You are on page 1of 16

136

Dinamika Akuntansi, Keuangan dan Perbankan, Nopember 2015, Hlm: 136 – 151 Vol. 4, No. 2
ISSN :1979-4878

PENGARUH AGRESIVITAS PAJAK DAN MEDIA EKSPLOSURE TERHADAP
CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY

Winda Plorensia A.P
Pancawati Hardiningsih
Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Stikubank
(pancawati_h@yahoo.com)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh agresivitas pajak dan media eksplosure perusahaan terhadap resposibity
sosial perusahaan ( CSR ). Obyek penelitian pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. CSR
menunjukkan tanggung jawab perusahaan harus didasarkan pada garis triple bottom dari perusahaan tanggung jawab sosial,
lingkungan, dan keuangan. Sampel terpilih menggunakan metode pooled time series diperoleh sebanyak 68 perusahaan
periode 2011-2014. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah konten analisis pengungkapan
sosial dalam laporan tahunan perusahaan. Teknik analisis menggunakan regresi berganda. Hasil penelitian ini menunjuk
kan agresivitas pajak berpengaruh signifikan positif terhadap CSR sedangkan media eksplosure berpengaruh signifikan
positif terhadap CSR. Perusahaan yang memiliki tingkat laba yang tinggi maka cenderung akan melakukan pengungkapan
CSR lebih besar. Pengkomunikasian CSR melalui media akan meningkatkan reputasi perusahaan dimata masyarakat.

Kata kunci: Tanggung jawab sosial, Agresivitas pajak, Media eksplosure.

ABSTRACT

This study aims to examine the effect of the tax aggressiveness and eksplosure media company with its corporate social
resposibity ( CSR ). This research was conducted in the mining company listed on the Indonesia Stock Exchange.CSR
indicates that corporate responsibility should be based on the triple bottom line of a company's social responsibility ,
environmental , and financial . Sample were obtained by using pooled time series as many as 68 companies from 2011-
2014 . Data collection methods used in this study is a content analysis of social disclosure in the annual report of the
company. The use of statistical methos in this research is multiple regression. The results of this study indicate that the tax
aggressiveness positive significant effect on CSR , while media eksplosure positive significant effect on CSR . Companies
that have a high rate of profit then inclined to make greater disclosure of CSR . CSR communicating through the media will
enhance the company's reputation in the eyes of the public in accordance.

Keywords: corporate social responsibiltiy,tax aggressiveness,media eksplosure.

PENDAHULUAN PT, peraturan lain yang sifatnya umum namun
terkait dengan kewajiban pelaksanaan Tanggung
Saat ini banyaknya perusahaan yang di jawab Sosial Perusahaan adalah UU No.25 Tahun
anggap telah memberi konstribusi bagi kemajuan 2007 tentang Penanaman ModalPasal 15 (b).
ekonomi dan teknologi tetapi perusahaan tersebut Khusus bagi perusahaan yang operasionalnya me
mendapat kritik karena telah menciptakan ngelola Sumber Daya Alam (SDA), terikat dalam
masalah sosial seperti polusi, penyusutan sumber Undang-undang No 22 Tahun 2001, tentang
daya, limbah, mutu dan keamanan produk. Ada Minyak dan Gas Bumi, Pasal 13 ayat 3 (p)tetapi
nya dampak pada lingkungan tersebut mempeng secara logis terdapat hukum sebab akibat, dimana
aruhi kesadaran masyarakat akan pentingnya me ketika operasional perusahaan memberikan dam
laksanakan tanggung jawab sosial atau Corporate pak negatif, maka akan muncul respon negatif
Social Resposibity (CSR). yang jauh lebih besar dari masyarakat maupun
Pengungkapan CSR merupakan suatu ke lingkungan yang dirugikan.
wajiban bagi setiap perusahaan yang di atur Perusahaan yang menyalurkan dana CSR
dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. dianggap mempunyai prospek yang baik. Hal ini
40 Tahun 2007 Pasal 74 tentang Tanggung Jawab meliputi penyaluran beasiswa, jaminan kesehatan
Sosial dan Lingkungan. Selain Undang-undang karyawan, tunjangan dan lain-lain. Argumen

1 (revisi 2013) paragraf 10 dan 10A yang senjangan sosial dan ekonomi yang terjadi berlaku pada tanggal 1 januari 2015. baik wajib pajak orang pribadi maupun pajak. dan daerah operasi perusahaan ini membuat jarak dunia usaha berdasarkan prinsip kemitraan dan daerah pengeboran minyak dengan pemukiman kerjasama (Departemen Sosial.2. 137 Vol. Fauzi :2008). pernyataan ini sesuai dengan dengan masyarakat lokal. Freeport Indonesia karena bersifat sukarela dan menjadi bagian dari saat ini tidak lepas dari konflik berkepanjangan strategi perusahaan.Perusahaan pertambangan melakukan tinda badan. kan agresivitas pajak karena pendapatan yang di Beberapa penelitian tentang CSR seperti peroleh relatif besar. Budimanta. pada tahun 2007 sebesar Rp2. masyarakat. mematuhi hukum. (Wibisono: 2007). yaitu triple bottom line ( Elkington. Keberlanjutan akan terjamin apa pada Real Estate Indonesia (REI) yang dituduh bila perusahaan memperhatikan aspek terkait oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak terkait lainnya. PT Kaltim Prima Coal suatu laporan yang dapat mengungkapkan bagai (KPC). menjunjung integritas. 2013) Perusahaan pengungkapan CSR. baik terkait dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) tanah ulayat. faatkan secara optimal untuk mengungkapkan Berdasarkan beberapa kasus di atas. Nopember 2015 Dinamika Akuntansi. Kasus serupa yang merugikan pemerintah Perusahaan yang hanya menggantungkan di bidang perpajakan seperti kasus BHP Ltd. Ardilla (2011). perusahaan pertambangan bayar pajak dalam rangka menjalankankewajiban terindikasi sering melakukan tindakan agresivitas negara. pelanggaran adat.2007). Begitupula konflik pengertian bahwa seperti halnya individu. Ekspansi bersama antara pemerintah.com. mentingkan CSR merugikan pemerintah dan Menurut Direktur Intelejen dan Penyidikan DJP warga negara. dan PT Arutmin Indonesia yang diduga mana konstribusi mereka terhadap berbagai per oleh Ditjen Pajak melakukan manipulasi pajak masalahan sosial yang terjadi di sekitarnya. Disamping juga dikarenakan yang dinyatakan oleh Lanis dan Richardson sektor ini banyak merusak lingkungan sehingga (2013) menemukan bahwa terdapat hubungan dibutuhkan wujud timbal balik kepada masya positif dan signifikan antara agresivitas pajak dan rakat (www. CSR juga mengandung nal (Leimona. akibatkan tercemarnya laut sehingga berkurang people dan planet yang mana perusahaan akan nya tangkapan ikan dan menurunnya kualitas berhasil apabila tidak hanya memperhatikan kesehatan masyarakat lokal akibat operasional PT profit-nya saja namun memperhatikan kesejah Newmon Minahasia Raya (NMR) tidak hanya teraan masyarakat dan peduli terhadap ling menjadi masalah nasional melainkan internasio kungan ( Wibisono. Juga pada perusahaan pertambangan PT layaknya entitas bisnis bersedia untuk menyajikan Bumi Resources Tbk. Adanya duga banyak melakukan penghindaran pembayar masalah sosial dan lingkungan yang ditimbulkan an Pajak Penghasilan (Setyo dalam Kusuma. maupun ke No. Keuangan dan Perbankan berbeda bahwa CSR tidak boleh dipaksakan yang dimaksud seperti.metrotvnews. Di Indonesia kasus an (sustainable). yaitu aspek sosial dan lingkungan dokumen transaksi pembayaran pajak yang di (Rudito. 4 No. per hingga tindak kekerasan terjadi akibat pen usahaan memiliki tugas moral untuk berlaku cemaran lingkungan dan masalah sosial terkait jujur. 1997 dalam Hayu. Prasetijo: 2004). seharusnya warga negara taat mem Yuli Kristiono (2013). pembuangan tailing ke dasar laut laut yang meng 2011 ) yang menggunakan “3P” yaitu profit. pada Zeng (2012) . 2007) dalam penduduk hanya sekitar 200 meter. operasional PT Caltex Pacific Indonesia (CPI) di dan tidak korup. Namun tampaknya masih belum diman 2010) . Namun. oleh aktivitas bisnis perusahaan maka sudah se 2013). Pernyataan itu juga sesuai dengan konsep Kasus Pencemaran Teluk Buyat. PT. semata-mata pada kesehatan finansial tidak men James Hardie Ltd dan News Corporation Ltd jamin perusahaan bisa tumbuh secara berkelanjut (Lanis dan Richardson 2013).1 triliun(Tjiptartdjo. tinda masalah yang berhubungan dengan lingkungan kan agresivitas pajak dan tindakan tidak me sosial khususnya pada perusahaan pertambangan. Tanggungjawab sosial perusaha wilayah Duri Provinsi Riau mengalami kerugian an telah menjadi suatu kebutuhan yang dirasakan dalam aspek kesehatan dan ekonomis.

