan Maret 2009 4.241.76 75.10.59 82.76% 12 972.86 0. rata-rata energi yang dikonsumsi yaitu sebesar 1. Perincian energi pada seksi kristalisasi dan prilling dapat dilihat pada Tabel 4.083.29 82.37 82. Tabel 4.42 75.22 406.89 82.86 0.00 2.62 485.82 82.

00035 1.01 356.93 75.00 Manusia Energi yang hilang 400.63% 25 1.86 0.179.00 1.86 0.86 0.86 0.174.79 75.189.200.64% 24 1.64 369.10.100.9.86 0.070.56 373.70 82.00 200.145.40 363.72% 18 1.86 0.9.98 82.160.142.54 82.017.00 0.262.86 0.27 75.132.00035 1.059.183.27 374.05 366.15 419.42 410.78 82.10 82.71% 23 1.00035 1.19 82.41 82.92 75.66% 22 1.61% 26 1.86 0. Neraca energi pada seksi kristalisasi dan prilling selama bulan Maret 2009     .049.86 0.00035 1.86 0.86 0.00035 1.46% 30 1.00035 1.86 0.69% 15 1.193.132.05 75.29 82.050.86 0.41 82.77 354.134.60 75.03 75.153.00035 1.27 407.037.257.80 361.052.58% 19 1.000.19 352.86 0.00035 1. Neraca energi pada seksi kristalisasi dan prilling (kJ/kg urea) Energi yang dikonsumsi (kJ/kg urea) Total konsumsi energi Energi Tanggal Efisiensi Uap Listrik Energi manusia (kJ/kg urea) yang hilang 13 1.00035 1.103.133.86 0.00 Gambar 4.15 82.30 75.071.86 0.57% 14 1.20 365.84 380.29 82.00 Uap Listrik 600.51% 29 1.077.104.60 75.77 82.00035 1.03 75.153.110.88 75.76 82.056.44 75.00035 1.86 0.90 371.021.91 82.20 75.40 82.86 0.46% 31 1.00035 1.00 1.00 Energi spesifik (kJ/kg urea) 800.68% 16 1.00035 1.63 387.206.120.00035 1.289.96 364.70% 27 1. jika digambarkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4.049.56% 28 1.10.04 82.062.92 75.100.00035 1.020.53% Data pada Tabel 4.15 367.86 0.00035 1.00035 1.64% 21 1. 1.48% Rata-rata 1.82 75.272. Lanjutan Tabel 4.08 75.62 364.63% 17 1.56 82.74 75.26 413.34 82.20 75.94 82.00035 1.00035 1.09 75.86 0.139.33 75.33 82.66% 20 1.

084. yaitu hanya menghitung kebutuhan energi di empat seksi pembuatan urea.38 kkal atau setara dengan 901.04 kkal atau setara dengan 5.7. Sisanya yaitu sebesar 215. Hasil penelitian sebelumnya oleh Suryadi (1994) diperoleh data untuk memproduksi 1 kg urea dibutuhkan energi sebesar 1.753 kJ didapatkan dari energi yang terkandung di dalam air pengumpan ketel. ammonia dan urea secara keseluruhan.083.928 kJ diperoleh dari energi listrik.7.77 MMBTU/MT. Sebesar 16.558 kJ yang berasal dari unit penunjang (utility). PUPUK KUJANG 1A (Tabel 2.) maka nilai konsumsi energi pada saat dilakukan audit jauh lebih kecil. Sejumlah energi tersebut diperoleh dari energi uap bertekanan 42 kg/cm2 sebesar 975.23 kJ (Tabel 4.179. Hal ini dikarenakan energi yang dihitung pada saat audit hanya mencakup sebagian kecil proses. Hasil penelitian Razi (1996) di PUSRI I-B diperoleh data untuk memproduksi 1 kg urea dibutuhkan energi sebesar 896.845. yaitu meliputi unit utility. Sebesar 220.0014 kJ diperoleh dari energi manusia. Perbedaan nilai tersebut dikarenakan adanya perbedaan metodologi perhitungan yang digunakan serta adanya perbedaan komposisi gas alam yang diterima oleh PT. Berdasarkan pengolahan data-data produksi selama bulan Maret 2009 diketahui bahwa untuk memproduksi 1 kg urea dibutuhkan energi sebesar 6.237. Jika dibandingkan dengan konsumsi energi per metrik ton di PT. Sebesar 46. Sejumlah energi tersebut diperoleh dari uap bertekanan 42 kg/cm2 sebesar 5.58 kkal atau setara dengan 4.74 kJ diperoleh dari energi yang terkandung dalam air umpan ketel. Sedangkan nilai konsumsi energi yang tersaji pada Tabel 2.) atau setara dengan 5. merupakan jumlah energi yang dikonsumsi oleh seluruh pabrik yang menjadi satu kesatuan dalam proses pembuatan pupuk urea.08 kkal atau setara dengan 192.63 kJ yang berasal dari utility plant.61 kkal atau setara     .85 kJ diperoleh dari energi listrik.7. Sisanya sebesar 0. PUPUK KUJANG 1A. ternyata konsumsi energi pada kondisi pabrik saat ini lebih besar dibandingkan dengan kondisi pabrik pada tahun 1994.239 kJ. Jika dibandingkan antara hasil penelitian ini dengan hasil penelitian oleh Suryadi pada tahun 1994.

11.334.672 kg Urea = 43.52 kg UREA PLANT Material yang hilang = 14.243.502.897 x 103 MJ Gambar 4.92 x 103 Energi terpakai = 247.32 x 103 MJ PLANT Energi yang hilang = 7.558.10.07 x 103 MJ Gas alam = 275. Karakteristik aliran material dan aliran energi berdasarkan data-data yang disajikan pada Tabel 4.335. dapat dilihat pada Gambar 4.95 MJ Manusia = 25. Karakteristik aliran material di urea plant Steam = 253.42 MJ BFW = 725. dan Tabel 4. Penelitian sebelumnya oleh Suryadi (1994) diperoleh 74. terlihat bahwa perbandingan massa urea dengan massa bahan bakunya.807.500 kg NH3 = 32.6.10.10.597.199.53 MJ Energi yang kembali ke utility plant = 8.365.86 x 103 MJ Listrik = 9.357. PUPUK KUJANG 1A lebih besar. CO2 = 37.55 x 103 MJ UTILITY UREA PLANT BFW = 18. PUPUK KUJANG 1A dengan Razi (1996) di PUSRI 1B diperoleh nilai konsumsi energi di PT. dengan 3. Karakteristik aliran energi dalam proses pembuatan pupuk urea Dari Gambar 4.315.239.403. dan Gambar 4.56%. Jika dibandingkan antara hasil penelitian Suryadi (1994) di PT.717 kJ. Perbedaan nilai tersebut disebabkan karena produksi pupuk urea tidak selalu sama sepanjang tahun dan     .5.23 kg Gambar 4.84 x 103 MJ Manusia = 34. yaitu CO2 dan NH3 sebesar 62.288.07%.11.

961.86 x 103 MJ uap bertekanan 42 kg/cm2 dari utility plant yang masuk ke urea plant selama bulan Maret 2009. Uap bertekanan 42 kg/cm2 yang digunakan di urea plant yaitu sebesar 240. CO2 dan ammonia berlebih di seksi dekomposisi/purifikasi.210.71 MJ.44% material yang hilang disebabkan oleh adanya hidrolisa urea. kondisi riil di pabrik. sebesar 52. urea yang tercecer di daerah prilling tower dan urea yang terbuang ke atmosfir dalam bentuk debu di prilling tower. dan kristalisasi dan prilling karena konduksi. Sedangkan sebesar 37. manusia. Kebutuhan energi uap dan kondensat uap telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya (Tabel 4. Uap 42 kg/cm2 tersebut selanjutnya sebagian diturunkan tekanannya menjadi 12 kg/cm2. Dari sejumlah 253. hasil dekomposisi yaitu amonium karbamat.).896. air.03 MJ merupakan energi yang hilang di seksi sintesa. Sebesar 16.162.701.403. listrik.21 MJ. C. Dari uap bertekanan 12 kg/cm2 sebagian diturunkan kembali menjadi bertekanan 7 kg/cm2 dan uap bertekanan 7 kg/cm2 sebagian diturunkan kembali menjadi bertekanan 4 kg/cm2 (kondensat uap).175.34 MJ merupakan uap bertekanan 7 kg/cm2 dan sebesar 239. biuret.624. Sehingga total uap dan kondensat uap di unit utilitas pendukung proses produksi pupuk urea yaitu sebesar 549.842. sebesar 310.5. selanjutnya digunakan untuk menggerakkan kompresor.955. pompa dan digunakan sebagai pemanas pada tiap seksi/tahapan proses produksi. Dimana sebesar 8.766.     .418.613.94 MJ merupakan kalor (kondensat uap) yang kembali ke utility plant. UNIT UTILITAS PENDUKUNG PROSES PRODUKSI PUPUK UREA Dalam proses produksi pupuk urea selain dibutuhkan energi primer seperti gas alam.485.685.644. Seperti halnya energi pada proses penyediaan air pendingin dan air panas.67 MJ merupakan energi yang tidak terdeteksi dikarenakan kurangnya data di lapangan.11 MJ merupakan uap bertekanan 12 kg/cm2. dekomposisi/purifikasi.243.06 MJ merupakan uap bertekanan 4 kg/cm2. air panas dan air pendingin. Sedangkan sebesar 5. konveksi dan radiasi. juga dibutuhkan utilitas pendukung yaitu uap dan kondensat uap. recovery.

