You are on page 1of 50

NASKAH

RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA
(RPJM DESA)
TAHUN 2011-2015

DESA : KLUWAN
KECAMATAN : PENAWANGAN
KABUPATEN : GROBOGAN
DAFTAR ISI
BAB I : PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2. Dasar Hukum
1.3. Pengertian
1.4. Tujuan
BAB II : PROFIL DESA
2.1. Kondisi Desa
2.1.1. Sejarah Desa
2.1.2. Geografi
2.1.3. Demografi
2.1.4. Keadaan Sosial
2.1.5. Ekonomi
2.2. Kondisi Pemerintahan Desa
2.2.1. Pembagian wilayah desa
2.2.2. Struktur Organisasi Pemerintah Desa
BAB III : POTENSI DAN MASALAH
3.1. Potensi
3.2. Masalah
BAB IV : RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA
4.1. Visi dan Misi
4.1.1. Visi
4.1.2. Misi
4.2. Kebijakan Pembangunan
4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa
4.2.2. Potensi dan Masalah
4.2.3. Program Pembangunan Desa
4.2.4. Strategi Pencapaian
4.2.5. Arah kebijakan keuangan
BAB. V : PENUTUP
Lampiran:
1. Peta Sosial Desa
2. Tabel data potensi. masalah, dan tindakan pemecahan masalah
3. Tabel Rencana Pembangunan Desa

2
ADS TB RPJMDesa 14-19
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Bahwa berdasarkan Undang – undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah yang merupakan pengganti Undang – undang Nomor 22 Tahun
1999, Desa atau yang disebut dengan nama lain yang selanjutnya disebut Desa adalah
kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas – batas wilayah yuridis, berwenang untuk
mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal – usul dan
adat istiadat setempat yang diakui dan/ atau dibentuk dalam sistem Pemerintah Nasional
dan berada di Kabupaten/Kota, sebagaimana dimaksud dalam Undang – Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
Pemikiran dalam pengaturan mengenai desa adalah keanekaragaman, partisipasi,
otonomi asli, demokratisasi dan pemberdayaan masyarakat .Berdasarkan pola pemikiran
dimaksud, dimana bahwa berwenang mengurus kepentingan masyarakat setempat
berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan/atau dibentuk dalam
sistem Pemerintahan Nasional dan berada di Kabupaten/Kota, maka sebuah desa
diharuskan mempunyai perencanaan yang matang berdasarkan partisipasi dan
transparansi serta demokrasi yang berkembang di desa, maka desa diharuskan
mempunyai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) ataupun
Rencana Pembangunan Tahunan Desa (RKP Desa).
RPJM Desa KLUWAN ini merupakan rencana strategis Desa KLUWAN untuk
mencapai tujuan dan cita-cita desa. RPJM Desa tersebut nantinya akan menjadi dokumen
perencanaan yang akan menyesuaikan perencanaan tingkat Kabupaten. Spirit ini apabila
dapat dilaksanakan dengan baik maka kita akan memiliki sebuah perencanaan yang
memberi kesempatan kepada desa untuk melaksanakan kegiatan perencanaan
pembangunan yang lebih sesuai dengan prinsip-prinsip Pemerintahan yang baik (Good
Governance) seperti partisipasif, transparan dan akuntabilitas.

1.2. Landasan Hukum
a. Undang–Undang Nomor 13 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah – Daerah
Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Tengah, jo Peraturan Pemerintah

3
ADS TB RPJMDesa 14-19
Nomor 32 Tahun 1950 tentang Penetapan Mulai berlakunya Undang- Undang Nomor
13 Tahun 1950.
b. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-
undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389).
c. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421.
d. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-
Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4548.
e. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negaran Tahun 2004
Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438).
f. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4587).
g. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan
Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 165, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 4593.
h. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2006 tentang Tata Cara Penyusunan
Rencana Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006
Nomor 97, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4664).
i. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2007 tentang Perencanaan
Pembangunan Desa.
j. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 414.2/1408/PMD tanggal 31 Maret 2010
tentang Petunjuk Tehinis Perencanaan Pembangunan Desa.

4
ADS TB RPJMDesa 14-19
k. Peraturan Daerah Kabupaten Grobogan Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pedoman
Pembentukan dan Mekanisme Penyusunan Peraturan Desa ( Lembaran Daerah
Kabupaten Grobogan Tahun 2009 Nomor 3 Seri E ).
l. Peraturan Bupati Grobogan nomor 42 tahun 2010 tentang Perencanaan
Pembangunan Desa;

1.3. Pengertian
1. Keputusan Kepala Desa adalah semua keputusan yang bersifat mengatur dan
merupakan pelaksanaan dari peraturan desa dan kebijaksanaan Kepala Desa yang
menyangkut pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan
2. Keputusan BPD adalah semua Keputusan BPD yang ditetapkan oleh BPD.
3. Pembangunan Jangka Menengah yang selanjutnya disingkat RPJM-Desa adalah
dokumen perencanaan untuk periode 5 (lima) tahunan yang memuat arah
kebijakan pembangunan desa, arah kebijakan keuangan desa, kebijakan umum,
program, program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan
program prioritas ke wilayahan, disertai dengan rencana kerja.
4. Rencana Kerja Pembangunan Desa yang selanjutnya disingkat RKP-Desa adalah
dokumen perencanaan untuk periode 1 (satu) tahun yang merupakan penjabaran
dari RPJM-Desa yang memuat rancangan kerangka ekonomi desa, dengan
mempertimbangkan kerangka pendanaan yang dimutahirkan, program prioritas
pembangunan desa, rencana kerja dan pendanaan serta prakiraan maju, baik yang
dilaksanakan langsung oleh pemerintah desa maupun yang ditempuh dengan
mendorong partisipasi masyarakat dengan mengacu kepada Rencana Kerja
Pemerintah (RKP).
5. Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa adalah lembaga yang dibentuk oleh
masyarakat sesuai kebutuhan dan merupakan mitra pemerintah desa dalam
memberdayakan masyarakat.
6. Kader Pemberdayaan Masyarakat yang selanjutnya disingkat KPM adalah anggota
masyarakat desa yang memiliki pengetahuan, kemauan untuk menggerakkan
masyarakat berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan
partisipatif.
7. Profil Desa adalah gambaran menyeluruh tentang karakter desa yang meliputi data
dasar keluarga, potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, kelembagaan,
prasarana dan sarana serta perkembangan kemajuan dan permasalahan

5
ADS TB RPJMDesa 14-19
yang dihadapi desa.
8. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disingkat
(APBDesa)adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan desa yang
dibahasdan disetujui bersama oleh pemerintah desa dan Badan
PermusyawaratanDesa, dan ditetapkan dengan Peraturan Desa Anggaran
9. ADD adalah Alokasi Dana Desa.
10. Visi adalah gambaran tentang kondisi ideal desa yang diinginkan.
11. Misi adalah pernyataan tentang sesuatu yang harus dilaksanakan sehingga Visi dapat
terwujud secara efektif dan efisien.

1.4. Tujuan dan Manfaat
Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) Desa
KLUWAN ini berisi tentang Pembangunan 5 ( lima ) tahaun ke depan. Dengan dokumen
ini dimaksudkan dapat menjadi landasan dan pedoman penyelenggaraan Pemerintah Desa
dan Masyarakat Desa dalam Pelaksanaan Pembanngunan di desa. Adapun RPJMDesa
mempunyai tujuan dan manfaat sebagai berikut:
1. Tujuan RPJM Desa
a. Agar Desa memiliki dokumen perencanaan pembangunan desa dalam lingkup
skala desa yang berkesinambungan dalam waktu 5 tahun dengan menyelaraskan
kebijakan pembangunan Kecamatan maupun Kabupaten.
b. Sebagai dasar/pedoman kegiatan pembangunan Desa KLUWAN
c. Sebagai masukan penyusunan RAPB Desa KLUWAN .
2. Manfaat RPJM Desa
a. Lebih menjamin kesinambungan pembangunan.
b. Sebagai rencana induk pembangunan desa yang merupakan acuan pembangunan
desa.
c. Pemberi arah seluruh kegiatan pembangunan di desa.
d. Menampung aspirasi kebutuhan masyarakat yang dipadukan dengan program
pembangunan dari pemerintah.
e. Dapat mendorong partisipasi masyarakat masyarakat.

6
ADS TB RPJMDesa 14-19
BAB II
PROFIL DESA
2.1 Kondisi Desa
2.1.1 Sejarah Desa
Pada jaman dahulu Desa KLUWAN berupa hutan belantara, suatu ketika
datang tiga orang yang yang terdiri dari dua orang laki- laki dan seorang perempuan.
Yang mana mereka merupakan sepasang kekasih yang diikuti seorang pamomong
atau disebut abdi. Ketiga orang tersebut datang dari kerajaan Mataram Hindu, yang
mana kepergiannya mereka dikarenakan melarikan diri dari keraton, akibat
pernikahan keduanya tidak disetujui oleh orang tuanya. Dalam melarikan diri tersebut
agar tidak diketahui oleh pihak keraton mereka berdua menyamar dan
menyembunyikan nama sebenarnya. Mereka hanya memiliki sebutan Dampit saja
dan abdinya yang dengan sebutan Singa Pengaji. Mereka keluar dari keraton hanya
berbekal lima pasang biji tumbuh- tumbuhan yaitu biji asam, biji wuni, biji serut, biji
berasan dan biji kepuh. Pada hari suatu tibalah mereka di sebuah tempat, dan
mereka beristirahat di bawah suatu pohon Pucang. Dan kelak dikemudian hari tempat
tersebut menjadi sebuah pemukiman yang disebut Desa Pucang. Karena masih terasa
belum aman, takut utusan keraton mengejar , mereka berlari terus ke timur dan
sampailah di suatu tempat dengan napas tersengal- sengal atau bahasa Jawanya
menggeh- menggeh, kemudian tempat tersebut kemudian hari disebut Desa Sanggeh.
Karena masih belum cocok ditempat tersebut dan belum aman mereka terus
mengembara ke timur dan sampailah di suatu tempat yang terdapat alat penjerat
harimau atau disebut dengan grogolan, dan tempat tersebut pada saat ini menjadi
sebuah dusun yaitu dengan nama Grogol.. Mereka dari tempat tersebut terus berlari
ke arah barat laut dan tiba disuatu tempat, namun hatinya masih was- was masih ada
rasa ketakutan kalau musuh masih mengejar, karena hati merasa was- was tersebut
tempat itu kemudian hari disebut Dusun Mamang, mereka terus berlari ke barat laut
tibalah di suatu tempat yang udaranya terasa dingin yang dalam bahasa Jawa disebut
jekut dan atis, yang kelak dikemudian hari tempat tersebut menjadi sebuah dusun
yang disebut Jetis, dari kata jekut dan atis, karena merasa kurang nyaman mereka
terus ke barat dengan menyeberang sungai, dan disitu mereka bertemu dengan
seorang dan ditanya, namun orang tersebut tidak mau jawab dan seolah- olah
mbodoni, dan kemudian hari tempat tersebut menjadi Dusun Mbodo. Karena merasa

