You are on page 1of 5

KHUTBAH NIKAH

Oleh : Subchan Bashori

2
ُ‫إِ َّن ْال َح ْمدَ ِ َّلِلِ ن َْح َمدُهُ َونَ ْستَ ِع ْينُهُ َونَ ْستَ ْغ ِف ُره‬
‫ت أَ ْع َما ِلنَا‬ ِ ‫س ِيِّئَا‬َ ‫ش ُر ْو ِر أ َ ْنفُ ِسنَا َو‬ُ ‫َونَعُ ْوذُ ِباهللِ ِم ْن‬
ُ‫ِي لَه‬
َ ‫ض ِل ْل فَالَ هَاد‬ ْ ُ‫ض َّل لَهُ َو َم ْن ي‬ ِ ‫َم ْن يَ ْه ِد ِه هللاُ فَالَ ُم‬
ُ‫أَ ْش َهدُ أَ ْن الَ اِلَهَ ِإالَّ هللاُ َو ْحدَهُ الَ ش َِري َْك لَه‬
.ُ‫س ْولُه‬
ُ ‫ع ْبدُهُ َو َر‬ َ ‫َوأَ ْش َهدُ أَ َّن ُم َح َّمدًا‬
َ‫َّللاَ َح َّق تُقَا ِت ِه َوالَ تَ ُموت ُ َّن إِالَّ َوأَ ْنت ُ ْم ُم ْس ِل ُمون‬ َّ ‫َيا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬
‫احدَةٍ َو َخلَقَ ِم ْن َها زَ ْو َج َها‬ ِ ‫اس ات َّقُوا َربَّ ُك ُم الَّذِي َخلَقَ ُك ْم ِم ْن نَ ْف ٍس َو‬ ُ َّ‫َيا أَيُّ َها الن‬
َ ‫سا َءلُونَ ِب ِه َواأل َ ْر َح‬
‫ام ِإ َّن‬ َ َ‫َّللاَ الَّذِي ت‬ َّ ‫سا ًء َواتَّقُوا‬ َ ِ‫يرا َون‬ ً ِ‫ث ِم ْن ُه َما ِر َجاالً َكث‬ َّ َ‫َوب‬
‫علَ ْي ُك ْم َرقِيبًا‬
َ َ‫َّللاَ َكان‬ َّ
‫سدِيدًا‬ َ ً‫َّللاَ َوقُولُوا قَ ْوال‬ َّ ‫َيا أَيُّ َها الَّذِينَ آ َمنُوا اتَّقُوا‬
‫سولَهُ فَقَ ْد فَازَ فَ ْو ًزا‬ ُ ‫َّللاَ َو َر‬ َّ ِ‫ص ِل ْح لَ ُك ْم أ َ ْع َمالَ ُك ْم َو َي ْغ ِف ْر لَ ُك ْم ذُنُو َب ُك ْم َو َم ْن يُ ِطع‬ ْ ُ‫ي‬
‫ع ِظي ًما‬ َ
‫ َوش ََّر‬b ‫ي ُم َح َّم ٍد‬ ُ ‫ َو َخي َْر ْال َه ْدي ِ َه ْد‬,ِ‫اب هللا‬ ُ َ‫ث ِكت‬ ِ ‫صدَقَ ْال َح ِد ْي‬ ْ َ‫ فَإ ِ َّن أ‬,ُ‫أَ َّما بَ ْعد‬
‫ضالَلَ ٍة ِفى‬ َ ‫ضالَلَة َو ُك َّل‬ َ ‫ع ٍة‬ َ ‫عة َو ُك َّل ِب ْد‬ َ ‫األ ُ ُم ْو ِر ُم ْحدَثَات ُ َها َو ُك َّل ُم ْحدَثَ ٍة ِب ْد‬
‫ان إِلَى‬ ٍ ‫س‬َ ‫ص ْح ِب ِه َو َم ْن تَ ِبعَ ُه ْم ِبإِ ْح‬ َ ‫علَى أَ ِل ِه َو‬ َ ‫علَى ُم َح َّم ٍد َو‬ َ ‫ص ِِّل‬ َ ‫ اَللَّ ُه َّم‬,‫ار‬ ِ َّ‫الن‬
.‫يَ ْو ِم ْال ِقيَا َم ِة‬
Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, seraya memohon pertolongan dan ampunan-Nya,
dan kami memohon perlindungan Allah dari keburukan-keburukan nafsu kami dan dari akibat buruk perilaku kami.