Jessica dan Agus (2014) dan Yohana pengungkapan informasi tertentu. hubungan gagal karena dianggap tidak konsisten. Ukuran CSR merupakan sebuah gagasan yang perusahaan. sesuai dengan teori legitimasi dengan cara peng Gray et al (1997) meyatakan bahwa dalam ungkapan informasi CSR tambahan. pemerintah. capint. kreditor. leverage. profil perusahaan. semakin rendah tingkat agresivitas pajak perusahaan tersebut. buruk bagi perusahaan karena mengharuskan per masyarakat. tindakan pajak agresif dapat berdampak saham. Development menjadikan perusahaan tidak lagi menganut pada prinsip single bottom line yaitu nilai perusahaan .wikipedia.org). Bagaimana pengaruh Agresivitas Pajak ter diasumsikan dalam teori legitimasi. serentak pengaruh pengungkapan CSR. Widyatmoko hukum dan regulasi yang menghendaki adanya (2011). tax planning. dan pihak lain (Chariri. seperti CSR. usahaan untuk melaporkan laba yang lebih 2008). nitas dan lingkungan dalam segala aspek operasio dewan komisaris dan profitabilitas berpengaruh nal perusahaan yang mencakup aspek ekonomi. agresifitas pajak. Dengan kata lain perusahaan dalam ber rendah. secara merupakan bagian kecil saja dari CSR.138 Winda Plorensia & Pancawati Hardiningsih Dinamika Akuntansi. Jessica dan Agus (2014) oleh Habitat for Humanityatau Ronald McDonald meneliti tentang pengungkapan CSR berpengaruh House). Lanis dan Richardson (2013) menemukan bahwa semakin tinggi tingkat pengungkapan CSR Corporate Social Responsibility dari suatu perusahaan. termasuk keberadaan Sembiring (2005). supplier. sangat dimungkinkan perusahaan untuk kepentingannya sendiri namun harus mem menjadi agresif dalam perpajakan. Oktaviana (2014). antara pengungkapan CSR dan perhatian masya Rumusan Masalah dalam penelitian in I adalah: rakat timbul dari perilaku perusahaan yang tidak sesuai dengan harapan masyarakat seperti yang 1. Veronica (2008). dan lingkungan (www. hasil penelitian tersebut Pada penelitian Lanis dan Richardson . Di samping Kaitan antara CSR dengan agresivitas itu teori stakeholder mengabaikan pengaruh pajak telah diteliti oleh beberapa peneliti seperti masyarakat luas terhadap penyediaan informasi Lanis dan Richardson (2013). Banyak pendukung CSR yang memisahkan CSR ukuran dewan komisaris berpengaruh positif ter dari sumbangan sosial dan "perbuatan baik" (atau hadap CSR sedangkan profitabilitas berpengaruh kedermawanan seperti misalnya yang dilakukan negatif terhadap CSR. Namun. Namun di sisi berikan manfaat bagi stakeholdernya (pemegang lain. maupun tax penyediaan atau penarikan atas sumber ekonomi avoidence menimbulkan presepsi yang berbeda – akan menentukan tipe pengungkapan sosial dan beda antara pemerintah dan wajib pajak. namun sesungguhnya sumbangan sosial negatif terhadap Agresivitas pajak . Suatu konsep khususnya perusahaan harus Oktaviana (2014) menemukan bahwa memiliki berbagai bentuk tanggung jawab ter agresivitas pajak berhungan negatif terhadap hadap seluruh pemangku kepentingannya. Keuangan dan Perbankan menemukan hubungan negatif dan signifikan intensity dan ROA berpengaruh Positif terhadap antar agresivitas pajak dan pengungkapan CSR. lingkungan pada titik waktu tertentu. (2013). Tindakan ini teori stakeholder merupakan pendekatan berbasis menunjukkan kurangnya peraturan mengenai tax tekanan pasar (market forces approach). Bagaimana pengaruh Media Exsplosure ter miliki dua beban yang sama yaitu beban pajak hadap pengungkapa CSR ? dan CSR. komu menjelaskan bahwa size. Widyatmoko (2011) menguji tentang size. usahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi Oleh karena itu. dalam pelaporan keuangan. Perusahaan yang telah terbukti melaku operasi membutuhkan bantuan dari pihak luar kan tindakan agresivitas pajak dapat bertindak salah satunya adalah dukungan dari masyarakat. hadap pengungkapan CSR ? Selama ini perusahaan beranggapan me 2. konsumen. Hal tersebut mendorong perusahaan Teori Stakeholder menyatakan bahwa per untuk mencari cara mengurangi beban pajak. pemegang saham. Sembiring (2005) dan Veronika (2008 ) konsumen. karyawan. Perusahaan yang merupakan wajib pajak juga menganggap bahwa pajak merupakan Teori Stakeholder beban yang akan mengurangi keuntungan per usahaan. signifikan positif terhadap luas `pengungkapan sosial. analisis. dimana aggresiveness. CSR.

