You are on page 1of 25

BAB II

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS
IBU HAMIL FISIOLOGIS

I. Pengkajian
Tanggal....................Jam.........Tempat........
A. Data Subyektif
1. Biodata.
Nama suami/istri : Memudahkan mengenali ibu dan suami serta mencegah
kekeliruan (marjati dkk,2010;87)
Umur : kondisi fisik ibu hamil dengan usia lebih dari 35 tahun akan sangat
menentukan proses kelahirannya. Proses pembuahan, kualitas sel
telur wanita usia ini sudah menurun jika dibandingkan dengan sel
telur pada wanita usia reproduksi (20-35 tahun) (Ari S,2014:99)
Agama : Mengetahui kepercayaan sebagai dasar dalam memberikan asuhan
saat hamil dan bersalin
Pendidikan : Mengetahui tingkat pengetahuan untuk memberikan konseling
sesuai pendidikannya. Tingkat pendidikan ibu hamil juga sangat
berperan dalam kualitas perawatan bayinya. (Ari S, 2014;104)
Pekerjaan : Mengetahui kegiatan ibu selama hamil. Penelitian menunjukkan
bahwa ibu yang bekerja mempunyai tingkat pengetahuan lebih baik
daripada ibu yang tidak bekerja (Ari S,2014;105)
Alamat : Mengetahui lingkungan ibu dan kebiasaan masyarakatnya tentang
kehamilan serta untuk kunjungan rumah jika diperlukan.
(marjati,dkk:2010:87)
Penghasilan : Mengetahui keadaan ekonomi ibu, berpengaruh apabila sewaktu –
waktu ibu dirujuk. Juga sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan
fisik dan psikologis ibu hamil (Ari S,2014;104)
2. Alasan Datang
Untuk mengetahui alasan pasien datang apakah untuk kontrol atau kunjungan ulang
ataupun ada keluhan.(Ari S,2014;167)

3. Keluhan Utama
TM I : biasanya ibu mengeluh sering buang air kecil, Keputihan, mual muntah
TM II : biasanya ibu mengeluh Hemoroid, Keputihan, Sembelit, Kram kaki, napas
sesak, Nyeri ligamentum rotundum, Pusing/sinkop, sakit punggung
TNM III : Biasanya ibu mengeluh sering buang air kecil, Hemoroid, Keputihan,
Sembelit, Kram kaki, napas sesak, Nyeri ligamentum rotundum, Pusing/sinkop, sakit
punggung
(Ari S, 2014; 123 - 127)
4. Riwayat Kesehatan
Selama hamil, ibu dan janin dipengaruhi oleh kondisi medis/sebaliknya. Kondisi
medis dapat dipengaruhi oleh kehamilan. Bila tidak diatasi dapat berakibat serius bagi
ibu.
Hipertensi dapat mempredisposisikan pada trombosit vena profilasi dan selanjutnya
embolisme paru. Kondisi lain seperti asma, epilepsi, infeksi memerlukan pengobatan dan
dapat menimbulkan efek samping pada janin. Komplikasi media utama seperti DM,
jantung memerlukan keterlibatan dan dukungan spesialis medis.
Menurut Poedji Rouhjati, 2010 riwayat kesehatan yang dapat berpengaruh pada
kehamilan antara lain:
- Anemia (kurang darah), bahaya jika Hb < 6 gr % yaitu kematian janin dalam
kandungan, persalinan prematur, persalinan lama dan perdarahan postpartum.
- TBC paru, janin akan tertular setelah lahir. Bila TBC berat akan menurunkan
kondisi ibu hamil, tenaga bahkan ASI juga berkuran. Dapat terjadi abortus,
bayi lahir prematur, persalinan lama dan perdarahan postpartum
- Jantung, bahayanya yaitu payah jantung bertambah berat, kelahiran prematur/
lahir mati
- Diabetes melitus, bahayanya yaitu dapat terjadi persalinan premature,
hydraamnion, kelainan bawaan,BBL besar, kematian janin dalam kandungan.
- HIV/AIDS, bahayanya pada bayi dapat terjadi penularan melalui ASI dan ibu
mudah terinfeksi.
(Salmah,2010;134))