480 86.18 310. Secara lebih rinci.8 708.928 44.6 297.92 294.8 715.920 43.808 45.336 45.23 11 195.4 717.36 310.39 16 196.200 86. Penyediaan listrik dan penggunaannya di urea plant Tanggal Produksi Penggunaan oleh urea plant Mwatt Mjoule Mwatt Mjoule % 1 186.57 31 199.6 689.36 296. Selain uap.040 43.72 12 195.6 704.66 297.16 310.336 44.592 45.1 309.960 45.48 314.64 311.360 45.600 43.880 81.52 10 191.560 85.400 85.320 44.74 308.552 45.992 45.58 26 192 691.84 23 194.2 691.672 43.76 308.6 707.26 18 195.6 704.78 308.84 17 198.536 44.8 658.560 86.76 312.248 43.736 43.40 22 189 680.480 86.11.26 310.760 85.880 85.800 86.760 87.84 29 190 684.576 43.160 87.54 304. Energi listrik ini dihasilkan oleh gas turbin generator HITACHI (2006-J) dan digunakan untuk menggerakkan motor listrik.26 6 196.536 43.72 308. penggunaan uap bertekanan 42 kg/cm2.76 9 191.14 310.08 8 189.76 312.89 2 182.344 42.09 5 199.280 86.92 309.160 86. energi listrik juga diperlukan dalam proses produksi pupuk urea.19 3 179.96 4 185.496 45.6 714.02 309. Penggunaan energi listrik oleh urea plant disajikan pada Tabel 4.2 688.680 86 309.22 313.71 7 191 687.760 86.14 13 196.824 44.80 19 195. uap bertekanan 7 kg/cm2 dan uap bertekanan 4 kg/cm2 (kondensat uap) dapat dilihat pada Lampiran 11.600 86.82 312.400 86.64 28 191.4 699.920 86.4 311.17 15 189 680.34 310.4 710.13 30 198.664 45.2 310.672 43.104 44.080 82.960 84.000 85.09 14 192.8 672.57 25 197.176 45.440 86.8 701.2 645.25 24 194.320 82.480 85.8 708.896 44.8 668.640 86.280 86.12.120 82.720 42.11.6 689.312 44.4 703.840 84.02 309.26 310.8 683.8 704. Sedangkan penomoran langkah proses penyediaan uap air dan kondensat uap (steam condensate) dapat dilihat pada Gambar 4.98 27 198 712.28 21 189.280 86.6 718.69     .912 44.904 45.8 701. uap bertekanan 12 kg/cm2.6 682.7 304.2 306.08 20 194.840 86. Tabel 4.

Penomoran langkah proses penyediaan uap air dan kondensat uap (steam condensate)     . Gambar 4.12.

13 34.90 MJoule atau sekitar 44.000 Energi (MJ) 500. Tabel 4.000 700.82 25.13.000 400.000 300.11.13. 800.12. Hubungan produksi listrik dengan konsumsi oleh urea plant selama bulan Maret 2009 Pada industri pupuk urea.324. Konsumsi energi manusia pada proses produksi pupuk urea Konsumsi Konsumsi energi Lokasi Jumlah Jam kerja energi per hari bulan Maret pekerjaan (orang) (Jam/hari) (MJ) 2009 (MJ) Urea plant 24 8 0. dapat dilihat pemakaian energi listrik rata-rata oleh urea plant pada bulan Maret 2009 yaitu 308. Tabel 4.95 Jumlah 1.42 Utility plant 33 8 1. Dalam satu hari terdapat 3 shift kerja dengan tiap shift terdiri dari 8 orang operator yang bertugas di urea plant dan 11 orang operator yang bertugas di utility plant. Sedangkan pemakaian oleh motor listrik dapat dilihat pada Lampiran 3.000 600. energi manusia ikut berperan penting terhadap berlangsungnya proses produksi.36     .11.000 100.42%.000 0 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 29 31 Tanggal (Maret 2009) Produksi listrik Konsumsi listrik oleh urea plant Gambar 4. jika ditampilkan dalam bentuk grafik dapat dilihat pada Gambar 4. Konsumsi energi manusia pada proses produksi pupuk urea dapat dilihat pada Tabel 4.95 60.12.000 200. Dari Tabel 4.

845. Bentuk energi yang digunakan pada proses produksi pupuk urea adalah energi uap dan energi listrik yang bersumber dari energi bahan bakar gas alam.92% dan 77. ketel uap paket I (2007-U) dan ketel uap paket II (2007-UA) selama bulan Maret 2009 berturut-turut adalah 87. Hasil penelitian Suryadi (1994) di PT.75%.23 kJ.14%. 89. PUPUK KUJANG 1A sangat efisien (93. V. 43.63 kJ. Sedangkan hasil penelitian Razi (1996) di PUSRI 1B diperoleh untuk memproduksi 1 kg urea dibutuhkan energi sebesar 3.53%.86%. Hasil penelitian Suryadi (1994) dengan menggunakan metode perhitungan tidak langsung diperoleh efisiensi gas turbin generator. seksi dekomposisi/purifikasi.32%. 39. Sejumlah energi tersebut diperoleh dari energi uap bertekanan 42 kg/cm2 yang berasal dari utility plant sebesar 5. 2. Sedangkan efisiensi rata-rata ketel uap panas buang (2003-U).97 kJ diperoleh dari energi yang terkandung dalam air umpan ketel dan 0.52%.846.     .083. PUPUK KUANG 1A diperoleh untuk memproduksi 1 kg urea dibutuhkan energi sebesar 5. 3. 74. konsumsi energi dalam proses pembuatan pupuk urea di PT. seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling selama bulan Maret secara berturut-turut yaitu 39. 5. energi air umpan ketel dan energi biologis.179. 4. ketel uap panas buang. Rata-rata efisiensi kerja gas turbin generator selama bulan Maret adalah 16. Untuk memproduksi 1 kg urea dibutuhkan energi sebesar 6.54%.43 kJ diperoleh dari energi listrik. 74.69% dan 64. 518.239 kJ.39%.0014 kJ diperoleh dari energi manusia.12%. 6. ketel uap paket I (2007-U) dan ketel uap paket II (2007-UA) berturut-turut adalah 23. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan yang dapat diambil dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut : 1.79%).717 kJ. Perbedaan nilai efisiensi yang cukup besar tersebut dikarenakan adanya pemanfaatan kembali energi pada tiap seksi.597. Secara keseluruhan.97% dan 75. Efisiensi penggunaan energi di seksi sintesa.

yaitu dengan jalan memperhatikan kembali jumlah gas alam dan udara yang masuk serta proses yang terjadi secara keseluruhan pada saat terjadi perubahan energi mekanik menjadi energi listrik.6. Perlu ditinjau kembali pada sub sitem gas turbin generator HITACHI yang memiliki nilai efisiensi rendah (<20%).     . Perlu dilakukan perawatan dan pengecekan efisiensi ketel uap secara intensif. Sedangkan saran-saran yang dapat diberikan setelah dilakukan audit energi adalah : 1. terutama saat berada di prilling tower. Pada proses utama produksi pupuk urea diusahakan terjadinya kehilangan material sekecil mungkin yaitu dengan cara menjaga temperatur reaktor sekitar 195oC agar konversi karbamat menjadi urea maksimal dan juga memperhatikan pada saat urea berada pada sub sistem kristalisasi dan prilling. 3. tidak hanya pada saat perbaikan tahunan saja agar efisiensinya dapat dipertahankan. Unit penyediaan uap merupakan unit yang paling penting dalam proses produksi pupuk urea karena bentuk energi yang paling besar digunakan dalam proses produksi adalah energi uap. 2.

1981.W. 16 Juli 2008) http://www.D. ESDM. Sigit. Ph. Audit Energi pada Proses Produksi CPO (Crude Palm Oil) di PMKS PT.or. (Rabu. Institut Pertanian Bogor.. A. 2002. Bogor. Çengel. JICA-DGHE. McGraw-Hill CIBO. Cikampek.id/Portals/0/dokumen/SKB.asp?do=view&id=2717&id m=5&idSM=2 (Senin. Jurusan Teknik Pertanian. K. Skripsi. 16 Juli 2008) http://www.pdf (Minggu.org/docrep/t0269e/t0269e04. Energy Efficiency Handbook. Anonimous. Handbook of Energy and Economic Statistics of Indonesia.org/?sect=belajar&ext=pengantar06_01. Jakarta ESDM. Thermodynamics Fourth Edition. 1 maret 2009) http://www. 16 Juli 2008) http://ecen.pdf (Minggu.. 2007. IPB. Jawa Barat. dkk.co. Skripsi. 16 Juli 2008) http://www. (Rabu.id/ (Rabu. PT.wikipedia. Culp. Principles of Energy Conversion Second Edition. Inc. 2004. 20 april 2009)     .e-smartschool.com/eee48/eee48e/carbon_content_n_gas_using_heat_values.plnlampung. (Rabu.chem-is-try. Jakarta.pln. Burke. Jurusan Mekanisasi Pertanian.htm.com/chemistry/aircomp.1997. Neraca Gas Indonesia. McGraw-Hill.id/berita/berita_peristiwa. 1998. DAFTAR PUSTAKA Abdullah.htm (Rabu. IPB Project ADAET.appi. 2008. PUPUK KUJANG. 2008. http://mistupid.org/upload/database/UU_No5-1984. Tokyo.htm (Senin. Council of Industrial Boiler Owners.org/wiki/Heat_of_combustion. Sulistiono.com/pnu/002/PNU0020005. Mempelajari Kebutuhan Energi Manusia dalam Mengolah Tanah dengan Cangkul pada Kondisi Tanah yang Berbeda. Arry.co. Yunus A. 16 Juli 2008) http://www.fao. 1991. 20 April 2009) http://www. Condong Garut. Ari. Jr. Institut Pertanian Bogor.asp (Rabu.cicods. 1 maret 2009) http://www. 16 Juli 2008) http://en. Energi dan Listrik Pertanian. Teori Dasar Operasi Pabrik.

Institut Pertanian Bogor. Key Indicator of Indonesia Energy and Mineral Resources.http://www. Handbook of Thermodynamic Diagrams. Teknik Uap dan Panas. 1992. Seminar Energi dan Lingkungan.K. 1984. Perry. Laporan Praktek Kerja di Unit Urea PT. Jurusan Teknik Kimia. Pusdatin ESDM. Institut Pertanian Bogor.. Palembang.id/utama.Ltd PII. Yaws. 1996.id/utama. Buku Teks Termodinamika Terpakai. Laporan Praktek Kerja.cgi?artikel&1112483998&6 (Rabu.cgi?artikel&1102902516&8 (Majalah Trust. Diakses pada tanggal 15 Juli 2009) Kulshrestha.     . Texas.go. Razi.go. Audit Energi Pada Proses Produksi Pupuk Urea di PT. 2008. Audit Energi pada Sistem Kombinasi Panas dan Daya (cogeneration) PUSRI I-B PT. Houston. S. PUPUK KUJANG (PERSERO) Cikampek Kabupaten Daerah Tingkat II Karawang Jawa Barat. Semarang. UI-Press : Jakarta. McGraw-Hill International Edition.energi.energi. Jurusan Mekanisasi Pertanian. 2004. Skripsi. Volume 4 : Inorganic Compounds and Elements. Universitas Diponegoro.lipi. Bogor. Suryadi. 24 Juni 2009) http://www. PUSRI (PERSERO). 1983. Sholikin. Japan : Kosaido Printing Co.lipi. Bogor. 1994. Jakarta. Surabaya. Fakultas Teknologi Pertanian.PUPUK KUJANG Cikampek Jawa Barat. Perry’s Chemical Engineers’ Handbook Sixth Edition. 1996. Skripsi. 2005.