Barangsiapa yang telah diberi petunjuk oleh Allah kepadanya, tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan
barangsiapa yang telah disesatkan, tidak ada yang dapat memberikan petunjuk kepadanya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang layak disembah melainkan Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Dan aku bersaksi bahwa Muhammad B adalah hamba dan utusan-Nya.
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah kamu
mati melainkan dalam keadaan Islam.
Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari
padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak,
dan bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan
silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya
Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah dan
Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Ammaa ba’du,

Hadirin rahimakumullah, khususnya kedua Mempelai yang diberkahi oleh Allah,

Justru kalau tidak menikah. hendaklah dia berpuasa. khususnya kedua Mempelai yang diberkahi oleh Allah Akad Nikah hakikatnya merupakan Janji agung di hadapan Tuhan Yang Maha Agung. Itulah khutbah Nikah dari Nabi B ketika menikahkan putri tercintanya Fatimah az-Zahra. ‫َع َل ْي ِه‬ “Wahai para Pemuda. dan aku juga menikahi wanita. tentunya bukan bagi jejaka saja. Barangsiapa yang belum mampu.“ Maka hendaklah sepasang suami-istri mentaati aturan Allah ketika menjalankan perannya selaku suami/ istri. khususnya kedua Mempelai yang diberkahi oleh Allah. Maka jangan salah memilih pedoman/ dalil. Dan perintah menikah ini. bisa-bisa suami sewenang-wenang kepada istrinya. intinya adalah pesan Taqwa. َ‫َّللا‬ ‫ص ِلِّي‬ َّ َ‫ َح ِمد‬b ‫ي‬ َّ ِ‫َو َع ْن أَن َِس ب ِْن َمالِكٍ { أ َ َّن النَّب‬ َ ‫سنَّتِي فَلَي‬ ‫ْس‬ ُ ‫ع ْن‬ َ ‫ب‬ َ ‫ فَ َم ْن َر ِغ‬. yang harus dipertanggungjawabkan. فَإِنَّهُ لَهُ ِو َجاء‬ َّ ‫ َو َم ْن لَ ْم َي ْستَ ِط ْع فَ َعلَ ْي ِه ِبال‬. Kenapa Taqwa? Karena orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang bertaqwa. dan tentu saja sujud hanya untuk Allah saja. tetapi termasuk juga para Duda. yaitu menjalani segala perintah Allah dan menjauhi segala yang dilarang-Nya. barangsiapa di antara kalian telah mampu menikah. dalil ini ditujukan untuk suami. Allah telah mengingatkan dalam Al-Quran S. dalil ini untuk istri bukan untuk suami. sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya. Karena sesungguhnya dengan menikah dapat menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Kalau suami menggunakan dalil ini. ‫َوأَنَا ُم‬ . aku puasa dan juga tidak puasa. sesuai dengan hadits dari Abdullah bin Masud : . dan bagi yang membenci sunnah Nabi. Seorang suami wajib memperlakukan istrinya dengan ma’ruf/ patut/ sebaik-baiknya. ‫َّللاِ أَتْقَا ُك ْم‬ َّ َ‫ِإ َّن أَ ْك َر َم ُك ْم ِع ْند‬ “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Dalam Al-Quran S. maka bukanlah dia termasuk golonganku. lalu bersabda : “Tetapi aku sholat dan juga tidur. Bahkan Rasulullah menggambarkan. bukan untuk istri. nanti dikhawatirkan dia akan seenaknya kepada suaminya. ‫سا َء‬ َ ِِّ‫ َوأَتَزَ َّو ُج الن‬. menikahlah. bahwa seorang istri wajib taat kepada suaminya. Dan sekali lagi. ً‫َوأَ ْوفُوا ِب ْال َع ْه ِد إِ َّن ْالعَ ْهدَ َكانَ َم ْسئُوال‬ “Dan penuhilah janji. seandainya manusia boleh bersujud kepada manusia yang lain. Allah menjelaskan bahwa ikatan perkawinan antara suami – istri sebagai ً ‫غ ِلي‬ ‫ظا‬ َ ‫ِميثَاقًا‬ Maka hendaknya janji agung ini kita pegang (perjanjian yang kuat).‫ص ْو ِم . Hadirin rahimakumullah. Allah telah mengingatkan dalam Al-Quran S. Itu hanya gambaran bagaimana seorang istri wajib mentaati suaminya. َ ُ ‫ " لَ ِكنِِّي أَنَا أ‬: ‫ َوقَا َل‬.“ Hadirin rahimakumullah. Taqwa dapat dipahami dalam pengertian sederhana. An-Nisa‘: 21. Al-Isra‘ : 34. Barangsiapa yang membenci sunnahku. . ِ‫ص ُن ِل ْلفَ ْرج‬ َ ‫َوأَ ْح‬ . maka aku perintahkan seorang istri sujud kepada suaminya. karena sesungguhnya puasa dapat menjadi benteng baginya. maka tidak layak masuk golongan Umat Nabi Muhammad B. ِ ‫عا ِش ُرو ُه َّن بِ ْال َم ْع ُر‬ ‫وف‬ َ ‫َو‬ Namun perlu diingat. ‫ص ِر‬ َ ‫َض ِل ْل َب‬ ُّ ‫ فَإِنَّهُ أَغ‬. Termasuk. Sedangkan dalil yang harus dipedomani seorang istri adalah.” (Q. An- Nisa‘: 19.‫ِم ِنِّي } ُمتَّفَق َعلَ ْي ِه‬ Bahwasanya Nabi B setelah memuji Allah dan menyanjungnya. ‫صو ُم َوأ ُ ْف ِط ُر‬ ُ َ‫ َوأ‬. ‫ َوأَثْنَى َعلَ ْي ِه‬. Rasulullah B telah bersabda. artinya jangan sekali-kali melakukan perzinahan. perintah melaksanakan pernikahan. dengan teguh. Kalau istri menggunakan dalil ini. berarti termasuk kategori orang yang membenci sunnah Nabi. dan menjauhi pergaulan bebas dan perzinahan. S. Al- Hujurat : 13).” Jadi perintah menikah ini. ْ‫ع ِم ْن ُك ُم ْال َبا َءةَ فَ ْل َيت َزَ َّوج‬ َ َ‫ب ! َم ِن ا ْست‬ َ ‫طا‬ َّ ‫َيا َم ْعش ََر ال‬ ِ ‫ش َبا‬ ‫ ُمتَّفَق‬. sekaligus perintah untuk selalu menjaga pandangan dan menjaga kehormatan/ kemaluan.