Asma akan berpotensi menurun kepada ibu dan akan berdampak pada kehamilan. Jika hamil diluar nikah dan kehamilan . persalinan dan nifas yang lalu . seperti sakit kepala sampai pingsan atau jumlah darah yang banyak)(Ari S. untuk kehamilan saat ini mungkin melahirkan pervaginam. Riwayat kesehatan Keluarga.5. Anamnese haid memberikan kesan tentang faal alat reproduksi / kandungan. lamanya(frekuensi haid bervariasi 7 hari atau lebih). dan laktasi. kejang – kejang. jantung. berapa kali menikah. Keputusan ini tergantung pada lokasi insisi di uterus. perdarahan pervaginam. Persalinan Cara kelahiran spontan atau buatan. (Unpad. nukan vertikal maka bayi diupayakan untuk dikeluarkan pervaginam. dan bengkak – bengkak ditangan dan wajah.2004.155) 6. aterm atau prematur.157). banyaknya darah. 2009. umur menarche (pada wanita indonesia umumnya sekitar 12 – 16 tahun) (Ari S. Nifas Adakah panas. Riwayat haid. . perdarahan. 36).157) 8. Riwayat pernikahan Ditanyakan nikah atau tidak. keluhan saat haid(keluahn yang disampaikan dapat menunjukkan diagnose tertentu. HPHT(membantu penetapan tanggal perkiraan kelahiran) (Wheeler.2010. pusing hebat. . perdarahan dan ditolong oleh siapa. 2010. (Marjati dkk. Jika wanita pada kelahiran terdahulu melahirkan secara bedah sesar. usia pertama menikah dan berapa lama menikah. pandangan kabur. siklus haid ( lebih awal atau lebih lambat dari siklus normal 28 hari). DM. Riwayat Kehamilan. Kehamilan Pengkajian mengenai masalah/gangguan saat kehamilan seperti hyperemesis. Kesehatan fisik dan emosi ibu harus diperhatikan (Wheeler. TBC.126). 2010. 2009. meliputi hal – hal seperti . Jika dalam keluarga ibu terdapat riwayat penyakit hipertensi. 37) 7. jika insisi uterus berada dibagian bawah melintang.

(Marjati dkk. keluhan selama hamil muda. berupa 3 porsi makanan sehari ditambah makan selingan. TM I: berisi tentang bagaimana awal mula terjadinya kehamilan. usia berapa merasakan gerakan janin(gerakan pertama fetus pada primigravida dirasakan pada usia 18 minggu dan pada multigravida 16 minggu).2010. ANC dimana dan berapa kali. Pola kebiasaan sehari-hari. Apakah selama KB ibu tetap menggunakan KB. Contoh : susu. tersebut tidak diharapkan. Contoh : ikan .. karena itu ibu diharuskan makan makanan dalam porsi ssedikit tapi sering. 81) TM III : berisi tentang ANC dimana dan berapa kali. obat yang dikonsumsi. keluhan selama ikut KB dan rencana penggunaan KB setelah melahirkan. dan hidari makanan yang berlemak TM II : biasanya pada kehamilan ini nafsu makan ibu mulai membaik. 11. keluhan selama hamil muda. serta KIE yang didapat. obat yang dikonsumsi. serta KIE yang didapat. Hal ini untuk mengetahui apakah kehamilan ini karena faktor gagal KB atau tidak. sudah berhenti berapa lam. maka secara otomatis ibu akan sangat membenci kehamilannya. serta imunisasi yang didapat. sehingga porsi makan mulai kemali seperti sebelum hamil. buah . Sudah atau belum merasakan gerakan janin. a.2010. 2010. serta KIE yang didapat. daging makanan ini sangat baik terhadap pertumbuhan janin dan kondisi ibu serta dapat mengurangi resiko kekurangan darah .101) 9. Pola Nutrisi.126) 10. TM I : biasanya pada umur 1 – 3 bulan terjadi penurunan BB akibat mual dan muntah. (Ari S. jika iya ibu menggunakan KB jenis apa. obat yang dikonsumsi. roti kering. keluhan selama hamil muda. Riwayat kehamilan sekarang. Riwayat KB. TM II : berisi tentang ANC dimana dan berapa kali. telur. (marjati dkk.

Sayur dan buah juga membantu mencegah sembelit b. sirup. TM I & II: Pada periode ini ibu dapat melakukan aktivitas sehari – hari namun tidak boleh terlalu lelah dan berat karena dikhawatirkan mengganggu kehamilanya dan membutuhkan bantuan dalam melakukan aktivitas sehari – hari agar tidak terlalu lelah. Pola Aktifitas. TMI I :Pada periode ini ibu tidak terjadi gangguan eliminasi pada ibu TM II :Pada periode ini gangguan eliminasi mulai terganggu karena relaksasi umum otot polos dan kompresi usus bawah oleh uterus yang membesar TM III:Pada Periode ini ibu mengalami ketidaknyamanan pada gangguan eliminasi yaitu sering kencing . . Hal ini membantu menjaga berat badan. karena ibu mudah lelah TM II: biasanya pada periode ini ibu susah tidur karna kenyamanannya mulai terganggu TM III: biasanya diperiode ini ibu sering terbangun karena ibu merasakan sesak nafas ketika terlentang c. Pola eliminasi. TM III : Pada periode ini Pada periode ini ibu menghindari makanan pokok dan tepung – tepungan misalnya nasi. Pola Istirahat TM I: Biasanya pada periode ini ibu lebih sering tidur daripada aktivitas. kelelahan dalam beraktifitas akan banya menyebabkan komplikasi pada setiap ibu hamil misalnya perdarahan dan abortus. d. kue – kue dan perbanyak sayuran dan buah-buahan .