LAMPIRAN     .

08 2.06 1.099.279.90 1.74% 26 1.80 4.291.68 1.940.54 1.430.61 1.938.20 4.358.40 4.339.364.470 61.359.033.22 1.490 62.460.458 60.02 1.96 1.032.00 4.26 1.88 1.00 4.360.325.38 2.360.38 2.80 4.38 1.26 1.80 4.002.046.16 1.40 4.17% 16 1.49% 4 1.360.40 4.40 4.540 62.20 4.430.333.348.64 2.86 1.344.498 61.91% 12 1.320.76% 30 1.050.299.43 2.54 2.20 4.066.019.450.80 4.36 1.458 61.263.06% 6 1.56 1.512 62.404.267. Tabel produksi uap oleh ketel uap dan pemakaiannya oleh urea plant Ketel uap Ketel uapa Ketel uap Total Pemakaian Persentase Tanggal paket I paket II panas buang produksi uap oleh urea pemakaian uap (2007-U) (2007-UA) (2003-U) (ton) plant (ton) oleh urea plant 1 1.40 4.40 1.442.466.33% 2 1.290.056.44 1.92 2.047.94% 20 1.98 2.80 125.80 4.203.54 1.326.10 2.06% 11 1.18 1.22 1.20 4.66 1.086.94 2.318.014.480 61.263.399.61% 13 1.70 1.12 1.00 1.90 1.56 1.394.385.80 4.06 1.08% 24 1.52 1.86% 5 1.331.73% 25 1.20 4.24 3.324.384.304.304.325.306.80 4.215.70% 27 1.430.072.94 2.309.57 41.466 60.22%     .049.311.00 2.382.24 1.60 4.500 61.295.337.573.89% 23 1.556 64.458.516 63.04% 29 1.10% 15 1.309.24 1.279.447.478 61.00 1.140.357.89% 3 1.330.948.806 94.038.510 60.16 1.141.316.462.25% 10 1.376.528 61.72 2.083.14 2.22 2.72 1.329.306.486 60.449.51% 22 1.431.460 60.496 61.304.560 60.304.20 4.315.32 2.305.14 1.90 1.027.312.381.313.496 60.60 3.40 4.490 60.388.324.88 2.459.58 1.08 2.388 63.494 61.497.061.20 1.42 1.00 4.028.304.482 61.464.044.464.334.263.332.42 2.42 43.522 62.299.512 62.60 3.90% 21 1.Lampiran 1.06 2.480 61.178 80.20 2.80 3.37% 9 1.50 1.92 1.76 2.04 1.39% 18 1.277.016.444.08 1.312.46% 14 1.88% Jumlah 41.86 2.351.426.80 1.082.488 61.66 1.24 1.326.00 4.82 1.64 1.366.496 61.70% 31 1.085.56 2.66 1.20 2.94 1.24 1.06 1.033.281.80 4.26 1.76 1.332.90 1.36 1.22% 17 1.299.00 4.60 4.60 4.18% 19 1.26% 28 1.27% 8 1.377.048.12 2.52 2.365.08 3.333.284.420.66 1.80 2.93% 7 1.82 1.062.90 1.44 1.351.339.79 79.18 1.28 2.304.50 1.094.482 61.

096. SEC) Misal data produksi urea.435 ton b.096.592 MJ = 215.05 MJ/ton urea = 215. Sehingga : SEC untuk energi listrik = 308.592 MJ Konsumsi energi spesifik didefinisikan sebagai energi yang dibutuhkan per satuan produk.605.83 MJ Sehingga : SEC untuk energi uap = 8.096. pemakaian uap di urea plant dan listrik tanggal 1 Maret 2009 : a.17 kg/cm2 Huap = 3189.522 ton x 3189.044.64 kJ/kg urea     .571 kJ/kg (sumber : Perry’s Chemical Engineering.90 kJ = 8. Contoh Perhitungan Konsumsi Energi Spesifik (Specific Energy Consumption.435 ton Kondisi uap pada tanggal 1 Maret 2009 : Suhu = 390oC Tekanan = 40.64 MJ/ton urea = 5. Table 2-354) Energi uap = muap x Huap = 2.Lampiran 2. Pemakaian listrik = 308.826.435 ton = 5. Produksi urea = 1. Pemakaian uap = 2.83 MJ 1.044.044.05 kJ/kg urea 1.522 ton c.571 kJ/kg = 8.605.

73 3.80 32 GAM-131C 3 440 0.50 6.62 83.00 0.8 440 0.73 3.76 14 GAM-212D 12.82 5.63 35 GAM-203 48.51 86.76 16 GAM-213A 6.02 36 GAM-112A 3 440 0.46 92.82 39.50 6.50 6.82 101.51 86.76 13 GAM-212C 12.41 7.13 75.75 0.7 440 0.82 1.25 87.72 30 GAM-131A 3 440 0. Item terukur terpasang terukur terpasang (A) (V) daya (%) (A) (kW) (kW) A/1 GFM-201A 125 440 0.41 7.12 40 GAM-206 19.50 6.4 440 0.75 0.82 1.82 31.76 9 GAM-211D 12.82 5.82 7.94 17 GAM-213B 6.81 11.21 45 GAM-405B 18.49 1.51 86.93 89.76 7 GAM-211B 12.00 1.51 86.25 83.82 10.4 440 0.38 5.82 5.21 3.57 63.8 440 0.57 63.66 43 GAM-403A 10.8 440 0.73 22.76 39 GAM-205B 39 440 0.70 3.37 0.88 0.8 440 0.00 0.94 18 GAM-213C 6.21 3.75 0.25 87.57 63.86 11.82 57.53 76.4 440 0.44 2.00 0.82 14.74 7.8 440 0.50 6.82 2.4 440 0.72 29 GAM-121D 6.51 86.70 3.80 33 GAM-131D 3 440 0.41 7.73 3.32 22 GAM-611D 13.70 3.25 87.8 440 0.41 7.82 10.82 10.8 440 0.49 1.80 26 GAM-121A 6.50 6.41 7.8 440 0.82 10.94 21 GDM-602 1.72 27 GAM-121B 6.82 101.85 440 0.94 19 GAM-213D 6.50 6.55 85.00 9.73 3.00 36.5 440 0.07 86.82 2.62 83.00 24.12 41 GAM-703B 87.00 0.8 440 0.80 31 GAM-131B 3 440 0.70 3.37 30.82 15.76 15 GAM-212E 12.82 10.55 85.82 5.82 10.57 63.75 0.82 5.82 10.82 10.46 92.76 38 GAM-201B 128 440 0.82 71.8 440 0.82 8.53 3.00 19.25 83.82 2.20 44 GAM-402A 71 440 0.51 86.49 1.88 42 GAM-303 9.69 74.21 3.21 3.00 1.8 440 0.53 3.25 84.82 101.41 7.55 85.00 1.72 28 GAM-121C 6.82 5.89 5.22 2 GFM-201B 125 440 0.34 90.55 85.76 11 GAM-212A 12.51 86.25 87.4 440 0.82 104.83 90.82 104.46 92.76 12 GAM-212B 12.41 7.82 5.8 440 0.51 86.50 5.51 86.82 5.8 440 0.46 92.50 0.80 24 GAM-111B 1.8 440 0.50 6.71 89.50 4.5 440 0.82 1.76 10 GAM-211E 12.8 440 0.57 63.82 101.4 440 0.62 83.82 10.25 87.22 6 GAM-211A 12.41 7.00 9.70 3.91 90.18 55.Lampiran 3.00 65.80 25 GAM-111D 1.09 80.00 1.00 1.69 74.82 2.8 440 0.82 1.80 34 GBM-161 0.25 83.3 440 0.41 7.51 86.69 74.82 10.48 80.25 83.47 B/23 GAM-111A 1.07 86.94 20 GAM-213E 6.8 440 0. Data pengukuran pemakaian energi listrik oleh motor-motor penggerak pompa dan kompresor Kuat arus Daya Daya Kuat arus Tegangan Faktor Efisiensi Panel/No.53 3.82 2.2 440 0.62 83.53 3.61 82.49 1.11     .82 101.00 44.41 7.8 440 0.24 95.69 74.69 74.50 6.13 75.82 10.55 85.21 3.76 45.82 5.2 440 0.76 8 GAM-211C 12.22 4 GFM-201D 125 440 0.22 3 GFM-201C 125 440 0.00 65.22 5 GFM-201E 125 440 0.50 6.50 6.26 37 GAM-201A 128 440 0.

34 2.12 160.67 90.70 3.49 1.20 0.37 3.80 C/64 GBM-201 98 440 0.82 113.82 7.61 82.00 40.00 17.49 7.2 440 0.38 67 GBM-304C 80 440 0.38 71 GDM-201 25.56 79 FDM-303 4.56 87.1 440 0.38 5.15 85.76 74 JDM-303 4.25 83.38 5.3 440 0.88 99.Lanjutan Lampiran 3.82 10.00 40.00 3.16 92.00 11.50 6.50 6.19 18.82 8.82 65.82 43.86 11.00 377.20 77 JDM-301B 10.10 72 GDM-301 13.14 91 GBM-302 142 2300 0.00 340.51 49 GAM-409 6.67 90.3 440 0.82 38.37 83.50 83.51 73 GDM-211 12.9 440 0.37 88.07 149.04 3.89 475.56 86.08 94.31 76 JDM-301A 10.00 128.37 83.82 79.14 95.82 38.00 40.08 45.35 78.48 48 GAM-408D 2.52 480.93 89.1 440 0.50 4.29 11.38 70 GBM-304F 80 440 0.41 7.00 40.00 140.37 94.19 50 GAM-701A 34 440 0.89 52 GAM-705A 12.32 55 GAM-151B 8.82 10.8 2300 0.20 2.5 2300 0.05 D Utara/81 GBM-601A 46.82 10.00 372.82 4.61 82.82 5.6 440 0.20 1.13 3.00 98.20 78 JFM-301 6.7 440 0.14 97.70 3.2 440 0.17 57 GAM-152B 2.13 420.82 65.82 5.74 75 GBM-401 156 440 0.04 78.50 16.36 90.82 65.00 40.20 0.82 113.75 0.98 92.98 92.84 15.08 45.82 2.82 115.3 440 0.82 5.7 440 0. Item terukur terpasang terukur terpasang (A) (V) daya (%) (A) (kW) (kW) 46 GAM-406B 6.86 91.32 62 GAM-122A 3 440 0.07 149.14 124.04 78.00 10.82 90.07 87.32 89 GAM-302B 53 2300 0.00 372.24 2.00 1.67 90.8 440 0.3 440 0.84 18.5 440 0.70 3.82 26.8 440 0.00 372.58 65 GBM-304A 80 440 0.80 63 GAM-122C 3 440 0.24 95.31 79.1 440 0.44 80 FFM-301 4.00 3.42 2.89 5.00 40.00 11.00 2.08 45.8 2300 0.67 90.39 82 GBM-601B 46.46 11.98 7.67 1.82 3.7 440 0.82 65. Data pengukuran pemakaian energi listrik oleh motor-motor penggerak pompa dan kompresor Kuat arus Daya Daya Kuat arus Tegangan Faktor Efisiensi Panel/No.82 38.14 124.82 2.91 100.67 1.72 55.20 2.82 104.32 56 GAM-152A 2.91 15.17 58 GAM-153A 23 440 0.38 66 GBM-304B 80 440 0.66 54 GAM-151A 8.07 149.38 68 GBM-304D 80 440 0.32 88 GAM-101D 140 2300 0.32 78.2 440 0.82 113.08 45.68 47 GAM-407B 32.82 126.50 1.20 86.88 15.50 5.84 88.57 51 GAM-704A 18.66 22.44 53 GAM-706A 9.32 87 GAM-101C 140 2300 0.37 91.82 8.99 D Selatan/86 GAM-101A 140 2300 0.14 59 GAM-153C 23 440 0.82 27.24 61 GAM-162A 19.39 84 GAM-404A 37 2300 0.3 440 0.84 18.28 78.50 5.89 475.51 86.00 1.49 1.39 83 GBM-601C 46.00 10.08 45.66 85 GBM-303 128 2300 0.45 130.82 20.10 125.03 90 GBM-301 48.2 440 0.15 80.00 9.82 65.71 13.37 83.14 124.04 78.25 83.82 3.00 49.8 2300 0.50 83.62     .67 90.38 69 GBM-304E 80 440 0.82 15.82 30.89 475.67 90.00 2.71 13.82 2.24 95.75 0.00 13.82 39.14 60 GAM-161A 19 440 0.08 45.00 79.42 2.82 3.82 4.5 440 0.50 6.82 65.