Kriteria ini (shareholder) melainkan kewajiban terhadap diadopsi dari peneltian Hackson dan Milne pihak-pihak lain yang berkepentingan. yaitu mencakup transaksi yang menyatakan bahwa pengungkapan CSR di tujuan utamanya adalah untuk menurunkan pandang sebagai sarana yang digunakan oleh kewajiban pajak perusahaan. al. Lanis dan Richard bagai acuan dalam penyusunan pelaporan CSR. Implementasi CSR merupakan suatu Pengungkapan CSR dengan cara tersebut sama wujud komitmen yang dibentuk perusahaan untuk halnya dengan pengungkapan CSR dengan memberikan kontribusi pada peningkatan kualitas konsep dari Global Reporting Intiative (GRI) se kehidupan (Susiloadi. kan celah-celah yang ada dalam peraturan CSR oleh Hackston dan Milne (1996) perpajakan. Freise et al.2 hanya 79 item pengungkapan yang meliputi aspek ekonomi. Selain itu menurut agresivitas pajak merupakan kegiatan yang Deegan (2002)dalam Lanis dan Richardson(2013) lebih spesifik. dimana terdapat 90 item pengungkapan karena itu. CSR menganut prinsip triple bottom namun menurut peraturan BAPEPAM No line (Elkington 1997 dalam Hayu 2011) yang VIII. melainkan untuk pembangunan Agresivitas pajak merupakan hal yang sosial .1 tahun 2011 dengan item berjumlah 84. son (2012) menyatakan bahwa CSR merupakan Konsep ini merupakan konsep sustainability faktor kunci dalam keberhasilan dan kelangsung report yang muncul sebagai akibat adanya konsep an hidup perusahaan. Menurut Harsanti (2011). namun dalam yang terkenal dengan istilah “3P” yaitu people. 4 No. lingkungan dan sosial sesuai dengan kondisi di Indonesia. Keuangan dan Perbankan hanya berfokus pada kondisi keuangannya saja pengungkapan CSR dilakukan dengan metode dan kewajiban ekonomi pada pemegang saham checklist berdasarkan tujuh kriteria. 2008 . Namun . 2006 . Oleh (1996). rakat dalam hal pendanaan barang publik seperti Ketentuan mengenai pengungkapan CSR pendidikan.ekonomi kawasan secara holistik. menurut Suharto sustainability development. et. Tindakan ini bertujuan untuk meminimalkan CSR Disclosure pajak perusahaan yang kini menjadi perhatian pubik karena tidak sesuai dengan harapan Gray et al (1987. al. perusahaan dalam Sembiring (2005) merupakan proses peng akan dianggap semakin agresif terhadap per komunikasian dampak sosial dan lingkungan dari pajakan. perusahaan-perusahaan besar di seluruh dunia. melem sekarang sangat lazim dilakukan dikalangan baga dan berkelajutan.2. Hal CSR sebagai “proses pemberian informasi yang ini sama seperti yang dikatakan Balakrishnan. Landolf dan . Nopember 2015 Dinamika Akuntansi. 139 Vol. 2008). 2003. Versi 3. (2008) dalam Sayidatina (2011) CSR adalah operasi bisnis yang berkomitmen tidak hanya Agresivitas Pajak untuk meningkatkan keuntungan perusahaan secara finasial. penelitian ini peneliti menggunakan data GRI planet dan profit. tapi sebagai wujud tanggung jawab sosial per Tindakan pajak agresif juga dinilai dari seb usahaan kepada masyarakat maka suatu perusaha erapa besar perusahaan tersebut mengambil an mayoritas melakukan pengungkapan CSR langkah penghindaran pajak dengan memanfaat dalam laporan tahunannya. tetapi menurut sembiring (2005) Landolf. (2011) bahwa perusahaan terlibat dalam ber Pengungkapan CSR dalam laporan tahunan oleh bagai bentuk perencanaan pajak untuk me suatu perusahaan sebenarnya tidak diwajibkan te ngurangi kewajiban pajak yang diperkirakan. standar khusus. et dirancang untuk melepaskan sosial akuntabilitas. pertahanan nasional. Namun di sisi lain manajemenperusahaan dalam berinteraksi dengan pembayaran pajak yang dilakukan oleh per masyarakat yang lebih luas untuk mempengaruhi usahaan memiliki impikasi penting bagi masya presepi. kegiatan ekonomi organisasi terhadap kelompok Menurut Slemrod (2004) dalam Bala khusus yang berkepentingan dan terhadap masya krishnan. Maka dengan begitu.G. kesehatan di Indonesia sampai saat ini belum terdapat masyarakat dan hukum ( Freedman . (2011) berpendapat bahwa rakat secara keseluruhan. hal 4) pengungkapan masyarakat dan juga merugikan pemerintah.

Wulandari besar tentu akan menjaga image dengan (2012). Keuangan dan Perbankan Symons. Sikka. aktivitas sosial yang dilakukan oleh perusahaan. et al.140 Winda Plorensia & Pancawati Hardiningsih Dinamika Akuntansi. 2001). sebab pihak manajemen ingin meyakinkan 2011). 2012). 2010) dalam Lanis dan baik. semakin Media merupakan pusat perhatian masyarakat rinci pula informasi yang diberikan oleh manajer luas mengenai sebuah perusahaan (Yao. kan pada penelitian terdahulu. Ekowati. Ball dan Foster’s (1982) dalam Indrawati Richardson (2013). Sari (shareholders equity) (Sari. 2006. Jayanti (2011). Cara untuk meng hadap CSR tetapi. (2009) memandang ukuran perusahaan (size ) se Agresivitas pajak adalah strategi per bagai proksi untuk mengukur biaya dan ke usahaan yang tidak sesuai dengan harapan untungan yang akan diperoleh dari pengungkap masyarakat (Christensen dan Murphy. Menurut Lanis dan (2010) dan Veronika (2009).al (2010) yang me dinilai menjadi indikator adanya agresivitas ngatakan bahwa perusahaan dengan skala besar pajak apabila memiliki ETR yang mendekati akan mengungkapkan CSR lebih besar di nol. bahwa variabel size Richardson (2012) menyatakan bahwa ETR mempunyai pengaruh yang positif terhadap merupakan proksi yang paling banyak diguna pengungkapan CSR.Semakin rendah nilai ETR yang dimiliki per bandingkan dengan perusahaan yang lebih kecil usahaan maka semakin tinggi tingkat agresi dalam laporan tahunan dikarenakan visibilitas vitas pajak. Marwata. Menurut (2012) menyatakan bahwa media internet (web) Suryono & Prastiwi (2011). Andi Kartika (2010). Veronica Ukuran Perusahaan ( Size ) (2009) yang menyatakan bahwa variabel Profita bilitas berpengaruh positif terhadap CSR tetapi Ukuran perusahaan merupakan salah berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh satu karakteristik yang penting. diharapkan masyarakat mengetahui untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka.1 dari pendapatan sebelum pajak. investor tentang profitabilitas perusahaan (Ang graini.2010) dalam Lanis dan Richarson (2013). 2004. Kartika tive Tax Rates (ETR). berbeda dengan penelitian ukur perusahaan yang melakukan agresivitas yang dilakukan oleh Lanis dan Richardon pajak yaitu dengan menggunakan proksi Effec (2013). Proksi ETR Pernyataan Cho et. beban pajak penghasilan lebih kecil2. dan Sembiring mengungkapkan informasi yang akurat dan (2005) yang menyatakan bahwa variabel Profita relevan dan tentu saja akan melakukan tanggung bilitas memiliki pengaruh yang signifikan jawab sosial perusahaan untuk menarik perhatian negatif terhadap pengungkapan CSR.. Prasetyono. Semakin tinggi tingkat profitabilitas. sangkutan. Hlaing (2012) mendefinisikan agresivitas pajak Hal ini sesuai dengan penelitian Natasha sebagai kegiatan perencanaan pajak semua per Elma Oktaviana (2014) yang menyatakan bahwa usahaan yang terlibat dalam usaha mengurangi variabel control size berpengaruh negatif ter tingkat pajak yang efektif.7. masyarakat. Perusahaan yang Eka (2011). Profitabilitas Media Exsplosure Rasio profitabilitas mengukur kemampu an para eksekutif perusahaan dalam menciptakan Pengkomunikasian CSR Melalui media tingkat keuntungan baik dalam bentuk laba per akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata usahaan maupun nilai ekonomis atas penjualan. Hubungan Antar Variabel Hal ini didukung dengan penelitian yang di lakukan oleh Oktaviana (2014). masyarakat sehingga mendapatkan kesan yang . 2008 . an yang dikeluarkan oleh perusahaan yang ber Sikka. Perusahaan bisa mengungkapkan aset bersih perusahaan maupun modal sendiri aktivitas CSRmelalui berbagai media. ETR yang rendah menunjukkan yang lebih tinggi. Komunikasi CSR melalui media mempertahankan dukungan mereka dan juga internet. pengungkapan merupakan media yang efektif dengan di sustainability report ini dilakukan dalam rangka dukung oleh para pemakai internet yangmulai pertanggungjawaban kepada stakeholder untuk meningkat. Eka (2011).