(Bobak. 759). cemas/tidak. Pada ibu hamil tekanan darah menurun hingga pertengahan kehamilan.174) Tekanan Darah : tekanan darah pada orang normal rata – rata 120/80 mmHg dengan diastole maksimal 140 mmHg dan sistole maksimal 90 mmHg. Pola seksual TM I : Tidak boleh terlalu sering karena dapat menyebabkan abortus TM II : Boleh melakukan tetapi harus hati-hati karena perut ibu yang mulai membesar. Pemeriksaan Umum. TM III: Pada periode ini ibu disarankan untuk tidak melakukan aktivitas terlalu berat e. untuk mengetahui keadaan umum pasien secara keseluruhan (Ari S. Riwayat Psikososial Dalam hal ini ibu menunjukan sikap dalam menerima kehamilan B.2005:759) bila suhu tubuh hamil > 37. dan kapasitas napas maksimum tidak terpengaruh selama kehamilan berlangsung. Keadaan umum : Baik/ tidak. Data Obyektif.5 C dikatakan demam. .759) Jumlah pernapasan. TM III : Tidak boleh terlalu sering dan hati-hati karena dapat menyebabkan ketuban pecah dini dan persalinan prematur.2004.5oC) (Patricia.2007. kapasitas vital. RR : Normal (12-20 x/menit)(Patricia.499) Nadi : N= 70x/menit. berarti ada infeksi dalam kehamilan. (Ari S.2009:61) Suhu : Normal (36. ibu hamil 80 – 90x/menit.2005.(Varney.2005. Tekanan sistolik menurun hingga 8 – 10 mmHg sedangkan diatolik mengalami penurunan 12 poin (Helen Varney.5oC-37.135) 12.2009.174) Kesadaran : Composmentis/apatis/letargis/somnolen (Ari S.2009. 1.2007:500). (Patricia.

ada kelainan lain.1998:109) BB : . Jika <23.2009. Inspeksi. perhatikan ekspresi ibu. Caries gigi menandakan ibu kekurangan kalsium.(resiko meragukan. Rambut : bersih/kotor. mudah rontok/tidak Muka :Muka bengkak/oedem tanda eklampsi.Tidak tampak . Palpasi Kepala : adakah benjolan abnormal Leher : Tidak tampak pembesaran vena jugularis. Jika ada hal ini berpengaruh pada saat persalinan terutama saat meneran. sariawan tanda ibu kekurangan vitamin C. warna hitam/merah jagung. Muka pucat tanda anemia.5 cm. Kg (trimester I bertambah 4 kg. berhubungan dengan kesempitan panggul) (manuaba. Hal ini dapat menambah tekanan pada jantung. sehingga dapat menyebabkan terjadinya kretinisme pada bayi dan bendungan vena jugularis/tidak b.134) Lila : > 23. 1) Kepala dan leher a.5kg/hari) (Ari S.1998. Potensial terjadi gagal jantung.. Pemeriksaan Fisik. Mata : Konjungtiva pucat menandakan anemia pada ibu yang akan mempengaruhi kehamilan dan persalinan yaitu perdarahan. Sclera icterus perlu dicurugai ibu mengidap hepatitis Hidung : Simetris. 2. Leher : Adanya pembesaran kelenjar tyroid menandakan ibu kekurangan iodium. Ibu hamil akan bernapas lebih dalam sekitar 20 – 25 % dari biasanya (manuaba. 69) TB : < dari 145 cm. bibir kering tanda dehidrasi. trimester II dan III bertambah 0.5 merupakan indikator status gizi kurang. Mulut&gigi : Bibir pucat tanda ibu anemia. terdapat cloasma gravidarum sebagai tanda kehamilan.. adakah sekret. kesakitan atau meringis.

sedang. radang akut dikepala 2) Dada Paru – paru Inspeksi : Postur. kesimetrisan ekspansi. lahir mati. masa. Payudara normalnya melingkar. pulmonalis terletak pd ICS 3 sinistra (kiri) . keadaan kulit. pulmonalis. nyeri tekan.vibrasi yang dapat teraba. bentuk. trikuspidalis. bentuk. Jantung Palpasi : . 3) Payudara Inspeksi : Bantu pasien mengatur posisi duduk menghadap ke depan. pembesaran kelanjar tiroid. dan . Mitral terletek di ICS 5 mid klafikula sinistra. lesi. Mulai inspeksi ukuran. telanjang dada dengan kedua lengan rileks di sisi tubuh. Trikuspidalis terletak di ICS 5 di tengah gatis dada . peradangan. Auskultasi: Mendengar detak jantung. vaskularisasi. Auskultasi: Mengkaji kondisi paru-paru dan rongga pleura menggunakan stetoskop apakah terdapat suara tambahan atau tidak seperti whezing. mitral bagian bunyi jantung yang bunyinya paling keras karena paling dekat dengan jantunng. Palpasi : Keadaan kulit dinding dada. kesimetrisan ekspansi. dan dapat dideskripsikan kecil.Tidak tampak pembesaran limfe. bunyi jantung dapat didiskripsikan dengan “lup” “dup”. kretinisme dan keguguran. mitral) . jika ada kemungkinan terjadi infeksi oleh berbagai penyakit misal TBC. dan kesimetrisan payudara. agak simetris. Perkusi : Bunyi perkusi paru normal disebut sonor. warna. dan besar. aorta terletak pd ICS 3 dextra (kanan) . Menentukan titik-titik (aorta. jika ada potensial terjadi kelahiran prematur.

