You are on page 1of 45

LAPORAN PELAKSANAAN KULIAH KERJA NYATA

UNIVERSITAS SEBELAS MARET
(PERIODE I / TAHUN 2014)

DESA : BORANGAN
KELURAHAN : BORANGAN
KECAMATAN : MANISRENGGO
KABUPATEN : KLATEN

DISUSUN OLEH:
NAMA MAHASISWA NIM JUR/PRODI/FAKULTAS
1. ERMA DWI H K2311027 Pendidikan Fisika
2. SITI MUTMAINAH K2311073 Pendidikan Fisika
3. ADI SETYANINGTYAS K1211001 P. Bahasa & Sastra Indonesia
4. ZULI ASTRIA I0111112 Teknik Sipil
5. WAHYU ARIYADI F0111079 Ekonomi Pembangunan
6. BASKORO ADI P F0111015 Ekonomi Pembangunan
7. RANIKA LESTARI K1511042 Pendidikan Teknik Bangunan
8. FITRI IKA SURYANI G0011096 Pendidikan Dokter
9. ZULLAIKA TIPE N H E0011348 Ilmu Hukum

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
UNIT PENGELOLA KULIAH KERJA NYATA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
2014

HALAMAN PENGESAHAN

Tema / Judul : Pengentasan Kemiskinan melalui Perbaikan Sistem Pertanian dan
Penganekaragaman Usaha Kecil
Desa : Borangan
Kecamatan : Manisrenggo
Oleh:
1 ERMA DWI H K2311027 Pendidikan Fisika

2 SITI MUTMAINAH K2311073 Pendidikan Fisika
3 ADI SETYANINGTYAS K1211001 P. Bahasa & Sastra
Indonesia

4 ZULI ASTRIA I0111112 Teknik Sipil
5 WAHYU ARIYADI F0111079 Ekonomi Pembangunan
6 BASKORO ADI P F0111015 Ekonomi Pembangunan
7 RANIKA LESTARI K1511042 Pendidikan Teknik
Bangunan
8 FITRI IKA SURYANI G0011096 Pendidikan Dokter

9 ZULLAIKA TIPE N H E0011348 Ilmu Hukum

Disetujui Oleh:
Dosen Pembimbing Lapangan

Ir. Ato Sulistyo, M.P.
NIP. 19580621 198503 1 003

Mengetahui:
Kepala Desa Kepala UPKKN LPPM
Universitas Sebelas Maret

Pitoyo Dr. Sc. Agr. Rahayu, SP., MP.
NIP. 197505292003121001

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan
rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan ini dengan baik.
Laporan ini tidak dapat selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dengan
penuh rasa hormat dan ucapan terimakasih, kami berikan kepada:
1. Dr. Sc. Agr. Rahayu, SP.,MP. selaku Kepala UPKKN LPPM Universitas Sebelas Maret
Surakarta
2. Ir. Ato Sulistyo, M.P. selaku dosen pembimbing lapangan yang telah menyediakan waktu
untuk membimbing KKN kami hingga terselesaikannya laporan ini
3. Bapak Pitoyo selaku Kepala Desa Borangan
4. Bapak Haryanto selaku tuan rumah
5. Warga Desa Borangan
Penyusun menyadari pembuatan laporan ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Semoga makalah
ini dapat memberi manfaat bagi penyusun sendiri maupun bagi pembaca.

Surakarta, Agustus 2014

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan ..................................................................................... i
Kata Pengantar ............................................................................................... ii
Daftar Isi ........................................................................................................ iii
Daftar Lampiran ............................................................................................. iv
BAB I Pendahuluan ..................................................................................... 1
A. Gambaran Umum Lokasi KKN .................................................. 1
B. Maksud dan Tujuan Laporan ...................................................... 7
C. Program Pembangunan yang Telah Ada di Lokasi ..................... 7
D. Metode dan Sistematika Pembahasan ......................................... 9
BAB II Bidang Permasalahan di Lokasi....................................................... 13
A. Pendidikan, Agama, Ekonomi, dan Sosial Budaya ..................... 13
B. Sarana dan Prasarana .................................................................. 14
C. Produksi ...................................................................................... 14
D. Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan ...................................... 14
E. Administrasi dan Pemerintahan Desa ......................................... 15
BAB III Realisasi Kegiatan Mahasiswa KKN .............................................. 16
A. Kegiatan Mandiri ........................................................................ 16
B. Kegiatan Kelompok .................................................................... 28
BAB IV Penutup ............................................................................................ 39
A. Kesimpulan ................................................................................. 39
B. Saran............................................................................................ 39

..... Lampiran 4: Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Borangan ........ Lampiran 5: Dokumentasi kegiatan ........................... 48 3..... Lampiran 3: Rekapitulasi Biaya Pelaksanaan Kegiatan .. 40 2................. 53 5....... Lampiran 1: Catatan Kegiatan Mahasiswa KKN Desa Borangan ...... DAFTAR LAMPIRAN 1......................................... 54 ........ Lampiran 2: Peta Desa Borangan ...... 49 4...........

Kabupaten Klaten : 169. Manisrenggo . Karang Nongko .6480 Ha. Manisrenggo Secara geografis terletak pada 6° 51’ 46” sampai dengan 7° 11’ 47” LS dan 109° 40’ 19” sampai dengan 110° 03’ 05” BT II. RT 5 3 Ngremang 03 RT 6. RT 28. RT 16 8 Mrisen 08 RT 17. BAB I PENDAHULUAN A. RT 25 11 Candirejo 11 RT 26. RT 27 12 Sidorejo 12 RT 12. Kabupaten Klaten dengan ketinggian 275 m di atas permukaan laut dan suhu rata-rata 27º yang berbatasan dengan . RT 11 6 Jatirejo 06 RT 13. Jogonalan . Adapun nama-nama dukuh yang ada di Desa Borangan adalah: NO DUKUH RW RT 1 Kedusan 01 RT 1. RT 30 5 Candran 05 RT 10. RT 2 2 Mranggen 02 RT 3. sebelah Selatan : Tambakan. RT 4. RT 24. Kecamatan Manisrenggo. RT 18 9 Borangan 09 RT 19. RT 21. RT 22 10 Tempel 10 RT 23. Kondisi Geografis Desa Borangan termasuk wilayah Kecamatan Manisrenggo. Yang terbagi dalam 12 wilayah dusun. sebelah Utara : Sukorini. 12 RW. RT 9. RT 14 7 Wates 07 RT 15. dan dibagi menjadi 30 RT. sebelah Timur : Kadilajo. RT7 4 Pungkruk 04 RT 8. Luas Wilayah Luas Desa Borangan. Gambaran Umum Lokasi KKN I. sebelah Barat : Barukan. RT 29 . RT 20.

0455 Ha 7 Bengkok Kepala Dusun II 1..7500 Ha 4 Tegal kas desa/ bangunan umum 1.0940 Ha 5 Jalan 7.1435 Ha III. Masjid dll Tanah Bengkok Perangkat Borangan Ha terdiri dari : NO URAIAN LUAS KET 1 Bengkok Kepala Desa 2..8340 Ha 4 Bengkok Kaur Pembangunan 1.1920 Ha 6 sungai 8..9476 Ha 2 Tanah Kering (. Peruntukan Lahan Luas Desa Borangan sebesar 169.8095 Ha 3 Bengkok Kaur Pemerintahan 0.bidang) 6.6875  Digunakan untuk kantor 6....bidang) Ha 0.2240 Ha 2 Pemukiman/ perumahan 51. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin . Jumlah Kepala Keluarga : 789 KK 2.5422 Ha Luas tanah Kas Desa Borangan terdiri dari : NO PERUNTUKAN LUAS KET 1 Tanah Sawah (.7775 Ha 6 Bengkok Kepala Dusun I 1.8458 Ha 3 Pekuburan/ pemakaman 0.7395 Ha 2 Bengkok Sekertaris Desa 1. 1.3190 Ha 5 Bengkok Kaur Umum 0.6480 Ha terbagi menjadi: NO PERUNTUKAN LUAS KET 1 Lahan sawah 100. Jumlah Penduduk 1.2601 desa  Digunakan untuk SD / TK.

789 Orang 4. Orang 7 Buruh tani 299 Orang 8 Tukang 31 Orang 9 Jasa 14 Orang 5. jumlah penduduk menurut tingkat pendidikan NO TINGKATAN JUMLAH KET 1 Tamat SD 546 Orang 2 Tamat SLTP 337 Orang 3 Tamat SLTA 420 Orang 4 Tamat D1 .414 orang 3.611 Orang 2 Kristen 41 Orang 3 Katolik 4 Orang 4 Hindu 133 Orang 5 Budha . Orang 6 Kepercayaan .D3 56 Orang 5 Tamat S1 – S3 71 Orang . Laki laki : 1. jumlah penduduk menurut mata pencaharian NO MATA PENCAHARIAN JUMLAH KET 1 PNS 48 Orang 2 ABRI/POLRI 5 Orang 3 Pensiunan 20 Orang 4 Petani 297 Orang 5 Swasta 149 Orang 6 Karyawan . Orang Total 2.375 orang Perempuan : 1. Jumlah penduduk menurut pemeluk agama NO AGAMA JUMLAH KET 1 Islam 2.