7
ADS TB RPJMDesa 14-19
jengkel mereka terus balik arah ke timur laut dan sampailah mereka di suatu tempat
mereka beristirahat, sambil melepas penat Dampit minta naik punggung ( bahasa
jawanya pungli ) pada abdinya. Di kelak kemudian hari menjadi sebuah dusun yang
disebut Mungkli ( Desa Kandangan). Dan dari tempat tersebut beliau memandang
ke arah barat terdapat tempat yang luas dan terbuka atau bahasa jawanya ngilak- ilak
atau ngablak, dan tempat tersebut dikemudian hari menjadi sebuah tempat dengan
sebutan Dusun Ngablak ( Desa Ngraji ). Mereka masih merasa belum nyaman
ditempat dan akhirnya mereka kembali ke barat lagi dan tiba di suatu tempat yang
nyaman untuk tempat tinggal. Di tempat baru tersebut Dampit berdua akhirnya
menetap dan tingggal di situ, dengan sebutan Mbah Dampit. Mereka kemudian
menanam biji- biji pohon yang dibawanya tadi, yaitu biji wuni, biji asem, biji serut, biji
berasan dan biji kepuh. Biji biji itu tumbuh dan menjadi pohon yang besar, dan yang
paling besar dalah pohon kepuh, dan kelak dikemudian tempat tinggal Mbah Dampit
tersebut menjadi sebuah dusun yang besar yaitu Dusun Kepuh. Karena sudah
merasa tenang bahwa sudah bisa menetap dengan nyaman tidak ada kejaran dari
pihak keraton, maka Mbah Dampit mengutus abdi Singa Pengaji untuk membuka
tempat baru di sebelah utara Dusun Kepuh, yang kelak dikemudian hari disebut
dengan Desa Ngraji Wilayah Kecamatan Purwodadi. Seiring perginya dari keraton
dan tinggal menetap di tempat baru tersebut. Ahirnya tersiar juga sampai Madiun
bahwa ada trah keraton Mataram, yang tinggal di Dusun Kepuh. Maka ada dua orang
Demang yang bernama Demang Pancayudho dari Mataram dan yang satunya
bernama Demang Pancataru dari Madiun turut serta tinggal di Dusun Kepuh
mengikuti Mbah Dampit. Mbah Dampit berdua sampai akhir hayatnya menetap di
Dusun Kepuh, namun tidak memiliki keturunan Sedangkan Mbah Demang Pancayuda
inilah yang sampai saat ini keturunnya masih ada di Dusun Kepuh, dan sampai saat
ini peninggalan Mbah Dampit yang masih ada adalah pohon kepuh dan makam beliau
berdua , makam Mbah Pancayudha bersama istri dan makam Mbah Pancataru
beserta istri . Sedangkan untuk pohon wuni, pohon asem, dan pohon serut dan pohon
berasan, sekitar pada tahun 1990 an mati meranggas, dan pohon kepuh yang
satunya roboh karena topan. Selain makam dan pohon masih ada sumur tua, yang
disebut sumur brumbung, namun sumur tersebut sudah direhap menjadi sumur biasa
dan yang satunya lagi juga ditemukan sebuah arca , lingga, yoni dan batu- batu kuno
pada tahun 1970. Dan penemuan tersebut saat ini sudah tidak berada di Dusun
Kepuh namun sudah dibawa dinas purbakala untuk dilakukan penelitian di Magelang.

8
ADS TB RPJMDesa 14-19
Tempat – tempat yang disinggahi Mbah Dampit dan Mbah Singa Pengaji
tersebut dikemudian hari menjadi dusun dan desa yang terdiri sebagai berikut :
1. Desa Pucang wilayahnya khusus Pucang
2. Desa Sanggeh yang wilayah meliputi Dusun Sanggeh, dan Dusun Grogol .
3. Desa Kepuh yang wilayahnya meliputi Dusun Kepuh, Dusun Mungkli, Dusun
Mamang, Dusun Jetis dan Dusun Mbodo.
4. Desa Ngraji ( Kecamatan Purwodadi ) dengan salah satu wilayahnya bernama
Dusun Ngablak.
Masing masing desa tersebut mempunyai seorang Kepala Desa yang dulu
disebut dengan Lurah dengan beberapa pamong yang terdiri dari Carik, Kamituwa,
Bayan, Kepetengan dan Modin. Namun sebelum tahun 1800 salah satu wilayah desa
Kepuh yaitu Dusun Mungkli menjadi milik Desa Kandangan Kecamatan Purwodadi,
karena dijual oleh Lurah zaman dulu. Dan uangnya dibagikan kepada kepala keluarga
dusun Kepuh. Hal ini dilakukan karena dusun tersebut letaknya jauh dari Kepuh.
Selain legenda tersebut dia atas juga ada beberapa legenda yang yeng
terjadi diwilayah Desa KLUWAN
1. Legenda Bumi Gendingan Depok
Di wilayah Desa KLUWAN terdapat tanah yang letaknya di wilayah Desa
KLUWAN namun bukan milik Desa KLUWAN tapi milik Desa Depok. Konon dulu
tanah tersebut juga merupakan wilayah Desa KLUWAN , namun pada suatu hari
tiba- tiba ditemukan mayat di tanah tersebut. Dan tidak diketahui siapa mayat
tersebut, orang KLUWAN juga tidak mau mengurusinya, karena ketakutan akan
dituduh sebagai pembunuh. Akhirnya datang seorang yang mau mengurusi mayat
tersebut dan orang tersebut berasal dari wilayah lain desa dengan minta syarat
agar semua tanah yang dilewati waktu dia membawa mayat tersebut sampai ke
jalan menjadi milik desanya. Warga desa KLUWAN memperbolehkannya, dan
akhirnya mayat tersebut dibawa orang tersebut, namun tidak langsung menuju
jalan, tetapi orang tersebut terlebih dahulu berputar cukup jauh mengelilingi
beberapa hektar wilayah desa KLUWAN dan baru menuju ke jalan. Karena sudah
kalah janji akhirnya beberapa hektar wilayah Desa KLUWAN tadi menjadi milik
orang tersebut. Dan saat ini menjadi milik aset Desa Depok Kecamatan Toroh.
Dan merupakan sumber PAD yang penting bagi Desa Depok karena harga
sewanya tinggi.
2. Legenda sewa perangkat gamelan/ gong.

9
ADS TB RPJMDesa 14-19
Konon disebelah utara Waduk Sanggeh yaitu tepatnya di tegalan sekarang milik
Mbah Kanar Alamahum, ada persewaan gong/ kerawitan ghaib. Bila mana ada
warga yang punya hajat dan ingin meramaikan dengan kerawatin/ gong cukup
dengan pinjam dengan cara meletakan sedikit uang dan beberapa sesaji di
tempat tersebut, maka dengan sendirinya seperangkat gong/ kerawitan tersebut
akan muncul dengan sendirinya ditempat tersebut, dan tinggal membawa pulang
ke rumah yang punya hajat. Gong tersebut bisa dimainkan oleh warga yang
biasanya menjadi pengrawit/ niyaga. Dan kalau sudah selesai tinggal
dikembalikan ke tempat semula dan akan lenyap dengan sendirinya. Namun
karena manusia juga banyak yang bersifat serakah, ada yang pinjam gong ghaib
tersebut tapi tidak semua dikembalikan. Sehingga dikemudian hari ketika ada
yang pinjam gong ghaib tersebut gong tersebut tidak muncul lagi sampai saat ini.
3. Legenda Sendang Wedelan
Sendang ini dulu terletak di sebelah timur Dusun Sanggeh, dan konon bilamana
ada orang yang ingin mewarnai kain/ pakaiannya atau dalam bahasa disebut
medel, cukup dengan mencelupkan kedalam sendang tersebut dengan membawa
bebebrapa sesaji. Dan sehari setelahnya kain/ pakaian tersebut akan berubah
warna menjadi hitam. Namun saat ini hal tersebut tidak bisa dilakukan.
Kembali ke sejarah Desa KLUWAN , pada tahun 1923 pada era Bupati
Grobogan dipimpin oleh Pangeran Aryo Sunarto mengadakan pengaturan
administrasi desa dengan menggabungkan desa- desa kecil yang secara ekonomis
kurang menguntungkan di Grobogan menjadi sebuah desa. Dan Desa KLUWAN juga
demikian, dari ketiga desa dari empat desa kecil tersebut tersebut digabung menjadi
satu atau dengan kata lain diadakan blengketan dan menjadi sebuah desa baru,
dengan pusat desa tersebut menjadi dusun yang baru dikemudian hari dikenal
menjadi Dusun Mbaru. Sedangkan untuk nama desa disebut KLUWAN . Konon dulu
di pertigaan jalan Mbaru terdapat sebuah pohon randu alas yang tinggi dan besar,
dan akarnya lebar menjulur keluar atau dalam bahasa jawa disebut dengan nama
tambi . dan tempat tersebut dijadikan tempat berteduh warga diwaktu hujan maupun
terik dari panas matahari. Sehingga lama kelamaan tempat beradanya tambi tersebut
menjadi ramai atau rejo, yang akhirnya kelak dikemudian hari dijadikan sebagai nama
desa yaitu KLUWAN . Jadi nama KLUWAN dapat dikandung maksud sebuah tempat
yang nyaman sebagai tempat tinggal yang warganya untuk dapat hidup makmur.
Setelah diadakan blengketan/ penggabungan desa dilanjutkan dengan pilihan Lurah