Bila ditemukan rabas. ulkus. dan kaji adanya nyeri tekan. waran areola. lakukan pula pengkajian dengan posisi pasien telanjang dan diganjal bantal / selimut di bawah bahunya. strie livide ini berubah warnanya menjadi putih disebut strie albican. Caranya yaitu tekankan telapak tangan anda / tiga jari tengah ke permukaan payudara pada kuadran samping atas. Areola wanita hamil umumnya berwarna lebih gelap. identifikasi sumber. warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut strie livide. Setelah partus. jumlah. Dan tidak jarang ditemui kulit perut seolah-olah retak-retak. edema pada kulit payudara. Inspeksi abdominal juga bertujuan untuk melihat apakah terdapat bekas oprasi (SC) atau tidak guna penapisan awal untuk ibu dengan resiko tinggi. Palpasi daerah klavikula dan ketiak terutama pada area nodus limfe. Inspeksi ketiak dan klavikula untuk mengetahui adanya pembengkakan atau tanda kemerah – merahan. Lakukan palpasi setiap payudara dengan teknik bimanual terutama untuk peyudara yang berukuran besar. -Palpasi Lakukan palpasi di sekeliling putting susu untuk mengetahuii adanya rabas. warna. . konsistensi rabas tersebut. pergerakan. Amati juga posisi kedua putting susu yang normalnya mempunyai arah yang sama. Bila diperlukan. Inspeksi adanya penonjolan atau retraksi pada payudara dan putting susu akibat adanya skar atau lesi. atau pembengkakan pada putting susu. Lakukan palpasi payudara sebelahnya. Lakukan palpasi dinding dada dengan gerakan memutar dari tepi menuju ereola dan searah jarum jam. Inspeksi adanya rabas. 4) Abdomen Inspeksi : bertujuan untuk mengetahui adanya hiperpigmentasi pada linea alba di garis tengah abdomen yang biasanya lebih hitam pada usia kehamilan 12 minggu yang kemudian disebut dengan linea grisea.

5. Dengan cara ini dapat diperoleh kesan apakah denyut jantung janin tersebut teratur atau tidak. Dan dapat didengarkan menggunakan stetoskop Laennec pada usia kehamilan 18-20 minggu. Ketika partus sebaiknya didengar satu menit denyutan permenit. Frekuensi detik jantung janin nornal 120-160 kali per menit. Auskultasi untuk mengetahui denyut jantung janin. Hasil pemeriksaan detik jantung janin 10-12-10 berarti frekuensi detik jantung janin 32x4 = 128 kali per menit. Leopold I : Untuk menentukan usia kehamilan berdasarkan TFU dan bagian yang teraba di fundus uteri. 2. Denyut jantung janin dapat didengarkan dengan menggunakan alat fetal electro cardiograph (Doppler) pada usia kehamilan 12 minggu.kemudian 5 detik ketiga. dan dikatakan takikardi bila lebih dari 160x/menit dan brakikardi bila kurang dari 120x/menit dan ini merupakan tanda bayi mengalami fetal distress. Teknik pelaksanaan auskultasi adalah sebagai berikut : 1. Palpasi . Denyut jantung janin dikatakan normal bila berkisar antara 120- 160x/menit. Detik jantung janin dihitung selama 5 detik dilakukan 3 kali berurutan selang 5 detik sebanyak 3 kali. Pengukuran tinggi fundus uteri . Serta untuk mengetahui pembesaran uterus apakah sesuai dengan umur kehamilan atau tidak. 3. 4. Auskultasi detik jantung janin dengan menggunakan feteskop de Lee. Detik jantung janin terdengar paling keras didaerah punggung janin.kelima. Cara menghitungdenyut jantung janin dalam 5 detik pertama. kemudian hasil dijumlahkan dan dikalikan 4 untuk mendapatkan hasil perhitungan denyut jantung selama satu menit.