didasarkan pada laba dimasa yang akan datang yang diharapkan H1: Agresivitas Pajak berpengaruh positif ter dapat menarik investor. Perusahaan yang me yang terlibat. dan berkomunikasi secara efektif melalui web. 4 No. et. is antara pengungkapan CSR dengan Liputan media based on the expected future earnings that Favorable dan Unfavorable) pada perusahaan investor buying. Pengaruh Media Exsplosure terhadap pengung Pernyataan ini juga didukung penelitian kapan Corporate Social Responsibility yang dilakukan oleh Oktaviana (2014) yang menyatakan Market to Book Ratio berpengaruh Fungsi komunikasi menjadi pokok yang negatif terhadap pengungkapan CSR yang ada di sangat penting dalam manajemen pengungkapan perusahaan pertambangan dan properti yang ada CSR. Menurut dan signifikan agresivitas pajak perusaha an dan Penman (2013:141) dalam Lisda (2013) men pengungkapan CSR yang membenarkan teori definisikan market to book ratio sebagai berikut: legistimasi dalam konteks agresivitas pajak.al (2002)menguji hubungan “Price. in the numerator of the P/B ratio. dkk (2015) yang adalah sumber daya pada informasi lingkungan. pasar ekuitas saham perusahaan dengan nilai Sebaliknya. Pernyataan ini dapat rate Social Responsibility dijelaskan dengan teori stakeholder bahwa dalam melakukan kegiatan operasinya perusahaan harus Agresivitas pajak atau disebut juga me mempertimbangkan kepentingan semua pihak minimalkan beban pajak. Penelitian serupa rakat luas mengenai sebuah perusahaan. menyatakan bahwa Market to Book ratio berpeng Pengkomunikasian CSR melalui media akan me aruh negatif terhadap pengungkapan CSR yang ningkatkan reputasi perusahaan dimata masya ada di perusahaan yang terdaftar dalam Indeks rakat. the higher the bahwa CSR mempunyai efek yang signifikan P/B ratio. perusahaan akan mengarah pada ke akuntansi ekuitas itu. ciptakan nilai ( www. Perusahaan dapat mengungkapkan aktivitas SRI KEHATI pada tahun 2011-2013.2. CSR melalui berbagai media. Perusahaan dikatakan berhasil apa bila dapat memenuhi harapan masyarakat melalui Market-to-Book Ratio adalah rasio nilai pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan. semakin tinggi laba hadap pengungkapan CSR. karena untuk mendapatkan kepercayaan dari . Berdasarkan uraian di atas. Bila Market To Book Ratio gagalan apabila tidak dapat memenuhi harapan relatif tinggi dibandingkan rata-rata industri maka masyarakat dan tentunya menimbulkan penye hal itu menunjukkan bahwa perusahaan dapat baran informasi negatif tentang perusahaan lebih efisien menggunakan asetnya untuk men tersebut. maka Dari pernyataan di atas dijelaskan dirumuskan hipotesis sebagai berikut: bahwa nilai dalam P/B rasio. Media juga dilakukan oleh Nusantari. Se mentara Deegan. Media mempunyai peran sebagai sarana perusahaan untuk men PENGEMBANGAN HIPOTESIS dorong manajemen melakukan pengungkapan CSR dan perusahaan yang ingin mendapat ke Pengaruh Agresivitas pajak terhadap Corpo percayaan dari masyarakat. Keuangan dan Perbankan Market To Book Ratio masyarakat. yang diperoleh terhadap nilai buku maka semakin tinggi rasio P/B. the higher the expected yang melakukan Agresivitas pajak menemukan earnings relative to book value. Media merupakan pusat perhatian masya di BEI pada tahun 2009-2012. maka perusahaan harus mempunyai miliki agresivitas yang tinggi cenderung akan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan stakeholder mengungkapkan informasi CSR lebih banyak.” positif terhadap keberadaan liputan media unfavorable. Jadi. Market Richardson (2013) menguji tentang hubu to book ratio merupakan suatu rasio untuk me ngan CSR dengan Agresivitas Pajak ditemu kan ngetahui peluang pertumbuhan perusahaan yang secara konsisten menunjukkan hubungan positif akan terjadi di masa yang akan datang.kamusbisnis. So. Nopember 2015 Dinamika Akuntansi.com ). 141 Vol.

Gambar 1. terdapat hubungan positif antara media exposure Teori stakeholder digunakan untuk men terhadap pengungkapan CSR. Peng litian tersebut menjelaskan bahwa pengungkapan komunikasian CSR melalui media akan me informasi melalui media internet (website) mem ningkatkan reputasi perusahaan di mata masya pengaruhi pengungkapan CSR perusahaan se rakat. nya dikeluarkan dialihkan untuk beban CSR.Hasil pene rakat luas mengenai sebuah perusahaan. bagai tindakan manajemen untuk diterima oleh Perusahaan tidak hanya memperhatikan masyarakat. Ukuran per tersebut didukung oleh penelitian dari Melati usahaan (size) dan Market to Book Ratio bahwa (2014). Profitabilitas yang tinggi akan diikuti dengan pengungkapan CSR yang Model Empirik Penelitian tinggi karena sebagai bagian dari timbal balik atau hasil dari hubungan saling menguntungkan Perusahaan berkategori high profile go antara perusahaan dan stakeholder-nya. dkk teori tersebut menjelaskan adanya hubungan (2012) yang menyatakan bahwa pengungkapan sosial perusahaan terhadap masyarakat dan ling CSR melalui Media Exsplosure perusahaan mem kungan di sekitar perusahaan. maka aspek ekonominya saja seperti tingkat ke dirumuskan hipotesis sebagai berikut: untungan. Hasil penellitian jelaskan variabel Agresivitas Pajak.142 Winda Plorensia & Pancawati Hardiningsih Dinamika Akuntansi.al (2002). et. lingkungan dan mengungkapkan informasi CSR lebih besar di perusahaan dimana antara ketiganya saling mem karenakan beban pajak perusahaan yang seharus pengaruhi. aktivitas usahanya. Teori public mulai mencari cara untuk meminimalkan stakeholder digunakan untuk menjelaskan tentang beban pajak yaitu melalui tindakan agresif pajak. Deegan. berikan pengaruh positif terhadap pengungkapan Media merupakan pusat perhatian masya CSR yang dilakukan oleh perusahaan. Model Empirik Penelitian : Variabel Independen (X) Variabel Dependen (Y) Agresivitas Pajak H1 (-) Media Exsplosure H2 (+) Corporate Social Responsibility Variabel Control ( CSR ) Ukuran perusahaan (Size) Profitabilitas Market to Book Ratio . Ekowati. per tif dengan didukung oleh para pemakai internet usahaan dalam menjalankan kegiatan operasional yang mulai meningkat pada zaman sekarang. Keuangan dan Perbankan Ratnasari (2012) menyatakan bahwa Pengungkapan CSR diperlukan sebagai wujud media internet (web) merupakan media yang efek timbal balik kepada masyarakat yang mana. namun juga perlu memperhatikan aspek sosial dan lingkungan yang berhubungan H2: Media Exsplosure berrpengaruh positif dengan dampak positif maupun negatif dari terhadap pengungkapan CSR. nya tidak lepas dari lingkungan dan dukungan Penelitian Ekowati (2013) menemukan bahwa dari masyarakat. Berdasarkan uraian di atas. pengungkapan CSR itu penting agar terjadi ke Perusahaan yang agresif pajak akan cenderung seimbangan antara masyarakat.