- 4 PKD . - 2 Puskesmas .748 Orang IV. - . Tempat Ibadah NO TEMPAT IBADAH JUMLAH KET 1 Masjid 3 buah 2 Mushola 12 buah 3 Gereja . buah 4 Pura 1 buah 5. Jumlah penduduk menurut kelompok umur NO UMUR JUMLAH KET 1 0 – 03 tahun 51 Orang 2 04 – 06 tahun 59 Orang 3 07 – 12 tahun 124 Orang 4 13 – 15 tahun 136 Orang 5 16 – 18 tahun 179 Orang 6 19 tahun keatas 2. Pasar : 1 buah luas 1400 m2 4. Kantor Desa : 1 buah luas 200 m2 3. - 8 Klinik Kesehatan . Kesehatan NO SARANA JUMLAH KET 1 Rumah Sakit . - 3 Pustu . - 5 Polindes 1 unit 6 Bidan 1 orang 7 Apotek . Kondisi Bangunan Dan Sarana Umum 1. Balai Desa : 1 buah luas 300 m2 2. 6.

- 2 TK 1 unit 3 SD/ MI 2 unit 4 SMP . - 5 SMA . Seni NO SARANA JUMLAH KET 1 Gedung pertunjukan . Jalan. Pendidikan NO SARANA JUMLAH KET 1 Play Group . buah 2 Studio . Olah Raga NO SARANA JUMLAH KET 1 Kolam Renang . buah 9. - 2 Gedung Olah raga 1 unit 3 Tenis meja . Jembatan. Makam : 7 buah 10.6. - 6 SMK . - 4 Lapangan voli . - 8. Pompa Bensin :- 11. - 7.220 M3 2 Jembatan desa 3 buah 3 Gorong-gorong 18 buah . - 5 Lapangan bulutangkis 1 buah 6 Lapangan sepak bola . dan Irigasi NO SARANA JUMLAH KET 1 Jalan poros desa 2. - 7 PLS .

Perekonomian 1. buah 3 Bengkel sepeda motor 2 buah 4 Wartel . 4 Tetek pintu air 1 buah 5 Sumur pantek . Industri dan Perdagangan NO SARANA JUMLAH KET 1 Handycraft . buah V. buah 4 Toko bangunan 1 buah 5 Toko kelontong 7 buah 2. Pertanian NO NAMA KELOMPOK TANI ALAMAT KET 1 Rukun Tani Mranggen 27 orang 2 Rumpun Tani Wates 23 orang 3 Manunggal Tani Borangan 32 orang 2. P3A NO NAMA ALAMAT KET 1 Tani Mulyo Desa Borangan 54 orang 3. buah 5 Penggilingan padi 2 buah 6 Fotocopy . ORGANISASI 1. Sosial masyarakat . orang 2 Bengkel mobil . Jasa NO JENIS JUMLAH KET 1 Mantri . buah 3 Mini Market . buah 2 Mebelair . buah 7 Counter HP 5 buah VI.

Program Pembangunan Desa I. Sejarah Desa Jauh sebelum Indonesia merdeka munculah seorang tokoh legendaris yang amat disegani masyarakat karena kewibawaannya dan sangat berpengaruh di wilayah desa . Maksud dan Tujuan Laporan 1. mempercepat gerak serta mempersiapkan kader pembangunan 3. - 2 Pemancingan . memecahkan dan menanggulangi permasalahan pembangunan 2. NO NAMA ALAMAT KET 1 Karang Taruna Desa Borangan 48 orang VII. - VIII. Swadaya masyarakat rata-rata 15 juta 5. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang berharga melalui keterlibatannya dalam masyarakat yang secara langsung menemukan. ADD per tahun rata-rata 70 juta 4. merumuskan. Kondisi Perekonomian Keuangan Desa Borangan diambil dari : 1. APBDesa rata-rata per tahun 150 juta (APBD 2008/2009) 2. Bantuan dari kabupaten Klaten 50 juta B. - 3 Makam Kyai . Objek Wisata NO NAMA JUMLAH KET 1 Pemandian . Pendapatan Asli Desa rata-rata per tahun 25 juta 3. instansi teknis dan masyarakat sehingga Perguruan Tinggi lebih dapat berperan dan menyesuaikan kegiatan pendidikan serta penelitiannya dengan tuntutan nyata dari masyarakat yang sedang membangun C. Meningkatkan hubungan antara Perguruan Tinggi dengan pemerintah daerah. teknologi dan seni dalam upaya untuk menumbuhkan. Mahasiswa dapat memberikan pemikiran berdasarkan ilmu pengetahuan.

.. rambutan....... Kondisi perairan di desa Borangan cukup bagus. dan merupakan salah satu potensi yang cukup berkembang di Desa Borangan. dengan luas pemukiman penduduk desa Borangan 51... Populasi ternak terbanyak adalah ayam kampung sejumlah kurang lebih 1278 ekor ayam. diambil dari nama Kyai tersebut... Kepala Desa II : Karto Pawiro Tahun 1900-1929 Kepala Desa III : Yoto Sukarto Tahun 1930-1972 Kepala Desa IV : Sucipto Tahun 1976-1992 Kepala Desa V : Jaswadi Tahun 1993-1999 Kepala Desa VI : Sarman Tahun 2000-2012 Kepala Desa VII : Pitoyo Tahun 2013. cabe.. kemudian sisanya kacang tanah. tomat. Tahun ... warga sepakat menamakan desa ini menjadi Desa Borangan. karena sumber air bersih desa berasal dari sumur galian yang dimiliki hampir seluruh warga desa dan tidak memanfaatkan air sungai karena keadaan sungai yang tidak memungkinkan untuk digunakan sebagai sumber air.. Selain itu juga terdapat tanaman buah-buahan seperti pisang. semangka.. burung puyuh. dan jambu air. dan ayam broiler.. Potensi lain desa Borangan yang belum dikembangkan secara maksimal adalah potensi tambang pasir yang terdapat disepanjang Kaliworo . mentimun. kacang panjang..... Pada musim tertentu.. kemudian sapi sejumlah 636 ekor ternak dan sisanya berupa kambing. potensi yang cukup menonjol adalah peternakan. dan sawi..2240 ha/m2 yang dimiliki oleh 300 keluarga. dengan jenis tanaman terbanyak padi sawah. Potensi Wilayah Kondisi tanah Desa Borangan cukup baik. area persawahan desa Borangan ditanami tembakau sebagai komoditas andalan..8458 ha/m2. Adapun Kepala Desa yang pernah menjabat adalah sebagai berikut: Kepala Desa I : .. Desa Borangan sebenarnya merupakan dua Desa yang kemudian disatukan. Kemudian pada sekitar tahun 1950-an kedua desa tesebut disatukan. Dalam perkembangannya yang mengarah pada kemajuan desa.sekarang II.. Desa Borangan memiliki ketersediaan pakan ternak yang ditanam di lahan warga seluas 15 ha dan menghasilan 5 ton pakan ternak... melinjo. yang berlaku hingga sekarang. Selain dibidang pertanian.Borangan bernama Kyai Borang.. mangga...... sedangkan luas persawahannya 100. anjing.... Kedua desa Itu adalah Desa Kedusan dan Desa Borangan itu sendiri.. jagung.

Selain itu. metodologi penelitian merupakan suatu prosedur dan teknik dalam penelitian yang digunakana oleh peneliti sebagai acuan dalam mempelajari dan menganalisa permasalahan yang sedang diteliti. Terhadap metodologi biasanya diberikan arti sebagai berikut. Seperti saat ini kondisi Kaliworo masih penuh dengan pasir yang merupakan hasil dari banjir lahar dingin setelah erupsi gunung Merapi. Penulis melakukan penelitian dengan cara studi kasus di Desa Borangan mengenai Pengentasan Kemiskinan melalui Perbaikan Sistem Pertanian dan Penganekaragaman Usaha Kecil. Untuk kesenian di desa Borangan ada 3 kelompok karawitan yang masih aktif menggunakan gamelan milik sendiri. maka penelitian ini termasuk penelitian empiris. D. Maka menurut simpulan dari penulis. Sungai Kaliworo yang hulunya berasal dari Gunung merapi selalu menghasilkan pasir jika terjadi erupsi pada gunung merapi. Penelitian hukum empiris mengkaji dalam realita yang terjadi dalam masyarakat dengan berbagai dinamika dalam masyarakat. 1. 2. dan suatu sistem dari prosedur dan penelitian ilmiah. yang letaknya ditengah desa Borangan. bola voli di lapangan dukuh masing-masing. Di bidang olah raga ada kelompok bulu tangkis yang berlatih di gedung Balai Desa Borangan. Selain itu. tanpa diolah terebih dahulu. Di desa Borangan ini ada beberapa hal yang menonjol diantaranya terdapat puskesmas pembantu yang dihuni oleh seorang bidan yang melayani masyarakat desa Borangan dan sekitarnya. Namun sampai saat ini. logika dari penelitian ilmiah. Sifat Penelitian Ditinjau dari sifatnya maka penelitian hukum ini merupakan penelitian deskriptif. Metode Pembahasan Istilah “metodologi” berasal dari kata “metode” yang “berarti jalan ke”. kemudian dijual kepenampung. Untuk lahan pertanian. Metode dan Sistematika Pembahasan . studi terhadap prosedur dan penelitian ilmih. Jenis Penelitian Mengacu daripermasalahan diatas. warga juga menekuni kerajinan ukir. warga desa juga dapat memanfaatkannya untuk kegiatan ekonomi. Karena penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tentang bagaimana cara . pasir yang terdapat di Kaliworo hanya ditambang secara swadaya oleh masyarakat. sebagian besar sawah sudah beririgasi teknis sehingga dapat ditanami padi sepanjang tahun dengan 3 kali panen. Desa Borangan mempunyai pasar desa sehingga kebutuhan masyarakat dapat tercukupi dengan lancar dan dekat.