32 minggu TFU pertengahan antara pusat dan procesus xymphoideus . 5) Kulit Inspeksi : Warna kulit biasanya sama dengan rasnya. 12 minggu TFU 1 – 2 jari diatas symphisis . 6) Ekstermitas Ekstermitas atas Inspeksi bagaimana pergerakan tangan. Penampang kuku berwarna merah muda menandakan pengisian kapiler baik. 24 minggu TFU setinggi pusat . hiperpigmentasi seperti cloasma gravidarum. 20 minggu TFU 3 jari dibawah pusat . kurang bundar. .kurang melenting. 16 minggu TFU pertengahan antara symphisi dan pusat . 40 minggu TFU pertengahan antara pusat dan procesus xymphoideus Tanda kepala : keras. bundar. lesi. serta linea nigra berkaitan dengan kehamilan dan strie perlu dicatat. jaundice menandakan gangguan pada hepar. Leopold II : Menentukan letak punngung anak padaletak memanjang dan menentukan letak kepala pada ketak lintang Leopold III : Menentukan bagian terbawah janin. dan apakah bagian terbawah sudah masuk PAP atau belum.massa/benjolan . Pucat menandakan anemis. Sebelum bulan III tinggi fundus uteri belum bisa diraba . 36 minggu TFU 3 jari dibawah procesus xymphoideus . 28 minggu TFU 3 jari diatas pusat . melenting Tanda bokong: lunak.dan kekuatan otot apakah terlihat lemas atau tidak Palpasi apakah ada nyeri tekan. Leopold IV : Seberapa jauh bagian rerbawah masuk PAP.

dan kekuatan otot Palpasi : apakah ada nyeri tekan. Panggul Gynecoid Bentuk panggul ideal. b. d. Distantia spinarium Jarak antara spina iliaca anterior superior kiri dan kanan (23-26 cm). Ekstermitas bawah Inspeksi : bagaimana pergerakan kaki. Panggul Antropoid Bentuk PAP seperti elips. picak. b. bulat dan merupakan jenis panggul tipikal wanita. c. menyempit arah muka belakang. Panggul Platipeloid Bentuk PAP seperti kacang atau ginjal. Distantia cristarum Jarak yang terjauh antara crista iliaca kanan dan kiri (26-29 cm). b. Ukuran-ukuran luar bias ditentukan dengan jangka panggul kecuali ukuran lingkar panggul yang diambil dengan pita pengukur (80-95 cm). Ukuran lingkar panggul Dari pinggir atas symphysis ke pertengahan antara spina iliaca anterior superior dan trochanter major sepihak dan kembali melalu tempat-tempat yang sama di pihak lain. . Ukuran-ukuran luar dapat memberi petunjuk pada kita akan kemungkinan panggul sempit. agak lonjong seperti telur d. Panggul Androi Bentuk PAP seperti segitiga.Ukuran-ukuran luar yang terpenting adalah : a. merupakan jenis jenis panggul tipikal pria c.massa/benjolan 7) Pelvis Bentuk-bentuk Panggul Wanita Menurut Caldwell-Moloy ada 4 bentuk panggul: a. Conjugata externa (baudeloque) Jarak antara pinggir atas symphysis dan ujung processus spinosus ruas tulang lumbal ke-V (18-20 cm).

2010. Anak hidup atau mati. 12-13) .Auskultasi menentukan hamil atau tidak. presentasi anak tunggal kembar yaitu terdengar pada dua tempat dengan perbedaan 10 detik Adanya ronkhi atau wheezing perlu dicurigai adanya asma atau TBC yang dapat memperberat kehamilan Abdomen DJJ normal 120-160 x/menit. kedudukan punggunh anak.Membantu menentukan habitus. teratur dan regular 8) Perkusi Reflek patella Reflek patella negatif menandakan ibu vit B (Maryati dkk.

dispnea. 3. hipertrofi ventrikel. tidak mengenal peningkatan metabolik/nutrisi. perubahan preload (penurunan aliran balik vena). Kelebihan volume cairan sehubungan dengan perubahan mekanisme regulator. Ketidakefektifan pola pernafasan sehubungan dengan pergeseran diagfragma akibat pembesaran uterus yang ditandai dengan keluhan sesak nafas. Dekompensasi curah jantung sehubungan dengan peningkatan kebutuhan sirkulasi. Inkontinensia urine: stress berhubungan dengan tingginya tekanan intraabdominal dan kelemahan otot pelvis sekunder terhadap kehamilan 3. perubahan kedalaman pernafasan. dan afterload (peningkatan tahanan vascular perifer). DIAGNOSA TM I : 1. Risiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual/muntah secara berlebihan. mual/muntah. Keletihan berhubungan dengan peningkatan metabolisme karbohidrat. 2. keuangan yang tidak mencukupi. 3. Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan nafsu makan. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan sekunder terhadap persiapan melahirkan . TM II : 1. retensi natrium/ air TM III : 1. dan peningkatan kebutuhan energi untuk melakukan aktifitas 2. perubahan kimia tubuh.II.Pola nafas inefektif berhubungan dengan ekspansi paru tidak maksimal sekunder terhadap meningkatnya tekanan intra abdomen 2.