560 349.828 35.200 348.744 38.778 41.320 357.340 106.000 356.520 347.810 20 91.160 106.260 106.988 18 90. Konsumsi gas alam bulan Maret 2009 (m3) Tanggal/alat 2007-U 2007-UA 2003-U GTG Jumlah konsumsi gas alam 1 91.020 113.560 344.920 351.538 8 91.396 48.030 42.280 366.010 107.720 347.160 331.848 9 92.212 33.324 109.108 103.040 354.440 356.820 109.822 12 102.078 2 90.090 106.764 43.160 362.440 352.512 6 92.370 110.340 36.888 107.324 100.830 108.032 21 89.080 357.248 92.830 36.042 3 90.724 31 92.360 109.760 353.840 108.016 111.016 108.016 112.810 109.888 105.590 23 91.770 117.472 38.192 106.456 34.016 110.098 104.626 111.640 106.264 112.760 109.970 44.420 116.000 353.642     .324 106.338 34.902 48.388 27 92.960 352.917.510 115.058 7 91.086 43.664 53.994 112.610 112.088 45.294 107.654 38.028 37.890.240 353.504 29 92.120 362.332 14 102.136 106.268.760 106.480 344.500 15 100.320 347.056 10 94.714 13 102.396 44.006 111.150 42.972 37.968 28 92.412 24 92.016 105.280 358.224 98.554 11 102.076 108.920 353.264 109.126 19 90.024 40.050 106.800 334.786 30.016 110.032 26 91.427.780 30 92.330.960 351.016 109.880 114.920 364.020 113.016 111.870 114.490 3.976 25 92.920 10.850 113.122 4 90.794 42.144 16 96.572 32.854 49.036 40.296 106.620 46.400 363.480 348.320 346.660 108.472 50.570 108.100 109.804 22 90.838 1.350 17 90.050 107.840 106.920 116.130 115.190 114.070 5 90.582 37.394 3.180 106.768 Jumlah 2.040 108.Lampiran 4.452 106.560 345.

14 9 1.40 4.399.70 1.40 4.567.327.339.359.564.339.58 12 1.90 1.10 3 1.516.70 25 1.76 18 1.60 4.167.48 4 1.40 4.40 1.444.526.34 2 1.524.32 16 1.30 1.330.352.14 1.318.12 1.164.469.40 4.223.76 1.313.440.48 27 1.312.80 4.462.38 1.26 1.352.20 7 1.32 1.016.34 1.98 29 1.04 1.274.240.20 4.320.069.146.548.201.26 1.58 1.159.137.26 1.74 23 1.70 1.420.60 4.528.74 41.88 1.16 1.257.00 4.00 4.40 4.60 129.80 4.372.442.388.560.286.245.26 1.84 1.260.336.20 4.403.313.90 1.112.192.22 19 1.334.555.96 1.313.42 1.249.26 20 1.394.272.420.88 1.32 21 1.257.106.32 11 1.00 4.465.459.96 6 1.02 1.291.409.141.34 1.191.390.422.732.44 1.20 4.462.20 4.408.329.101.00 1.579.509.96 13 1.466.193.394.360.80 1.60 5 1.382.392.48 14 1.34 1.325.562.299.08 30 1.40 4.58 1.350.70     .605.74 28 1.84 1.381.150.334.54 10 1.94 1.54 1.335.62 1.84 1.12 1.80 4.531.14 1.139.377.20 4.338.16 1.42 8 1.359.337.30 1.225.10 1.20 4.20 24 1.322.46 1.382.78 1.320.316.451.387.40 1.466.80 4.320.72 1.Lampiran 5.46 22 1.78 1.40 4.66 1.20 4.80 4.70 1.34 15 1.372.343.48 31 1.00 4.286.153.76 1.80 4.72 1.302.299.425.60 4.36 45.298.00 1.442.315.390.406.32 1.316.78 1.80 4. Konsumsi air umpan ketel bulan Maret 2009 (ton) Tanggal/Boiler 2007-U 2007-UA 2003-U Total konsumsi BFW 1 1.62 1.42 1.66 Jumlah 42.38 17 1.346.96 1.34 1.78 1.343.215.447.46 26 1.00 4.117.797.406.16 1.385.00 1.40 4.70 1.173.399.152.60 4.001.323.16 1.

93 1.19 0.24 .75 0.87 85.94 1.67 .44 0.25 .56 0.72 0.24 2.86 86.12 17 6.51 0.02 2.17 0.94 87. 0.18 .24 1.45 0.04 0.71 0.96 1.95 0.12 20 5.45 0.58 0.44 0.96 1.03 1.78 0. 0.13 .92 1.43 0.02 2.1 84.02 2.19 0.69 0.82 2.75 85.66 84. 0. 0.42 0.98 1.26 .03 2.8 0.6 2.42 0.18 1.92 1.81 85.08 85.02 84.02 2.53 0.18 0.5 0. 0.93 1. 0.91 .2 .35 0.19 0.5 .03 1.5 0. 0.02 2.94 0.01 2.91 85.63 0.42 0.53 0.21 1.19 0. 0. 0.19 0.12 19 6. 0.8 1.81 . 0.5 0.19 0. 0. 0.2 0.82 0.07 1.55 .55 0.41 0.82 0.51 0.76 0.02 2.7 0.43 0.76 .44 86.01 2.98 .74 .39 0.95 1.13 .02 2.01 2.94 1.88 86.18 0.72 1.52 0.01 2.86 .78 0.11 25 5.51 0.82 1.65 87.18 0.84 0.95 1.2 0.84 85.12 8 7.12 24 5.46 0.19 0.11     . 0.45 0.43 0.52 0. 0.46 0.17 0.19 0.1 2 5.57 0.44 0.02 2.85 85.09 1.99 1.96 1.12 15 6.65 86.37 .82 85.92 1.19 0.16 1.02 2.03 .43 0.Lampiran 6. 0.11 6 6.95 1.6 0.87 85.3 1.55 86.2 .59 0.02 3.11 4 6.19 0.02 2.09 3 7.53 0.12 16 6.17 .19 0.92 1.02 2.15 0.51 0.13 1.12 22 6.11 28 6.01 2.42 0.96 1.02 2.74 1.37 0.82 84.18 0. 0.18 0.66 86.52 0.74 0.54 2.49 0.2 0.77 1.53 0. 0.37 .81 1.48 0.2 0.83 85.03 2.03 0.08 1.81 1.74 0.9 1.5 0. 0.99 1.02 2.65 0.03 2.02 2.18 0.19 0.48 0.91 1.82 0.85 0.77 0.02 3.99 1.11 31 5.19 0.33 .11 2.43 2.97 85.53 0.56 0.02 2.53 0.49 0.53 0.86 0.21 .44 0.74 .88 1. 0.11 27 6.12 30 5.92 1.02 .11 14 6.11 29 5.02 2.47 . 0. 0.94 1.03 .55 0. 0.43 1.19 0.02 2.57 1.11 23 6.11 1.5 .57 0.53 0.13 21 6.69 86.84 0.73 85.12 7 7.12 18 6.12 9 6.77 87.12 10 11 12 13 7.11 26 6.02 3.02 2. Komposisi gas alam bulan Maret 2009 (% mol) Tanggal CO2 CO Ar N2 CH4 C2H6 C3H8 i-C4H10 n-C4H10 i-C5H12 n-C5H12 1 5. 0.88 86.18 0. 0.14 2.17 0.41 0. 0. 0.55 0. 0.44 0.01 1.42 0.91 86.78 1.46 0.11 5 6.89 1.

mol/jam C3H8 = 2.mol/jam = 8.mol/jam CO =- Ar = 0.273 45.72 x 108 kJ/jam     .759.01 2.146 0.37 58.357 20. - CO .01 .613 76. .241 kg.241 34.333.688 kg.094 0.97 C2H6 1.mol/jam C2H6 = 3.02 0.12 0.042 14.673.308 45.mol/jam N2 = 5.39 i-C5H12 0.67 kJ/lb x 8.622 47.967 kg.12 0.mol/jam CH4 = 172.357 315. - Ar 0.402 kg.mol/jam n-C5H12 = 0.mol/jam n-C4H10 = 0.732 kg.17 .5 44.77 kg.02 39.276 kg.890 kg.137 45.009 19.mol/jam i-C4H10 = 0.886 kg.88 C3H8 1.146 0.241 lb/jam = 1.336 kg.241 lb/jam Flow untuk masing-masing komponen : CO2 = 11.11 16.91 44.45 58.72 30.mol/jam Energi gas alam = 20. - CH4 87. - N2 2.430 Nm3/jam = 197.67 Gas flow = 4. Contoh perhitungan efisiensi gas turbin generator HITACHI (2006-J) Data tanggal 1 Maret 2009 Gas alam LHV LHV/Komponen Komponen % Xi (%mol) BM BMrata-rata (MJ/kg) (kJ/lb) CO2 5.198 kg.41 i-C4H10 0.Lampiran 7.068 0.65 28.673.752 93.794 372.493 .mol/jam i-C5H12 = 0.17 72.087 45.114 326.085 50. .57 Jumlah 100 19.95 .123 20.89 n-C5H12 0. 28.939 46.1 72.333.55 n-C4H10 0.

