You are on page 1of 2

Sharing Economy: AirBnB, Lyft, Zipcar dan TaskRabbit

Sharing economy adalah sebuah bisnis dengan konsep ekonomi berbagi dalam hal sumber
daya baik manusia maupun modal, termasuk ide, produksi, distribusi, perdagangan dan
konsumsi barang dan jasa oleh orang-orang atau organisasi yang berbeda-beda.
Sharing economy itu sendiri sebenarnya sudah lama ada di dunia bisnis seluruh dunia.
Selain Indonesia, ada beberapa usaha dengan konsep sharing economy di tingkat
internasional, salah satunya yaitu AirBnB, dan Lyft, Zipcar dan TaskRabbit. Disini saya akan
membahasnya secara satu persatu.
1. AirBnB
AirBnB adalah sebuah online marketplace bagi orang-orang yang ingin menyewa
dan menyewakan kamar pribadi, apartemen ataupun rumahnya. Biasanya, orang-
orang menyewakan rumahnya secara harian seperti kamar hotel. Bagi pemilik
kamar, apartemen ataupun rumah, ini bisa jadi penghasilan tambahan. Dan bagi
pengguna/tamu, ini bisa jadi salah satu alternatif untuk mendapatkan local
experience dan akomodasi yang lebih murah dibandingkan menginap di hotel.

Sistem AirBnB sangat fleksibel. Pemilik akomodasi bisa menyewakan sebuah kamar
seperti sistem BnB tradisional, ataupun menyewakan seluruh rumah/apartemen.
Ketika kamu mencari kamar untuk AirBnB, kamu diberikan pilihan untuk memfilter
hasil pencarian akomodasi jika memang kamu lebih memilih untuk menyewa seluruh
apartemen. Demikian juga sebaliknya. Jika kamu memilih untuk menyewa hanya
sebuah kamar di rumah seseorang, biasanya lebih murah karena harus berbagi
fasilitas/ruang dengan pemiliknya.

Konsep economy sharing AirBnB ini sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Dari pihak customer maupun pihak owner. AirBnB menciptakan peluang bisnis
dengan melihat apa yang dibutuhkan oleh pasar, yaitu banyaknya traveller atau
pelancong yang bepergian ke suatu negara kesulitan untuk menemukan tempat
tinggal sementara. Oleh karena itu, AirBnB menawarkan masyarakat lokal suatu
negara untuk menjadi seorang Host (pemilik rumah) untuk menyewakan kamarnya
bagi kita yang akan berlibur ke negara tersebut. Rumah-rumah dan kamar-kamar
yang ditawarkan juga sangat unik, nyaman, aman dan berkualitas, bahkan
berstandar seperti hotel. Hal lain yang ditawarkan AirBnB adalah kekeluargaan.
Pertemuan antara keluarga pemilik rumah dan kita sebagai pelancong yang berlibur
di suatu negara yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya menjadikan kita
merasa seperti memiliki keluarga dari negara tersebut. Uniknya, kekeluargaan
terjalin antar orang dari berbagai negara yang berbeda budaya sehingga dapat
saling berbagi cerita atau pandangan tentang sesuatu dan pengetahuan tentang
negara masing-masing.

Itulah mengapa AirBnB menjadi salah satu perusahaan yang lahir dari economy
sharing karena AirBnB menerapkan sistim sharing. Sehingga kita tidak perlu lagi beli
atau memiliki rumah jika ingin berlibur ke suatu tempat, kita dapat menginap
layaknya seperti dirumah tanpa membeli rumah dan cukup menyewanya di AirBnB.
2. Lyft
Apa itu Lyft? Lyft adalah penyedia jaringan transportasi berbagi, yang dikendarai
oleh pengemudi pribadi, yang berbasis di San Francisco, AS. Sama halnya dengan
Uber, Grab dan taksi online lainnya. Lyft menyediakan layanan informasi yang
menghubungkan antara para customer taksi online dengan driver taksi yang sudah
terdaftar di Lyft.

Sumber:
http://www.kompasiana.com/selviar/sharing-economy-is-the-one-of-islamic-economy-s-
concept_56fdcf6ad89373f3047e918d
https://www.pergidulu.com/airbnb-itu-apa-sih/