mual/muntah. Keletihan berhubungan dengan peningkatan metabolisme karbohidrat... keuangan yang tidak mencukupi. komunitas dan diri sendiri. Tujuan : Dalam waktu . tidak mengenal peningkatan metabolik/nutrisi.. . 2.. Tentukan siklus tidur bangun yang Membantu menyusun prioritas yang normal dan komitmen terhadap pekerjaan. x 24 jam setelah dilakukan tindakan keperawatan. x 24 jam setelah diberikan tindakan keperawatan pasien tidak mengalami keletihan/keletihan berkurang KH : 1. dan peningkatan kebutuhan energi untuk melakukan aktifitas Tujuan : dalam waktu . mengakibatkan Fe dalam tubuh. III. kebutuhan nutrisi klien terpenuhi. Mengidentifikasi dasar yang mengakibatkan kelekahan dan area kontrol individu 2. komitmen. Jelaskan peran zat Kadar Hb rendah. Risiko nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan nafsu makan. Memodifikasi gaya hidup untuk memenuhi perubahan kebutuhan/tingkat energi 3. Pantau kadar Hb. jumlah pembawa oksigen. Melaporkan adanya peningkatan energi INTERVENSI RASIONAL Anjurkan tidur siang 1 – 2 jam dan Untuk memenuhi kebutuhaan tidur malam 8 jam. metabolik yang berkenan dengan pertumbuhan jaringan ibu/janin. anjurkan mengkonsumsi kelelahan lebih besar karena penurunan zat Fe sesuai indikasi. Klien perlu membuat penilaian seperti perubahan shift kerja untuk mengatasi mual pagi hari atau istirahat yang banyak dsb. realistic dan waktu untuk menguji keluarga. perubahan kimia tubuh. PELAKSANAAN TM I: 1..

pasien tidak mengalami mual muntah KH : 1. Tujuan : dalam waktu . Menunjukan penambahan berat badan yang sesuai(minimal 1. Memberi makanan yang mengandung vitamin. Memakan bahan bukan makanan pada Kaji pilihan bahan bukan makanan dan kehamilan karena kebutuhan psikologis. Perhatikan adanya pika/ngidam. meningkatkan resiko retardasi pertumbuhan intrauterine (IUGR) pada janin dengan BBLR 3. Risiko kekurangan volume cairan berhubungan dengan mual/muntah secara berlebihan. Informasikan tentang prenatal atau dibawah BB normal masa penambahan prenatal yang optimum kehamilan. x 24 jam setelah diberikan tindakan keperawatan. Mengkonsumsi vitamin/suplemen zat besi. lebih dari 35 dan lansia cenderung obesitas/diabetes tahun).5 kg pada akhir trimester pertama) INTERVENSI RASIONAL Tentukan keadekuatan kebiasaan Kesejateraan janin-ibu tergantung asupan nutrisi dulu atau sekarang dengan pada nutrisi ibu selama kehamilan menggunakan batasan 24 jam. usia (kurang dari 17 tahun. respon terhadap lapar dan atau respon tubuh terhadap kebutuhan tubuh Timbang BB klien. pastikan BB Ketidakadekuatan penambahan BB pregravid. Menjelaskan komponen diit seimbang prenatal. Mengikuti diet yang dianjurkan 4. Mengidentifikasi dan melakukan tindakan untuk menurunkan frekwensi mual/muntah 2. Dapatkan riwayat kesehatan. KH : 1. catat Remaja cenderung malnutrisi/anemia. tingkat motivasi untuk memakannya fenomena budaya. mineral dan besi 3. Mengkonsumsi cairan dengan jumlah yang sesuai setip hari .. gestasional. 2..

Anjurkan peningkatan masukan Membantu mengatasi mual/muntah minuman berkarbonat. Kaji suhu dan perubahan kulit. peningkatan HCG. dengan tinggi karbohidrat dan jumlahnya sedikit. 3. dehidrasi dan ketidak seimbangan elektrolit. Indikator dalam membantu membran mukosa. tensi. BJ urine dan mengevaluasi kebutuhan hidrasi output/input. Pada awalnya muntah dapat setiap hari. Muntah dapat menyebabkan asidosis dan memerlukan intervensi lanjut. mengakibatkan alkalosis. Mengidentifikasi tanda dan gejalah dehidrasi INTERVENSI RASIONAL Tentukan frekwensi/beratnya Memberikan data yang berkenaan mual/muntah dengan semua kondisi fisik. makan 6 x sehari dan menurunkan keasaman lambung. . tes urine dan penurunan BB grafidarum. perubahan metabolisme karbohidrat dan penurunan motilitas gastric memperberat mual/muntah Anjurkan klien mempertahan kan Membantu menetukan hiperemesis input/output.