Hendaknya Doa ini kita panjatkan pada saat selesai Akad Nikah (ijab kabul). ً ‫َو ِم ْن آيَاتِ ِه أَ ْن َخلَقَ لَ ُك ْم ِم ْن أَ ْنفُ ِس ُك ْم أَ ْز َوا ًجا ِلت َ ْس ُكنُوا ِإلَ ْي َها َو َج َع َل بَ ْينَ ُك ْم َم َودَّة‬ َ‫ت ِلقَ ْو ٍم يَتَفَ َّك ُرون‬ ٍ ‫َو َر ْح َمةً إِ َّن فِي ذَ ِل َك آليَا‬ “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri. doa yang hendaknya kita mohonkan kepada Allah ketika kita malakukan hubungan suami-istri. masing-masing pakaian bagi yang lain. sarat dengan kebahagiaan. Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari keburukannya (istriku) dan keburukan dari apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. Demikian juga. dan jauhkanlah setan dari anak yang Engkau karuniakan kepada kami. ‫ُه َّن ِل َباس لَ ُك ْم َوأَ ْنت ُ ْم ِل َباس لَ ُه َّن‬ “Mereka (istri-istrimu) adalah pakaian bagimu. artinya mereka harus saling melengkapi. Dan bagi kita semua. saling memahami dan saling mengerti. bukan tidak mungkin kehidupan rumah tangganya akan berjalan dengan baik. jadi demikianlah pasangan suami – istri.“ Dapat kita pahami. demikian juga seorang suami merupakan pakaian bagi istrinya. Allah melukiskan dengan indah peran suami/ istri dalam Al-Qur’an.” Akhirnya. saling menutupi kekurangan dan aib pasangannya. Kalau pasangan suami/ istri mau/ mampu memerankan perannya masing-masing sesuai dengan aturan Allah dan Rasul-Nya. dipenuhi mawaddah war-rahmah. agar dalam mengarungi kehidupan ini selalu mentaati rambu-rambu-Nya. sebagaimana saya sampaikan di muka. yaitu: ‫طانَ َما َرزَ ْقتَنَا‬ َ ‫ش ْي‬ َّ ‫ب ال‬ َّ ‫ اَللَّ ُه َّم َجنِِّ ْبنَا ال‬. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. adanya saling ta‘awun (tolong menolong). masing-masing harus saling melindungi dari segala permasalahan pasangannya. Ya Allah. mendapat ridha Allah. Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an S. sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kabaikannya (istriku). Tirmidzi.” (HR Abu Daud. Dan semoga pernikahan kedua mempelai. serta keduanya disatukan dalam kebaikan. Ar-Rum : 21. semoga Allah senantiasa membimbing kita. dan diberkahi oleh-Nya. amin. dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. serta menyatukan kamu sekalian dalam kebaikan. khususnya kedua Mempelai yang diberkahi oleh Allah. Demikianlah khutbah yang saya sampaikan. Hadirin rahimakumullah. dan semoga keberkahan atas kamu selamanya. sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an S. saya ingin menyampaikan suatu Doa yang diajarkan oleh Rasulullah B untuk disampaikan kepada Pengantin : ‫ع َلي َْك َو َج َم َع بَ ْينَ ُك َما ِفى َخي ٍْر‬ َ ‫ار َك هللاُ لَ َك َو َب‬ َ ‫ار َك‬ َ ‫َب‬ “Semoga Allah memberkahimu. Dan ada satu Doa lagi yang hendaknya dibaca oleh Orang yang telah mendapatkan pasangan hidupnya : َ ‫ َو َخي َْر َما َجبَ ْلت َ َها‬،‫اللَّ ُه َّم ِإنِِّي أَ ْسأَلُ َك َخي َْرهَا‬ ُ َ‫ َوأ‬،‫علَ ْي ِه‬ ‫ َوش ِ َِّر‬،‫ع ْوذُ ِب َك ِم ْن ش ِ َِّرهَا‬ َ ‫َما َجبَ ْلتَ َها‬ ‫علَ ْي ِه‬ “Ya Allah. dan kebaikan dari apa yang telah Engkau ciptakan dalam wataknya. jauhkanlah kami dari setan.” (Muttafaq alaih). terutama kedua calon mempelai. Ibnu Majah). supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya. bahwa seorang istri merupakan pakaian bagi suaminya. ِ‫َّللا‬ َ ‫ش ْي‬ ِ ِِّ‫طانَ َو َجن‬ َّ ‫بِ ْس ِم‬ “Dengan nama Allah. dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. bahwa pakaian berfungsi menutup aurat dan kekurangan jasmani manusia. .” (HR Abu Daud). Al- Baqarah : 187.