mol/jam.mol/jam 5. 4H2O = 11.mol/jam.9 kg. 4CO2 = 2.mol/jam.8 kg. 5H2O = 3. O2 = 14. O2 = 2. 3CO2 = 8.58 kg.66 kg.5O2 Æ 4CO2 + 5H2O n-C4H10 = 0.28 kg.99 kg.mol/jam.mol/jam.mol/jam     .55 kg. CH4 + 2O2 Æ CO2 + 2H2O CH4 = 172.45 kg.mol/jam. O2 = 1. 6H2O = 2.mol/jam. 2CO2 = 6.83 kg.93% CO2 0. 6H2O = 1.mol/jam. O2 = 5.mol/jam.95% Ar 0. 5H2O = 4.mol/jam.mol/jam. O2 = 344.198 kg. O2 = 4.mol/jam.02 kg. O2 = 11.93 kg.4 kg. 5CO2 = 1. i-C5H12 + 8O2 Æ 5CO2 + 6H2O i-C5H12 = 0.56 kg. 3H2O = 10.mol/jam.mol/jam.mol/jam 4.mol/jam.mol/jam 3. 4CO2 = 3.mol/jam.87 kg.mol/jam 2.mol/jam 6.mol/jam. n-C4H10 + 6.68 kg. CO2 = 172.Udara Komposisi udara Komponen Volume N2 78.08% O2 20. C3H8 + 5O2 Æ 3CO2 + 4H2O C3H8 = 2.69 kg.97 kg.mol/jam.mol/jam.55 kg.mol/jam 7.34 kg.73 kg.89 kg.03% Reaksi yang terjadi pada proses pembakaran gas alam : 1.78 kg.76 kg. n-C5H12 + 8O2 Æ 5CO2 + 6H2O n-C5H12 = 0.5O2 Æ 4CO2 + 5H2O i-C4H10 = 0.28 kg.2 kg. 5CO2 = 0.5O2 Æ 2CO2 + 3H2O C2H6 = 3.mol/jam. i-C4H10 + 6.mol/jam.19 kg. C2H6 + 3. 2H2O = 344.91 kg.

Jumlah O2 pada reaksi tersebut = 386.1 kg.mol/jam
Asumsi excess oksigen = 10%
Flow udara = 2,027.27 kg.mol/jam
Tudara = 305 K
Cpudara = 750.85 J/g.mol = 750.85 kJ/kg.mol (Sumber : Yaws, Handbook of
Thermodinamic Diagrams, Vol.4)
Energi oksigen yang terkandung dalam udara :
= 2,027.27 kg.mol/jam x 750.85 kJ/kg.mol
= 1.52 x 106 kJ/jam

Gas buang
Total flow gas buang = 2,194.57 kg.mol/jam
Tgas buang = 794 K
Cpgas buang = 59,622.5 J/g.mol = 59,622.5 kJ/kg.mol (Sumber : Yaws, Handbook of
Thermodinamic Diagrams, Vol.4)
Energi gas buang = 2194.57 kg.mol/jam x 59,622.5 kJ/kg.mol
= 1.31 x 108 kJ/jam
Energi listrik yang dihasilkan = 186.8 MWh = 2.8 x 107 kJ/jam

Energi input = energi gas alam + Energi oksigen yang terkandung dalam udara
= 1.74 x 108 kJ/jam
Energi output = Energi listrik = 2.8 x 107 kJ/jam
Efisiensi = 2.8 x 107 kJ/jam = 16.26%
1.74 x 108 kJ/jam

 
 

Lampiran 8. Contoh perhitungan efisiensi ketel uap panas buang (2003-U)

Data tanggal 1 Maret 2009
Gas alam
LHV LHV/Komponen
Komponen % Xi (%mol) BM BMrata-rata
(MJ/kg) (kJ/lb)
CO2 5.91 44.01 2.17 - -
CO - 28.01 - - -
Ar 0.02 39.95 - - -
N2 2.65 28.02 0.493 - -
CH4 87.11 16.042 14.085 50.009 19,759.97
C2H6 1.72 30.068 0.622 47.794 372.88
C3H8 1.5 44.094 0.939 46.357 315.41
i-C4H10 0.37 58.12 0.273 45.613 76.55
n-C4H10 0.45 58.12 0.308 45.752 93.39
i-C5H12 0.17 72.146 0.137 45.241 34.89
n-C5H12 0.1 72.146 0.087 45.357 20.57
Jumlah 100 19.114 326.123 20,673.67

Gas flow = 1,722.5 Nm3/jam = 76.9 kg.mol/jam = 3,240.18 lb/jam
Energi gas alam = 20,673.67 kJ/lb x 3,240.18 lb/jam = 6.7 x 107 kJ/jam
Energi gas buang dari gas turbin generator = 1.31 x 108 kJ/jam

Air umpan ketel
Flow air umpan ketel = 63.2 ton/jam
Suhu air umpan masuk = 112.3oC = 385.3 K
Mr H2O = 18.016
Cp H2O = 2,936.65 J/g.mol (Sumber : Yaws, Handbook of Thermodinamic
Diagrams, Vol.4)
Energi air umpan ketel = 63.2 ton/jam x 103 x 2,936.65 J/g.mol = 1.03 x 107 kJ/jam
18.016

 
 

Uap
Steam flow = 59.6 ton/jam
Steam pressure = 42.2 kg/cm2 = 41.39 bar
Steam temperature = 402oC = 675 K
huap = 3,213.84 kJ/kg (Sumber : Perry’s Chemical Engineering, Table 2-354)
Energi uap = 59.6 ton/jam x 103 x 3,213.84 kJ/kg = 1.92 x 108 kJ/jam

Energi input = energi gas alam + energi gas buang generator + energi air umpan
= 2.08 x 108 kJ/jam
Energi output = energi uap = 1.92 x 108 kJ/jam

Efisiensi = 1.92 x 108 kJ/jam x 100% = 92.06%
2.08 x 108 kJ/jam

 
 

95 .mol/jam CO =- Ar = 0.97 C2H6 1.64 lb/jam Flow untuk masing-masing komponen : CO2 = 10.12 0.631 kg.241 34.01 .mol/jam n-C5H12 = 0.094 0.67 Gas flow = 3.752 93.mol/jam i-C5H12 = 0.mol/jam = 7.67 kJ/lb x 7.5 44.mol/jam n-C4H10 = 0.11 16.88 C3H8 1.45 58.46 kg. - CO .57 Jumlah 100 19.12 0.37 58.41 i-C4H10 0.308 45. 28.02 0.085 50.91 44.042 14.mol/jam Energi gas alam = 20.273 45.29 kg.673.02 39.17 .55 n-C4H10 0.72 30.mol/jam C2H6 = 2.357 315.48 x 108 kJ/jam     .764 kg.794 372.39 i-C5H12 0.89 n-C5H12 0. .009 19.mol/jam CH4 = 148.17 kg.146 0.818.087 45.65 28.357 20. - CH4 87.557 kg.123 20.07 kg. - Ar 0.49 kg.517 kg.759.137 45.182.622 47.182.068 0.1 72. - N2 2.767 kg.613 76.01 2.mol/jam N2 = 4.114 326.146 0.33 Nm3/jam = 170. Contoh perhitungan efisiensi ketel uap paket I (2007-U) Data tanggal 1 Maret 2009 Gas alam LHV LHV/Komponen Komponen % Xi (%mol) BM BMrata-rata (MJ/kg) (kJ/lb) CO2 5.17 72.64 lb/jam = 1.93 kg. .493 .939 46.mol/jam i-C4H10 = 0.Lampiran 9.673.mol/jam C3H8 = 2.

mol/jam.mol/jam.mol/jam.93% CO2 0.83 kg.mol/jam.mol/jam. CH4 + 2O2 Æ CO2 + 2H2O CH4 = 148.67 kg.8 kg.mol/jam.99 kg. CO2 = 148.08% O2 20. 2H2O = 296.mol/jam. 5CO2 = 0. 6H2O = 1.mol/jam.85 kg.mol/jam. n-C5H12 + 8O2 Æ 5CO2 + 6H2O n-C5H12 = 0. O2 = 10.93 kg.mol/jam. O2 = 1. O2 = 12. 4CO2 = 2.mol/jam 13. O2 = 4.29 kg.52 kg.mol/jam     .98 kg. 2CO2 = 5. 5H2O = 3. O2 = 296.15 kg.03% Reaksi yang terjadi pada proses pembakaran gas alam : 8.98 kg.36 kg.mol/jam.63 kg.1 kg.5O2 Æ 4CO2 + 5H2O i-C4H10 = 0. O2 = 2. 6H2O = 1.95% Ar 0.mol/jam.mol/jam.49 kg. 3CO2 = 7.07 kg.mol/jam 11. C2H6 + 3. 5H2O = 3. i-C4H10 + 6.mol/jam.78 kg.mol/jam 14. 5CO2 = 1.mol/jam 10.mol/jam.mol/jam.02 kg.17 kg.45 kg.mol/jam.mol/jam.26 kg. 4CO2 = 3.56 kg.5O2 Æ 2CO2 + 3H2O C2H6 = 2.5O2 Æ 4CO2 + 5H2O n-C4H10 = 0.49 kg.mol/jam.mol/jam. 3H2O = 8.mol/jam 12.86 kg.77 kg. i-C5H12 + 8O2 Æ 5CO2 + 6H2O i-C5H12 = 0.23 kg. 4H2O = 10. n-C4H10 + 6.Udara Komposisi udara Komponen Volume N2 78.mol/jam.mol/jam 9. C3H8 + 5O2 Æ 3CO2 + 4H2O C3H8 = 2. O2 = 4.32 kg.74 kg.