10
ADS TB RPJMDesa 14-19
baru, dengan calon dari masing- lurah lama dari ketiga desa sebelum digabung yaitu
: Lurah Patmodipura dari Kepuh, Lurah Sanggeh, Lurah Pucang ditambah dengan
calon independen yang pekerjaan sehari- harinya sebagai tukang jahit, beliau
bernama Dullah. Dan pada hari pilihan lurah tersebut pemilihnya dari tiga desa
tersebut dengan cara memasukan lidi dalam bumbung ke salah satu dari empat
bumbung milik calon lurah. Sampai akhirnya terpilih dengan jumlah lidi terbanyak
dalam bumbung milih calon Lurah Dullah.yang akhirnya Bapak Dullah menjadi Lurah
Desa KLUWAN dengan Cariknya Hadi Sasmito sampai dengan tahun 1934. Dan
tahun 1934 Bapak Dullah meninggal dunia dan diadakan pilihan lurah dan
dimenangkan oleh Bapak Hadi Sasmito yang semula dari Carik, dan dengan dikuti
calon lurah yang lain yaitu Bp. Setiya Atmadja dan Bp. Ngari. Adapun untuk jabatan
carik diganti dengan Carik yang baru bernama Marto Suyono. Bapak Hadi Sasmito
karena aturan baru tidak bisa menjabat sampai akhir hayatnya dan dipensiunkan
pada tahun 1975 dan sampai tahun 1979 Lurah KLUWAN dijabat oleh Pejabat
Sementara oleh Bapak Mas Hari Haiyanto, dan pada saat itu Carikya adalah Bapak
Bambang Sidi. Pada era Bapak Mas Hari- Hariyanto ini tepatnya tahun 1977
diadakan pergantian nama untuk beberapa dusun sebagai berikut :
a. Dusun Mamang diganti nama menjadi Dusun Mangunrejo. Mangunrejo berasal
dari kata mangun berarti membuat atau membangun dan rejo berarti ramai dan
makmur, jadi mangun rejo berarti membangun dusun agar warganya menjadi
makmur.
b. Dusun Mbodo diganti menjadi Dusun Sendangsari. Sebenarnya untuk dusun
Mbodo ini ada dua usulan nama yaitu Tegalrejo dan Sendangsari, yang tegalrejo
usulan dari Bapak Ripin selaku Kamituwa/ Kadus Sendangsari dan Sendangsari
usulan dari Bapak Rono Redjo Radijo selaku ketua Rukun Kampung. Artinya
sama- sama bagus, tegalrejo berasal dari kata tegal yang berarti tempat/ lahan
untuk tanam, rejo artinya ramai dan makmur jadi tegal rejo berarti tempat yang
makmur dan ramai. Sedangkan sendangsari berasal dari kata sendang dan sari,
sendang adalah tempat dan sumber air dan sari adalah yang terbaik. Jadi
sendangsari adalah tempat dan sumber air yang terbaik dan menyejukan. Namun
akhirnya Bapak Kamituwa Ripin memilih Sendangsari karena di Mbodo ada sumur
tua yang trembalangnya ( penyekat ) terbuat dari kayu jati, dulu sumber airnya
sangat deras, yang bisa mencukupi kebutuhan warga Mbodo dan sekitarnya.
c. Dusun Mbaru menjadi Dusun KLUWAN , karena sebagai pusat desa.

11
ADS TB RPJMDesa 14-19
Pada tahun 1979 diadakan Pilihan Kepala Desa dan dimenangkan oleh
Bp. Soekarno, yang pada tahun 1989 diadakan Pilkades lagi dimenangkan oleh Bp
Soekarmanto dan menjabat sampai dengan tahun 2007, karena aturan hanya bisa
menjabat dua kali maka pada tahun 2007 dengan Pilkades dimenangkan oleh Bp
Yakub Raras Puspitanianto, S.Sos. yang merupakan putra dari Bapak
H.M.Soekarmanto kepala desa lama.
Dan untuk lebih detailnya kejadian baik dan buruk yang terjadi di Desa
KLUWAN bisa kami gambarkan dalam matrik berikut :
Tahun Kejadian Baik Kejadian Buruk
 Dibangun Stasiun KA dan Rel
KA di Gambringan
1921  Dibangun waduk Gambringan Penjajahan Belanda
 Dibangun waduk Sanggeh

 Penggabungan desa/
blengketan desa dan Pemilihan
Lurah Desa KLUWAN Pertama
terpilih Bp. Dullah dari Kepuh
1923  Diadakan program trilogi desa Penjajahan Belanda
dari Kanjeng Bupati Pangeran
Aryo Sunarto dengan
membangun Lumbung Desa,
Kantor Desa dan Sekolah Desa
Pemilhan Lurah Desa dan terpilih
1934
Bp Hadi Sasmito, dari Kepuh
1936 Plangsiran/ pemetaan tanah
Bangsa Indonesia
Penjajah belanda di usir dari termasuk Desa KLUWAN
1942 Indonesia termasuk di Desa dikuasai oleh Jepang
KLUWAN rakyat menderita dan
banyak pageblug
Belanda datang lagi ke
Indnesia Merdeka diproklamirkan
1945 Indonesia dan diusir oleh
oleb Bung Karno dan Bung Hatta
Bangsa Indonesia
Bebrapa pemuda desa mau turut
serta berangkat ke medan laga
Semarang dengan naik kereta api
1947 dengan senjata bambu runcing, Agresi Milter Belanda I
namun sampai di stasiun
Brumbung dicegah oleh Tentara
Indonesia, karena persenjaan
 Pasukan Siliwangi datang di  Aper Madiun
Grobogan membebaskan dari (pemberontakan PKI )
1948-
cengkeraman PKI/ Muso /Amir juga terimbas di
1949
Syarifudin. Di Dusun Kepuh Kabupaten Grobogan dan
terjadi pertemuan Bp. Sudarjo terjadi Pemerintahan

12
ADS TB RPJMDesa 14-19
Camat PENWANGAN yang Grobogan didomisir oleh
bisa meloloskan diri dari FDR PKI . sedangkan di
tawanan PKI dengan Pasukan KLUWAN terjadi
Depan Siliwangi, dan akhirnya pengaplingan banda desa
Bp Sudarjo dikukuhkan dan upah perangkat desa
kembali menjadi Camat dibagikan warga, dan ada
PENWANGAN dan mendapat pergantian jabatan kepala
tugas menyiapkan logistic bagi desa dan pamong desa
pasukan Siliwangi yang baru oleh anggota PKI.
bergerak.  Camat PENWANGAN (
 Bebarapa Warga Desa Bp Sudarjo ) beserta
KLUWAN turut membantu beberapa orang ditawan
sarana untuk perang gerilya oleh PKI, jabatan camat
pejuang yang bermarkas di diduduki oleh Soeratin )
Genengsari, akibat Agresi  2 orang tokoh Masyumi (
militer Belanda ke 2, karena Dr. Syamsu dan Ir.
pejuang / tentara diantaranya Sofiah) yang baru datang
Kapten Rusdiyat dan kawan- dari Surabaya denga naik
kawan yang menuju maupun kereta api setiba di
dari Genengsari ada yang stasiun Gambringan
lewat melalui jalur KLUWAN - diturunkan oleh baliyon
Kepuh- Jetis – Sendangsari, Martono PKI/Muso dan
dan di Sendangsari, untuk disiksa kemudian dibunuh
melakukan penyamaran dan di Jati pohon, dan oleh
pengintaian musuh dengan rakyat dimakamkan di
bertukar pakaian dengan belakang Masjid
pakaian milik warga . Menduran, namun pada
tahun 1971 dipindah
dibelakang masjid Baitul
Makmur Purwodadi.
 Agresi milter ke 2, ada
beberapa tokoh desa
yang dipenjarakan oleh
Belanda, karena
membantu para tentara
dalam berjuang, dan
banyak masyarakat
mengungsi ke Desa lain .

Terselenggara Pemilu pertama kali
dengan banyak kontestan dan 3
kontestan suara terbanyak di
1955 Desa KLUWAN :
1. PNI
2. PKI
3. NU
Gagal panen karena
1963
hama tikus
Terjadi G 30 S PKI, dan
1965 banyak warga KLUWAN
yang di penjarakan

13
ADS TB RPJMDesa 14-19
Ada Warga meninggal
1966 Pendirian mushola- mushola
minum racaun tikus
1967 Bantuan bulgur
Ditemukan arca, yoni, lingga dan
1970
batu- batu kuno
1971 Program KB masuk desa
Pemindahan Kantor Desa,
lumbung Desa dan SD dari ujung
1975
Timur Dusun KLUWAN ke arah
barat saat ini.
1976 Pembangunan SD Inpres
 Pemilu pertama era ORBA
Dengan peserta urutan suara
terbanyak sbb :
1. Golkar
2. PDI
3. PPP
1977
 Mbah Hadi Sasmito dipurnakan
karena aturan, dan Kepala
Desa dijabat oleh PjS yaitu Bp.
Mas Hari Hariyanto dari
Sanggeh.

Pilkades terpilih Bp. Sukarno
dengan dikuti 8 calon yaitu :
1. Sukarno
2. Mas Hari Hariyanto
3. Soekarmanto
1979 4. Sutoyo Asriyanto
5. Suyono
6. Dasimin
7. Suprapto
8. Supriyatin

 Ada warga meninggal
minum racun tikus
1980  Hama wereng
menyerang, tanaman
padi puso/ gagal panen
 Pemilu kedua era ORBA
Dengan peserta urutan suara
terbanyak sbb :
 Golkar
 PDI
1982  PPP
 Pembangunan Jembatan
Sendangsari Jetis untuk
pertama kalinya dimotori oleh
Mahasiswa KKN IAIN Wali
Sanga Semarang

14
ADS TB RPJMDesa 14-19
Ada warga korban petrus,
dan Bp Soleman Kadus
1983 Kepuh kena peluru
senjata api karena salah
tembak.
 Juara Kelompok Tani Nasional
 Mendapat Kunjungan Menteri
1985-
Pertanian ke Desa KLUWAN
1986
panen kapas
 Listrik Masuk Desa
 Pemilu ke tiga era ORBA
Dengan peserta urutan suara
terbanyak sbb :
Ada banyak warga
1987  Golkar
terserang DB
 PDI
 PPP
 Juara lomba kelompok ternak
 Rehap balai Desa dari bentuk
1988 lama kebentuk Joglo

 Pilkades terpilih Bp.
Soekarmanto sebagai Kades
diikuti 6 calon kades yaitu :
1. Soekarmanto
1989 2. Sukarno
3. Sutoyo Asriyanto
4. Kasdi
5. Narto
6. Parmo

 Pembangunan Kantor Desa
1990  Bantuan Padat karya
 Bantuan Pemugaran Rumah
 Rehap Balai Desa
 Terbangunnya jaringan irigasi
1991
dari kedung ombo di wilayah
desa KLUWAN
 Pembangunan gedung PKK
 Pemilu ke empat era ORBA
Dengan peserta urutan suara
terbanyak sbb :
1992
 Golkar
 PDI
 PPP

 Pemindahan dan rehap Masjid 1 orang tenggelam di
1994
Desa jaringan irigasi

15
ADS TB RPJMDesa 14-19
 Pergantian Sekdes dari Bapak
Bambang Sidi digantikan oleh
Sarah
Mendapat kunjungan Menteri
1995 Ada Warga gantung diri
pertanian panen raya jagung
 Kelompok P4K Dusun Kepuh
mendapat Kunjungan dari salah
2 orang tenggelam di
1996 Menteri dari Negara India
sungai
 Ada pemetaan tanah dengan
SISMIOP
Pemilu, ke lima era ORBA
Dengan peserta urutan suara Krisis moneter bahan
terbanyak sbb : pangan mahal, banyak
pengangguran di desa
1997  Golkar
karena yang boro kerja di
 PDI
Jakarta tidak
 PPP mendapatkan pekerjaan.
 Raskin pertama kali
 PDMDKE pertama kali
 Pilkades terpilih Bp.
Soekarmanto untuk masa
Jabatan kedua menjadi Kades
dengan diikuti 8 calon kades :
1. Soekarmanto
2. Sutoyo Asriyanto
1998 3. Maryono Ada Warga gantung diri
4. Sapuji
5. Mulyono
6. Bambang
7. Sutarjo
8. Suprapto
 Desa KLUWAN mendapat
alokasi Bidan Desa dan
Poliklinik Desa namanya Ibu
Triyatmi
Pemilu pertama era Reformasi
dengan dikuti oleh 48 Kontestan
dengan perolehan suara terbanyak
di Desa KLUWAN sbb : Panen gagal karena hama
1999
wereng
 PDIP
 Golkar
 PKB
 Program pengganti PDMDKE
yaitu PPK pertama kali
pembangunan jalan Timur
2000 Mangunrejo dan SP PPK
 Pembangunan Pasar Krenseng.
 Pembangunan kantor BPD