‬أ َ ْش َه ُد أ َ ْن الَ ِإلهَ ِإالَّ هللاُ َو ْح َدهُ الَ ش َِري َْك لَهُ‬ ‫ض ِل ْل فَالَ َهاد َ‬ ‫يُّ ْ‬ ‫ق‬‫سلَهُ ِب ْال ُه َدى َو ِدي ِْن ْال َح ِّ ِ‬ ‫س ْولُهُ أَ ْر َ‬ ‫ع ْب ُدهُ َو َر ُ‬ ‫َوأ َ ْش َه ُد أ َ َّن ُم َح َّمدًا َ‬ ‫علَى ال ِ ِّدي ِْن ُك ِلِّ ِه َولَ ْو َك ِرهَ ْال ُم ْش ِر ُك ْونَ ‪ ،‬أَ َّما بَ ْع ُد‪.‫‪Bacaan Khotbah Nikah‬‬ ‫ش ُر ْو ِر‬ ‫هلل ِم ْن ُ‬ ‫هلل ن َْح َم ُدهُ َونَ ْست َ ِع ْينُهُ َونَ ْست َ ْغ ِف ُرهُ َونَعُ ْوذُ ِبا ِ‬‫ا َ ْل َح ْم ُد ِ‬ ‫ض َّل لَهُ َو َم ْن‬ ‫ت أَ ْع َما ِلنَا َم ْن يَ ْه ِد ِه هللاُ فَالَ ُم ِ‬ ‫سيِِّئَا ِ‬ ‫أ َ ْنفُ ِسنَا َو ِم ْن َ‬ ‫ِي لَهُ‪ .‬وقَا َل َ‬ ‫فَ ْليَ ْست َ َّن بِ ُ‬ ‫سنَّتِ ْي َو ِم ْن ُ‬ .‬‬‫ظ ِه َرهُ َ‬ ‫ِليُ ْ‬ ‫سفَا َح َوأَ ْو َ‬ ‫ع َد‬ ‫فَإِ َّن هللاَ تَعَالَى أ َ َح َّل ال ِنِّ َكا َح َونَ َد َ‬ ‫ب ِإلَ ْي ِه َو َح َّر َم ال ِ ِّ‬ ‫علَ ْي ِه فَقَا َل تَعَالَى‪َ :‬والَ ت َ ْق َربُ ْوا ِ ِّ‬ ‫الزنَا ِإنَّهُ َكانَ‬ ‫ْالعَ َذ َ‬ ‫اب ْاْل َ ِلي َْم َ‬ ‫س ِب ْيالً‬‫سا َء َ‬ ‫شةً َو َ‬‫اح َ‬‫فَ ِ‬ ‫َوقَا َل تَعَالَى‪ :‬يَاأَيُّ َها الَّذِينَ َءا َمنُوا اتَّقُوا َّ َ‬ ‫َّللا َح َّق تُقَاتِ ِه َو َال تَ ُموت ُ َّن‬ ‫ِإ َّال َوأَ ْنت ُ ْم ُم ْس ِل ُمونَ‬ ‫اس اتَّقُوا َربَّ ُك ُم الَّذِي َخلَقَ ُك ْم ِم ْن نَ ْف ٍس‬ ‫َوقَا َل تَعَالَى‪ :‬يَاأَيُّ َها النَّ ُ‬ ‫سا ًء‬ ‫يرا َو ِن َ‬‫اال َك ِث ً‬ ‫ث ِم ْن ُه َما ِر َج ً‬‫اح َد ٍة َو َخلَقَ ِم ْن َها زَ ْو َج َها َوبَ َّ‬ ‫َو ِ‬ ‫علَ ْي ُك ْم‬ ‫سا َءلُونَ ِب ِه َو ْاْل َ ْر َح َ‬ ‫ام ِإ َّن َّ‬ ‫َّللاَ َكانَ َ‬ ‫َّللا الَّذِي ت َ َ‬ ‫َواتَّقُوا َّ َ‬ ‫َر ِقيبًا‬ ‫َوقَا َل تَعَالَى‪ :‬يَاأَيُّ َها الَّذِينَ َءا َمنُوا اتَّقُوا َّ َ‬ ‫َّللا َوقُولُوا قَ ْو ًال َ‬ ‫سدِيدًا‪--‬‬ ‫سولَهُ‬ ‫ص ِل ْح لَ ُك ْم أ َ ْع َمالَ ُك ْم َويَ ْغ ِف ْر لَ ُك ْم ذُنُوبَ ُك ْم َو َم ْن يُ ِط ِع َّ َ‬ ‫َّللا َو َر ُ‬ ‫يُ ْ‬ ‫ع ِظي ًما‬‫فَقَ ْد فَازَ فَ ْو ًزا َ‬ ‫ط َرتِ ْي‬ ‫ب فِ ْ‬ ‫سلَّ َم‪َ :‬م ْن أَ َح َّ‬ ‫صلَّى هللاُ َ‬ ‫علَ ْي ِه َو َ‬ ‫س ْو ُل ِ‬ ‫هللا َ‬ ‫َوقَا َل َر ُ‬ ‫سلَّ َم‪:‬‬ ‫صلَّى هللاُ َ‬ ‫علَ ْي ِه َو َ‬ ‫سنَّتِ ْي النِِّ َكا ُح‪َ .