pola pernafasan dan menurunkan misal alergi. vitamin atau fero sulfat. dispnea. mengakibatkan anemia dan menurunkan kapasitas pembawa oksigen. Peningkatan kadar plasma pada gestasi minggu ke 24 – 32 mengecerkan kadar Hb. masalah medis yang terjadi sebelumnya. Ketidakefektifan pola pernafasan sehubungan dengan pergeseran diagfragma akibat pembesaran uterus yang ditandai dengan keluhan sesak nafas. asma ... 3 Kaji kadar Hb dan Ht Tekankan pentingnya masukan . tuberkolusis oksigenasi jaringan ibu atau janin. . N Intervensi Rasional o 1 Kaji status pernafasan Menentukan luas atau beratnya . 2 Dapatkan riwayat dan pantau Masalah lain dapat terus mengubah . fungsi pernafasan diubah saat kemampuan diafragma untuk turun pada inspirasi berkurang oleh pembesaran uterus. perubahan kedalaman pernafasan. pola nafas pasien efektif KH : . masalah. TM II: 1.x24 jam . 4 Beri informasi tentang rasional Menurunkan kemungkinan gejala . kesulitan pernafasan dan program pernafasan yang disebabkan oleh kelebihan.Klien dapat mendemonstrasikan perilaku yang mengoptimalkan fungsi pernafasan. Klien akan melaporkan penurunan frekwensi atau beratnya keluhan. Tujuan : setelah dilakukan asuhan keperawatan selama . . Meski kapasitas vital meningkat.

yang tanda-tanda.. menjamin peningkatan curah jantung. yang menurunkan tahanan curah jantung. Normalnya.. hipertrofi ventrikel. Mengidentifikasi cara-cara untuk mengontrol dan menurunkan masalah kardiovaskular N Intervensi Rasional o. . Bebas dari edema patologis dan tanda-tanda HAK 3. misalnya postur yang baik. perubahan preload (penurunan aliran balik vena). diafragmatik. Tetap normotensitif selama perjalanan prenatal 2. Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan selama .x24 jam kebutuhan sirkulasi tubuh terpenuhi KH : 1. dan afterload (peningkatan tahanan vascular perifer). meningkatkan ketersedian hindari merokok. dan perubahan normal dan abnormal. 1 Tinjau ulang proses fisiologis hipertrofi ventrikel jantung . dan gejala – gejala Selama memuncak pada gestasi minggu ke 25 – 27 trimester kedua untuk memenuhi oksigen dan nutrien ibu/ janin. menurunkan persedian oksigen untuk pertukaran ibu-janin 2. Dekompensasi curah jantung sehubungan dengan peningkatan kebutuhan sirkulasi. latihan yang realistis 4 Tinjau ulang tindakan yang dapat Postur yang baik dan makan sedikit . dilakukan klien untuk mengurangi membantu memaksimalkan penurunan masalah. Merokok sering. system kardiovaskuler mengkompensasi peningkatan curah jantung dengan dilatasi pembuluh darah. makan sedikit tapi ruang untuk ekspansi paru.

atau torsio pembuluh darah besar. dapat membahaya-kan sistem 2 Perhatikan riwayat yang ada Klien ini menghadapi resiko . Kelebihan volume cairan sehubungan dengan perubahan mekanisme regulator. DM. perubahan posisi jantung. 3 Laporkan jika peningkatan Peningkatan TD dapat menunjukkan . stress. adanya murmur mungkin diciptakan oleh peningkatan volume. Namun. retensi natrium/ air . retensi kelebihan cairan. dan masalah jantung sebelumnya. dan tekanan uterus pada pembuluh darah pelvis 3. penurunan viskositas darah. herediter. murmur dapat menandakan terjadinya kerusakan 5 Kaji adanya edema pergelangan Bedakan antara edema fisiologis . tekanan diastolic menurun kira-kira 12 mmHg. sistolik lebih dari 30 mmHg dan HAK. kaki dan varieses kaki. Ini menurunkan pembacaan tekanan sistolik kira-kira 8 mmHg. trimester kedua. atau adanya kehamilan multiple atau mola hidatidosa 4 Auskultasi bunyi jantung. khususnya pada klien dengan pe- diastolic lebih dari 15 mmHg nyakit jantung/ ginjal. sebelumnya atau potensial masalah tertinggi ter-hadap masalah jantung selama jantung/ ginjal/ diabetik. Peningkatan cairan. vulva dan dan potensial berbahaya Edema dependen rectum dari ekstremitas bawah (edema fisiologis) sering terjadi karena stasis vena akibat vasodilatasi dari aktifitas progesterone. catat Murmur sistolik sering ringan dan . bila curah jantung memuncak Ukur tekanan darah (TD) dan nadi.

