You are on page 1of 8

LAMPIRAN : KEPUTUSAN KETUA UMUM DHARMA WANITA PERSATUAN

NOMOR : 527 TAHUN 2014
TANGGAL : 10 DESEMBER 2014

TATA TERTIB
MUSYAWARAH NASIONAL III DHARMA WANITA PERSATUAN

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam tata tertib ini yang dimaksud dengan:

(1) Musyawarah Nasional Dharma Wanita Persatuan untuk selanjutnya disebut
Munas adalah forum tertinggi Organisasi DWP yang diselenggarakan untuk
memenuhi ketentuan organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar Dharma Wanita
Persatuan.

(2) Sidang Paripurna adalah sidang yang dipimpin oleh seorang Ketua dan dihadiri
oleh peserta munas untuk membahas dan mengambil keputusan atas materi
yang akan ditetapkan dalam munas.

(3) Sidang komisi adalah sidang yang dipimpin oleh seorang ketua dan dihadiri oleh
anggota dari komisi yang bersangkutan untuk membahas dan mengambil
keputusan atas materi tertentu yang telah ditetapkan.

Pasal 2

Tata tertib ini digunakan sebagai acuan bagi ketua sidang, panitia dan peserta untuk
menyelenggarakan serta mengikuti kegiatan munas.

BAB II
DASAR DAN TUJUAN

Pasal 3

Munas diselenggarakan berdasarkan Anggaran Dasar DWP Pasal 23 Ayat (1), (2)
dan (3) dan Anggaran Rumah Tangga Dharma Wanita Persatuan Pasal 20 Ayat (1),
(2),(3) dan (6)

Pasal 4

Tujuan diselenggarakan munas adalah untuk menetapkan kebijakan organisasi.

1

Materi Undang Undang RI No17 Tahun 2013. 2009 – 2014 g.2019. tentang Aparatur Sipil Negara d. TEMPAT. Hal-hal lain yang dianggap perlu. (2) membahas dan menetapkan Program Kerja DWP masa bakti 2014 . Pasal 8 Munas diselenggarakan di Gedung Manggala Wanabakti pada tanggal 10 dan 11 Desember 2014 2 . e. Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan masa bakti. BAB III MATERI MUNAS Pasal 5 Materi munas terdiri atas: a. Arahan dari Menteri Dalam Negeri c. (4) memilih dan menetapkan Ketua Umum DWP masa bakti 2014 – 2019 dan (5) menetapkan hal-hal lain yang dianggap perlu. Rancangan Penyempurnaan Anggaran Dasar. Rancangan Program Kerja masa bakti 2014-2019 f. Laporan /Sambutan Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan b. tentang Organisasi Masyarakat e. BAB V PENYELENGGARAAN. (3) membahas dan mengesahkan laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan masa bakti 2009 – 2014. BAB IV TUGAS DAN WEWENANG Pasal 6 Tugas dan wewenang sidang paripurna adalah (1) menyempurnakan dan menetapkan Anggaran Dasar DWP. Materi Undang Undang RI No 5 Tahun 2014. DAN WAKTU Pasal 7 Munas diselenggarakan oleh Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pusat.

(3) Setiap peserta seperti dimaksud pada Pasal 9 mempunyai hak memilih dan dipilih yang disalurkan melalui masing-masing unsur pelaksana Pasal 11 Peserta munas wajib mengikuti seluruh acara persidangan dan mentaati tata tertib yang telah ditetapkan demi suksesnya penyelenggaraan munas. pemimpin sidang paripurna. tim perumus komisi. c. BAB VI PESERTA Pasal 9 Peserta munas adalah a. (2) Pertanyaan. BAB VII HAK DAN KEWAJIBAN Pasal 10 Hak dan kewajiban peserta munas : (1) Peserta munas berhak mengajukan pertanyaan dan mengajukan pendapat dan atau saran baik secara lisan maupun tertulis pada sidang paripurna dan sidang komisi. BAB VIII KELENGKAPAN Pasal 12 Kelengkapan munas adalah: a. b. Utusan Dharma Wanita Persatuan Provinsi. pemimpin sidang komisi. Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pusat. c. b. dan d. masing-masing enam orang dengan membawa surat tugas. tim perumus munas 3 . pendapat dan atau saran disampaikan secara singkat dan jelas melalui juru bicara masing-masing unsur pelaksana kepada pemimpin sidang. masing-masing enam orang dengan membawa surat tugas. Utusan Dharma Wanita Persatuan Instansi Pemerintah Pusat.