2001  Pembangunan jalan Kepuh dari

16
ADS TB RPJMDesa 14-19
PPK
 Rehap gedung TK 1
 Pembangunan talud Sanggeh
Grogol dari PPK
2002
 Berdiri PAUD Langgeng Rejeki
di Pucang Utara
Bencana Angin Topan
 Pengaspalan jalan Pucang melanda dusun kepuh.
 Pembangunan talud Pucang Rumah banyak roboh,
2003
dari PPK sehingga di kunjungi
 Rehap gedung TK 2 gubernur Jeteng Bapak
Mardiyanto
 Pemilu kedua era reformasi
dengan dikuti oleh 24 Kontestan
dengan perolehan suara
terbanyak di Desa KLUWAN
sbb :
 PDIP
 Golkar Ada warga banyak
2004
 Demokrat terserang DB
 Diselenggarakan Pemilu
Presiden dan Wapres pertama
kali dan untuk Nasional terpilih
Bp. Susilo Bambang Yudoyono
dan Bp Yusuf Kala

 Rehap Gedung TK 3
 Terbangun Bumi perkemahan
Kala Cakra di Sanggeh dan di
resmikan oleh Gubernur Jateng
2005
Bapak Mardiyanto
 Ada program BLT pertama kali
 Renovasi SDN II

Pilkadasung pertama Kabupaten
Grobogan terpilih Bp. Bambang
2006 Pujiyono sebagai Bupati dan Bp.
Icek Baskoro sebagai wakil Bupati
Grobogan
 Terbangun Jembatan beton
untuk pengganti jembatan  Bencana Banjir
Sendangsari- Jetis menimpa Desa
 Pengaspalan Jalan Sanggeh, KLUWAN dalam
KLUWAN , Grogol , Kepuh, Jetis seminggu terjadi dua
2007 dan Sendangsari kali
 Pilkades teripilih YR.  Ada Rumah warga
Puspitanianto S.Sos. dengan terbakar
diikuti calon kades :  Ada banyak warga
1. Hari terserang DB
2. Suwoyo

17
ADS TB RPJMDesa 14-19
3. Warsono
4. Y.R. Puspitanianto
 Juara 2 Lomba kelompok ternak
Sapi Nasional
 Jalan DPU di Beton
 Terbangun Tower air dari
Pamsimas
 Terbangun jalan beton
kabupaten di wilayah desa
KLUWAN
 Pemilu Gubernur dan Wakil  Tower air hasil
Gubernur Jateng secara Pamsimas belum
langsung pertama kalinya berfungsi karena
2008 terpilih Bp Bibit Waluyo dan Ibu belum ada sumber air
Rustriningsih  Gedung dan rumah
 Kunjungan Ketua Umum HKTI, warga roboh karena
Bp. Prabowo Subiyanto di Desa angin topan
KLUWAN
 Jalan DPU di Beton
 Berdiri TK Aisiyah di Dusun
Kepuh.
 Renovasi SDN IV
 Pemilu era reformasi kedua
dengan dikuti oleh 44 Kontestan
dengan perolehan suara
terbanyak di Desa KLUWAN
sbb :
 Demokrat
 PDIP
 Golkar Ada warga lain desa
2009  Diselenggarakan Pemilu tenggelam di Waduk
Presiden dan Wapres kedua Sanggeh
kalinya dan untuk Nasional
terpilih Bp. Susilo Bambang
Yudoyono dan Bp Budiyono
 Pembangunan jalan Timur
Kepuh dari PNPM-MP pertama
kali
 Renovasi SDN III
 Rabat beton jalan Mangun rejo
darim PNPM MP
 Rabat beton jalan Sanggeh
 Ada dua orang warga
 Pengangkatan Sekdes menjadi
2010 bunuh diri, gantung diri
PNS
dan minum racun.
 Mendapat tambahan alokasi
bidan desa Ibu Meidy

18
ADS TB RPJMDesa 14-19
2.1.2 Geografi
Desa KLUWAN menurut data dari Statistik hasil Pemetaan tahun 2009 dengan alat ukur
GPS berada pada LONG 110,89806 º E ( Bujur Timur/ BT ) dan RAT 07.13255º S
(Lintang Selatan/ LS ) ,dengan batas- batas desa sebagai berikut :
 Sebelah Utara : Desa Kalongan dan Ngraji Kecamatan Purwodadi.
 Sebelah Timur : Desa Plosoharjo Kecamatan Toroh.
 Sebelah Selatan : Desa Depok Kecamatan Toroh.
 Sebelah Barat : Desa Depok dan Krangganharjo Kecamatan Toroh.
Luas wilayah Desa KLUWAN seluas 545,635 Ha, yang terdiri dari :
a. Sawah : 233,145 ha.
b. Tanah bukan sawah :
 Pekarangan : 133,432 ha.
 Tegal : 67,892 ha.
 Tambak/kolam : 1.250 ha
 Hutan : 37,700 ha.
 Lainnya : 72,216 ha.
Gambar. 2.2
Luas wilayah dalam grafik

Tanah Saw ah
13%
7% Pekarangan/ Bangunan
0% 44% Tegalan/Kebunan
12% Tambak/Kolam
Hutan Negara
24%
Lain- Lain

19
ADS TB RPJMDesa 14-19
Berdasarkan topografi, Desa KLUWAN memiliki karateristik wilayah yang beraneka
ragam antara lain terletak pada ketinggian dari permukaan laut antara 40 m dpl.
Sedangkan keadaan hidrologi di Desa KLUWAN terdapat satu sungai yaitu sungal glugu
yang melewati membelah antara Dusun Sendangsari dan Jetis. Dan tedapat dua waduk
yaitu Waduk Sanggeh di Selatan Dusun Grogol dan Waduk Gambringan terletak di
Dusun Pucang Selatan.
Jenis iklim yang ada di Desa KLUWAN adalah Iklim Tropis dengan suhu rata- rata 27 º
C, sedangkan suhu maksimum bisa mencapai 37 ºC. sebagaimana desa-desa lain di
wilayah Indonesia mempunyai dua musim yaitu kemarau dan penghujan, hal tersebut
mempunyai pengaruh langsung terhadap pola tanam yang ada di Desa KLUWAN
Kecamatan Toroh

2.1.3 Demografi
a. Jumlah Penduduk
Banyaknya penduduk Desa KLUWAN diketahui sebesar 8246 j iwa, terdiri
dari 4087 jiwa laki -Iaki dan 4159 jiwa perempuan. Tingkat pertumbuhan
penduduk rata -rata sebesar 0.72% dalam tiga tahun terakhir. Tingkat
kepadatan penduduk, di Desa KLUWAN rata-rata sebesar 1511 jiwa per
Km2. Dengan dengan penyebaran penduduk perdusun sebagai berikut :

Tabel 2.1
Jumlah Penduduk Desa KLUWAN Per Dusun

Jumlah Jiwa
Dusun
KK Laki- Laki Perempuan Total
KLUWAN 136 293 280 573
Grogol 200 343 376 719
Sanggeh 309 515 533 1048
Pucang Selatan 262 428 430 858
Pucang Utara 253 459 450 909
Mangunrejo 161 301 294 595
Sendangsari 166 329 298 627
Jetis 131 231 239 470
Kepuh 654 1188 1259 2447
Jumlah 2272 4087 4159 8246
b.

20
ADS TB RPJMDesa 14-19
Gambar. 1.3
Jumlah KK dan Penduduk dalam Grafik

9000 Kependudukan dalam Grafik

8000

7000

6000

5000
Jiwa
4000

3000

2000

1000

0
Tambirejo Grogol Sanggeh Pucang SelatanPucang Utara Mangunrejo Sendangsari Jetis Kepuh Jumlah
Jumlah KK
Dusun
Jumlah Penduduk Laki- Laki
Jumlah Penduduk Perempuan
Total Jumlah Pendudik

Adapun jumlah penduduk menurut kelompok umur adalah sebagai berikut :
Tabel 2.2
Jumlah Penduduk Desa menurut keompok umur

No Kelompok Umur L P Jumlah
1 0-4 256 286 542
2 5-9 302 306 608
3 10-14 348 312 660
4 15-19 319 336 655
5 20-24 394 419 813
6 25-29 399 386 785
7 30-39 665 644 1309
8 40-49 630 531 1161
9 50-59 331 408 739
10 60 + 443 531 974
11 4087 4159 8246

21
ADS TB RPJMDesa 14-19
Gambar. 1.4
Jumlah Penduduk menurut kelompok dalam Grafik

1400
1200
1000
800
Jiwa
600 L

400 P

200 Jumlah

0
Jumlah
0-4 5-9
10- 15- L
20- 25-
14 19 30- 40-
24 29 50- 60
39 49
Kelompok Umur 59 +

2.1.4 Keadaan Sosial
a. Keagamaan Penduduk
Penduduk Desa KLUWAN mayoritas memeluk agama Islam Dan sebagian kecil
memeluk agama lain yaitu Kristen dan Katolik sebagai berikut :

Tabel 1.3
Struktur Pemeluk Agama

No Agama Jumlah ( orang )
1 Islam 8196
2 Kristen 29
3 Katolik 18
4 Hindu 0
5 Budha 3
Jumlah 8246
\

22
ADS TB RPJMDesa 14-19
Gambar 1.5
Jumlah penduduk menurut agama

9000
8000
7000
6000
5000
8196 Jumlah ( orang )
4000
3000
2000
1000
0 29 18 0 3
Islam Kristen Katolik Hindu Budha

b. Pendi dikan Penduduk
Dalam bidang pendidikan, tingkat pendidikan penduduk Desa KLUWAN
untuk usia 5 ( lima ) tahun ke atas sebagai berikut :

Tabel 1.4
Struktur Pendidikan Penduduk

No Pendidikan Jumlah ( orang )
1 Tamat Perguruan Tinggi 119
2 Tamat Akademi 48
3 Tamat SLTA 867
4 Tamat SLTP 1464
5 Tamat SD 3236
6 Tidak tamat SD 799
7 Belum Tamat SD 1129
8 Tidak Sekolah 96

23
ADS TB RPJMDesa 14-19
Gambar 1.6
Struktur Pendidikan Penduduk dalam grafik

Tamat Perguruan
Tinggi
Tamat Akademi

1% 1% 1% Tamat SLTA
15% 11%
10% Tamat SLTP
19%
42% Tamat SD

Tidak tamat SD

Belum Tamat SD

Tidak Sekolah

2.1.5 Keadaan Ekonomi
a. Mata Pencaharian
Desa KLUWAN adalah desa pertanian, karena masyarakatnya sebagian besar
bekerja dalam bidang pertanian, sedangkan yang lainnya adalah wiraswasta, jasa dan
lain- lain , sebagaimana dalam tabel Struktur mata pencaharian penduduk sebagai
berikut:
Tabel 1.5
Struktur Mata Pencaharian Penduduk

