You are on page 1of 11

PT PLN (Persero

)
Pusat Pendidikan dan Pelatihan

MATERI

IX

PRAKTEK DISTRIBUSI

IX.5. SOP PEMELIHARAAN KUBIKEL 20 KV

Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan
1

tetapi hasil pemeliharaan menunjukkan lebih dari nilai maksimal tersebut dan dipaksakan operasi. 2. Contoh :  Akibat terhadap komponen kubikel Ditentukan bahwa tahanan kontak PMT / LBS adalah maksimal 200 micro ohm.SOP PEMELIHARAAN KUBIKEL 20 KV 1. Dalam bahasa Indonesia SOP disebut dengan Prosedur Tetap dan disingkat Protap. peralatan untuk mengukur kondisi peralatan kubikel. Penyimpangan dari ketentuan berarti hasil pemeliharaan tidak sesuai dengan ketentuan dan dampaknya akan menyebabkan permaslahan dalam pengoperasian bahkan dapat terjadi kecelakaan kerja. Gardu Hubung dan Gardu Distribusi.5.Pada saat pelaksanaan pemeliharaan dengan pemadaman berarti memerlukan koordinasi dengan pihak operasi agar tidak sampai terjadi gangguan atau kecelakaan kerja pada saat pembukaan alat hubung kubikel yang akan dipelihara maupun penormalannya kembali. PENGERTIAN Adalah suatu bentuk ketentuan tertulis berisi prosedur / langkah-langkah kerja yang dipergunakan untuk melaksanakan suatu kegiatan. yaitu aman dioperasikann kembali. TUJUAN SOP Pemeliharaan Kubikel 20 KV berarti melakukan pemeriksaan atau perbaikan yang menyebabkan perlunya pemadaman listrik atau tidak . Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 2 . Hasil dari pemeliharaan adalah berupa kondisi / unjuk kerja peralatan harus memenuhi ketentuannya. maka akan terjadi ledakan pada kubikel tersebut akibat panas yang ditimbulkan oleh alat kontak. PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan IX. Kejadian ini tentu akan mengganggu sistem operasi dan kerugian material. perkakas kerja yang digunakan pada waktu pemeliharaan. maka untuk itu perlu diatur cara melakukan pemeliharaan. SOP Pemeliharaan kubikel 20 KV berarti ketentuan tentang prosedur / langkah – langkah kerja untuk memelihara kubikel 20 kv pada Gardu Induk.

Untuk menghindari hal tersebut maka dibuatlah SOP yang berisi prosedur langkah- langkah yang tertata guna melaksan akan kegiatan. Pihak yang terkait pada pemeliharaan Kubikel 20 KV antara lain :  Beberapa pihak yang terkait antara lain. PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan  Akibat terhadap personil Pemeliharaan kubikel dengan pemadaman berarti harus dipastikan bahwa aliran listrik dari sisi hulu maupun sisi hilir harus dipastikan padam. Waktu berkomiunikasi / berkoordinasi yang digunakan selalu pada batas standar agar dalam mengambil keputusan tidak berlarut-larut. Keterkaitan ini dilakukan dalam bentuk komunikasi yang dilakukan dapat berupa tertulis / surat ataupun komunikasi langsung / lisan bertujuan agar semua pihak berkoordinasi dapat mengantisipasi terjadinya kondisi kurang aman atau mencegah kerusakan material akibat dipeliharanya kubikel. KOMPONEN DALAM SOP Beberapa komponen penting yang tertulis pada SOP Pemeliharaan Kubikel 20 KV antara lain : Pihak yang terkait Yaitu pihak-pihak yang berkepentingan dan terkena dampak akibat pemeliharaan kubikel 20 KV. Pengatur Distribusi / Piket Pengatur. Di Operasional Distribusi pengaturan tentang berkomunikasi ini dibuat menjadi SOP Komunikasi. Dalam berkomunikasi baik lisan maupun tertulis dibuat berupa format yang standar untuk mencegah kesalahan presepsi dari pihak-pihak yang terkait . pihak operasi dan Konsumen. Berkoordinasi dengan pihak adalah untuk mengetahui dan memastikan bahwa instalasi kubikel yang akan dipelihara dan dipadamkan sudah Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 3 . tetapi penyimpangan terjadi misalnya tiba-tiba ada alira Dari contoh di atas dapat disimpulkan bahwa akibat dari pemeliharaan kubikel tidak memenuhi ketentuan dapat menyebabkan terjadinya kondisi yang tidak aman dan kerugian material. 3.