63 kJ/kg (Sumber : Perry’s Chemical Engineering.4 x 108 kJ/jam     .747.016 Cp H2O = 2.84 ton/jam Suhu air umpan masuk economizer = 107. Vol.35 kg.Jumlah O2 pada reaksi tersebut = 332.59 kJ/kg Energi uap = 54.228. Table 2-354) Suhu air umpan masuk steam drum = 156.662. Handbook of Thermodinamic Diagrams.4) Energi oksigen yang terkandung dalam udara : = 1.85 J/g.125oC = 380.763.31 x 106 kJ/jam Air umpan ketel Flow air umpan ketel = 54.mol (Sumber : Yaws.565.35 kg.mol = 750.85 kJ/kg.84 ton/jam x 103 x 2.mol/jam x 750.565.216 kJ/kg (Sumber : Perry’s Chemical Engineering. Handbook of Thermodinamic Diagrams.68 J/g.228.27oC hair umpan = 662.07oC = 681.763. Table 2-354) h = 3.mol/jam Tudara = 305 K Cpudara = 750.016 Uap Steam flow = 54.41 x 106 kJ/jam 18.747.85 kJ/kg.68 J/g.mol (Sumber : Yaws.635 ton/jam Steam pressure = 43 kg/cm2 = 42.216 kJ/kg .mol/jam Asumsi excess oksigen = 10% Flow udara = 1.635 ton/jam x 103 x 2.4) Energi air umpan ketel = 54.mol = 1.79 kg.125 K Mr H2O = 18.59 kJ/kg = 1.mol = 8.18 bar Steam temperature = 408. Vol.07 K huap = 3.63 kJ/kg = 2.

Energi input = energi gas alam + energi oksigen yang terkandung dalam udara + energi air umpan = 1.58 x 108 kJ/jam Energi output = energi uap = 1.4 x 108 kJ/jam Efisiensi = 1.58 x 108 kJ/jam     .59% 1.4 x 108 kJ/jam x 100% = 88.

- CO .123 20.89 n-C5H12 0.01 2.622 47.57 Jumlah 100 19.41 i-C4H10 0. .308 45.357 315.369.02 0.72 30.5 44.67 kJ/lb x 8. - CH4 87.Lampiran 10.137 45.mol/jam n-C4H10 = 0.42 kg.95 .65 28.11 16. - N2 2.12 0.mol/jam = 8.794 372.673.449.97 C2H6 1.17 72.mol/jam CH4 = 173.263 kg.39 i-C5H12 0.939 46.146 0.37 58.98 kg.74 kg.146 0.068 0.2 kg. .01 .14 lb/jam = 1. - Ar 0.02 kg.mol/jam N2 = 5.55 n-C4H10 0.mol/jam i-C5H12 = 0.88 C3H8 1. 28.673.mol/jam CO =- Ar = 0.114 326.009 19.085 50.241 34.357 20.14 lb/jam Flow untuk masing-masing komponen : CO2 = 11.042 14.mol/jam n-C5H12 = 0.89 kg.493 .12 0.08 Nm3/jam = 198.mol/jam i-C4H10 = 0.62 kg.89 kg.02 39.613 76.369.73 x 108 kJ/jam     .094 0.087 45.mol/jam C2H6 = 3.mol/jam C3H8 = 2.45 58.273 45.91 44.67 Gas flow = 4.1 72.mol/jam Energi gas alam = 20.34 kg. Contoh perhitungan efisiensi ketel uap paket II (2007-UA) Data tanggal 1 Maret 2009 Gas alam LHV LHV/Komponen Komponen % Xi (%mol) BM BMrata-rata (MJ/kg) (kJ/lb) CO2 5.759.752 93.17 .74 kg.

O2 = 14.5O2 Æ 4CO2 + 5H2O n-C4H10 = 0.03% Reaksi yang terjadi pada proses pembakaran gas alam : 15. CO2 = 173.mol/jam. 2H2O = 346.mol/jam.95% Ar 0.mol/jam.94 kg.99 kg.mol/jam.02 kg.mol/jam.04 kg. O2 = 1. 3CO2 = 8. O2 = 5. n-C5H12 + 8O2 Æ 5CO2 + 6H2O n-C5H12 = 0. 4CO2 = 2. i-C5H12 + 8O2 Æ 5CO2 + 6H2O i-C5H12 = 0.mol/jam.58 kg.mol/jam.9 kg.08% O2 20. 3H2O = 10.mol/jam.mol/jam 17.mol/jam.mol/jam 18. 2CO2 = 6.78 kg. O2 = 346. n-C4H10 + 6.02 kg.mol/jam. 4CO2 = 3.mol/jam 21.mol/jam 19.69 kg.42 kg.mol/jam. C2H6 + 3.89 kg.81 kg.mol/jam.mol/jam. i-C4H10 + 6.04 kg.2 kg.47 kg.mol/jam.mol/jam. C3H8 + 5O2 Æ 3CO2 + 4H2O C3H8 = 2.34 kg. 4H2O = 11.7 kg.59 kg.25 kg. O2 = 2. 5CO2 = 1.mol/jam.mol/jam 16. O2 = 4.98 kg.mol/jam. 6H2O = 2.mol/jam     .92 kg.mol/jam.94 kg.mol/jam.5O2 Æ 4CO2 + 5H2O i-C4H10 = 0.Udara Komposisi udara Komponen Volume N2 78. CH4 + 2O2 Æ CO2 + 2H2O CH4 = 173.93% CO2 0. 5H2O = 4.83 kg. 6H2O = 1.74 kg.5O2 Æ 2CO2 + 3H2O C2H6 = 3.02 kg. 5CO2 = 0. O2 = 11.mol/jam 20.19 kg. 5H2O = 3.67 kg.mol/jam.mol/jam.96 kg.

4) Energi oksigen yang terkandung dalam udara : = 2.mol (Sumber : Yaws.Jumlah O2 pada reaksi tersebut = 387.85 J/g.651.69oC = 380.24 K huap = 3.36 ton/jam Steam pressure = 42.31 kJ/kg = 1.mol = 8.64 kJ/kg (Sumber : Perry’s Chemical Engineering.85 kJ/kg.77 kg.mol = 1.9998 kg.mol = 750.4) Energi air umpan ketel = 54.016 Cp H2O = 2.31 kJ/kg Energi uap = 54.72 ton/jam x 103 x 2.9998 kg.45 x 106 kJ/jam 18. Table 2-354) Suhu air umpan masuk steam drum = 153. Handbook of Thermodinamic Diagrams.782.234.69 K Mr H2O = 18.57 J/g.94 kJ/kg .mol/jam x 750.782.234.72 ton/jam Suhu air umpan masuk economizer = 107.016 Uap Steam flow = 54.24oC = 683.583.6oC hair umpan = 651.64 kJ/kg = 2. Handbook of Thermodinamic Diagrams. Table 2-354) h = 3.53 x 106 kJ/jam Air umpan ketel Flow air umpan ketel = 54.4 x 108 kJ/jam     .36 ton/jam x 103 x 2.mol/jam Asumsi excess oksigen = 10% Flow udara = 2.mol (Sumber : Yaws.035.85 kJ/kg.mol/jam Tudara = 305 K Cpudara = 750.035. Vol.57 J/g.2 kg/cm2 = 41. Vol.39 bar Steam temperature = 410.94 kJ/kg (Sumber : Perry’s Chemical Engineering.583.

83 x 108 kJ/jam     .83 x 108 kJ/jam Energi output = energi uap = 1.74% 1.4 x 108 kJ/jam x 100% = 76.Energi input = energi gas alam + energi oksigen yang terkandung dalam udara + energi air umpan = 1.4 x 108 kJ/jam Efisiensi = 1.

744.766.87 Steam 7 kg/cm2 EA-202 207.90 1.57 209.044.336.412.33 287.06 524.762.962.127.85 5.849.70 230.082.888.341.859.631.40 2.499.40 3.884.147.76 204.825.603.959.06 290.27 1.36 433.457.06 520.623.006.218.03 3.330.703.001.783.902.058.431.16 956.80 GA-101/102 232.279.25 132.392.686.816.507.93 526.387.135.474.614.81 12.051.107.04 9.346.858.471.526.79 97.491.88 9.13 2.355.557.01 Steam 4 kg/cm2 EA-102 2.511.72 74.125.958.464.814.162.112.33 7.315.11 232.977.929.132.148.23 285.462.987.788.966.481.266.90 2.909.110.94 627.56 2.67 293.695.06 350. dan GA-102 20.63 29.624.888.90 1.70 234.816.708.23 Total energi di seksi sintesa 3.08 528.86 1.796.147.70 111.077.74 131.57 287.885.00 1.628.780.405.757.071.20 638.Lampiran 11.070.57 Total energi seksi purifikasi 424.896.790.59 5.612.20 GB-102 1.32 73.61 644.705.117.348.810.860.09 19.91 404.62 260.394.20 335.24 SEKSI PURIFIKASI Steam 42 kg/cm2 GA-601 288.30 2.71 Exhaust GB-102.40 3.897.861.730.38 412.83 811.884.931.59 651.046.462.50 2.119.37 647. GA- 601.685.953.296.48 4.48 20.04 288.803.763.603.90 2.824.55 5.15 19.46 25.740.47 Energi yang hilang 5.266.30 2.00 420.913.490.006.925.60 2.17     .29 2.39 415.270.60 523.072.70 GA-102 525.52 336.904.61 DA-201 347.265.870.83 1.80 2.56 4.038.83 14.162.590.61 130.32 1.296.648.07 77.291.773.30 231.148.60 2.052.67 5.21 336.403.44 164.193.806.462.184.35 5.757.833.59 77.896.796.962.20 233.23 792.33 19.135.86 628.49 3.11 206.90 2.124.10 1.520.93 130.708.66 401.42 2.727.99 661.50 1.141.49 541.077.157.482.021.79 3.95 3.277.417.987.85 333.80 2.679.584.80 2.58 2.76 532.40 2.68 Steam 4 kg/cm2 DA-203 130.40 2.277.229.27 306.138.99 207. Rincian konsumsi energi uap pada seksi sintesa dan seksi purifikasi (MJ) Tanggal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SEKSI SINTESA Steam 42 kg/cm2 GB-101 A 2.742.44 351.110.99 129.673.275.130.125.30 2.070.993.85 72.50 2.20 73.78 Total energi 1.001.845.153.593.876.59 3.28 208.45 8.958.94 1.916.683.068.91 130.747.906.603.44 287.778.352.39 523.54 9.63 362.47 1.79 434.29 2.485.38 441.26 9.06 9.029.10 1.070.54 20.40 2.43 5.250.008.56 Total energi 9.293.113.132.127.818.333.77 19.61 9.488.528.520.658.11 331.99 131.728.261.13 197.603.588.275.10 1.767.575.112.10 640.733.86 1.522.820.05 3.756.515.33 231.756.38 5.28 1.063.138.896.683.291.768.636.659.583.889.922.218.91 200.291.178.23 1.66 353.410.20 GB-101 B 2.64 431.22 9.296.070.009.782.124.85 292.067.559.377.555.514.26 3.444.84 643.674.049.312.705.686.085.325.08 Steam 12 kg/cm2 EA-201 76.946.775.499.439.31 3.08 205.880.659.93 2.547.813.934.429.74 Energi yang hilang 646.396.313.03 235.86 73.57 504.66 19.638.551.75 5.507.637.922.90 2.405.097.576.

