You are on page 1of 4

PENANGANAN OTITIS MEDIA

AKUT
No. Dokumen :

SOP No. Revisi :
Tanggal Terbit : Januari 2017
Halaman : 1/3

UPTD PUSKESMAS drg. Nurbaiti Hasibuan
CIKAMPAK NIP. 197604212005022100

1.Pengertian Otitis media akut (OMA) adalah peradangan sebagian atau seluruh
mukosa telinga tengah, tuba eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel
mastoid yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu.
2.Tujuan Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penanganan otitis
media akut
3.Kebijakan SK Kapus NO :
4.Referensi KMK 514 tahun 2015 tentang Panduan Praktik Klinis bagi Dokter di
FKTP
5.Langkah- langkah 1. Hasil Anamnesis (Subjective)
Keluhan (tergantung stadium OMA yang sedang dialami)
1. Stadium oklusi tuba
Telinga terasa penuh atau nyeri, pendengaran dapat berkurang.
2. Stadium hiperemis
Nyeri telinga makin intens, demam, rewel dan gelisah (pada
bayi / anak),
muntah, nafsu makan hilang, anak biasanya sering memegang
telinga yang
nyeri.
3. Stadium supurasi
Sama seperti stadium hiperemis
4. Stadium perforasi
Keluar sekret dari liang telinga
5. Stadium resolusi
Setelah sekret keluar, intensitas keluhan berkurang (suhu turun,
nyeri mereda,
bayi / anak lebih tenang. Bila perforasi permanen, pendengaran
dapat tetap
berkurang.

2. Faktor Risiko
1. Bayi dan anak
2. Infeksi saluran napas atas berulang
3. Menyusu dari botol dalam posisi berbaring telentang
4. Kelainan kongenital, misalnya: sumbing langit-langit, sindrom
Down
5. Paparan asap rokok
6. Alergi
7. Tingkat sosio-ekonomi yang rendah

1| 1

PENANGANAN OTITIS MEDIA AKUT No.1 Hasil otoskopi pada OMA Stadium OMA Tampilan Stadium oklusi tuba Membran timpani suram.Diagnosis Banding Otitis media serosa akut. Komplikasi intra-temporal: Labirinitis. retraksi. . 197604212005022100 3. Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang sederhana (Objective) Pemeriksaan Fisik 1. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. Paresis nervus fasialis. Komplikasi 1. dan refleks cahayanya hilang Stadium hiperemis Membran timpani hiperemis dan edema Stadium supurasi Membran timpani menonjol ke arah luar (bulging) berwarna kekuningan Stadium perforasi •Perforasi membran timpani •Liang telinga luar basah atau dipenuhi sekret Stadium resolusi •Membran timpani tetap perforasi atau utuh •Sekret di liang telinga luar sudah berkurang atau mengering 4. Revisi : Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 2/3 UPTD PUSKESMAS drg. Otitis eksterna 5. Penegakan Diagnostik (Assessment) . Dokumen : SOP No.Diagnosis Klinis Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Petrositis. Suhu dapat meningkat 2. 1| 2 . Otoskopi Tabel 5.

diberikan obat cuci telinga: . . Penatalaksanaan Komprehensif (Plan) Penatalaksanaan Medikamentosa a. antihistamin (bila terdapat tanda-tanda alergi). analgetik / antipiretik 8. dekongestan. 3 kali sehari. Abses epidura. Abses otak. Sereberitis 6. Pada stadium oklusi tuba. Pada stadium perforasi. 4 tetes di telinga yang sakit. 197604212005022100 Hidrosefalus otik 2. Obat yang diberikan adalah: obat tetes hidung ii. PENANGANAN OTITIS MEDIA AKUT No. 3 kali sehari. 2. Oral Sistemik: antibiotik. 2 kali sehari. selama maksimal 2 minggu b. 4 tetes di telinga yang sakit. Abses subdura. Pencegahan Imunisasi Hib dan PCV perlu dilengkapi. Topikal i. Abses perisinus. Konseling dan Edukasi 1. orang tua dianjurkan untuk memberikan ASI minimal 6 bulan sampai 2 tahun. 5 – 10 tetes di telinga yang sakit.H2O2 3%. Menghindarkan bayi / anak dari paparan asap rokok. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP.Ofloxacin. Meningitis. . Trombosis sinus lateral.Asam asetat 2%. terapi bertujuan membuka kembali tuba eustachius. didiamkan selama 2 . Untuk bayi / anak. sesuai panduan Jadwal Imunisasi Anak tahun 2014 dari IDAI 1| 3 . Komplikasi ekstra-temporal / intrakranial: Abses subperiosteal. Revisi : Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 3/3 UPTD PUSKESMAS drg. Dokumen : SOP No.5 menit.

Sulfametoksazol TMP/hari dibagi 2 dosis per hari Erithromycin 4 x 500 mg/hari 25 – 50 mg/kgBB/hari. Jika terdapat indikasi miringotomi.2. Kriteria Rujukan 1. Daftar antibiotik untuk terapi OMA Obat Dewasa Anak Amoxicillin 3 x 500 mg/hari 25 – 50 mg/kgBB/hari. Nurbaiti Hasibuan CIKAMPAK NIP. 197604212005022100 Tabel 5. Bila terjadi komplikasi dari otitis media akut.Poli Umum . dibagi 4 dosis per hari 9. Prognosis 1.Poskesdes 1| 4 .Pustu . PENANGANAN OTITIS MEDIA AKUT No. Dokumen : SOP No. Ad sanationam : Bonam 6. 10. dibagi 3 Selama 10-14 hari dosis per hari Trimetoprim – 2 x 160 mg 8 – 20 mg TMP/kgBB/hari. Ad vitam : Bonam 2. 2.Unit terkait . Ad functionam : Bonam 3. Revisi : Tanggal Terbit : Januari 2017 Halaman : 4/3 UPTD PUSKESMAS drg.