Wawancara dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan yang diajukan kepada subjek-subjek kompeten yang dapat memberikan informasi secara mendalam . 5. 4. kecamatan Manisrenggo. surat kabar. Data sekunder merupakan sejumlah data yang tidak secara langsung diperoleh dari lokasi penelitian melainkan dengan studi kepustakaan seperti jurnal baik nasional maupun internasional. Jenis dan Sumber Data Penelitian a. dimana yang dikumpulkan berupa pendapat. yaitu data yang dapat memberikan penjelasan terhadap data primer yang telah diperoleh. Teknik Pengumpulan data a. Data sekunder. 6. Pendekatan Penelitian Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sehingga penelitian ini menghasilkan data yang deskriptif dengan menghubungkan masalah dalam kondisi dan aspek-aspek lain yang berhubungan dengan fenomena sosial yang terjadi dalam masyarakat. Data primer. Wawancara Untuk memperoleh data Primer yang kualitatif dengan validitas yang memadai. Data ini merupakan keterangan dan informasi tentang permasalahan yang penulis teliti. b. Pendekatan ini dilakukan penulis untuk meneliti hakikat dan makna terhadap data yang tersaji. Dalam Penelitian ini penulis menggunakan hasil wawancara dengan warga desa Borangan. mengentaskan kemiskinan melalui perbaikan sistem pertanian dan penganekaragaman usaha kecil. rumusan pendapat para ahli. 3. doktrin para ahli. maka penulis menggunakan metode wawancara. merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber data yang langsung menjadi objek dari penelitian. Bentuk wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur yaitu wawancara yang telah diertai dengan daftar pertanyaan yang telah disusun sebelumnya. konsep-konsep dan keterangan yang berbentuk uraian dalam mengungkapkan masalah. Kabupaten Klaten. berita internet. informasi. Data sekunder juga termasuk penelitian terhadap dokumen resmi dari kantor Kepala Desa Borangan. Lokasi Penelitian Penelitian yang dilakukan penulis guna menyusun penulisan hukum ini dilakukan di Desa Borangan. tanggapan.

karena dari analisis diperoleh suatu titik-titik yang menjadi sumber permasalahan sekaligus menjadi solusi. Analisis data dalam penelitian merupakan hal yang sangat penting. Tahapan dalam analisis data dalam penulisan ini adalah sebagai berikut : 1) Pengumpulan data Merupakan suatu proses pengumpulan segala data yang berhungan dengan penelitian yang sedang dilakukan. Reduksi data tersebut berlangsung secara continue hingga Penelitian ini selesai dilakukan. Studi Kepustakaan Studi kepustakaan merupakan salah satu cara untuk mendapatkan sebanyak mungkin bahan yang memiliki relevansi kuat dengan permasalahan yang sedang diteliti. Dalam hal ini wawancara dilakukan langsung kepada warga desa Borangan. c. Analisa kualitatif adalah suatu cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analitis. 2) Reduksi data Merupakan proses pemilihan dan penyederhanaan data-data yang tidak diperlukan yang muncul dalam catatan tertulis di kepustakaan. Studi Kepustakaan dilakukan dengan dengan mempelajari buku-buku. b. terhadap permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini. setelah sebelumnya melakukan penelitian atas dokumen resmi dari kantor Kepala Desa Borangan. 4) Penarikan simpulan . 3) Penyajian data Merupakan kumpulan informasi yang telah tersusun sehingga memberikan kemungkinan adanya penarikan simpulan dalam masalah yang diteliti. maka analisis data menjadi faktor yang dapat mempengaruhi kualitas dari hasil penelitian. Teknik Analisis data Analisis data merupakan langkah selanjutnya untuk mengolah hasil penelitian suatu laporan. dan perilaku yang sebenarnya dan diteliti yang diteliti merupakan sesuatu yang nyata dan utuh. yaitu berupa peratutan perundang-undangan. referensi perpustakaan. maka analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif. yaitu apa yang dilakukan oleh responden secara tertulis atau lisan. Penulis dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.

Sistematika Pembahasan BAB I PENDAHULUAN A. Agama. Kegiatan Mandiri B. . Hipotesis ini membantu penulis merumuskan permasalahan yang ada dalam bentuk kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi kemudian dilakukan verifikasi data untuk memperoleh simpulan dari masalah yang ada dan kemungkinan-kemungkinan dalam masalah tersebut. Pendidikan. Simpulan dalam penelitian hukum sosiolegal pada mulanya diawali dengan hipotesis. Dalam simpulan tersebut juga dimasukkan pemikiran-pemikiran penulis yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Maksud dan Tujuan Laporan D. tetapi hasil dari verifikasi antara teori-teori yang sudah ada dengan kenyataan yang terjadi dalam masyarakat. Saran LAMPIRAN . Ekonomi. Metode dan Sistematika Pembahasan BAB II BIDANG PERMASALAHAN DI LOKASI F. Program Pembangunan yang Telah Ada di Lokasi E. Administrasi dan Pemerintahan Desa BAB III REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. Sarana dan Prasarana H. Lokasi KKN C. Simpulan bukan hanya merupakan ringkasan temuan. Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan J. Produksi I. dan Sosial Budaya G. Gambaran Umum B. Kegiatan Kelompok BAB IV PENUTUP C. Kesimpulan D.

Di lokasi Desa Borangan. Pengeluaran petani yang digunakan untuk biaya produksi sebenarnya bisa ditekan apabila petani mau mengolah limbah ternak berupa kotoran dan urine untuk dijadikan pupuk organik. sebagian besar warga yang memiliki mata pencaharian sebagai petani. ditemukan pemecahan permasalahan yang sebenarnya bisa dilakukan oleh warga. Masalah yang muncul adalah besarnya biaya produksi yang diperlukan untuk melakukan satu periode penanaman. ditemukan beberapa permasalahan yang sesuai dengan tema yang diberikan. Setelah ditinjau lebih lanjut. BAB II BIDANG PERMASALAHAN DI LOKASI A. Jika petani menggunakan kotoran hewan mentah. Pada akhirnya petani terpaksa mengeluarkan biaya lagi untuk membeli kotoran ternak atau pupuk kimia untuk menutupi kekurangan pupuk yang dibutuhkan. memiliki ternak masing-masing yang sebenarnya dapat dimanfaatkan kotorannya untuk diolah dan dijadikan pupuk organik untuk menekan biaya produksi. kotoran ternak yang dihasilkan hanya dikumpulkan kemudian dibawa ke sawah untuk angsung dicampurkan ketanah di sawah milik warga. khususnya petani padi dan tembakau. kami melakukan survei dan pendekatan dengan warga. Sedangkan kotoran ternak tersebut tidak mencukupi untuk memupuk seluruh lahan pertanian yang dimiliki petani tersebut. maka kami memutuskan untuk memusatkan perhatian pada masalah perekonomian yang berhubungan dengan pertanian. Karena perbandingan penggunaan kotoran ternak mentah dengan penggunaan kotoran hewan yang sudah diolah cukup jauh. Berdasarkan permasalahan tersebut. Ekonomi Pada saat survei awal di lokasi KKN yaitu di desa Borangan. Berdasarkan survei yang dilakukan. dan tentu saja hal tersebut meningkatkan biaya produksi petani tersebut. untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut. Berdasarkan data yang menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk desa Borangan merupakan petani. maka dibutuhkan kurang lebih 5 Colt kotoran untuk memupuk satu petak tanah pertanian. Namun pada kenyataannya. ditemukan permasalahan berupa pembengkakan biaya produksi yang digunakan untuk membeli pupuk mentah berupa kotoran ternak. sedangkan jika menggunakan kotoran . Pembengkakan tersebut mengurangi keuntungan yang didapatkan oleh petani pada akhir masa penanaman. yaitu mengenai pengentasan kemiskinan karena Desa Borangan termasuk kedalam desa Miskin di Kabupaten Klaten.

pasar. Produksi Hasil produksi Desa Borangan kebanyakan berasal dari bidang pertanian. Pengolahan kotoran ternak milik warga tersebut akan menekan biaya produksi dan meningkatkan penghasilan warga. . adanya Bidan yang memfasilitasi pelayanan kesehatan bagi warga Desa Borangan tentu saja sangat membantu dan meningkatkan kualitas kesehatan warga Desa Borangan. Selain itu. baik Posyandu balita maupun posyandu lansia secara rutin. Sarana dan Prasarana Sarana dan Prasarana di desa Borangan sudah cukup lengkap. D. dan gedung olahraga mudah ditemui dan keadaannya masih layak. hewan yang sudah diolah maka hanya dibutuhkan 5 kantung pupuk. jika warga mau sedikit mengolah hasil produksinya tersebut. Hal tersebut tercermin dari adanya kegiatan bersih desa dan Posyandu. warga Borangan sendiri sudah memiliki kesadaran yang cukup tinggi terhadap pentingnya kesehatan dan kebersihan lingkungan mereka. maka pendapatan mereka akan meningkat. polindes. kualitas hasil pertanian juga akan meningkat. selain itu. Permasalahan yang muncul disini adalah kurangnya usaha warga untuk mengolah hasil produki tersebut. seperti padi. Jalan dan jembatan di desa Borangan juga cukup baik. tembakau dan melinjo. B. sehingga pendapatan mereka tidak berkembang. rumah ibadah. C. meskipun ada beberapa bagian jalan di desa tersebut yang mengalami kerusakan karena sering dilintasi truk pengangkut pasir. Pada dasarnya. Hasil produksi tersebut kemudian dijual kepada tengkulak. Misalnya dengan mengolah emping yang dihasilkan para petani melinjo dengan kreasi yang lebih kreatif lagi. Sarana umum di desa Borangan seperti kantor desa. Dengan adanya permasalahan tersebut maka kami memprogramkan sebuah kegiatan untuk meningkatkan kreatifitas warga dalam mengolah hasil produksi mereka dalam rangka peningkatan pendapatan sehingga akan membantu program KKN kami yaitu dengan tema pengentasan kemiskinan. maka harga jual emping tersebut tentu akan meningkat dan penghasilan warga juga akan ikut meningkat. Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan Dibidang Kesehatan dan kebersihan lingkungan.