4 No.go. GRI mensyaratkan perusaha kasikan sektor ini banyak merusak lingkungan an yang menggunakan G3 Guidelines untuk sehingga butuh wujud timbal balik kepada masy memenuhi tipe-tipe standar pelaporan yaitu profil arakat dan sama halnya pada perusahaan properti organisasi.1 yang diterbitkan Populasi yang digunakan dalam penelitian tahun 2011. telah me terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode ngembangkan kerangka untuk sustainability 2011. (2009). Mengungkapkan CSR disclosure dalam lapo mengukurnya digunakan metode content analysis ran tahunan. Nopember 2015 Dinamika Akuntansi. seperti yang digunakan dalam penelitian Nurkhin 2.idx. Perusahaan memiliki website. dan tanggung jawab produk ( 10 item).co. Adapun penden pengungkapan CSR yang diukur dengan proksi yang digunakan adalah Effective Tax rates proksi CSR Disclosure Index (CSRI). Setiap item CSR dalam instrumen peneliti 3. Selanjutnya. Keterangan : Data yang diambil berupa data panel untuk perusahaan-perusahaan pada sektor pertambangan TCSRIi : Indeks luas pengungkapan tanggung yang listing di BEI pada tahun 2011-2014. yang didokumentasikan dalam www. sekunder yaitu berasal dari sumber yang ada. skor dari setiap dalam penelitian item dijumlahkan untuk memperoleh keseluruhan skor untuk setiap perusahaan. jawab sosial dan lingkungan per Metode pengumpulan data yang diguna usahaan kan dalam penelitian ini adalah metode dokumen Σxyi : Nilai 1 = jika item y diungkapkan. Memiliki kelengkapan data yang terkait an diberi nilai 1 jika diungkapkan. GRI sebagai pemegang otoritas me ini adalah semua perusahan pertambangan yang ngenai sustainability report di dunia.2. Jumlah item pengungkapan CSR menurut Adapun sampel terpilih sebanyak 17 per GRI adalah 84 yang terdiri dari ekonomi (9 item). hak manusia (11 item). mengacu (ETR). Untuk 1.idx. 0 = tasi merupakan metode pengumpulan data-data jika item y tidak diungkapkan. indikator organisasi. Kristiyono (2013) dalam berita Metro . Agresivitas pajak Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel Agresivitas pajak merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh suatu perusahaan untuk Corporate Social Responsibility(CSR) meminimalkan beban pajak yang akan dibayar Penelitian ini menggunakan variabel de dengan cara yang legal maupun ilegal. Rumus perhitungan Jenis dan Teknik Pengambilan Data CSRI adalah sebagai berikut: Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan per usahaan pertambangan yang listing di BEI se TCSRIi = Σ / lama tahun 2011 sampai dengan tahun 2014. Data sekunder pada penelitian ini dapat diperoleh Y : Item yang diharapkan diungkapkan dengan mengakses website www. Investor Club Semarang. usahaan dengan teknik purposive sampling lingkungan (30 item). 2011). praktik tenaga kerja (14 dengan kriteria sebagai berikut : item). ETR menggambarkan presentase total . dan nilai 0 jika dengan variabel-variabel yang digunakan tidak diungkapkan. dan pendekatan Menurut DJP Intelejen dan penyidikan DJP Yuli manajemen (Suryono dan Prastiwi.iddan Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) IDX ni : Jumlah item untuk perusahan ini 84. sosial (10 item).2014 dikarenakan perusahaan tersebut me reporting termasuk didalamnya terdapat indikator miliki tanggung jawab yang besar sebab diindi pengungkapan CSR. 143 Vol.id serta Indonesia Capital Market Directory (ICMD). Keuangan dan Perbankan Populasi dan Sampel pada indikator pengungkapan GRI (Global Reporting Initiatives) versi 3.

ROE dihitung dengan (Lanis dan Richardson.0299 1.40 . yaitu to book ratio menurut Lanis dan Richardson dengan memberikan nilai 1 untuk perusahaan (2013) dapat diukur dengan : yang mengungkapkan kegiatan CSR di media website dan 0 untuk perusahaan yang tidak me MBV = Nilai pasar/ nilai buku ngungkapkan kegiatan CSR di media website.48144 UKURAN_PERUSAHAAN 68 9. Rasio profita dahulu dan untuk mengetahui adanya agresivitas bilitas dalam penelitian ini diukur menggunakan pajak dapat dilihat dari nilai ETR yang rendah Return On Equity (ROE).33 753444.55 1. Selain itu. Berikut hasil statistik dari total aset yang dimiliki.88 .46 -. ETR yang rendah membandingkan antara laba bersih setelah pajak menunjukkan beban pajak penghasilan lebih kecil dengan total Ekuitas (Wijaya. dari pendapatan sebelum pajak. Descriptive Statistics Descriptive Statistics N Minimum Maximum Mean Std.64461 MBV 68 1940.84 6. Proksi ETR dapat dihitung dari : ROE=Laba Bersih Setelah Pajak / Total Ekuitas ETR = Beban pajak penghasilan Market to Book Ratio Pendapatan sebelum pajak Market to book ratio merupakan rasio untuk mengukur seberapa besar pertumbuhan Media Exsplosur perusahaan di masa depan.2345 24469854. ETR merupakan proksi yang perusahaan dalam memperoleh laba yang dihasil paling banyak digunakan dalam penelitian ter kan dari total aset yang dimiliki.49 34571. Keuangan dan Perbankan beban pajak penghasilan yang dibayarkan per Profitabilitas usahaan dari seluruh total pendapatan sebelum Profitabilitas merupakan kemampuan pajak.66072 ROE 68 -241811.6478 . Market melalui website dengan variabel dummy.00 1.17827 Valid N (listwise) 68 Sumber: data primer diolah . Ukuran perusahaan deskriptif data penelitian : menurut Lanis dan Richardson (2013) dapat diukur dengan logaritma natural total fixed asset dengan rumus sebagai berikut: = og ( Total Fixed Asset ) Tabel 2.6471 .2267 149046. 2013).19 16. Pertumbuhan per usahaan merupakan kemampuan perusahaan Penelitian ini mengukur media exposure untuk memiliki investasi di masa depan. Deviation AGRESIVITAS_PAJAK 68 -40.8870 5.32788 MEDIA_EKSPLOSURE 68 . Statistik Deskriptif Ukuran Perusahaan ( Size ) Hasil statistik deskriptif memberikan Ukuran perusahaan menggambarkan gambaran umum terhadap data yang digunakan besar kecilnya suatu perusahaan yang dilihat dalam penelitian ini.86 14. 2012).144 Winda Plorensia & Pancawati Hardiningsih Dinamika Akuntansi.10892 CSR 68 .53E8 12004559.00 .

885 atau 88.2. Watson (DW) menunjukkan nilai sebesar 2.060 Sumber: Data primer Diolah Dari tabel 3 diatas menunjukkan nilai VIF diatas Uji Heteroskedastisitas 10. market to book hal ini berarti tidak terdapat problem auto ratio sekitar 88. Hal ini juga bisa dijelaskan Diagnosa adanya autokorelasi dilakukan pada nilai signifikan < 0.909 > 2. Batas luar (dl) serta batas dalam (du) variabel Uji Koefisien Determinasi dengan jumlah variabel bebas (K) = 5 dengan jumlah sampel (n) = 68. Nopember 2015 Dinamika Akuntansi.05. 4 No.944 1.199. Uji Multikolinieritas Variabel Tolerance VIF Agresivitas Pajak . maka dapat disimpulkan tidak terdapat Uji ini dilakukan dengan uji glejser sebagai problem multikolinieritas berikut: Tabel 4.5 % dijelas korelasi.793 1. profitabilitas. maka dapat disimpulkan tidak ter dapat problem heteroskedastisitas. ukuran perusahaan.261 ROE . Maka dl = 1.873 ROE .659 dan kurtosis sebesar Uji multikolinearitas dengan melihat nilai 0.Hasil pengujian normalitas Uji Multikolinearitas menunjukkan bahwa nilai z skweness untuk residual sebesar -1. % berarti variabel CSR dapat dijelaskan oleh Berdasarkan uji diatas maka dapat disimpulkan variabel agresivitas pajak dan media eksplosure.5 % dan sisanya 11. sehingga 4-du = 2.184 MBV . Hasil uji distribusi normal. 145 Vol.05 dan diperoleh nilai F = 89. model terletak pada daerah no autocorrelation.046 Media Explosure .190 dan 4-dl = 2.127 MBV .5 = 1.338 Media Explosure .727 dan du Nilai Adjusted R² sebesar 0.130 Size .352 Size .377 Sumber: Data primer Diolah Dari tabel 4 diatas menunjukkan nilai signifikan Uji Statistik F diatas 0.956 1.469. Keuangan dan Perbankan Uji Normalitas Uji Asumsi Klasik Uji normalitas data menggunakan uji skewness-kurtosis. dapat disimpulkan bahwa data ter Variance Inflation Factor (VIF). ditunjukkan sebagai berikut: Tabel 3. keseluruhan model tersebut adalah layak (fit).42 ini berarti variabel independen Uji Autokorelasi secara bersama – sama berpengaruh terhadap variabel dependen.887 1. kan oleh variabel-variabel lain diluar model.05 maka secara melalui pengujian terhadap nilai uji Durbin.809. Pengujian Model Penelitian Uji Hipotesis Uji hipotesis dapat dilihat pada tabel 5 berikut: . Pada α 0.161. Uji Heteroskedastisitas Variabel Signifikan Agresivitas Pajak .885 1.