tiga orang anggota. mengesahkan dan menetapkan jadwal acara. sidang dipimpin oleh penanggungjawab munas sebagai pemimpin sidang sementara. memilih dan menetapkan pemimpin sidang paripurna. seorang ketua merangkap anggota. b. (5) Pemimpin sidang paripurna terdiri dari a. sidang paripuna. dan b. sidang komisi. b. (2) Sebelum pemimpin sidang paripurna dipilih sebagaimana dimaksud Ayat (I). 2 (dua) orang yang mewakili Dharma Wanita Persatuan Provinsi. (4) Pemimpin sidang paripurna merupakan satu kesatuan yang keputusannya bersifat kolektif terdiri atas: a. seorang sekretaris merangkap anggota dan e. mengesahkan dan menetapkan tata tertib dan c. Pasal 16 (1) Sidang komisi dipimpin oleh seorang ketua dibantu oleh seorang sekretaris. BAB IX KETENTUAN PERSIDANGAN Pasal 13 Persidangan munas terdiri atas: a. Pasal 15 Tugas pemimpin sidang paripurna adalah: a. menjaga kelancaran dan ketertiban sidang. (3) Tugas pemimpin sidang sementara adalah a. 1 (satu) orang dari Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pusat. c. 4 . memimpin sidang paripurna dan b. 2 (dua) orang yang mewakili Dharma Wanita Persatuan Instansi Pemerintah Pusat. Pasal 14 (1) Pemimpin sidang paripuna dipilih dari peserta munas. c. dan tiga orang anggota yang dipilih dari peserta dalam rapat komisi.

(2) Apabila belum memenuhi korum. maka keputusan diambil berdasarkan suara terbanyak. Komisi C membahas Laporan Pertanggungjawaban Ketua Umum masa bakti 2009 . (5) Keputusan yang telah disahkan dalam sidang paripurna tidak dapat diganggu gugat. 2 (dua) orang yang mewakili Dharma Wanita Persatuan Instansi Pemerintah Pusat. (3) Tugas pemimpin sidang komisi adalah a.2019 c. sidang ditunda sampai dengan maksimal 2 kali 10 menit dan apabila tetap belum memenuhi korum maka pelaksanaan sidang akan dilakukan berdasarkan kebijaksanaan pemimpin sidang setelah mendengar pendapat dari peserta. 2 (dua) orang yang mewakili Dharma Wanita Persatuan Provinsi. Komisi B membahas Rancangan Program Kerja masa bakti 2014 . memimpin sidang komisi dan b. b.2014 (5) Sidang komisi memilih calon Ketua Umum Dharma Wanita Persatuan masa bakti 2014 . (4) Apabila upaya mufakat tidak tercapai. menjaga kelancaran dan ketertiban sidang komisi.2019 BAB X PENGAMBILAN KEPUTUSAN Pasal 17 (1) Sidang dianggap sah apabila dihadiri oleh sekurang-kurangnya setengah ditambah satu dari jumlah peserta. 1 (satu) orang dari Pengurus Dharma Wanita Persatuan Pusat. (4) Sidang komisi terdiri atas: a. (3) Setiap keputusan sidang berdasarkan azas musyawarah dan mufakat. Komisi A membahas tentang organisasi b. c.(2) Pemimpin sidang komisi merupakan satu kesatuan yang keputusannya bersifat kolektif terdiri atas: a. 5 .