‬‬‫ع َو َخي ُْر َمتَا ِع َها ْال َم ْرأَة ُ ال َّ‬ ‫سلَّ َم‪ :‬اَل ُّد ْنيَا َمتَا ٌ‬ ‫علَ ْي ِه َو َ‬ ‫هللاُ َ‬ ‫سلَّ َم‪ :‬تَزَ َّو ُج ْوا ْال َولُ ْو َد ْال َود ُْو َد فَإِنِِّ ْي ُم َكاثِ ٌر‬ ‫صلَّى هللاُ َ‬ ‫علَ ْي ِه َو َ‬ ‫َوقَا َل َ‬ ‫بِ ُك ُم ْاْل ُ َم َم يَ ْو َم ْال ِقيَا َم ِة ‪.‬‬ ‫ار ْاْل َ ْو ِليَ ِ‬ ‫اء َو ِشعَ ُ‬ ‫ث ُ َّم أ َ َّن النِِّ َكا َح ُ‬ ‫سنَّةُ ْاْل َ ْنبِيَ ِ‬ ‫صي ِْر ِف ْي َها‬‫صالَ ِة َو ِمنَ الت َّ ْق ِ‬ ‫قُ ْولُ ْوا َج ِم ْيعًا‪ :‬أ َ ْست َ ْغ ِف ُر َ‬ ‫هللا ِم ْن تَ ْر ِك ال َّ‬ ‫ظ ْل ِم ْال ِعبَادِ‪ ،‬أَ ْستَ ْغ ِف ُر َ‬ ‫هللا ِم ْن َج ِمي ِْع‬ ‫الز َكا ِة‪ ،‬أ َ ْست َ ْغ ِف ُر َ‬ ‫هللا ِم ْن ُ‬ ‫َو ِفي َّ‬ ‫ب‪.‬آ َمنَّا ِبا ِ‬ ‫هلل‬ ‫س ْو ُل ِ‬‫أ َ ْش َه ُد أ َ ْن الَ ِإلَهَ ِإالَّ هللاُ َوأ َ ْش َه ُد أ َ َّن ُم َح َّمدًا َر ُ‬ ‫س ْو ِل ِ‬ ‫هللا َو ِب َما َجا َء‬ ‫علَى ُم َرا ِد ِ‬ ‫هللا‪ .‬آ َمنَّا ِب َر ُ‬ ‫ع ِن ِ‬ ‫هللا َ‬ ‫َو ِب َما َجا َء َ‬ ‫اإل ْسالَ ِم‬ ‫ف ِديْنَ ِ‬ ‫هللا َوتَبَ َّرأْنَا ِم ْن ُك ِِّل ِدي ٍْن يُخَا ِل ُ‬ ‫س ْو ِل ِ‬ ‫ع ْن َر ُ‬ ‫َ‬ .‬وقَا َل َ‬ ‫صا ِل َحةُ‪. ‫صلَّى‬‫تَنَا َك ُح ْوا ت َ ْكث ُ ُر ْوا فَإِنِِّ ْي أُبَا ِه ْي ِب ُك ُم ْاْل ُ َم َم يَ ْو َم ْال ِقيَا َم ِة‪َ .‬‬ ‫اء َو ُجنَّةُ ْاْلَتْ ِقيَ ِ‬ ‫اء ‪.‬‬‫اصى َوالذُّنُ ْو ِ‬ ‫ْال َمعَ ِ‬ ‫هللا‪ .