dkk (2015) pajak secara statistik berpengaruh positif signifi yang menyatakan adanya pengaruh negatif dari kan terhadap CSR. Hubungan yang positif ini me perusahaan tidak perlu melakukan pengungkapan nunjukkan bahwa perusahaan yang agresif ter CSR yang lebih luas untuk memperoleh legiti hadap pajak akan cenderung mengungkapkan masi masyarakat. Hubungan yang (2013) telah membuktikan bahwa perusahaan positif ini menunjukkan bahwa fungsi komunikasi yang agresif pajak akan cenderung mengungkap menjadi pokok yang sangat penting dalam mana kan informasi tambahan terkait dengan kegiatan jemen pengungkapan CSR.002 < 0.304 .maka H1 diterima.146 Winda Plorensia & Pancawati Hardiningsih Dinamika Akuntansi.312 .466 . Keuangan dan Perbankan Tabel 5.256 Agresivitas Pajak .493 Sumber: Data primer Diolah Pada tabel 5 menunjukkan bahwa variabel Namun hasil penelitian ini tidak sejalan agresivitas pajak diperoleh nilai signifikan se dengan penelitian yang dilakukan oleh Zeng besar 0. Semen Agresivitas Pajak terhadap CSR. yaitu dengan memberikan nilai 1 holder yang menyatakan bahwa perusahaan untuk perusahaan yang mengungkapkan kegiatan dalam melakukan kegiatan operasinya harus mem CSR di media website dan 0 untuk perusahaan pertimbangkan kepentingan semua pihak yang yang tidak mengungkapkan kegiatan CSR di terlibat dalam aktivitas operasi perusahaan.000 < 0. Ini berarti variabel kegiatan agresivitas pajak cenderung kurang media exposure secara statistik berpengaruh posi tertarik untuk bertanggung jawab melakukan tif signifikan terhadap CSR. Oktaviana (2014) menjelaskan bahwa per usahaan yang memiliki tingkat agresivitas yang PEMBAHASAN rendah mengakibatkan perusahaan akan mengung kapkan CSR lebih besar dibandingkan dengan per Agresivitas Pajak berpengaruh terhadap usahaan yang melakukan agresivitas pajak. et. CSR. Ini berarti variabel agresivitas (2012). Hal ini sesuai dengan pajak yang dilakukan oleh perusahaan.098 .005 . maupun internal sehingga perusahaan dapat .al (2002) dan Lanis dan Richardson positif signifikan terhadap CSR. media website menunjukkan bahwa berpengaruh Deegan. diharap teori stakeholder. yang menjelaskan bahwa per kan perusahaan dapat memaksimumkan pengung usahaan beroperasi dalam lingkungan eksternal kapan CSR. informasi CSR lebih banyak karena beban pajak Pada uji hipotesis kedua menujukkan perusahaan yang seharusnya dikeluarkan akan bahwa Media Exsplosure terhadap Corporate dialihkan untuk beban CSR. Semakin tinggi tindakan agresivitas usahaan dimata masyarakat. dkk (2015) menjelaskan bahwa per menggunakan Efektive Tax Rate (ETR) menunjuk usahaan yang melakukan agresivitas pajak di kan bahwa berpengaruh positif signifikan ter Indonesia belum kehilangan legitimasi sehingga hadap CSR. Uji Hipotesis Variabel Unstandardized Beta Signifikan Coefficients (Constant) .Oktaviana (2014) dan Inggar. Zeng (2012) tara variabel media exposure diperoleh nilai sign menjelaskan bahwa perusahaan yang melakukan ifikan sebesar 0. CSR di berbagai bidang dalam rangka meringan Pengkomunikasian CSR melalui media kan perhatian publik serta mencari simpati dari eksplosure akan meningkatkan reputasi per masyarakat.466 MBV -2.000 ROE 4. maka H2 diterima.040 . Corporate Social Responsibility yang diukur Inggar.000 Size .05.05.002 Media Explosure . Social Responsibilityyang diukur menggunakan Hasil tersebut sejalan dengan teori stake variabel dummy.

stakeholder. 147 Vol. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Veronika (2009).Profitabilitas merupakan faktor yang berukuran besar cenderung memiliki public yang membuat manajemen menjadi bebas dan demand akan informasi yang lebih tinggi di fleksibel untuk mengungkapkan pertanggung banding dengan perusahaan yang berukuran kecil. Hasil penelitian ini sejalan dengan Lanis Hal ini mengindikasikan bahwa semakin besar dan Richardson (2013) dan Sembiring (2005). walaupun keberadaan pelaporan ke laba perusahaan tidak dapat dijadikan acuan ter uangan dalam website yang dibuat oleh per hadap luasnya pengungkapan sosial perusahaan. perusahaan menganggap tidak kan kecenderungan bagi para manajer perusahaan perlu melaporkan hal-hal yang dapat mengganggu untuk berlaku agresif atau patuh (Sari. Karena perusahaan besar akan men Penyebabnya adalah perusahaan memiliki tingkat jadi sorotan pemerintah. ukuran perusahaan maka semakin besar kemung Penelitian tersebut menemukan adanya pengaruh kinan perusahaan untuk melakukan pengung negatif signifikan antara ROE terhadap CSR. Hasil penelitian ini sejalan dengan Namun hasil penelitian ini tidak sejalan penelitian yang dilakukan oleh Sari (2012). Laba yang semakin besar akan mem usahaan terhadap CSR. hasil penelitian terse dengan membandingkan antara laba bersih but menjelaskan bahwa website perusahaan telah setelah pajak dengan total ekuitas. jawaban sosial kepada masyarakat dan pemegang Kartika (2010) menjelaskan bahwa perusahaan saham. an berpengaruh positif signifikan terhadap CSR. sehingga akan menimbul laba yang tinggi. Sebaliknya. Hal ini dikarenakan baik perusahaan Pengaruh variabel kontrol Ukuran Per yang memiliki laba yang kecil maupun laba yang usahaan terhadap CSR yang diukur menggunakan besar berusaha memberikan pengungkapan sosial nilai logaritma natural (Ln) dari total fixed asset sesuai yang dibutuhkan oleh masyarakat terutama perusahaan menunjukkan bahwa ukuran perusaha oleh investor. mereka berharap para pengguna laporan besar merupakan pengurangan biaya politis akan membaca “good news” tentang kinerja sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan. 2013). negatif dari ukuran perusahaan terhadap CSR. usahaan belum terdapat kuantitas dan kualitas Hasil penelitian ini tidak mendukung teori yang terstandarisasi antar perusahaan. 4 No. kapan CSR. yang menjelaskan bahwa perusahaan rendah. Jadi tidak tergantung pada ukuran per Namun hasil penelitian tidak sejalan usahaan dalam mengungkapkan CSR. Penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif Hal tersebut dikarenakan besar atau kecilnya per yang signifikan antara Media Eksplosure dengan usahaan pada perusahaan pertambangan ini tetap CSR. dengan Aulia (2011) dan Priantinah (2012) yang Pengaruh variabel kontrol Profitabilitas menyatakan adanya pengaruh negatif dari Media terhadap CSRyang diukur dengan ROE yaitu Eksplosure terhadap CSR. dengan Oktaviana (2014) bahwa adanya pengaruh Melati (2014) dan Ekowati. Sari (2012) dan Ekowati. pada saat tingkat profitabilitas stakeholder.2. Sembiring (2005) dan buat perusahaan mengungkapkan informasi sosial Veronika (2009) menjelaskan bahwa perusahaan yang lebih luas. berpengaruh digunakan sebagai sarana komunikasi pelaporan negatif signifikan terhadap CSR. Sembiring (2005) dan Kartika Veronika (2009) dan Ekowati (2012) bahwa (2010). sekitar. dkk (2012). Besar kecilnya keuangan. Penelitian tersebut menemukan adanya adanya pengaruh positif signifikan antara ROE pengaruh positif signifikan antara ukuran per dan CSR. perusahaan. Keuangan dan Perbankan meyakinkan bahwa perilaku sesuai dengan pengungkapan yang lebih banyak sebagai wujud batasan – batasan dan norma yang berlaku di tanggung jawab sosial perusahaan. besar merupakan emiten yang banyak disoroti Pengaruh variabel kontrolMarket to Book sehingga pemegang saham akan memperhatikan ratio terhadap CSRyang diukur dengan MBV . informasi tentang kesuksesan keuangan perusaha Hasil penelitian ini sejalan dengan teori an. dkk (2012) harus melakukan CSR dimana sektor tersebut menjelaskan bahwa media eksplosure merupakan dalam kegiatan operasionalnya selalu berhubung media yang paling efektif dengan didukung oleh an dengan pencemaran/kerusakan lingkungan para pengguna web yang meningkat. Nopember 2015 Dinamika Akuntansi. masyarakat.