(2) Tim perumus komisi dipilih dan ditetapkan oleh pemimpin sidang komisi dari peserta sidang komisi (3) Ketua dan sekretaris dari masing-masing tim perumus komisi ditambah tiga orang pengurus Dharma Wanita Pusat menjadi tim perumus munas. Berkas bakal calon Ketua Umum diserahkan kepada Tim Pemilihan Ketua Umum untuk diteliti kebenaran dan keabsahannya. yang bertugas merumuskan hasil munas. dirumuskan oleh tim perumus munas. BAB XII HASIL RUMUSAN Pasal 19 (1) Hasil rumusan komisi disusun dalam Berita Acara Sidang Komisi dan dilaporkan oleh juru bicara masing-masing komisi pada sidang paripurna. (3) Hasil rumusan tim perumus munas dilaporkan oleh juru bicara tim perumus munas pada sidang paripurna untuk kemudian disahkan sebagai Keputusan Musyawarah Nasional III DWP Tahun 2014 BAB XIII TATA CARA PEMILIHAN KETUA UMUM Pasal 20 1. BAB XI TIM PERUMUS Pasal 18 (1) Pada sidang paripurna dan sidang komisi dibentuk tim perumus yang bertugas merumuskan pembahasan materi. 6 . seorang sekretaris dan tujuh orang anggota. (4) Tim perumus munas. (5) Penetapan ketua. sekretaris dan anggota tim perumus munas dilakukan berdasarkan musyawarah di antara anggota tim perumus munas. terdiri atas ketua. (2) Hasil rumusan komisi yang telah dibahas dalam sidang paripurna.

e. 4. jika pemilihan Ketua Umum menghasilkan jumlah suara yang sama.Pengurus DWP Pusat : memiliki 9 suara . maka dilakukan pemungutan suara ulang sampai didapat suara 50%+ 1 5. 3. Nama bakal calon Ketua Umum yang memenuhi persyaratan diserahkan kepada pemimpin sidang paripurna. Ketua Umum DWP masa bakti 2014-2019 terpilih ditetapkan dan disahkan melalui Keputusan Munas III 7 . apabila hanya ada 1 (satu) Calon Ketua Umum maka yang bersangkutan ditetapkan sebagai Ketua Umum secara aklamasi. Unsur Pelaksana DWP IPP : 1 DWP IPP memiliki hak 1 suara c.2. Masing-masing calon Ketua Umum diwajibkan menyampaikan visi dan misi organisasi Dharma Wanita Persatuan masa bakti 2014-2019 selama kurang lebih 5 menit pada sidang paripurna 6. b. Nama Calon Ketua Umum dari masing-masing sidang komisi diserahkan kepada pimpinan sidang paripurna dengan ketentuan a. apabila Calon Ketua Umum lebih dari 1 (satu) orang maka diadakan pemilihan melalui pemungutan suara ulang di sidang paripurna dengan ketentuan sebagai berikut : . Pengurus DWP Pusat : 1 orang memiliki hak 1 suara b. Nama bakal calon Ketua Umum diserahkan pada sidang komisi untuk dipilih melalui ketentuan sebagai berikut a.Unsur Pelaksana DWP Pusat • DWP IPP : 1 DWP IPP memiliki hak 1 suara • DWP Provinsi : 1 DWP Provinsi memiliki hak 1 suara 7. Bakal calon Ketua Umum hasil seleksi Tim Pemilihan Ketua Umum wajib menandatangani lembar kesediaan. Unsur Pelaksana DWP Provinsi : 1 DWP Provinsi memiliki hak 1 suara d. setiap komisi menghasilkan satu calon dengan suara terbanyak.

BAB XIV PENUTUP Pasal 21 Hal-hal yang belum diatur dalam tata tertib ini akan dibahas dan ditetapkan dalam sidang paripurna. NY. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 10 Desember 2014 Munas III Dharma Wanita Persatuan Ketua Sidang Sementara Ttd. Pasal 22 Peraturan Tata Tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. MOELOEK 8 . NILA F.