No Mata Pencaharian Jumlah ( orang )
1 PNS 58
2 TNI/POLRI 12
3 Karyawan 674
4 Wiraswasta 2332
5 Tani 1399
6 Pertukangan 207
7 Buruh tani 983
8 Pensiunan 101
9 Nelayan 0
10 Pemulung 4
11 Jas lainnya 54

24
ADS TB RPJMDesa 14-19
Gambar 1.7
Struktur Pekerjaan Penduduk dalam grafik

Jasa lainnya
Pemulung
Nelayan
Pensiunan
Buruh tani
Pertukangan
Series1
Tani
Wiraswasta
Karyawan
TNI/POLRI
PNS

0 500 1000 1500 2000 2500

b. Kepemilikan Ternak
Jumlah kepemilikan hewan ternak oleh penduduk Desa KLUWAN adalah
sebagai berikut :
Tabel 2.6 Kepemilikan Ternak
Ayam/
Kambing Sapi Kerbau Lainnya
Itik
1245 KK 259 KK 650 KK 1 KK

c. Sarana dan Prasarana Desa
Kondisi sarana dan prasarana umum Desa KLUWAN secara garis besar
adalah sebagai berikut :
Tabel 2.7. Prasarana Desa
Jalan Jalan Masjid/
Balai Desa Jalan Desa
Kabupaten Kecamatan Mushola
1 2.5 km - 16.35 29

25
ADS TB RPJMDesa 14-19
d. Data Rumah Tangga Miskin
Untuk data Jumlah rumah tangga perdusun adalah sebagai miskin adalah sebagai
berikut :

Jumlah
NO Dusun
Keluarga
1 3 4
1 KLUWAN 46
2 Grogol 37
3 Sanggeh 84
4 Pucang Selatan 73
5 Pucang Utara 90
6 Mangunrejo 27
7 Sendangsari 52
8 Jetis 42
9 Kepuh 231

Jumlah 682

2.1 Kondisi Pemerintahan Desa
2.1.1 Pembagian wilayah desa
Desa KLUWAN secara administratif dibagi menjadi 9 ( Sembilan ) dusun
dengan jumlah RW sebanyak 10 dan jumlah RT sebanyak 61. sebagaimana berikut :
1. Dusun KLUWAN Krajan terdiri dari : 1 RW dan 4 lingkungan RT.
2. Dusun Grogol terdiri dari : 1 RW dan 6 lingkungan RT.
3. Dusun Sanggeh terdiri dari : 1 RW dan 8 lingkungan RT.
4. Dusun Pucang Selatan terdiri dari : 1 RW dan 7 lingkungan RT.
5. Dusun Pucang Utara : 1 RW dan 7 lingkungan RT.
6. Dusun Mangunrejo terdiri dari : 1 RW dan 3 lingkungan RT.
7. Dusun Sendangsari terdiri dari : 1 RW dan 5 lingkungan RT.
8. Dusun Jetis terdiri dari : 1 RW dan 3 lingkungan RT.
9. Dusun Kepuh terdiri dari : 2 RW dan 18 lingkunganRT.

26
ADS TB RPJMDesa 14-19
2.1.2 Struktur Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan Desa ( SOTK )
Desa KLUWAN menganut sistem kelembagaan pemerintahan desa dengan pola
maksimal, selengkapnya sebagai berikut:

BAGAN STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAHAN DESA
POLA MAKSIMAL

Badan Permusyawaratan Kepala Desa
Desa Y.R. Puspitanianto, S.Sos.

Sekretaris Desa
Sarah, SE
Pelaksana Tehnis Jaga Baya
….
Kaur Pemerintahan
Suyono
Pelaksana Tehnis Ulu – Ulu
Hariyanto
Kaur Pembangunan
Sukarno
Pelaksana Tehnis Modin
Sugiyono Kaur Keuangan
Warsito

Kaur Kesra
Djamin

Kaur Umum
Hari

Kadus Tambirejo Kadus Sanggeh Kadus Pucang Utara Kadus Sendangsari- Jetis
Suwito Sutedjo Sudarmo Maryoto

Kadus Grogol Kadus Pucang Selatan Kadus Mangunrejo Kadus Kepuh
Siswadi Kusyono Tukino Suripno

27
ADS TB RPJMDesa 14-19
BAB III
POTENSI DAN MASALAH

3.1. Potensi
Dengan kondisi desa sebagai mana di jelaskan di bab 1 di atas , maka Desa KLUWAN
dengan memiliki banyak potensi yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan
pembangunan desa. Adapun potensi yang ada sebagaimana berikut :
a. Sumber daya Alam
1. Dengan Luas Wilayah 545,635 Ha yang mana 42 % adalah lahan produktif berupa
sawah 233,145 ha yang terdiri dari :
 Sawah Irigasi : 129 ha
 Sawah irigasi ½ tehnis : 41 ha
 Sawah tadah hujan : 63.145

2. Sumber daya air, dengan terdapatnya dua waduk yaitu Waduk Sanggeh dan
Waduk Gambringan
3. Peternakan sapi, dengan banyak rumah tangga memiliki ternak sapi
4. Terdapat Bumi Perkemahan
b. Sumber Daya Manusia
1. Jumlah penduduk untuk usia produktif yang cukup banyak
2. Terdapat rumah tangga yang mempunyai usaha rumah sej.enis seperti : sale
pisang goring, kripik dan enting
c. Kelembagaan
1. Kelembagaan Pemerintahan Desa pengeloalanya banyak yang muda dan
pendidikannya cukup.
2. Kelembagan kemasyarakatan yang aktif serta dalam pembangunan desa
3. Kelembagaan politik yang ada di tingkat desa sangat kondusif dan bisa bekerja
sama
d. Prasarana dan sarana
1. Prasarana dan sarana tarnspotasi darat:

28
ADS TB RPJMDesa 14-19
 Terdapat satu ruas jalan antar desa yang sudah cukup bagus dan jalur
angkutan umum.
 Terdapat Stasiun Kereta Api.
2. Prasarana komunikasi
 Dilalui jalur telepon kabel dan speddy serta semua sinyal dan siaran TV dari
segala operator diterima dengan jelas.
3. Prasarana Irigasi
 Dilalui saluran irigasi sekunder dari Kedung ombo
4. Prasarana Pemerintahan tersedia cukup
5. Prasarana dan sarana Kesehatan terdapat poliklinik desa dan tenaga medis yang
cukup
6. Prasarana Penerangan tersedia jaringan PLN

3.2. Masalah
Berdasarkan penjaringan masalah yang dilakukan di setiap dusun didapati masalah
sebagai berikut:
1. Masalah bidang Pendidikan
a. Minat anak sekolah untuk belajar di rumah semakin berkurang
b. APE untuk BKB, PAUD, TK kurang
c. Kesenian tradisional kurang berkembang
d. Pendidikan ketrampilan anak muda masih kurang
e. Belum ada gedung PAUD Langgeng rejeki Pucang Utara
f. Belum ada gedung PAUD Sendangsari
g. Kurangnya kesejahteraan Guru TK dan Tutor PAUD
h. Belum ada gedung perpustakaan desa yang memadai
2. Masalah bidang Kesehatan
a. Kurangnya kesejahteraan kader posyandu,
b. Banyak warga terserang DB
c. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya miras
d. Kurangnya dana untuk PMT balita
e. Sarana Posyandu kurang lengkap
3. Masalah bidang Sarana dan Prasarana
a. Jalan Tengah Dusun KLUWAN -Grogol -bumi perkemahan rusak
b. Belum ada batas desa / gapura

29
ADS TB RPJMDesa 14-19
c. Jembatan tengah RT 01 RW 01 terlalu sempit
d. Belum ada gapura masuk dusun di sebelah P. Suyono RT 01 RW 01
e. Jalan lingkungan RT 01 s.d RT 04 cepat rusak
f. Belum ada jalan RT 04 s.d Dusun Katelan
g. Los pasar desa di Dusun KLUWAN tidak berfungsi
h. Masjid desa dindingnya sebelah selatan rusak, lantai tidak layak, dan belum
ada plafon maupun pagar keliling masjid.
i. Bahu jalan RT 04, RT03, RT 06 RW 02 longsor
j. Jembatan dusun ke lahan pertanian rusak di RT 02 RW 02
k. Jalan ke pertanian RT 01 RW 02 rusak
l. Jalan sebelah barat balai desa s.d Sanggeh rusak
m. Belum ada gapura batas dusun KLUWAN dan Sanggeh
n. Jalan menuju kandang ternak kelompok Martini Indah Sanggeh rusak
o. Jalan Sanggeh- Grogol rusak
p. Jalan Tengah Sanggeh s.d Pucang Rusak
q. Jalan Timur Sanggeh dan barat Sanggeh menuju makam rusak
r. Belum ada pagar makam Sanggeh
s. Pos ronda Dusun Sanggeh rusak
t. Masjid Sanggeh belum ada MCK
u. Jalan aspal lingkungan di Dusun Pucang rusak
v. Jembatan RT 01 RW 04 rusak
w. Jalan penghubung Sanggeh- Pucang Selatan di utara dan selatan rel KA rusak
x. Jalan lingkar dusun Pucang Selatan becek
y. Belum ada gapura masuk di RT 3 dan 4 RW 04
z. Jalan menuju waduk gambringan rusak
aa. Belum ada pagar makam Dusun Pucang
bb. Los pasar krenseng bagian barat kurang memadai
cc. Tanggul timur pasar krengseng rawan bobol
dd. Belum ada gapura masuk di RT 02 RW 05
ee. Jalan rawan longsor di sebelah barat rumah P. Suwar Pucang Utara
ff. Jalan RT 06-07 RW 5 cepat rusak
gg. Jalan Mangunrejo rusak ( jalan tengah dari timur- ke barat dan ke utara )
hh. Belum ada talud jalan dan saluran Mangunrejo
ii. Mushola RT 01 RW 06 masih kurang layak

30
ADS TB RPJMDesa 14-19
jj. Jalan benthung desa becek
kk. Belum ada jalan tembus RT 03 RW 06
ll. Masjid Mangunrejo belum ada pagar
mm. Jembatan sebelah timur Mangunrejo kurang layak
nn. Jalan lingkungan RT01s.d 03 RW cepat rusak
oo. Jalan penghubung antar dusun dan jalan lingkungan RT 01 s.d RT 05 RW 07
rusak dan becek
pp. Belum ada gapura masuk dusun Sendangsari
qq. Masjid Dusun Sendangsari terlalu sempit daya tampungnya kecil
rr. Jembatan dan Gorong- gorong disemua ruas jalan dusun Sendangsari terlalu
sempit.
ss. Jalan benthung dusun Sendangasari semakin menyempit dan becek
tt. Jalan penghubung Jetis ke Nglarik putus
uu. Jalan dusun Jetis rusak
vv. Masjid Dusun Jetis sempit daya tampung jamaah tak mampu
ww. Jalan menuju makam Jetis becek dan sempit
xx. Belum ada gapura masuk Dusun Jetis
yy. Jalan Dusun Kepuh ke barat rusak
zz. Jalan tengah Dusun Kepuh rusak
aaa. Jalan Dusun Kepuh- jetis rusak
bbb. Jembatan timur Dusun Kepuh rusak
ccc. Jembatan utara Dusun Kepuh rusak
ddd. Jalan benthung Dusun Kepuh dan menuju pertanian becek
eee. Belum ada Gedung TPQ di Dusun Kepuh
fff. Belum ada Gedung Poliklinik di Dusun Kepuh
ggg. Ada beberapa rumah tangga miskin tempat tinggalnya masih belum layak huni
hhh. Ruang kelas SD I s.d. V masih ada yang kurang memenuhi syarat dan kurang
kelas
iii. Pendopo makam Mbah Dampit rusak
jjj. Saluran pembuang waduk Sanggeh sebelah timur balai desa s.d. Sanggeh
sempit
kkk. Petani sering kesulitan air
lll. Saluran air timur dusun dan di lingkungan RT 01 RW 01sempit
mmm. Saluran irigasi banyak yang bocor dan rusak disemua dusun