. Administrasi dan Pemerintahan desa Untuk administrasi dan pemerintahan desa Borangan sudah cukup lengkap. Hanya saja dikarenakan ada beberapa perangkat desa yang kurang menguasai komputer. Masalah yang muncul kemudian adalah kurangnya tenaga yang membantu pelaksanaan posyandu tersebut. E. Maka salah satu program yang kami ajukan adalah turut serta membantu kegiatan Posyandu balita dan Posyandu lansia yang sudah secara rutin diadakan dan memberikan beberapa program baru untuk kemudian diadakan secara rutin di Posyandu tersebut seperti senam bagi lansia. maka diperlukan bantuan tenaga untuk mengerjakan administrasi desa.

2. ADI SETYANINGTYAS K1211001 P. menjadikan mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan tersebut di SD Negeri 1 Borangan. Bahasa & Sastra Indonesia 1. mahasiswa juga dituntut untuk memberikan sumbangan pemikiran atau tenaga berdasarkan bidang ilmu yang dimiliki untuk memajukan masyarakat. Memperkenalkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan kooperatif terhadap siswa 2) Sasaran a. Meningkatkan kecintaan siswa terhadap Bahasa Indonesia c. Kegiatan yang dipilih adalah melakukan proses pembelajaran yang menarik yang mungkin belum pernah dilaksanakan di sekolah dasar tersebut. Kegiatan Mandiri Kuliah Kerja Nyata mengajarkan mahasiswa untuk dapat hidup bersama masyarakat dan mengikuti setiap kegiatan yang ada di masayarakat. mahasiswa membuat kegiatan mandiri yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Guru Kelas dan Guru yang mengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia 3. Sehubungan dengan hal tersebut. mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan kunjungan ke sekolah dasar. Bidang Kegiatan yang Dipilih Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Bahasa Indonesia. ditemukannya permasalahan dalam hal minat belajar siswa terutama Bahasa Indonesia. BAB III REALISASI KEGIATAN MAHASISWA KKN A. selain dari program kelompok yang sudah direncanakan. Selain beberapa alasan diatas. Mahasiswa memilih SD Negeri 1 Borangan dengan mempertimbangkan lokasi yang dapat dijangkau dan adanya dukungan dari sekolah yang bersangkutan. Selain mengikuti kegiatan yang sudah ada di masyarakat. Siswa Kelas 5 SD Negeri Borangan 1 b. Meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran khususnya Bahasa Indonesia b. Tujuan dan Sasaran yang Ingin Dicapai 1) Maksud dan Tujuan a. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut . Maksud.

Faktor Pendukung dan Penghambat 1) Faktor Pendukung a. Kegiatan yang dipilih adalah dengan melakukan kegiatan sosialisasi mengenai UMKM di Desa Borangan. mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan. Dukungan dari pihak sekolah terhadapn program mandiri mahasiswa KKN 2) Faktor Penghambat a. WAHYU ARIYADI F0111079 Ekonomi Pembangunan 1. a. Melatih ibu-ibu untuk dapat menjadi seorang wirausaha b. Kurangnya alat peraga yang bisa digunakan untuk menunjang model pembelajaran yang diinginkan. Meningkatkan kesadaran ibu-ibu bahwa bahan-bahan yang digunakan sebagai produk UMKM tersedia di sekitar mereka c. terdapat alasan lain. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran khususnya Bahasa Indonesia meningkat c. Mahasiswa memilih kegiatan ini karena bahan-bahan yang digunakan sebagai produk UMKM banyak tersedia di Desa Borangan. atau menjadi ibu rumah tangga. 2. Selain beberapa alasan diatas. Tujuan dan Sasaran yang Ingin Dicapai 1) Maksud dan Tujuan a. Siswa memberikan respon positif terhadap kehadiran mahasiswa KKN b. Membantu meningkatkan perekonomian rumah tangga ibu-ibu Desa Borangan 2) Sasaran Ibu-ibu PKK Desa Borangan 3. yaitu kebanyakan ibu-ibu di Desa Borangan hanya mengurus rumah saja. Bidang Kegiatan yang Dipilih Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis khususnya Ekonomi Pembangunan. Kecintaan siswa terhadap Bahasa Indonesia meningkat b. Maksud. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut . Keterbatasan waktu dan tenaga b. Guru di SD Borangan 1 menjadi lebih kreatif dalam menciptakan model pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa 4.

Dapat menghasilkan produk UMKM yang unggul dari Desa Borangan. a. 4. c. Kurangnya alat peraga yang bisa digunakan untuk menunjang kegiatan sosialisasi BASKORO ADI P F0111015 Ekonomi Pembangunan 1. Minat ibu-ibu PKK dalam berwirausaha meningkat b. Mengajarkan siswa untuk dapat mengelola uang dengan baik b. Memperkenalkan bahwa menabung memberikan banyak manfaat kepada siswa 2) Sasaran Siswa Kelas 4 SD Negeri 1 Borangan 3. Maksud. dalam hal ini produknya berupa emping. Kegiatan yang dipilih adalah dengan melakukan sosialisasi siswa SD untuk gemar dan rajin menabung. ditemukannya permasalahan dalam hal minat siswa untuk menabung. 2. Mahasiswa memilih SD Negeri 1 Borangan dengan mempertimbangkan lokasi yang dapat dijangkau dan adanya dukungan dari sekolah yang bersangkutan. Faktor Pendukung dan Penghambat 1) Faktor Pendukung a. Selain beberapa alasan diatas. Dukungan dari ibu-ibu PKK terhadap program mandiri mahasiswa KKN 2) Faktor Penghambat a. Mengajarkan siswa untuk hidup hemat c. Tujuan dan Sasaran yang Ingin Dicapai 1) Maksud dan Tujuan a. menjadikan mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan tersebut di SD Negeri 1 Borangan. Bidang Kegiatan yang Dipilih Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis khususnya jurusan Ekonomi Pembangunan. mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan kunjungan ke sekolah dasar. Ibu-ibu PKK memberikan respon positif terhadap kehadiran mahasiswa KKN b. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut . Keterbatasan waktu dan tenaga b. Ibu-ibu PKK di Desa Borangan menjadi punya kegiatan yang lebih menguntungkan bagi perekonomian keluarganya.

tipus. Dukungan dari pihak sekolah terhadap program mandiri mahasiswa KKN c. Penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar Kesehatan berawal dari kebersihan. Belum pernah ada kegiatan sejenis 2) Faktor Penghambat a. terlebih cuci tangan pakai sabun merupakan sasaran penting dalam promosi kesehatan. Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai a. a. seperti diare. Untuk itu. Banyak penyakit yang dapat dicegah melalui kebiasan atau perilaku higienis dengan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Minat siswa untuk mengelola uang dengan baik dapat terlaksana 4. Senam lansia Senam lansia adalah olahraga ringan yang mudah dilakukan dan tidak memberatkan. Perilaku cuci tangan. Kegiatan senam lansia ini kami terapkan pada peserta posyandu lansia Desa Borangan. khususnya terkait perilaku hidup bersih dan sehat. Anak-anak rentan untuk terserang penyakit. 2. sehingga baik diterapkan pada lansia. Siswa memberikan respon positif terhadap kehadiran mahasiswa KKN b. Senam Lansia . b. Keterbatasan waktu dan tenaga b. Durasi senam adalah 8 menit yang terdiri dari pemanasan. mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan a. dan pendinginan. dan kecacingan. Senam ini sangat dianjurkan untuk mereka yang memasuki usia pra-lansia (45 tahun) dan usia lansia (65 tahun ke atas). Faktor Pendukung dan Penghambat 1) Faktor Pendukung a. kegiatan ini kami sosialisasikan kepada anak-anak SD Desa Borangan. inti. Keinginan siswa untuk menabung meningkat b. Bidang Kegiatan yang dipilih Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Kedokteran khususnya jurusan Pendidikan Dokter. Kurangnya alat peraga yang bisa digunakan FITRI IKA SURYANI G0011096 Pendidikan Dokter 1. Maksud.