Meski sampai 5 lb (3. berkenaan dengan spasme glomerular dari ginjal. yang menurunkan resorpsi albumin Berikan informasi tentang diet (mis. yang potensial patologis.x24 jam volume cairan pasien normal Hasil yang diharapkan : 1.. peningkatan protein. peningkatan ini dapat memperberat dekompensasi jantung 2 Tes urin terhadap albumin Deteksi masalah vascular . retensi cairan berlebihan dan edema wajah N Intervensi Rasional o 1 Pantau berat badan secara teratur Mendeteksi penambahan berat . Klien dapat mengidentifikasi tanda/gejala yang memerlukan evaluasi / intervensi medis 3. Selama trimester kedua. Tujuan : setelah diberikan asuhan keperawatan .6 Kg) cairan dapat ditahan dengan edema tidak tampak. Bebas dari hipertensi. badan berlebihan dan retensi cairan yang tidak kelihatan.. albuminuria. . total cairan tubuh (plasma dan SDM) meningkat 1000 ml karena sebagian kadar estrogen merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan aldosteron yang menahan natrium dan air. tidak menambahkan garam meja. Klien dapat menyebutkan cara-cara untuk meminimalkan masalah 2.

menghindari makan dan minum tinggi natrium) Nutrisi adekuat. Bila tidak teratasi pemberi pelayanan kesehatan harus diberi tau . secara periodic selama sehari ekstremitas bawah terjadi di penghujung hari adalah normal tetapi harus dapat diatasi dengan tindakan sederhana. Na berlebihan dapat memperberat retensi air (terlalu sedikit Na dapat mengakibatkan dehidrasi) 3 Anjurkan meninggikan ekstremitas Edema fisiologis dari . khususnya peningkatan HAK.

Informasi yang adekuat dapat kedaan yang menimbulkan sesak membawa pasien lebih kooperatif 2. 3. 1.. Berikan HE pada klien tentang 1. Frekwensi pernafasan yang meningkat adalah indicator adanya sesak nafas . Jalan nafas yang longgar dan tidak ada 3. Observasi frekwensi pernafasan sumbatan proses respirasi dapat (RR) berjalan dengan lancar. Klien tampak rileks 2.Pola nafas inefektif berhubungan dengan ekspansi paru tidak maksimal sekunder terhadap meningkatnya tekanan intra abdomen Tujuan: Tujuan: Pola nafas dapat kembali efektif setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .TM III . Frekwensi pernafasan normal (16 – 24 × per menit) Intervensi Rasional 1.. Berikan posisi semifowler pada dalam memberikan terapi pasien 2. × 24 jam dengan kriteria hasil: 1.

Frekwensi berkemih menurun 3. Ajarkan klien untuk mengatasi 3. Klien tampak rileks 2. × 24 jam. Frekwensi berdiri yang terlalu lama inkontinensia dengan melakukan dapat meningkatkan tekanan pada senam kegel vesika urinaria 4. Kaji frekwensi berkemih klien dalam memberikan terapi 3. × 24 jam. Informasi yang adekuat dapat penyebab dari inkontinensia membawa pasien lebih kooperatif 2.. Berikan HE pada klien tentang 1. Klien tampak percaya diri 3. Senam kegel dapat meningkatkan kekuatan otot dinding pelvis ibu 3.. dengan kriteria hasil: 1. Tidak terjadi insomnia . Frekwensi berkemih yang berlebih menghindari berdiri yang terlalu merupakan indicator terjadinya lama inkontinensia urine 4. Klien dapat melakukan senam kegel secara mandiri Intervensi Rasional 1. dengan kriteria hasil: 1. Klien mengerti penyebab dari inkontinensia 2. Instruksikan klien untuk 2. Ansietas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan sekunder terhadap persiapan melahirkan Tujuan: Tujuan: Ansietas dapat teratasi setelah dilakukan intervensi selama .. Inkontinensia urine: stress berhubungan dengan tingginya tekanan intraabdominal dan kelemahan otot pelvis sekunder terhadap kehamilan Tujuan: Tujuan: Inkontinensia dapat teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama .2..

Kaji tingkat ansietas yang dialami memberikan terapi klien 2. Ajarkan penghentian ansietas mengatasi ansietas untuk digunakan bila situasi yang 3. Mengetahui penyebab yang menimbulkan stress tidak dapat menagkibatkan ansietas yang dialami klien dihindari 4. Berikan HE pada klien tentang 1. Mengetahui tingkat ansietas 3. Informasi yang adekuat dapat proses persalinan membawa pasien lebih kooperatif dalam 2. Membentu klien untuk dapat mengatasi ansietasnya secara mandiri . Gali kekhawatiran yang dialami yang dialami klien dapat membantu klien menentukan intervensi yang tepat untuk 4. Intervensi Rasional 1.