31
ADS TB RPJMDesa 14-19
nnn. Kesulitan pembuangan air dimusim hujan di semua dusun
ooo. Pendangkalan saluran di semua saluran dusun
ppp. Waduk Gambringan mengalami pendangkalan
qqq. Saluran tengah sawah Pucang longsor
rrr. Sering terjadi banjir di Dusun Sendangsari
sss. Kurang berfungsinya blumbang ditanah kas desa

ttt. Masalah bidang Sarana Pemerintahan
a. Kurangnya kesejahteraan kader posyandu, PKK, RT/RW di 9 dusun
b. Kelembagaan desa dan lembaga swadaya masyarakat di desa kurang
sarana dan prasarana
c. Belum tersedia Sofware untuk pelayanan administrasi di Kantor desa
d. Tanah milik desa belum bersertifikat
e. Sarana dan Prasarana Perkantoran kurang memadai
f. Buku buku perpustakaan belum tertata
4. Masalah bidang Lingkungan Hidup
a. Sulit air bersih disemua dusun waktu musim kemarau
b. Rumah tangga miskin belum punya MCK
c. Banyak warga buang sampah sembarangan
d. Di pasar krenseng belum ada MCK
e. Masjid Masjid Dusun belum punya MCK
f. Turus jalan semakin berkurang
g. Banyak SPAL yang tidak lancar di RT 02 RW 05 dan lingkungan RT Lainnya
5. Masalah bidang Sosial Budaya
a. Ada anak idiot dari RTM
b. Masih banyak pengangguran
c. Masih banyak perkelahian dan kenakalan remaja
d. Ada beberapa gadis hamil sebelum nikah
e. Banyak pasangan menikah diusia dini
f. Kurangnya kesejahteraan guru ngaji dan guru TPQ
g. Masih ada tanah yang diwaqofkan untuk mushola yang belum bersertifikat
h. Kyai masjid desa masih kosong
i. Masih ada dusun yang belum diberiPetugas Resayan dari desa
6. Masalah bidang Perdagangan/Koperasi/Industri

32
ADS TB RPJMDesa 14-19
a. Kurangnya modal untuk kelompok usaha kecil dan pedagang keliling
b. Usaha kecil kurang modal
c. Tidak ada wadah menampung hasil warga (KOPERASI)
d. Kurangnya modal usaha
7. Masalah bidang Pertanian
a. Kesuburan tanah berkurang karena Pemakaian jumlah pupuk buatan semakin
bertambah kwantitasnya
b. Hama tanaman menyerang tanaman petani
c. Hasil pertanian kurang baik karena musim yang tidak menentu
d. Pemakaian obat- obatan pertanian semakin bertambah jumlahnya
e. Kesulitan air untuk perikanan
f. Kesulitan hijauan pakan ternak
g. Penjualan ternak murah
8. Masalah bidang Pariwisata
a. Waduk Gambringan dan Sangge belum bisa dioptimalkan untuk wisata

33
ADS TB RPJMDesa 14-19
BAB IV
RENCANA PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DESA

4.1. Visi dan Misi
4.1.1. Visi
Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan
yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan Visi
Desa KLUWAN ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-
pihak yang berkepentingan di Desa KLUWAN seperti pemerintah desa, BPD,
tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga masyarakat desa dan masyarakat desa
pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal di desa seperti satuan kerja
wilayah pembangunan di kecamatan. Maka berdasarkan pertimbangan di atas Visi
Desa KLUWAN adalah:

“ DENGAN PERILAKU BUDI LUHUR TERWUJUDLAH MASYARAKAT ADIL
MAKMUR DAN SEJAHTERA “.

4.1.2. Misi
Selain penyusunan visi juga telah ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu
pernyataan yang harus dilaksanakan oleh desa agar tercapainya visi desa
tersebut. Visi berada di atas misi. Pernyataan visi kemudian dijabarkan ke dalam
misi agar dapat di operasionalkan/dikerjakan. Sebagaimana penyusunan visi,
misipun dalam penyusunannya menggunakan pendekatan partisipatif dan
pertimbangan potensi dan kebutuhan Desa KLUWAN , sebagaimana proses yang
dilakukan maka misi Desa KLUWAN adalah:
1. Meningkatkan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memupukkembangkan perilku budi luhur masyarakat.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana agama.
4. Meningkatkan Sumber Daya Manusia.

34
ADS TB RPJMDesa 14-19
5. Pengembangan Ekonomi Masyarakat.
6. Pengembangan Agrobisnis berbasis kelompok
7. Meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, perindustrian , perdagangan.

4.2. Kebijakan Pembangunan
Kebijakan Pembangunan Desa KLUWAN tahun 2011- 2015 ,untuk mencapai
visi dan misi desa dilaksanakan melalui beberapa proses yang diawali dengan
menentukan arah kebijakan pembangunan desa, menggali potensi dan masalah desa
yang ada , menentukan program pembangunan dan mencari strategi yang tepat serta
menentukan rah kebijakan keuangan untuk melaksanakan program pembangunan
tersebut.
4.2.1. Arah Kebijakan Pembangunan Desa
Arah kebijakan pembangunan desa secara garis besar dapat ditempuh melalui
8 ( delapan ) Agenda Pembangunan untuk Tahun 2011 – 2015. Agenda
Pembangunan tersebut akan dapat dicapai melalui beberapa tahapan dalam
pembangunan. Agar masing-masing tahapan dalam pembangunan dapat
dilaksanakan secara efektif dan efisien, maka perlu didukung dengan kebijakan
yang matang dan komprehensif. Oleh karena itu arah kebijakan dari masing-
masing tahapan dalam pembangunan ditetapkan sebagai berikut :
1. Meningkatkan Ketaqwaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa.
a. Memperkuat kelembagaan keagamaan yang ada di desa
b. Menanamkan pembelajaran tentang nilai- nilai ketaqwaan kepada
Tuhan Yang Maha Esa kepada masyarakat yang diawali dari
pendidikan usia dini.
2. Memupukkembangkan perilku budi luhur masyarakat.
a. Memperkuat kelembagaan Pemerintahan desa dan lembaga desa
lainnya dengan manajemen qolbu.
b. Menanamkan pembelajaran budi pekerti kepada masyarakat yang
dimulai dari pendidikan usia dini.
c. Peningkatan nilai-nilai sosial kemasyarakatan dan menjaga
keharmonisan antar pribadi.
3. Meningkatkan sarana dan prasarana agama.
a. Peningkatan kesejahteraan para pelaku pembangunan dalam bidang
keagamaan.

35
ADS TB RPJMDesa 14-19
b. Peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana tempat- tempat
ibadah dan pendidikan agama.
c. Pelestarian kelompok- kelompok pengajian.
4. Meningkatkan Sumber Daya Manusia.
a. Peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan .
b. Pengadaan pelatihan- pelatihan keterampilan
c. Peningkatan standar pendidikan dasar.
5. Pengembangan Ekonomi Masyarakat.
a. Penggalian Potensi Desa di bidang Ekonomi yang masih terpendam /
belum berkembang.
b. Mengupayakan penambahan modal untuk golongan ekonomi lemah
melalui pinjaman bunga lunak dan tanpa agunan
c. Mengembangkan jiwa usaha mandiri atau kewirausahaan
6. Pengembangan Agrobisnis berbasis kelompok
a. Meningkatkan pengetahuan kelompok tani tentang pengembangan
usaha pertanian melalui pelatihan- pelatihan
b. Menjalin kerja sama dengan pihak- pihak terkait untuk pemasaran hasil
industry pertanian
7. Meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, perindustrian dan
perdagangan.
a. Peningkatan dan perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan.
b. Peningkatan dan perbaikan sarana irigasi
c. Peningkatan dan perbaikan sarana pemasaran
d. Penyediaan sarana industri tepat guna.

4.2.2. Potensi dan Masalah
1. Potensi desa
Adapun potensi yang ada sebagaimana berikut :
a. Sumber daya Alam
1. Dengan Luas Wilayah 545,635 Ha yang mana 42 % adalah lahan
produktif berupa sawah 233,145 ha yang terdiri dari :
 Sawah Irigasi : 129 ha
 Sawah irigasi ½ tehnis : 41 ha
 Sawah tadah hujan : 63.145

36
ADS TB RPJMDesa 14-19
2. Sumber daya air, dengan terdapatnya dua waduk yaitu Waduk
Sanggeh dan Waduk Gambringan
3. Peternakan sapi, dengan banyak rumah tangga memiliki ternak
sapi
4. Terdapat Bumi Perkemahan
b. Sumber Daya Manusia
1. Jumlah penduduk untuk usia produktif yang cukup banyak
2. Terdapat rumah tangga yang mempunyai usaha rumah sejenis
seperti : sale pisang goring, kripik dan enting
c. Kelembagaan
1. Kelembagaan Pemerintahan Desa pengeloalanya banyak yang
muda dan pendidikannya cukup.
2. Kelembagan kemasyarakatan yang aktif serta dalam
pembangunan desa
3. Kelembagaan politik yang ada di tingkat desa sangat kondusif dan
bisa bekerja sama
d. Prasarana dan sarana
1. Prasarana dan sarana tarnspotasi darat:
 Terdapat satu ruas jalan antar desa yang sudah cukup bagus
dan jalur angkutan umum.
 Terdapat Stasiun Kereta Api.
2. Prasarana komunikasi
 Dilalui jalur telepon kabel dan speddy serta semua sinyal dan
siaran TV dari segala operator diterima dengan jelas.
3. Prasarana Irigasi
 Dilalui saluran irigasi sekunder dari Kedung ombo
4. Prasarana Pemerintahan tersedia cukup
5. Prasarana dan sarana Kesehatan terdapat poliklinik desa dan
tenaga medis yang cukup
6. Prasarana Penerangan tersedia jaringan PLN