48 230.264.89 517.37 130.792.79 2.52 520.188.41 197.15 3.45 3.664.655.724.107.03 79.640.728.026.402.77 521.800.606.162.182.092.182.563.719.85 73.33 285.595.50 3.415.820.45 1.706.80 2. Rincian konsumsi energi uap pada seksi sintesa dan seksi purifikasi (MJ) Tanggal 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 SEKSI SINTESA Steam 42 kg/cm2 GB-101 A 2.60 2.700.496.725.17 2.759.043.832.997.278.93 Total energi 9.74 9.90 1.42 618.467.107.926.487.799.655.90 2.83 412.33 Energi yang hilang 5.796.853.270.75 331.164.658.001.20 417.40 19.112.122.352.430.261.733.400.678.19 128.567.13 SEKSI PURIFIKASI Steam 42 kg/cm2 GA-601 292.294.89 9.926.25 368.Lanjutan Lampiran 11.48 3.60 2.12 129.36 9.04 2.30 GB-101 B 2.40 2.50 2.524.911.463.435.04 197.516.48 9.91 2.865.771.118.012.09 284.53 5.697.80 21.740.93 1.130.309.041.27 284.85 228.370.931.517.42 519.553.740.64 129.48 78.599.73 76.48 229.542.50 1.122.498.057.811.387.941.174.462.245.317.080.496.520.768.11 286.731.534.040.358.471.10 1.104.69 517.448.20 2.339.601.28 454.74 5.483.108.228.80 2.800.11 20.80 2.920.057.73 284.14 621.027.79 2.414.721.04 1.41 Steam 4 kg/cm2 EA-102 2.74 359.702.088.113.016.26 129.112.070.10 617.12 129.27 466.64 1.99 6.32 3.137.31 333.98 9.82 1.94 451.886.41 2.494.00 2.775.922.755.39 519.85 623.724.891.767.44 229.30 1.053.951.072.026.754.81 2.607.061.567.679.756.423.730.69 522.22 230.771.407.033.122.079.40 195.107.015.998.757.731.87 464.409.519.27 198.33 198.70 2.391.792.725.057.404.370.38 625.932.81 9.232.647.214.808.492.211.26 231.443.802.57 129.992.810.19 284.312.549.516.229.510.733.136.211.86 Steam 12 kg/cm2 EA-201 74.96 21.111.553.72 435.19 128.483.263.744.856.06 613.094.607.40 3.77 Exhaust GB-102.78 5.90 2.40 2.38 Energi yang hilang 632.099.93 9.099.566.029.848.70 2.98 285.232.25 200.05 1.854.34 72.608.36 1.485. dan GA-102 19.695.36 618.31 5.803.853.02 129.128.099.78 366.59 196.146.13 519.798.231.835.64 6.977.137.231.108.387.111.97 1.85 454.039.418.041.212.019.21 Total energi seksi purifikasi 428.107.532.941.70 1.516.550.00 2.499.750.499.17 371.76 9.385.14 626.332.53 21.91 2.59 361.64 616.02 128.29 Steam 7 kg/cm2 EA-202 201.90 1.202.89 467.679.522.867.946.078.37 3.08 19.522.414.00 364.099.80 2.596.86 80.695.81 229.137.00 2.70 1.04 79.664.721.004.104.50 20.381.87 80.092.729.39 80.23 1.095.600.06 81.929.42 21.94 197.043.10 GA-102 533.436.29 GA-101/102 236.740.50 2.92 518.333.31 DA-201 339.80 1.85 228.17     .332.75 283.11 5.63 21.140.22 9.888.310.511.484.448.72 200.722.481.20 Total energi di seksi sintesa 4.99 347.660.116.34 3.961.41 2.450.61 286.164.42 5.722.86 Steam 4 kg/cm2 DA-203 132.18 613.20 1.96 355.118.358.212. GA-601.47 283.20 2.748.140.27 520.945.932.397.725.30 GB-102 1.66 2.062.55 446.347.93 9.21 21.517.891.19 1.77 3.91 5.747.560.689.86 195.098.41 229.799.971.56 5.40 1.41 230.141.108.33 3.00 2.839.060.571.29 Total energi 1.220.619.352.

76 347.71 79.63 Total energi 9.78 456.84 21.711.727.483.385.928.31 21.120.170.39 128.67 20.71 361.699.455.448.354.460.514.846.014.380.06 76.15 281.66 2.082.54 624.94 1.94 283.00 361.202.108.752.80 5.25 78.356.79 281.466.39 283.52 196.802.977.332.60 1.90 2.98 520.912.389.44 Energi yang hilang 5.399.498.740.097.344.981.42 127.560.349.82 348.53 2.33 283.834.635.112.816.803.27 1.19 226.095.068.044.12 9.640.94 9.10 2.343.142.80 2.095.575.71 Steam 7 kg/cm2 EA-202 197.742.923.463.542.028.722.61 Steam 4 kg/cm2 DA-203 129.70 1.16 3.256.418.265.100.402.220.243.71 194.10 1.618.958.013.05 3.325.670.91 5.40 20.699.872.67 128.082.814.10 2.079.71 Energi yang hilang 619.15 SEKSI PURIFIKASI Steam 42 kg/cm2 GA-601 285.430.135.854.554.790.32     .336.403.518.49 444.373.00 228.70 227.22 516.30 2.967.112.521.551.59 226.112.174.97 20.10 441.89 3.099.869.059.74 611.743.85 79.789.432.398.087.Lanjutan Lampiran 11.757.20 2.537.206.707.70 1.326.70 2.846.060.622.260.13 285.775.447.112.94 360.80 2.89 517.485.565.142.692.241.077.081.419.092.948.618.45 5.189.418.74 21.124.049.901.044.183.272.87 21.00 2.550.080.140. dan GA-102 21.265.308.428.45 9.32 3.080.40 515.054.465.446.079.99 512.13 5. GA-601.89 79.877.404.14 623.652.915.711.383.80 GB-102 1.613.590.80 194.086.372.737.74 Steam 12 kg/cm2 EA-201 79.766.28 512.238.097.54 513.38 1.757.389.16 3.10 1.075.581.54 5.84 9.77 352.90 Steam 4 kg/cm2 EA-102 2.558.80 1.575.423.376.891.425.591.892.00 227.891.926.872.175.90 1.98 20.423.086.226.311.26 3.820.77 127.537.76 357.763.945.574.477.45 5.31 77.63 512.80 GB-101 B 2.344.480.100.41 GA-101/102 230.892.676.61 79. Rincian konsumsi energi uap pada seksi sintesa dan seksi purifikasi (MJ) Tanggal 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 SEKSI SINTESA Steam 42 kg/cm2 GB-101 A 2.781.092.798.957.79 2.60 9.048.40 1.15 127.293.618.541.074.525.20 2.607.938.572.111.29 Total energi di seksi sintesa 3.775.16 2.921.182.18 9.80 2.772.233.85 230.79 2.720.44 282.485.66 450.380.793.34 195.054.972.448.40 2.623.15 3.727.46 361.513.07 9.783.52 1.861.46 196.735.101.64 610.168.15 620.61 Exhaust GB-102.50 1.760.33 1.68 5.530.74 20.238.70 2.24 76.39 128.97 1.17 2.79 2.832.722.34 77.70 226.47 128.19 129.749.00 3.72 DA-201 363.03 1.00 2.477.90 GA-102 520.90 2.385.33 516.79 453.10 199.00 2.42 127.613.073.232.52 228.763.02 1.068.339.40 2.074.37 228.813.68 9.50 1.02 281.088.59 437.00 2.023.09 9.057.882.700.55 3.934.373.30 2.613.597.068.44 194.698.45 200.698.111.817.158.28 353.430.22 616.786.40 Total energi seksi purifikasi 457.42 5.712.32 Total energi 1.23 616.924.367.762.74 437.05 5.453.619.79 453.403.74 610.53 443.777.070.55 281.39 612.80 2.57 198.048.312.672.

17 2.672.994.508.33 287.808.753.101.612.27 50.63 362.50 1.97 2.00 1.90 4.499.906.553.Lampiran 12.956.79 Energi yang hilang 2.50 1.890.277.50 3.349.615.157.524.810.515.69 1.851.317.88 62.243.876.218.66 2.540.04 2.06 290.865.20 2.958.874.200.00 1.67 1.386.884.899.660.970.833.70 111.959.638.25 662.79 97.15 Total energi 4.178.983.75 51.88 438.46 2.67 2.629.689.214.987.305.88 63.265.08 49.86 18.132.20 73.755.23 1.931.868.48 3.23 285.71 7.701.277.493.330.569.42 2.646.054.072.742.58 64.893.901.34 445.231.336.719.00 1.021.05 1.60 1.023.18 1.80 1.951.257.70 1.450.92 EA-402 18.713.305.39 1.83 18.62 442.59 77.029.499.583.32 73.10 DA-402 63.540.100.697.77 Total energi seksi recovery 1.30 1.39 70.910.117.93 529.540.708.21 95.618.25 63.84 2.08 Steam 4 kg/cm2 FA-702 2.30 435.880.482.32 5.081.30 2.665.02 SEKSI KRISTALISASI DAN PRILLING Steam 42 kg/cm2 GA-602 439.537.941.313.833.61 2.90 1.070.905.80 1.313.698.727.824.73 18.531.899.06 69.040.551.318.135.86 73.493.463.078.29 18.93 88.97 440.99 1.240.070.016.959.54 1.501.954.04 288.72 74.79 434.094.772.70 18.379.020.874.66 546.80 2.80 1.546.690.815.081.33 3.386.02 50.368.079.43 540.010.548.489.487.81 684.82 4.504.18 106.05 63.570.091.040.21 2.90 2.80 2.775.67 1.836.63 542.958.13 27.183.70 2.933.517.85 292.111.80 2.406.10 EA-701 1.64 80.001.392.044.096.41 4.730.50 70.661.017.76 22.448.71 1.39 2.363.148.145.582.20 2.680.874.866.44 287.321.57 287.377.67 70.01 4.855.583.536.20 2.534.10 63.618.111.872.977.20 1.10 18.61 Steam 7 kg/cm2 EA-301 1.85 4.821.375.145.269.461.27 544.72 806.26 50.29 1.614.50 1.20 2.96 2.125.083.494.157.204.327.925.68 4.697.008.16 2.823.663.057.265.13 71.256.74 70.962.970.70 1.06 Total energi seksi 1.51 2.30 2.641.63 4.046.40 3.799.240.250. Rincian konsumsi energi uap pada seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling (MJ) Tanggal 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 SEKSI RECOVERY Steam 42 kg/cm2 -GA-601 288.110.016.50 1.50 549.02 kristalisasi dan prilling     .609.029.886.78 63.084.257.174.60 Steam 4 kg/cm2 EC-301 70.858.704.19 76.482.482.124.55 Total energi 2.441.31 2 Steam 12 kg/cm EE-201 76.85 4.81 1.24 1.236.68 4.86 18.86 437.513.906.884.348.08 Energi yang hilang 545.105.06 71.118.870.014.75 1.869.22 63.12 50.08 50.555.788.261.44 EA-405 50.558.378.001.392.315.85 72.250.68 553.106.572.094.091.524.16 538.569.888.150.130.651.874.348.742.529.989.77 437.07 77.20 1.00 1.991.519.