Balakrishnan. GCG. memberikan kemungkinan yang lebih besar untuk memperoleh kondisi yang sebenarnya. kepemilikan publik. luang pertumbuhan dimasa mendatang tidak dapat diprediksi untuk menentukan seberapa Saran besar CSR yang dikeluarkan oleh perusahaan.148 Winda Plorensia & Pancawati Hardiningsih Dinamika Akuntansi. Dan Hasil penelitian ini sejalan dengan Okta perlu memilih sampel pada perusahaan yang me viana (2014) dan Nusantari.Tesis. sehingga pada temuan ini MBV variabel lain seperti.Teori Akuntansi.co. porate Social Responsibility Di Indonesia Ukuran Perusahaan ( Size ) mengindikasi (Studi Empiris Pada Perusahaan Non kan bahwa semakin besar ukuran perusahaan Keuangan Yang Listing Di Bursa Efek maka akan semakin besar kemungkinan perusaha Indonesia). Corporate peluang pertumbuhan dimasa mendatang tidak Social Responsibility dan Pelestarian dapat diprediksi untuk menentukan seberapa . K. Guay. Market to Book Ratio ( MBV ) merupakan Beria Leimona&Aunul Fauzi. Namun. sehingga akan menimbulkan kecenderungan bagi (2011). pertumbuhan perusahaan tersebut dikarenakan besar atau kecilnya per (growth) untuk lebih menjelaskan pengaruh tumbuhan perusahaan pada masa mendatang karakteristik perusahaan terhadap CSR.Ahmed Riahi. “Pengungkapan Informasi lebih banyak dikarenakan beban pajak perusahaan Sosial dan Faktor-faktor yang Mem yang seharusnya dikeluarkan dialihkan sebagai pengaruhi Pengungkapan Informasi Sosial beban CSR. an untuk melakukan pengungkapan CSR. komunikasian CSR melalui media eksplosure Aulia Zahra Munif. ”Does Tax Aggressiveness Reduce para manajer perusahaan untuk berlaku agresif Financial Reporting Transparancy?’’.id. laba yang besar cenderung untuk berusaha mem Buku 1. Blouin. Peng Nasional Akuntansi 9. Edisi kelima. (2006). SIMPULAN DAFTAR PUSTAKA Perusahaan yang agresif terhadap pajak akan cenderung mengungkapkan informasi CSR Anggraini. Keuangan dan Perbankan yaitu dengan membandingakan Nilai pasar besar CSR yang akan dikeluarkan oleh per dengan nilai buku berpengaruh negatif signifikan usahaan. Faktor-Faktor Yang akan meningkatkan reputasi perusahaan dimata Mempengaruhi Indeks Pengungkapan Cor masyarakat.Hasil penelitian ini tidak men telah merencanakan pengungkapan CSR setiap dukung teori stakeholder. Hal ini dikarenakan pe tahunnya tanpa harus memperhatikan MBV.Penelitian harus tetap melakukan CSR dimana sektor ter mendatang juga perlu memperpanjang periode sebut dalam kegiatan operasionalnya selalu ber pengamatan yang lebih lama sehingga akan hubungan dengan lingkungan sekitar. (2006).google. usahaan yang memiliki laba yang kecil maupun Belkaoui. Diakses Minggu 27 Profitabilitas( ROE ) menunjukkan per Desember 2015. atau patuh terhadap CSR.. and W. dkk (2015) bahwa miliki laba positif agar dapat mimiliki efek adanya pengaruh negatif signifikan antara MBV optimal terhadap CSR. Jakarta: Salemba berikan pengungkapan sosial sesuai yang dibutuh Empat kan oleh masyarakat terutama oleh investor. biasanya setiap perusahaan telah me Perlu memperluas sampel berdasarkan rencanakan pengungkapan CSR setiap tahunnya sektor perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek tanpa harus memperhatikan MBV. biasanya setiap perusahaan terhadap CSR. Universitas Diponegoro. Per usahaan besar akan menjadi sorotan pemerintah.” Simposium manajemen dalam pengungkapan CSR. J.(2008). www. ukuran tidak dapat mengontrol variabel independen. Namun. dalam Laporan Keuangan Tahunan (studi Media Exsplosure sebagai fungsi komuni empiris pada perusahaan-perusahaan yang kasi menjadi pokok dan sangat penting bagi terdaftar Bursa Efek Jakarta). Perlu menambahkan terhadap CSR. Indonesia sehingga dapat digeneralisasi. (2010).Hal dewan komisaris.