2. Masalah.
Masalah yang ada di Desa KLUWAN :
1.1 Pendidikan

37
ADS TB RPJMDesa 14-19
1.1.1 Minat anak sekolah untuk belajar di rumah semakin berkurang
1.1.2 APE untuk BKB, PAUD, TK kurang
1.1.3 Kesenian tradisional kurang berkembang
1.1.4 Pendidikan ketrampilan anak muda masih kurang
1.1.5 Kurangnya kesejahteraan Guru TK dan Tutor PAUD
1.2 Kesehatan
1.2.1 Kurangnya kesejahteraan kader posyandu,
1.2.2 Banyak warga terserang DB
1.2.3 Kurangnya kesadaran masyarakat tentang bahaya miras
1.2.4 Kurangnya dana untuk PMT balita
1.2.5 Sarana Posyandu kurang lengkap
1.3 Sarana dan Prasarana
1.3.1 Jalan Tengah Dusun KLUWAN -Grogol -bumi perkemahan rusak
1.3.2 Belum ada batas desa / gapura
1.3.3 Jembatan tengah RT 01 RW 01 terlalu sempit
Belum ada gapura masuk dusun di sebelah P. Suyono RT 01 RW
1.3.4
01
1.3.5 Jalan lingkungan RT 01 s.d RT 04 cepat rusak
1.3.6 Belum ada jalan RT 04 s.d Dusun Katelan
1.3.7 Los pasar desa di Dusun KLUWAN tidak berfungsi
Masjid desa dindingnya sebelah selatan rusak, lantai tidak layak,
1.3.8
dan belum ada plafon maupun pagar keliling masjid.
1.3.9 Bahu jalan RT 04, RT03, RT 06 RW 02 longsor
1.3.10 Jembatan dusun ke lahan pertanian rusak di RT 02 RW 02
1.3.11 Jalan ke peratnian RT 01 RW 02 rusak
1.3.12 Jalan sebelah barat balai desa s.d Sanggeh rusak
1.3.13 Belum ada gapura batas dusun KLUWAN dan Sanggeh
Jalan menuju kandang ternak kelompok Martini Indah Sanggeh
1.3.14
rusak
1.3.15 Jalan Sanggeh- Grogol rusak
1.3.16 Jalan Tengah Sanggeh s.d Pucang Rusak
1.3.17 Jalan Timur Sanggeh dan barat Sanggeh menuju makam rusak
1.3.18 Belum ada pagar makam Sanggeh
1.3.19 Pos ronda Dusun Sanggeh rusak
1.3.20 Masjid Sanggeh belum ada MCK
1.3.21 Jalan aspal lingkungan di Dusun Pucang rusak
1.3.22 Jembatan RT 01 RW 04 rusak
Jalan penghubung Sanggeh- Pucang Selatan di utara dan selatan
1.3.23
rel KA rusak
1.3.24 Jalan lingkar dusun Pucang Selatan becek
1.3.25 Belum ada gapura masuk di RT 3 dan 4 RW 04
1.3.26 Jalan menuju waduk gambringan rusak

38
ADS TB RPJMDesa 14-19
1.3.27 Belum ada pagar makam Dusun Pucang
1.3.28 Los pasar krenseng bagian barat kurang memadai
1.3.29 Tanggul timur pasar krengseng rawan bobol
1.3.30 Belum ada gapura masuk di RT 02 RW 05
Jalan rawan longsor di sebelah barat rumah P. Suwar Pucang
1.3.31
Utara
1.3.32 Jalan RT 06-07 RW 5 cepat rusak
1.3.33 Belum ada gedung PAUD Langgeng rejeki Pucang Utara
Jalan Mangunrejo rusak ( jalan tengah dari timur- ke barat dan ke
1.3.34
utara )
1.3.35 Belum ada talud jalan dan saluran Mangunrejo
1.3.36 Mushola RT 01 RW 06 masih kurang layak
1.3.37 Jalan benthung desa becek
1.3.38 Belum ada jalan tembus RT 03 RW 06
1.3.39 Masjid Mangunrejo belum ada pagar
1.3.40 Jembatan sebelah timur Mangunrejo kurang layak
1.3.41 Jalan lingkungan RT01s.d 03 RW cepat rusak
Jalan penghubung antar dusun dan jalan lingkungan RT 01 s.d
1.3.42
RT 05 RW 07 rusak dan becek
1.3.43 Belum ada gapura masuk dusun Sendangsari
1.3.44 Belum ada gedung PAUD Sendangsari
1.3.45 Masjid Dusun Sendangsari terlalu sempit daya tampungnya kecil
Jembatan dan Gorong- gorong disemua ruas jalan dusun
1.3.46
Sendangsari terlalu sempit.
Jalan benthung dusun Sendangasari semakin menyempit dan
1.3.47
becek
1.3.48 Jalan penghubung Jetis ke Nglarik putus
1.3.49 Jalan dusun Jetis rusak
1.3.50 Masjid Dusun Jetis sempit daya tampung jamaah tak mampu
1.3.51 Jalan menuju makam Jetis becek dan sempit
1.3.52 Belum ada gapura masuk Dusun Jetis
1.3.53 Jalan Dusun Kepuh ke barat rusak
1.3.54 Jalan tengah Dusun Kepuh rusak
1.3.55 Jalan Dusun Kepuh- jetis rusak
1.3.56 Jembatan timur Dusun Kepuh rusak
1.3.57 Jembatan utara Dusun Kepuh rusak
1.3.58 Jalan benthung Dusun Kepuh dan menuju pertanian becek
1.3.59 Belum ada Gedung TPQ di Dusun Kepuh
1.3.60 Belum ada Gedung Poliklinik di Dusun Kepuh
Ada beberapa rumah tangga miskin tempat tinggalnya masih
1.3.61
belum layak huni
Ruang kelas SD I s.d. V masih ada yang kurang memenuhi syarat
1.3.62
dan kurang kelas

39
ADS TB RPJMDesa 14-19
1.3.63 Pendopo makam Mbah Dampit rusak
Saluran pembuang waduk Sanggeh sebelah timur balai desa s.d.
1.3.64
Sanggeh sempit
1.3.65 Petani sering kesulitan air
1.3.66 Saluran air timur dusun dan di lingkungan RT 01 RW 01sempit
1.3.67 Saluran irigasi banyak yang bocor dan rusak disemua dusun
1.3.68 Kesulitan pembuangan air dimusim hujan di semua dusun
1.3.69 Pendangkalan saluran di semua saluran dusun
1.3.70 Waduk Gambringan mengalami pendangkalan
1.3.71 Saluran tengah sawah Pucang longsor
1.3.72 Sering terjadi banjir di Dusun Sendangsari
1.3.73 Kurang berfungsinya blumbang ditanah kas desa
1.4 Lingkungan Hidup
1.4.1 Sulit air bersih disemua dusun waktu musim kemarau
1.4.2 Rumah tangga miskin belum punya MCK
1.4.3 Banyak warga buang sampah sembarangan
1.4.4 Di pasar krenseng belum ada MCK
1.4.5 Masjid Masjid Dusun belum punya MCK
1.4.6 Turus jalan semakin berkurang
Banyak SPAL yang tidak lancar di RT 02 RW 05 dan lingkungan
1.4.7
RT Lainnya
1.5 Sosial Budaya
1.5.1 Ada anak idiot dari RTM
1.5.2 Masih banyak pengangguran
1.5.3 Masih banyak perkelahian dan kenakalan remaja
1.5.4 Ada beberapa gadis hamil sebelum nikah
1.5.5 Banyak pasangan menikah diusia dini
1.5.6 Kurangnya kesejahteraan guru ngaji dan guru TPQ
Masih ada tanah yang diwaqofkan untuk mushola yang belum
1.5.7
bersertifikat
1.5.8 Kyai masjid desa masih kosong
1.5.9 Masih ada dusun yang belum diberiPetugas Resayan dari desa
1.6 Sarana Pemerintahan
Kurangnya kesejahteraan kader posyandu, PKK, RT/RW di 9
1.6.1
dusun
Kelembagaan desa dan lembaga swadaya masyarakat di desa
1.6.2
kurang sarana dan prasarana
Belum tersedia Sofware untuk pelayanan administrasi di Kantor
1.6.3
desa
1.6.4 Tanah milik desa belum bersertifikat
1.6.5 Sarana dan Prasarana Perkantoran kurang memadai
1.6.6 Buku buku perpustakaan belum tertata
1.7 Perdagangan/Koperasi/Industri

40
ADS TB RPJMDesa 14-19
Kurangnya modal untuk kelompok usaha kecil dan pedagang
1.7.1
keliling
1.7.2 Usaha kecil kurang modal
1.7.3 Tidak ada wadah menampung hasil warga (KOPERASI)
1.7.4 Kurangnya modal usaha
2.1 Pertanian
Kesuburan tanah berkurang karena Pemakaian jumlah pupuk
2.1.1
buatan semakin bertambah kwantitasnya
2.1.2 Hama tanaman menyerang tanaman petani
2.1.3 Hasil pertanian kurang baik karena musim yang tidak menentu
2.1.4 Pemakaian obat- obatan pertanian semakin bertambah jumlahnya
2.1.5 Kesulitan air untuk perikanan
2.1.6 Kesulitan hijauan pakan ternak
2.1.7 Penjualan ternak murah
2.2 Pariwisata
Waduk Gambringan dan Sangge belum bisa dioptimalkan untuk
2.2.1
wisata

4.2.3. Program Pembangunan Desa
Untuk mencapai visi dan misi yang telah dirumuskan, dengan mengatasi
masalah yang ada dilakukan dengan program pembangunan tahun 2011-2015
sebagaimana berikut :

1 URUSAN WAJIB
1.1 Pendidikan
Diadakan penyuluhan kepada warga dan dibuatkan aturan untuk jam wajib
1.1.1
belajar yang berlaku di desa
Pengadaan pentas seni tradisional disetiap tahun dan bantuan dana
1.1.2 pengembangan pada kelompok seni taradisional yang langka dan kurang
berkembang
1.1.3 Peningkatan kesejahteraan Guru TK dan Tutor PAUD
1.1.4 Pembangunan gedung PAUD langgeng rejeki di Pucang Utara
1.1.5 Pembangunan gedung PAUD Sendangsari
1.1.6 Pengadaan APE PAUD Sendangsari
1.1.7 Penambahan buku - buku perpustakaan desa
1.1.8 Pemberian stimulan Pengelola Perpustkaan desa
1.1.9 Beasiswa pendidikan anak RTM
1.1.10 Beasiswa pendidikan anak cacat
1.1.11 Pengadaan APE BKB
1.1.12 Pengadaan APE 3 Taman kanak- kanak
1.1.13 Beasiswa pendidikan anak cacat

