You are on page 1of 3

PENERIMAAN, PENGAMBILAN DAN

PENYIMPANAN SPESIMEN
No. Dokumen 440/525/VIII/Y-VIII/2015
SO No. Revisi
P Tanggal Terbit
Halaman 1 dari 2
UPTD
Dr. H. Asep Maryaman
PUSKESMAS
NIP.196104091989011001
SILIWANGI
Pengertian Perlakuan terhadap specimen yang akan dilakukan pemeriksaan dengan
cara yang benar untuk menunjang analisis sehingga pemeriksaan teliti
Tujuan Agar specimen memenuhi syarat untuk dilakukan pemeriksaan, menghindari
tertukarnya sampel.
Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Siliwangi Nomor 800/498/VIII/Y-
VIII/2015 tentang Pelayanan Penunjang Klinis Labortorium di UPTD
Puskesmas Siliwangi
Referensi - Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 37 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat
- Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2013 tentang Cara
Penyelenggaraan Laboratorium Klinik yang baik

Prosedur 1. Penerimaan Spesimen
a. Petugas laboratorium memeriksa kesesuaian antara spesimen
yang diterima dengan formulir permintaan pemeriksaan, spesimen
yang tidak sesuai dan tidak memenuhi persyaratan hendaknya
ditolak
b. Petugas laboratorium yang menerima spesimen harus
mengenakan jas laboratorium
c. Petugas laboratorium menganggap semua spesimen infeksius
dan menangani dengan hati-hati
d. Petugas laboratorium membersihkan dan menginfeksi meja
penerimaan spesimen setiap hari
e. Petugas laboratorium melarang tamu/pasien menyentuh barang
apapun yang terdapat pada meja dimana spesimen berada
2. Pengambilan Spesimen
a. Petugas laboratorium memberikan penjelasan kepada pasien
mengenai persiapan dan tindakan yang hendak dilakukan
b. Petugas laboratorium melaksanakan pengambilan spesimen
dengan benar agar spesimen tersebut mewakili keadaan yang
sebenarnya.
c. Petugas laboratorium melakukan pengambilan darah vena
(dengan cara plebotomi/menggunakan tabung vakum) :
1) Petugas laboratorium meminta pasien posisi untuk duduk atau
berbaring dengan posisi lengan pasien harus lurus, jangan
membengkokkan siku, memilih lengan yang banyak
melakukan aktivitas
2) Petugas laboratorium meminta pasien untuk mengepalkan
tangan
3) Petugas laboratorium memasang torniquet ± 10cm di atas lipat
siku
4) Petugas laboratorium memilih bagian vena
5) Petugas laboratorium membersihkan kulit pada bagian yang
akan di ambil darahnya dengan alkohol 70% dan membiarkan
kering
6) Petugas laboratorium tidak memegang kulit yang sudah di
bersihkan.

Pengambilan darah kapiler 1) Petugas laboratorium membersihkan bagian yang akan ditusuk dengan alkohol 70% dan membiarkan sampai kering 2) Petugas laboratorium menekan sedikit supaya rasa nyeri berkurang 3) Petugas laboratorium menusuk dengan cepat memakai lanset steril 4) Petugas laboratorium menusuk pada jari dengan arah tegak lurus pada garis-garis sidik kulit jari 5) Petugas laboratorium menusuk pada bagian pinggir daun telinga atau ujung jari tengah / jari telunjuk supaya darah mudah keluar. petugas laboratorium memplester bagian ini. tekan tabung vakum sehingga darah terhisap kedalam tabung 8) Petugas laboratorium melepas torniquet dan meminta pasien melepaskan kepalan tangan 9) Petugas laboratorium membiarkan darah mengalir ke dalam tabung sampai selesai. Apabila dibutuhkan darah dengan antikoagulan yang berbeda dan volume lebih banyak. 6) Petugas laboratorium membuang tetesan darah yang pertama keluar dengan memakai kapas kering 7) Petugas laboratorium memakai tetes darah berikutnya untuk pemeriksaan 2 Penyimpanan Spesimen a. digunakan tabung yang lain 10)Petugas laboratorium melepaskan tabung vakum 11) Petugas laboratorium menarik. sampel berupa serum disimpan di lemari es suhu 2-8 ᵒC b. setelah darah berhenti. Dokumen 440/525/VIII/Y-VIII/2015 SO No. PENERIMAAN. meletakkan kapas kering pada bekas tusukan. antara lain : 1) Disimpan pada suhu kamar 2) Disimpan dalam lemari es dengan suhu 0ᵒC . Petugas laboratorium menyimpan spesimen dengan berbagai macam cara. Revisi P Tanggal Terbit Halaman 2 dari 2 7) Petugas laboratorium menusuk bagian vena tadi dengan lubang jarum menghadap keatas dengan sudut kemiringan 15 derajat. 12)Petugas laboratorium mencampur tabung vakum yang berisi darah dengan cara dibolak-balik 5 kali/ sesuai yang dipersyaratkan sesuai tutup tabung vakum d. PENGAMBILAN DAN PENYIMPANAN SPESIMEN No.8ᵒC 3) Dapat di berikan bahan pengawet 4) Penyimpanan spesimen darah dalam bentuk serum Unit Terkait Laboratorium Rekaman Historis Perubahan No Isi perubahan Tgl Mulai diberlakukan . Petugas laboratorium menyimpan beberapa spesimen yang tidak langsung di periksa dengan memperhatikan jenis pemeriksaan yang akan di periksa salah satunya adalah untuk pemeriksaan campak.