Kendala yang dihadapi adalah sulit mengkondisikan siswa-siswa SD. Senam Lansia Kegiatan senam lansia diikuti secara antusias oleh lansia peserta posyandu Desa Borangan. mendorong jantung bekerja optimal. setelah buang air besar. Anak-anak antusias memperagakan gerakan sesuai cotoh dari mahasiswa. Penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh kepala sekolah dan para guru. Penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar Sosialisasi cuci tangan yang benar dimaksudkan dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang cara. Sasaran kegiatan ini adalah peserta posyandu lansia Desa Borangan. dan setelah bermain di tempat yang kotor. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut a. Kendala yang dihadapi antara lain. Penyuluhan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang benar Kegiatan penyuluhan diikuti secara antusias oleh anak-anak SD dan didukung sepenuhnya oleh kepala sekolah dan para guru. 4. b. Sasaran kegiatan ini adalah siswa SD Negeri Borangan 3. dan waktu cuci tangan yang tepat serta melatih anak-anak untuk membiasakan diri hidup sehat sejak dini sehingga tidak mudah terserang penyakit. Mahasiswa sebagai instruktur senam dan warga mengikuti gerakan senamnya. Kegiatan ini diharapkan dapat berjalan rutin saat posyandu setiap bulan dengan gerakan-gerakan yang bervariasi. Faktor Pendukung dan Penghambat a. b. b. Senam lansia ini dimaksudkan dapat meningkatkan kebugaran tubuh lansia. SITI MUTMAINAH K2311073 Pendidikan Fisika . manfaat. dan meningkatkan daya tahan terhadap penyakit. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan anak-anak dapat membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun terutama sebelum dan sesudah makan. tempat senam yang kurang luas dan peralatan (sound system) bermasalah. Senam Lansia Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh ibu bidan desa dan ibu kader.

ditemukannya permasalahan dalam hal kurangnya minat belajar siswa terutama IPA. Khususnya kelas III pada mata pembelajaran IPA. Meningkatkan minat belajar siswa khususnya IPA b. Kecamatan Manisrenggo Kabupaten Klaten. Maksud dan Tujuan a. Meningkatnya motivasi belajar siswa SDN 1 Borangan b. menyenangkan dan kooperatif terhadap siswa . Memperkenalkan proses pembelajaran IPA yang unik.1. Sasaran a. Meningkatnya kecintaan siswa terhadap pembelajaran IPA c. 14 Agustus 2014. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut a. Selain beberapa alasan diatas. Meningkatkan kecintaan siswa terhadap IPA c. Bimbingan Belajar Bimbingan belajar IPA diselenggarakan setiap hari pukul 13. Jumlah siswa yang mengikuti sebanyak 20 anak 2. Mahasiswa memilih SD Negeri 1 Borangan dengan mempertimbangkan lokasi yang dapat dijangkau dan adanya dukungan dari sekolah yang bersangkutan. 2. Jumlah peserta yang mengikuti bimbingan belajar sekitar 10-15 anak. Maksud. Kunjungan Ke Sekolah Dasar Kunjungan ke SDN 1 Borangan diselenggarakan pada hari kamis. Kegiatan yang dipilih adalah dengan melakukan proses pembelajaran IPA yang unik dan menarik bagi siswa kelas III.00-15. mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan Bimbingan Belajar dan melakukan Kunjungan ke Sekolah Dasar. Siswa Kelas III SD Negeri 1 Borangan b.00 WIB. Desa Borangan. Bidang Kegiatan yang Dipilih Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Fisika. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran khususnya IPA meningkat . Tujuan dan Sasaran yang Ingin Dicapai . bertempat di posko KKN UNS kelompok 4. 1. menjadikan mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan tersebut di SD Negeri 1 Borangan serta adanya Bimbingan Belajar IPA. Guru Kelas dan Guru yang mengampu mata pelajaran IPA 3.

Melalui bimbingan belajar siswa- siswa diharapkan untuk lebih mampu memahami kompetensi dalam pembelajaran. Siswa aktif dalam mengikuti pembelajaran IPA c. Guru di SDN 1 Borangan menjadi lebih kreatif dalam menciptakan model pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa 4. Keterbatasan waktu dan tenaga b. Antusias anak-anak di Desa Borangan untuk memahami suatu kompetensi cukup besar. Terdapat banyak anak-anak di Desa Borangan dalam masa pembelajaran. Pendidikan yang ada di Desa Borangan ada dua yaitu dua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan dua Sekolah Dasar (SD) yaitu SD N Borangan I dan SD N Borangan II. Faktor Pendukung a. Pada umumnya bimbingan belajar dilakukan seperti sekolah-sekolah yang dilakukan setiap harinya. Dukungan dari pihak sekolah terhadap program mandiri mahasiswa KKN . Pengetahuan awal siswa yang masih terbatas terkait pembelajaran IPA kelas III ERMA DWI H K2311027 Pendidikan Fisika A. c. Kegiatan Mandiri 1. Siswa memberikan respon positif terhadap kehadiran mahasiswa KKN b. d. Bidang Kegiatan yang dipilih a. Faktor Pendukung dan Penghambat . Bimbingan Belajar Bimbingan belajar merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mencapai tiap kompetensi yang dihadapinya. Akan tetapi terdapat perbedaannya yaitu waktu bimbingan belajar dilakukan diluar jam sekolah dan dilaksanakan dengan suasana yang nyaman sehinga membuat siswa-siswa menikmati pembelajaran secara menyenangkan tanpa ada rasa malu atau takut untuk bertanya. seperti ada guru dan siswa-siswa yang berminat untuk mengikuti bimibingan ini. Maka dari itu TIM Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Surakarta tahun 2014 mengadakan suatu bimbingan . Kurangnya alat peraga yang bisa digunakan untuk menunjang model pembelajaran yang diinginkan. Faktor Penghambat a.

dengan suasana yang santai. 2. Indikator pencapaian siswa ketika siswa diberi soal mandiri dan dikerjakan dan lulus jika dinilai guru bimbingan belajar b. Salah satunya. aKegiatan umum dalam bimbingan belajar adalah tanya jawab. SD dan SMP. Kunjungan ke Sekolah Dasar . Sasaran yang ingin Dicapai Semua anak-anak di Desa Borangan b. 5. kunjungan ke Sekolah Dasar (SDN) Borangan I. Bimbingan Belajar . Meningkatkan kualitas belajar siswa dalam pembelajaran. b. 4. Meningkatkan kualitas belajar siswa dalam pembelajaran. kemudian guru bimbingan belajar menjawab dan menjelaskan materi yang ditanyakan siswa. Kunjungan ke Sekolah Dasar (SD) Salah satu program dari Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah kunjungan ke sekolah yang ada di Desa Borangan. Sasaran yang ingin Dicapai Siswa-siswi SDN I Borangan 3. Siswa bertanya pada guru bimbingan belajar tentang materi atau kompetensi yang belum paham. Meningkatkan rasa nasionalisme pada diri siswa. Bimbingan belajar . b. . Tujuan dan Sasaran yang ingin Dicapai a. Siswa menunjukan respon positif terhadap kegiatan yang dilaksanakan di sekolah tersebut. Siswa-siswa dalam bimbingan belajar berbagai macam pendidikan. Dilakukan pemberian materi mengenai hari kemerdekaan RI dan peringatan Hari Pramuka. Hasil Pencapaian dan Tindak Lanjut a. Maksud dan Tujuan a. & 6. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan pengetahuan mengenai kompetensi yang ada di sekolah serta memberi pengetahuan tenang perjuangan para pahlawan bangsa. mulai dari PAUD. belajar secara gratis yang bertempat di posko KKN yaitu di Dusun Mranggen. Mencapai tiap kompetensi pembelajaran siswa . Maksud dan Tujuan a. Dimana dilaksanakan kunjungan di Kelas 3. Maksud.

Bimbingan belajar  Faktor pendukung . Ketersediaan tempat pembelajaran  Faktor penghambat . guru. Selain itu juga siswa diharapkan lebih semangat dalam belajar. Kunjungan ke Sekolah Dasar  Faktor pendukung . Didukung sepenuhnya oleh kepala sekolah. Adanya waktu dan kesempatan  Faktor penghambat . b. Suasana yang santai dan nyaman dalam pembelajaran . Keterbatasan waktu b. Keterbatasan tenaga pengajar . Hasil pencapaian dari bimbingan belajar ini meningkatnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Siswa diharapkan untuk selalu ada jiwa nasionalisme dalam diri siswa dan meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa. Keterbatasan buku pembelajaran . Kunjungan ke Sekolah Dasar (SD) Hasil pencapaian dari kunjungan ke Sekolah Dasar adalah meningkatnya antusias siswa terhadap nasionalisme dengan menunjukkan sikap positif ketika TIM KKN sedang menjelaskan. 4. dan staf karyawan SDN I Borangan . Siswa diharapkan mampu belajar mandiri setelah adanya bimbingan belajar agar mendapatkan hasil yang maksimal di sekolah. Antusias anak didik yang cukup tinggi daam pembelajaran . Kurangnya koordinasi antar mahasiswa dengan pihak sekolah RANIKA LESTARI K1511042 Pendidikan Teknik Bangunan . Faktor Pendukung dan Penghambat a.

Mahasiswa memilih SD Negeri Borangan 1 dengan mempertimbangkan lokasi yang dapat dijangkau dan adanya dukungan dari sekolah yang bersangkutan. Maksud. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran khususnya Matematika meningkat c. Tujuan dan Sasaran yang Ingin Dicapai . Kegiatan yang dipilih adalah dengan melakukan proses pembelajaran yang menarik yang mungkin belum pernah dilaksanakan di sekolah dasar tersebut. Kurangnya alat peraga yang bisa digunakan untuk menunjang model pembelajaran yang diinginkan . ditemukannya permasalahan dalam hal minat belajar siswa terutama Matematika. Sasaran a. Siswa memberikan respon positif terhadap kehadiran mahasiswa KKN b. Guru di SD Borangan 1 menjadi lebih kreatif dalam menciptakan model pembelajaran yang lebih menarik bagi siswa 4. Bidang Kegiatan yang Dipilih Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan khususnya Pendidikan Teknik Bangunan. Memperkenalkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan kooperatif terhadap siswa . mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan kunjungan ke sekolah dasar. menjadikan mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan tersebut di SD Negeri Borangan 1. Faktor Pendukung dan Penghambat 1) Faktor Pendukung a. Guru Kelas dan Guru yang mengampu mata pelajaran Matematika 3. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut a. sehubungan tidak ada Sekolah Menengah Kejuruan di desa Borangan. Dukungan dari pihak sekolah terhadap program mandiri mahasiswa KKN 2) Faktor Penghambat a. Selain beberapa alasan diatas.1. Maksud dan Tujuan a. 2. Meningkatkan minat siswa terhadap pembelajaran khususnya Matematika b. Keterbatasan waktu dan tenaga b. Meningkatkan kecintaan siswa terhadap Matematika c. Siswa Kelas 4 SD Negeri Borangan 1 b. Kecintaan siswa terhadap Matematika meningkat b.