41
ADS TB RPJMDesa 14-19
1.1.14 Pembangunan Perpustakaan Desa
1.1.15 Rehap gedung SD yang rusak
1.2 Kesehatan
1.2.1 Bantuan kesejahteraan untuk kader Posyandu
1.2.2 Diadakan PSN Rutin dan penyuluhan
1.2.3 Diadakan penyuluhan bahaya miras kepada warga
1.2.4 Pengobatan gratis untuk RTM
1.2.5 Kontrasepsi gratis untuk RTM
1.2.6 Bantuan dana untuk PMT balita
1.3 SARANA DAN PRASARANA
1.3.1 Bronjong saluran pembuang tengah pucang
1.3.2 Jalan usaha tani Grogol
1.3.3 Jembatan jalan tengah Sendangsari dan Jalan utara Sendangsari
1.3.4 Jembatan Timur Kepuh
1.3.5 Jembatan Utara Kepuh
1.3.6 Normalisasi saluran pembuang waduk sanggeh dari Sanggeh- KLUWAN
1.3.7 Normalisasi saluran Dusun Sendangsari
1.3.8 Pagar Masjid Desa
1.3.9 Pagar Timur Balai Desa
1.3.10 Pembangunan embung
1.3.11 Pembangunan Gapura batas desa di Pucang
1.3.12 Pembangungan los pasar krenseng
1.3.13 Pemeliharaan saluran Pembuang Pucang- kepuh
1.3.14 Penataan blumbang desa sebagai tandon air
1.3.15 Penataan los pasar KLUWAN menjadi kios
1.3.16 Pengadaan jetpump untuk dusun yang terdapat sumber air
1.3.17 Pengaspalan jalan Pucang selatan bagian barat
1.3.18 Pengaspalan jalan Pucang Utara
1.3.19 Plafond Kantor Desa
1.3.20 Rabat beton jalan rehap jembatan KLUWAN - Grogol
1.3.21 Rabat beton jalan dan jembatan KLUWAN - Sanggeh
1.3.22 Rabat beton jalan Sanggeh - Pucang
1.3.23 Rabat beton Jalan Sendangsari Jetis
1.3.24 Rabat Beton Jalan Sukorejo Sendangsari
1.3.25 Rabat beton jalan tengah Kepuh
1.3.26 Rabat beton jalan tengah mangunrejo keutara
1.3.27 Rabat Beton Jalan Utara KLUWAN - Kepuh ( lanjutan )
1.3.28 Rebat beton jalan Sanggeh
1.3.29 Rehap masjid desa
1.3.30 Riulisasi saluran irigasi Jetis
1.3.31 Riulisasi saluran irigasi Sendangsari

42
ADS TB RPJMDesa 14-19
1.3.32 Stimulan pemeliharaan jalan di sembilan dusun
1.3.33 Talud jalan timur pasar krenseng
1.3.34 Talud jalan barat rumah Pak Suwar Pucang
1.3.35 Talud jalan Grogol
1.3.36 Telford jalan dan jembatan timur Mangunrejo
1.3.37 Telford jalan barat Kepuh - Jetis
1.3.38 Telford jalan kepuh bagian barat
1.3.39 Telford jalan makam Jetis
1.3.40 Telford jalan Pucang Selatan- Sanggeh
1.3.41 Telford jalan Sanggeh Selatan
1.3.42 Telford jalan Sendangsari Nglarik
1.3.43 Telford Jalan usaha timur Pucang Selatan ( usaha tani )
1.3.44 Telford jalan Waduk Sanggeh
1.4 Lingkungan Hidup
1.4.1 Penyuluhan kepada warga tentang PHBS
1.4.2 Penanaman turus jalan dusun dan desa
1.5 Sosial Budaya
1.5.1 Santunan anak idiot dari RTM disetiap tahun
Diadakan penyuluhan kepada para remaja dan pembelajaran keagaamaan
1.5.2
untuk remaja
1.5.3 Stimulan kegiatan Pemuda/ karang taruna
1.5.4 Bantuan kesejahteraan guru ngaji dan guru TPQ dan Sapras TPQ
1.5.5 Pengadaan sertifikat masal untuk waqaf tanah mushola/ masjid
1.5.6 Pengangkatan Kyai masjid desa
1.5.7 Pengangkatan resayan dusun yang kosong
1.5.8 Bantuan pemeliharaan masjid dusun
1.6 Pemerintahan
1.6.1 Bantuan kesejahteraan untuk kader PKK ,RT dan RW
1.6.2 Diadakan pernyertifikatan tanah kas desa setiap tahunnya
Pengadaan dan penambahan sarana perlengkapan dan peralatan kantor desa
1.6.3
dan perpustakaan desa
Stimulan untuk operasional lembaga- lembaga / organisasi yang mendukung
1.6.4
kegiatan pemerintahan desa
1.7 Koperasi dan Usaha Masyarakat
1.7.1 Diadakan pelatihan keterampilan kewirausahaan
Penyediaan pinjaman dengan bunga lunak dengan sistem bergulir untuk modal
1.7.2
usaha maupun tambahan modal
2 URUSAN PILIHAN
2.1 Pertanian
2.1.1 Sosialisasi Pupuk berimbang dan penggunaan pupuk organik
2.1.2 Diadakan Penyuluhan PHT kepada petani dan dicarikan benih varitas baru

43
ADS TB RPJMDesa 14-19
Bantuan benih padi varitas baru yang cepat panen dan tidak terpengaruh
2.1.3
musim dan benih palawija
2.2 Peternakan/Perikanan
2.2.1 Pengadaan bibit rumput untuk ditanam dilahan kosong
2.3 Pariwisata
2.3.1 Pemanfaatan Waduk Gambringan dan Sanggeh untuk tujuan wisata

4.2.4. Strategi Pencapaian
Untuk mewujudkan visi yang didukung oleh misi, maka Pelaksanaan
Pembangunan di Desa KLUWAN ditempuh dengan beberapa strategi
Pembangunan Desa sebagai berikut :
a. Strategi Penguatan Kelembagaan Desa yang ada di Desa KLUWAN yang
diarahkan agar semua yang terlibat dalam kelembagaan desa yang ada
dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya sesuai dengan peraturan
yang ada.
b. Strategi Pemberdayaan Masyarakat yang diarahkan untuk meningkatkan
sumber daya manusia agar mempunyai kepedulian untuk memajukan desa
dilihat dari faktor Pendidikan, Ekonomi dan Sosial Budaya.
c. Strategi Pembangunan Desa yang partisipatif yang diarahkan agar
masyarakat benar-benar dapat berpartisipasi dalam setiap proses
perencanaan sampai pelaksanaan pembangunan dan mampu
mengevaluasi pelaksanaan pembangunan.
Strategi Pembangunan Pertama dimaksudkan untuk mempersiapkan sumber
daya manusia di desa yang terlibat langsung dalam kepengurusan
kelembagaan desa yang ada sebagai pelaku pembangunan di desa. Dengan
kelembagaan desa yang kuat diharapkan dalam penyusunan rencana program
kegiatan tidak asal-asalan akan tetapi berdasarkan pada pokok-pokok
permasalahan yang dihadapi di desa dengan mempertimbangkan skala
prioritas kebutuhan masyarakat.
Strategi Pembangunan Kedua dimaksudkan bahwa penyelenggaraan
pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di desa ditujukan untuk
meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat melalui penetapan
kebijakan di bidang Pendidikan, Ekonomi dan Sosial dan Budaya.

44
ADS TB RPJMDesa 14-19
Strategi Pembangunan Ketiga dimaksudkan agar masyarakat baik
perorangan maupun kelompok berpartisipasi dalam proses pengambilan
kebijakan publik supaya kepentingan-kepentingannya ( baik perorangan
maupun kelompok ) dapat diakomodasi dalam pengambilan kebijakan publik.

4.2.5. Arah Kebijakan Keuangan Desa
1. Arah kebijakan Pendapatan desa
a. Arah kebijakan pendapatan desa
Dalam rangka meningkatkan kemandirian desa maka arah
kebijakan berkaitan dengan penerimaan adalah sebagai
berikut :
1. Meningkatkan pendapatan Asli Desa dengan upaya-
upaya :
 Mengoptimalkan pendapatan dari pengelolaan
kekayaan desa
 Memperbesar partisipasi masyarakat
 Meningkatkan pendapatan dari hasil usaha desa yang
telah ada di desa
2. Mencari terobosan untuk peningkatan dana bantuan dari
pemerintah maupun dana hibah dan dana dari pihak ketiga
b. .Proyeksi Pendapatan Desa tahun 2011- 2015

45
ADS TB RPJMDesa 14-19
2. Arah Kebijakan Belanja Desa
a. Arah kebijakan Belanja Desa
Berdasarkan masalah yang dihadapi desa serta program
priritas tahun 2011-2015 maka arah kebijakan belanja desa
adalah sebagai berikut :
 Efisiensi anggaran pada belanja tidak langsung
 Memperbesar alokasi belanja langsung dan belanja
langsung dan belanja bantuan social untuk pengingkatan
kesejahteraan masyarakat
b. Proyeksi belanja desa tahun 2011-2015

46
ADS TB RPJMDesa 14-19
BAB VI
PENUTUP

.Dengan pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes )
Tahun 2011 – 2015 Desa KLUWAN Kecamatan PENWANGAN kami mengharapkan agar
penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan Pembangunan di Desa KLUWAN periode
selanjutnya akan lebih baik dan lebih optimal dengan tetap berpegang teguh pada tujuan,
azas, prinsip dan mekanisme penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan
Pembangunan yang ada.
Untuk menjaga pembangunan yang berkelanjutan setelah pelaksanaan Rencana

47
ADS TB RPJMDesa 14-19
Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) Tahun 2011 – 2015 Desa KLUWAN ,
maka kepada semua pihak pelaku penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan
Pembangunan diharapkan untuk menyusun Rencana Pembangunan Desa Tahun 2016
sehingga penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan Pembangunan di Desa KLUWAN
dapat berjalan dengan lancar dan lebih baik.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) Tahun 2011 – 2015
Desa KLUWAN merupakan penjabaran dari Visi dan Misi serta Rencana Program Kepala
Desa KLUWAN Kecamatan PENWANGAN hasil pemilihan secara langsung pada tanggal
Desember 2007.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) Tahun 2011 – 2015
Desa KLUWAN Kecamatan PENWANGAN selanjutnya menjadi bagian untuk dijadikan
pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan Pemerintahan Desa KLUWAN dalam
penyelenggaraan Pemerintahan dan pelaksanaan Pembangunan yang berkesinambungan.
Melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa ( RPJMDes ) Tahun 2011 –
2015 Desa KLUWAN Kecamatan PENWANGAN ini diharapkan adanya peningkatan dalam
pemberdayaan dan pembelajaran masyarakat dan kelembagaan serta aparatur khususnya di
tingkat desa dalam melaksanakan program pembangunan secara demokratis dan transparan.
Selain itu diharapkan pula adanya peran serta secara aktif dari masyarakat dan
dibebaskannya mereka untuk memutuskan pilihan kegiatan sehingga masyarakat merasa
memiliki dan ikut bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan dan pelestarian.

KEPALA DESA KLUWAN ,

Y.R. PUSPITANIANTO, S.SOS.
PETA SOSIAL DESA

U

48
ADS TB RPJMDesa 14-19

mangunrejo
52

42
231

27
BALAI DESA

46
90

37
84
90
73

LEGENDA

RTM/KK MISKIN

49
ADS TB RPJMDesa 14-19
50
ADS TB RPJMDesa 14-19