Prosedur Komunikasi Berisi tentang urutan berkomunikasi dengan pihak yang terkait dengan dari mulai persiapan pemeliharaan. Yang dimaksud dengan perlengkapan kerja adalah sebagai berikut :  Perkakas kerja  Alat bantu kerja  Alat Ukur  Material / bahan  Alat Pelindung Diri ( APD ) atau Alat K3  Berkas Dokumen Instalasi Kubikel 20 KV yang akan dioperasikan  Lembaran Format berupa Check-List Pelaksanaan dan Pelaporan. Pemeriksaan terhadap jumlah dan kondisi perlengkapan kerja harus dilakukan secara rutin agar selalu siap kapanpun digunakan. PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan diantisipasi akibat pemadamannya. . Penyimpangan Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 4 . Perlengkapan Kerja Perlengkapan kerja untuk meleksanakan pemeliharaan kubikel dengan baik dan aman harus dipenuhi spesifikasi dan jumlahnya. saat pemeliharaan sampai pelaporan pekerjaan. Sedangkan berkoordinasi dengan Konsumen bertujuan agar konsumen tahu akan adanya listrik pemdadaman listrik di tempatnya. Peralatan yang digunakan untuk berkomunikasi dapat berupa telepon atau handy- talky ( HT ) dengan menggunakan bahasa yang sudah distandarkan. Berkoordinasi dengan Pengatur Distribusi / Piket Pengatur adalah agar keadaan jaringan dipastikan siap dipadamkan atau dibebani dan aman dari adanya kecelakaan kerja bagi personil di lokasi pemeliharaan kubikel dimaksud maupun di luar lokasi yang berhubungan dengan jaringan yang akan dipelihara. Memaksakan bekerja dengan peralatan seadanya berarti mengabaikan adanya resiko bahaya kecelakaan dan kerusakan yang bakal terjadi.

Penyimpangan terhadap langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan kegagalan pemeliharaan bahkan dapat terjadi kecelakaan kerja. pemanfaatan energi listrik pada konsumen. mulai dari persiapan pekerjaan. pemeriksaan pekerjaan sampai pelaporan pekerjaan. yaitu :  Keterlibatan pihak-pihak yang terkait dengan pengoperasian kubikel 20 KV untuk membuat ketentuan berkoordinasi. 4.  Kondisi jaringan berupa data kemampuan Trafo GI. pelaksanaan pekerjaan. Kemampuan Hantar Arus ( KHA ) hantaran penyulang. PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan terhadap ketentuan berkomunikasi dapat menyebabkan terjadinya gangguan operasi bahkan kecelakaan kerja. Setiap langkah dilaksanakan secara berurutan sesuai tertulis di SOP. Hasil Pemeliharaan harus dilaporkan ke Pengatur Distribusi / Piket Pengatur dan melaporkan secara lisan guna memutuskan dioperasikannya kembali dan melaporkan secara tertulis setelah pelaksanaan dilokasi selesai. PEMBUATAN SOP Untuk membuat SOP perlu diperhatikan beberapa hal.  Struktur jaringan Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 5 . Prosedur Langkah-langkah Kerja Berisi tentang urutan dalam melaksanakan pekerjaan di lokasi pengoperasian kubikel.

Supervisor Logistik/Perbekalan 4. Tool kit 5. sarung tangan 20 kV 3...... Megger 5000/10..024 (1)A DIS/ WIL ...000 Volt 3... Phase squence indicator 7... Handle kubikel 2... PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan PT... Helm pengaman 4..Pelaksana 3 orang KOORDINASI : 1..... Halaman 1 / 3 PETUGAS : 1. Avo meter 6.. Lembaran isolasi Jas hujan 5. Piket UPJ 3. Spv. Lampu penerangan 4. PLN (PERSERO) SOP DIS..... Sepatu 20 kV 2.HAR.. PEMELIHARAAN KUBIKAL APJ / CAB . Distribusi 2....... kompor api Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 6 ...Pengawas 1 orang Waktu Pelaksanaan : 2. Alat komunikasi PERLENGKAPAN K3: 1... Pelanggan PERALATAN KERJA : 1.

wasbensin Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 7 . Alkohol 7. Majun 6. PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan MATERIAL : 1. Vaselin 2. Sakafen 4. Contac cleaner 5. Majun 3.

mekanik operasi dan sistem arus searah dan arus bolak-balik Pemeliharaan Kubikel Pelajari cara pemeliharaan kubikel pada buku Instruction Manual Periksa tegangan sisa pda kabel 20 KV dengan menggunakan tester tegangan Hubung-singkatkan ujung kabel 20 KV dan hubungkan dengan pentanahan Lepaskan kabel 20 KV dari terminal kubikel Lepaskan rel / busbar dari terminal kubikel Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 8 . PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan PROSEDUR KERJA Halaman 2/3 LANGKAH KERJA : Membebaskan tegangan kubikel Pelajari cara pemadaman kubikel pada buku Instruction Manual Koordinasikan dengan pihak yang terkait guna pemadaman di kubikel Buka LBS / PMT beban dan pastikan Saklar bekerja sempurna dengan melihat bahwa lampu indikator kubikel beban padam Buka LBS / PMT incoming dan out going. Pastikan Saklar bekerja sempurna. Padamkan aliran listrik dari sisi Incoming maupun out going Yakinkan bahwa tegangan sudah tidak ada dengan memeriksa indikasi lampu indicator padam Masukkan PMS Pentanahan pada semua sel.kubikel Buka pintu kompartemen kabel 20 KV Buka tutup kompartemen busbar.

PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Buka Pemisah tanah semua sel-kubikel Ukur tahanan isolasi kubikel dalam keadan PMT / LBS terbuka. antara :  Terminal atas dengan terminal bawah fasa yang sama  Terminal atas dengan body  Terminal bawah dengan body Bila hasil ukur sesuai yang ditentukan (≥ 5000 M ). antara :  Terminal fasa dengan terminal fasa lainnya  Terminal fasa dengan body Ukur tahanan kontak PMT / LBS antara Terminal atas dengan terminal bawah dalam keadaan PMT / LBS tertutup Ukur kecepatan buka dari kontak PMT / LBS Ukur kecepatan tutup dari kontak PMT / LBS Ukur tegangan sumber arus searah Ukur tegangan seumber arus bolak-balik Periksa fungsi heater Ukur tahanan pentanahan kerangka kubikel Membersihkan komponen kubikel dari kotoran / debu atau karat Bersihkan debu yang menempel pada isolator. lanjutkan pengukuran tahanan isolasi dalam posisi PMT / LBS tertutup Masukkan PMT / LBS Ukur tahanan isolasi kubikel dalam keadan PMT / LBS tertutup. body bagian dalam / luar. terminal bagian atas dan bawah dengan menggunakan kuas atau kain majun Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 9 .

Buka posisi PMS Pentanahan Pengoperasian kembali Kubikel Hubungi Pengatur Distribusi / Piket Pengatur bahwa kubikel telah selesai dipelihara dan siap dioperasikan kembali Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 10 . PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bersihkan isolator bagian atas dan bagian bawah busbar dengan menggunakan sakafen Bersihkan kapasitor pembagi tegangan dengan sakafen Bersihkan terminal busbar dan terminal hubung PMT / LBS dari karat dengan menggunakan contact cleaner . Bersihkan bagian bergerak dari peralatan mekanik dengan menggunakan wasbensin Bersihkan kerangka kubikel dengan menggunakan alkohol Bersihkan batang rel / busbar dengan menggunakan alkohol Pemasangan kembali Oleskan vaselin electric pada bagian kontak di terminal busbar dan terminal kabel penghubung Pasang kembali busbar / rel dan kencangkan baut pengikat seuai dengan ketentuan ( tabel pengencangan ) Pasang kembali Kabel 20 KV dan kencangkan baut pengikat dan kencangkan baut pengikat seuai dengan ketentuan ( tabel pengencangan ) Periksa tidak ada peralatan asing yang tertinggal di dalam kompartemen busbar Pasang kembali tutup kompartemen busbar Buka kontak PMT / LBS dan tutup PMS pentanahan semua sel-kubikel Periksa tidak ada benda asing yang tertinggal pada kompartemen kabel Pasang kembali pintu kubikel Kemasi semua perlengkapan kerja dari ruang kubikel.

... periksa urutan fasa dengan menggunakan Phase Indicator Checker Laporkan tegangan sudah masuk dan minta persetujuan / izin utnuk mengoperasikan semua kubikel..... Berbagi dan menyebarkan ilmu pengetahuan serta nilai-nilai perusahaan 11 .. Masukkan secara bertahap PMT / LBS out going Bila semua kubikel sudah dioperasikan dengan kondisi aman laporkan ke Pengatur Distribusi / Piket pengatur bahwa pekerjaan telah selesai Buat laporan pemeliharaan Tutup pintu gardu dan tinggalkan gardu Diagram Satu Garis Kubikal Sisi Hulu Gardu yang dioperasikan Sisi Hilir LBS ≠ LBS ≠ LBS ≠ LBS ≠ LBS ≠ PMS Bumi ≠ PMS Bumi ≠ PMS Bumi ≠ PMS Bumi ≠ PMS Bumi ≠ ASMAN PERENCANAAN ... PT PLN (Persero) Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bila tegangan sudah muncul di kabel incoming dengan ditandai lampu indikator menyala............................. Bila ijin telah diberikan masukkan PMT / LBS Incoming ke busbar ..........