Maksud dan Tujuan a. Siswa SD sebagai generasi penerus bangsa harus memiliki suatu nilai pembelajaran sikap antikorupsi sejak dini. 2. Ditengah kegiatan kami juga melakukan “ice breaking” untuk memecahkan suasana dan memberikan hadiah kepada siswa yang berani tampil didepan. namun juga bertujuan bahwa lembaga pendidikan mengajarkan bagaimana menumbuhkan nilai moral yang baik. Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Hukum. Cara tersebut disamping agar siswa lebih mudah memahami dari tujuan kami. Memberikan pengertian dari Korupsi dan dampak yang ditimbulkan kepada para siswa dengan metode yang menyenangkan dan mudah ditangkap menjadikan siswa antusias dalam kegiatan ini. Bidang Kegiatan yang Dipilih Penanaman Budaya Anti Korupsi Terhadap Siswa SD Sebagai Sarana Preventif Pemberantasan KKN (Kolusi. Dengan adanya Kuliah Kerja Nyata yang melibatkan mahasiswa untuk turun langsung di lapangan yaitu masyarakat. ZULLAIKA TIPE N H E0011348 Ilmu Hukum 1. Kegiatan dilakukan dengan melibatkan dua Sekolah Dasar (SD) yang berada di desa Borangan yaitu SDN Borangan I dan SDN Borangan II. dan Sasaran yang ingin dicapai . Tujuan. Kemajuan tersebut diantaranya yaitu menanamkan mental antikorupsi dimana korupsi sebagai salah satu faktor utama penghambat kemajuan suatu masyarakat. maka diharapkan masyarakat tersebut menjadi lebih maju dan sejahtera. kegiatan ini relevan untuk diadakan karena menanamkan budaya anti korupsi sejak dini merupakan langkah preventif sebagai usaha pemberantasan korupsi. Desa Borangan dimana jumlah anak-anak yang berpendidikan dasar cukup banyak menjadikan mahasiswa mencoba mengadakan kegiatan untuk menanamkan budaya anti korupsi terhadap siswa SD tersebut. Korupsi Dan Nepotisme) Kuliah Kerja Nyata merupakan suatu program pengabdian diri mahasiswa dalam masyarakat yang bertujuan untuk mengenal lingkungan sosial dimana dengan hal tersebut akan menumbuhkan sikap mahasiswa yang kritis terhadap permasalahan-permasalahan yang timbul di masyarakat. Menumbuhkan pemahaman sikap antikorupsi kepada siswa SD . Maksud.

. Sasaran Siswa SD di Desa Borangan 3. Kegiatan yang dipilih adalah dengan melakukan proses pendampingan dalam kegiatan pengaspalan jalan yang dilaksanakan di Desa Borangan. diharapkan tenaga pengajar memberikan pengetahuan lebih mengenai permasalahan dimasyarakat kepada siswa dengan materi yang ringan dan mudah diterima tiap bulan atau tiap minggunya. Menjadikan Desa Borangan sebagai desa maju yang bebas dari korupsi . Faktor Pendukung . Faktor Penghambat . mahasiswa memilih untuk melakukan kegiatan Pendampingan Pengaspalan Jalan yang diselenggarakan pada 10 Agustus 2014. 4. Selain itu siswa lebih peduli dengan teman-teman disekitarnya dimana hal tersebut penting untuk menumbuhkan moral yang baik bagi mereka. Tersedianya alat dan bahan yang digunakan untuk penunjang kegiatan . Adanya keterbatasan waktu ZULI ASTRIA I0111112 Teknik Sipil 1. selain itu diharapkan sekolah dapat membuat “Kantin Kejujuran” yang sederhana sebagai wujud nyata dari pembelajaran sikap antikorupsi. Bidang Kegiatan yang Dipilih Berdasarkan bidang keahlian mahasiswa Fakultas Teknik khususnya Teknik Sipil. Antusias siswa SD yang tinggi . Untuk tindak lanjutnya. Dukungan dari pihak-pihak terkait seperti aparatur daerah dan guru dari SD yang bersangkutan.. Faktor Pendukung dan Penghambat a. Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya budaya anti korupsi dan dampak yang ditimbulkan dari korupsi c. Siswa lebih berani berkompetensi dengan tampil didepan untuk menjawab pertanyaan dan mendapatkan hadiah. b. Hasil yang dicapai dan Tindak Lanjut Hasil pencapaian dari kegiatan ini menjadikan siswa mengerti arti kejujuran dan menerapkannya. b. Kondisi tempat lembaga pendidikan yang memadai .

Dukungan dari pihak-pihak Desa Borangan . Tujuan dan Sasaran yang Ingin Dicapai . Adapun beberapa permasalahan dalam pendampingan pengaspalan ini. kualitas hasil panen. Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Ternak Untuk Pembuatan Pupuk Organik a. Faktor Penghambat a. Sasaran Masyarakat Desa Borangan 3. dan biaya yang diperlukan. Masyarakat dapat sedikit mengetahui bagaimana proses pengaspalan yang baik 4. hasil pertanian utama didesa ini adalah padi. Latar Belakang Kegiatan pertanian merupakan salah satu mata pencaharian utama di desa Borangan. dan holtikultura. Terlaksananya proses pengaspalan yang lancar b. Masyarakat aktif dalam proses pendampingan pengaspalan c. KEGIATAN KELOMPOK 1. Keunggulan pupuk organik dibandingkan pupuk kimia adalah dari segi kesuburan tanah. Maksud. Masyarakat memberikan respon yang positif b. Memberikan pengetahuan tentang pengaspalan jalan b. Keterbatasan waktu dan informan b. Membantu kelancaran dalam proses pengaspalan jalan . Tetapi desa ini beberapa saat yang lalu dikatakan sebagai salah satu desa pengguna pupuk kimia terbesar dalam pertanian. Faktor Pendukung a. dan salah satunya karena kurangnya pengetahuan akan pengaspalan jalan dari masyarakat sekitar. Selain tembakau. Kecamatan Manisrenggo. Penggunaan pupuk kimia yang berlebihan akan berdampak buruk bagi kondisi tanah dan kualitas beras yang dihasilkan. Faktor Pendukung dan Penghambat . Maksud dan Tujuan a. Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang tidak merusak kesuburan tanah pertanian dan tidak mematikan jasad renik yang ada didalam tanah. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut a. Kurangnya pengetahuan dari masyarakat tentang dunia sipil B. tidak seperti pupuk kimia . 2.

dari penyuluhan ini diharapkan petani mampu secara mandiri memproduksi pupuk organik dengan memanfaatkan limbah ternak yang mereka miliki. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan penyuluhan pembuataan pupuk ini diikuti secara antusias oleh warga Desa Borangan yang berprofesi sebagai petani. yang akan merusak kesuburan tanah apabila digunakan secara terus menerus. Klaten. yaitu pada hari Minggu 10 Agustus dan Senin 11 Agustus 2014. selain itu dengan memproduksi pupuk organik secara mandiridiharapkan . yaitu pupuk cair yang berasal dari urin sapi dan pupuk padat yang dibuat dari kotoran sapi. Penyuluhan pembuatan pupuk dilaksanakan selama 2 hari. b. serta cara pembuatannya dengan memanfaatkan limbah ternak dan daun sisa panen disekitar lingkungan petani. Maka dari itu. dengan mendatangkan narasumber dari PPL Delanggu yaitu Bapak Hartono yang merupakan praktisi pembuat pupuk organik dan pembina desa penghasil beras organik di daerah Karanganom. Selain itu penggunaan pupuk organik akan menekan biaya produksi karena bahan baku pembuatan pupuk organik menggunakan limbah ternak yang dimiliki oleh petani itu sendiri. Adapun kepanitiaan kegiatan adalah sebagai berikut : Ketua Panitia : Baskoro Adi P Sekretaris : Siti Muthmainah Konsumsi : Ranika Lestari Perlengkapan : Wahyu Ariyadi Publikasi & Dokumentasi : Adi Setyaningtyas Pupuk yang dihasilkan dari kegiatan ini ada dua macam. Keunggulan lainnya dari penggunaan pupuk organik adalah kualitas hasil panen petani yang jauh lebih baik dibandingkan ketika menggunakan pupuk kimia. Namun. masyarakat desa Borangan sendiri kurang mempedulikan masalah tersebut karena kurangnya pengetahuan mereka terhadap dampak yang ditimbulkan dari penggunaan pupuk kimia secara berlebihan. Selanjutnya. agar hasil pertanian yang dihasilkan petani Desa Borangan memiliki kualitas yang baik serta dapat meningkatkan perekonomian warga Desa Borangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah petani yang bernama Bapak Haryanto. perlu diadakan penyuluhan mengenai pengurangan penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik.

