You are on page 1of 4

Sintesis gas H2S

No. Prosedur Kerja Persamaan Reaksi dan Bahaya Reaktan Produk Hasil Pengamatan
Rangkaian alat yang menggunakan labu leher
dua dan dua labu Erlenmeyer dihubungkan
dengan pipa plastik dan penyekat dibuat
sekedap mungkin. Kedap dibuat dengan
penutup dan penyekat labu. Tiap sambungan
yang kedap udara ditutup dengan Vaseline dan
tissue yang dibasahi larutan Pb(CH3COO)2
Sebanyak 1,5 gram FeS dimasukkan dalam labu
leher dua. HCl pekat dituangkan sebanyak 20 mL
ke dalam labu yang berisi FeS. Larutan NaOH
10% sebanyak 50 mL dimasukkan masing-
masing ke dalam labu Erlenmeyer.
Titrasi iodometri digunakan untuk menentukan
sulfide yang terbentuk.
 sebanyak 50 mL larutan iod 0,05 M
dibuat dengan mereaksikan 12,7 gram I2
dengan KI 8,3 gram dalam aquades
hingga volume 1 L larutan.
 sebanyak 50 mL larutan diambil dan
kemudian diencerkan menjadi 100 mL

1

Melakukan penanganan larutan sulfide sisa hasil penyerapan oleh larutan NaOH pada kedua labu Erlenmeyer  larutan sulfide sisa dioksidasi dengan H2O2 berlebih  beberapa tetes larutan diambil dan ditaruh diatas plat porcelain dan ditetesi larutan CuSO4.1 M dengan indikator amilum sebanyak 1 tetes. Jika tidak terbentu endapan hitam berarti semua sulfide sudah teroksidasi menjadi sulfat dan larutan boleh dibuang. 2 .  larutan ini kemudian didinginkan dalam penangas es sampai 00C dan ditetesi dengan H2SO4 pekat sampai pH larutan 1-2  larutan iod ini ditambahkan pada larutan sulfide sebanyak 10 mL dari Erlenmeyer ke-1  kelebihan iod ditentukan dengan titrasi menggunakan larutan tiosulfat 0.

serbuk halus tersebut ditaruh dalam labu Erlenmeyer 150 mL.2 gram padatan Na2SO3 dan 3.2 gram belerang dicampur dan ditumbuk sampai halus. Melakukan penanganan larutan hasil titrasi iodometri  larutan hasil titrasi disaring dengan kieselgur  filtrat disimpan pada wadah pengumpul sisa titrasi iodometri untuk selanjutnya dioksidasi untuk menghasilkan iod  kertas penyaringan dan sisa yang tersaring dibuang pada tempat limbah padat Preparasi Na2S2O3.  limbah padat ditempatkan pada penampungan limbah padat senyawa- senyawa logam transisi. Prosedur Kerja Persamaan Reaksi dan Bahaya Reaktan Produk Hasil Pengamatan Sebanyak 6. 3 .5H2O No.

lalu didinginkan di kulkas sampai terbentuk Kristal bening Kristal yang terbentuk diambil dengan menyaringnya. dipanaskan di atas pemanas magnetic pada suhu 80-900C selama 2-3 jam Hasil larutan tersebut kemudian disaring dalam keadaan panas Belerang sisa hasil saringan dikeringkan diudara dan ditimbang Filtrat dipanaskan hingga volume menjadi setengahnya.Kemudian campuran tersebut dituangi 40 mL air suling (aquades) dan 1 tetes detergen Labu erlenmeyer kemudian diisi batu pengaduk magnetic dan ditutup dengan kaca arloji. Kristal yang menempel pada kertas saring diangin-anginkan kemudian diambil dan ditimbang. 4 .