07 49.468.20 1.136.87 433.500.27 284.25 Energi yang hilang 2.214.444.84 2.492.857.059.537.712.460.86 Steam 4 kg/cm2 FA-702 3.032.975.505.109.43 69.460.93 62.358.211.705.447.664.50 1.306.605.50 2.641.809.20 DA-402 64.649.280.013.026.12 2 Steam 12 kg/cm EE-201 74.873.743.944.93 434.781.39 432.335.19 4.932.921.62 2.888.304.60 1.93 1.50 2.528.883.860.02 1.727.855.10 1.60 1.77 2.34 72.939.74 519.297.20 1.060.856.10 1.335.30 1.18 2.25     .50 2.874.133.10 2.867.885.00 69.734.522.794.50 62.437.585.10 2.799.60 62.10 1.652.779.041.82 2.70 1.13 2.015.492.677.499.09 284.80 1.246.26 516.76 1.040.014.175.418.495.40 Steam 4 kg/cm2 EC-301 71.972.723.878.304.46 434.96 49.668.610.301.70 2.793.929.60 1.28 17.930.649.030.652.434.15 17.634.375.30 1.622.10 1.604.01 63.85 433.78 2.848.42 18.64 Energi yang hilang 532.98 1.450.510.131.75 1.51 2.563.562.874.911.694.91 4.11 286.94 17.80 1.75 283.922.631.Lanjutan Lampiran 12.61 4.912.678.43 2.011.30 SEKSI KRISTALISASI DAN PRILLING Steam 42 kg/cm2 GA-602 445.008.939.689.930.111.00 69.008.676.600.932.98 Total energi 4.358.56 69.19 4.50 2.820.404.47 525.634.951.49 EA-405 51.649.76 2.10 1.929.484.492.009.57 2.84 62.93 1.76 2.655.12 4.224.491.06 81.12 69.96 50.70 2.05 4.556.788.108.172.660.911.31 EA-402 18.121.332.81 Total energi 2.852.967.967.660.641.416.686.866.721.55 70.85 73.809.932.18 17.398.602.852.131.813.17 436.030.227.641.021.900.524.521.69 62.39 Total energi seksi kristalisasi dan prilling 1.94 18.64 527.516.418.014.41 1.41 2.42 432.986.645.038.809.297.812.929.54 523.95 2.84 62.201.17 4.514.069.723.021.245.977.02 49.15 18.471.529.19 284.860.17 62.98 49.28 17.987.99 49.325.423.210.40 1.61 286.60 1.747.95 521.355.301.970.332.810.516.432.030.337.99 49.105.08 1.452.759.47 1.284.801.02 49.59 1.68 520.336.739.03 49.48 78.05 17.516.60 2.866.73 76.40 EA-701 1.98 285.69 62.500.185.300.450.514.945.809.767.438.17 62.927.39 80.84 2.958.33 1.86 80.967.98 520.48 2.43 527.535.80 1.73 284.085.30 1.509.33 285.26 4.60 434.832.13 1.96 1.272.769.622.865.043.955.294.489.35 1.781.370.04 79.43 1.43 2.27 516.273.439.190.117.180.425.494.922.458.010.75 69.649.75 69.311.047.338.555.78 4.550.649.398.299.93 436.70 2.98 2.86 1.16 1.454.36 2.27 50.31 Steam 7 kg/cm2 EA-301 1.729.599.95 Total energi seksi recovery 1.729.673.47 433.353.681.60 18.522.90 1.554.39 1.56 69.424.87 80.191.064.986.210.788.381.640.49 4.08 2.487.47 283.786.03 79.228. Rincian konsumsi energi uap pada seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling (MJ) Tanggal 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 SEKSI RECOVERY Steam 42 kg/cm2 -GA-601 292.90 1.87 69.

53 2.755.29 4.195.936.07 514.863.01 2.329.89 515.79 62.213.119.900.02 49.908.926.20 4.30 1.06 69.471.169.746.75 68.24 76.303.567.435.13 1.506.802.58 434.015.735.85 79.49 2.20 EA-701 1.71 17.917.272.814.74 Steam 4 kg/cm2 FA-702 2.438.Lanjutan Lampiran 12.611.967.015.326.69 431.584.57 Energi yang hilang 521.849.16 1.37 1.892.50 Total energi 2.57 519.70 2.754.362.994.69 68.984.560.937.90 1.848.00 432.362.241.46 62.697.763.80 2.23 17.50 Steam 4 kg/cm2 EC-301 69.482.10 1.41 62.79 4.75 522.630.861.842.037.209.609.939.28 428.920.958.754.41 1.356.80 2.656.57 1.863.977.733.06 69.569.258.95 49.304.00 2.120.441.607. Rincian konsumsi energi uap pada seksi recovery dan seksi kristalisasi dan prilling (MJ) Tanggal 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 SEKSI RECOVERY Steam 42 kg/cm2 -GA-601 285.057.79 62.14 430.333.78 1.897.18 428.74 431.15 281.13 EA-402 18.447.36 1.84 17.790.70 1.296.593.271.308.127.23 1.971.894.930.87 2.454.398.458.874.61     .44 4.66 1.779.26 17.834.10 1.920.72 Steam 7 kg/cm2 EA-301 1.30 1.660.445.79 4.31 1.770.86 49.06 76.777.94 283.550.44 282.40 1.994.483.917.034.280.95 49.385.838.57 EA-405 49.914.52 1.062.840.342.914.420.834.652.01 428.420.790.55 2.296.246.385.011.705.483.71 17.432.201.998.70 1.604.33 283.85 Steam 12 kg/cm2 EE-201 79.99 2.019.91 49.176.143.097.630.33 1.357.289.796.590.79 281.496.57 4.61 61.55 281.71 79.170.13 2.39 2.398.61 79.89 79.67 1.702.753.99 61.609.25 78.044.607.839.365.777.758.03 2.700.835.272.288.30 1.069.853.75 68.96 Total energi seksi kristalisasi dan prilling 1.13 69.556.01 49.014.805.50 1.918.78 17.169.306.67 525.07 2.90 Total energi 4.20 2.626.70 1.23 1.70 1.291.362.421.296.437.244.418.795.894.670.38 68.813.47 17.90 DA-402 62.504.409.30 2.069.623.359.890.648.781.423.30 1.772.497.70 1.507.56 69.94 49.84 62.510.589.436.846.44 Energi yang hilang 2.50 1.418.123.479.809.10 2.39 283.105.332.10 2.36 429.25 1.025.01 SEKSI FINISHING Steam 42 kg/cm2 GA-602 434.86 49.289.648.746.40 2.33 4.72 1.611.62 69.921.814.029.841.31 77.656.50 2.78 17.304.653.214.001.872.210.043.284.361.970.471.589.219.904.348.94 514.61 62.36 526.80 1.20 2.89 2.492.30 1.509.213.81 1.483.76 1.74 1.486.34 77.751.755.28 18.692.42 Total energi seksi recovery 1.595.50 1.295.98 2.556.510.87 49.082.57 519.02 281.480.19 1.529.879.27 2.284.08 514.285.419.89 61.235.756.34 4.196.551.763.480.030.824.30 4.003.70 1.13 285.115.998.147.834.

345.49 101.074.23 FFM-301 2.55 5.89 2.72 3.07 GBM-401 79.98 2.90 0.513.513.144.26 22.513.55 5.37 1.57 GAM-408D 1.01 GAM-403A 5.622.745.89 2.24 43.14 184.37 10.22 GAM-101A 372.94 72.61 2.13 GBM-303 98.490.67 3.21 GAM-405B 9.91 GFM-201B 63.37 0.50 JDM-301A 5.30 0.19 KRISTALISASI DAN PRILLING GAM-201A 65.04 32.06 Jumlah 1.91 GFM-201E 63.28 1.271.55 5.37 1.57 7.Lampiran 13.24 452.94 82.35 32.50 GBM-304C 40.50 GBM-304F 40.32 GAM-703 9.622.72 3.72 3.30 1.18 2.745.85 6.00 PURIFIKASI GBM-201 49.37 118.72 3.66 GBM-601C 124.144.490.92 RECOVERY GAM-406B 3.67 3.08 GAM-407B 16.89 2.01 GAM-201B 65.67 3.74 0.82 4.66 GBM-601B 124.55 5.32 8.88 GBM-601A 124.74 0.23 7.135.304.91 856.513.45 3.144.50 GBM-304E 40.25 799.22 0.88 11.04 32.37 10.31 6.91 GAM-101C 372.66 Jumlah 502.50 GBM-304B 40.09 3.32 Jumlah 35.89 2.24 452.61 Jumlah 1.24 452.67 3.745.74 116.13 FDM-303 2.74 0.494.393.043.91 GFM-201C 63.26 22.55 5.26 22.513.67 3.169.37 10.52 GFM-201A 63.91 GAM-701A 17.93 GBM-302 377.89 2. Rincian konsumsi energi listrik pada proses produksi pupuk urea SEKSI DAYA (kW) DAYA (MJ) SEC (kJ/kg urea) SINTESA GAM-402A 36.513.492.57 7.50 GBM-304D 40.99 1.852.91 GBM-301 128.89 2.67 3.05 4.32 JDM-301B 5.86     .90 0.59 3.14 184.91 GFM-201D 63.490.36 290.603.490.126.04 32.01 GAM-203 24.38 4.05 4.72 3.118.07 5.91 GAM-101D 372.57 7.414.07 5.05 GBM-304A 40.490.20 0.54 30.04 23.