30-17. Latar Belakang Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Kali Woro menjadi salah satu sungai yang dilewati aliran lahar dingin dari Gunung Merapi. Apabila Gunung Merapi meletus. c. mengakibatkan Desa Borangan menjadi salah satu daerah yang cukup rawan bencana alam. b. c. petani mampu menekan biaya produksi dan dapat meningkatkan penghasilan dari hasil pertanian mereka. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat menambah pengetahuan muda-mudi Desa Borangan agar lebih tanggap dalam menghadapai bencana alam yang sewaktu-waktu dapat terjadi. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 40 peserta dari 3 kelompok tani di Desa Borangan. penyuluhan tentang penanggulangan bencana alam ini dirasa perlu bagi masyarakat Desa Borangan untuk menambah pengetahuan mereka tentang penanggulangan bencana alam. Kelompok Tani Desa Borangan dan difasilitasi oleh Perangkat Desa Borangan. Materi dari kegiatan penyuluhan ini berisi tentang pengurangan resiko bencana berbasis masyarakat dan pemulihan pasca bencana. 23 Juli 2014 pukul 15. dan Manunggal Tani. Penyuluhan Penanggulangan Bencana Alam oleh Tagana a. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut Kegiatan penyuluhan penanggulangan bencana alam ini diikuti secara antusias oleh muda-mudi Desa Borangan. kegiatan ini diharapkan dapat berjalan secara rutin dengan pelatihan- pelatihan langsung di lapangan. 2. yaitu Kali Woro. Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/Dinas Kegiatan penyuluhan ini terlaksana berkat kerja sama dari KKN UNS dengan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Klaten dan Taruna .00. Rumpun Tani. Maka dari itu. Letaknya yang berada di sebelah utara Desa Borangan. Desa ini dilewati oleh sungai yang cukup besar. yaitu : Rukun Tani. Selain itu. Pemateri adalah mas Jaenardi dari TAGANA Klaten. Partisipasi Masyarakat dan Peran Serta Pemda/Dinas/Instansi Kegiatan Penyuluhan Pemanfaatan Limbah Ternak untuk Pembuatan Pupuk Organik ini dilaksanakan atas kerjasama antara mahasiswa KKN UNS dengan Bapak Hartono dari PPL Delanggu.

3. antara lain konsumsi makanan dan gizi. Kami berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan memberikan penyuluhan tentang penyakit yang biasa dialami lansia dan senam lansia. tingkat kesehatan. dan pemberian makanan tambahan. akan memberikan kontribusi yang besar bagi peningkatan status kesehatan dan gizi anak. Kegiatan ini juga disambut antusias oleh muda-mudi Desa Borangan selaku obyek dari kegiatan penyuluhan ini. tingkat pendidikan serta pengakuan masyarakat bahwa mereka masih mempunyai kemampuan bekerja dan pendapatan dari pensiunan yang masih rendah. evaluasi kesehatan balita. Permasalahan penduduk lansia perlu ditangani dengan strategi antara lain pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi bersama-sama dengan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan yang ditempuh pada posyandu lansia. pengecekan tekanan darah. Dalam posyandu balita dilaksanakan penimbangan berat badan. Posyandu Balita dan Posyandu Lansia a. pencatatan dalam KMS. Dalam kegiatan ini kami turut serta memberikan penyuluhan tentang manfaat ASI. Dalam kegiatan posyandu dilaksanakan penimbangan berat badan. Posyandu Lansia Peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya pada bidang kesehatan berkorelasi positif dengan meningkatnya usia harapan masyarakat Indonesia. Isu sentral masalah kependudukan yaitu masih rendahnya kualitas sumber daya lansia yang dipengaruhi langsung oleh beberapa faktor. Posyandu Balita Posyandu balita merupakan kegiatan wajib dan rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah guna meningkatkan kesehatan ibu dan balita. Latar Belakang . . Penimbangan yang dilakukan di posyandu merupakan instrumen awal penilaian status gizi balita. dan konsultasi kesehatan dengan petugas kesehatan. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah lanjut usia (lansia) setiap tahunnya. Siaga Bencana (Tagana). b. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut . Posyandu balita di desa Borangan telah dilaksanakan secara rutin tiap bulan oleh ibu bidan dibantu ibu kader posyandu. Kegiatan kesehatan secara preventif dan edukatif melalui posyandu. Kondisi yang demikian menyebabkan masih rendahnya derajat kesehatan lansia.

Perlengkapan : Wahyu Ariyadi . Posyandu Balita Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Ibu Heriyanti selaku bidan Desa Borangan dan ibu kader posyandu. Dukuh Tempel dilaksanakan pada tanggal 14. Dukuh Tempel dilaksanakan pada tanggal 14. Konsumsi : Ranika Lestari . Publikasi & Dokumentasi : Adi Setyaningtyas Balita ditimbang berat badannya dan dicatat dalam KMS serta diberikan makanan tambahan. Tidak hanya penimbangan berat badan dan pengukuran tensi. Dalam kegiatan ini mahasiswa membantu berpartisipasi dengan turut serta melakukan pengukuran tekanan darah. dan Dukuh Borangan tanggal 16. Dukuh Candirejo tanggal 15. memberikan penyuluhan tentang penyakit yang biasa dialami lansia. Kegiatan posyandu dilaksanakan rutin setiap Bulan. dan Dukuh Borangan tanggal 16. Posyandu Balita Kegiatan posyandu ini diikuti secara antusias oleh ibu dan balita warga Desa Borangan. . Kegiatan posyandu ini diharapkan dapat terus berjalan secara rutin. Kegiatan ini juga disambut antusias oleh masyarakat serta para ibu dan balita peserta posyandu. Dukuh Candirejo tanggal 15. . c. Posyandu Lansia Kegiatan posyandu lansia ini diikuti secara antusias oleh lansia Desa Borangan. diharapkan penyuluhan kesehatan lansia dan senam lansia juga berjalan rutin dalam posyandu sehingga taraf kesehatan lansia dapat meningkat. Adapun kepanitiaan kegiatan posyandu adalah sebagai berikut : . Ketua Panitia : Fitri Ika Suryani . . Kegiatan posyandu dilaksanakan rutin setiap Bulan. Kami turut serta memberikan penyuluhan tentang manfaat ASI. dan senam lansia. Posyandu Lansia . Sekretaris : Siti Mutmainah . Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/Dinas/ Instansi . Kegiatan posyandu ini diharapkan dapat berjalan rutin dan setiap pertemuan diharapkan ada penyuluhan tentang kesehatan balita agar para ibu mengerti kebutuhan balita sehingga balita dapat tumbuh kembang secara sehat.

Sasaran Kegiatan ini adalah seluruh TPA di wilayah Desa Borangan yang meliputi : TPA Al-Ikhsan Tempel. Kegiatan ini dilakukan guna membina dan membentuk karakter dan kepribadian anak. kemudian dilanjutkan dengan pembukaan dengan membaca doa. Pembinaan TPA dan Lomba Santri TPA a. dan Lomba Membaca Al-qur’an (Tilawah). Melalui kegiatan ini akan memberikan kontribusi dalam upaya peningkatan kualitas kepribaadian anak melalui pendidikan spiritual sejak dini. Latar Belakang . Lomba Adzan. Dalam Kegiatan ini diawali dengan shalat ashar berjama’ah di masjid. 4. TPA dilakukan setiap hari sedangkan diluar Ramadan. pembinaan cara wudhu. TPA Masjid Pungkruk. TPA dilakukan pada hari-hari tertentu sesuai jadwal TPA masing-masing. Kegiatan ini juga disambut antusias oleh masyarakat serta para lansia peserta posyandu. Kegiatan TPA ini meliputi kegiatan pembinaan cara membaca iqro’ dan alqur’an secara baik dan benar. meningkatkan kualitas perkembangan diri anak khususnya dalam hal spiritual serta meningkatkan ukhuwah antar anak. Diakhir kegiatan diadakan buka bersama dan shalat maghrib berjama’ah. TPA Borangan. Kegiatan ini terdiri dari Lomba Wudhu dan Shalat. shalat dan adzan yang benar. hafalan dan nyanyian islami. Lomba Santri TPA Lomba santri TPA diselenggarakan untuk meningkatkan motivasi anak dalam menuntut ilmu dan mengikuti kegiatan TPA. selanjutnya siswa berbaris untuk disimak bacaan iqro’ atau al-qur’an sesuai tingkatannya. Pembinaan TPA (Taman Pendidikan Al-qur’an) TPA merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh setiap masjid dan mushola di wilayah Desa Borangan. Pada Bulan Ramadan. Kegiatan ini diikuti oleh . dan TPA Candirejo . hafalan. baik dalam hal spiritual maupun dalam hal perkembangan diri anak. serta pembelajaran yg kreatif yang dapat meningkatkan kreatifitas anak yakni permainan. nyanyian atau pembelajaran wudhu. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Ibu Heriyanti selaku bidan Desa Borangan dan ibu kader posyandu. shalat dan adzan. kemudian anak diajarkan untuk kegiatan inti yang diisi dengan kegiatan permainan. TPA Sholihin Mranggen. Setelah selesai. TPA As-salam.