(2011).org pada tanggal 8 Nopember (2015). Michaela Rankin. tempo. (2013). Aus Eka Nanda Putra. Jakarta : Terhadap Profitabilitas Perusahaan Salemba Empat. Lilis. 149 Vol. Auditing. Hadi.&Ghazali. Prasetyono. Fakultas Ekonomi Universitas perusahaan-corporate-social- Dipenogoro.com/metronews/read/2 hadap Pengungkapan Tanggung Jawab 013/06/21/2/163069/Ini-tiga-sektor-yang- Sosial Perusahaan”. ”An Examination of The Global Reporting Initiative. Factors sebagai Variabel Intervening. Pengaruh CSR Standar Akuntansi Keuangan..com. Growth. Aplikasi Analisis Multi Darusalam. dan Media Exposure ter http://www. Jakarta: Salemba Empat Ikatan Akuntansi Indonesia . Perencanaan Pajak. Malang Chariri. Jurnal Affecting Corporate Social Responsibility Ekonomi Bisnis dan Akuntansi Ventura.(2007). Diunduh Perusahaan Terhadap Pengungkapan Cor pada 29 November 2015. Diakses Kamis Erly Suandy. Keuangan dan Perbankan Lingkungan . 4 No.html. dan John Tobin. (2011). “Pengaruh Profitabilitas. Anis Wulandari. Sosial Dan Lingkungan.id/hukum- Journal of Business Finance and Accoun bisnis/84-tanggung-jawab-sosial- ting. porate Social Responsibility (CSR). Egypt.com Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. h. Sadar Academy. No. K. Stirling University. Craig. pertama. Vol.kemenkumham. Test of Legitimacy Theory”. 11Oktober2015dari Hlaing.(2011). Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya. 2 Agustus 2008: 151. Semarang: Jurnal Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ke Maksi. h.go.00. (2002) . 8 No. (2002). No.com ture of Multinationals and Tax Aggressi Diyah. Madura. Jakarta: Indonesia Business Listing di BEI Periode 2010 . responsibility-dan-iklim-penanaman- Ekowati. Disclosure In Egypt. bijakan Pengungkapan Tanggungjawab 169. (2014). kan Kepatuhan Wajib Pajak.2. Khaled. Program sedang-diburu-Dirjen-Pajak.2012). 71-86. Corporate Social Respon 15. Diakses tanggal sibility. Kritik Sosial Atas Pemakaian Teori Dalam Penelitian Pengungkapan Febrinadan I G N Agung Suaryana. (2012). Teori Akuntansi. Organizational Architec www. Nor. 12. (Studi pada Indeks SRI . dalam MetroTVNews.(2013).P. http://www.2. Vol. Diambil dari: Disclosure of BHP from 1983-1997: A www. & Accountability Journal. (2008).Semarang.metrotvnews. GRI Sustainability Corporate Social and Environmental Reporting Guidelines G3.emeraldinsight.”Ini Tiga Sarjana Strata Satu Universitas Trunojoyo Sektor yang sedang Diburu Dirjen Pajak”. I. 3. (2005). http: //www. Vol.Pengaruh Karakteristik tralia. Canada Pengaruh Struktur Kepemilikan Terhadap Hussainey. Pernyataan Fitria Ayuning Putri.KEHATI yang . Yogyakarta: Graha Ilmu. Edisi 22 Oktober 2015. (2011). Links.globalreporting.1. Diakses kamis 22 Oktober (2014). Accounting. Skripsi. Pujiati dan Widanar. Likui 2015 ditas. Akuntansi XIV Semarang: Badan Penerbit UNDIP Ghazali.Simposium Nasional Chariri. Erman. Central Queensland University. modal. Mohammed Elsayed dan Nilai Perusahaan: Keputusan Keuangan Marwa Abdel Razik.djpp. Imam. veness. Deegan. A. Pemerintah diminta Tingkat variate dengan Program IBM SPSS 21. University of Waterloo. Sosial Pada Perusahaan Manufaktur Di BursaEfek Indonesia. UK. Nopember 2015 Dinamika Akuntansi. 312-343. (2009).

Peng Mendukung Pembangunan Berkelanjutan. No. Marzully.1. PERMANA Jurnal Per pajakan. UNDIP. “The Influence of Com Tahun 2001 Tentang Minyak dan Gas pany Characteristic Toward Corporate Bumi Social Responsibility”. Revisi 2013 Susilo Adi. Wardani.(2013). (2013). Untuk menguji Teori ibility (Studi Empiris Pada Perusahaan Legitimasi. Program Studi Akuntansi dan Pengungkapan Tanggung Jawab Universitas Stikubank. dan Denies Priantinah. Peng Octaviana . 62-82. Vol. yang Tercatat di Bursa Efek Jakarta”. Diunduh pada 2 2007 Tentang Penanaman Modal Desember 2015 Veronica.Accounting Auditing and Accoun Pajak. 2013. (2014).pp. 22 Siagian. Jurnal Riset. 1. Pengaruh Nur. Semarang. 4756 Pedoman Teknis Tata Cara Pemotongan.Nurul Kusuma.R. ISSN. Direktorat Jendral Terbatas. (2010). Sosial: Studi Empiris pada Perusahaan Lanis. (2010). Implementasi Corporate Social Responsibility Untuk Jessica dan Agus Arianto Toly. Mei. UU No.2 manufaktur yang Terdaftar di BEI). Undang-Undang tentang Perseroan Republik Indonesia. Sayidatina.150 Winda Plorensia & Pancawati Hardiningsih Dinamika Akuntansi. usahaan (Studi Empiris pada Perusahaan (2012). . Karakteristik Perusahaan Terhadap Pe Analisis Faktor-Faktor yang Mempeng ngungkapan Tanggung Jawab Sosial Per aruhi Pengungkapan Corporate Social usahaan Sektor Pertambangan yang Responsi biity di Indonesia (Studi Empiris Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurica dan Lady Gracia Prilia Undang – Undang Republik Indonesia No. Natasya Elma. PSAK hasilan Pasal 21. (2011). “Corporate Social Responsibility and Tax Aggresiveness: a test of legitimacy Tjiptardjo. Ardilla Mahardika. And G. yang Mempengaruhi Sifat Pengungkapan Sukarela Tanggung Jawab Sosial Per Sari. 1907-0489 Volume 4.okezone. Theodora Martina.A(2005). 1. Universitas Diponegoro. (2009). Pajak Nomor PER-31/PJ/2012 Tentang 106 Tahun 2007 . Pengaruh Earnings Management yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia). Volume 1. (2012).. dan Pelaporan Pajak peng Ikatan Akutansi Indonesia (IAI). (2008). aruh Pengungkapan Corporate Social Res ponsibility Terhadap Agresivitas Pajak.com tability Journal. (2011). terhadap Pengungkapan Corporate Social Kartika. Skripsi. (2014). dalam jurnal Undang-Undang Republik Indonesia 25 Tahun Universitas Bakrie.Diakses melalui www. 3 Masalah Utama Di Ditjen theory”. (2008). Simposium Nasional Akuntansi VIII. Jurnal Pada Perusahaan Berkategori High Profile Program Studi Akuntansi. Pengaruh aruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Agresivitas Pajak Terhadap Corporate Pengungkapan Corporate Social Respons Social Responbility. Andi.40 tahun 2007. Faktor-Faktor rate Social Responsibility Terhadap Stock Return.26 No. Jakarta No 1 : Penyajian Laporan Keuangan . (2012). Pengaruh Corpo Johan. Semarang. Sembiring. Richardson. Universitas yang Listing di Bursa Efek Indonesia). Inayah Adi dan Anies Indah Hariyanti. LN No. Keuangan dan Perbankan Indonesia. 22-34. R. Sosial (Studi Empiris Pada Perusahaan (Online) Volume 3 No. Fakultas Ekono Manufaktur Yang Terdaftar DiBursa Efek mika dan Bisnis Universitas Diponegoro. 4 No.75-100 3 januari 2016 Lucyanda. Penyetoran. Gunadarma. Review Vol.Karakteristik Perusahaan Responsbility serta Implikasinya terhadap Dan Pengungkapan Tanggung Jawab Return Saham. No.“Karakteristik perusahaan Hal.2 Tax & Accounting. dan Mekanisme Corporate Governance Skripsi. Priyanto. Jurnal Nominal. Jurnal Akuntansi dan Manajemen. Kartika. Manajemen. TLN No. dan Akuntansi.Skripsi.

bility (CSR). Yoehana. Semarang. 151 Vol. (2012). .” Corporate Social Responsi bility and Tax Aggressiveness”. Watson. (2007).T. Keuangan dan Perbankan Indonesia Tahun 2009-2011). Nopember 2015 Dinamika Akuntansi. Skripsi. teristik Perusahaan Terhadap Pengung kapan Tanggung Jawab Sosial. Analisis Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Wibisono.2. Pengaruh Karak Diponegoro. Tax Avoidance. Social Science Research Network. Membedah Konsep dan Aplikasi Corporate Social Responsi Agresivitas Pajak). Luke. Yusuf. 4 No. Universitas Widyatmoko. Rendro. sibility.The Pennsylvania State University.Gresik : Fascho Publishing Zeng. (2013). Corporate Social Respon Universitas Diponegoro Semarang. (2011). (2011).Maretta. and Tax Aggressi veness.