Pembinaan dilakukan oleh Ustad Ustdzah pembina TPA serta seluruh mahasiswa KKN Desa Borangan. shalat dan adzan serta kegiatan permainan edukatif. Sekretaris : Erma Dwi H . pemerintah Desa. diharapkan dengan kegiatan ini untuk meningkatkan motivasi anak dalam menuntut ilmu dan mengikuti kegiatan TPA. yakni juara 1. Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/Dinas/ Instansi . Pembinaan TPA Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Takmir masjid dan mushola. Publikasi & Dokumentasi : Zuli Astria Anak-anak diajarkan cara membaca al-qur’an yang baik dan benar. Kegiatan TPA ini diharapkan dapat berjalan rutin sebagai upaya pembentukan karakter dan kepribadian anak yang baik khususnya dalam hal spiritual. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut . Dalam kegiatan ini mahasiswa membantu berpartisipasi dengan turut serta melakukan serta menjadi panitia dan juri penilai dalam lomba santri TPA. Lomba Santri TPA . Ketua Panitia : Siti Mutmainah . Pembinaan TPA Kegiatan posyandu ini diikuti secara antusias anak-anak santri TPA di wilayah Desa Borangan. b. Lomba Santri TPA Kegiatan lomba santri TPA diikuti oleh anak-anak santri TPA di wilayah Desa Borangan. juara 2. . Perlengkapan : Baskoro Adi Prakoso . orang tua santri serta masyarakat secara umum. Kegiatan lomba santri TPA ini diharapkan dapat terus berjalan secara rutin dalam periode waktu tertentu. serta dapat menciptakan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembang anak-anak di wilayah Desa Borangan. Konsumsi : Zullaika Tipe Nur H . cara wudhu. dan juara 3. Adapun kepanitiaan kegiatan ini adalah : . Masing-masing lomba diambil 3 juara. . Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anak di Desa Borangan di masjid atau mushola di dusun masing-masing. meningkatkan kualitas perkembangan diri anak khususnya dalam hal spiritual serta meningkatkan ukhuwah antar anak. hafalan dan nyanyian islami. c. seluruh santri TPA.

rasa pasta buah). atau usaha yang tidak memerlukan modal yang besar sehingga bisa dilakukan oleh masyarakat dengan keadaan ekonomi menengah kebawah. Dokumentasi : Zullaika Tipe N H 6) Sie. Tanggal : Minggu. Perlengkapan : 1. Kegiatan ini juga disambut antusias oleh anak-anak diseluruh TPA. Maka dari itu TIM KKN UNS mengadakan kegiatan UMKM pada :  Hari. Manisrenggo.00  Tempat : Rumah Bpk. Ranika Lestari 3) Bendahara : Zuli Astria 4) Sie. Haryanto Dusun Mranggen. Acara : Adi Setyaningtyas 5) Sie. Borangan. 20 Juli 2014  Pukul : 09. Latar Belakang Usaha Micro Kecil dan Menengah (UMKM) adalah usaha rumahan yang dilakukan untuk menopang keberlangsungan kehidupan masyarakat. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Takmir masjid dan mushola. Wahyu Ariadi . Fitri Ika Suryani 2. orang tua santri serta masyarakat secara umum. pemerintah Desa. Baskoro Adi Prakoso 2. Kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) a.  Kepanitiaan : 1) Ketua :Erma Dwi Hastiningrum 2) Sekretaris : 1. Klaten  Peserta : Ibu-Ibu PKK Desa Borangan  Kegiatan yang dipilih : 1) Sosialisasi pembuatan emping aneka rasa (rasa asam manis. terlihat dari besarnya partisipasi dalam mengikuti lomba. 2) Sosialisasi pembuatan bronis kukus. Di desa Borangan terdapat Perkumpulan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang beranggotakan ibu-ibu yang berada di desa Borangan. 5.

seperti upacara bendera dan kegiatan lomba untuk anak-anak di Desa Borangan. Dilakukan sesi tanya jawab bagi ibu-ibu yang belum paham akan cara pembuatan makanan tersebut yang kemudian dijawab oleh TIM KKN UNS. dimana hari tersebut Indonesia memperingati hari Kemerdekaannya. Kegiatan berupa sosialisasi pembuatan makanan serta praktek cara pembuatan makanan tersebut sebagai usaha untuk mengembangkan ekonomi masyarakat dengan memproduksi hasil sosialisasi. acara ini terselenggara berkat kerjasama dengan pembicara yaitu Ibu Aryani dan Ibu Tutik. b. tanggal 17 Agustus disambut dengan meriah oleh seluruh warga Indonesia. . tidak terkecuali warga Desa Borangan. Rasa antusias para ibu-ibu PKK sangat tinggi yang ditunjukkan dengan banyaknya ibu-ibu PKK yang hadir dalam kegiatan UMKM yang diaakan oleh TIM KN UNS. Hasil yang Dicapai dan Tindak Lanjut Hasil yang dicapai dalam kegiatan UMKM ini adalah : . Kegiatan lomba menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia a. Oleh karena itu. Meningkatkanya pemahaman ibu-ibu PKK tentang pembuatan emping aneka rasa .pu menerapkan ilmu yang didapat dari sosialisasi kegiatan UMKM serta dapat mengembangkan menjadi usaha rumahan sebagai usaha untuk menngkatkan ekonomi masyarakat. Meningkatkanya pemahaman ibu-ibu PKK tentang pembuatan bronis kukus. c. Partisipasi masyarakat didukung sepenuhnya oleh tokoh-tokoh masyarakat seperti  Ibu Munaroh sebagai Ibu Lurah dan ketua ibu-ibu PKK desan Borangan  Bapak Ibu Haryanto sebagai pemilik rumah  Ibu Mantep sebagai ketua ibu-ibu PKK dusun Mranggen Selain dukungan dari tokoh masyarakat. kecamatan Manisrenggo. 6. Latar Belakang Tanggal 17 Agustus merupakan hari yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Tindak Lanjut kegiatan UMKM adalah ibu-ibu PKK diharapkan masyarakat ma. Kemeriahan tersebut dilakukan dengan mengadakan berbagai acara untuk memperingati hari kemerdekaan. Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/Dinas/ Instansi.

TIM KKN UNS mengadakan ikut berpartisipasi dalam perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia pada:  Hari. Kegiatan perlombaan tersebut dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mengajarkan arti nasionalisme. Lomba balap karung e. Siti Mutmainah 2. kerja sama dan rasa tanggung jawab di kalangan remaja dan anak-anak didesa Borangan. Lomba mencari koin dibuah semangka d. Lomba giring balon kedalam gawang g. tanggal : Minggu. Lomba sepak bola dengan memakai daster c. Acara : Zullaika Tipe Nurhidayah . Desa Borangan  Peserta : anak-anak. 17 Agustus 2014  Tempat : Halaman rumah Pak Wiryo Dusun Mranggen. Fitri Ika Suryani 3) Bendahara : Zuli Astria 4) Sie. Lomba mengisi air ke dalam peralon 2) Kategori remaja dan dewasa a. Lomba Voli air b. Lomba memanjat batang pisang d. Lomba memasukkan pensil dalam botol f. Lomba membawa air yang berada di nampan 3) Kategori regu a. Lomba merias wajah wanita b. Lomba makan kerupuk c. Lomba tarik tambang  Kepanitiaan 1) Ketua Pelaksana : Baskoro Adi Prakoso 2) Sekretaris : 1. Sehubungan dengan hal tersebut. remaja dan ibu-ibu dusun Mranggen  Kegiatan Lomba yang dilaksanakan : 1) Kategori anak-anak a. Lomba gendong tenggok c. Lomba kepruk kendil b.

diharapakan lomba-lomba pada Hari Kemerdekaan di Desa Borangan tetap diadakan setiap tahunnya dengan membuat kegiatan lomba yang lebih kreatif serta mengandung nilai-nilai kebaikan didalamnya. 5) Sie. Wahyu Ariyadi 2. Ranika Lestari b. Perlengkapan : 1. Selain itu dengan semangat nasionalisme juga terwujud. Selanjutnya. Partisipasi Masyarakat dan Peran serta Pemda/ Dinas/ Instansi Kegiatan Lomba Hari Kemerdekaan Indonesia di dusun Mrenggen diikuti oleh sebagian besar warga. Warga lebih berani dalam berkompetisi dengan lomba dengen mencoba memenangkan pertandingan tersebut untuk merebutkan hadiah. Adi Setyaningtyas 3. diharapkan semua warga dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini agar manfaat ataupun tujuan yang hendak dicapai dapat dirasakan oleh semua warga desa Borangan. Selain itu. Dokumentasi : Erma Dwi Hastiningrum 6) Sie. Tokoh perangkat desa juga turut berpatisipasi dalam kegiatan ini seperti Pak Pitoyo sebagai Lurah desa Borangan. Forum Pemuda desa Mranggen dan Pak Wiryo sebagai pemilik tempat dilaksanakannya kegiatan . Hasil yang dicapai dan tindak lanjut Hasil pencapaian dari kegiatan ini menjadikan warga desa lebih mengerti arti kerjasama antar kelompok. c. hal ini terlihat saat warga mengikuti upacara bendera dan menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan semangat dan hikmat.

2) Koordinasi dengan desa lokasi KKN sebaiknya ditingkatkan agar pelaksanaan program dapat lebih maksimal . Simpulan Kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh mahasiswa memberikan keterampilan untuk hidup bermasyarakat. mahasiswa mampu melaksanakan setiap rencana kegiatan dengan baik dan diharapkan dapat membantu memecahkan permasalahan yang muncul di Desa Borangan. Saran 1) Kuliah kerja nyata (KKN) sebaiknya mempertimbangkan luas desa lokasi KKN agar program KKN dapat dilaksanakan secara menyeluruh. BAB III PENUTUP A. diharapkan program yang telah terlaksana dapat terus berjalan dan memberikan perubahan positif terhadap berlangsungnya kehidupan masyarakat di Desa Borangan. Selain melaksanakan program kegiatan kelompok yang sudah direncanakan. Melalui KKN di Desa Borangan. mahasiswa memperoleh banyak pengalaman baik yang berhubungan dengan bidang keahlian masing- masing mahasiswa maupun kegiatan sosial di masyarakat. Sampai akhir masa KKN. mahasiswa juga mampu membantu warga dengan memanfaatkan bidang keahlian yang mereka miliki melalui kegiatan mandiri yang dilakukan oleh masing- masing mahasiswa. Setelah berakhirnya masa KKN. B. KKN mengajarkan mahasiswa untuk mengamalkan pengetahuan yang mereka dapatkan dibangku perkuliahan untuk memecahkan permasalahan yang muncul di masyarakat tempat tinggal mahasiswa selama mengikuti KKN.